BAD DESTINY

.

.

.

.

Proudly Present :

Kai

Kyungsoo

.

.

.

.

.

KAISOO FANFICTION FOR ALL KAISOOSHIPPER

.

.

.

ENJOY THE FICTION

.

.

.

.

CHAPTER 2

Previous Chapter :

Kris terlihat sedikit cemas. Sebentar lagi bulan purnama akan datang. Dan bulan purnama kali ini sedikit berbeda. Akan ada sesuatu yang terjadi dan lebih buruknya Kris harus membuat keputusan yang teramat berat baginya. Keputusan ini dapat membuat keluarganya hancur.

Sehun tau jika sebentar lagi akan purnama tapi Sehun tak pernah melihat Kris secemas ini hanya karena purnama akan datang. Kris lebih banyak diam dan merenung. Bahkan Kris jarang keluar rumah. Hal itu juga dirasakan Chanyeol. Hyungnya itu membuatnya bingung.

"Kenapa kau seresah itu, hyung? Ini kan hanya purnama biasa" tanya Chanyeol.

"Kali ini berbeda Chanyeol-ah"

"Berbeda bagaimana?"

"Ini merupakan purnama penentu kita. Karena nasib kita akan ditentukan setelah purnama ini selesai"

"Maksudmu, hyung?"

"Kita akan mengalami pendewasaan dan kita diharuskan memiliki 'mate' sebelum purnama selanjutnya"

Sehun dan Chanyeol melebarkan matanya. Harus memiliki 'mate'? Sebelum purnama selanjutnya? Itu adalah berita buruk. Karena yang mereka tau adalah 'mate' itu berasal dari dunia manusia.

.

.

BAD DESTINY

.

.

Kyungsoo berlari menuju kampusnya. Dia tak ingin terlambat mengikuti kuliah pagi ini apalagi ini adalah kuliah penting untuknya. Kyungsoo menubruk setiap orang yang berada dikoridor kampus. Sesekali dia mengucap maaf sambil berlari. Kyungsoo membuka pintu kelasnya kasar dengan nafas tak beraturan. Untung saja dosennya belum datang dan dia selamat dari hukuman. Semua teman sekelasnya menatap Kyungsoo yang memberikan cengirannya.

"Kau nyaris terlambat, Kyungsoo-ssi" ucap seseorang dibelakang Kyungsoo. Kyungsoo membalikkan badannya dan langsung membungkukkan badannya.

"Cepat duduk" perintah orang itu yang ternyata adalah Shim seonsaengnim, dosen Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk dan menuju ketempat duduk yang tersisa yaitu berada dibelakang.

Kyungsoo duduk dengan tenang dan memperhatikan dosennya mengajar. Sesekali Kyungsoo mencatat apa yang dijelaskan oleh Shim seonsaengnim. Mata bulatnya menatap lekat papan tulis yang menjadi alat ajar. Tulisan-tulisan yang entah apa itu dengan cepat diserap oleh Kyungsoo. Kyungsoo tak pernah kesulitan dalam hal belajar karena dia merupakan orang yang cepat belajar.

Kyungsoo merupakan salah satu murid teladan dan pintar dikampusnya. Banyak lomba akademik yang diikutinya. Kyungsoo merupakan namja yang baik dan ramah. Tak ada satupun mahasiswa yang tak mengenal Kyungsoo. Apalagi jika dia sudah bersama ketiga sahabatnya. Akan ada kharisma tersendiri yang menyelubungi keempat namja yang sangat terkenal dikampus itu.

Banyak yang mengagumi Kyungsoo dan teman-temannya. Mereka yang supel dan pandai bergaul membuat anak-anak dikampus merasa nyaman dengan mereka. Kyungsoo dan teman-temannya tak pernah membeda-bedakan teman. Bahkan sudah terbentuk dans club tersendiri untuk Kyungsoo dan ketiga temannya.

Tak terasa kuliahnya kali ini sudah selesai. Kyungsoo membereskan buku-bukunya. Beberapa gadis mendatangi bangku Kyungsoo dan langsung mengerubunginya. Kyungsoo menatap para gadis dengan senyum 'heatlips'nya yang menawan membuat para gadis memekik girang.

"Kyungsoo-ssi...bisakah kau membantu kami menjelaskan ulang kuliah tadi? Kami tak terlalu paham apa yang diucapkan seonsaengnim" pinta salah satu yeoja disamping kanan Kyungsoo.

"Mian. Hari ini aku tak bisa menemani kalian belajar. Aku sudah ada janji" sesal Kyungsoo. Tampak para gadis menampilkan raut kecewanya. Kyungsoo tak tega melihat wajah kecewa mereka tapi dia benar-benar sudah ada janji.

"Mwoya ige? Kenapa ramai sekali?" ucap namja bereyeliner tebal dimatanya. Sontak Kyungsoo dan para gadis yang masih ada dikelas menolehkan pandangan mereka kepintu. Disana mereka melihat 3 namja berdiri didepan pintu kelas.

"Oh Baek, kalian sudah selesai?" tanya Kyungsoo saat tau jika teman-temannya sudah menjemputnya.

"Kami sudah menunggumu dari tadi" jawab Baekhyun dan mendekati bangku Kyungsoo. Para gadis yang mulanya mengerubungi Kyungsoo langsung membubarkan diri keluar kelas yang sebelumnya berpamitan dengan Kyungsoo. Baekhyun melirik kearah gadis-gadis yang melewatinya.

"Kaja!" seru Kyungsoo yang sudah bersiap untuk pergi. Kyungsoo merangkul tangan Baekhyun dan menariknya menuju kedua temannya yang masih berada didepan pintu kelas.

"Kau terlihat sangat populer diantara para gadis, Kyung" ucap Luhan namja dengan deer eyesnya. Saat ini Kyungsoo dan ketiga temannya berjalan dikoridor kampus.

"Tentu saja dia populer. Dia kan namja pintar dikampus. Tak ada yang bisa menolak pesona seorang Do Kyungsoo" ucap Baekhyun melebih-lebihkan.

"Ey...kalian juga populer. Bahkan aku sering melihatmu ganti-ganti yeoja tiap harinya, Lu hyung" sanggah Kyungsoo.

"Itu karena mereka ada sedikit urusan denganku. Jadi jangan salahkan aku jika tiap harinya aku berganti pasangan" bangga Luhan. Baekhyun memutar matanya malas mendengar Luhan terlalu menyanjung dirinya sendiri.

"Tapi menurutku yang paling banyak disukai para gadis itu Tao. Iyakan, Tao?" tanya Kyungsoo menolehkan kepalanya kearah Tao yang berada disamping kiri Baekhyun.

"Eh? Aku? Kenapa aku?" tanya Tao polos.

"Itu karena dia terlalu polos, Kyung. Makanya banyak yeoja yang gemas dengannya" sewot Baekhyun.

"Maja. Tak ada yang bisa menolak tingkah polos Tao" ucap Luhan membenarkan kata-kata Baekhyun. Kyungsoo terkekeh melihat Tao yang kelihatan bingung dengan ucapan para hyungnya.

Keempat namja itu berbicara sepanjang perjalanan menuju tempat parkir. Gelak tawa terdengar disepanjang koridor kampus. Banyak mata yang melihat kejadian yang menurut mereka menyejukkan hati. Melihat Kyungsoo yang menunjukkan senyum heartlipsnya, Baekhyun dengan mata sipitnya yang membentuk bulan sabit jika tertawa, Luhan dengan senyum khas dan mata rusanya yang berkilau dan Tao dengan tampang polosnya yang menggemaskan. Para yeoja maupun namja terpana melihat mereka. Bagaikan disurga melihat keempat namja itu bersama.

.

BAD DESTINY

.

Seorang namja turun dari motor sportnya yang berwarna hitam. Namja itu melepas helmnya dan sedikit mengacak-acak rambutnya. Namja itu memandangi gedung yang ada didepannya. Setelah puas memandangi gedung, namja itu melangkahkan kakinya menuju kedalam gedung. Mahasiswa yang berada disekitar tempat parkir dan luar gedung menatap takjub kearah pemuda itu. pemuda itu begitu tinggi dan menawan. Rambutnya blonde dan garis wajahnya yang tegas menunjukkan kharisma terpendam. Kaca mata yang bertengger manis dihidungnya membuatnya semakin mempesona.

Pemuda itu terus melangkah menuju lobi. Diedarkan pandangannya saat memasuki lobi kampus. Matanya menangkap papan tanda yang dapat membawanya ke tempat yang dia cari. Dengan segera paemuda itu mengikuti arah papan yang dibacanya. Cara berjalannya yang bak model itu mulai menyihir beberapa yeoja yang berada dikoridor. Kepala pemuda itu menatap kedepan dan mengacuhkan segala pandangan mata yang ditujukkan kearahnya.

Sesampainya didepan ruangan yang ditujunya. Pemuda itu mengetuk pintu dan masuk setelah dipersilahkan. Pemuda itu mendudukkan dirinya dikursi dan menatap namja paruh baya yang duduk didepannya.

.

.

BAD DESTINY

.

.

Sehun tampak mondar mandir didalam rumahnya. Satu persatu ia buka pintu kamar tapi tak melihat saudaranya. Mendadak rumahnya menjadi sepi tak berpenghuni. Setahunya jam-jam segini saudara-saudaranya akan berkumpul tapi nyatanya tak ada orang. Sehun melangkah keruang tamu. Kepalanya ia tolehkan kekanan dan kekiri. Ia seperti anak terlantar.

Sehun membawa tubuhnya keluar rumah. Gelap dan tak ada sama sekali penerangan. Tapi Sehun dan saudaranya sudah terbiasa dengan itu. Bahkan ia dapat melihat dalam kegelapan menggunakan kedua matanya. Sehun memejamkan matanya. Saat matanya terbuka muncullah mata berwarna merah semerah darah. Dengan mata itu Sehun dapat melihat dalam kegelapan.

Sehun bersiul keras. Sosok serigala putih datang dari dalam hutan menghampiri Sehun. Sehun berjongkok dan membelai sayang serigala itu. Serigala itu menggonggong senang. Beberapa serigala lain menghampiri Sehun dan mengerubunginya. Sehun memberi perintah serigala-serigala itu untuk pergi kesuatu tempat. Serigala itu mengaum dan berlari kedalam hutan. Sehun menaiki serigala putihnya dan pergi kedalam hutan lalu menghilang dalam kegelapan.

.

.

BAD DESTINY

.

.

Kai berjalan kearah puncak tebing. Tubuh telanjangnya tertepa angin dingin tapi ia sedikitpun tak merasakan kedinginan. Ia dudukkan dirinya dipinggiran tebing dan memandangi sebuah kota yang jaraknya sangat jauh dari tempatnya saat ini. Lampu-lampu kota itu tak berkelap-kelip dari kejauhan. Mata Kai tampak menerawang jauh. Ingin ia kesana tapi itu sangat mustahil baginya. Tanpa persetujuan dari Kris, ia tak bisa menginjakkan kaki keluar dari hutan.

Bisa saja ia melanggar perintah hyungnya itu, tapi jika ia melakukannya maka pertumpahan darah akan terjadi. Ia sangat mencintai keluarganya melebihi apapun. Sekeras kepalanya dia, Kai tak ingin mengkhianati keluarganya sendiri. Kai mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Sebuah foto dimana enam namja tengah tersenyum bahagia didepan kamera. Kai mengusap pelan foto dua orang namja dewasa yang ada disana. Wajah kedua orang itu terlihat sangat bahagia.

Kai merebahkan dirinya dan memandang langit malam yang tampak cerah dan penuh bintang. Ia memejamkan matanya dan menikmati semilir angin yang menerpanya. Suara hutan dimalam hari adalah kesukaannya. Terasa tenang dan nyaman. Kai menajamkan pendengarannya saat mendengar sebuah pergerakan dari arah belakangnya. Langkah itu terus mengarah kearahnya.

"Disini kau rupanaya" Sebuah suara menyapa indera pendengaran Kai.

"Aku tau jika tempat ini adalah tempat favoritmu jika rindu eomma dan appa" Orang itu duduk disebelah Kai dan memandangi kota yang sangat jauh.

"Aku juga merindukan mereka. Aku harap mereka ada disini sekarang"

Kai membuka matanya. Ia bangun dan ikut memandangi kota.

"Sebentar lagi purnama" kata orang itu.

"Aku tau" Kai membalas singkat.

"Kris hyung terlihat panik. Ia memutuskan untuk pergi ke kota hari ini. Ia sedang menyiapkan sesuatu" Kai mengernyit dan menatap namja disebelahnya.

"Panik? Bukankah ini hanya purnama biasa, Chan hyung?" tanya Kai.

"Kau benar. Tapi setelah purnama yang membuat Kris hyung panik. Setelah purnama ini kita akan melakukan pendewasaan. Dan sebelum purnama selanjutnya tiba, kita diharuskan memiliki mate" jelas Chanyeol. Mata Kai membelalak lebar.

"Itu artinya...kita..."

"Ne. Dalam waktu dekat ini kita harus ke kota. Kita harus menemukan mate kita sebelum waktunya"

"Andwe! Aku tak akan melakukan mating!" tolak Kai.

"Kau harus melakukannya, Kai! Ini sudah menjadi takdir kita! Jika kau ingin mengontrol kekuatanmu, kau harus memiliki mate!"

"Itu artinya kita harus bersama dengan manusia, hyung! Kau tau sendiri sebenci apa aku dengan manusia!" Kai beranjak dan meninggalkan Chanyeol dalam keadaan kesal.

"Eomma juga manusia, Kai. Kau melupakkan fakta itu" ucap Chanyeol.

"Aku tau. Tapi semua berbeda saat kematiannya"

Kai terus melangkah kembali menuju hutan. Chanyeol mendesah pelan. Kai sangat sulit diatur. Ia harus bisa meyakinkan Kai. Memang Kai ingin sekali keluar dari hutan tapi tujuannya cuma satu yaitu membalas dendam. Kai tak akan pernah ambil pusing dengan segala urusan tentang 'mating'. Yang ada diotaknya hanya membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya.

"Keluarlah Sehun! Aku bisa mencium baumu dari sini"

Sehun keluar dari persembuyiannya dan berjalan menuju Chanyeol. Sedari tadi Sehun bersembunyi dibalik pohon. Ia ingin menghampiri Chanyeol dan Kai yang sedang berbicara. Tapi pembicaraan keduanya terlihat serius jadi Sehun memutuskan untuk bersembunyi.

"Apakah yang kau katakan benar, hyung? Kita harus segera melakukan 'mating'?" tanya Sehun.

"Ne. Dan kita tak punya cukup waktu. Kris hyung sedang mengurus semua"

"Bagaimana kita tau pasangan mate kita?"

"Mate kita memiliki aroma tubuh yang khas. Dan hanya kita sendiri yang tau"

"Apakah tak apa membiarkan Kai keluar hutan? Aku yakin jika dia keluar, dia tak akan mencari pasangan matenya tapi mencari orang yang membunuh eomma dan appa"

"Aku juga berpikir seperti itu. Tapi sepertinya Kris hyung memiliki sebuah rencana untuk mencegah Kai bertindak sembarangan sewaktu kita keluar"

"Mungkinkah Kris hyung tau tentang keberadaan pembunuh kedua orang tua kita?"

"Entahlah. Hanya ia yang tau itu"

.

.

BAD DESTINY

.

.

.

Kris berjalan sendiri dipinggiran jalan. Matanya melihat dengan seksama situasi kota yang sebentar lagi akan menjadi tempat tinggal barunya dengan para dongsaengnya. Kaki jenjangnya melangkah menyusuri setiap toko. Hari ini ia sudah menyelesaikan tugasnya. Sebelum kembali kehutan, ia ingin membiasakan diri dikota yang super sibuk ini.

Kris menghentikan langkahnya. Ia mencium bau yang sangat wangi. Ia tolehkan kepalanya kekanan dan kekiri. Kris mencoba mengendus bau itu. Ia kembali berjalan saat menemukan bau yang dicarinya semakin dekat kearahnya. Kris terus memfokuskan indera penciumannya dan tanpa sengaja menabrak seseorang.

BRAK

"AW..."

Kris menoleh cepat kearah pemuda yang ditabraknya. Pemuda yang ditabraknya itu mengaduh kesakitan. Kris membantu pemuda itu berdiri. Saat tangannya menyentuh tangan pemuda itu, tiba-tiba saja jantungnya berdetak cepat dan badannya terasa panas. Kris melepas tanganya. Mata Kris tiba-tiba berubah menjadi berwarna merah. Dengan cepat Kris mengambil kacamata hitamnya dan memasangnya. Ia sembunyikan tangannya didalam saku celananya.

Pemuda yang ditabrak Kris heran melihat penampilannya. Dimalam hari seperti ini, ia menggunakan kacamata hitam. Bukankah akan semakin sulit berjalan dimalam hari?

"Chogio...Bagaimana anda bisa melihat dengan benar jika dimalam hari seperti ini anda mengenakan kacamata hitam? Sebaiknya dilepas agar tak menabrak orang lain lagi"

Pemuda itu merasa kesal karena namja didepannya tak memberikan respon apa-apa. Dengan inisiatifnya sendiri, pemuda itu mencoba meraih kacamata hitam Kris tapi Kris bergerak mundur menghindari tangan pemuda itu. Kris menghindari tatapan pemuda itu yang terus saja bergerak untuk melihat matanya. Tanpa berpikir panjang, Kris langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"YA! Anda seharusnya lebih berhati-hati lagi, ahjussi!" teriak pemuda itu.

Kris berlari menuju ketempat gelap. Ia tak ingin ada seorang manusia yang melihatnya dalam keadaan seperti ini. Sesampainya disebuah gang sepi dan gelap, Kris melepas kacamatanya. Matanya masih berbinar merah menyala. Ia angkat kedua tangannya yang masih menunjukkan kuku-kuku tajamnya. Tangannya sedikit bergetar. Tak salah lagi. Pemuda itu adalah matenya. Walaupun ia tak tau jelas seperti apa gejala yang akan dialaminya bila bertemu dengan matenya, Kris yakin jika itu dia. Dari aromanya terlihat sangat berbeda. Dan tubuhnya langsung bereaksi saat bersentuhan dengannya.

Kris mencoba menstabilkan nafasnya yang menderu. Walaupun jaraknya dengan pemuda itu sudah sangat jauh. Tapi Kris masih bisa mencium baunya. Perlahan-lahan kuku jarinya menjadi normal. Mata merahnya perlahan menghilang. Kris harus lebih berhati-hati bila bertemu dengan pemuda itu. Belum saatnya ia melakukan mating. Ia harus menunggu waktu yang tepat.

.

.

BAD DESTINY

.

.

Tao membuka pintu apartemennya. Tao mendesah pelan dan langsung masuk kedalam. Diruang tengah ia bertemu dengan Baekhyun yang sedang menonton TV.

"Kenapa kau lama sekali, Tao-ie?" tanya Baekhyun saat Tao duduk disebelahnya.

"Aku tadi bertemu dengan pria aneh, hyung" cerita Tao. Baekhyun langsung duduk tegak dan menghadap Tao.

"Kau tidak diapa-apakan?" tanya Baekhyun cemas. Tao menggeleng.

"Dimalam hari seperti ini dia memakai kacamata hitam, hyung. Bukankah itu aneh? Mungkin gara-gara itu dia menabrakku. Atau dia orang buta?"

"Yang jelas kau harus lebih berhati-hati! Kau terlalu polos untuk berjalan keluar sendiri Tao"

"Ya! Tao sudah besar, hyung!" protes Tao.

"Ada apa ini?" tanya Luhan dan Kyungsoo bersamaan yang muncul dari arah dapur.

Tao, Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo tinggal satu atap. Keempat namja itu sengaja tinggal bersama sejak awal kuliah. Luhan dan Tao yang berasal dari Cina memutuskan untuk tinggal bersama karena mereka tak punya keluarga disini. Sedangkan Kyungsoo ikut bergabung karena ia memang sudah tak mempunyai sanak keluarga lagi. Kedua orang tuanya sudah meninggal dan sekarang ia sebatang kara. Baekhyun mengikuti jejak Kyungsoo untuk ikut tinggal bersama.

Keempat pemuda itu saling mengenal sejak awal masuk kuliah. Luhan yang notabene lebih tua dari keempat orang itu langsung cepat akrab dengan Kyungsoo dan Baekhyun yang umurnya dibawah satu tahun darinya. Sedangkan Tao yang termuda diantara mereka otomatis akrab dengan kedua orang itu yang merupakan teman Luhan.

Keempat namja itu terkenal sebagai prince charming dikampusnya. Setiap diri mereka memiliki kharisma tersendiri. Tak ada satupun dari teman dikampusnya yang menolak pesona keempat namja itu. Mereka tak hanya tampan dan berwajah manis tapi mereka juga ahli dibidang akademis maupun non akademis.

.

.

BAD DESTINY

.

.

Kris berjalan santai menuju rumahnya diikuti serigala besar dengan bulu berwarna coklat. Serigala itu setia mengikuti Kris. Lolongan serigala terdengar ditelinga Kris. Sepertinya para serigala dalam keadaan lapar. Kris memberi syarat kepada serigala kesayangannya untuk pergi. Serigala itu langsung melolong keras kemudian pergi.

Kris memasuki rumahnya yang gelap. Ia bergerak menuju ruang santai dan merebahkan diri disofa. Cahaya lilin berpendar redup mendekati kearah Kris. Kris mendongak dan mendapati Chanyeol berdiri didekatnya. Chanyeol duduk bersebrangan dengan Kris dan menanti Kris membuka suara. Sehun dan Kai ikut bergabung setelahnya. Sekarang keempat namja itu berkumpul.

Kris menatap adik-adiknya. Ia mengeluarkan beberapa benda yang dibawanya. Chanyeol mengambil salah satu benda itu dan melihatnya. Sebuah kartu pengenal dengan foto dan nama dirinya tercetak disana. Chanyeol tau apa yang ada ditangannya ini. Dan sepertinya dalam waktu dekat mereka akan meninggalkan hutan.

"Besok adalah malam purnama. Aku harap dari kalian berdiam diri dirumah. Aku akan mengumpulkan anak-anak untuk berjaga disekitar rumah. Dan lusa kita akan meninggalkan hutan untuk memulai mencari mate kita" jelas Kris.

"Aku tau kalian sudah tau apa maksud kita keluar hutan. Dan aku berharap ini bukan salah satu kondisi yang menguntungkan untuk kalian. Kita tetap harus melindungi jati diri kita. Terutama kau, Kai. Aku harap kau mengerti" lanjut Kris.

"Jika alasan keluar hutan adalah mencari mate, aku menolak! Lebih baik aku berdiam diri dihutan" ucap Kai.

"Kau tau resikonya, Kai!" teriak Kris.

"Aku tak mau berurusan dengan manusia! Jika hyung masih memaksaku untuk keluar maka dengan senang hati aku akan mencari pembunuh ayah dan ibu. Itu kesempatan emas untukku! Aku tak akan menyia-nyiakannya!"

"Aku tak akan membiarkanmu!"

Seketika hawa diruangan itu jadi mencekam. Lilin yang awalnya menyala langsung mati karena tertiup angin yang entah dari mana. Keadaan gelap semakin mempengaruhi kondisi mencekam rumah itu. Mata Kris sudah berubah merah begitu pula Kai. Chanyeol dan Sehun langsung waspada. Tiba-tiba saja pupil mata Kai berubah. Sebelumnya pupil matanya bulat dan sekarang menjadi oval dan meruncing mirip mata serigala. Kuku-kuku tangannya mulai memanjang. Taring-taringnya mulai keluar. Kai menggeram.

Chanyeol dan Sehun langsung panik dan segera berada disebelah Kris. Kris terkejut dengan perubahan wujud Kai. Jika dalam kondisi seperti itu Kai sulit ditangani. Ini adalah perubahan sempurna dari seorang warewolf. Mereka yang berubah sempurna akan kehilangan kendali dan sepenuhnya tak sadar dengan yang mereka lakukan. Dan selama ini yang bisa masuk ketahap itu hanya Kai. Inilah sosok yang ditakuti Kris dan kedua saudaranya. Kai terus menggeram. Matanya mengamati setiap gerakan saudaranya.

"AAAARRRRGGGGHHHHH...!"

Kai berteriak keras dan memegangi kepalanya. Chanyeol, Kris dan Sehun langsung menghampiri Kai yang terlihat kesakitan. Mereka bertiga memegangi Kai dengan susah payah. Tenaga Kai terlalu besar untuk mereka tahan. Kai terus bergerak resah dan memegangi kepalanya. Satu tangannya digunakan untuk menumpu tubuhnya dan yang satunya terus memegangi kepalanya. Pupil matanya berubah-ubah. Kris terus memegangi tubuh Kai. Ini belum puncak purnama tapi Kai sudah menunjukkan perubahannya. Kris khawatir jika Kai akan hilang kesadaran. Dan jika itu terjadi maka ia tak akan bisa kembali menjadi wujud manusianya.

Ditempat lain, ada seseorang yang mengalami hal sama seperti yang dialami Kai. Bukan menunjukka perubahan melainkan mengalami rasa sakit yang dirasakan oleh Kai. Seorang namja mungil yang sedang menikmati makan malamnya bersama teman-temannya tiba-tiba saja terganggu. Tubuhnya terasa panas dan kepalanya seperti dihantam batu keras. Jantungnya berdetak kencang. Namja itu memegangi dada dan kepalanya. Teman-temannya seketika panik.

"Ada apa denganmu, Kyung?"

"Apa yang terjadi?"

"Kita bawa kerumah sakit"

Kyungsoo menggeleng menjawab semua pertanyaan teman-temannya. Kepalanya benar-benar sakit. Air mata Kyungsoo mengalir begitu saja. Entah apa yang terjadi tapi ia merasa sedih dan sesak didadanya. Kyungsoo seperti merasakan penderitaan orang lain didalam dirinya.

'Ada apa denganku? Kenapa rasanya sakit dan sesesak ini? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Perasaan apa ini?' monolog Kyungsoo.

.

.

.

.

TBC

Yehet! Chap 2 sudah muncul. Maafkan aku karena telat apdet. Dan sepertinya aku ga bisa fast apdet. Semampunya ajalah ya. Kkkkk. Bagaimana dengan chap ini? membosankan? Garing? Biasa aja? Atau perlu kita hentikan aja? Huhuhu.

Oh ya...Sedikit berkomentar tentang MAMA 2015 kemarin. Agak syok pas banyak berita ga enak mengenai tingkah si seungri yg duduk dipangkuan Sehun. Menurutku sih itu biasa aja ya. Ga perlu sampe fanwar. Terlalu disayangkan. Jujur aku juga fansnya Bigbang. But so what?! Ga usah terlalu dilebih-lebihkan. Aku sayang ma semuanya jadi ga bermaksud membela salah satu. Menurut kalian?

viaerlyta : kasih tau ga ya? Tunggu aja ya chingu, kaisooexo : mian ga bisa apdet cepet L, veronicayosiputri9 : makasih, ini udah lanjut, .1 : iya kah? Emang khayalin apa? #kepo, DKSlovePCY : ini udah lanjut, Lovesoo : ya...sejenisnya tapi bukan plagiat ya, meyriza : sama siapa ya? Dichap ini pasti udah jelas lah, hehehe. Mian ga bisa panjang-panjang, kyung1225 : aku datang bawa chap baru

REVIEW JUSEYO~~~~~~