BAD DESTINY
.
.
.
.
Proudly Present :
Kai
Kyungsoo
.
.
.
.
.
KAISOO FANFICTION FOR ALL KAISOOSHIPPER
.
.
.
ENJOY THE FICTION
.
.
WARNING! MATURE CONTENT!
.
.
CHAPTER 5
Previous chapter :
Beberapa menit Kai meninggalkan makam datang seorang namja mungil dengan dua buket bunga ditangannya. Namja itu membungkuk hormat didepan makam kedua orang tuanya. Namja mungil itu meletakkan masing-masing buket dimakan orang tuanya. Ia tersenyum lebar.
"Eomma...appa...Kyungsoo wasseoyo. Apa eomma dan appa merindukanku disana? Aku harap begitu. Aku sangat merindukan kalian"
.
.
BAD DESTINY
.
.
Kris menuju kesalah satu ruang kelas. Wajah datarnya selalu ia tampakkan disepanjang jalan. Kris memang terkenal jutek dan jarang berbicara dengan yang lainnya. Kris juga tak pandai berbaur. Bahkan sudah cukup lama ia menjadi mahasiswa disini tapi tetap saja ia tak mempunyai teman. Cukup rawan berteman dengan manusia, ia takut jati dirinya akan terbongkar.
Kris melongokkan kepalanya mencari sosok yang dicarinya. Senyuman kecil terpatri diwajah Kris. Perlahan-lahan Kris mendekati orang yang dicarinya. Sepertinya orang itu masih belum menyadari keberadaan Kris. Kris duduk disamping pemuda yang sedang mengerjakan sesuatu itu. Pemuda itu menoleh dan langsung terkaget.
"OMO!" Kris tersenyum melihat tampang polos pemuda disebelahnya.
"Kau mengagetkanku!" kesal namja itu dan kembali mengerjakan pekerjaannya. Kris masih setia memandangi namja itu yang sedari tadi menggerutu tak jelas.
"Pergi sana! Jangan mengikutiku terus! Kau seperti ahjussi-ahjussi mesum!" usir namja itu.
"Aku tak akan pernah bisa pergi darimu, Tao-ya" balas Kris kalem.
"Ish! Kau menjengkelkan sekali. Sejak bertemu denganmu, aku selalu merasa tak tenang!" cibir Tao.
"Aku juga merasa tak tenang sebelum 'mating' denganmu" balas Kris.
"YA! Berhentilah berbicara omong kosong!" jengkel Tao dan menatap tajam Kris.
Cup
Tao melebarkan matanya akibat serangan mendadak Kris. Kris menahan tengkuk Tao dan memperdalam ciumannya. Tao memukul-mukul tubuh Kris minta dilepaskan. Tapi Kris semakin memperdalam ciumannya. Tao merasakan oksigen didalam dadanya mulai menipis. Ia kembali memukul-mukul dada Kris. Kris menggeram tertahan dan melepaskan ciuman mereka.
Tao mencoba bernafas sekuat-kuatnya dan mengambil seluruh pasokan oksigen disekitarnya. Kris yang mengamati itu semakin menahan hasratnya. Mata Kris mulai berbinar merah darah. Tao sedikit terkejut melihat perubahan mata Kris. Kris mengangkat tangannya menyentuh wajah Tao. Kuku tajamnya keluar dan membelai lembut wajah mulus Tao. Tao masih tak bergeming.
"Kau harus menjadi milikku" bisik Kris tajam.
Kris mengambil kacamata hitamnya dan memakainya. Ia membereskan buku-buku Tao dan memasukkan ke tas Tao. Kris membawa tas Tao ditangan kirinya dan tangan kanannya ia gunakan untuk menggandengan tangan Tao. Tao menurut saja kemana Kris membawanya. Tubuhnya seperti dikendalikan, ia tak bisa menolak Kris walaupun pikirannya menjerit ingin kabur.
Tao diam mematung saat kakinya menginjak halaman rumah yang sudah sangat kuno didepannya. Tao mengitari pandangannya untuk melihat lebih detail rumah didepannya ini. Sempat ia merasa merinding dengan hawa aneh yang dikeluarkan rumah itu. Rumah itu seperti rumah hantu yang dilihatnya di TV. Tao bergidik ngeri. Langkahnya mundur teratur merasakan ada yang aneh. Tiba-tiba saja tubuhnya menegang saat sebuah tangan memegang tangannya. Tao menoleh perlahan dan ia bisa melihat raut bingung Kris.
Tao melepas tangan Kris kasar dan berlari keluar halaman rumah itu. Tao benar-benar takut saat ini. Ia paling tak mau berurusan dengan hal-hal seperti ini. Mendengar cerita hantu saja dia sudah berteriak histeris apalagi ia dibawa ke rumah berhantu seperti ini. Jika lebih lama ia tinggal, ia yakin ia akan segera pingsan.
Kris mencengkeram kasar tangan Tao dan membaliknya keras. Kris sedikit terkejut saat melihat Tao sudah mulai mengeluarkan air matanya. Pemuda bermata panda itu diam-diam menangis saking takutnya. Kris tersenyum singkat kemudian memeluk tubuh panda kesayangannya itu. Disaat hasratnya sedang tinggi-tingginya kenapa ia harus mengalami hal yang menyiksa seperti ini.
Kris mengusap pelan air mata yang menetes dipipi Tao. Tao sesenggukan menatap Kris. Sial baginya karena kelemahannya terlihat jelas didepan namja yang selalu mengganggunya itu. Kris mendekap Tao dan membawanya masuk. Tao sempat menolak tapi Kris tetap memaksanya dan semakin mengeratkan pelukannya. Berkali-kali Kris memberikan kecupan didahi Tao sebagai penenang.
Kris terus menggiringnya kesebuah kamar. Kris membukakan kamarnya dan menyalakan lampunya. Saat merasa kamar Kris bukan seperti kamar berhantu, Tao memutuskan untuk berjalan sendiri memasuki kamar itu. Ia melihat keseliling kamar itu. Tak ada istimewa dengan kamar itu, hanya saja kamar itu tampak sekali sisi maskulin seorang pria. Kamarnya saja tak bernuansa seperti ini, padahal ia dan Kris sama-sama pria tapi kenapa bisa berbeda?
Kris mendekati Tao dan memeluknya dari belakang. Tao bisa merasakan nafas hangat Kris dilehernya. Ada perasaan geli dan hangat dengan terpaan nafas Kris. Ia sadar, ia tak bisa menolak. Kris semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya diceruk leher Tao.
"Kau tak ingin bertanya sesuatu?" tanya Kris.
"Siapa kau?" tanya Tao singkat dan polos. Kris tersenyum samar dan membalik tubuh Tao. Kris tatap mata Tao yang balas menatapnya.
"Jika aku katakan sebenarnya, apa kau akan percaya?" tanya Kris lagi.
"Tergantung" jawab Tao acuh.
"Apa yang kau lihat tadi saat dikampus? Aku yakin kau melihatku dalam keadaanku yang berbeda'"
"Matamu berubah menjadi merah dan kukumu memanjang dan tajam"
"Lalu menurutmu, aku ini apa?"
"Entahlah. Aku tak percaya hal-hal seperti itu" Tao mengalihkan pandangannya dari mata tajam Kris. Ia tak sanggup berlama-lama memandang mata tajam Kris.
"Akan kubuat kau percaya"
Kris langsung saja membanting tubuh Tao keranjangnya. Tao yang tak siap sempat terkejut dengan perilaku kasar Kris. Tanpa diduganya, Kris langsung mencubunya ganas. Kris terus mencium Tao kasar. Tangannya langsung merobek baju yang dikenakan Tao. Tao melenguh tertahan karena perbuatan Kris.
Tao mencengkeram kuat bahu Kris. Tao sedikit kualahan mengimbangi cumbuan Kris. Kris terus saja merobek-robek baju Tao hingga telanjang. Kris melepaskan cumbuannya dan menatap namja yang ada dibawahnya. Matanya sudah memerah sedari tadi. Ia amati tubuh polos namja yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. Tao sangat malu melihat orang lain memandangi tubuhnya seintens itu. Tao menyentuh wajah Kris dan membawanya menatap matanya.
Tao membelai pelan wajah Kris yang mengeras. Kris menikmati setiap sentuhan yang Tao berikan. Wajah Kris mengikuti gerakan tangan Tao dengan sesekali menggeram. Mendengar suara geraman keluar dari mulut Kris membuatnya tersentak dan langsung menjauhkan tangannya. Kris dengan cepat menangkap tangan Tao. Ia kembali meletakkan tangan Tao diwajahnya. Kris sangat senang saat Tao membelainya. Bagaikan anjing yang suka saat majikannya mengelus-elus bulu halusnya.
Kris kembali mencium Tao tapi kali ini lebih lembut dan dalam. Tao menikmati ciuman Kris dan tanpa sadar mencengkeram kuat rambut Kris. Tao menekan kepala Kris agar memperdalam ciumannya. Bosan dengan ciuman yang biasa-biasa saja, Kris memulai aksinya dengan menggerakan tangannya menjelajah tubuh Tao. Tao menggeliat tak nyaman saat tangan besar Kris menyentuh bagian-bagian sensitif tubuhnya.
Kris tak bisa menunggu lebih lama lagi. Ia sudah bersabar sedari tadi dan sekarang adalah puncaknya. Kris mempersiapkan Tao untuk ia masuki. Tao sedikit merasa takut dengan apa yang akan Kris lakukan. Kris memandang wajah Tao dan membelainya pelan. Sedikit tak tega melihat Tao yang ketakutan seperti ini. Tapi ia harus melakukannya dan dengan begitu mereka akan hidup bersama selamanya.
"Percaya padaku. Aku akan selalu melindungimu dan tak akan pernah meninggalkanmu"
Ucapan itu sukses membuat hati Tao trenyuh dan tenang. Ia tak lagi merasa takut. Entah apa yang Kris lakukan padanya dan fikirannya tapi segala kata-kata lelaki tinggi itu selalu saja membuatnya tak berkutik dan menurut. Tao mengangguk lucu. Kris yang tak tahan langsung mencium dahi Tao.
Kris sudah membuka lebar kaki Tao. Ia bersiap mengarahkan kejantanannya ke lubang Tao. Kris mulai memasukkan ujung kejantanannya dan mendapat rintihan kesakitan dari Tao. Belum apa-apa Tao sudah merasa sakit. Tanpa menunggu lama Kris langsung memasukkannya dalam sekali hentakan. Tao menjerit keras saat benda tumpul nan besar memasuki tubuh bagian bawahnya.
"GGRRRRRRHHHH!"
Kris menggeram keras saat berhasil menerobos masuk. Matanya semakin berwarna merah. Kukunya yang tajam langsung menancap diranjangnya. Penyatuannya membuat seluruh tubuhnya panas. Rasa sakit menjalar keseluruh tubuh Tao dan Kris. Kris menggerakan pinggulnya cepat. Tao hanya bisa meraih punggung Kris dan mencakarnya kuat. Tangan Tao yang semula normal tiba-tiba saja kuku tajam mulai tumbuh dan mengakibatkan goresan yang cukup dalam dipunggung Kris.
Hentakan-hentakan yang Kris lakukan membuat ranjang mereka berdecit kuat hingga roboh. Kris mencabik-cabik kasurnya guna menyalurkan hasrat nikmat yang mengalir diseluruh tubuhnya. Hal itu terus berulang-ulang terjadi hingga keduanya mendapatkan puncaknya.
Tao langsung jatuh pingsan setelah adegan panas dengan Kris. Tubuhnya tak kuat menahan rasa aneh yang menjalar disetiap syarafnya. Kris berdiri dari ranjangnya dan memakai celananya. Kris sedikit merapikan ranjangnya tempat Tao tertidur. Ia buat senyaman mungkin untuk Tao tiduri mengingat betapa berantakannya ranjang itu sekarang. Jika dilihat-lihat kamar Kris sekarang seperti kamar yang baru saja terkena serangan angin topan, sangat berantakan.
Kris tersenyum miring kemudian keluar kamarnya. Ia mengunci kamarnya dari luar agar tak seorang pun masuk dan melihat 'mate'nya yang begitu berantakan. Kris berjalan menuruni tangga menuju ruang keluarga tempat ia dan saudara-saudaranya berkumpul. Mata Kris bersinar aneh. Tak lagi berwarna merah darah akan tetapi berwarna kuning terang bak berlian. Kris merasa dirinya berbeda dan kekuatannya jauh lebih besar. Ternyata 'mating' tak buruk juga. Ia bahkan merasakan dirinya sempurna dan tak terkalahkan.
"Sepertinya ada yang baru saja melakukan 'mating'" sindir seseorang yang sedang duduk disofa sambil menikmati daging mentahnya.
"Matamu berubah, hyung!" imbuh namja yang lainnya.
"Rasanya tak buruk juga melakukan 'mating'. Aku merasa diriku semakin kuat" ucap Kris.
"Yah...kau merasa kuat sekuat eranganmu yang terdengar sampai luar" sindir Chanyeol dan terus mengunyah makanannya.
"Kalian harus segera melakukan 'mating'. Kalian akan paham dengan maksudku. Dan juga kita tak mempunyai waktu banyak. Terutama kau, Kai. Kau tak bisa terus menerus menghindari Kyungsoo sebagai 'mate'mu. Dan lupakan masalah balas dendam!" ucap Kris penuh penekanan.
Kai hanya mendengus pelan. Sedari tadi ia hanya diam saja tapi tetap saja kena omelan Kris. Kris duduk disebelah Kai dan menatap kedua saudaranya yang berada didepannya.
"Jadi apa kalian sudah menemukan 'mate' kalian?" tanya Kris.
"Tentu saja. Dan kau tau hyung, ternyata 'mate' kita itu saling berteman. Jadi lebih mudah untuk kita" jawab Chanyeol.
"Kerahasiaan kita akan aman. Mereka tak akan mungkin menceritakan keoranglain" imbuh Sehun.
"Bagus. Kapan kalian akan melakukan 'mating'?"
"Woah...slow down, hyung. Itu urusan kami. Biar kami bersenang-senang sebentar dengan 'mangsa' kami tak seperti kau" Chanyeol dan Sehun ber-high five ria.
Kris memutar bola matanya malas. Adik-adiknya ini jarang sekali serius menangani masalah. Sehun yang sedang asik bercanda dengan Chanyeol tanpa sengaja menangkap pergerakan aneh dari Kai yang sedari tadi diam. Sehun melihat Kai dengan pandangan menyelidik. Matanya langsung melebar saat melihat perubahan warna mata Kai. Sehun langsung bergerak menyerang Kai tapi gerakannya sangat terlambat dengan ke gesitan Kai.
"Kejar Kai, hyung!" teriak Sehun. Kris dan Chanyeol saling berpandangan tak mengerti. Mereka pikir Sehun dan Kai sedang memainkan sebuah permainan yang hanya kedua orang itu yang tau dan berakhir mengabaikan teriakan Sehun.
"HYUNG! Kai berubah lagi!" sungut Sehun yang sudah berlari kepintu utama.
Kris memberi kode ke Chanyeol untuk mengikuti Sehun. Chanyeol mengangguk dan segera menyusul Sehun dan Kai yang sudah jauh. Sedangkan Kris memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Ia tak mungkin meninggalkan panda mungilnya sendirian setelah 'aktivitas' mereka. Kris harus memindahkan Tao ke kamar yang layak agar pemuda manis itu nyaman dalam tidurnya.
.
.
BAD DESTINY
.
.
Kyungsoo berjalan gontai kearah kamarnya. Tubuhnya terasa sakit. Untung saja hari ini teman-temannya pulang terlambat. Jadi Kyungsoo tak akan melihat wajah panik mereka. Entah apa yang terjadi dengannya, akhir-akhir ini kondisi tubuhnya tak stabil. Terkadang ia merasakan perasaan sakit dan sesak padahal tak ada yang terjadi dengannya.
Sesampainya dikamar, Kyungsoo merebahkan dirinya diranjang. Keringat yang mengucur membuat Kyungsoo kegerahan. Tapi apa daya, ia tak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya sangat lemas dan tak bisa bergerak.
Kai menghentikan larinya saat tepat disalah satu bangunan. Mata Kai yang semerah darah itu menatap bangunan tinggi dihadapannya. Tanpa menunggu lama Kai langsung saja naik kebangunan itu. Sudah hal biasa bagi Kai dan kaumnya untuk urusan memanjat seperti ini. Kai terus memanjat dan akhirnya sampai ditempat tujuannya. Kai membuka paksa jendela kamar itu hingga menimbulkan suara cukup keras.
Kyungsoo yang mendengar ada suara gaduh diluar jendelanya langsung membuka matanya. Ia berharap bukan perampok yang datang karena tubuhnya benar-benar lemah sekarang. Kyungsoo dapat melihat siluet seseorang dari jendela kamarnya. Tak terlalu jelas karena lampu kamarnya ia sengaja matikan. Sosok itu memiliki mata berwarna merah yang bersinar terang dibalik gelapnya kamar.
Sosok itu mendekati Kyungsoo. Kyungsoo hanya bisa diam dan pasrah. Percuma saja ia melawan dengan kondisinya yang seperti ini. Sosok itu terus mendekati Kyungsoo hingga berdiri disebelah ranjangnya. Kyungsoo kini dapat melihat siapa itu. Sosok yang sudah menyakitinya dengan sadisnya dan ketajaman kata-katanya. Mengingat kata-kata sosok itu kemarin membuat sakit hatinya kembali.
Kyungsoo memegang dadanya yang sesak. Rasa sakit itu menjalar lagi. Perasaan yang entah didapat darimana itu kini menghinggapinya. Kyungsoo dapat mendengar suara geraman dari arah sosok itu. Bukan geraman untuk menakut-nakuti tapi geraman yang menunjukkan kesakitan. Sosok itu terlihat kesakitan memegangi dadanya.
"Kenapa harus kau? Kenapa aku harus bertemu denganmu? Sungguh ini sangat menyakitkan" ucap Kai dengan segala usahanya untuk tak menggeram ditengah-tengah perubahannya.
"Disini aku yang kau sakiti. Seharusnya hanya aku yang tersakiti disini" lirih Kyungsoo.
"Kendalikan dirimu! Jangan buat dirimu sakit hanya karenaku!" bentak Kai.
"Harusnya aku yang marah disini! Apa hakmu memerintahku?!" teriak Kyungsoo. Tubuhnya bergetar hebat. Pening mulai menghinggapi Kyungsoo. Dengan sisa-sisa tenaganya Kyungsoo mengamati sosok itu.
"Cukup, Kai! Semakin kau membuatnya terluka maka semakin kau ikut tersakiti" tegur Chanyeol yang baru saja datang bersama Sehun.
Keduanya datang disaat yang tepat saat perdebatan sengit itu tak mungkin berakhir dalam waktu dekat. Chanyeol dan Sehun bergerak mendekati Kai dan membawa namja tan itu menjauh dari Kyungsoo. Chanyeol tersenyum miris melihat kondisi Kyungsoo. Mungkin ini salah satu akibat dari penolakan Kai. Chanyeol memerintahkan Sehun untuk membawa Kai pergi.
Chanyeol mendekati Kyungsoo dan duduk ditepi ranjangnya. Ia benar-benar tak tega melihat kondisi Kyungsoo. Ikatan batin yang kuat ternyata berdampak buruk bila salah satu diantara mereka menolak kehadiarannya.
"Maafkan, Kai. Aku yakin ia tak menolakmu. Hanya saja ada sesuatu yang sedang ia pikirkan saat ini. Aku harap kau mengerti" ucap Chanyeol. Kyungsoo sudah tak terlalu mempedulikan kata-kata Chanyeol. Dirinya terlalu lelah dan akhirnya tertidur.
Chanyeol bergerak menuju jendela Kyungsoo. Sekali lagi Chanyeol melihat Kyungsoo. Ia turut prihatin dengan kondisi Kyungsoo. Secepatnya ia harus mengatakan yang sebenarnya terjadi kepada Kyungsoo. Chanyeol membuka jendela Kyungsoo lalu meloncat keluar.
.
.
BAD DESTINY
.
.
BRAK
PRANG
BUGH
Suara gaduh terdengar keras diruang tamu keluarga warewolf. Disana terjadi keributan 'kecil' antar saudara. Kris yang amarahnya sudah sampai diubun-ubun langsung menyerang Kai yang baru saja datang bersama Sehun. Sehun sudah berusaha melerai keduanya tapi kekuatannya tak cukup menandingi kekuatan Kris maupun Kai.
Kai yang tak terima dipukul begitu saja langsung membalas pukulan Kris. Ia tak peduli jika Kris adalah hyungnya. Ia sebal dengan segala sifat Kris yang otoriter itu. Keduanya terus beradu jotosan hingga memporak-porandakan seisi ruang tamu itu. Sudah tak ternilai lagi berapa jumlah kerusakan diruang tamu itu. Padahal disana banyak barang antik dari jaman dahulu yang hanya satu-satunya didunia.
"Apa-apaan ini?!" teriak Chanyeol yang baru saja pulang langsung disuguhi pemandangan hebat.
Chanyeol berjalan menghampiri Sehun yang berdiri dipinggiran.
"Kenapa kau tak melerai mereka?"
"Kau pikir aku tak mencobanya? Aku sudah kewalahan melerai mereka. Kekuatanku tak sepadan dengan kekuatan Kai yang dalam mode perubahannya dan kekuatan Kris hyung yang sudah sempurna!"
"Sial!"
Chanyeol dan Sehun sama sekali tak tau harus berbuat apa. Keduanya tak mampu menenangkan kekuatan 'monster' Kai dan Kris. Ditengah kefrustasian keduanya, Tao datang dalam kondisi segar. Saat terbangun, Tao mendengar suara berisik dibawah. Ia memutuskan untuk turun tapi sebelum itu ia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
"Apa yang terjadi?" tanya Tao dan berdiri ditengah Sehun dan Chanyeol.
"OMO!" pekik Tao kaget melihat ruangan yang sudah tak berbentuk dengan kedua namja yang masih terlibat perkelahian.
"Kenapa kalian tak menghentikan mereka?" kesal Tao.
"Ck. Jika kami berhasil melerai mereka tak mungkin mereka masih asik bergumul begitu" cibir Sehun.
"Lalu bagaimana menghentikan semua ini?" tanya Tao panik.
Sehun dan Chanyeol langsung menatap Tao. Mereka lupa jika disini ada Tao yang merupakan 'mate' dari Kris. Chanyeol dan Sehun langsung menyeringai saat keduanya sama-sama memiliki pemikiran yang sama. Chanyeol membisikkan sesuatu ketelinga Tao.
"Kenapa aku harus mengatakan itu?" tanya Tao tak mengerti.
"Sudah lakukan saja. Ini demi kebaikan bersama" suruh Chanyeol. Tao yang tak terlalu mengerti langsung melakukan apa yang diperintahkan Chanyeol kepadanya.
"KRIS, BERHENTI! KEMARI!" jerit Tao lantang.
Seketika tubuh Kris langsung berhenti memukuli Kai. Chanyeol dan Sehun memanfaatkan keadaan itu dengan menarik tubuh Kai menjauh dan menahannya agar tak menyerang lagi. Kris seperti anjing setia langsung saja menghampiri Tao yang berdiri penuh kebingungan melihat tingkah laku Kris.
"Brengsek!" umpat Kris saat dirinya tau kedua saudaranya itu memanfaatkan Tao untuk menghentikan perkelahiannya.
"Mwo?! Kau mengataiku brengsek?!" tanya Tao dengan mata berkaca-kacanya. Kris gugup seketika melihat wajah Tao yang akan menangis.
"Aku membencimu!" teriak Tao lalu pergi. Kris mengacak-acak rambutnya kemudian mengejar Tao.
Chanyeol dan Sehun tersenyum kemenangan. Akhirnya ada orang yang bisa membantu mereka disaat genting seperti ini. Sehun dan Chanyeol kemudian membawa Kai kekamarnya. Untung saja sekarang Kai sudah kembali kekeadaan normalnya. Jadi keduanya tak perlu menghabiskan tenaga untuk meladeni kebringasan Kai.
.
.
.
.
TBC
Yosh! Udah pada bisa nebak kan hubungan Kai dan Kyungsoo terus gimana takdir mereka. Aku sengaja ga mau main umpet-umpetan. Tapi ya begitulah. Maaf klo cepet banget kebacanya. Dan...TAORIS in here. Siapa yang rindu mereka? aku sengaja bikin mereka tampil duluan. Yah...secara Kris dulu yang udah nemuin matenya.
OK lah...siap2 untuk 'hentakan' kedua. Menurut kalian siapa? Hunhan or Chanbaek? kkkkk. Dan pastinya bukan Kaisoo.. Long way to go guys... Aku ga semudah itu membiarkan mereka bersatu. kkkkk #devillaugh.
REVIEW JUSEYO~~~
