BAD DESTINY
.
.
.
.
Proudly Present :
Kai
Kyungsoo
.
.
.
.
.
KAISOO FANFICTION FOR ALL KAISOOSHIPPER
.
.
.
ENJOY THE FICTION
.
.
WARNING! MATURE CONTENT!
.
.
CHAPTER 7
Previous chapter :
Dilain tempat, Kyungsoo menyandarkan tubuhnya didashboard kasurnya. Ia hanya diam dengan pandangan kosong. Hidupnya terlalu menyakitkan untuk dikenang. Belum lama ia menjalani hidup layaknya orang normal, ia sudah dihadapkan dengan kenyataan pahit. Bertemu dengan seseorang yang sama sekali membencinya. Apa salahnya? Sedikitpun ia tak mengenali orang itu sebelumnya tapi kenapa orang itu datang kepadanya dan memberikan segala kebencian kepadanya?
Kyungsoo memegangi dadanya yang merasa sesak. Ini sangat menyakitkan untuknya. Padahal ia sangat menyukai penyelamatnya itu. Ia berharap bisa mengenalnya lebih jauh. Tapi semua itu sirna setelah penolakan dari penyelamatnya itu. Kyungsoo sempat bertanya-tanya, ada hubungan apa antara dia dan orang itu. Kenapa orang itu begitu menyalahkannya akan kehadirannya?
"Sebenarnya apa yang terjadi? Apa hubunganku denganmu? Kenapa aku sangat terluka? Sungguh ini menyakitkan" lirih Kyungsoo.
.
.
BAD DESTINY
.
.
Kai berjalan menyusuri koridor kampus. Tubuhnya berangsur membaik walaupun tak secepat dulu. Kai berjalan memajang wajah datarnya seperti biasanya. Ia mengacuhkan beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang melirik-lirik kearahnya. Ia ingin menemui seseorang. Seseorang yang membuatnya berpikir dan terus berpikir. Orang yang katanya ditakdirkan untuknya.
Kai berbelok kearah ruang musik. Kata hyungnya, orang itu ada diruang musik saat ini. Kai tak terlalu yakin bisa berbicara berdua dengannya. Apalagi kejadian beberapa hari yang lalu membuat orang itu sedikit menjauhinya.
Kai membuka pintu ruang musik. Pertama kali Kai memasuki ruang itu hanya terdengar dentingan suara piano yang mengalir merdu dan sendu. Mungkin orang yang memainkannya sedang gundah gulana hingga lagu yang dimainkannya begitu sendu dan penuh perasaan. Kai mendapati seorang namja mungil yang sedang duduk di depan piano. Tubuhnya yang membelakangi pintu ruang musik membuatnya tak sadar jika ada orang yang tengah memperhatikannya.
Namja itu terus memainkan lagu sedihnya. Tak ada nyanyian apapun dari lagu itu. Ia sengaja menumpahkan rasa sedih dan sendunya melalui nada piano yang keluar. Kai berjalan mendekati namja itu. Punggungnya yang kecil terkesan rapuh dimata Kai. Keterikatannya ia dan namja itu membuat Kai ingin mendekap namja itu dan menghilangkan segala rasa tak menyenangkan dari hatinya. Tapi Kai sadar jika orang yang membuatnya seperti ini adalah dia.
DANG
Suara tuts yang ditekan bersamaan membuat Kai sedikit terkejut. Ia menghentikan langkahnya. Namja mungil itu terlihat berdiam dan termangu menatap tuts piano didepannya. Seketika itu Kai merasa dia orang yang paling brengsek. Bagaimana bisa ia membuat orang serapuh itu menjadi seperti ini. Tak bertenaga dan tak berjiwa.
Kyungsoo menatap piano didepannya dengan pandangan kosong. Ia hembuskan nafasnya sebentar guna menghilangkan rasa sesak didadanya. Kyungsoo membalikkan badannya dan berniat pulang. Betapa terkejutnya Kyungsoo mendapati namja yang ia hindari beberapa hari ini berdiri dibelakangnya dan menatapnya tajam. Kyungsoo memalingkan wajahnya. Ia tak ingin menatap mata Kai. Kyungsoo buru-buru membereskan barangnya dan keluar dari ruang musik.
Saat langkahnya mencapai tepat disebelah Kai, laki-laki tan itu mencekal tangannya. Kyungsoo terdiam dan tak memberontak sedikitpun. Masih dengan pandangan lurus kedepan tanpa menatap mata Kai, Kyungsoo mencoba menstabilkan rasa gugupnya. Sungguh...Kyungsoo masih belum bisa bertemu dengan Kai. Melihat Kai membuatnya teringat masa-masa buruknya dengan Kai. Namja itu benar-benar sudah menanamkan benih sakit hati didadanya.
"Tolong lepaskan aku" lirih Kyungsoo.
Kyungsoo masih tak mau menatap Kai yang kini menatapnya. Tangannya bergetar saat merasakan cengkraman Kai semakin kuat.
"Apo..." gumam Kyungsoo yang masih dapat didengar Kai.
Kai melonggarkan cengkeramannya. Ia merasa tak tega melihat Kyungsoo seperti ini. Kai langsung saja membalik tubuh Kyungsoo dan mendekapnya erat. Kyungsoo melebarkan matanya mendapati dirinya dengan mudah ditarik dalam pelukan Kai. Kai semakin mempererat pelukannya. Kai melesakkan kepalanya diantara perpotongan leher Kyungsoo.
Aroma ini adalah aroma yang diinginkan Kai. Aroma yang mirip dengan eommanya. Begitu menenangkan dan nyaman. Tak pernah ia merasakan pelukan sehangat ini selain eommanya. Apakah benar Kyungsoo adalah takdirnya? Itu lah hal yang selalu Kai tanyakan pada dirinya. Mengingat begitu besarnya keterikatannya dengan Kyungsoo.
Kyungsoo mendorong keras tubuh Kai hingga pelukannya dengan mudah terlepas. Kyungsoo menundukkan kepalanya. Ia masih mencerna semua yang terjadi. Kai begitu lihai memainkan hatinya. Dengan mudahnya Kai membuatnya terjatuh kedalam pesonanya dan dengan mudah juga Kai menghempaskannya kekenyataan pahit. Kai mendekati Kyungsoo dan membuat Kyungsoo memundurkan kakinya.
"Andwe! Jangan mendekat!" teriak Kyungsoo keras. Kai terdiam.
"Jangan buat aku bingung dengan semua tindakanmu. Kau mendekat lalu menolakku secara bersamaan. Sebenarnya apa maumu?"
Kyungsoo memberanikan menatap mata Kai. Kai diam, lidahnya kelu melihat tatapan mata Kyungsoo yang terlihat begitu menyiksa dimatanya. Pertanyaan Kyungsoo terngiang-ngiang diotaknya. Jujur...ia tak tau jawaban dari pertanyaan Kyungsoo. Ia masih ragu dengan hatinya. Kai ingin sekali selalu berdekatan dengan Kyungsoo layaknya warewolf yang lain dengan 'mate'nya. Hanya saja sisi egois dan rasa balas dendamnya yang tinggi membuat sistem otaknya menolak semua itu. Sebelum ia berhasil membalaskan dendamnya ia masih belum bisa terpusat untuk 'mating'.
Kyungsoo yang melihat Kai terdiam langsung mengambil langkah menjauhinya. Kyungsoo membuka paksa pintu ruangan musik dan menutupnya keras. Debuman pintu menyadarkan Kai yang bermain dengan pemikirannya sendiri. Ia baru menyadari jika Kyungsoo sudah menghilang. Kai langsung mengejar Kyungsoo.
Kai menarik tangan Kyungsoo dan membawanya ketempat sepi. Kyungsoo menyentakkan tangan Kai. Ia marah. Itu sudah jelas. Kyungsoo menatap sengit kearah Kai yang hanya memandangnya datar.
"Kita belum selesai berbicara" ucap Kai. Kyungsoo tertawa meremehkan.
"Kita? Berbicara? Setahuku hanya aku yang berbicara sedangkan kau tidak!" ungkap Kyungsoo dengan penekanan dibagian akhir kalimatnya. Kai menatap datar Kyungsoo.
"See? Disinilah aku sebagai pihak yang berbicara bukan kau" ucap Kyungsoo lalu pergi.
Kai mencegah Kyungsoo dan menarik tubuh Kyungsoo kembali ketempatnya semula. Kyungsoo memberontak.
"SEBENARNYA APA MAUMU?!" jerit Kyungsoo.
"KAU!" geram Kai.
Seketika nyali Kyungsoo menciut. Kyungsoo melihat mata Kai yang berubah menjadi merah semerah darah. Ia dengan jelas mendengar suara gemeletuk dari gigi Kai. Kyungsoo yakin jika laki-laki dihadapannya ini tengah menahan emosinya.
"Kenapa aku harus bertemu denganmu secepat ini?! Tak taukah kau jika aku sedang mengurusi masalahku?!" desis Kai.
"Memangnya aku tau?! Kau sendiri yang mendekatiku! Lagipula ada apa denganku? Kenapa kau selalu membuatku menghindarimu?!" bentak Kyungsoo tersulut emosi.
"Karena kau adalah 'mate'ku!" ujar Kai sedikit lebih tenang. Apa reaksi Kyungsoo?
"Mate?" ulang Kyungsoo dengan mulut setengah melongo.
"Kau dengan jelas mendengarku kan? Kau tidak bodohkan?" tanya Kai.
"Tunggu! Kau mengerjaiku? Kau membuatku tampak bodoh dengan segala kebohonganmu. Jika kau terus berbohong padaku lebih baik aku pergi" sinis Kyungsoo pergi.
"Kau ingin bukti jika kau adalah 'mate'ku dan kita saling terikat?" tanya Kai.
Kyungsoo menghentikan dan berbalik. Ia melihat Kai yang memunggunginya. Ternyata laki-laki itu bertanya tanpa menatapnya dan masih dengan posisi yang sama. Kai berbalik dan menatap tajam Kyungsoo dengan mata merahnya. Kyungsoo melihat Kai mengambil sesuatu dari kantong jaketnya. Kyungsoo terkejut saat Kai memainkan pisau lipat yang diambilnya tadi.
"Akan aku buktikan jika kita saling 'berbagi'. Kesakitanmu adalah kesakitanku juga"
JLEB
"Aaarrrggghhhh!"
Kai menancapkan pisau itu ketangannya tapi jangan salah paham. Bukan Kai yang menjerit kesakitan melainkan Kyungsoo. Kyungsoo terduduk lemah memegangi tangannya dan berteriak histeris. Kai mencabut pisaunya dan perlahan-lahan luka itu sembuh dengan sendirinya.
Kyungsoo tak menyangka jika Kai senekat itu menusuk tangannya sendiri dengan pisau. Dan anehnya lagi bukannya Kai yang kesakitan tapi dirinya. Rasa sakit seperti tertusuk masih dirasakan Kyungsoo. Saking sakitnya, Kyungsoo jatuh terduduk memegangi tangannya. Sakit sekali pikir Kyungsoo.
Kai mendekati Kyungsoo dan mengambil tangan Kyungsoo. Tanpa berkata apa-apa, Kai langsung menempelkan tangan Kyungsoo kebibirnya. Sebuah kecupan hangat diberikan Kai untuk Kyungsoo. Kyungsoo yang masih tak mengerti merasakan tangannya membaik. Tak ada sakit apapun. Ia merasa tangannya kembali normal. Sekelebat bayangan dirinya sewaktu terkilir dulu menghinggapinya. Ia pernah diperlakukan seperti ini oleh Kai dan hasilnya benar-benar menakjubkan. Hanya sebuah kecupan saja bisa menyembuhkannya dalam waktu singkat.
Kai meletakkan tangan Kyungsoo dan berdiri. Ia rapikan bajunya dan melangkah pergi meninggalkan Kyungsoo.
"Jika kau masih bingung tanya kan saja kepada teman-temanmu. Aku yakin mereka sudah mengetahuinya"
Kyungsoo masih duduk termangu mencerna ucapan Kai. Bagaimana Kai bisa kenal dengan teman-temannya? Lalu apa yang diketahui teman-temannya? Ada apa sebenarnya? Itulah beberapa pertanyaan yang menghantui pikiran Kyungsoo.
.
.
BAD DESTINY
.
.
Sehun terus mencumbu Luhan yang berada dibawah kungkungannya. Mulutnya menjelajahi setiap jengkal rongga mulut Luhan. Kepalanya bergerak liar mengikuti cumbuannya yang semakin dalam dan panas. Tubuhnya sedikit dibuat rendah tapi tak sepenuhnya menindih namja rusa dibawahnya.
Luhan mendesah tertahan saat Sehun mulai menyentuh tubuhnya. Walaupun dari luar saja, Luhan tak bisa menghindari desahannya. Tangan Sehun terus bergerak meraba kulit Luhan bagian dalam. Sehun langsung saja menyobek baju Luhan. Luhan menggeliat tak nyaman saat tangan besar Sehun dengan kuku panjangnya mulai meraba kulit perutnya. Gesekan kuku tajam Sehun dengan kulitnya membuat Luhan meremang. Dengan seluruh kekuatan yang ia punya, Luhan melepas panggutan panas Sehun.
Sehun dengan rela hati melepaskan cumbuannya. Ia tatap namja dibawahnya dengan penuh nafsu. Sedangkan Luhan mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan menatap Sehun dengan mata sayunya. Luhan dengan jelas melihat warna mata Sehun yang terlihat merah. Ia tak terlalu terkejut lagi. Luhan juga melihat taring-taring Sehun mulai keluar. Inilah Sehun yang sebenarnya. Ia sudah tau tentang Sehun dan ia tak mempermasalahkannya. Karena sejak perkenalannya dengan Sehun, Luhan sudah terikat dan jatuh hati dengan manusia serigala didepannya ini.
"Aku takkan melepaskanmu walaupun kau memintanya setelah ini. Kau milikku" desis Sehun tajam dengan geraman yang tertahan. Luhan mengangguk singkat. Tangannya menyentuh pipi namja pucat itu.
"Aku milikmu. Miliki aku sepenuhnya, Sehun-ah"
Mendapatkan lampu hijau, Sehun langsung menyerang Luhan. Ia menyambar bibir manis Luhan dan melumatnya kasar. Luhan yang kualahan mengimbangi permainan Sehun hanya bisa pasrah. Ia membiarkan Sehun mendominasi setiap pergerakannya. Toh ia tak bisa berbuat apa-apa dibawah Sehun.
Sehun bergerak cepat dengan merobek semua baju yang Luhan kenakan. Nafsu sudah menguasainya. Melihat Luhan yang terbaring pasrah dengan pemandangan indah didepannya membuat Sehun meneteskan air liurnya. Kepala Sehun bergerak menuju leher Luhan. Ia mengendus-endus bau Luhan yang khas. Bau khas milik seorang Luhan 'mate'nya.
Sehun menggigiti setiap jengkal tubuh Luhan hingga meninggalkan bercak merah. Sehun berusaha untuk tak terlalu dalam saat menggigiti Luhan mengingat gigi-gigi tajamnya dapat melukai tubuh Luhan. Luhan menggelinjang merasakan sensasi dingin setiap kali Sehun menggigit tubuhnya. Tangan Luhan mencengkeram kasur dan sedikit mengoyaknya hingga robek.
Sehun terus menjelajahi tubuh Luhan hingga kebagian bawah. Melihat punya Luhan yang sudah berdiri tegak membuat Sehun tak sabar ingin membobol lubang Luhan. Sehun melepas celananya dan memposisikan dirinya untuk memasuki Luhan. Sehun menatap sejenak Luhan yang pasrah dibawahnya. Tanpa aba-aba Sehun memasukkan miliknya kedalam lubang hangat Luhan.
"AAKKK!"
Jeritan Luhan menggema diseluruh penjuru kamarnya. Sebuah jeritan kesakitan dan kenikmatan mengalun memasuki telinga Sehun. Sehun mencengkeram kuat kasur Luhan hingga sobek. Luhan terlalu nikmat untuknya dan hari ini ia akan mengalami masa 'pendewasaannya'.
Sehun langsung menggerakan pinggulnya dan menghentak-hentakkan miliknya yang sudah sejak tadi menanti pijatan 'nikmat' dari 'mate'nya. Luhan bergerak pasrah mengimbangi gerakan Sehun yang terkesan brutal. Tubuhnya terasa remuk seremuk-remuknya. Ada perasaan hangat dan nyaman saat Sehun menyentuh titik ternikmatnya. Seakan-akan dirinya dari dulu mendambakan sentuhan ini.
Sehun menggeram tertahan. Matanya semakin menyala merah. Sebentar lagi ia akan meluncurkan serpihan-serpihan kenikmatannya kedalam tubuh Luhan. Taringnya semakin tajam dan kuku-kukunya semakin memanjang. Sebuah getaran halus merambati tubuh Sehun. Rasanya panas dan nikmat. Tubuhnya seakan-akan pulih dan segar.
Dengan beberapa kali hentakan, akhirnya Sehun melepaskan cairannya kedalam tubuh Luhan. Matanya yang memerah menjadi kuning terang. Otot-ototnya tertampil menunjukkan sesi 'mating' yang ia lakukan sudah selesai. Sehun menunduk dan mendapati Luhan yang berantakan dibawahnya. Tubuhnya yang semula banyak bekas luka cakaran dan gigitan berangsur-angsur membaik dengan sendirinya. Penyatuan tubuhnya dan tubuh Luhan berlangsung sempurna. Sehun bersyukur karena Luhan adalah 'mate'nya bukan yang lain.
Sehun merapikan kasur Luhan yang benar-benar berantakan agar 'mate' mungilnya itu bisa tidur. Ia lihat sekeliling kamar Luhan dan ternyata hanya bagian kasur saja yang terlihat berantakan. Apalagi ranjang Luhan sudah tak berbentuk lagi. Ternyata 'mating' bisa sedahsyat ini. Pantas saja hyungnya selalu mengganti ranjangnya setelah melakukan 'mating'.
Sehun memakai celananya dan mengambil ponselnya. Ia menghubungi seseorang diluar sana.
"Bawakan ranjang baru kesebuah apartemen. Aku akan mengirimkan pesan alamatnya"
Sehun meletakkan ponselnya dan berjalan keluar kamar. Ia merasa haus setelah sesi 'mating' yang luar biasa. Sehun melangkahkan kakinya ke dapur. Betapa terkejutnya dia saat melihat seseorang yang baru saja masuk kedalam apartemen Luhan.
"Apa yang kau lakukan disini?!"
"Ada apa, Baek?"
Seorang namja mungil disusul namja tinggi masuk kedalam apartemen. Keduanya terkejut melihat Sehun yang berdiri topless dengan rambut yang acak-acakan. Sehun langsung memasang wajah datarnya dan kembali berjalan kearah dapur. Baekhyun geram dengan sikap serigala satu ini. Ingin sekali ia memukuli wajah datar si Sehun. Chanyeol mengendus-endus perlahan dan saat hidungnya mencium sesuatu ia menyeringai.
"Kau habis 'mating'?" tanya Chanyeol menyeringai.
Sehun menatap Chanyeol malas. Seharusnya hyungnya yang satu ini sudah peka sedari tadi. Baekhyun yang mendengar percakapan kedua saudara itu mengernyit bingung.
"Untung kau tak menghancurkan apartemen ini" gurau Chanyeol.
"APA?!" pekik Baekhyun heboh.
"Kau melakukan apa kepada Luhan hyung?! Kau menyakitinya?!" teriak Baekhyun tak terima.
"Tenanglah. Aku tak menyakitinya" ucap Sehun malas.
"Sudahlah...Luhan pasti baik-baik saja" Chanyeol menenangkan Baekhyun yang nampak ingin melayangkan protesnya.
"Pas sekali kau ada disini, Hun. Aku ingin membicarakan sesuatu padamu" ucap Chanyeol.
"Ada apa, hyung?" tanya Sehun penasaran.
"Pakai dulu bajumu" perintah Chaanyeol.
Baekhyun pergi kekamar Luhan untuk mengecek keadaan sabahabatnya itu. Chanyeol yang melihat Baekhyun yang sudah pergi langsung menatap Sehun yang kini duduk dihadapannya. Chanyeol mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan menyodorkan kearah Sehun. Sehun menerimanya dan mengernyit bingung.
"Ini apa, hyung?"
"Itu adalah sebuah petunjuk terakhir yang coba Kai temukan. Pak Lee tak sengaja menemukannya dikamar Kai. Ia memberikannya padaku beberapa hari yang lalu"
"Lalu?"
"Aku sudah memberitahu pak Lee untuk merahasiakan ini dari Kris hyung. Aku juga sudah menyuruh pak Lee untuk mencari identitas orang difoto itu"
"Kai mengetahuinya?" Chanyeol menggeleng.
"Aku sengaja untuk menyembunyikannya dari Kai juga. Kita harus bertindak cepat menemukan orang itu sebelum Kai. Aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepadanya"
"Kau tau waktu kita terbatas. Sebentar lagi akan purnama sedangkan masih belum melakukan 'mating' dengan Kyungsoo. Aku khawatir akan kondisi mereka"
Sehun melihat Chanyeol sedikit frustasi. Ia tau dengan betul apa yang ditakutkan oleh hyungnya itu. Tapi bagaimana membujuk Kai yang keras kepala untuk segera 'mating'? Hubungannya dengan Kyungsoo saja tak begitu baik apalagi melakukan 'mating'. Sehun merenung sejenak.
Baekhyun membawa nampan berisi minuman untuk kedua orang kakak-adik itu. Baekhyun sedikit heran melihat tampang kusut keduanya. Sepertinya bahasan yang sedang mereka perbincangkan tidak meneumi titik terang. Baekhyun meletakkan nampannya diatas meja dan meraih gelas diatasnya dan menaruhnya didepan kedua namja itu. Baekhyun melirik sebuah foto yang berada dimeja. Baekhyun mengambilnya dan mengamatinya dengan seksama. Ia sepertinya pernah melihat orang didalam foto itu. Baekhyun menjentikkan jarinya dan membuat kedua namja serigala itu menoleh kearahnya.
"Aku ingat sekarang!" pekik Baekhyun. Chanyeol mengernyit melihat Baekhyun yang tampak berbinar dengan memegang foto yang merupakan petunjuk pentingnya saat ini.
"Ada apa, Baek?"
"Kalian dapat darimana foto ini, Yeol?" tanya Baekhyun menatap kedua manusia serigala itu.
"Memangnya kenapa, Baek?" tanya Chanyeol balik.
"Aish! Aku yang bertanya duluan, bodoh! Jangan bertanya balik!" geram Baekhyun.
"Itu adalah bukti penting bagi kami. Kami harus menemukan orang itu bagaimanapun caranya" jawab Sehun.
"Bukti penting? Apa ini berkaitan dengan saudara kalian yang bernama Kai itu?" tanya Baekhyun penuh selidik.
"Benar. Kai sedang mencari orang yang ada difoto itu" ucap Chanyeol membenarkan.
"Omo! Aku harap ini bukan pertanda buruk" gelisah Baekhyun.
"Sebenarnya ada apa, Baek?"
"Aku harap kalian jangan terkejut dengan apa yang akan aku sampaikan"
Baekhyun menatap Chanyeol dan Sehun bergantian. Awalnya kedua namja serigala itu ragu dan akhirnya mengangguk setuju. Baekhyun mengambil nafas sedalam-dalamnya dan membuangnya perlahan. Semoga apa yang terjadi setelah ini tidak menjadi buruk.
"Orang difoto ini adalah Kyungsoo, Do Kyungsoo. Sahabat kami" jelas Baekhyun.
Chanyeol dan Sehun melebarkan matanya. Apa-apaan ini?! Ternyata selama ini orang yang dicari Kai berada didekatnya? Dan berita ini adalah berita buruk karena orang yang dicari Kai adalah 'mate'nya yang tak terelakkan.
"Kau yakin?" tanya Chanyeol ragu. Baekhyun mengangguk mantap.
"Kami semua selalu berbagi kisah masa kecil kami. Dan kami tau bagaimana rupa kami sewaktu kecil. Dan sewaktu Kyungsoo menunjukkan foto masa kecilnya, foto ini lah ia tunjukkan. Jadi aku tak mungkin salah"
"Apa yang akan kita lakukan, hyung?" Sehun mengacak rambutnya frustasi.
CEKLEK
Pintu apartemen dibuka dan menampilkan wajah kusut Kyungsoo. Kyungsoo berjalan memasuki apartemennya dan teman-temannya. Kepalanya langsung berdiri tegak saat menemukan beberapa orang diruang tamu apartemennya.
"Ada apa ini?"
Seketika kepala ketiga orang disana menoleh dan mendapati Kyungsoo yang berjalan mendekati mereka. Baekhyun yang gugup langsung menyembunyikan foto itu. Kyungsoo menatap curiga ketiga orang itu. Dan anehnya ada dua orang tak terlalu dikenalnya ada diapartemennya. Ia tau jika kedua orang itu merupakan saudara dari Kai.
"Apa yang mereka lakukan diapartemen kita, Baek?" tanya Kyungsoo dan mendudukan dirinya disamping Baekhyun.
"Mereka datang berkunjung" jawab Baekhyun asal.
"Kau dekat dengan mereka?"
"Tentu saja! Dia yang bernama Chanyeol dan yang itu bernama Sehun" tunjuk Baekhyun kearah Chanyeol dan Sehun.
"Tunggu! Ada bekas luka pada tanganmu. Apa kau terluka?" tanya Chanyeol.
Baekhyun langsung mengarahkan matanya kearah Kyungsoo. Ia tarik paksa tangan Kyungsoo agar bisa melihat dengan jelas apa yang dikatakan Chanyeol tadi. Tapi Baekhyun tak menemukan sebuah goresan ditangan Kyungsoo. Kyungsoo menarik tangannya dan mengusapnya pelan.
"Tak ada tanda-tanda luka ditangannya" ucap Baekhyun heran.
"Apa yang dilakukan Kai padamu?" tanya Sehun.
Kyungsoo diam. Ia tak tau bagaimana bisa kedua orang itu tau tentang tanganya. Padahal tak ada sesuatu apapun yang terluka ditangannya.
"Apa dia menyakitimu, Kyung?" tanya Baekhyun khawatir.
"Aniya. Nan gwenchana"
"Aku ingin bertanya sesuatu kepada kalian berdua. Sebenarnya ada apa denganku? apa hubunganku dengan Kai?"
Kyungsoo menatap kedua namja itu penuh selidik. Ia harus mengetahui yang sebenarnya. Ia ingin tau siapa sebenarrnya Kai dan apa hubungan mereka hingga secara tak sengaja ia terikat dengan Kai.
"Kyung...kenapa kau..."
"Aku tau kau juga tau masalahku, Baek. Jadi diam dan biarkan mereka yang menjeaskannya" potong Kyungsoo cepat dan tegas.
Kyungsoo menatap Chanyeol dan Sehun secara bergantian. Kedua orang itu saling memandang dan menimang apakah sekarang waktu yang tepat untuk menceritakannya.
"Tak usah membuang waktu. Apa maksud aku adalah 'mate' Kai? Sebenarnya siapa kalian?" tanya Kyungsoo tak sabaran.
"Kai mengatakan kau adalah 'mate'nya?" tanya Baekhyun. Kyungsoo mengangguk dan menatap kedua manusia srigala itu.
"Baiklah. Jika Kai sudah mengatakan kau adalah 'mate'nya Kai maka kami tak bisa menutupi apapun lagi"
Chanyeol menjeda kalimatnya. Ia menatap Sehun yang mengangguk. Chanyeol menghela nafasnya sebentar dan memandang Kyungsoo yang masih terlihat penasaran.
"Kami adalah manusia serigala. Kau mungkin menganggap itu gila dan kami mengada-ada tapi itulah kebenarannya. Aku, Sehun, Kris hyung dan Kai kami adalah bersaudara dan merupakan manusia serigala. Kami ditakdirkan memiliki seorang 'mate' untuk selamanya. Dan 'mate' kami berasal dari kaum manusia. Hanya kami yang dapat merasakan keberadaan 'mate' kami. Dalam kasus kami, Kau, Baekhyun, Luhan dan Tao adalah 'mate' kami. Kami harus melakukan 'mating' sebelum bulan purnama karena saat itu adalah saat pendewasaan kami" jelas Chanyeol panjang lebar. Ia menunggu reaksi yang ditunjukkan Kyungsoo. Tapi sepertinya Kyungsoo tak menunjukkan reaksi apapun.
"Antara kami dan 'mate' kami memiliki ikatan batin. Kami tak akan pernah bisa menolak 'mate' kami atau itu artinya kehancuran bagi kami" lanjut Sehun.
"Lalu apa yang terjadi jika kalian menolak 'mate' kalian dan tidak melakukan 'mating' sebelum bulan purnama ini?" tanya Kyungsoo dengan raut wajah datarnya.
"Kami akan berubah menjadi monster dan sifat serigala kami akan mengambil alih hingga kami kehilangan jati diri manusia kami. Dan saat itu tak hanya kami yang mengalami kesakitan yang mendalam tapi 'mate' kami juga akan mengalami kesakitan yang sama hingga mati"
"Jadi jika Kai terus menolakku dan tak melakukan 'mating' itu artinya kami akan mati secara perlahan karena kesakitan?"
"Kami tak tau pasti. Karena kami belum pernah melihatnya secara langsung. Itu hanya cerita yang diturunkan dari pendahulu kami" sahut Chanyeol.
Kyungsoo berdiri. Baekhyun menahan tangan Kyungsoo agar tak pergi. Perhatian Kyungsoo beralih kesebuah foto yang terjatuh dari samping Baekhyun. Kyungsoo memungut foto itu yang membuat ketiga orang yang ada disana membelalak kaget. Baekhyun ingin merebut foto itu tapi Kyungsoo lebih gesit dan menjauhkan dari jangkauan Baekhyun.
Kyungsoo melihat foto itu lebih jelas. Ia tau jika itu adalah fotonya sewaktu kecil. Kyungsoo menatap Chanyeol dan Sehun bergantian. Tatapan Kyungsoo menajam dan menyelidik kearah dua bersaudara itu.
"Bagaimana bisa kalian mendapatkan foto ini?"
"Aku yang menunjukkan pada mereka, Kyung"
"Kau tau sendiri jika aku selalu membawa foto ini didompetku, Baek"
Kyungsoo menatap Baekhyun jengah. Baekhyun menunduk dan meruntuki dirinya yang lupa jika Kyungsoo selalu membawa foto itu bersamanya.
"Sudahlah...Hari ini hari yang sangat buruk untukku. Aku anggap cerita kalian tadi hanya omong kosong. Silahkan kalian pulang. Aku tak ingin melihat kalian dan saudara-saudara kalian berada disekitar kami"
Kyungsoo menuju kamarnya dan membanting pintu kamarnya cukup keras. Baekhyun yang hendak menyusul Kyungsoo ditahan oleh Chanyeol. Chanyeol menggeleng pelan. Ia memberikan isyarat kepada Sehun untuk bersiap. Sehun mengangguk dan menuju kekamar Luhan. Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun dan menenangkan separuh jiwanya itu.
"Yakinlah jika semua ini ada jalan keluarnya. Percayalah padaku, hm?"
Baekhyun mengangguk pelan.
.
.
BAD DESTINY
.
.
Kyungsoo merebahkan dirinya dikasur dalam keadaan terlentang. Matanya menerawang kelangit-langit kamarnya. Pembicaraannya dengan Kai hari ini ditambah cerita dari saudara Kai tadi memenuhi otaknya. Jujur saja ia masih belum menemukan inti dari permasalahannya. Terutama keadaan dimana Kai sangat menghindarinya. Ia tak tau apa yang ada dipikiran Kai hingga memilih menghindari nasibnya. Bila yang dibilang Chanyeol tadi adalah benar maka Kai harusnya lebih tau konsekuensinya dan melakukan 'mating' sesuai dengan apa yang selama ini pendahulunya lakukan.
Kyungsoo membaringkan tubuhnya kesamping dan menata jendela kamarnya. Ia penasaran akan satu hal. Tentang fotonya yang ia temukan tadi. Apa itu ada kaitannya dengan dirinya? Tapi apa? Kyungsoo menutup matanya. Semua hal berkecamuk dalam pikirannya. Tiba-tiba ia merindukan kedua orang tuanya. Kyungsoo membuka kedua matanya dan bangkit dari tidurnya. Ia berjalan kearah jendela kamarnya dan membukanya. Angin malam yang dingin menyapa setiap jengkal kulitnya.
Kyungsoo memandang langit dengan sendu. Seharusnya ia ikut bersama orang tuanya. Jadi ia tak perlu menghadapi masalah seperti ini. Kyungsoo menitikkan air matanya. Tubuhnya merosot hingga terduduk. Rasanya sangat sakit. Kyungsoo memegangi dadanya. Kyungsoo menggenggam erat pagar besi dan berusaha untuk bangkit. Kyungsoo berjalan terseok-seok keranjangnya. Kyungsoo mengambil obat penenangnya yang sengaja ia sembunyikan dari sahabat-sahabatnya.
Kyungsoo mengambil beberapa butir dan meminumnya. Kyungsoo memegang erat botol obat itu. Ia terus memandangi botol itu. Sebuah pemikiran terlintas dipikiran Kyungsoo. Ia tuangkan obatnya itu ketangannya. Hampir setengah isi dari botol itu keluar. Kyungsoo menatap tangan mungilnya yang penuh dengan obat. Tanpa berpikir panjang Kyungsoo menelan sekaligus obat-obat itu. Ia tau resikonya tapi ia memilih untuk melakukannya. Hanya mati yang ada dipikirannya saat ini. Ia ingin menemui kedua orang tuanya. Ia sudah tak tahan bertahan dalam situasi seperti ini.
Kyungsoo terbaring lemah diranjangnya. Tubuhnya mengejang-ngejang akibat reaksi dari obat yang ditelannya. Seketika pandangannya mengabur. Tubuhnya terasa sakit dan sesak. Efek dari dosis yang berlebihan muncul sangat cepat dan membuatnya tak berdaya.
.
.
BAD DESTINY
.
.
Kai kembali kerumahnya dan melihat saudara-saudaranya sudah duduk rapi dimeja makan. Kai menghampiri mereka dengan malas. Kai menarik salah satu kursi untuk didudukinya. Tubuhnya tersentak saat tiba-tiba saja jantungnya berdetak cepat. Kai memegang dadanya dan merintih kesakitan. Chanyeol, Sehun dan Kris yang melihat itu langsung mengerubungi Kai. Kai mencengkeram erat kursi disebelahnya. Ia berusaha untuk berdiri tapi tak berhasil. Sehun memegangi Kai agar tak terjatuh. Ia yakin jika ini ada sangkut pautnya dengan seseorang. Dan orang itu tentu saja...
"Kyungsoo.."
.
.
.
.
.
.
TBC
Hello aku kembali! Ada yang kangen? pasti jawabannya ga, hahaha. Lama banget ya aku menghilangnya. Maafkan aku TT. Ceritanya semakin absurb ya? Tapi udah mulai kebongkarkan rahasia-rahasianya? Jujur aku masih bingung ma ending epep ini. Antara iya dan tidak Kaisoonya, kkkk.
Aku mau promote sesuatu. Sebenernya udah hampir kadaluarsa sih ya tapi ga papalah. Mungkin sebagian readers udah pada tau klo para author pencinta Kaisoo bikin project dihari spesial Kaisoo tahun depan. Nah..project ini untuk meramaikan ff Kaisoo yang menurutku semakin lama semakin menghilang. huuhu.
KFF2K17 mempersembahkan Let's Celebrate the Love! Sayangnya sekarang udah tahap claim prompt. Nah untuk para author kaisoo yang kebetulan mampir di epep aku bisa lah join projectnya. Seru-seru lho! buruan deh cek bio KFF2K17! ayo para author ramaikan epep Kaisoo. Aku juga ikut lho #semogasempet #peace
REVIEW JUSEYO~~~~~~~
