BAD DESTINY

.

.

.

.

Proudly Present :

Kai

Kyungsoo

.

.

.

.

.

KAISOO FANFICTION FOR ALL KAISOOSHIPPER

.

.

.

ENJOY THE FICTION

.

.

.

.

CHAPTER 8

Previous chapter :

Kai kembali kerumahnya dan melihat saudara-saudaranya sudah duduk rapi dimeja makan. Kai menghampiri mereka dengan malas. Kai menarik salah satu kursi untuk didudukinya. Tubuhnya tersentak saat tiba-tiba saja jantungnya berdetak cepat. Kai memegang dadanya dan merintih kesakitan. Chanyeol, Sehun dan Kris yang melihat itu langsung mengerubungi Kai. Kai mencengkeram erat kursi disebelahnya. Ia berusaha untuk berdiri tapi tak berhasil. Sehun memegangi Kai agar tak terjatuh. Ia yakin jika ini ada sangkut pautnya dengan seseorang. Dan orang itu tentu saja...

"Kyungsoo.."

.

.

BAD DESTINY

.

.

Baekhyun berjalan mondar-mandir didepan pintu operasi. Sudah lebih dari 2 jam lamanya, Kyungsoo tak juga kunjung keluar. Entah apa yang sedang dilakukan para dokter itu hingga membuat operasi Kyungsoo terkesan lama. Luhan sesekali melirik pintu operasi yang masih tertutup rapat tanpa ada tanda-tanda yang akan keluar dari sana.

Baekhyun menjambak-jambak rambutnya bosan menunggu. Sungguh ia sangat khawatir dengan kondisi Kyungsoo yang kritis. Ia menemukan Kyungsoo tergeletak lemas diranjangnya dengan mulut yang mengeluarkan busa. Sontak saja ia langsung berteriak meminta pertolongan Luhan yang saat itu ada diapartemen mereka.

Awalnya Baekhyun memiliki firasat aneh. Ia sedang menonton TV. Tiba-tiba saja ada perasaan yang menyeruak tak menyenangkan dan saat itu dilayar ponselnya tertampil nama Chanyeol. Ia sempat heran. Dengan ragu Baekhyun mengangkat telepon dari kekasihnya itu. Baekhyun langsung panik saat Chanyeol berteriak nama Kyungsoo. Tanpa menunggu Chanyeol menyelesaikan kata-katanya, Baekhyun langsung berlari kearah kamar Kyungsoo. Dan saat itulah ia menemukan Kyungsoo yang overdosis obat penenang.

"Hyung bagaimana jika..."

"Sudahlah, Baek. Jangan memperparah situasi kita" potong Luhan cepat.

"Tapi jika Kyungsoo..."

"Baek! Diamlah! Kau membuatku semakin pusing!" bentak Luhan.

Baekhyun menunduk dan duduk manis disebelah Luhan yang menatap khawatir ke arah pintu ruang operasi. Luhan sama berantakannya dengan Baekhyun. Kedua namja manis itu kalang kabut menghubungi ambulance. Mereka bahkan berteriak panik disekitaran apartemen mereka hingga menimbulkan kegaduhan.

Tao datang terenggah-enggah dengan rambut berantakan. Ia baru saja pulang dari kegiatan ekskulnya dan tiba-tiba saja diberitahu jika Kyungsoo masuk rumah sakit. Tao mengambil oksigen sebanyak-banyaknya sebelum bertanya.

"Bagaimana Kyungsoo hyung?"

"Entahlah. Dari tadi mereka belum keluar ruang operasi. Aku semakin khawatir" sahut Baekhyun.

Pintu ruang operasi terbuka dan seorang dokter keluar ruangan itu. Ketiga namja itu mengerumuni sang dokter dan menatap penuh gelisah. Sang dokter tersenyum singkat.

"Pasien sudah mulai pulih. Kondisinya sempat menurun tapi untung kami bisa menanganinya. Kami melakukan bilas lambung agar efek obat penenang yang diminumnya hilang. Jika terlambat sedikit saja bisa fatal. Aku akan memindahkannya keruang rawat. Kita akan terus memantau keadaannya" ucap sang dokter.

Luhan tersenyum lega dan membungkukkan badannya mengucapkan terima kasih yang disusul oleh Baekhyun dan Tao. Dokter itu meninggalan ketiga namja itu. Baekhyun, Luhan dan Tao saling memandang kemudian berpelukan. Ketiganya sangat bahagia dan segera menuju ke kamar rawat Kyungsoo.

.

.

.

.

Kris sedikit panik melihat Kai yang langsung pingsan. Ketiganya membawa Kai ke kamarnya dan membaringkannya disana. Pak Lee datang dan mencoba memeriksa keadaan Kai. Nafas Kai terlihat tersengal-sengal. Keringatnya bercucuran dan bibirnya terlihat sangat pucat. Kris memandang prihatin kearah saudaranya itu. Ada apa lagi sekarang? Kenapa semakin rumit? batin Kris.

Chanyeol bergabung kembali kekamar Kai setelah keluar menerima telepon. Ia menghampiri Kris dan menepuk pundaknya. Kris yang sedang memikirkan keadaan Kai langsung menoleh. Chanyeol memberikan isyarat untuk berbicara diluar dan pergi mendahului Kris. Sehun yang melihat hyungnya ingin membicarakan sesuatu langsung ikut mengekori mereka. Tapi langkahnya berhenti saat matanya menangkap gelengan kepala dari Kris agar tak mengikuti mereka. Akhirnya Sehun kembali ketempatnya dan memfokuskan dirinya mengamati Pak Lee yang sedang mengobati Kai.

Kris menutup pintu kamar Kai dan menghampiri Chanyeol yang tampak gelisah.

"Ada apa?" tanya Kris.

"Hyung...sepertinya Kyungsoo mencoba bunuh diri dengan membuatnya overdosis"

"Kau tau darimana?"

"Baekhyun baru saja menghubungiku. Kyungsoo baru saja selesai dioperasi karena overdosis di kamarnya"

Kris mengepalkan tangannya. Pikirannya semakin kacau. Begitu susah menyatukan kedua makhluk itu.

"Mmmm...hyung"

Kris menoleh dan memandang Chanyeol tampak ragu dengan apa yang akan dikatakannya.

"Ada sesuatu yang ingin aku beritahu padamu"

Chanyeol terlihat ragu meneruskan perkataannya. Ia berpikir ulang apa benar ia harus mengatakan semuanya ke hyungnya ini. Tapi masalah sudah sebesar ini dan bila ditunda akan membuat semuanya semakin kacau.

"Sebenarnya aku tau siapa orang yang dicari Kai selama ini"

.

.

.

.

Baekhyun terbangun dari tidurnya. Ia rentangkan tangannya mencoba melemaskan otot-ototnya. Tidur disofa membuat otot-ototnya kram. Semalam adalah gilirannya untuk menjaga Kyungsoo. Luhan dan Tao akan menggantikannya nanti siang. Baekhyun menguap lebar dan berjalan kearah ranjang Kyungsoo.

"Pagi, Kyungie"

Baekhyun duduk dikursi dekat ranjang Kyungsoo. Sudah dua hari berlalu sejak operasi Kyungsoo tapi Kyungsoo tak kunjung bangun dari tidurnya. Peralatan medis Kyungsoo juga sudah banyak yang dilepas. Menurut dokter keadaannya sudah membaik hanya saja kesadarannya belum kembali.

Baekhyun menatap Kyungsoo sedih. Ia usap tangan Kyungsoo.

"Kau tak ingin bangun, Kyung? Kau tak rindu pada kami?" monolog Baekhyun.

Baekhyun mengusap air matanya yang terjatuh dan beranjak mencuci mukanya. Baekhyun kembali membawa baskom berisi air. Ia letakkan baskom itu dimeja dekat ranjang Kyungsoo. Baekhyun mulai mencelupkan handuk yang dibawanya kedalam baskom dan memerasnya. Ia usapkan handuknya kewajah Kyungsoo. Penuh dengan ketelatenan Baekhyun mengulanginya hingga kebagian-bagian lain.

Baekhyun merapikan rambut Kyungsoo agar tak berantakan. Senyuman tipis terukir diwajah Baekhyun. Pekerjaannya membasuh tubuh Kyungsoo sudah selesai. Ia bawa baskomnya kekamar mandi dan sekaligus membereskannya.

Kamar rawat Kyungsoo terbuka menampilkan dua sosok tinggi. Kedua orang itu menghampiri ranjang Kyungsoo. Baekhyun yang baru saja kembali terkejut akan hadirnya dua orang yang suda berada diruang rawat Kyungsoo. Salah satu sosok itu menghampiri Baekhyun dan memeluknya. Baekhyun membalas pelukan itu.

"Aku merindukanmu, Yeol" bisik Baekhyun.

"Aku juga. Ayo keluar. Kau pasti belum sarapan" aja Chanyeol.

Baekhyun melepaskan pelukannya dan memandang Kyungsoo yang sedang ditemani oleh Kai. Ia mendongak dan menatap Chanyeol.

"Apa tidak apa meninggalkan mereka sendirian?"

"Gwenchana. Kau tenang saja"

Chanyeol menuntun Baekhyun keluar ruang rawat Kyungsoo dan menutup kembali pintunya.

Kai memandang Kyungsoo dalam diam. Tubuhnya tepat disamping ranjang Kyungsoo. Selama dua hari ini ia memulihkan tubuhnya. Walaupun sebenarnya ia masih merasa lemas tapi ia memaksa untuk menemui Kyungsoo. Keadaan Kyungsoo yang masih belum sadar sangat mempengaruhi keadaan Kai juga. Maka dari itu ia ingin melihat langsung apa yang terjadi dengan 'mate'nya itu.

Kai sendiri merasa bersalah kepada Kyungsoo. Sungguh takdir sangat kejam terhadapnya. Disaat ia harus segera mencari pembunuh keduanya, ia harus dihadapkan dengan kenyataan yang memilukan. Ia tau jika dirinya sudah terikat kuat oleh Kyungsoo walaupun mereka belum 'mating' sama sekali. Tapi hal itu menjadi penghambatnya.

Kai melihat tangan Kyungsoo yang mulai bergerak. Masih dalam keadaan yang sama, Kai hanya memandangi Kyungsoo yang perlahan membuka kedua matanya. Kyungsoo menggerakan kedua kelopak matanya pelan. Bias-bias cahaya mulai memasuki retina matanya. Kyungsoo berusaha untuk membiasakan diri hingga matanya sepenuhnya terbuka lebar. Kyungsoo mengedip-kedipkan matanya pelan. Ia gulirkan bola matanya hingga menemukan sosok laki-laki disamping ranjangnya. Kyungsoo dapat melihat Kai yang menatapnya dalam diam. Kyungsoo memilih memalingkan pandangannya. Hal terburuk saat ia membuka mata adalah melihat wajah orang yang sama sekali tak ia inginkan kedatangannya.

Kai membawakan sebuah minuman untuk Kyungsoo. Ia tau jika saat ini ia kehausan. Sebuah sedotan terjulur didepan bibir Kyungsoo. Ia langsung mengambil sedotan itu dan meminum air putih yang sudah disiapkan Kai. Sebenarnya Kyungsoo tak mau menerima bantuan dari orang itu tapi melihat diruangan itu hanya mereka berdua akhirnya Kyungsoo menurunkan egonya. Setelah selesai minum, Kyungsoo menggerakan tangannya untuk menutup kedua matanya. Kilasan balik apa yang sudah dilakukannya langsung terngiang dikepalanya. Hal itu membuatnya semakin frustasi apalagi sekarang ia bertemu dengan orang yang membuat keadaannya seperti ini.

"Pergilah"

Suara serak Kyungsoo menyadarkan Kai dari melamunnya. Kai menatapi Kyungsoo yang sepertinya tak menginginkan kehadirannya.

"Aku..."

"Pergilah. Aku ingin beristirahat"

"Aku menyesal" Kai menundukkan kepalanya. Kyungsoo menghela nafasnya.

"Pergilah. Aku tak ingin melihatmu"

"Aku hanya..."

"Aku tau kebenarannya"

Kyungsoo menggeser tangannya dan menatap tajam Kai. Kai memandangnya penuh tanya. Kebenaran? batin Kai.

"Aku tau siapa yang selama ini kau kejar"

Kai terkesikap mendengar penuturan Kyungsoo. Bagaimana mungkin pemuda ini tau apa yang dicarinya selama ini. Bahkan ia tak memberitahukan apapun pada pemuda mungil ini.

"Apa yang kau ketahui?" tanya Kai.

"Semuanya. Takdirmu. Takdirku. Takdir kita"

"Jangan sembarangan bicara mengenai takdirku! Aku sendiri yang akan menentukannya!" geram Kai.

Kyungsoo tertawa lemah.

"Tentu saja kau yang akan menentukannya. Disini aku hanya korban. Dan takdirku berkaitan dengan keputusanmu"

Kai mengepalkan tangannya. Ia sedang malas bermain teka-teki saat ini tapi pemuda mungil ini begitu menyebalkan saat ini.

"Akan lebih menyenangkan jika aku mati saja"

"Apa maksudmu?!"

Kyungsoo dan Kai saling adu pandang. Keduanya menampilkan tatapan tajamnya.

"Menjadi 'mate'mu adalah hal terburuk setelah kematian kedua orang tuaku. Terikat takdir konyol denganmu membuatku muak" hina Kyungsoo.

"Kau!" geram Kai.

"Apa?! Kau mau memukulku?! Silahkan! Bunuh saja aku! Bukankah itu tujuanmu selama ini?! Membunuhku?!" bentak Kyungsoo.

Kai terkejut. Apa maksud dari perkataannya itu?

"Apa maksudmu? Aku sama sekali tak pernah berniat membunuhmu!"

"Aku rasa banyak fakta yang disembunyikan saudara-saudaramu"

"Apa maksudmu?" Dahi Kai mengkerut.

Pintu ruang rawat Kyungsoo terbuka. Baekhyun dan Chanyeol masuk dengan pandangan bertanya. Aura menegangkan menguar diantara kedua pemuda itu. Baekhyun mendekati Kyungsoo yang sudah sadar.

"Kau baik-baik saja, Kyung?" cemas Baekhyun.

Kyungsoo mengalihkan pandangannya kearah Baekhyun. Ia tersenyum samar.

"Apa yang terjadi disini?" tanya Chanyeol penasaran.

Kai mendekati Chanyeol dan memandang Chanyeol lekat-lekat.

"Apa ada hal yang kau sembunyikan dariku, hyung?"

Chanyeol menaikan sebelah alisnya kemudian mengalihkan tatapannya kearah Kyungsoo dan juga Baekhyun. Ia tak mengerti apa yang baru saja terjadi disini.

"Katakan, hyung!" bentak Kai.

Saat ini Kai mulai mengeluarkan kekuatan serigalanya. Taring dan cakarnya mulai nampak. Matanya pun mulai berubah menjadi merah. Geraman Kai terdengar disegala penjuru kamar.

"Tenang dulu. Ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi" ujar Chanyeol kalem.

Kai menepis tangan Chanyeol yang menyentuh bahunya. Kai mencekik leher Chanyeol dan mendorongnya hingga ketembok. Chanyeol merintih kesakitan akibat cekikan Kai. Disisi lain, Baekhyun mulai kehabisan nafasnya. Baekhyun mencengkeram erat tangan Kyungsoo. Kyungsoo yang panik mulai mengguncang-guncang tangan Baekhyun. Chanyeol melirik kearah Baekhyun dan menemukan 'mate'nya tengah berusaha untuk mengambil nafas sebanyak-banyaknya.

"Hentikan, Kai!" teriak Kyungsoo.

Kyungsoo memegangi kepalanya karena pening. Tubuhnya melemah. Kyungsoo terbaring lemah diranjangnya sambil memegangi kepalanya. Kai melonggarkan cekikan tangannya karena kepalanya sangat sakit. Chanyeol yang melihat kesempatan itu langsung kabur dari Kai dan bergerak kearah Baekhyun yang hampir tak sadarkan diri. Chanyeol mencoba menolong Baekhyun.

Kai menolehkan kepalanya kearah Kyungsoo. Kai melihat pemuda itu tampak kesakitan langsung mengubah wujudnya kembali kesemula. Kai mendekati Kyungsoo yang diambang batas kesadarannya. Kai mencondongkan tubuhnya dan mencium Kyungsoo tepat dibibirnya. Kyungsoo yang lemah merasakan tubuhnya berangsur-angsur sehat. Menyadari jika Kai melakukan sesuatu kepadanya, Kyungsoo langsung mendorong tubuh Kai kemudian menamparnya keras. Baik Baekhyun maupun Chanyeol yang mulai mendapatkan kesadarannya langsung menoleh kearah Kai dan Kyungsoo.

"Ja-jangan gunakan kekuatanmu untuk menyembuhkanku! Aku tak sudi menerima pertolongan darimu" bentak Kyungsoo.

"Kau selalu saja mempermainkanku. Melukaiku lalu menyembuhkanku. Menghindariku dan tiba-tiba mendekatiku. Aku tak sanggup lagi menerima perlakuanmu itu. Kau membuatku menderita"

Kyungsoo menangis. Segala perasaannya keluar begitu saja. Segala yang ada dibenaknya ia curahkan agar pria yang selama ini melukainya sadar jika ia telah mempermainkannya. Baekhyun dan Chanyeol memandang Kyungsoo miris.

Kyungsoo meraih tangan Kai dan mengarahkannya kelehernya. Kyungsoo genggam erat tangan Kai disekitaran lehernya. Ia tatapan Kai dengan mata basahnya.

"Bunuh aku" pinta Kyungsoo pilu.

Kai mencoba menarik tangannya tapi cengkraman Kyungsoo semakin kuat. Baekhyun dan Chanyeol langsung berdiri dan mencegah Kyungsoo berbuat nekat hingga sebuah teriakan terdengar.

"KAI/KYUNGSOO!"

Luhan, Tao, Kris dan Sehun yang baru saja datang langsung terkejut mendapati tangan Kai yang mencekik leher Kyungsoo. Kris dan Sehun langsung mengambil alih tubuh Kai dan menyeretnya menjauh dari tubuh Kyungsoo. Luhan dan Tao langsung menghampiri Kyungsoo yang semakin menangis.

"Apa yang kau lakukan!" sembur Kris marah.

"A-aku..." Kai bingung harus menjawab apa. Aksi nekat Kyungsoo tadi juga tak luput mengejutkannya. Apalagi nada Kyungsoo yang terdengar putus asa itu.

"Apa yang sebenarnya terjadi disini, hyung?" tanya Sehun ke Chanyeol.

"Aku juga tak tau apa yang jadi pembicaraan Kai dan Kyungsoo hingga masalahnya seperti ini"

"Kyungsoo-ah. Gwenchana?" khawatir Luhan.

Kyungsoo mengusap air matanya dan menenangkan diri. Tao mengambilkan air putih dan langsung diminum oleh Kyungsoo. Baekhyun masih saja mengusap punggung Kyungsoo pelan. Ia khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.

"Kai-ssi. Apa yang akan kau lakukan pertama kali, membunuh keturunan pembunuh kedua orang tuamu atau melakukan 'mating'?" tanya Kyungsoo.

Semua mata menatap Kyungsoo dengan pandangan bertanya.

"Tentu saja membunuh keturunan pembunuh kedua orang tuaku" jawab Kai pasti tanpa ragu sedikitpun.

"Lalu jika ternyata keturunan pembunuh orang tuamu adalah orang yang berarti untuk kelangsungan hidupmu, apa yang akan kau lakukan?"

Semua orang menatap awas pada pertanyaan Kyungsoo. Semua orang tau apa maksud dari kata-kata Kyungsoo kecuali Kai.

"Apa maksudmu?"

"Bagaimana jika orang selama ini kau cari adalah aku, 'mate'mu"

"Kyungsoo...sebaikanya kau istirahat dulu"

"DIAM!"

Kyungsoo menatap tajam Chanyeol yang dengan seenaknya memotong pembicaraannya dengan Kai. Chanyeol langsung diam dan tak berani mengganggu lagi.

"Kau apa?" tanya Kai bodoh.

"Aku yang sialnya adalah 'mate'mu merupakan keturunan pembunuh kedua orang tuamu yang kau cari selama ini"

Suasana seketika hening. Baekhyun, Luhan dan Tao menahan nafasnya saat kata-kata itu mengalir dari bibir Kyungsoo. Sungguh mereka tak tau jika Kyungsoo telah mengetahui semua itu. Mereka pikir Kyungsoo tak terlalu ambil pikir akan hal itu. Chanyeol dan Sehun melirik kearah Kai yang berubah diam. Matanya masih menampilkan keterkejutannya tapi wajahnya tetap biasa.

"Kai..." Kris menepuk pundak Kai untuk memecah keheningan yang terjadi.

Kai menepis tangan Kris dan mulai meninggalkan ruang rawat Kyungsoo. Kyungsoo berbaring lemah diranjangnya. Ia rilekskan badannya yang sedari tadi menegang. Ia tak menduga reaksi yang diberikan Kai tak sesuai harapannya. Ia pikir Kai akan membunuhnya saat itu juga tapi namja itu malah pergi meninggalkan dengan penuh tanda tanya.

"Apa kita perlu mengejarnya hyung?" tanya Chanyeol. Kris menggeleng.

"Kita biarkan dulu. Aku rasa ia masih syok"

"Bisakah kalian meninggalkanku sendirian? Aku ingin istirahat"

Semua menoleh kearah Kyungsoo. Namja mungil tampak kelelahan. Para manusia serigala memberikan isyarat kepara 'mate'nya untuk meninggalkan Kyungsoo. Awalnya para sahabat Kyungsoo tak ingin meninggalkan Kyungsoo sendirian tapi karena paksaan para manusia serigala akhirnya mereka keluar dan membiarkan Kyungsoo sendiri.

.

.

BAD DESTINY

.

.

Kai mendongakkan kepalanya saat dihadapkan dengan hutan tempat tinggalnya dulu. Tak banyak yang berubah dari tempat ini. Masih terlihat gelap dan menakutkan. Kai memasuki kawasan hutan. Bisikan-bisikan angin terdengar sangat merdu. Suasana ini yang ia rindukan. Keheningan yang menyelimuti hutan ini dapat menenangkannya.

Kai semakin memasuki tengah hutan. Kai hanya berjalan pelan dengan memperhatikan pohon-pohon disekitarnya. Ia usap pelan setiap pohon yang ia lewati. Rasanya masih sama., lembab dan dingin.

WORF

WORF

Gonggongan serigala mengalihkan perhatian Kai dari pohon-pohon. Kai tersenyum saat melihat serigala kesayangannya berlari kearahnya. Serigala itu langsung menerjang Kai hingga mereka berdua berguling-guling. Kai tertawa saat serigalanya itu menjilatinya. Kai mengusak bulu serigalanya.

Kai bangkit yang diikuti oleh serigalanya. Baru beberapa langkah ia berjalan dihadapannya sudah dihadang beberapa serigala. Kai menatap semua anak-anaknya. Ia begitu rindu dengan mereka. Lolongan terdengar bersahutan menyambut kedatangan Kai.

"Mari kita berburu"

Ajakan Kai disambut dengan gembira para serigala. Kai duduk dipunggung serigala kesayangannya kemudian berlari kencang dan diikuti beberapa serigala lainnya. Kai memejamkan matanya menikmati angin dingin hutan tempat tinggalnya. Rasa ini yang pernah ia rasakan dulu.

Kai dengan beberapa serigalanya berburu dipinggiran hutan sisi barat. Disana lebih banyak rusa yang berkeliaran dan cukup untuk acara berburu kali ini. Kai melihat segerombolan rusa sedang menikmati air dipinggir sungai. Kai memberikan kode ke para serigala untuk menyebar. Seketika para serigala langsung menyebar guna memerangkap rusa-rusa itu. Kai memprediksi jika jumlah rusa itu cukup untuk kawanan serigalanya.

Kai menyuruh serigalanya untuk berhenti. Ia melihat para kawanan serigalanya menyergap gerombolan rusa. Mereka terlihat antusias dengan pemburuan kali ini. Serigala kesayangan Kai menggonggong saat para serigala berhasil melumpuhkan semua rusa. Lolongan serigala terdengar untuk merayakan hasil pemburuan mereka. Kai menyuruh serigalanya untuk mendekat.

Kai turun dari pungung serigalanya dan mendekati bangkai rusa yang tergeletak didepannya. Sekitar ada 7 bangkai rusa yang akan menjadi makan malam anak-anaknya. Kai memberikan kode untuk mereka memakan hasil buruannya. Kai melangkah sedikit menjauhi kawanannya. Ia duduk dipinggir sungai dan mengamati air yang mengalir begitu tenang didepannya.

Seekor serigala berbulu hitam mendekati Kai dan memberikan potongan tubuh rusa kearah Kai. Kai tersenyum sekilas lalu mengusak bulunya. Kai mengambil sebagian daging dari potongan tubuh rusa itu dan sisanya ia berikan kepada serigalanya. Serigala kesayangan Kai duduk dengan tenang disebelah Kai sambil memakan dagingnya. Kai memilih diam dan memakan dagingnya dengan santai. Daging segar memang yang terbaik. Semenjak tinggal dikota Kai tidak bisa memakan daging segar. Semuanya harus dimasak.

Kai jadi teringat dengan masa lalunya. Eommanya selalu memberinya makan dengan daging yang sudah dimasak. Dirinya dan Sehun selalu menolak jika eommanya memasak daging segar mereka. Sehun akan merengek kepada eommanya agar diberikan daging segar tapi eommanya selalu menolak dengan tegas. Kai tersenyum membayangkannya. Kenangan dengan eommanya tak pernah bisa hilang dari ingatannya. Ia terlalu menyayangi eommanya.

Kai menghabiskan potongan dagingnya dan mencuci tangannya dan mulutnya disungai. Kai membasuh tangan dan mulutnya yang berlumuran darah. Setelah bersih Kai mengambil air sungai dan meminumnya. Rasanya dingin dan segar saat air itu membasahi kerongkongannya. Kai duduk kembali ketempatnya dan menatap serigalanya yang sedang menjilati tangannya. Kai mengusak pelan bulunya hingga mendapatkan perhatian dari serigalanya.

"Apa yang harus aku lakukan? Aku merasa dilema sekarang. Haruskah aku membunuuhnya atau aku menerima takdirku?"

WORF

Sang serigala menggonggong seakan tau apa yang dipikirkan tuannya. Kai terus membelai bulunya.

"Kau tau kan jika selama ini aku selalu mengejar siapa pembunuh orang tuaku. Tapi kenyataan begitu pahit. Purnama sebentar lagi dan aku sama sekali belum melakukan ritual itu. Aku harus bagaimana?"

Serigalanya bangkit dan menggigit tangan Kai. Kai mengaduh kesakitan. Sang serigala tampak tak merasa bersalah lalu meninggalkan tuannya sendirian. Kai tertawa hambar. Bahkan serigalanya menganggapnya bodoh karena masih belum juga melakukan ritual sakral itu. Para serigala milik warewolf tau akan perasaan majikannya. Mereka juga terhubung dengan para manusia serigala. Karena umur seekor serigala juga ditentukan dari umur majikannya.

Kai merebahkan dirinya dan memandang langit malam yang bertabur bintang. Ia masih bingung harus berbuat apa dengan takdirnya. Kai memejamkan matanya. Semua semakin rumit. Kenapa semua ini harus ia yang alami. Dari menyaksikan kematian kedua orang tuanya hingga masalah 'mate'nya. Kenapa semua seakan-akan saling terpaut. Dan kenapa pula 'mate'nya harus memiliki darah yang sama dengan pembunuh kedua orang tuanya.

"Apa yang harus aku lakukan, eomma?"

.

.

.

TBC

Hallo! Aku kembali. Pertama-tama aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena lama tak apdet kelanjutan Bad Destiny. Kedua aku dalam masa transisi untuk Semi Hiastus. Aku akan tetap melanjutkan cerita ini sampai selesai. Jadi tenang aja karena epep ini ga akan gantung atau berhenti ditengah jalan. Cuma aku mohon untuk bersabar. Aku ga bakalan tau kapan apdet lagi. Ketiga, apa diantara para readers mengikuti event KFF2K17? Disana aku ikut berpartisipasi membuat sebuah cerita. Rencana cerita itu akan aku publish juga di akunku tapi aku belum tau kapan aku publish. Aku akan menampilkan cerita aslinya sebelum edit. Dan sebenarnya cerita yang di KFF2K17 itu memiliki 2 versi yaitu Short ver dan Long ver. Yang dipublish pada KFF2K17 merupakan long ver. Asal kalian tau, long ver merupakan Rate M, hehehe. sedangkan short ver adalah rate T.

Aku ucapkan terima kasih buat para readers yang menunggu kelanjutan ceritaku. Berhubung aku akan Semi Hiastus jadi aku tak tau kapan muncul lagi. Rencana aku mau menarik diri dari dunia per-epep-an. Tapi aku tak berhenti menulis. Banyak draft Kaisoo dilaptopku yang sebenernya siap publish. Tapi sengaja ga ku publish. Sulit ga nulis-nulis tentang Kaisoo. Aku terlalu cinta dengan mereka.

Ok...cuap-cuapnya sampai sini aja. Untuk bocoran, cerita ini bakalan tamat di chap 12-an mungkin. Aku masih memikirkan endingnya. Masih belum nemu inspirasi yang pas aja.

GAMSHAHAMNIDA YEOROBUN...

REVIEW JUSEYO~~~~~