BAD DESTINY
.
.
.
.
Proudly Present :
Kai
Kyungsoo
.
.
.
.
.
KAISOO FANFICTION FOR ALL KAISOOSHIPPER
.
.
.
ENJOY THE FICTION
.
.
.
.
CHAPTER 11
.
.
.
Sudah seminggu lebih Luhan, Tao dan Baekhyun berada dirumah para serigala. Kini mereka harus kembali ke rutinitas mereka. Ada beberapa hal yang harus mereka lakukan sebagai manusia terutama kuliah. Mereka harus menyelesaikannya. Luhan, Tao dan Baekhyun mulai membereskan beberapa barang mereka. Sedangkan para warewolf mereka sedang membawa 'anak-anak'nya pergi berburu.
Kyungsoo merapikan kamar Kai. Sebisa mungkin kamar itu harus rapi sebelum ditinggal pergi. Kai menatap dalam diam setiap gerak-gerik Kyungsoo dari sofa. Tak ada niatan untuk membantu 'mate'nya itu. Kyungsoo tau jika Kai sedari tadi menatapnya. Ia sadar tatapan mata itu begitu menusuk tapi ia coba abaikan. Beberapa hari ini ia sering sekali beradu mulut masalah kepulangan mereka ke kota.
Kai tak mengijinkan Kyungsoo untuk kembali. Dari awal Kai sudah mengclaim Kyungsoo untuk tinggal bersamanya dihutan. Tapi karena hasutan tiga manusia sahabat Kyungsoo membuat Kyungsoo berfikir ulang dan memutuskan untuk ikut pergi. Kai benar-benar marah saat keputusan Kyungsoo begitu mutlak. Bahkan selama beberapa hari Kai akan menyendiri dan tak ikut ketiga saudaranya untuk berkumpul atau makan bersama. Kai terlalu marah untuk sekedar berkumpul. Kyungsoo juga tak berani melarang Kai.
"Kai..."
Kai beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Kyungsoo sebelum Kyungsoo menyelesaikan kata-katanya. Kyungsoo menghela nafasnya lelah. Sungguh ia tak ingin Kai seperti ini tapi Kyungsoo tak mungkin begitu saja meninggalkan dunia manusianya. Berbeda halnya dengan Kai dan saudara-saudaranya yang sebelumnya tak berurusan dengan dunia manusia, Kyungsoo harus menjalani dunia manusianya paling tidak sampai dia selesai kuliah. Kai sama sekali tak mau menerima gagasan itu.
Kyungsoo ikut bergabung dengan ketiga sahabatnya diruang tamu. Ketiga orang itu sudah bersiap-siap dengan tas mereka. Kyungsoo tersenyum dipaksakan melihat ketiga sahabatnya yang menatap khawatir kearahnya.
"Kai masih marah padamu?" tanya Luhan.
"Begitulah. Dia masih tak menerima keputusanku" jawab Kyungsoo sedih.
"Jika begitu kau tak perlu ikut kami, Kyung. Bukankah jauh dari para manusia serigala itu sangat menyakitkan?" ucap Baekhyun.
"Tidak, Baek. Aku tak mau meninggalkan tugasku dulu sebagai manusia. Paling tidak aku harus menyelesaikan kuliahku dulu"
"Tapi kau nanti akan terluka, hyung. Aku tau jika Kai tidak ingin pergi ke kota. Jarak kalian tidak bisa dibilang dekat, hyung"
"Tenang, Tao. Aku akan baik-baik saja" jawab Kyungsoo meyakinkan.
"Mungkin kau tak masalah, Kyung. Tapi bagaimana dengan Kai? Ikatan batin kalian terlalu kuat. Kalian berbagi penderitaan"
Kyungsoo terdiam. Benar apa yang dikatakan Luhan. Semenjak Kai melakukan 'mate' dengannya, Kai tak pernah meninggalkan dirinya terlalu lama. Kai akan selalu mengekori kemanapun ia pergi. Bahkan untuk masalah berburupun Kai akan melakukannya dengan cepat dan pulang kerumah menemui Kyungsoo.
Suara ribut terdengar dari luar rumah. Keempat namja manis itu yakin jika para manusia serigala sudah selesai dari acara mereka. Ketiga manusia serigala itu masuk kedalam rumah dan memeluk 'mate'nya masiing-masing. Kyungsoo tersenyum pahit melihat kemesraan teman-temannya.
"Kita harus bergegas. Aku tak ingin kita sampai perbatasan saat kondisi gelap" ucap Kris.
Yang lain mengangguk. Chanyeol, Sehun dan Kris membawa tas 'mate'nya. Mereka bertiga memandang Kyungsoo yang tampak sendirian tanpa adanya Kai.
"Dimana Kai?" tanya Kris.
Semua mata langsung tertuju kearah Kai saat pemuda itu datang membawa tas Kyungsoo. Kai meletakkannya didekat Kyungsoo dan memandang datar ketiga saudaranya.
"Kau tak ikut?" tanya Sehun.
"Tidak. Disinilah rumahku" jawab Kai tegas dan dingin.
Kyungsoo meraih tangan Kai tapi Kai langsung menjauhkan tangannya. Kyungsoo sangat kecewa.
"Cepatlah pergi. Ini sudah terlalu sore"
Kris memandang dongsaengnya itu kemudian menarik Tao berjalan keluar rumah. Baekhyun mencengkram lengan Chanyeol dan memohon kepadanya untuk membujuk Kai. Tapi Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya dan mengikuti pasangan Taoris. Sehun dan Luhan mengikuti Chanyeol tanpa banyak tanya. Kini tinggalah Kai dan Kyungsoo. Keduanya masih terdiam. Kai enggan menatap mata Kyungsoo.
"Pergilah seperti kemauanmu"
"Kai aku..."
"Aku tak ingin berdebat lagi. Jika kau memang mau pergi, pergilah. Aku tak akan menahanmu"
Kai berbalik. Melihat Kyungsoo yang sedang memohon kepadanya membuatnya frustasi.
"Ikutlah denganku, Kai. Aku mohon"
"Tidak! Itu keputusanku"
"Tapi Kai..."
"Keputusanku sudah bulat, Kyungsoo! Aku menghargai keputusanmu maka lakukan hal yang sama dengan keputusanku"
"Kau ingin membiarkanku sendirian disana?"
Kai menggeram. Tangannya ia kepalkan erat-erat.
"Itulah keputusanmu"
Kai mendesis tajam. Ia masih tak ingin menatap Kyungsoo. Kyungsoo bergetar. Dengan berat hati Kyungsoo membawa tasnya keluar rumah. Ia tak mempedulikan rasa sakit hatinya. Kai akan tetap pada pendiriannya. Kai terduduk memegangi dadanya. Rasanya sungguh menyakitkan. Ia menahannya sedari tadi. Ia tak ingin memperlihatkan pada Kyungsoo bahwa ia merasakan kekecewaan Kyungsoo padanya. Nafas Kai berderu. Kesakitannya sama sekali tidak berkurang melainkan terus bertambah saat Kyungsoo semakin menjauh.
.
BAD DESTINY
.
Kyungsoo terus berdiam diri semenjak keluar dari hutan. Ketiga sahabatnya tau jika Kyungsoo sangat membutuhkan Kai. Tapi entah kenapa ketiganya tak bisa membuat keputusan Kai maupun keputusan Kyungsoo berubah. Mereka prihatin melihat kondisi Kyungsoo.
Mereka baru saja menginjakkan kaki dirumah singgah para warewolf. Keempat sahabat itu sengaja dibawa kesini demi keselamatan mereka. Pak Lee membantu Kyungsoo mengantarkannya ke kamar milik Kai. Saat berada didepan pintu sebuah kamar, Kyungsoo dapat merasakan aroma Kai menguar dalam kamar itu. Pak Lee membukakan pintu dan langsung saja aroma Kai menyeruak keluar dan memasuki indera penciuman Kyungsoo yang berubah tajam.
Kyungsoo menyusuri kamar Kai dan memperhatikan sekelilingnya. Kamarnya terlihat biasa saja berbeda dengan kamar yang berada dirumah hutan. Kyungsoo memusatkan perhatiannya pada beberapa foto yang dipajang dikamar itu. Terlihat seperti foto tua tapi masih terawat.
"Kamar ini dulunya milik ayah dari tuan Kai"
Kyungsoo menoleh saat Pak Lee menjelaskan tentang kamar Kai. Pak Lee tersenyum melihat reaksi Kyungsoo yang tampak tenang. Kyungsoo kembali mengamati beberapa foto yang ada. Memang rata-rata foto-foto itu bukan milik Kai. Tapi ia langsung tau jika itu foto keluarga Kai.
"Tuan Kai tak pernah sekalipun mengubah kamar ini. Kata beliau kamar ini mengingatkan tentang kedua orang tuanya. Tuan Kai selalu menjaga keaslian kamar ini" jelas Pak Lee.
Kyungsoo berdiri didepan sebuah foto keluarga besar para warewolf. Ia bisa merasakan betapa bahagianya saat-saat itu. Pancaran kebahagiaan mengalir dalam foto itu. Ia dapat melihat bagaimana Kai dan saudara-saudaranya tersenyum lebar dan begitu bahagia. Tanpa sadar Kyungsoo melengkungkan senyumannya.
"Tuan Kai sangat suka menghabiskan waktu berdiri disana dan menatapi foto itu. Persis seperti Tuan Kyungsoo berdiri"
Kyungsoo sekali lagi tersenyum. Mungkin ia akan melakukan hal yang sama hanya untuk memandang foto keluarganya.
"Saya permisi. Jika Tuan butuh sesuatu bisa memanggil saya"
Pak Lee pamit dan meninggalkan Kyungsoo sendirian. Kyungsoo berjalan kearah jendela tapi langkahnya terasa memberat. Dadanya berdenyut sakit. Kyungsoo menopang tubuhnya dengan sebelah tangannya yang memegang pinggiran ranjang. Tangan lainnya ia gunakan untuk meremas dadanya kuat-kuat. Rasa sakit itu semakin lama semakin menyesakkan. Kyungsoo jatuh bersimpuh dengan kedua mata yang tertutup.
Saat ia membuka kedua matanya, matanya berkilau kuning keemasan. Taring-taringnya mulai terlihat. Kyungsoo menggeram disela-sela kesakitannya. Nafasnya memburu. Ia tak tau apa yang terjadi. Tapi rasa sakit yang menderanya tak kunjung hilang. Kyungsoo meraung-raung melampiaskan rasa sakitnya. Jantungnya berdetak sangat kuat seakan-akan ada yang memompanya kencang.
Suara gaduh terdengar dari luar kamar Kai. Chanyeol membuka pintu kamar Kai secara kasar disusul Sehun kemudian Kris. Chanyeol terperanjat kaget melihat Kyungsoo yang sedang kesakitan. Sontak ketiga manusia serigala itu membantu Kyungsoo. Mereka semakin terkejut melihat perubahan wujud Kyungsoo.
Kyungsoo menghempaskan tubuh ketiga warewolf dengan mudahnya. Ketiga warewolf itu terpental cukup kuat. Mereka tak mengira Kyungsoo mempunyai kekuatan sebesar ini. Kyungsoo perlahan-lahan berubah menjadi manusia serigala. Pupil matanya yang semula bulat sekarang terlihat menajam layaknya mata serigala. Chanyeol yang melihat itu seketika panik.
"Cepat ambilkan baju Kai yang aku bawa sebelum Kyungsoo berubah menjadi manusia serigala seutuhnya!"
Sehun langsung cepat merespon perintah Chanyeol. Kris dan Chanyeol mencoba menenangkan Kyungsoo yang mulai bergerak liar. Dengan perwujudan manusia serigala mereka saja masih sulit mengendalikan Kyungsoo. Mereka tak pernah mengira kekuatan besar Kai akan berdampak hebat pada Kyungsoo.
Sehun kembali dengan tergesa-gesa dengan membawa sesuatu. Ia melemparkan baju yang dibawanya kearah Chanyeol yang langsung ditangkap Chanyeol. Chanyeol mendekatkan baju itu kearah wajah Kyungsoo.
"Ciumlah, Kyungsoo. Aku mohon" gumam Chanyeol.
Kyungsoo mencium aroma Kai perlahan-lahan lebih tenang. Perubahannya perlahan-lahan menghilang. Kyungsoo memegangi baju Kai dan terus mengendusnya. Wujudnya kembali menjadi manusia setelah tenang hanya dengan aroma tubuh Kai. Kyungsoo langsung tak sadarkan diri setelah matanya kembali menghitam. Kris menopang tubuh lemas Kyungsoo. Ia membaringkan tubuh Kyungsoo diatas ranjang.
"Aku tak menyangka Kyungsoo bisa melakukan perubahan sebegitu sempurnanya" heran Chanyeol.
"Mungkin kekuatan Kai mengalir dengan sempurna dalam diri Kyungsoo dan diterima dengan baik. Mengingat hubungan batin mereka yang kuat, Kyungsoo dapat merasakan kekuatan besar Kai" timpal Kris.
"Tapi sebagai seorang manusia serigala baru sangat mustahil dapat melakukannya, hyung" bantah Sehun.
"Kau harus ingat Kai merupakan yang terkuat diantara kita. Apalagi dia sudah melakukan 'mating', kekuatannya lebih besar dari sebelumnya" balas Kris.
"Untung saja aku membawa baju Kai. Aroma Kai akan menenangkan Kyungsoo walaupun efeknya tidak lama" ucap Chanyeol.
Luhan, Baekhyun dan Tao berdiri diambang pintu kamar. Mereka menatap khawatir Kyungsoo yang tampak kelelahan. Ketiganya langsung berhamburan kesamping manusia serigalanya.
"Apa Kyungsoo baik-baik saja?" tanya Luhan.
Sehun memeluk Luhan dan mengelus punggung kekasihnya.
"Tentu saja"
"Apa separah itu efeknya jika berjauhan dari Kai?"
Kini giliran Baekhyun yang bertanya dan memandang Chanyeol penuh harap. Chanyeol menggeleng lemah.
"Kita tak tau pasti"
Ketiga namja tinggi itu membawa para 'mate'nya keluar kamar. Mereka tak ingin mengganggu istirahat Kyungsoo. Sebenarnya ketiga namja mungil itu masih belum puas bertanya dan melihat kondisi Kyungsoo. Mereka tak tega melihat temannya semenyedihkan itu. Mereka sudah pernah melihat Kyungsoo dimasa kritisnya dan sekarang mereka tak ingin Kyungsoo mengulangi hal yang sama.
.
.
BAD DESTINY
.
.
Waktu berlalu dengan cepat. Sudah lebih dari sebulan keempat sahabat itu kembali ke kota. Mereka menjalani kehidupan sama seperti dahulu hanya sekarang mereka memiliki seseorang yang selalu disampingnya. Kecuali Kyungsoo.
Kyungsoo mencoba bertahan dalam kesendiriannya. Beberapa kali ia mengalami perubahan. Tapi semua akan berhenti hanya dengan bau dari baju Kai. Walaupun efeknya tak terlalu lama tapi Kyungsoo tak pernah absen membawa baju Kai. Ia beberapa hari ini sedikit resah. Bulan purnama akan kembali. Purnama bulan lalu ia lalui dengan jeritan dan kesakitan. Ia mencoba bertahan. Hanya Pak Lee yang membantunya karena ketiga temannya harus selalu bersama saat purnama dengan para manusia serigala.
Kali ini Kyungsoo tak bisa lagi bertahan. Ia sudah tak sanggup menahan perubahannya yang mendadak. Terkadang ia takut keluar rumah. Ia takut tiba-tiba saja ia mengalami perubahan dan tak dapat mengendalikannya.
Kyungsoo duduk ditaman belakang kampusnya yang sepi. Disinilah ia banyak menghabiskan waktunya. Ia menghindari kerumunan orang banyak. Terkadang keramaian membuat tubuhnya panas dan tak terkandali. Ia takut akan melukai orang-orang sekitar. Kyungsoo mengendus-enduskan hidungnya. Tiba-tiba saja ada bau yang dikenalnya disekitaran kampus. Kyungsoo tak yakin itu bau milik siapa tapi bukan dari ketiga temannya dan bukan pula dari para manusia serigala.
Kyungsoo mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru taman. Tapi tak ada siapapun selain dirinya. Bau itu semakin kuat. Kyungsoo sangat mengenalinya. Kyungsoo mengendus tangannya. Kyungsoo membongkar tasnya dan mengendus setiap barang yang ada didalam tasnya. Tangannya mengambil sebuah baju dan mengendus baunya. Baunya sama. Bau yang selama ini ia rindukan. Bau yang selalu menjadi candunya untuk ia cium walaupun pemiliknya tak ada disampingnya. Kyungsoo merindukannya. Merindukan pemilik bau ini.
"Kenapa kau mengendus bajuku seperti itu?"
Kyungsoo mendongak dan terperanjat kaget melihat sesosok namja berdiri didepannya. Kyungsoo menutup kedua mulutnya menggunakan baju yang dipegangnya. Bau ini sangat kuat. Bau itu berasal dari namja didepannya. Namja yang selama ini ia inginkan disisinya. Namja yang tanpanya ia tak akan bisa hidup. Namja yang selalu mengisi setiap harinya dipikirannya.
Tanpa sadar Kyungsoo menitikkan air matanya. Namja itu berjongkok didepan Kyungsoo hingga menyetarakan wajahnya didepan wajah Kyungsoo. Namja itu mengulurkan tangannya dan bergerak menghapus air mata yang keluar. Kyungsoo mencengkeram kuat baju didepan mulutnya guna menahan isakan tangisnya. Tangan yang sudah ia rindukan menyapu pipinya dengan lembut membuat segala perasaannya keluar. Kyungsoo ingin sekali berteriak keras pada dunia bahwa ia merindukan namja ini. Namja yang merupakan takdirnya. Namja yang hanya akan ada bila ia ada.
"Kenapa kau menangis?"
Suara lembut dari namja itu membuat Kyungsoo semakin deras mengeluarkan air matanya. Namja itu menarik Kyungsoo kedalam pelukannya. Ia usap punggung Kyungsoo lembut dan penuh perhatian. Kyungsoo menangis sekencang-kencangnya didalam pelukan orang tercintanya. Tak ada yang lain. Kyungsoo hanya menginginkan lelaki ini. Ia tak butuh hidup jika lelaki ini tak ada bersamanya.
"Aku disini. Aku kembali"
"K-Kai...K-Kai...K-Kai..."
"Ssssttt..Tenanglah"
Kyungsoo merancaukan nama Kai berkali-kali. Kai terus memeluk Kyungsoo.
"Maaf mengganggu anda. Tapi sebaiknya kita segera pergi dari sini Tuan muda. Lebih aman jika kita berada dilingkungan kita"
Kai menoleh dan mengangguki perkataan Pak Lee. Ia disini hanya untuk menjemput Kyungsoo. Ia tak ingin kelabilan Kyungsoo dengan perubahannya memunculkan masalah. Kai membopong Kyungsoo bridal style. Kyungsoo tertidur pulas dalam pelukannya. Ia rasa Kyungsoo sengaja menahan kekuatannya hingga membuatnya kelelahan.
Pak Lee membukakan pintu mobil untuk Kai dan Kyungsoo. Setelah memastikan kedua tuannya masuk, Pak Lee ikut masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil menuju kediaman para manusia serigala. Selama perjalanan Kai tak pernah melepas Kyungsoo dalam dekapannya. Ia mengamati bagaimana Kyungsoo terlelap dalam pelukannya. Begitu manis dan begitu cantik. Kai mengecup kening Kyungsoo.
.
.
BAD DESTINY
.
.
Kai membaringkan tubuh Kyungsoo diranjang. Ia usap pelan rambut Kyungsoo. Betapa ia merindukan belahan jiwanya. Selama sebulan ia menanggung rasa menyakitkan yang sama seperti Kyungsoo. Sungguh ia tak bisa berjauhan dengan Kyungsoo.
Kai membaringkan tubuhnya disebelah Kyungsoo dan memeluknya erat. Ia sesapi aroma tubuh Kyungsoo yang sangat ia rindukan. Ia selalu mendambakan aroma Kyungsoo. Hanya aroma Kyungsoo yang membuatnya tenang.
Sebuah ketukan dipintu kamarnya menyadarkan Kai dari tidurnya. Kai beranjak pelan dari ranjangnya agar tak membangunkan Kyungsoo. Kai mengecup dahi Kyungsoo dan meninggalkan Kyungsoo yang masih terlelap. Kai membuka pintu kamarnya dan melihat saudara-saudaranya menunggunya diluar.
"Kita perlu bicara" ucap Kris.
Kai mengangguk. Ia menutup pintu pelan. Kai mengikuti ketiga saudaranya diruang tengah. Keempat saudara itu berkumpul dengan keterdiaman. Mereka hanya saling pandang satu sama lain. Kai bingung dengan sikap saudara-saudaranya. Sudah beberapa menit berlalu dan tak ada satupun yang membuka suaranya.
"Sebenarnya kalian ingin membicarakan apa? Kedatanganku?" tanya Kai memulai.
Ketiga orang lainnya langsung menoleh kearah Kai.
"Yah...begitulah" jawab Kris asal-asalan.
"Kami tak tau harus bertanya apa padamu. Kau datang dan kami tak menduganya" imbuh Chanyeol.
Kai menghela nafas.
"Aku kemari hanya ingin menjemput Kyungsoo. Dia tak bisa terus-terusan jauh dariku. Itu sangat berbahaya"
"Tapi ia punya kehidupan disini, Kai. Kau tak bisa egois" sanggah Kris.
"Aku juga punya kehidupan, hyung! Kehidupanku hanya Kyungsoo!" sembur Kai marah.
Mata Kai mulai berubah kuning dengan gigi yang mulai menunjukkan taringnya.
"Tenanglah, Kai. Bukan itu maksud Kris hyung" ucap Chanyeol menenangkan.
"Kyungsoo adalah 'mate'ku. Aku berhak mengaturnya!" desis Kai.
"Kami tau tapi apakah kau tak bisa membiarkan Kyungsoo tinggal disini?" tanya Chanyeol.
Kai berdiri. Ia tatapi saudara-saudaranya.
"Asal kalian tau, Kyungsoo bukan lagi manusia. Ia tak akan sepenuhnya bisa bertahan disini"
Kai meninggalkan mereka.
Kris tau maksud dari kata-kata Kai. Sebagai yang tertua diantara mereka ia perlu memutuskan apa yang terbaik untuk ketiga saudaranya. Ia sudah berjanji kepada appa dan eommanya untuk menjaga adik-adiknya.
.
.
BAD DESTINY
.
.
Kai membuka pintu kamarnya dan menemukan Kyungsoo yang terduduk diranjang. Kyungsoo menatap Kai yang baru saja memasuki kamar mereka. Kai mengusap rambut Kyungsoo. Kyungsoo hanya menatap Kai dengan mata berairnya. Kai yang tau sebentar lagi Kyungsoo akan menangis langsung memeluk Kyungsoo.
"Sssttt...tenanglah. Kenapa kau berubah jadi cengeng seperti ini?"
Kyungsoo menangis dipelukan Kai. Kai diam dan menunggu Kyungsoo hingga tenang. Kai mengelus punggung Kyungsoo pelan. Beberapa kali Kai mengecup pucuk kepala Kyungsoo. Akhirnya ia bisa merasakan kehangatan belahan jiwanya. Sebulan terakhir ia tersiksa sendiri. Kesakitan Kyungsoo membuatnya menderita berkali-kali lipat.
Kai sadar jika batas kemampuan Kyungsoo sudah semakin menipis. Kyungsoo tak akan bertahan lebih lama lagi berada jauh darinya. Akhirnya ia memutuskan untuk menjemput Kyungsoo. Kyungsoo bukan lagi manusia normal pada umumnya. Ia sudah berbeda dan tak seharusnya ia tinggal dilingkungannya dulu.
Kai melepaskan pelukannya dan mendorong Kyungsoo agar bisa melihat wajahnya. Kyungsoo masih saja mengeluarkan air matanya. Kai menghapus jejak air mata diwajah Kyungsoo.
"Apa kau begitu merindukanku?"
Kyungsoo mengangguk. Kai tersenyum.
"Jika begitu kita kembali ke hutan. Apa kau keberatan?"
Kyungsoo menggeleng.
"Aku tak bisa hidup tanpamu, Kai. Aku tak akan lagi meninggalkanmu. Aku akan menuruti semua kemauanmu. Asal aku bisa terus bersamamu"
"Aku tau. Aku juga tak akan melepaskanmu. Hidupku sangat menyakitkan saat kau tak ada. Kita saling melengkapi. Aku tak ingin kau jauh dariku lagi"
Kyungsoo memeluk Kai. Ia tak mau lagi berpisah dengan Kai. Ia akan menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Kai. Tak peduli jika ia tak akan bisa hidup layaknya manusia biasa karena sekarang memang ia bukan manusia biasa.
.
BAD DESTINY
.
Keputusan sudah dibuat. Kyungsoo akan kembali ke hutan bersama Kai. Ia tak akan lagi memikirkan kehidupan manusianya karena sekarang ia sadar jika ia bukan seorang manusia biasa lagi.
Kyungsoo menatap ketiga sahabatnya yang terlihat murung. Setelah Kyungsoo menceritakan kondisinya dan keputusannya, ketiga sahabatnya ini hanya diam. Kyungsoo sengaja tak mengajak para manusia serigala lain untuk bergabung dalam diskusi mereka. Kyungsoo hanya ingin mereka berempat saja yang berkumpul.
"Maafkan aku jika ini keputusan yang terdengar egois. Tapi aku harap kalian mengerti" tutur Kyungsoo.
"Aku tau ini berat untukmu, Kyung. Kami terlalu egois mempertahankanmu disisi kami. Karena sekarang situasinya tak sama lagi" balas Luhan.
Kyungsoo tersenyum. Luhan memang yang paling tua diantara mereka dan Kyungsoo tau jika Luhan akan cepat mengerti kondisinya. Kyungsoo melihat kearah Tao dan Baekhyun yang masih terdiam. Kyungsoo memeluk keduanya.
"Maafkan aku jika sebulan ini aku selalu membuat kalian khawatir"
Baekhyun dan Tao membalas pelukan Kyungsoo. Tao sudah mulai menangis tersedu-sedu. Luhan mengusap punggung Tao pelan. Ia sadar jika Tao termuda diantara mereka dan da paling tidak stabil dalam emosinya.
"Maafkan kami, Kyungsoo-ah. Aku terlalu egois" sesal Baekhyun.
"Kau memang selalu egois, Byun" canda Kyungsoo.
Luhan terkekeh dan ikut memeluk ketiga sahabatnya. Selamanya tak akan ada yang dapat memisahkan mereka.
"Apa kalian harus saling memeluk seperti itu?" desis Kai.
Kyungsoo melepaskan pelukannya dan menatap Kai. Dibelakang Kai ada ketiga manusia serigala lainnya. Kyungsoo tersenyum dan menghampiri Kai. Kyungsoo langsung memeluk Kai. Kai balas memeluk Kyungsoo.
Kris langsung berada disamping Tao dan menyeka air mata Tao. Chanyeol dan Sehun langsung memeluk 'mate' mereka masing-masing.
"Sialan! Bau Kyungsoo menempel ditubuh Baekhyun!" geram Chanyeol.
"Aku harus membersihkanmu, Lu!" kesal Sehun.
"Kita harus segera ke kamar, Tao!" desis Kris.
Ketiga manusia serigala itu langsung saja membawa 'mate' mereka masing-masing ke kamar mereka. Kyungsoo hanya menatap tak mengerti kearah tiga orang itu. Kyungsoo menatap Kai.
"Kau tak seharusnya memeluk manusia yang sudah dimiliki, Soo. Bau tubuhmu akan tertinggal ditubuh mereka dan pasangan mereka tak pernah suka mencium ada bau manusia serigala lain ditubuh 'mate'nya" jelas Kai kalem.
"Benarkah? Lalu apa ditubuhku kau mencium bau manusia?"
Kyungsoo mengendus bau tubuhnya.
"Aku bisa menciumnya walaupun samar. Bau tubuhmu dan bau tubuhku melekat kuat ditubuhmu. Kecuali ada manusia serigala lain yang memelukmu pasti aku langsung tau"
"Apa sebegitu terciumnya?"
Kai mengangguk.
"Kau harus lebih berhati-hati mendekati teman-temanmu itu. Manusia serigala tak suka 'mate'nya berdekatan dengan manusia serigala lain"
Kyungsoo mengangguk.
.
BAD DESTINY
.
Akhirnya hari perpisahan Kyungsoo dengan sahabat-sahabatnya datang. Baekhyun dan Tao sudah menangis sedari tadi. Luhan berusaha membuat dirinya tegar. Kyungsoo memandangi ketiga temannya maklum. Ini kali pertama mereka memutuskan untuk saling berpisah.
Kyungsoo ingat dulu mereka berjanji untuk saling bersama selamanya. Mereka tak mudah dipisahkan dengan apapun. Dan akhirnya semua janji itu harus teringkari dengan kondisi yang tak mungkin mereka kesampingkan.
Baekhyun dan Tao hendak berlari dan memeluk Kyungsoo tapi ditahan oleh kekasih mereka. Geraman terdengar kuat dari mulut Kris dan Chanyeol. Sehun hanya diam dan menggenggam kuat tangan Luhan.
"Kita masih bisa bertemu lagi Baek, Tao dan Luhan hyung. Aku tak ingin kalian dihukum karena kalian memelukku. Jeritan kalian malam itu sungguh menggangguku" gurau Kyungsoo.
Kai menunjukkan smirknya. Ia tau bagaimana posesifnya seorang manusia serigala kepada 'mate' mereka. Kai mengajak Kyungsoo memasuki mobil yang akan membawa mereka kembali ke hutan. Kyungsoo melambaikan tangannya sebagai salaman perpisahan.
Mobil melaju meninggalkan rumah para manusia serigala itu. Baekhyun dan Tao menangis semakin kencang dan memanggil nama Kyungsoo. Luhan mulai menitikkan air matanya. Sehun langsung memeluk Luhan dan menenangkannya. Kris membawa Tao kedalam. Chanyeol sedikit kualahan menghadapi tangisan Baekhyun dan akhirnya membekapnya dengan mulutnya kemudian melumatnya kasar.
Kyungsoo dan Kai saling menggenggam selama diperjalanan. Keduanya saling memandang dan tersenyum. Kebahagiaan mereka terasa sempurna saat mereka bersama. Mereka sadar jika sebuah takdir dapat mempersatukan mereka dan membuat mereka bahagia.
Pada awalnya takdir mempermainkan mereka. Dari seseorang yang diburu akhirnya menjadi seseorang yang menemanimu sampai mau memisahkan. Kenyataan pahit akan dua kenyataan berbeda membuat Kai semakin dewasa. Ia bimbang awalnya tapi kini ia lebih menerima takdirnya. Kenyataan ia tak kan pernah bisa hidup tanpa Kyungsoo meruntuhkan segala dendamnya. Ia tak peduli lagi dengan itu. Asal Kyungsoo selalu bersamanya ia akan bahagia.
Kyungsoo adalah kehidupan Kai. Begitu juga sebaliknya. Karena mereka diciptakan untuk bersama. Kai ada untuk Kyungsoo dan Kyungsoo ada untuk Kai. Takdir yang awalnya ditentang akhirnya berbuah manis.
.
.
.
.
.
'Destiny is something we've invented because we can't stand the fact that everything that happens is accidental' –Kai
'Maybe it is our imperfections which make us so perfect for one another' –Kyungsoo.
END
Epilog
Kyungsoo memasak hidangan utama untuk keluarga besarnya. Kyungsoo tersenyum senang melihat kebersamaan keluarganya. Kyungsoo dapat melihat Tao dan Baekhyun saling berebut daging untuk mereka potong. Luhan langsung memarahi mereka karena membuat dapur semakin berantakan karena ulah mereka.
Kyungsoo merasa bersyukur akhirnya ia dan teman-temannya berkumpul. Walaupun mereka tak bisa tinggal bersama didalam hutan tapi setiap liburan ketiga temannya akan berkunjung ke hutan bersama kekasih mereka.
Kyungsoo meletakkan sup yang dibuatnya dimeja makan. Ia msih melihat Baekhyun dan Tao saling berebut panggangan untuk memanggang daging.
"Bukankah mereka selalu ribut. Aku terkadang ingin sekali menendang mereka" gerutu Luhan.
"Tapi itu yang membuat rumah semakin ramai hyung" bela Kyungsoo.
"Dimana anakmu, Kyung?" tanya Luhan.
"Dia bersama Kai. Aku rasa sebentar lagi mereka kemari"
Dan benar saja. Para manusia serigala muncul. Kai menggendong dua anak. Yang satu berada dipunggungnya dan satunya berada di depan. Anak yang berada dipunggung Kai langsung melompat turun dan duduk dikursinya. Ia diam dan memperhatikan ibunya.
Kyungsoo tersenyum dan mengusak rambut anak tertuanya. Luhan ikut tersenyum dan memberikan sebuah daging panggang dihadapan anak itu. Anak tertua Kyungsoo dan Kai itu segera memakan makanannya.
"Kenapa kau memberinya daging segar Kai? Kau tau kan ia akan mencipratkan darahnya kemana-mana" marah Kyungsoo.
"Dia memintanya saat kami berburu tadi" sanggah Kai.
"Tapi kau tak perlu memberikannya"
Kyungsoo mengambil alih gendongan anaknya dari Kai. Ia bawa anak keduanya itu ke kamar untuk mengganti pakaiannya yang penuh darah. Kai mendekati anak sulungnya.
"Jaga sikapmu, sobat. Appa ingin melihat eomma dan adikmu"
Anak sulung Kai mengangguk sambil mengunyah dagingnya.
Kris, Sehun dan Chanyeol sudah duduk sedari mereka datang dan memakan daging setengah matang buatan kekasih mereka.
"Jongsoo-ya. Kau mau tambah dagingnya?" tanya Baekhyun lembut.
Jongsoo meletakkan dagingnya dan menatap Baekhyun.
"Kata eomma aku harus menghabiskan dulu daging yang ada dipiring baru boleh tambah lagi" jawabnya polos.
"Aaaaa...Kyeopta" pekik Baekhyun heboh melihat kepolosan keponakannya.
"Kau terlalu berlebihan, Baek" tegur Luhan.
"Dia sangat menggemaskan, hyung! Kyungsoo benar-benar mengajarinya sopan santun"
"Tentu saja. Kyungsoo paling sopan diantara kita tak seperti kau" sindir Luhan.
Baekhyun mendengus.
Tak beberapa lama Kyungsoo dan Kai kembali ke meja makan dengan anak bungsunya yang sudah rapi. Kai mengangkat anak sulungnya dan memangkunya sedangkan Kyungsoo memangku anak bungsunya.
"Kau mau tambah lagi, sobat?" tanya Kai.
Anak sulung Kai menggeleng.
"Jongsoo sudah kenyang appa. Bolehkah Jongsoo bermain diluar?" tanya Jongsoo penuh harap.
"Tidak ada yang boleh meninggalkan meja makan jika semua belum selesai makan, sayang" tegur Kyungsoo.
Jongsoo mengangguk kecil. Ia tak berani melawan perkataan eommanya. Kai mengusak rambut Jongsoo. Ia tau jika anaknya sangat bosan disini. Tapi ia juga tak bisa membantah perkataan Kyungsoo.
"Biarkan saja, Kyung. Kasian Jongsoo" bujuk Luhan.
"Tidak, hyung. Jarang sekali kita dapat berkumpul bersama. Paling tidak ia harus lebih sering berkumpul dengan keluarganya" tolak Kyungsoo.
"Bagaimana kandungan kalian? Aku dengar kalian mengandung secara bersamaan" tanya Kyungsoo.
"Sangat melelahkan, Kyung. Terkadang aku akan merasa kesakitan seharian penuh" keluh Baekhyun.
"Aku bahkan sampai tak bisa melakukan apa-apa. Hanya berbaring dikasur" gerutu Tao.
"Walaupun begitu kami masih baik-baik saja. Untuk saat ini kami harus selalu diawasi. Kondisi kami tak terlalu stabil" jelas Luhan.
"Aku harap kalian melewatinya dengan baik. Aku masih ingat dulu waktu pertama kali mengandung Jongsoo. Sangat menyiksa. Kai bahkan tak bisa meninggalkanku sedetikpun. Aku terkadang mengamuk dan mulai kehilangan kendali" cerita Kyungsoo.
"Kalian akan melewatinya dengan mudah karena ada seseorang yang selalu berada didekat kalian" lanjut Kyungsoo dengan senyumannya.
.
.
.
.
END
HAI...I'm back! Ada yang kangen cerita ini? kkkk. Ini cerita udah lama pake banget. Maaf baru bisa update sekarang. Jadi gini ceritanya #curcoldikit. Cerita ini udah lama aku kelarin tapi setiap kali aku mau submit selalu eror dan akhirnya bikin BT. So aku males n ga aku ulangin lagi.
Akhirnya ini kelar juga. Dan aku ada project baru judulnya 'I dont Need a Man'. GS sih tapi ga papa lah ya. Yang mau silahkan mampir. Sekalian promosi disini lah ya. KKKK. Makasih banget untuk semuanya. Tanpa kalian aku tak akan berkembang seperti sekarang. Walaupun aku ga tau kapan bisa post cerita kaisoo lainnya tapi aku harap cinta kalian ke Kaisoo ga berkurang.
Maaf banget ga bisa nyebutin satu-satu dari kalian. Tapi aku seneng banget kalian bisa dukung cerita ini yang udah berdebu, kkkk. Akhir kata GOMAWO~~~ SARANGHAE~~~~
EXO SARANGHAJA!
WE ARE ONE!
REVIEW JUSEYO~~~~
