Chapter 13 : Preparation Before War (Ai Chapter)

Halo semuanya namaku adalah Hoshino Ai mantan idola yang sudah berumur 20 tahun sekarang kali ini aku akan membuka cerita dengan segala kebosanan ku.

Di hari yang panas ini aku berada diatas Gedung pencakar langit yang ada di kota Beika yang berada di daerah Tokyo Bersama dengan teropong analisis yang dibuat oleh Azazel, yap pria yang membangkitkan ku kembali dan membuatku menjadi malaikat jatuh.

"hmm masih belum ada yang baik aku lihat." Aku berujar pelan sambal terus melihat kearah kota dimana orang-orang berjalan-jalan di trotoar, ada seorang pegawai restoran pizza yang membawa banyak pesanan pizza.

*Kriiiiiingggggg*

Suara bunyi alarm membuat ku menoleh kearah ponsel ku melihat jam menunjukkan jam 12 siang, hal itu membuat ku masuk kedalam Gedung dan berjalan menuju sebuah aula besar yang ada di lantai atas itu, disana terlihat 'Raja' ku dan Azazel yang sudah menunggu ku disana.

"hmm sepertinya sudah datang yah." Ujar Azazel menyambut kedatangan ku, sementara itu 'raja' ku malah menyiapkan Light Stick serta memakai baju I LOVE AI serta bandana yang membuat ku merasa lucu melihat 'Raja' ku itu.

"oke objektif mu kali ini adalah lakukan performance 15 lagu berturut-turut tanpa jeda." Ujar Azazel yang dengan gilanya menuliskan 15 judul lagu yang membutuhkan banyak gerakan serta banyak nyanyian.

Aku hanya bisa menatap horror melihat daftar lagu yang diberikan oleh Azazel.

"dan jangan lupa alirkan Mana mu kedalam suara mu serta perluas jangkauannya sekuat yang kamu bisa." Ujar Azazel menambahkan tugas lainnya yang membuat ku langsung menatap kearah 'Raja' dengan tatapan 'mustahil,mustahil,mustahil selamatkan aku!' sementara itu 'Raja' ku hanya menatap ku dengan tersenyum sambil memperlihatkan Lightsticknya dengan tatapan sangat bersemangat.

Aaah matilah aku.

Aku pun mulai naik keatas panggung yang ada di aula itu sebuah panggung yang terletak di tengah-tengah aula dan disaat yang bersamaan lagu sudah dimulai, yang aku lakukan pertama adalah memfokuskan mana ku pada area tenggorokan hal itu untuk memicu skill "Area Song" dengan skill itu aku diharuskan menyanyi maka semua area yang mendengar suara ku akan mendapatkan penyembuhan baik kawan ataupun lawan serta beberapa efek positive.

Kemudian aku mulai bernyanyi dan menari hal itu dibarengi oleh 'Raja' yang ikut menari menggunakan Lightstick sementara itu Azazel hanya menatap ku dengan tatapan dia memang hebat.

Lagu pertama berjalan sampai kurang lebih lima menit, aku masih bisa berdiri dan menari dengan energik meski cukup banyak keringat yang turun karena lagu ini merupakan lagu yang cukup banyak koreografinya hal itu membuat ku cukup banyak bergerak.

Kemudian sudah dimulai Midley ke lagu kedua, namun saat mendengar nadanya membuat ku cukup terkejut karena daftar lagunya diubah oleh Azazel secara tiba-tiba dan lagu ini merupakan lagu keempat seharusnya dengan koreografi yang mungkin sedikit lebih santai daripada yang pertama namun tetap melelahkan.

Azazel masih tersenyum melihat efek healing dari lagu yang kunyanyikan terlihat sangat baik itu membuat ku merasa sedikit bangga dengan skill milikku namun tetap saja menyanyi dan menari terus sampai 10 menit itu cukup melelahkan berbeda dengan tampil dipanggung dimana ada acara rehat nya dimana kami bisa beristirahat sebentar Azazel gila ini tidak memberikannya kepada ku.

Aku mulai merasakan bahwa kaki ku mulai keram dengan nafas yang masih aku usahakan untuk teratur, karena sangat penting bagi lagu untuk mengelola nafas agar terus teratur namun itu sulit dilakukan apalagi dengan koreografi.

*Buk*

Saat masuk lagu ketiga kaki ku sudah tidak kuat lagi untuk menopang tubuh ku sehingga aku terjatuh karena kelelahan, nafasku memburu, jantung ku terasa tidak akan berdebar normal dalam beberapa saat, aku cukup heran kenapa batas fisik ku masih sama saat aku menjadi manusia, aku dengar Azazel mengatakan kalau malaikat jatuh memiliki kekuatan fisik yang lebih tinggi dari manusia.

"dua lagu yah, cukup hebat untuk menyandang gelar idola terbaik dengan efek penyembuhan yang bagus dan tambahan efek kekuatan yang jika diluar 'area' lagu mu hanya akan bertahan 30 detik namun itu sudah cukup bagus,namun kamu masih harus menambahkan stamina mu serta kapasitas mana mu agar kau bisa bertahan lebih lama." Ujar Azazel menilai apa yang harus di tingkatkan dari diriku.

Sementara itu 'Raja' melemparkan sebuah soda aku langsung mengambilnya hal itu membuat raja ku tersenyum melihat latihan ku, apakah aku sudah mulai berkembang? Aku harap aku bisa berkembang karena 'Raja' ku menjanjikan ku untuk boleh menemui anak ku ketika aku sudah cukup kuat untuk melindungi diriku sendiri dan juga kedua anak ku.

Aku meminum soda itu aku merasa perlahan-lahan kelelahan ku berkurang.

"kau bahkan menggunakan benda itu saat latihan sepertinya kau benar-benar menyukainya yah." Ujar Azazel dengan nada sedikit menggoda 'Raja' ku yang kini dengan bangganya membusungkan dadanya.

"iya-iya aku tahu, lagipula waktu kita mungkin tinggal sedikit." Ujar Azazel dengan nada serius sementara itu 'Raja' ku hanya menghela nafas dan melihat kepalan tangannya aku tidak tahu apa yang ia pikirkan mungkin saja itu kejadian dari masa lalu yang jauh.

"benar juga, aku bahkan tidak akan terkejut jika Olympus hari ini mengibarkan bendera perang pada kita." Ujar 'Raja' ku dengan nada sedikit bercanda namun aku tahu itu cukup serius meski aku tidak terlalu tahu tentang Olympus namun mereka tetaplah mitologi dan berbeda dengan mitologi injil yang hanya memiliki satu dewa mereka memiliki banyak dewa hal ini membuat mereka mungkin tidak akan mudah untuk ditangani.

"maa yang penting sekarang lakukan ini sampai jam latihan mu berakhir." Ujar Azazel memberikan sebuah list yang membuat mata ku cukup melotot menari sambil menyerap mana dari udara lalu jika sudah penuh keluarkan menggunakan nyanyian agar tidak terjadi mana Overload pada tubuh, dan tentu latihan kali ini akan sangat melelahkan.

Sementara itu 'Raja' ku hanya menghela nafas kemudian membuat muka murung, aah jika wajah itu sudah muncul kemungkinan ada sesuatu yang tidak ia sukai akan ia lakukan, aku sering melihat wajahnya seperti itu ketika aku tersenyum kepada fans pada acara jabat tangan, atau ketika acara foto-foto.

"ada apa, kenapa wajahmu seperti itu?" tanya ku dengan nada heran, sementara itu 'Raja' ku hanya menghela nafas.

"aku harus ke boston amerika karena aku mendengar kabar kalau disana ada seseorang yang mungkin cukup berbakat bahkan sampai bisa mengalahkan malaikat jatuh posisi rakyat yang dimiliki Azazel." Ujar 'Raja' ku dengan nada santai.

Itu cukup mengejutkan meski posisinya adalah rakyat biasa yang merupakan posisi terlemah namun malaikat jatuh yang terlemah seharusnya masih lebih kuat dari manusia biasa, bila ada manusia yang bisa mengalahkan malaikat jatuh apakah dia memiliki sacred gear atau penyihir atau mungkin juga seorang Exorcist.

"kalau begitu lanjutkan latihan mu yah, tiap 5 jam aku akan teleport ke samping mu untuk memastikan dirimu aman." Ujar 'Raja' ku dengan nada santai namun terdengar cukup mengerikan untuk pergi dan kembali dari sini ke amerika hanya dalam waktu 5 jam.

Yaa bisa dibilang 'Raja' ku ini cukup overprotective serta memiliki ke kompleksan kepada ku, yaa aku tahu dia itu pernah menjadi fans fanatic ku atau bisa dibilang wota namun dia cukup menyeramkan untuk bisa melakukan banyak hal seperti itu, aah mungkin aku harus mengubah gaya pikirku mungkin masih terlalu manusia.

Kemudian pergilah Azazel dan 'Raja' ku dalam teleportasi mereka, sementara itu aku melanjutkan latihan ku yang mungkin akan sangat menyiksa ku dan akan membuat ku kelelahan dan mungkin tidak bisa berjalan seharian.

Latihan itu memakan waktu sekitar 3 jam aku tidak tahu sejauh mana aku berkembang aku juga tidak tahu apakah performa ku tetap terjaga setelah 3 jam menari dan menyerap mana dari udara serta beberapa kali bernyanyi untuk mengeluarkan mana yang penuh dari dalam tubuh ku.

Tapi yang pasti sekarang aku tidak bisa berjalan, bahkan bergerak saja tidak bisa, tubuh ku menjadi sangat kaku mungkin karena efek bergerak berlebihan, aku merasa cukup inferior aku merasa sangat lemah setelah melihat kekuatan yang dimiliki oleh Azazel dan juga 'Raja' ku meski mereka mengatakan itu wajar karena mereka adalah veteran perang sementara aku hanyalah manusia yang hidup kurang dari 100 tahun, namun perasaan tidak berdaya itu benar-benar menghantui ku.

Hal ini membuat ku cukup takut apabila ada mahluk seperti 'Raja' ku yang merupakan fans ku di masa aku hidup sebagai idol tahu kalau aku punya dua anak, aku sangat takut bila mereka menyakiti anak-anak ku, meski 'Raja' ku menjanjikan keamanan kepada kedua anakku namun tetap saja aku masih merasa tidak aman karena aku sendiri tidak Bersama mereka.

Selain itu aku juga takut bila 'ibu' kandung ku menemukan Aqua dan Ruby mungkin dia akan melakukan hal gila kepada mereka mengingat dia adalah criminal.

Setelah beberapa saat bergumul dengan perasaan inferior aku mulai bisa menggerakkan tubuh ku dan kini aku mengambil handuk untuk mengelap keringat yang keluar dari tubuh ku kemudian berjalan ke atas Gedung pencakar lagi untuk memantau orang yang mungkin memiliki kemampuan yang baik untuk di masukkan kedalam jajaran Fallen Angels Card serta dimasukkan kedalam Guild.

Teropong ku melihat lima orang anak-anak yang sedang bermain bola di lapangan, cukup mengherankan karena dua dari anak-anak itu ditunjukkan berumur 16 dan 17 tahun.

"Nama : Edogawa Conan(Fake) Kudo Shinichi (Real), dan Haibara Ai (Fake) Miyano Shiho (Real)"

"Edogawa Conan Skill : Great Deduction,Eye Analysis(Potensial),Collect Information, Bull Eyes."

Hmm tipe-tipe pengintai yah, skill yang dimiliki cukup bagus dengan potensi bisa melakukan Eye Analysis dia bisa jadi asset yang bagus bila di rekrut kedalam Konoha, cukup jarang seseorang memiliki eyes analysis bahkan Azazel harus menggunakan batu khusus untuk membuat teropong ini dan agar dia bisa gunakan juga.

Selanjutnya ada Haibara Ai nama samarannya cukup mirip dengan nama ku bahkan bila di inisialkan aku dan anak ini mungkin akan terjadi kebingungan HA siapa aku atau anak ini namun ini cukup menarik.

Anak itu berumur 17 tahun aslinya kemampuannya adalah Pharmacist, Strategist sejujurnya kemampuan ini sangat bagus apalagi untuk perang kita tidak bisa mengandalkan healer apalagi healer seperti ku yang tipe healing area dimana ada kemungkinan musuh juga bisa tersembuhkan jadi akan baik jika memiliki seseorang yang bisa membuat obat untuk para perwira yang maju ke medan perang ini akan menjadi booster yang sangat bagus.

Conan langsung menatap ku dengan tatapan serius sontak membuat ku langsung bersembunyi aku tidak menyangka dia bisa melihat ku dari jarak yang sangat jauh itu apakah itu efek skill Bulls Eyes? Kemampuannya tidak main-main mungkin aku harus berhati-hati dalam mendekati kelima anak itu.

Aku kemudian menghela nafas dan mulai berjalan keluar dari atas menuju keluar dari Gedung ini tentu dengan menggunakan lift ditambah masker serta topi dan juga sweater Panjang pakaian ini seperti pakaian stalker itu sangat risih dan juga sangat panas mudah membuat seseorang berkeringat.

Aku membuka ponsel ku kebetulan ada pesan masuk dari 'Raja' ku yang berbunyi "datanglah ke kafe mango" sepertinya dia sudah memilih kafe untuk tampil bernyanyi, nampaknya ia tidak ingin aku merasa gugup didepan orang sehingga dia masih sering mencarikan kafe tempat untuk bernyanyi selain itu jika hanya bernyanyi aku bisa sekalian berlatih mengeluarkan mana secara perlahan mungkin melakukan Area Song disana untuk latihan.

Selain itu manusia awam tidaklah mengetahui bahwa sihir dan Mana sebenarnya ada bahkan untuk saat ini masih dianggap sebatas dongeng sebelum tidur namun bagi ku tidak bagi kami hal itu ada karena kami adalah sosok yang membuktikan kalau hal itu sebenarnya ada.

Aku pergi ke café yang diminta sembari aku berjalan aku sempat memeriksa beberapa orang yang satu lift dengan ku dan seseorang menarik perhatian ku, seseorang dengan rambut Panjang berwarna silver yang kubaca dipanggil dengan kodename Gin, dia juga memiliki Bulls Eyes yang sama seperti yang dimiliki Conan, namun kemampuan deduksinya masihlah kurang namun dia memiliki kemampuan yang cocok untuk menjadi seorang komander jadi mungkin dia bisa masuk kedalam list.

Setelah keluar darisana aku pergi ke café mango namun di tengah jalan seorang anak kecil yang tadi kuperhatikan memergoki ku, dia adalah Edogawa Conan, dia sendiri menatap ku tajam seolah tatapan yang tidak pantas dimiliki oleh anak kecil sepertinya, ah mungkin karena sebenarnya dia sudah berumur 16 tahun jadi dia bisa menunjukkan raut wajah yang seperti itu.

"aku ingin tahu kenapa kamu mengawasi ku." Ujar Conan dengan nada serius, seperti dugaan ku namun ini cukup aneh seseorang yang cukup pintar seperti Kudo Shinichi yang bahkan dijuluki Holmes era Reiwa ini melakukan hal bodoh dengan langsung mendatangi orang yang mengawasinya entah apa dia menjadi bodoh karena kebanyakan bermain dengan anak-anak atau menjadi kelewat berani karena aku tidak mengetahui identitasnya? Namun apapun itu tidak baik untuk langsung menyergap sehingga aku hanya bisa menahan senyum penuh kemenangan ku mungkin dengan ini aku bisa merekrutnya lebih cepat dari dugaan ku.

TBC

Hari ini bagian persiapan perang dan ini terjadi pada saat yang bersamaan ketika Naruto berangkat menuju Arseid, oke mungkin sekian dulu lalu ADIOOOSSS