"The way I love you (BTS)"

.

.

Summary:

"Hanya kumpulan cerita dengan BTS pairing sebagai karakter utamanya, yang pwp dan absurd"

.

.

WARNING!YAOI!ABSURD!MATURE CONTENT!PWP!

.

.

DONT LIKE!DONT READ!

.

.

-Chap 4-

"Hmmzz"

Vkook

(Kookie 15th dan yg lain 25+)

.

.

~Hope you like it~


"Lepaskan brengsek!" Namja kecil itu terus meronta, saat kedua namja tinggi disampingnya mencengkram kedua tangannya.

"Aku tidak tau apa-apa !" Bahkan ia sama sekali tidak mengerti kenapa ia harus dibawa kesini. Seenaknya saja orang-orang tidak jelas ini menyeretnya, saat dirinya sedang berjalan pulang sekolah.

"Diam kau bocah! Teriakanmu itu merusak pendengaranku," Seorang Namja yang memegang lengan kirinya berkata lelah. Penangkapan si bocah cilik ini benar-benar merepotkan. Sulit dipercaya anak ini membuat dirinya kewalahan dengan kemampuan taekwondo yang dimilikinya. Baju kemejanya saja sampai robek, dan itu sangat disayangkan padahal bajunya itu hadiah ulang tahun dari ibunya.

"KENAP-"

Plakk!

Belum sempat ia berteriak untuk kesekian kalinya, dirinya sudah ditampar keras.

"Persetan denganmu bocah sial! karenamu ponsel ku terjatuh ke sungai," ya Namja tinggi berambut coklat itu menampar pipi chubby si bocah. Napasnya naik turun menahan amarah sedari tadi. Kedua temannya meringis ngilu saat darah keluar dari mulut anak itu. Tamparan Namja itu sangat kencang. Jangan sampai mereka membuat Namja ceria itu marah seperti ini. Batin keduanya.

"Kau-"

Set!

Tangannya berhenti diudara tepat 10 cm sebelum mengenai wajah manis yang sekarang terdapat memar di sana sini. Tubuh ringkih itu nampak lusuh dan bergetar nampaknya sebentar lagi dia akan kehilangan kesadaran,pikirnya.

"Ada apa denganmu Taehyung!" singutnya, Namja itu menghempaskan tangan Taehyung dengan kesal. Ia sedang marah dan butuh pelampiasan untuk apa dia kasian pada bocah sampah yang membuat harinya hancur.

"Woah Hyung tenang sedikit Jin Hyung bilang kita tidak boleh menyiksanya berlebihan," Namja bersurai pirang itu menepuk-nepuk pundak yang lebih tua.

"Benar kata Taehyung Hoseok Hyung. Lagian kau bisa beli lagi apa susahnya sih?" Sahut yang satunya, Namja yang lebih pendek. Hoseok-namja yang memukuli anak tadi hanya bisa menghela napas dan duduk dibangku kayu samping mereka. Kalau sudah membawa-bawa nama 'Jin' dia hanya bisa menurut tanpa perlawanan sedikitpun.

"Kurasa aku tau masalahmu, bukan karena ponsel tapi karena Jieun kan?heh?" Tiba-tiba seorang Namja lagi menghampiri keempat orang itu, Namja sipit dan lesung pipi dalam yang akan terlihat ketika tersenyum, seperti sekarang ini.

Ia tersenyum miring pada teman satu linenya.

"Paling hanya tidak boleh tidur dikamar selama sebulan," ucapnya menimbang lalu disambut tawa oleh 2 orang lainnya di ruangan minim cahaya itu. Mereka berdua tertawa keras sampai membuat Hoseok berdiri dan menjitak dua maknae di tim mereka itu. Semua orang tau seberapa menakutkannya tunangan seorang Jung Hoseok bila marah karena tak diberi kabar sehari.

Bletak!

"Yaak Hyung!" "Appo," sontak keduanya mengusap kepala mereka yang terkena pukulan itu.

"Awas kau Kim Taehyung Park Jimin!" Namja berlesung pipi itu atau Kim Namjoon hanya bisa menggeleng melihat perilaku rekan-rekan setimnya ini. Mungkin saat diluar mereka akan terlihat menakutkan tapi kalau sudah dalam markas sendiri, perilaku mereka tak lebih dari anak sd. Ckck...

"Hei apa kalian yakin anak ini yang di maksud Jin Hyung," Namjoon menatap wajah anak itu dalam. Dia sedang berpikir.

"Huh?" Ketiganya menoleh pada Namjoon. Jimin mengangguk sebagai jawaban.

"Ya, dia adiknya, Hyung," Taehyung mendekati tubuh anak yang sekarang telah pingsan terlungkup diatas meja.

"Sekarang bagianku kan?" Ia tersenyum, dimata orang lain mungkin akan dianggap tampan tapi ketahuilah senyuman itu bisa berarti nasib buruk akan menghampiri anak bersurai hitam itu segera.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Eungh.." ia melenguh.

"Ahsss.." seluruh badannya terasa sakit apalagi bibirnya, ah dia tak ingin mengingat kejadian tadi lagi.

"Oh! Kau sudah bangun ya?" Pekik seseorang riang dari sudut ruangan. Namja itu mendongak untuk melihat siapa yang bisa-bisanya bahagia saat dirinya sedang menderita begini. Demi dewa! Ia harap ini mimpi saat onyx gelapnya melihat visualisasi orang paling berbahaya dalam list hidupnya. Orang itu Taehyung yang tadi melumpuhkan semua pergerakannya dan membuat kaki kirinya seakan mau patah. Tidak lagi..

"Hei apa aku seseram itu eoh?" Taehyung mendekati anak itu. Namja Kim itu memilih duduk di bangku depan bocah manisnya-nya? Baiklah abaikan Taehyung yang mulai mengklaim anak remaja didepannya ini.

"Jadi..kau adalah Jungkook?" Tanyanya, tapi Jungkook-yang ditanya hanya diam tak menjawab.

"Jungkook...Nama yang bagus.." Taehyung tersenyum diakhir kalimatnya.

Grep!

"Ahk.."

"Dan akan lebih bagus bila tidak ada nama 'Oh' didepannya," Jungkook meringis saat tangan besar Taehyung mencengkram dagunya kuat.

"Dimana Hyung mu berada sekarang?hmm?" Namja kecil itu menggeleng tak Taehyung tak menerima itu sebagai jawaban dari pertanyaannya.

Taehyung mendekatkan wajahnya dengan Jungkook. Ia menjilat darah yang sudah mengering di sekitar bibir mungil sewarna peach itu.

Oh!Shit!

Membuat sang empunya mergidik ketakutan. Ia ingin bersingut mundur tapi apalah dayanya saat kedua tangannya terikat dibelakang kursi yang ia duduki dengan kencang.

"Dimana Sehun?jawab," Taehyung kembali mundur menjauhi Jungkook.

"Aku bertanya sungguh-sungguh padamu..." ia menggigit belakang telinga Jungkook dan menghisap leher putih mulus itu.

"Ahh.." suara nista itu keluar begitu saja dari mulutnya. Ketika bibir hangat itu menyapa kulit lehernya, bergerak perlahan menyesapi setiap sisi leher Jungkook, jujur saat ini Namja 15 tahun itu hanya ingin pulang dan memeluk boneka bunnynya. Ia takut siapa saja tolong...

"Jangan membuatku melakukan lebih dari ini," Dalam hati dia tertawa gemas melihat wajah remaja yang baru mengalami masa puber . Bagaimana bisa ia yang meyakini dirinya normal beberapa jam yang lalu bisa merasa 'tegang' hanya dengan melihat keadaan bocah laki-laki kecil yang berpeluh dan wajah memerah padam.

"A-aku ti-tidak tau dimana dia..."suaranya bergetar ketakutan.

"Ahh..." Taehyung menyesap keras bagian leher belakang anak itu. Jungkook mendesah pelan. Padahal dia sudah menahannya semampunya. Tapi tetap saja...

"Baiklah kalau kau tak mau bekerja sama dengan baik...manis,"

Glek

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Taehyung membuka seragam sekolah yang Jungkook kenakan. Satu persatu kancing bajunya terlepas.

"Jangan..." bocah itu menggeleng cepat menatap Taehyung memelas. Siapa tau hatinya bisa tergerak untuk berhenti melakukan hal ini, ia masih anak dibawah umur, tapi ia tau apa yang biasanya akan terjadi selanjutnya. Dan akhirnya akan buruk, Jungkook sangat yakin itu.

"Ahngg.." ia mendesah lagi saat Taehyung menggigit nipple merah mudanya. Membuka seragam itu hanya sebatas sikunya, karena tangan anak itu diikat dengan tali oleh Namjoon jadi ia tak benar-benar membukanya.

Whoa~

Kesan pertama yang Taehyung dapat setelah melihat tubuh Jungkook. Putih bersih, mulus, tanpa cacat.

"Hmmhh," sengaja, Taehyung sengaja mengeluarkan suara seperti itu. Memang ia pikir nipple Jungkook permen(?) Tangannya yang bebas memelintir nipple sebelahnya.

.

.

.

.

.

"Ahhh.." Jungkook tak bisa berbuat apa-apa. Memberontak pun tak bisa badannya lemas. Perutnya sakit seperti ada sengatan listrik yang menyetrumnya setiap kali Taehyung menambahkan 'tanda' di sekitar dada pundak dan lehernya. Habis sudah harga dirinya sebagai anak keluarga Oh.

Tes

Tes

Tes

Taehyung mendongak.

"Hei jangan menangis manis... "

Namja Kim itu menghapus air mata yang turun melewati pipi chubby itu.

"Hiks...hiks...Ahjussi lepaskan aku..hiks..ku mohon...hiks a-aku aku tidak tau dimana Hyung ku sekarang...lepas...jebal..hiks...je-jebal," Jungkook tak peduli mau dirinya dianggap cengeng atau apa dia hanya ingin lepas dari orang ini. Dalam hati ia terus merapalkan nama ibu dan Hyungnya berharap tiba-tiba salah satu dari mereka datang dan menyelamatkannya. Walau itu sangat mustahil...

Taehyung menatap dalam sosok Jungkook yang menangis tertunduk. Hatinya sedikit tersentuh(?) pandangannya melunak. Apakah dia akan melepaskan Jungkook?

.

.

.

.

.

Maka jawabannya...

Tidak

Kim Taehyung sudah sangat 'panas' dan tidak mungkin melampiaskannya sendiri. Untuk apa ada sandera kalau bukan untuk dimanfaatkan? Right?

"Tatap mataku..." Taehyung mengangkat perlahan kepala tuan muda Oh itu. Mata mereka bertemu. Sepasang onyx gelap menatap takut hazel bening didepannya.

"Aku tidak akan menyakitimu pangeran kecil...aku akan melakukannya dengan cepat jadi kau tidak akan kesakitan..." ia mengelus surai hitam milik Jungkook. Kembali tersenyum manis berbanding terbalik dengan si Oh ini. Sekujur badannya menegang kala tangan kanan Taehyung masuk dalam celana sekolahnya yang memang pendek. Mengusapnya perlahan sampai Jungkook merasa lemas dan geli diwaktu bersamaan.

"A-ahk!" Namja bersurai hitam itu mendongakan kepalanya ke atas saat Taehyung meremas miliknya didalam sana. Ia menyeringai mendapati reaksi yang Jungkook berikan.

Dengan cepat dia membuka celana sekolah itu, sebatas lutut.

See...

Si manis ini juga sudah tegang. Miliknya yang kecil sudah mengacung tegak melawan gravitasi.(?)*anjaay*

Bahkan dia bisa melihat dengan jelas underwearr biru langit yang dipakai anak ini basah karena percum yang keluar sedikit demi sedikit. Siapapun pasti tau anak ini sudah bukan anak 'kecil' lagi kalau sudah begini. Ia membuka undearwear itu lalu meremas apa yang ada di dalamnya.

"Ahngghh...a-apah...yanghh...k-kau laku-Ahk!" Taehyung menggigit ujung kejantanan Namja 15 tahun itu agak keras. Ia membawa permainan mereka menjadi lembut, sampai sang bottom tak kuasa menahan suara desahan erotis penuh dosa dari mulut kecilnya. Ia mendongakan kepalanya ke awang-awang saat mulut itu dengan sialnya membuat dirinya dilingkupi rasa nikmat tak tertahan.

"Ahhh...i-itu.." Jungkook merasakan miliknya berkedut hebat di dalam mulut Taehyung. Seperti ada sesuatu yang akan keluar dari sana. Bukannya berhenti Taehyung malah meningkatkan intensitas kulumannya pada milik Jungkook, ia juga memainkan twins ball yang ada disana. Posisinya sekarang duduk bertumpu pada kedua lututnya. Namja 28 tahun itu sejenak melihat wajah anak ini...

Holy shit!

Entah yang keberapa ia mengumpati anak itu. Sungguh ekspresi Jungkook membuat dirinya hilang akal. Rasanya ingin ia ingin memasukan miliknya dalam bocah itu dan menghajarnya sampai Jungkook tak akan pernah melupakan kejadian ini seumur sekarang pun Jungkook tak akan bisa melupakan semua ini. Wajah berpeluh, bibir manis yang terbuka mengeluarkan suara desahan menjijikan yang Taehyung anggap sebagai lullaby terindah, bersemu merah, Dada membusung yang naik turun dan kissmark-kissmark yang ia buat tadi terpampang jelas dimatanya, suatu keajaiban tuhan, dari mana mahkluk kecil penuh daya tari ini berasal.

"Ahngghh!" Jungkook mendesah keras saat miliknya mengeluarkan...entah cairan apa ia tidak tau yang jelas setelah itu rasa lega menguasainya. Taehyung menghisap habis seluruh cairan yang keluar dari sana. Mata Jungkook terbuka sayu, memandang geli Taehyung yang menjilati tangannya sendiri yang terkena cairan putih kental miliknya.

"Hummm...ini luar biasa kau harus mencobanya lain kali," ucap Namja Kim itu seraya menunjukan jarinya yang masih sedikit berlumuran sperma Jungkook. Taehyung berdiri lalu menggendong tubuh Jungkook. Haaahh..dia sudah tak peduli lagi apa yang harus ia lakukan sekarang, Jungkook mulai pasrah pada nasibnya.

Bugh!

Taehyung membaringkan Jungkook perlahan di atas mejanya dengan posisi , kalian ingatkan sekarang mereka berada di ruang kerja Taehyung.

"Ini,"

"Uhmmphh," telunjuk dan jari tengah Taehyung masuk kedalam mulut Jungkook. Jarinya jenjang dan panjang membuatnya terbatuk karena jari itu masuk sampai nyaris tenggorokannya.

"Kulum dengan benar," entah kerasukan dari mana Jungkook menuruti perintah Namja pirang didepannya. Taehyung tersenyum senang melihatnya. Keadaan remaja manis ini bisa dibilang full naked karena kemeja yang ia pakai hanya tergantung pada tannganya.

Jungkook menghisap kedua jari itu seperti loli melon yang biasa ia beli.

Ah, iblis kecil. Tiba-tiba Taehyung menarik tangannya, perasaannya saja atau memang ekspresi anak ini seperti...

kecewa?

Hooh...dia mulai terpengaruh ya?pikir Taehyung.

"Ahk!sa-sakit," Jungkook menangis lagi, menahan sakit yang holenya rasakan, tangan-tangan Taehyung bergerak-gerak didalam dirinya. Kacau sekali. Tubuhnya menggelinjang. Jungkook menggigit bibir bawahnya kuat kuat. 'Eomma ini sakit...'

"Kau akan merasa nikmat setelah ini.."

Taehyung menjilat Lelehan air mata yang turun melewati pipi bersemu itu.

"Ahk!" Ia menambah digit jarinya. Melakukan gerakan memutar didalam hole sempit itu.

"Ahk...berhentih..ini sangat sakit...hiks..hiks..ahjussi...sakit," hell, memang dia setua apa dipanggil ahjussi?

"Panggil aku Taehyung dan aku akan menyudahinya," huh? Apa Jungkook tak salah dengar dia akan dilepaskan?

"T-taehyung ku mohon..."Jungkook menatap mata orang didepannya.

"Hmmm...akan aku lepaskan..

Setelah aku sampai manis,"

.

.

.

.

.

.

"Ahhh...ahhhh.." Jungkook mendesah saat milik Taehyung yang tepat mengenai sesuatu didalam sana.

Jari kakinya melengkung menahan kenikmatan ini, Jungkook mendongakan kepalanya keatas dan Taehyung langsung mencium bibirnya dari samping. Jungkook sedang menungging sekarang, tubuhnya bertumpu pada meja dengan Taehyung yang terus menghantam sweet spotnya berkali-kali. Kakinya lemas terasa bagai agar-agar, mungkin kalau Taehyung tidak menahan pinggulnya maka dia akan terperosot ke lantai.

"Euhmmmm..hmmm," ia melesakan lidahnya dalam mulut Jungkook, dan langsung disambut lidah sang empunya disana, sepertinya anak ini terlalu frustasi merasakan sakit. Biarkanlah mungkin ini akan mengurangi sedikit rasa sakitnya. Pikirnya,Haha...Taehyung masih berperasaan ternyata...

"Ahsss...sempit sekali,"Namja Kim itu menggeram rendah saat miliknya diremas didalam sana. Anak ini benar-benar.

"Ngahhh~" tepat, lagi-lagi Taehyung tepat mengenai sweet spot si mungil ini.

Mata Taehyung membulat.

Darah?

Oh, anak ini benar-benar masih polos ya? berarti dia yang pertama merasakan karya tuhan ini. Darah keluar dari hole Jungkook dan mengalir kebawah.

Ini masih sakit sampai sekarang tapi ia juga merasakan nikmat yang sangat, ketika milik Namja tinggi itu mengenai entah apa didalam holenya.

Jutaan kupu-kupu mengepak didalam peutnya, perasaan aneh yang muncul sedari tadi.

"A-akuhhh..akan..ahhhh," Taehyung tau maksud anak ini. Ia akan sampai klimaks sebentar lagi. Terbukti dari miliknya yang di remas kencang didalam sana.

"Bersama Jungkook-ah," ia mengusap helaian rambut hitam yang lepek karena keringat, menciumi pundak anak itu lembut. Lalu memaju mundur kan miliknya makin cepat. gerit meja dan desahan Jungkook memenuhi seisi ruangan.

"Nyaah~" Jungkook nyaris pingsan, ia menyemprotkan cairan kentalnya ke lantai marmer dibawahnya.

"Ahh," Tak lama Taehyung pun sama, spermanya menembus jauh kedalam hole Jungkook. Seketika Jungkook merasa dirinya penuh cairan hangat. Sangat banyak sampai merembes keluar holenya.

Napas mereka sama-sama tak beraturan.

"Hah..hah..ak-uhh," Taehyung menicum pipinya.

"Kau butuh istirahat pangeran kecil," ucapnya, Jungkook sekilas melihat wajah Namja itu. Kali ini entah mengapa senyumannya membuat hatinya tenang. Tubuhnya kebas tak bisa merasakan apa-apa. Matanya juga tak bisa diajak kompromi lagi, mungkin tidur tidak masalah. Saat ia bangun mungkin semua ini hanya mimpi. Ya...semoga..

"Hmmm...lihat dia polos sekali," Taehyung memandangi keseluruhan tubuh polos tanpa tertutupi sehelai benangpun itu. dada, pundak dan lehernya dipenuhi bercak-bercak merah. Dan darah yang keluar dari holenya mulai mengering bersama sperma yang ada didalamnya.

"Dia tertidur saat kusuruh, manisnya," ia memainkan rambut Jungkook. Namja itu membawa tubuh Jungkook dalam gendongannya.

Ia membaringkan Jungkook di sebuah kasur di ruangan lain lalu menyelimutinya dengan selimut tebal miliknya.

"Kira-kira apa yang akan brengsek itu lakukan untuk mendapatkan kembali anak ini,"

.

.

.

.

.

.

Ceklek

Pintu coklat ruangan itu terbuka menampilkan sosok Namja bersurai merah dengan 2 gelas minuman di tangannya "Kau sudah selesai?" tanya Jimin sambil mendorong pintu dengan kakinya.

"Hmm, ya bisa dibilang begitu," Taehyung duduk di kursi putarnya.

"Aku penasaran apa 'dia' akan mencari-cari anak ini?" Namja bersurai merah itu duduk di bangku depan Taehyung.

"Entahlah, tapi kurasa 'dia' sangat menyayanginya," jawabnya menimbang. Yang dibalas 'hmm' singkat oleh Jimin.

Taehyung meminum minumannya.

"Apa yang kau lakukan pada anak itu sampai dia bisa diam," Jimin juga bingung kenapa anak bernama Oh Jungkook itu bisa tenang setelah Taehyung mengurusnya.

"Hanya sedikit bermain," Jimin menerjap. Indra penciumannya mendapati bau yang tak wajar dari ruangan ini.

"Oh shit, benar-benar 'bermain' dengan anak itu eoh? kau bajingan Tae. Dia akan trauma bertemu ahjussi-ahjussi pedo macam kau ini," Jimin nyengir. Taehyung melempar wajah Jimin dengan gumpalan bola kertas di tangannya.

"Sial kau,"

.

.

.

.

"Apa! Jungkook menghilang?" Seorang Namja tinggi menggebrak meja.

"Kalian kemanakan Adikku! Huh jawab!" Namja itu Oh Sehun, mencengkram kerah butler yang ia tugaskan menjaga adiknya. Tapi apa yang ia dapat, adik laki-laki kesayangannya hilang entah kemana.

"D-dia lari saat saya menjemputnya di sekolah sajangnim, maafkan saya," ia berucap takut-takut.

"Kau-"

Brakk

"Sajangnim aku mendapatkan informasi tempat terakhir dimana tuan muda terlihat," seorang yeoja berperawakan tinggi buru-buru menunjukan hasil foto kamera cctv yang ia dapat dari anggota kepolisian setempat. Sehun melihat foto-foto itu satu persatu.

"Persetan kalian BTS," Sehun memgeram marah mengetahui siapa yang membawa adiknya pergi.

.

.

.

.

.

.

.

Fin


Annyeong Jeonz in here,

Pertama makasih buat kalian yang udah dukung aku buat nerusin ff abal ini, terimakasih banyak dan semoga chapter kali ini memuaskan karena aku udh berusaha memperbaiki penulisanku chapter ini juga udah aku panjangin...

Sekian

Judulnya aku terimakasih buat In Jung, fxgurl dan Datgurll wkwk tanpa kalian chapter nista ini tak akan ada. walaupun aku ga yakin Datgurll bakal kuat baca ini tapi makasih ya;*({})

Last, Review Juseyo~

Love Jeonz

(Kiss jauh)

#Maknaelinehmmzz