"The way I love you (BTS)"

.

.

WARNING!YAOI!ABSURD!MATURE CONTENT!PWP!

.

.

DONT LIKE!DONT READ!

.

.

-Chap 5-

"Nerd? R u serious?"

TaeGi

(V-17y.o,Suga-18y.o)

.

.

~Happy eating~


Min Yoongi Namja putih mungil yang apabila tersenyum maka gusinya juga akan terlihat, manis.

Tapi di balik tampangnya itu terdapat Sosok ketua berandal sesatu sekolah.

Semua orang mengenalnya dengan nama 'Suga'. Ia menjadi terkenal setelah peristiwa 1:10 dengan Sma XX. Menjadi orang pertama yang menghajar seorang Jackson hwang* ketua geng got7.

Selain itu ia juga memiliki kemampuan mencetak straight yang luar biasa akurat. Suga si kapten tim basket Sma Hanrim*. Ia sangat di segani dimana-mana.

Dung dung dung..

Ia terus mendribble bola oranye di tangan nya. Matanya tak lepas dari sosok Namja kelewat tinggi di depannya.

'PCY 17' tulisan yang tertera di belakang baju basket birunya.

Sreet!

Yoongi berhasil mengelak. Kadang badan mungilnya menguntungkan disaat seperti ini, dengan mudahnya ia berhasil melewati Namja itu.

Ia berlari menuju ring lawan.

Sedikit lagi maka Yoongi akan memenangkan taruhannya kali ini. Taruhan dengan seorang Park Chanyeol tak pernah tak menguntungkan, terakhir kali mereka taruhan Yoongi mendapatkan mobil ferrari keluaran terbaru pewaris Park company itu.

Keringatnya mulai bercucuran, sudah sejam ini mereka berdua tetap seri.

Maka ini kesempatan emasnya.

Dengan sungguh-sungguh ia melompat dan..

Srrakk!

Bola oranye itu pun berhasil masuk. Namja itu berkacak pinggang mengatur napasnya.

"Hah.. aku kalah lagi sial kau Suga." Chanyeol tertawa, lalu berjalan ke arah ring. Yoongi menyisir rambutnya ke belakang.

"Tak mungkin seorang Min Yoongi kalah kan." Ujarnya seraya tersenyum, ia berjalan ke tepi lapangan. Lalu mengambil 2 minuman isotonik. Chanyeol pun mengikutinya. Namja tinggi itu duduk dibangku sebelah Yoongi.

Entah kesialan dari mana, saat Namja pucat itu ingin memberikan minuman botol itu, ia malah tersndung dan jatuh.

Kalau terjatuh ke bawah sih tidak apa, tapi kali ini Yoongi terjatuh tepat di depan Chanyeol, menindih tubuh Namja itu. Keduanya terjatuh dengan posisi berpelukan.

"Uugh.." Yoongi berusaha bangun dengan menopang tubuhnya dengan kedua tangan.

"Suga.. " mata mereka bertemu. Jarak antara Yoongi dan Chanyeol terlalu dekat, bahkan bibir mereka hampir berciuman bila maju sedikit saja.

2 detik

5 detik

10 detik

Chanyeol baru menyadari sisi lain dari Suga. Namja itu sangat manis jika dilihat-lihat. Mata sayu, Bibir peach tipis, dan peluh yang membuatnya makin menggoda, membuat Namja itu buru-buru bangun.

"A-ah maafkan aku." Pipi Chanyeol bersemu, menyadari posisi mereka yang awkward. Namja itu membantu Yoongi agar bisa bangun.

"Seharusnya aku yang minta maaf, hari ini aku ceroboh sekali." Yoongi mengusap tengkuknya.

Hening

Keduanya diam, hanya terdengar suara daun yang tertiup angin.

Sampai Yoongi memcahkan keheningan dengan membereskan barang-barangnya.

"Baiklah aku akan-hmmph" tiba-tiba saja mulutnya dibungkam. Chanyeol menciumnya. Namja bersurai merah itu menekan tengkuk Yoongi, memperdalam ciuman mereka.

"Uhmphh.." ia tidak terima.

"Ahk!" Yoongi menendang selangkangan Namja tinggi itu, membuatnya memekik dan melepaskan pangutannya pada bibir ranum Yoongi.

"Brengsek!" Ia mengusap kasar bibirnya.

"Lupakan taruhan, jangan pernah muncul dihadapanku kalau kau masih ingin hidup Park." Chanyeol melebarkan matanya saat Yoongi berjalan menjauh darinya.

"Suga! Tunggu! Aku-ughh!" Tubuhnya tersungkur ke tanah. Saat seseorang memukulnya dari belakang.

Buugh! Buugh!

"Kau pikir kau siapa?" Orang itu memukul Chanyeol sampai babak belur.

"Berani sekali kau menciumnya bangsat" Chanyeol masih setengah sadar, ketika orang itu menarik bajunya dan memaki tepat di depan wajahnya.

"K-kau.. Ahk!" Orang itu menusuk Chanyeol tepat di perutnya dengan pisau.

Lalu ia mendecih.

"Dengar, jangan berani kau mendekati Yoongi barang sejengkal pun.. atau.. " Namja itu mendekatkan pisaunya ke pipi Chanyeol.

"AARGGHH!"

Hanya tatapan tajam dan helaian rambut Karamel yang Namja tinggi itu lihat sebelum kehilangan kesadaran.

Kim Taehyung murid teladan di sekolah, peringkat kedua tingkat nasional olimpiade sains dan peringkat pertama untuk matematika.

Namja berkulit tan dengan kaca mata yang selalu bertengger pada hidungnya. Pakainnya pun selalu rapih, dasi dan blazzer tak pernah ia lepas kecuali pelajaran olahraga. Perpustakaan adalah tempat favoritnya di sekolah.

"Taehyung sunbae!" Seorang junior berlari ke arah nya. Taehyung berbalik menatap teduh kearah yeoja manis dengan surai hitam panjangnya.

"Kenapa kau tergesa-gesa Tzuyu? Bahkan aku tak akan kemana-mana." Yeoja itu menarik napas panjang sebelum berbicara.

"Hah.. hah.. i-itu Ahn songsaengim menyuruhku untuk meberikan berkas ini padamu sunbae" Taehyung langsung menerima berkas-berkas yang Tzuyu berikan.

"Hmm, baiklah terimakasih ya Tzuyu-ah." Taehyung tersenyum pada yeoja itu.

"Ne sunbaenim" Tzuyu membungkuk sopan.

"Panggil aku Oppa jangan sunbae ok^^" ia pun menangguk sekali lagi.

"Terimakasih Taehyung Oppa "

Taehyung sangat ramah pada siapa saja. Ia akan mengulas senyum pada orang-orang yang menyapanya. Siswa yang selalu di segani guru.

Disinilah Yoongi sekarang, di ruangan berisikan loker-loker sedang berisi baju salinan anak-anak klub basket. Namja itu menghela napas, sebelum membuka loker bertuliskan namanya.

Klek

"Yoongi.." Namja pucat itu langsung menegang saat suara berat itu menyapa pendengarannya.

"Ck, Yoongi kenapa kau malah diam?" Dengan perlahan ia menutup loker dan berbalik kebelakang. Mata sipit nya melebar.

"K-kau apa yang-" suaranya bergetar, sungguh ini bukan saat yang tepat menghadapi Namja ini.

"Ssstt.. sst.." jari telunjuknya ia tempelkan pada bibir tipis Namja Min itu. Ia menatap teduh hazel bening Yoongi, tapi bagi Namja mungil itu sendiri tatapan itu sangat mengerikan penuh intimidasi.

"Apa yang kau lakukan saat ku tak ada?" Yoongi menunduk tak berani melihat kearah Namja tinggi itu.

Grep

"A-ahk!" Ia mencengkram dagu Yoongi agar menatap ke arah nya.

"Tatap aku bertanya Yoongi-ah, apa yang kau lakukan tadi huh?" Suara berat Namja itu dua kali lebih menakutkan dari biasanya, membuat tubuh Yoongi bergetar ketakutan.

"A-aku tidak melakukan apa- aahk" Namja itu mencengkram dagu Yoongi makin keras.

"Apa kau yakin? Aku tidak suka dibohongi kau tau" tangannya merambat kearah belahan bibir cherry itu. Mengusapnya, lalu menekannya dengan kuku.

"Aku jujur Tae-

Brakk

"Aarghh" Yoongi meringis merasakan punggungnya yang kesakitan.

"Panggil aku apa kalau kita berdua saja hmm?" Namja itu Taehyung, mendorong tubuh yang lebih pendek ke belakang sampai membentur loker.

"Ma-master..ahhhh!"

Tbc/delete?

Aku sengaja potong disini, jujur aku kecewa. Kecewa banget kali ini.

Terutama sama ff sweet lips aku mau beritahu kalau ff itu TAMAT ga ada lanjutannya. Aku terlanjur sakit hati ok.

Dan buat ff ini kalau pengen tetep lanjut aku nunggu review 15 keatas kalau kurang ya aku juga bakal end ff ini sampe segini aja.

Terserah kalian mau berpendapat aku seperti apa.

Last review juseyo