Minseok mengerjap erjapkan matanya di pagi yang sudah terik di Seoul ini , ngucek ngucek matanya agar terbiasa melihat setelah mata terpejam beberapa jam.

Minseok memegangi peningnya yang masih diplester akibat kejadian tadi malam , Minseok memang langsung pulang , karena tidak ada luka serius yang ia alami.

"sayang, sudah bangun?eomma mau masuk bentar" kata suara dari balik pintu , Minseok beranjak dari ranjang dengan malas , dan membuka pintu

"Nee eomma ?" tanyanya.

" Eomma dan Appa hari ini mau take off ke LA , kamu dirumah sendiri gapapakan?" tanya eommanya.

"Emang biasanya begitukan eomma, yaa sudah silahkan kalo mau pergi " kata Minseok sambil garuk garuk kepala karena kesal :p

"yaudah, kamu dirumah hati hati ya, Eomma paling Cuma 2 minggu kok disana " ucapnya

"Arraseo.."balesnya singkat , eomma lalu mencium kening Minseok lalu segera meninggalkannya..

"jam berapa nih?" Minseok menoleh ke jam dindingnya , matanya langsung melotot tajam melihat jam nya

"what the hell , udah jam 8 aaa , padahal aku masuk jam 8.15 " Minseok langsung ngacir ke kamar mandi , mandi Cuma 10 menit , langsung berbenah diri , gak lupa buat make gelang yang bersimbol bintang.

"tidak sarapan dulu non ?" tanya salah satu maidnya , saat melihat Minseok lari keluar rumah.

"Gausah, makasih bii , daa " Minseok langsung membuka mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang luar biasaa :p

Minseok segera menutup pintu mobil dan langsung berlari kecil menuju kampus , Minseok melirik jam tangannya

"8.20 , argghh telaaaat mana guru killer " Minseok tambah cepat berlari dan setibanya dikelas..

Minseok mengintip kelas , disana suasana hening dengan perasaan was was , Minseok mengetok pintu dengan mata terpejam.

"masuk" kata dosen santai , Minseok membuka matanya lebar dan melihat dosennya sedang berdiridengan seorang namja muda.

Mimseok berjalan duluan , lalu melirik namja itu saat minseok berjalan melewatinya , dia kemudian duduk dan dosennya pun berbicara.

"jadi hari ini , ada mahasiswa baru " kata sang dosen,Minseok memperhatikan detail namja itu dari atas sampai bawah.

"kaya ngga asing deh" katanya sambil mengingat ingat sesuatu

"tapi siapa ya? Daan ketemu dimana? " batinnya. Namja itu memperkenalkan dirinya.

"Saya, Lu Han " katanya memperkenalkan diri , saat Minseok mendengar namanya entah kenapa jantungnya menjadi semakin berdebar debar , Minseok mengamati Luhan sangat serius , sampe sampe engga memperdulikan apa yang diceritakan selanjutnya.

"ah udahlah, paling juga ketemu dijalan gitu " ucapnya lalu mengambil buku dan mengikuti mata kuliah untuk pagi ini dengan bosan..

Mata kuliah untuk pagi ini selesei , masih ada satu lagi mata kuliah. Minseok merapikan bukunya , saat itu juga Minseok merasa seseorang sedang memperhatikannya iapun menoleh ke sampiing ternyata Luhan sedang memperhatikannya , lama kelamaan kelas mulai sepi Minseok segera cepat cepat membereskan buku karena Luhan masih tetap memperhatikannha, satu murid yang tersisa telah pergi hanya ada Minseok dan Luhan dalam suasana keheningan.

Setelah selesei merapikan buku , Minseok segera meninggalkan kelas namun saat didepan pintu tibatiba pintu tertutup sendiri seperti ada angin yang mendorongnya , Minseok mau membuka tapi .. Gak bisa.

Minseok mendengar suara langkah kaki mendekatinya masih dalam posisi memegang gagang pintuu Minseok melirik memastikan siapa yang ada dibelakangnya , lama lama langkah itu menghilang..

sekarang desahan nafas yang Minseok rasakan di sekitar leher belakangnya karena rambutnya yang menggesek gesek kulit lehernya akibat tertiup desahan itu , dengan jantung yang berdegup Minseok membalikkan badan dan..

Luhan sudah ada dihadapannya

."Wae..?" tanya Luhan , Minseok menggeleng tak berani menatap matanya , hanya berani menatap dada Luhan yang berbalut kaos putihh yang dibalut jaket birunya itu.

Luhan memegang gagang pintu yang Minseok pegang, tangan kalian bersentuhan namun Minseok langsung menarik tangannya dan menggosok gosokkan tangannya.

"tanganmu .. dingin kaya es " ucapnya melihat Luhan , posisi Luhan ada dibelakangnya saat memegang gagangnya jadi Luhan seperti memeluk Minseok , dia tersenyum menyeringai mendengar perkataan Minseok , pipi Luhan menyentuh kepala depan Minseok yang ada rambutnya , dia melirik Minseok lalu berkata..

"perasaanmu aja kali" kata Luhan dan ceklek , Luham membuka pintu dan Minseok pun langsung pergi.

"Permisi " ucap Minseok , Luhan tidak menahannya , dia hanya tersenyum sambil melihat tingkah Minseok :p

" Cuma ini tujuanku sampe disini , yaitu dekat denganmu " gumam Luhan sambil berjalan pergi meninggalkan kelas..

Minseok memasang headset di kedua telinganya saatmenunggu kelas selanjutnya , karena memang jedanya lama , sekitar 1 jam an , Mimseok membolak balikkan majalah sambil menghentak hentakkan kakinya , saat sedang asik aaiknya Minseok melihat 2 pasang kaki dihadapannya , Minseok mengangkat kepalanya , dan kaget melihat siapa yang ada dihadapannya sekarang.

"Jong...dae ?" katanya melepas headset , Jongdae menarik tangan Minseok agar berdiri dengan kasar.

"aduh santai dong" kata Mimseok sambil mengibaskan tangannya.

"ada apa lagi?" tanya Minseok

"aku gamau kita putus" bales Jongdae dengan tampang ngerii :p

"tapi akunya mau putus! " balas Minseok menerobos tubuh Jongdae namun dia segera menahan tangan Minseok .

"aku bisa lakuin apapun yang aku mau, dan aku gasuka ditolak " katanya.

"terserah, aku ga peduli sekarang lepasin dan jangan ganggu hidup aku! " ucapmu , Jongdae tetap menahan tangan Minseok.

"ikut aku sekarang" Jongdae mulai menarik tangan Minseok kasar hingga ia meringis kesakitan

"Jongdaee.. sakiit ,lepasin " Minseok memukul lengan Jongdae namun engga mempan buat Jongdae.

Dia tetap menarik Minseok dan ...

"lepasin dia" kata seseorang , suara yang sudah gak asing lagi buat Minseok.

Jongdae menoleh , Minseok juga. "Luhan" batinnya , Luhan sudah berada di belakang Minseok dan Jongdae , Luhan menarik Jongdae agar menjauh dari Minseok.

"Jangan ganggu dia" Minseok mendengar Luhan mengucapkan kata kata itu.

"Yaaa...Nugguyaa ?" tanya Jongdae, Luhan hanya menggeleng lalu menarik tangan Minseok agar pergi menjauh dari Jongdae , sensasi dingin kembali Minseok rasakan saat Luhan menyentuh tangannya.

Saat seperti sudah jauh , Luhan melepas tangan Minseok , Minseok langsung mengusap pergelangan tangannya yang memerah karena Jongdae tadi.

"sakit?" tanya Luhan , Minseok menggeleng , Luhan meraih tangannya yang merah itu , lalu diusapnya tangan itu , saat itu juga Minseok melihat wajah Luhan dan jatuh pada bola mata Luhan .. Yang sangat indah.

" Wae..?" tanya Luhan membuyarkan lamunan Minseok , Luhan menaruh kembali tangan Minseok

"gpapa kok" balas Minseok sambil tersenyum

"Khamsamnida.." ucap Minseok , Luhan hanya tersenyum menatap Minseok .

"oh ya , kau Luhan kan anak baru itu, perkenalkan namaku.."

belum selesei bicara Luhan sudah memotong nya

" Minseok " kata Luhan , Minseok melihat Luhan heran

"Iyakan?Itu namamu?" tanya Luhan lembut , Minseok mengangguk masih dengan menatap Luhan.

"haha, sudahlah, tidak mau masuk?sudah bel." Luhan menarik tangan Minseok menuju kelas , Minseok masih menatap Luhan heran , darimana dia tau namaku ?Apa dia sedang mengincarku ? Itu yang ada dipikiran Minseok .

Saat Luhan sedang menulis , Minseok meliriknya matanya melihat tajam pergelangan Luhan

"symbol itu.." Minseok melihat ada tanda "L" persis sama dengan apa yang Minseok liat di mimpinya malam itu , saat memperhatikanya, Luhan menoleh , Minseok langsung membuang muka dan kembali focus pada pelajaran.

"AKhirnya seleseii jugaaaa " Minseok segera merapikan bukunya , saat berdiri Luhan berdiri juga dihadapannya.

" Mau pulang dengaku ?" tanya Luhan dengan wajah manisnya.

"oh gwencannaa , aku membawa mobil sendiri " kata Minseok , muka Luhan berubah drastiss dan langsung membalikkan badan namun.

"Luhan! " panggil Minseok , Luhan menoleh .

"boleh aku pinjam tanganmu?" ucapnya pada Luhan hati hati.

"Waeo ..?" tanya Luhan , Minseok menggeleng dan berjalan mendekati Luhan , mememgang tangan kanan Luhan dan sedikit menggulung jaket Luhan .Dan benar Minseok melihat symbol itu , Minseok kembali menaruh tangan Luhan dan mengangkat kepalanya menatap Luhan.

"Kauu... " kata Minseok

"kau adalah orang yang ada di mimpi ku waktu itu , dan kau.. adalah orang yang menolongku waktu itu.. " sambungnya sambil menatap Luhan.

"Haha , apa yang membuatmu berkata seperti itu? Simbol ini? Ini hanya tato yang aku buat kemarin , dan.. Aku sama sekali belum pernah melihatmu gadis " kata Luhan.

Minseok menatap Luhan dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Mari pulang , Lihat satpam sudah menunggu kita " bisik Luhan , Minseok menoleh dan memang benar satpam sudah menunggu untuk menutup pintunya , Minseok memegang jaket Luhan reflek , dan Luhan tersenyum tipis meliriknya...

"Aku pulang dulu.." ucap minseok melepas jaket Luhan dari tangannya saat dikoridor kampus.

"Hati hati " kata Luhan , Minseok tersenyum segera meninggalkan Luhan , namun Luhan mengejarnya dan menahan tangannya , Minseok menoleh.

"ku harap.. Besok kita bisa bertemu kembali dan.. Aku bisa mengenalmu lebih dekat " kata Luhan lembut , Minseok tersenyum ke Luhan.

"tentu Luhan.. " kamu meninggalkan Luhan, sedangkan Luhan tersenyum lebar mendapati jawaban itu , rasa puas menguasai diri dan hatinya, baru kali ini dia merasakan getaran yang di salurkan oleh kaum yeoja manusia , padahal ini sangat berbahaya untuk Luhan, dan Minseok sendiri :p

TBC