"tentu Luhan.. " kamu meninggalkan Luhan , sedangkan Luhan tersenyum lebar mendapati jawaban Minseok , rasa puas menguasai diri dan hatinya, baru kali ini dia merasakan getaran yang di salurkan oleh kaum yeoja manusia

padahal ini sangat berbahaya untuk Luhan , dan Minseok sendiri…

Sedari tadi , Minseok hanya membolak balik badannya di tempat tidur, saat Minseok memejamkan matanya , selalu muncul bayangan Luhan di pikirannya.

"Argh, wae , kenapa isi kepalaku jadi Luhan semua " kata Minseok mengambil posisi duduk dan mengacak acak rambutnya sendiri

Minseok memejamkan mata sejenak dan..

"Kau beluum mati " Minseok langsung membuka matanya

"Bisikan ituu, itu Luhanmn ! Aku yakiin" ucapnya sendiri ambruk dikasur.

"tapi dia bilang, kalau bukan dia " Minseok memeluk guling dan Nampak berpikir.

"Aigooo , Masa bodo !! " Minseok memukul guling yang ia peluk dan melamun memikirkan apa yang sedang terjadi pada dirinya.

Keesokan harinya.Setelah selesei sarapan , Minseok langsung memakai sepatu ketsnya

saat Minseok melangkah keluar dan membuka pintu mobil , ia melihat ke gerbang datang mobil Ferrari putih didepan rumahnya

Minseok menyipitkan matanya untuk melihat siapa orang itu.

"Nuguya. ?" gumamnya

pinntu mobil tersebut terbuka , namja yang ia kenali itu membuatnya kaget saat melihatnya , dan membuatnya terpesona saat namja itu melepas kaca mata hitamnya dan mengibaskan poninya.

"Luhan " gumamnya , Minseok menghampiri Luhan keluar.

"kau ada perlu apa kesini? Dan.. Sejak kapan kau tau rumahku ?" tanyanyake Luhan dengan tatapan penuh tanda tanya (?)

"Aku tau apapun yang ingin aku tau" ucap Luham simple sembari menyandarkan tubuhnya ke mobil.

"Dan aku kesini untuk menjemputmu" sambung Luhan lagi

Minseok mengernyitkan dahi dengan perkaataan Luhan.

"Aku bisa berangkat sendiri Luhan " balasnya, saat ingin pergi namun Luhan menahan lengannya.

"Ayolah" mohon Luhan dengan tampang memelasnya , Minseok merasa kasian , akhirnya dia mengangguki ajakan Luhan.

"Baiklah, kalau itu maumu" katanya , Luhan lalu membukakan pintu mobilnya dan mereka berangkat kekampus bersama sama

Sepanjang perjalanan , suasana hening terjadi diantara mereka berdua , mata Minseok focus melihat symbol yang berada dipergelang tangan Luhan itu.

Luhan melirik Minseok yang sedari tadi melihat tangannya , dan Minseok tidak menyadari itu.

" Wae ?" tannya Luhan membuyarkan lamunan Minseok , Minseok tak menjawab apapun.

"kau masih bertanya tanya tentang symbol ini?" tanya Luhan sambil menunjukkan tangannya, Minseok mengangguk pelan.

Tibatiba Luhan meminggirkan mobilnya dan memberhentikan mobilnya, dia mencondongkan tubuhnya menghadap Minseok.

"apa yang membuatmu ingin tau tentang symbol ini?" tanya Luhan lirih dan lembut , hingga desahan nafasnya terurai disekujur wajah Minseok.

"Kau selalu datang dalam mimpiku, setelah malam itu" kata Minseok

Luhan tersenyum dan menjauhkan tubuhnya dari Minseok.

Tanpa berkomentar apapun, Luhan menjalankan kembali mobilnya, Minseok melirik Luhan yang sedang focus pada jalanan depan dan tersungging senyum di bibir manisnya.

Sesampainya dikampus , Minseok segera keluar dari mobil dan menunggu Luhan keluar pula , Luhan menutup pintunya lalu berjalan menuju hadapan Minseok.

"Wae ?" tanya bisma dihadapan Minseok, Minseok mengangkat kepalanya sedikit agar bisa melihat Luhan dan ia menggeleng.

" Jinja ? Yaudah , ayo ,5 menit lagi masuk" ucap Luhan

Minseok hanya menurut saat Luhan menarik tangannya.

Sepanjang mata kuliah hari ini , Minseok mengikuti nya dengan pikiran campur aduk

Tidak hentii hentinya untuk ngelirik Luhan.

" Baiklah , kuliah hari ini cukup sampai sini saja, terimakasih dan selamat pulang" kata dosen lalu pergi, Minseok menghela nafas lega dan segera ia merapikan bukunya

Dan kemudian ia berdiri , dan ternyata Luhan juga sudah berdiri dihadapannya .

"Masih belum sore, kita bisa jalan jalan dulu" Bisma menarik tangan Minseok keluar kelas.

"Luhan ! mau kemana?" tanya Minseok ke Luhan saat tangannya ditarik Luhan.

"Katannya tadi kau mau tau symbol ini?" Luhan menunjukkan simbolnya , mendengar itu Minseok langsung diam dan mengikuti perkataan Luhan.

- aaaa -

" Luhan oedhia ? Ini dingin sekali " Luhan mengusap usapkan lengan Minseok karena Minseok tidak membawa jaket

entahlah dimana ini , tempat ini dingin sekali, seperti sudah bukan diSeoul , sepanjang perjalanan tadi Minseok tertidur.

Luhan diam tanpa memberi jawaban atas pertanyaan Minseok, dia menggandeng tangan Minseok menuju sebuah pohon yang sangat besar.

"Sampaii" ucap Luhan saat mereka berdua berada didepan pohon besar itu.

"Sampai?" ulang Minseok , Luhan mengangguk lalu tanganya menuju keatas , bola mata minseok mengikuti arah mata Luhan.

"wow daebakk " Minseok kagum dengan apa yang dihadapannya, sebuah rumah pohon yang lumayan besar , bukan seperti biasanya.

"Ini kau yang membuatnya ?" tanya Minseok , Luhan tetap diam lalu naik melalui tangga.

"Mau sendirian dibawah sana?" tanya Luhan meledek , otomatis Minseok langsung naik mengikuti Luhan.

Minseok takjub dengan apa yang ia liat , kota kota Nampak terlihat indah dari sini.

"Luhan oedhiea ?" tanyanya ke Luhan yang sudah duduk dipinggiran rumah pohon, Luhan menoleh kebelakang lalu memberitahukan Minseok untuk duduk disampingnya dengan langkah ragu Minseok menurutinya.

"Ini Gwanaksan , puncak gunung gwanaksan " ucap Luhan santai

"Haaa? Gwanak-gu ?" ulang Minseok, Luhan mengangguk.

"Hooooelll, Luhan ini Sedikit jauh dari Seoul , nanti kalau kita pulang telat gimana, terus kalau nanti jalanan ramai gimana, akuu belum man… " Luhan menempelkan telunjuknya didepan Minseok , dan menatapnya sambil tertawa.

"Sudahlah, nikmati saja dulu udara disini, nyaman dan damai " ucap Luhan sambil menarik lagi telunjuknya , Minseok hanya bisa menelan ludah.

Suasana hening sejenak , Minseok merasa bosan dengan Luhan yang sedari tadi hanya diam memandang kedepan

Minseok memandang bisma kesal.

"Hoooll , kenapa dia hanya diam saja"batinnya

tibatiba Luhan menoleh dan memperhatikan Minseok , membuat Minseok salah tingkah sendiri.

"Aaa.. ada apa Lu? Kenapa melihatku seperti itu?"tanyanya

Luhan memperhatikannya lebih dalam , lalu tangan kanan nya pelan pelan terangkat dan menyentuh pipi Minseok.

"Luhann ?" tanyanya lirih memegang tangan kanan Luhan.

"Eoh Mianhe " ucap Luhan kembali menarik tanganya , Minseok lagi lagi melihat symbol itu.

"Luhaan ah, Apa yang akan kau ceritakan padaku , tadi bukannya kau bilang..." ucapnya ke Luhan

Luhan lalu merapatkan duduknya

"Kau benar benar ingin tau tentangku ?" tanya Luham , Minseok mengangguk.

Luhan menghela nafas panjang lalu..

"Aku adalah Nephilim " ucap Luhan , Minseok mengernyitkan dahinya.

"igo mwoya ? Nepihilim?" tanyanya , tibatiba Luhan mengambil tangannya dan diletakkan pada symbol yang berada di dekat urat nadinya.

"Rasakan, nadi ku tidak berdenyut" ucap Luhan , Minseok melihat Luhan saat ia tidak merasakan apa apa saat Luhan meletakkan tangannya di nadi Luhan , lalu dia memindahkan tangan Minseok di dada kirinya , tepat di jantungnya.

"Dan jantungku juga tidak berdetak " ucap Luhan , Minseok melihat Luhan dan langsung menarik tangannya lalu berdiri.

"JANGAN MAIN MAIN DENGANKU LUHAN !!!" teriaknya dengan perasaan yang takut , Minseok berjalan mundur saat Luhan mendekatinya , semakin mundur hingga membentur dinding rumah pohon yang sedikit basah.

"Jangan mendekat , kau bukan manusia" ucapnya pada Luhan , Luhan semakin mendekat ke arah Minseok

lalu tanganya yang kanan diletakkan diatas kepala Minseok , Minseok menunduk , ia hanya berani melihat dada Luhan.

"Jangan takut denganku, aku tidak akan menyakitimu " ucap Luhan

dia maju selangkah hingga Minseok bisa merasakan bahwa tubuhnya sedikit lagi akan menempel dengan tubuh Luhan..

Luhanmemegang dagu Minseok , lalu mengangkat wajahnya yang ber ekspresi ketakutan itu.

"Aku juga manusia " katanya

" aku masih makan " ucap Luhan.

"nephilim itu setengah manusia dan setengah malaikat " kata Luhan melepas dagu Minseok, kaki Minseok bergetar , entahlah antara rasa nyaman dan takut berperang dalam dirinya sekarang.

Luhan menarik tangan Minseok agar duduk lagi keposisi semula.

"Waktu malam itu , saat kau hampir tertabrak , namja itu memang aku" ucap Luhan

"aku yang menolongmu waktu itu, saat itu aku sedang bosan ,dan aku butuh hiburan , aku pergi ke dunia manusia, dan saat itu juga aku melihatmu " ucap Luhan menjelaskan.

"Setelah aku menolongmu , aku membawamu ke dunia ku sebenarnya, namun hanya jiwamu , bukan ragamu , maka dari itu aku kembalikan " ucap Luhan.

"Memang dimana rumahmu? "tanya Minseok.

Luhan menunjuk langit sore yang oranye an itu.

"DIsana" ucap Luhan tersenyum , Minseok memandang Luhan heran, Lagi lagi ia kembali berdiri.

"Ini Gila! Aku Cuma mimpikan bertemu mahkluk aneh sepertimu!! " katanya menunjuk Luhan , Luhan ikut berdiri.

"Aku bukan bintang film! Ini bukan mimpi! " teriaknya

Luhan memegang kedua bahu Minseok.

"AKu nyata , dan kau juga nyata " ucap Luhan , Minseok melepas genggaman Luhan.

"Jauhi aku Luhan ! Aku tidak mau mengenal makhluk seperti mu! Kenapa kau harus ke dunia manusia hahh?"

Luhan lagi lagi memejokan Minseok , lalu dia memegang kedua pinggulnya membuatnya berhenti melangkah mundur.

"Karena .. Kau " ucap bisma lirih mendorong pinggul Minseok agar tubuhnya menempel pada tubuh Luhan

agar Luhan bisa memeluknya..

Minseok masih tak yakin dengan apa yang ia alami , tangan disila didepan dada saat Luhan memeluknya

Minseok sama sekali tak membalas pelukan Luhan , dan ia merasakan pelukan Luhan sangat hangat dibandingkan pelukan pria lain yang pernah memeluknya...

"mau pulang?" tanya Luhan masih dengab memeluk Minseok , Minseok mengangguk dipelukanya , Luhan melepas pelukannya dan Minseok langsung melihat keluar.

"gerimis" katanya

Luhan berjalan ke belakang tubuh Minseok, lalu berbisik .

"Pejamkan matamu , dan jangan membuka sebelum aku menyuruh nya untuk melakukan itu " ucap Luhan berbisik lembut

Minseok perlahan menutup matanya , merasakan sentuhan tangan Luhan disekitar lehernya , dan dalam waktu beberapa detik Minseok seperti terhempas angin , rambutnya berteberangan.

"Bukalah matamu" kata Luhan berbisik lagi , perlahan Minseok membuka matanya dan Luhan sudah berada di sampingnya , ternyata kalian berada didalam mobil.

"Kita sudah sampai" ucap Luham , Minseok mengerlingkan bola matanya keluar dan ternyata mereka sudah sampai didepan rumahnya.

"Luhaann ?" katanya antara heran bingung aneh bahagia dan sebagainya

Luhan tersenyum sambil mengangkat bahunya sendiri.

"Haha, kau memang membuatku gila , aku harap hari ini hanya mimpi! " ucap Minseok sambil membuka pintu mobil Luhan , Luham menahan lengannya dan Minseok otomatis menoleh.

" Gomawo , sudah menemaniku hari ini" ucap Luhan

Minseok tersenyum ke Luhan.

"Sama sama , dan terimakasih sudah membuatku gila hari ini" katanya sambil keluar dari mobil Luhan

ia melihat dengan kecepetan maksimal saat Luhan pergi dari hadapannya..

Saat melangkah ke rumah , baru beberapa langkah dari pintu , tibatiba seseorang memeluknya dari belakang dan mencium pipinya dari belakang.

"I Miss you , My Little angel " bisiknya

suara yang tak asing untuk Minseok , suara yang sudah lama tak ia dengar , Lalau Minseok segera membalikkan badan dan..

"SEHUNN !! " Minseok berteriak histeris dan langsung memeluk Sehun…

"Sehun , kapan kau pulang?" tanyanya masih dalam keadaan memeluk Sehun.

"Baru saja seoki " balas Sehun di balik pundak Minseok.

" Bogoshipoyo , sudah 10 tahun kita tidak berjumpa "

Sehun memperat pelukannya.

"Nado , Nadoo bogoshipo " ucap Sehun, Minseok melepas pelukan Sehun dan melihat Sehun sambil tersenyum.

Sehun adalah teman kecilnya dulu ,saat umur 9 tahun Sehun harus pergi untuk ikut Ayahnya pindah ke aussie , sedangkan Ibu Sehun?

Entahlah tidak ada yang tau, Sehun pun tidak tau keberadaan Ibunya sendiri.

"aku tinggal tinggal kembali di Seoul ! " kata Sehun memegang pipi Minseok.

" Jinja ?" tanya Minseok dengan wajah berbinar binar dan Sehun mengangguk.

"aku disuruh Imo untuk menemanimu disini ,yasudah aku pulang saja sekalian , toh kuliahku juga sudah selesai " ucap Sehun.

"Uuuh yang sudah lulus , aku belumm " ucapnya mempoutkan bibir

Sehun menarik hidungnya gemas.

" Hwaiting my little angle " kata Sehun merangkul Minseok dan mencium pucuk kepalanya...

*Minseok sedang mengerjakan tugas didepan netbooknya , mengotak atik tugas yang sangat rumit.

" Aisshh jinja , ini sangat susah " keluhnya , tibatiba ada tangan yang melingkar dilehernya, terus ada kepala yang disandarkan dipundaknya .

" Wae ?" tanyanya.

" Sehunaa ini sangat rumit , dosenku sungguh jahanam u,u " ucapnya mempoutkan bibir.

"Haha, di aussie bahkan lebih rumit dari ini Minseok " ucap Sehun.

" Aissh , Percaya deh yang kuliahnya aussie , wuuu " ucapnya

Sehun terkikik geli melihat ekspresi Minseok , Sehun lalu melepas pelukannya lalu tangannya mengotak ngatik netbook Minseok.

"Naaah udah selesai , sisanya lanjutin sendiri aku ngantuuk" ucap Sehun.

"kenapa tidak sekalian aja tadi haha " kata Minseoksambil nyengir , Sehun mengusap poni Minseok gemas.

" Kau sungguh tidak berubah Minseok , dari dulu malaa dan manja " kata Sehun

"Tapi tambah cantikkss kaan" ucap Minseok sambil pasang muka sok imut , Sehun langsung narik hidung Minswok.

"Iyain aja biar senang " Sehun langsung berlari keluar kamar Minseok dan menutup pintunya.

*Minseok masih sibuk dengan tugasnya sampai lupa waktu dan lupa makan.

" SAVE AS! " katanya gemas sambil menekan keyboard netbooknya

" and DONE! " katanya lagi sambil menggeliat.

"ahh akhirnya " Minseok merasa tenggorokannya kering , ia berdiri darikursi , dan aaat membalikkan badan ada...

"aaaaa.. emmm..emm.." seseorang membukam mulutnya , dan dia meletakkan telunjuknya didepan bibir Minseok tanda suruh diam

Minseok mengangguk dan orang tersebut melepaskan bungkamanya.

"Luhan, Kenapa kau kesini ? Dan.. bagaimana kau bisa masuk kesini ?" katanya sambil berbisik.

"Aku bisa melakukan apapun yang aku mau" ucap Luhan , Minseok mempoutkan bibirnya tanda kesalnya mendengat ucapan Luhan.

"kenapa mempoutkan bibirmu dengan imut seperti itu Seoki ? tidak takut kalau aku menyambarnya " ledek Luhan dan Minseok langsung nutup bibirkanya.

"hahahaha" Luhan tertawa sambil merebahkan badannya di ranjang Minseok , Minseok pun langsubg menghampiri Luhan.

" Yaaakk Luhan, Tidak pantas namja tidur dikasur yeoja " katanya kesal , Luhan hanya memandang Minseok.

" Waw ?" tanya Luhan.

"saiiisshhh , tidak baik , nanti bisa… Em.. bisa.. " katanya menggantung , Luhan mengernyitkan dahinya.

"Bisa apa?" tanya Luhan meledek.

"Bisa.. Bisa itu tuuuh hehe" kata Minseok sambil duduk dibawah ranjang yang ada karpetnya dan menyalakan tv.

"Yaah, kenapa aku malah dicuekin" Luhan akhirnya ikut duduk dibawah ranjang bersebelahan dengan Minseok , Minseok melirik Luhan dan Luhan meliriknya

"Kenapa melirik lrik aku ? :p " kata Minseok sambil menggonta ganti channel

"GR" bales Luhan singkat

"Memang benarkan kamu lirik lirik aku, kalau tidak percaya tanya nih sama mataku" ucapnya ngasal

Luhan tersenyum evil , memegang kedua pipi Minseok dan menghadapkan wajah Minseok ke wajahnya .

"Coba sini aku liat matamu" ucap Luhan , Minseok melihat Luhan dengan tatapan kagum saat melihat bola mata Luhan.

"Luhan , matamu indah sekali " batinnya

Luhan lalu tersenyum meliha Minseok , Minseok merasakan sentuhan hangat dipipinya lalu memegang kedua tangan Luhan.

" Tanganmu hangat sekali ? " tanya Minseok , Luhan melepas pipi Minseok dan menghadap kedepan.

"Aku kan sudah bilang Seoki , aku juga bisa menjadi manusia ,namun aku bukan manusia , aku bisa menjadi malaikat namun aku bukan malaikat " ucap Luhan.

" Mwo ? Waeo ?bagaimana dengan orang tuamu?"

"ayahku menikah dengan yeoja manusia " ucap Luhan.

"dan setelah melahirkanku dia meninggal , ibuku bisa bertahan hidup pun karena bercerai langsung dengan ayahku dan menikah dengan laki laki lain sebelum aku lahir " jelas Luhan sedih , Minseok menyentuh lengan Luhan.

"kau belum pernah bertemu ibumu?" tanya Minseok , Luhan menggeleng lemah.

"Yampun sabar Luhan " ucapnya , Luhan menatapnya dan tersenyum.

"Ketika aku melihat wajahmu , aku berangan angan agar bisa bersamamu " bisik Luhan pelan , tangan kanannya mulai terangkat lalu masuk ke rambut Minseok dan leher belakangnya lalu merangkul Minseok

Minseok menyandarkan tubuhnya dipundaknya tanpa sadar.

"kau adalah satu satunya yeoja yang bisa membuatku gila" ucap Luhan.

"menurutmu? Bagaimana tentangku?" tanya Luhan akhirnya.

"entahlah, aku tidak bisa menilai orang secepat ini"ucap Minseok ke Luhan

"namun saat melihatmu , aku merasa sangat nyaman , apalagi berada disampingmu" ucapnya lagi , Luhan tersenyum dan mengusap pipi Minseok dengan jempolnya , Minseok membenamkan wajahnya dipundak Luhan dan memejamkan mata

hati Minseok terasa tenang dan damai di sandaran Luhan , Minseok merasakan sentuhan tangan Luhan yang lembut dipipinya hingga ia pun tertidur , Luhan mengecup rambut Minseok dan masih mengusap pipinya...

" Sepertinya bukuku tertinggal di kamar Minseok " ucap Sehun sambil keluar dari kamaarnya , Sehun mencari novelnya yang sepertinya tertinggal dikamar Minseok saat menghampirinya tadi.

Tanpa mengetuk pintu , Sehun langsung membuka pintu dan.

Ceklek..

Sehun tersenyum melihat wajah polos Minseok yang tidur memeluk guling namun tanpa selimut , Sehun mengambil novelnya lalu menghampiri Minseok..

Menarik selimut agar menutupi tubuhmu..

"Selamat tidur , jalja" kata Sehun lalu mengecup kening Minseok lama dan mengusap kepalanya sekilas , Sehun tersenyum lalu meninggalkan kamar Minseok...

Luhan keluar dari persembunyiannya dan menatap Sehun benci , Luhan lalu duduk disamping Minseok.

"siapa dia?" pikir Luhan , Luhan lalu melihat Minseok yang sedang tertidur.

"Aku tak ingin kehilanganmu karena manusia itu, tapi , apa aku harus membunuhmu untuk bersama ku?" ucap Luhan mengusap usap rambut Minseok yang sedang tertidur…

miiian kalau banyak salah atau typo , aku hanya REMAKE , khusus buat yang mau baca aja , karena aku kangen banget sama XIUHAN