"Nuguyaa ?" pikir Luhan , Luhan lalu melihat Minseok yang sedang tertidur.
"Aku tak ingin kehilanganmu karena manusia itu, tapi , apa aku harus membunuhmu untuk bersama ku?" ucap Luhan sambil mengusap usap rambut Minseok yang sedang tertidur…
Ke esokan harinya...
" Minseok Bangun."
Minseok mengerjap erjapkan matanya , menyesuaikan dengan cahaya sekitar.
"Hmm. Sehunna ini masih pagi " katanya sambil menutup muka dengan bantal , Sehun membuka bantal yang menutupi wajahnya.
" Kajja irona , nanti aku antar kekampus kamu" mendengar itu mata Minseok langsung terbuka lebar dan bangun.
" Jinja ?" tanyanya , Sehunpun mengangguk.
"Nanti aku kenalin sama temanku" ucap minseok , lalu beranjak dari tempat tidur dan menarik tangan Sehun agar keluar.
"."Sekarang keluar sana , aku mau mandi " ucapnya sambil mendorong Sehun keluar dari kamar.
."Nanti aku akan kenalin Sehun ke Luhan" batinnya sambil menyambar handuk dan segera mandi..
"udah siap?" tanya Sehun , Minseok mengangguk, Sehun segera menggandengnya menuju garasi , menyuruhnya masuk kemobil segera berangkat .
Sesampainya di kampus , Minseok melihat mobil Luhan sudah terparkir didepan , mobil Sehun berhenti , ia melihat Luhan sedang bersandar di mobilnya.
Minseok keluar di ikuti Sehun , Luhan memperhatikannya dengan ekspresi yang tak terbaca.
"Habis ini kau mau kemana?" tanyanya ke Sehun.
"Ke perusahaan Appa " balas Sehun.
"Ohhh , Eeh chankamman " katanya sambil melirik Luhan , Minseok menggandeng Sehun menuju Luhan , lalu.
"Luhan" panggilnya , Luhan hanya diam melihat mereka berdua.
"Kenalin ini Sehun , temanku" katanya , Luhan memandang Sehun dari atas sampe bawah.
"Sehun ini Luhan, temanku" Sehun memandang Luhan juga , mereka saling melihat satu sama lain ,apa lagi Luhan , Minseok melihat Luhan ngeri saat melihat Sehun , seperti mangsa yang siap dia santap saat itu juga , mata Luhan tak bisa berhenti melihat Sehun , seperti ada sesuatu yang dipikirkannya.
"kenapa ini begitu dekat, seperti ada yang terikat antara manusia ini dengan ku" batin Luhan..
"Eeeh hellloo " ucap Minseok , Sehun mengulurkan tangannya begitu juga Luhan.
"Sehun" ucap Sehun
"Luhan" balas Luhan tersenyum paksa.
"Yaudah, aku mau pergi dulu" Sehun menarik Minseok sedikit menjauh dari Luhan.
"nanti kalau mau aku jemput telvon ya "kata Sehun mencium kening Minseok sekilas.
"Ne." balas Minseok saat Sehun menciumnya, Luhan yang melihat itu seketika mengepalkan tanganya..
Saat setelah Sehun pergi , Minseok menghmapiri Luhan , saat sudah dihadapan Luhan , Minseok jadi mendelik takut saat Luhan menatapnya tajam.
"Waeyo..?" tanyanya ke Luhan , Luhan hanya menggeleng dan diam menatap Minseok.
"jangan lihat aku begitu iih" kata Minseok ragu dan takut.
Luhan lalu pergi begitu saja melewatinha , tanpa melihatnya pula.
"dia kenapa?" batin Minseok sambil garuk garuk kepala dan berjalan meninggalkan parkiran.
Saat sampai di kelas , Minseok tidak melihat Luhan.
"Lohhh dimana Luhan " batinnya sambil duduk di bangku.
"Makhluk aneh , tingkahnya juga aneh, mimpi apa dulu bisa ketemu mahkluk kaya gitu" batinnya lagi..
Hari ini Minseok full mata kuliah hingga sore , ia melirik jam tangan yang sudah menunjukkan pukul empat sore. Kelas sudah mulai sepi karena Minseok kebiasaan lemot –"
Setelah memasukkan buku ke tas ,Minseok mengangkat kepalanya dan begitu terkejut melihat Luhan yang tiba-tiba ada di hadapannya.
"Lu Luhan?" ucapnya gugup karena terkejut. Luhan meraih kedua tangan Minseok lalu ditarik secara paksa.
"Luhan, kau mau membawaku kemana ? ini Udah sore" ucapnya sambil mencoba melepas pergelangan tangannya yang dicengkeram Luhan.
Luhan tetap diam tanpa merespon perkataan Minseok.
"Yaaak Luhan, kau mau bawa aku kemana?kau mau menculikku? Kau issh aneh ya! " teriaknya, Luhan masih berjalan dengan menariknya paksa , Minseok masih meronta ronta berusaha untuk dilepaskan
akhirnya Luhan berhenti , kalian dilorong kampus yang sudah sepi , Luhan mendorong tubuh Minseok hingga menyentuh tembok.
"Kau ini apa apaan " katanya saat Luhan mengunci pergelengan tangan Minseok ditembok.
"Aku tidak suka namja itu" ucap Luhan menempelkan dahinya ke dahi Minseok , menatapnya dan berkata serius *gakkuat*
Minseok diam melihat Luhan, jantungnya berdetak tak beraturan , mata Luhan mengunci bibirnya untuk berbicara.
"Aku tidak suka ada namja lain yang mendekatimu" lanjut Luhan lagi , dengan keberanian yang kuat akhirnya Minseok berucap , Luhan melepas dahinya .
"maksudmu siapa? Sehun? Dia teman ku , apa salahnya ? Kau juga temanku, kenapa kau marah?"tanyanya bertubi tubi.
"Karena kau tidak mengerti " balas Luhan.
"Mengerti apa ha?" bentaknya.
"kau mau aku meninggalkan Sehun hanya untukmu? Begitu? Padahal kau hanya separuh manusia , apa kau akan menjamin kebahagiaan ku nanti ha? Ingat Kita berbeda! " mendengar ucapan Minseok , Luhan memukul tembok samping kepalanya hingga retak , kaki Minseok bergetar melihat apa yang dilakukan Luhan , tangannya sama sekali tidak mengeluarkan darah , mungkin kalau manusia normal sudah patah.
Luhan melihatnya dalam , bola matanya memancarkan tatapan yang teduh yang membuat hatinya tak tahan untuk melihatnya , Minseok menunduk.
"Maafkan aku Luhan" ucapnya pada akhirnya , mulutnya seperti mengikuti apa yang dipikirkan Luhan , seperti ada yang menguasainya.
Minseok maju selangkah , menempelkan tubuhnya ke tubuh Luhan , menyandarkan kepalanya dipundak Luhan.
"Miaaan chongmal mianhae " kata Minseok
"Aku akan melakukan apa yang kau minta" balasnya lagi , Luhan tersenyum dan memeluknya..
"berjanjilah padaku, kau hanya untukku , tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku" ucap Luhan berbisik padanya , Minseok mengangguk dipelukan Luhan.
"Aku janji " balasnya lirih..
"Kita pergi ketempat kemarin , aku ingin menghabiskan sore ini denganmu lagi " kata Luhan melepas pelukannya , Minseok mengangguk dan Luhan menggandeng tangannya..
Sesampainya dirumah pohon , Minseok duduk di pinggiran rumah pohon , pikirannya sibuk kemana mana.
"bagaimana bisa aku seluluh ini saat bersama Luhan" pikir Minseok sambil memegangi kepalanya.
"Apa aku.. Mulai mencintainya?" batinnya lagi , tibatiba Luhan datang dan duduk di sampingnya , wajahnya menjadi oranye karena terkena cahaya matahari yang akan tenggelam.
"Aku bagaikan matahari yang tak pernah bosan mengunjungi bumi, namun disini aku sebagai aku yang tak pernah bosan mengunjungimu setiap waktu, tak pernah bosan menerangimu , tak pernah bosan membuatmu hangat. Aku tau kita berbeda , namun.. Aku sangat menyukaimu aku tidak bisa mengalahkan rasa suka ku ketimbang rasa takutku akan 'kemusnahan' " ucap Luhan
Minseok memegang tangan Luhan.
"musnah?" ulangnya , Luhan mengangguk.
"aku akan musnah bila menikahimu , dan kamu akan mati bila menikah denganku " ucap Luhan
DEG!
Jantung Minseok berdebar makin keras.
"Jika boleh aku membunuhmu , kita akan bersama, dan kita tidak akan musnah " sambung Luhan , kamu menelan ludah mendengar kata kata Luhan , keringat dingin keluar dari telapak tangannya , Luhan menyentuh telapak tangan minseok dan berkata..
"kamu takut?" tanya Luhan memiringkan wajahnya berhadapan dengan wajah Minseok , Minseok mengangguk ragu.
"haha, aku tidak akan membunuhmu , aku bukan nephilim yang egois dan keji" ucap Luhan , lebih mendekatkan wajah nya ke Minseok..
"aku mencintaimu , dan aku akan mencari jalan lain untuk bersamamu , kumohon tinggalah dihatiku , dan jangan pergi kemana mana lagi , aku yakin.. Kau yang terakhir untuukku " ucap Luhan serius .
"aku.. aku.. " Minseok tidak bisa membalas perkataan Luhan.
"aku akan menjagamu, sampai hembusan nafas terakhir yang kau keluarkan " ucap Luhan , Minseok lebih erat menggegam tangan Luhan.
"Jangan membuatku gila Luhan , aku tidak tahu harus menjawab apa" ucapnya, perasaan takut dan namun ingin menguasai dirinya.
"ijinkan aku memilikimu seutuhnya" ucap Luhan , matahari sudah tenggelam , bulan belum muncul namun hari sudah mulai gelap.
Minseok mengangguki omongan Luhan , dan Luhan tersenyum manis
"Aku suka caramu tersenyum , Luhan " ucapnya ikut tersenyum , Luhan berdiri dan menarik tangan Minseok agar berdiri , Luhan meletakkan kedua tangannyadi pinggang Minseok dan meletakkan kedua tangannya dikedua pundak Minseok.
"Aku juga suka caramu tersenyum " kata Luhan lirih , Luhan memajukan langkahnya , kedua tanganya menjadi melingkar dileher Minseok , kepalanya sedikit diturunkan agar bibirnya sejajar dengan bibir Minseok , akhirnya..
Bibir mereka saling bertautan , Minseok mencengkeram baju Luhan , disaat itu juga tibatiba hujan turun sedikit demi sedikit , membasahi bumi , dan sedikit membasahi mereka karena rumah pohon yang terbuka , padahal hari tidak mendung , mereka masih terhanyut dalam suasananya sendiri , menikmati setiap apa yangdiberikan Luhan kepada Minseok…
Minseok melangkah masuk kerumah , dan mendapati Sehun duduk disofa , melihatnya saat masuk rumah.
"Jam 8 malam baru pulang? " tanya Sehun.
"Macet , tadi..tadi ada mata kuliah sampe sore " Kilah Minseok, Sehun Cuma mangguk mangguk , lalu Sehun memincingkan satu alisnya saat melihat baju Minseok yang sedikit basah.
"kenapa bajumu.." Minseok menyadari apa yang akan ditanyakan Sehun , namun ia segera memotong omongan Sehun.
"Sehun, aku mandi dulu yaa , aku lelah " ucapnya dan langsung pergi dari hadapan Sehun , Sehun melihatnya penuh dengan tanda tanya..
Begitu keluar dari kamar mandi , Minseok melihat Sehun sedang duduk di kursi meja belajarnya , main games yang ada di netbooknya.
"ada apa ?" tanya Minseok , Sehun memutar kepalanya dan tersenyum melihatnya,dia segera mematikan netbook.
Minseok berjalan disamping ranjang , dan Sehun dudukdisampingnya..
"kamu benar-benar tidak apa-apa ?" tanya Sehun.
"eoh emang aku kenapa? Aku baik-baik saja tuh" ucapnya sambil tersenyum.
"Yaa perasaanku sedikit tidak enak aja" balas Sehun . dari kecil Sehun memang mempunyai feeling yang kuat , dan feeling nya selalu benar , baik itu buruk atau baik :')
Sehun hanya diam memperhatikan Minseok, Minseok memegang kedua pipi Sehun.
"Aku baik-baik saja Sehun " ucapnya , Sehun memegang kedua tangan Minseok dan menurunkan tangan itu dari pipinya.
"aku rasa, ada sesuatu yang berbahaya yang akan membuatmu terluka " ucap Sehun , menggegam tangan Minseok erat, Minseok jadi teringat oleh Luhan.
"Itu hanya perasaanmu saja , Gwencanhan " balasnya , Sehun mengangkat tanganya dan mengusap rambut belakang Minseok.
"Aku harap juga begitu" ucap Sehun..
XLNR
"Dari mana saja Lu?" tanya Ayah Luhan saat Luhan sudah sampai dirumahnya.
"bukan urusan Appa " balas Luhan sambil berjalan masuk ke kamar namun pintunya langsung tertutup mencegah Luhan masuk , Luhan tau itu perbuatan ayahnya , Luhan lalu membalikkan badanya.
"Appa waeyo ?" tanya Luhan.
"memang Appa sebodoh itu, Appa bisa tau apa yang kamu lakukan diluar sana" kata ayah Luhan.
Luhan diam mencari cari alasan.
"kenapa kamu melanggar omongan Appa?" tanya ayah Luhan lagi.
"melanggar? Aku tidak pernah melanggar apapun Appa ! " balas Luhan.
"bohong! Kamu baru saja berciuman dengan yeoja manusia , iyakan?"Mata Luhan langsung memandang ayahnya tajam.
"Luhan, sudah berulang kali Appa mengingatkan mu untuk tidak…."
"stop ! Luhan sudah besar , Luhan punya jalan sendiri! " potong Luhan.
"Luhan! Jangan bentak Appa ! " bentak ayah Luhan sembari mendekati Luhan.
"Appa tidak akan segan segan menyakiti yeoja itu jika kamu terus berhubungan dengannya , Ini bahaya untukkmu! Apa tidak ada yeoja disini yang lebih cantik dan sempurna seperti yang kamu miliki sekarang?! "
"memang ada yang lebih cantik dan sempurna darinya , tapi tidak ada yang seperti dia! " balas Luhan.
"Appa tidak mau tau, kamu harus mengakhiri semuanya, atau Apa sendiri yang akan bertindak! Kalaupun kamu ingin bersamanya , bunuh dia sesegara mungkin, atau Appa juga yang akan membunuhnya!! " ucap ayah Luhan menatap Luhan tajam.
"Appa jangan berani menyentuhnya!! " teriak Luhan
" Appa sayangkan sama Eomma? " tanya Luhan
"itu sama persis dengan apa yang aku rasakan dengannya , Appa saja booleh menjalin cinta dengan eomma , kenapa aku tidak hah?" sebuah tamparan kasar mendarat dipipi Luhan , hingga pipiLuhan memerah..
"aduuhh..." tiba-tiba Sehun menggerutu sakit saat mengobrol dengan Minseok.
"Waeo ?" tanya Minseok bingung.
"Entah , tiba-tiba kepalaku panas" ucap Sehun memegang kepalanya.
" Kau sakit lagi ya?" tanya Minseok ke Sehun.
"Anni, tapi badanku emang suka begini , sakit sakit sendiri tanpa sebab " ucap Sehun menjelaskan.
"yaudah kau istirahatlah" ucap Minseok , Sehun menganguk.
"kau juga cepat tidur yaaa, udah malam" balas Sehun mengacak ngacak rambutnya sambil berdiri lalu mencium puncak kepala Minseok dengan posisi dia berdiri dan Minseok duduk.
"Arraseo.."
Sehun pun meninggalkan Minseok..
Minseok dari tadi tidur tapi tidak bisa bisa-bisa , tidak tenang itu yang Minseok rasakan , Terus saja memikirkan Luhan , perasaannya tidak tenang , entah kenapa Minseok merasa Luhan sedang dalam masalah..
"Luhan kenapa ya , biasanya kalau malem suka ngintip dijendela " ucapnya memeluk guling..
"Kasih aku waktu Appa, kasih waktu aku buat memutuskan semuanya " ucap Luhan , ayah Luhan Nampak berpikir , Luhan sudah tersungkur jatuh di hadapan kaki ayahnya karena berulang kali di tampar.
"Appa hanya akan memberimu waktu selama 10 hari " ucap ayah Luhan.
"se sepuluh hari?" ulang Luhan
"Yaa sepuluh hari , kamu tinggal memilih membunuhnya untuk bersamamu atau meninggalkanya untuk berpisah selama lamanya.." kata ayah Luhan lalu meninggalkan Luhan yang tersungkur jatuh dilantaii..
Saat mata Minseok mulai terpejam , tiba-tiba seperti ada yang meniup niup poninya , ia lalu membuka mata dan melihat Luhan sudah berada didepannya.
"Luhan.." Minseok langsung memeluk Luhan dalam keadaan tidur.
"Aku kira kau kenapa kenapa" sambungnya lalu melepas pelukan Luhan , Luhan duduk dan Minseok mengambil posisi setengah duduk juga , Minseok melihat wajah Luhan yang memerah dan ia kemudian menyentuh nya.
"Pipimu kenapa?" tanyanya menyentuh lembut pipi Luhan , Luhan hanya menggeleng pelan.
"Luhan , aku tau kau sedang berbohong " sambungnga.
Luhan menghela nafas panjang..
"tadi.. Appaku tau apa yang kita lakukan" ucap Luhan.
"Mwo ? Lalu?"
"DIa marah besar , menampar ku berulang kali " ucap Luhan , Minseok meenyentuh telapak tangan Luhan dan Luhan menggegam erat tangannya.
"Aku .. Aku diberi pilihan yang sulit " ucap Luhan.
"pilihan yang sulit? Memang apa?"
"Aku harus membunuhmu.. atau meninggalkanmu untuk selamanya.." ucap Luhan , mata Minseok terbelalak kaget mendengar ucapan Luhan.
"tapi.. aa aku , aku tidak mau mati Luhan , aku mencintaimu namun.. aku tidak ingin mati " ucap Minseok , Luhan mendorong kepala Minseok agar bersandar dipundaknya , Minseok menenggelamkan kepalanya di antara pundak kanan Luhan dan lehernya , dan ia pun menangis , menangis antara takut dan kehilangan..
"Sssstt.. Tidak akan ada yang memisahkan kita" ucap Luhan , Luhan merengkuh tubuhnya..
"Luhan.." panggil Minseok lirih.
"Ada baiknya kalo kita mengambil jalan yang benar.." sambungnya.
"maksudmu?" ucap Luhan.
"apa lebih baik.. Kita berpisah?" mendengar itu Luhan langsung melepas pelukannya , dan menekan kedua pipi minseok keras.
"kau sudah berjanji , kau tidak akan meninggalkanku, kau tau aku tidak suka ada orang yang mengingkari janji " ucap Luhan , Minseok melepas tangan Luhan.
"Kalau ini yang terbaik? " balasnya.
"yang terbaik buat aku ya Cuma kamu! " ucap Luhan.
Minseok tidak bisa berkata apapun lagi mendengar kata kata Luhan , Luhan mungkin sudah terlanjur mencintainya , Minseok tidak ingin menyakiti Luhan dan memang kenyataannya ia juga sudah mulai mencintai Luhan..
"baiklah, maafkan aku" ucapnya.
Luhan berjalan menjauhi minseok , berjalan ke jendelu dan memandang luar.
"seandainya ada keajaiban yang diberikan Tuhan , atau seandai nya Tuhan mengijinkan ku untuk berubah menjadi manusia seutuhnya " ucap Luhan memandang langit , Minseok berjalan mendekati Luhan dan menyentuh bahu Luhan.
"tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Luhan " ucapnya , Luhan membalikkan badannya dan tersenyum kecil , tangan nya mengangkat kedua tangan Minseok dan mencium kedua tangannya..
"Saranghae Minseokie " ucap Luhan , Minseok hanya tersenyum dan Luhan merangkulnya…
Setelah Minseok tertidur , Luhan menyelimutinya dengan pelan lalu mencium kening minseok, Luhan duduk sebentar ditepi ranjangnya dan dia nampak berpikir..
"Manusia yang ada didekatmu itu , seharusnnya lenyap " ucap Luhan berpikiran negative tentang Sehun yang akan merebut hati Minseok darinya..
Luhan berdiiri lalu membuka pintu dan mencari pintu Sehun , dia berniat untuk menghilangkan Sehun dari dari hadapan Minseok..
Luhan sudah berada di depan pintu Sehun , tanpa membukanya pun Luhan sudah bisa masuk , namun tidak ada Sehun dikamarnya..
Tibatiba..
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka , Luhan sembunyi dibalik almari.
Sehun membelekangi Luhan , Luhan berjalan mendekati Sehun mengendap endap.
memandang Sehun seperti mangsa yang akan segera dilahapnya..
Saat sudah beberapa inci, tibatiba Sehun membuka kaosnya dan Luhan langsung berhenti melangkah , matanya melotot , bibirnya menganga ...
"Tanda itu….."
TBC kah ?
Review juseyo
Tapi kalau berat yasudah , aku cuma mau lestariin Xiuhan , aku cuma kangen sama mereka , makasih yang udah like atau follow , kalau gasuka atau jelek miaaan , aku cuma niat post cuma kangen sama Xiuhan sumpah -_-
