Saat sudah beberapa inci, tibatiba Sehun membuka kaosnya dan Luhan langsung berhenti melangkah , matanya melotot , bibirnya menganga ..

"Tanda itu….."

"tanda itu.." Luhan melihat tanda yang sama dipunggung Sehun , tanda yang sama , yang berada pada punggung nya juga , sebuah tanda segitiga kecil.

Sehun merasa sesuatu sedang memperhatikannya ,dia membalikkan badanya dengan tibatiba , namun tidak ada seorang pun , Sehun melanjutkan melepaskaosnya dan langsung tidur

Hari ini hari sabtu , tidak ada mata kuliah di kampus , Sehun sepertinya belum bangun , sedangkan Minseok sudah mandi.

Setelah selesai mandi , Minseok bersantai ria berdiri di balkon rumah sambil melihat lihat pekarangan sendiri , tibatiba ia merasakan lingkaran tangan melilit dilehernya..

"Baaaa" katanya.

"Yaaak Sehun "

Sehun menurunkan tanganya dan sekarang melingkar diperut Minseok.

"jadii kangen waktu kita masih kecil bermain sepeda ditaman komplek" ucap Sehun.

"Haha iyaa kangen banget , kita masih lucuu waktu itu " ucap Minseok, Sehun mencubit pipinya gemes.

"iyaa kau lucu sekali " ucap Sehun

" Kajja bersepeda lagi" sambung Sehun lagi.

"Shirreo, capekk "

" aku yang boncengin , Otte?"

"hmm.. Gimana yaa " kata Minseok sambil menggoda Sehun , tanpa basa basi lagi Sehun langsung narik tangan Minseok menuju garasi.

"Kajja naik" ucap Sehun , dengan ragu Minseok menghampiri Sehun dan duduk didepan Sehun ,Sehun menggenjot sepedanya , tanganya yang satu di stang dan yang satu ditangan Minseok , kepala Minseok menempel dipundak Sehun.

"Hunnaah.." panggilnya saat di perjalanan.

"Wae?"

"Apa kau ingat ? Dulu saat bersepeda seperti ini kita sering dikejar anjing hahaha"

"Iyaiya , Ingat waktu celanamu robek karena anjingnya menggigit dan menariknya , terus kita… Jatuh dan.." kata Sehun terputus , Minseok menunduk malu , karena saat jatuh tidak sengaja Sehun menciumnya

"Stop , jangan dibahas lagii " balas Minseok malas sambil nyenggol perut Sehun.

"haha , apa kau malu , atau kau mau mengulanginya lagi?" tanya Sehun

"Yaaak , Shirreo !! " Teriak Minseok , Sehun tertawa senang

XXX

Setelah beberapa menit , Minseok dan Sehun sampai ditaman komplek, karena masih pagi , taman komplek masih Nampak sepi.

"Tidak ada penjual ice cream ya" kata Sehun setelah menaruh sepedanya.

"Anni , ini kan masih jam 8 pagii " balas Minseok,Sehun lalu menarik tangan Minseok dan mengajaknya duduk ditepi kolam iklan buatan yang cukup besar.

"Masih ingat apa yang kulakukan dulu disini? Waktu 2 hari sebelum aku berangkat ke aussie " kata Sehun , Minseok menatap Sehun bingung mencoba mengingat ingat sesuatu..

#FLASHBACK!

"Ssst jangan menangis terus " namja manis mungil memegang pipi Minseok yang mungil dan mengusap pipinya yang basah.

"Nanti kalau Sehun sudah besar , Sehun kembali kok buat Minseok " ucap Sehun.

"Tapi aku , aku pasti akan merindukanmu " balas Minseok.

" jangan menangis lagi , nanti kalau Sehun sudah pulang , Sehun langsung jadiin Minseok kekasih Sehun , Sehun janji " kata Sehun.

"Janji ?"

"Iya , Sehun janji " Sehun merapatkan duduknya , Minseok menundukkan kepala lalu Sehun mencium puncak kepala Minseok.

"Sehun pasti kembali :'))"

#FLASHBACKEND!

"Sudah ingat?" tanya Sehun manis , Minseok sudah ingat semuanya , minseok menjadi takut sendiri , takut kalau Sehun..

Minta macam macam sama Minseok.

"Iya , aku ingat " balas Minseok , Sehun yang duduk disampingnya pun menaruh tangan Minseok dipangkuannya..

"Aku mau nepatin janji itu! " kata Sehun

DEG!

"Ja jan janji apa?" tanya Minseok terbata bata.

"kan dulu aku janji , kalau aku pulang langsung jadi Kekasihmu , dan karena aku sudah lulus , aku sekaligus ingun ngelamarmu " kata Sehun mantap.

"me me melamar? " ulang Minseok gugup , Sehun mengangguk , lalu dia menghadapkan tubuh Minseok ke tubuhnya, membelai pipi Minseok

"Kau bersediakan?"tanya Sehun lirih, Minseok menunduk ia tidak tau harus bicara apa , sekarang statusnya , adalah milik Luhan..

"A akuu.. " belum menjawab Sehun sudah memeluk Minseok.

"Aku tau , kau pasti mau kan, aku yakin " kata Sehun , tidak ada perlawanan dari Minseok , ia hanya memejamkan mata menenggelamkan wajahnya dipundak Sehun , dan meremas baju Sehun saat mengingat Luhan.

"bagaimana ini? Tuhan tolong aku" batinnya dipelukan Sehun.Saat memejamkan mata , Minseok melihat Luhan dari jauh , Luhan menatapnya tajam , Minseok semakin takut dan langsung melepas pelukan Sehun.

"Minggu depan , Orang tuamu pulangkan? Akuakan segera melamarmu , aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya " ucap Sehun lalu kemudian mencium kening Minseok lama , Minseok ? hanya menunduk pasrah dengan perlakuan Sehun..

XXX

"Argghhhhh!!! " Luhan berteriak ditengah hutan , amarahnya memuncak mendengar apa yang dilakukan Sehun tadi tterhadap Minseoknya , apa lagi mendengar bahwa Minseok akan dilamar Sehun secepat itu.

"Bagaimana bisa aku membunuh manusia itu!! Dia sedarah dengankuu!!! " teriak Luhan , Luhan memejamkan mata mengingat ingat apa yang terjadi semalam..

#FLASHBACK!

Setelah melihat tanda dipunggung Sehun yang sama dengannya , Luhan langsung pulang dan menuju ke perpustakaan rumahnya , mencari cari apa tanda itu , dan apa artinya.

Luhan membolak balikkan halaman dan akhirnya dia menemukan tanda itu.

Tanda itu menandakan bahwa dua orang anak yang dilahirkan dalam satu ibu , walau beda ayah namunsatu ibu.

Luhan mengangkat kepalanya dan Nampak berpikir.

"jadi eomma sebelum melahirkanku , sempat melahirkan Sehun? Atau sebaliknya? Setelah melahirkanku? Dia menikah dengan lelaki lain? Eh tapikan kata appa , eomma meninggal karena melahirkanku? :o " Luhan Nampak melamun , lalu dia kembali membolak balikkan buku.

"Saudara sedarah , bisa merasakan apa yang dirasakan salah satu saudaranya jika disakiti " Luhan menutup buku itu , lalu menggebrak meja.

"Siaaaaal!!! " gerutu Luhan frustasi..

#FLASHBACKEND!

Malam haripun tiba , Minseok dirumah sendirian karena setelah dari taman tadi, Sehun langsung pamit mengurus perusahaan ayahnya.

Saat sedang dikamar tibatiba jendela terbuka kasar.

"Yaak khamjakiaa" Minseok pun mencoba menutup kembali jendela itu , namun tibatiba Luhan sudah berada dihadapannya dan menatap liar seperti dulu waktu dia marah dengan Minseok.

"Lu...Luhan?" Minseok menatap Luhan takut.

"kamu pasti marah ya sama aku" sambungnya, Luhan hanya menatapnya tajam , dia berjalan maju, hingga Minseok berjalan mundur , sampai mencapai kasur dan terduduk di ranjang , Luhan memegangi kedua pundak Minseok..

"Kau ingin pergi dariku?" tanya Luhan mencengkeram pundak Minseok kuat , Minseok tak berani menatap mata Luhan.

"tatap mataku! " ujar Luhan , Minseok menggeleng , Luhan lebih erat mencengkeram kedua pundak minseok.

"Lu appohh" rintihnya lirih , Luhan melepas satu pundak Minseok lalu mengangkat dagu Minseok agar melihat matanya.

"Aku mencintaimu, tapi kenapa kau tidak bisa menjaga perasaanku? Kenapa tadi kau lakukan itu dengan Sehun?" tanya Luhan .

"Aku , aku tidak bisa menyakiti hati Sehun , dia juga terlalu berarti buatku dan dia sudah berjanji di waktu kecil , maafkan aku Luhan " ucap Minseok, air matanya berkaca kaca.

"Aku tidak akan membiarkanmu bersama siapapun" ucap Luhan , sepertinya emosi nya mulai memuncak namun masih bisa ia redam

Tangan Luhan yang tadi didagu Minseok turun keleher.

"Luhan, jangan " Minseok tau apa yang akan dilakukan Luhan , membuatnya tidak bisa bernafas agar Minseok meninggal dan hidup bersamanya , tangan Luhan yang satu masih mencengkeram pundak Minseok.

"Luu , jangan , aku mohon " Luhan diam , Minseokmemegang tangan Luhan yang sudah menempel dilehernya , sudah siap mencekiknya.

Luhan terus nenekan tangannya , hingga Minseok sulit bernafas.

"Luu... luuhh , a aku.. tidak bi... bisa ber... nafas " kata Minseok terbata bata , rasa sesak menderai disekujur tubuhnya saat Luhan menekan leher Minseok , Luhan melepas cengkraman Minseok dan memeluknya namun masih dengan possisi 'mencekik Minseok'

"Luuu..., le ...le ...pa.. pasin.. , a aku " air mata Minseok keluar , Luhan masih tidak memperdulikannya.

"Ap..appohh…….." tangan Minseok masih menggegam tangan Luhan.

"Miaanhae...aku.." kata Luhan lirih...

Minseok memegang tangan Luhan yang menekan lehernya, air mata Minseok keluar begitu deras.

"Luuhh, le ...le ...pa.. pas " kata Minseok lirih dan terbata bata.

"mungkin ini adalah pilihan yang harus nya ku ambil " ucap Luhan lebih menekan tangannya , lembut namun sungguh menyakitkan , Minseok mencengkeram kaos Luhan.

"Luuuh...appoh " kata Minseok , jantungnya serasa sudah berhentu berdetakk , darah sudah seperti tak mengalir lagi di tubuh , pandangan minseok sebagian buram dan..

CEKLEK!

Mulut Sehun menganga saat membuka pintu kamar Minseok , melihat Minseok yang hampir mati karena Luhan , Sehun langsung berlari dan menarik Luhan kasar , Minseok ambruk jatuh ke kasur.

BUK!!

"Kau!!! " Sehun menghajar Luhan habis habis , sedangkan Minseok masih mengatur nafas.

BUUKK!!

Satu tinjuan mendarat ke pipi Luhan , Sehun menjatuhkan Luhan lalu memukul Luhan berkali kali , saat Sehun memukul Luhan hantaman keras berasa pada sekujur tubuhnya , namun dia mengiraukanya dia tetap menghajar Luhan , Luhan tak mau kalah , dengan kekuatanya Luhan mendorong Sehun memojokkan Sehun ketembok , memegang leher Sehun , ingin mencekik namunn saat ditekan leher Sehun , Luhan pun juga merasa kesakitan.

"STOP!! " teriak Minseok , dengan daya lemas Minseok menghampiri Luhan dan Sehun dan langsung memisahkan mereka , Minseok menarik Luhan yang akan mencekik Sehun.

"Luhan cukup " katanya memohon ke Luhan , Luhan menatap Sehun tajam , Sehun masih mengatur nafasnya.

"Apa yang kau lakukan tadi hah??" bentak Sehun , Luhan hanya diam.

Sehun menghampiri Luhan , dan lagi lagi menghantam Luhan , ditonjok perut Luhan namun.

"Aww" rintih Sehun dan Luhan bersama sama dan memegang perutnya.

"Kau ingin membunuhku?? Yang ada kau yang akan terbunuh!!" ucap Luhan.

Sehun masih memegangi perutnya.

"Apa maksudmu??" kata Sehun.

Luhan mendekati sehun lalu.

"pukul aku! " suruh Luhan , Sehun memandang Luhan penuh dengan tanda tanya begitu pun Minseok.

"Lakukan! " suruh Luhan , Sehun mengepal kan tanganya dan menonjok perut Luhan , lagilagi Sehun merasakan hantaman yang juga ia rasakan pada perutnya!

"Apa maksudnya?" tanya Minseok terduduk di ranjang.

Luhan lalu membuka kaosnya dan menunjukkan tanda yang sama dengan apa yang dimiliki Sehun , mata Sehun langsung terbuka lebar.

"KAU ? Kau siapa?" tanya Sehun terbata bata.

"aku, aku Dongsaengmu " ucap Luhan.

"Aku tidak pernah memiliki Dongsaeng" balas Sehun

"kau lahir, setelah itu ibumu pergi dan menjadi ibuku" ucap Luhan

"kita seibu?" ulang Sehun , Luhan mengangguk.

"satu ibu beda ayah , dan kau adalah yang beruntung karena terlahir dari manusia utuh " ucap Luhan , Sehun memincingkan alisnya.

"Apa maksudmu ?" Luhan terdiam lalu dia pergi ke jendela.Minseok mengikuti Luhan dan ingin menyentuh bahu Luhan.

"jangan sentuh aku" kata Luhan , lalu dia naik keatas jendela.

"selamat tinggal! " Luhan menghilang begitu saja dari hadapan Minseok...

"Luhannnnnn!! " teriak Minseok ingiin mengikuti Luhan , ia naik ke jendela namun dengan cepat Sehun menarik tangannya.

"kau ini apa apaan siihh!! " Sehun menarik Minseok ke dalam pelukanya , Minseok menangis didada Sehun.

"Sehun , Luhan pergii , Luhan tidak boleh pergi!! " tangisnya memecah tanpa sadar , Sehun masih terlihat bingung dengan situasi ini.

"kau kenapa? Kenapa kalau dia pergi?" tanya Sehun.

"aku mencintai Luhannn " isak minseok sambil memeluk erat Sehun , Sehun melepas pelukannya.

"tenang , ceritakan semua padaku dulu " Sehun memegang kedua pipi Minseok , dan mengusap air matanya , Minseok masih terisak.

Sehun menuntunnya berjalan duduk diranjang.

"sekarang ceritakan apa yang telah terjadi , dan kenapa Luhan bisa memiliki tanda sepertiku " tanya Sehun , Minseok menghela nafas panjang lalu menceritakan semuanya pada Sehun , dari pertama kali dirinya ketemu dengan Luhan pada waktu malam itu , hingga apa yang telah ia lakukan dirumah pohon waktu itu

"nephilim?" ulang Sehun , Minseok mengangguk.

"dia setengah manusia dan setengah malaikat?" tanya Sehun.

"kau tau?" tanya Minseok.

"Appa pernah bercerita itu waktu aku kecil dulu, dia selalu bercerita bahwa eomma dibawa oleh setengah manusia dan malaikat , nephilim. " jelas Sehun.

"kau berhubungan dengannya?" tanya Sehun , Minseokmengangguk lesu.

"Jadi?"

Minseokmelihat mata Sehun , ternyata setelah sadar mata Sehun sama persis dengan mata Luhan.

"Mianhae.." ucap Minseok memeluk Sehun .

"ini benar benar rumit" Sehun mengusap rambut Minseok pelan.

"Jadi Luhan benar benar saudaraku , dia dan aku sedarah , satu ibu namun beda ayah , Pantas dia terlahir sebagai nephilim Karena ayahnya malaikat yang menikah dengan eommaku , dan aku menjadi manusia karena ibuku menikah biasa dengan manusia " kata Sehun dipelukan Minseok.

"Sehun , aku takut menghadapi ini, apa selanjutnya yang harus aku hadapi, aku takut…"

"sssssh.. Tidak akan terjadi apa apa , percaya padaku , kau aman disampingku " Sehun mengusap rambut Minseok pelan.

"bagaimana dengan Luhan , aku juga mencintainya" batin Minseok..

Sudah 3 hari ini Luhan tidak muncul dihadapan Minseok ,padahal seingatnya Luhan hanya diberi waktu 10hari untuk memilih pilihanya.

" Luhan ... Bogoshipoo , luhaannnie bogoshipoo.." Ucap Minseok di depan jendela.

"Luhannie odiaa ? Kau bilang kau akan selalu ada untukku?" Minseok melihat kerlap kerlip bintang yang ada dilangit.

Tak terasa air matanya menitik perlahan di pipi , Minseok benar benar merindukan Luhan , merindukan pelukan Luhan , merindukan kecupan hangatnya , merindukan usapan diirambut saat ia tidur.

"Luhan , aku harap , kau bisa merasakan apa yang aku rasa sekarang , aku benar benar merindukanmu , kenapa kau harus pergi disaat seperti ini " Isaknya..

Tibatiba , seseorang menyentuh bahunya , Minseok menoleh dan melihat Sehun, Sehun melihat minseok dengan tatapan kawatir.

"Gwencanha ?" tanya Sehun , Minseok menggeleng dan kembali menghadap ke jendela , Sehun memeluk tubuh Minseok yang dingin karena hamparan angin.

"Hunaah, kau kan punya hubungan dengan Luhan"kata Minseok , Sehun mengangguk dipundak Minseok.

"aku ingin tau keberadaanya " ucap Minseok lagi

"aku tidak bisa seperti itu, aku hanya manusia biasa , bukan seperti Luhan " ucap Sehun.

"aku merindukan Luhan " Mendengar itu hanya sakit yang dirasakan Sehun, namun Sehun tetap tenang menghadapi Minseok , Sehun lebih erat memeluk Minseok dari belakang.

"sudahlah, lupakan yang telah berlalu" ucap Sehun mengecup pipi Minseok dari belakang.

"tapii.."

"sssh.. kau akan tenang di pelukanku" bisik Sehun lirih tepat ditelinga Minseok membuat Minseok langsung diam..

XXXX

Luhan terduduk dirumah pohon tempat yang nereja berdua suka , Luhan meratapi nasibnya sekarang...

"Bagaimana aku bisa memilih jika ada Sehun , otomatis Minseok akan lebih memilih Sehun " Luhan menjambak rambutnya sendiri.

"dan mana mungkin aku membunuh seseorang yang sedarah denganku, bukankah itu sangat kejii "sambung Luhan.

"Arggghhhh!!! " Luhan menghantam pohon yang dijadikan untuk sandaran ruumah pohonya hingga pohon itu bergetar.

XXX

Esok harinya , Minseok tidak ada niat sama sekali untuk menjalankan aktivitas hari ini , Luhan Luhan dan Luhan yang hanya ada dipikiran Minseok , bagaimana cara Minseok bertemu Luhan, itu yang ia fikirkan saat ini.

Sehun mengahampiri Minseok yang masih bengong diatas kasur.

"Tidak kekampus?" Minseok menggeleng pelan sambil menutup wajahnga dengan bantal dan membelakangi Sehun.

"yasudah, dirumah baik baik ya , aku mau ke perusahaan appa dulu " Minseok hanya mengangguki omongan Sehun , Sehun mengusap lengan Minseok dan mencium rambut Minseok karena wajah Minseok tertutup oleh bantal , akhirnya Sehun pergi..

Minseok melamun lagi dan memikirkan Luhan , lalu ia mempunyai ide gila , ia bangun dan berjalan membuka pintu balkon , berjalan keluar balkon kamar.

"kalau kau memang mencintaiku , kau akan datang dan menolongku , kalau tidak , aku akan mati menyusulmu " kata Minseok mantap , ia memanjat pagar rumahnya sendiri , lalu.. ...

Minseok memajamkan matanya...

Perlahan , Minseok melepas kan tangannya dari pagar, sudah bersiap jatuh dan...

Setelah Minseok melepaskan tangannya...

Desiran angin membuat rambutnya berteerbangan , namun ada yang aneh.

"kenapa aku belum jatuh?" batin Minseok , tibatiba sensasi angin sudah tidak ia rasakan lagi , Minseok membuka matanya dan...

"Luh.." belum selesei bicara Luhan sudah mencium bibirnya , tak lama hanya 5 menit ..

Luhan lalu melepaskannya dan memeluk Minseok...

"Mianhae, aku membuatmu kawatir " kata Luhan lirih ,Minseok menangis dipelukan Luhan.Ternyata Minseok sudah berada dirumah pohon..

"kemana saja kau selama ini? Kau mau meninggalkanku?" tanya Minseok terisak didada Luhan.

"Annii...bukan itu maksudku, aku hanya.."

"Bohong , kau akan meninggalkanku kan , disaat aku sudah benar benar mulai mencintaimu " potong Minseok , Luhan melepas pelukannya dan meraihkedua tangan Minseok.

"Tidak ada yang akan meninggalkanmu , aku selalu disini untukmu " kata Luhan meletakkan tangan Minseok ke dadanya.

"Aku , aku sangat merindukanmu " ucap Minseok liirih , Luhan menempelkan bibirnya didahi Minseok, Tangan Minseok melingkar ke pinggang Luhan.

"Aku juga merindukanmu , disaat saat seperti ini " kata Luhan , Minseok lebih erat memeluk Luhan.

"Jangan menangiss" kata Luhan.

"bagaimana tidak menangis ,kau meninggalkanku begitu saja waktu itu"

"Mianhaee , aku sedang mencari cara agar bisa bersamamu , tanpa menyakitimu seperti waktu itu"ucap Luhan melepaskan Minseok dalam pelukanya dan menyentuh pipi Minseok lembut.

Minseok hanya terdiam sambil memegang tangan Luhan.

"bunuh aku Luhan , aku sudah sadar betapa berharganya kau untukku " ucap Minseok ke Luhan mantap.

"Shirreo ! Aku tak ingin membuatmu terluka" balas Luhan berjalan membelakangi Minseok , Minseok pun mengejar Luhan lalu memeluk Luhan dari belakang..

Luhan menyentuh tangan Minseok yang bertaut diperutnya..

"Aku baru sadar akan sesuatu " ucap Luhan.

"Apa?"

"Mungkin benar perkataan mu malam itu , bahwa , aku harus meninggalkanmu , membiarkanmu bersama Sehun , itu akan lebih baik untukkmu dan untukku, kau akan bahahia dengan Sehun" kata Luhan

"Untukkmu , bukan untukku " balas Minseok cepat.

"Aku tak ingin menyakitimu " kata Luhan.

"Kau akan lebih menyakitiku jika kau meninggalkanku "Luhan membalikkan badannya , lalu melihat kedua bola mata Minseok , melihat mata Minseok yang sudah basah ,Luhan menyeka air mata Minseok

"Aku masih bisa selalu menjagamu , walau kau bukan milikku seutuhnya " ucap Luhan mengusap rambut Minseok.

"Anni ! Luhan , kenapa malah kau jadi seperti ini " gerutu Minseok

"Demikau Minseok " Balas Luhan.

"Aku mohon , jangan tinggalkan aku " Minseok kembali memeluk Luhan seakan tak mau melepaskan Luhan.

"kembalilah kepada Sehun , aku tak pantas untukkmu " Kata Luhan, Minseok memukul dada Luhan.

"Kenapa kau bilang seperti ini , mana Luhan yang dulu? Aku mencintaimu , aku sudah terlanjur menyayangimu " ucap Minsok menangis histeris , Luhan hanya diam , dia mendorong tubuh Minseok agar lebih menempel pada tubuhnya , memeluknya erat sekan tak mau kehilangan Minseok juga..

"Tapi.. Ini yang terbaik….." Luhan mencium rambut Minseok..

TBC !!!

Gomawo yang udah mau baca FF ini

Yang review Ini kejawab ya pertanyaannya hehe , banyak kesalahan dan typi jadi aku tetap menanti reviewnya

Ini XiuHan , endingnya ya tetap Xiuhan kok