Luhan melepas pelukannya.
"kajja aku antar pulang " kata Luhan.
"Shirreo" ucap Minseok kembali memeluk Luhan.
"ayolah, disini dinginn, nanti kau bisa sakit" balas Luhan.
"aku selalu hangat dipelukanmu Luhan "
Luhan hanya diam.
"pulang ya?" Minseok menggeleng di dada Luhan
."nanti aku todak akan pergi jauh lagi" kata Luhan lembut.
"janji ?" ,
Luhan mengangguk lalu menarik Minseok dalam pelukannya lagi.
"iya aku udah tau , pasti suruh mejamin mata" kata Minseok, Luhan mengacak ngacak rambutnya gemas ,Minseok segera memejamkan mata dan meletakkan kepalanya didada Luhan..
Selang beberapa menit , Minseok sudah berada didalam kamarnya.
"tidur sana" suruh Luhan langsung membopong Minseok dan menidurkannya di ranjang , tidak lupa untuk menyelimutinya.
"jangan pergii saat aku tertidur nanti" Ucap Minseok
"aku akan tertidur bersama mu " ucap Luhan mengusap rambut minseok lembut..
Luhan menaikkan kakinya di ranjang lalu Luhanberposisi setengah duduk membawa kepala minseok ke dadanya
."aku bisa bernyanyi loh" kata Luhan tibatiba.
"memang siapa yang tanya?" tanya Minseok meledek :p
"wooo , aku kan Cuma kasih tauu " kata Luhan manyun , telunjuk Minseok usil menusuk pipi Luhan yangmenggembung karena manyunin bibirnya :p
" arraseo arraseo , nyanyiin buat aku ya, bikin aku tertidur"
."tapi Kalau aku sudah tidur kamu jangan pergii "Sambung Minseok lagii
"Iya sayangg " kata Luhan
"I like your smile, I like your vibe I like your style, But that's not why I love you And I, I like the way, You're such a star.
But that's not why I love you
Hey, Do you feel, do you feel me?Do you feel what I feel, too?
Do you need, do you need me? Do you need me?
You're so beautiful But that's not why I love you I'm not sure you know
That the reason I love you is you Being you Just you
Yeah the reason I love you is all that we've been throughAnd that's why I love you..
I like the way you misbehave
When we get wasted.But that's not why I love you
And how you keep your cool.When I am complicated
But that's not why I love you
Hey, Do you feel, do you feel me?
Do you feel what I feel, too?
Do you need, do you need me?
Do you need me?
You're so beautiful.But that's not why I love you
And I'm not sure you know..
That the reason I love you is you
Being you Just you..
Yeah the reason I love you is all that we've been through
And that's why I love you.."
"suaramu indah sekali Luhan "
"kau belum tidur?" tanya Luhan , Minseok menggeleng pelan lalu mengangkat kepalanya agar bisa melihat Luhan.
"aku takut kau meninggalkanku " ucap Minseok lirih
"tidak akan ada yang meninggalkanmu sayang " Luhan tersenyum lalu mengusap pipi Minseok menggunakan jempolnya , Luhan menundukkan wajahnya , memandang Minseok dalam , sudah sangat dekat hingga hidung mereka bersentuhan..
Ceklek..
"Kalian??" pekik Sehun , Minseok langsung melepas pelukan di Luhan karena reflek , Sehun menganga melihat apa yang baru saja dia lihat.
Sehun melihat Minseok dengan tatapan sayu , Minseok lalu bangun lalu menghampiri Sehun.
"Sehun , miii mianhae , bu bukan maksud aa aku untuk.."
"sudahlah , kenapa kau tidak memberitahuku dari awal kalau kamu mencintainya?" tanya Sehun , Luhan yang mengerti pun memilih meninggalkan Minseok dan Sehun.
"akuu.."
"kamu apa? Tidak ingin menyakitiku? Tapi ini sudahsakit" kata Sehun memotong omongan Minseok
"iyaa Sehun , Mianhae :'( " kata Minseok mendekat ke Sehun , namun Sehun langsung pergi dari hadapannya.
"Sehun.." lirih Minseok , saat membalikkan badan ia malah mendapati Luhan tidak ada.
"Yaaa ? Luhan kemana?" ia buru-buru membuka jendela ,melihat ke sekitar , tibatiba Luhan muncul .
"aku kira kau pergi lagi "
."aku sudah bilang tidak akan pergi pergi lagi darimu :') " ucap Luhan , Luhan lalu masuk kekamar Minseok lagi , menggandeng tangan Minseok
"tidurlah , aku akan disini , aku janji " bisik Luhan halus , Minseok menganggukinya.
Sehun termenung dihalaman belakang rumah ,dia duduk dipinggiran kolam renang , melamun , bagaimana semua ini bisa terjadi?
"apa yang harus aku lakukan , aku juga tak sanggup jika harus kehilanganmu Minseok " kata Sehun lirih , Sehun menenggelamkan wajahnya di tanganya yang bertumpu pada lututnya.
"Relakan dia , relakan dia demi kebahagiaannya " kata seseorang tiba tiba membuat Sehun kaget dan mengangkat kepalanya lagi.
"Luhan?" kata Sehun , Luhan berdiri didepan Sehun yang sedang terduduk.
"Anyeong hyung " sapa Luhan ramah, Sehun laluikut berdiri dan memandang Luhan aneh.
"kau bukan dongsaengku , kau terlalu tua untukk menjadi dongsaengku, lihat deh imutan aku " kata Sehun ngasal (--")Luhan menepuk lalu bahu Sehun.
"Apapun itulah , kita mempunyai mata yang sama "kata Luhan bangga :p
"yaa benar , matamu sama dengan mataku , dan mata kita sama dengan ibu kita " ucap Sehun , Luhan mengangguk.
Suasana hening sejenak , lalu Sehun memulai pembicaraan lagi.
"Kau benar benar mencintai Minseok?"tanya Sehun , Luhan mengangguk mantap.
"aku rasa dia juga mencintaimu Luhan " balas Sehun.
"tapi dia lebih pantas untukkmu " kata Luhan cepat, Sehun melihat Luhan.
"dia tidak bahagia dengan ku, dia hanya bahagia denganmu " balas Sehun.
"aku tidak akan bisa membahagiakannya, dia manusia , sedangkan aku hanya… " kata Luhan murung , Sehun menepuk bahu Luhan.
"aku mempunyai cara agar kamu bisa bersama Minseok " kata Sehun tersenyum , Luhan menatap Sehun penuh harap.
"ikut aku" kata Sehun , Luhan mengekori Sehun , Sehunmengajak Luhan masuk kekamarnya , lalu..
"bacalah " Sehun melempar buku ke Luhan.
"baca halaman yang aku tekuk , itu saja " kata Sehun, Luhan membuka halaman yang Sehun tekuk.dann..
"seorang nephilim bisa menjadi manusia utuh , hanya jika mendapat jantung dan hati dari saudara sedarahnya" setelah membaca itu Luhan langsung melihat Sehun.
"katamu.. Aku harus merelakan Minseok bahagia " kata Sehun
"Bukan , bukan maksudku seperti itu , manamungkin aku tega melakukanya " Sehun menepuk pundak Luhan.
"lakukan lah , demi Minseok " kata Sehun ,Luhan melepas pegangan tangan Sehun dipundaknya.
"masih ada cara lain!! " teriak Luhan
"sayangnya tidak ada Luhan , waktumu bukanya tinggal beberapa hari saja?" kata Sehun , dia memang tau..
Luhan menatap Sehun heran.
" Gwencanhaa" Luhan lalu mendekat ke Sehun.
"kau yakin?" tanya Luhan , Sehun mengangguk.
"ambil jantungku , letakkan di jantungmu , jaga Minseok untukku " ucap Sehun ke Luhan.
"bagaimana caranya aku mengambil jantungmu?" tanya Luhan polos , Sehun tertawa lepas mendengar pertanyaan Luhan.
"kau bodoh sekali, kau kan punya kekuataan ,tinggal membunuhku , lalu ambil jantungku sebelum berhenti berdetak , seleseikan?" kata Sehun.
"ayolah " sambung Sehun lagi , Luhan Nampak ragu melakukan ini , dia benar benar tak tega,
"aku tidak bisa " ucap Luhan , Sehun mengambil tangan Luhan menaruh tangan Luhan dilehernya.
"Lakukan! " suruh Sehun , Luhan menggeleng.
"lakukan sekarang!! " bentak Sehun , Luhan menunduk sambil menekan tangannya dileher Sehun , Sehun mulai sesak nafas , tangannya mengepal , keringat dinginnya keluar , namun tibatiba..
"STOOPPP!!! " teriak Minseok tibatiba muncul didepan kamar Sehun , Luhan dan Sehun kaget melihat Minseok.
"Minseok " pekik mereka berdua , air mata Minseok menangis mendengar percakapan yang mengharukan dari kedua saudara sedarah ini.mereka sungguh saling berkorban demi dirinya :'(
"bunuh aku saja Luhan , jangan Sehun , biarkan Sehunhidup" ucap minseok , Sehun lalu menariknya mundur..
"Tidak! Apa kau tega menyakitinya? Cepat lakukan! Dan ambil jantungku, kalian berdua memang pantas bersama! " kata Sehun.
"Tidak , aku tidak mau melihatmu mati , aku saja, aku yang menginginkan bersama Luhan! " teriak Minseok, Luhan melihat Monseok dan Sehun secara bergantian , bingung luar biasa melanda dirinya , diantara dua pilihan siapa yang harus dia sakiti? Saudara sedarahnya sendiri? Atau Minseok ? Orang yang sangat Luhan cintaii…
Luhan masih terus memandangi mereka berdua , mata Minseok berkaca kaca melihat Luhan , Sehun juga melihat Luhan dengan tatapan penuh harap.
"Luhan , kau harus benar benar memikirkan ini , kumohon jangan sakiti Sehun , aku mencintaimu , namun aku masih ingin melihat Sehun :'( " kata Minseok menggenggam tangan Luhan
"kau masih bisa melihatku nanti " sambar Sehun
"tidak, kau akan mati , kalo aku akan menjadi seperti Luhan " balas Minseok cepat.
"aku mohon Luhan , pikirkan ini baik baik " ucap Minseok menaruh harap pada Luhan.
"Luhan , jangan sakiti dia , aku mohon apa kau tega menyakiti orang yang kau sayang?" tanya Sehun.
"hanya sebentar kan Luhan sakitnya?" tanya Minseok lirih.
Luhan masih melihat Minseok dan Sehun secara bergantian.
"Luhan jangan bertindak bodoh!" kata Sehun saat Luhan mulai menarik tangan Minseok , lalu menarik tubuh Minseok dalam pelukannya.
"apa yang akan aku lakukan benar , aku akan mengajak Minseok , aku akan hidup abadi bersamanya dan kau masih bisa melihatnya " kata Luhan , Mimseok mendengarkan di pelukan Luhan , mendengar itu jantung Minseok berdegup sangat cepat , berarti satu hal yang sudah ia tau , kau akan mati..
"Tapi .. jangan sakiti dia " kata Sehun lirih
"Sebisa mungkin aku tidak akan membuatnya sakit" jawab Luhan.
Sehun melangkah maju mendekati Luhan yang sedang memeluk Minseok , Sehun menyentuh bahu belakang minseok.
"kau yakin?" tanya Sehun , Minseok hanya mengangguk dipelukan Luhan , posisinya membelakangi Sehun, Luhan berhadapan dengan Sehun.
"aku yakin Sehun , aku akan kembali untuk melihatmu lagi , aku janji " kata Mimseok melepas pelukan Luham lalu berhadapan dengan Sehun.
"kau benar benar akan pergi?" tanya Sehun , Minseok menyentuh pipi Sehun.
"kepergianku bukanlah akhir dari segalanya bukan?Aku minta tolong kepadamu untuk memberi pengertian masalah ini ke appa dan eomma " ucap Minseok lembut didepan Sehun , Sehun lalu menarik Minseok dalam pelukannya. Luhan yang melihat itu memilih pergi...
"ijinkan aku memelukmu untuk yang terakhir kali ): " kata Sehun , Minseok hanya bisa membalas pelukan Sehun.
"aku akan selalu mencintaimu , aku akan selalu menunggumu kembali untuk melihatku kembali , meski aku tau kau bukan milikku lagi , namun aku yakin aku masih ada dihatimu " kata Sehun.
"kau memang selalu ada dihatiku " balas Minseok , Sehun melepas pelukanya lalu mencium kening Minseok lama.
"nanti aku akan bilang , sama appa dan eommamu , aku akan memberikan pengertian sebaik mungkin , aku juga akan bilang bahwa kau akan kembali " kata Sehun, kau mengangguk dan tersenyum.
"sudah cukupkah?" tanya Luhan tibatiba nongol , Minseok mundur selangkah mensejajarkan posisinya dengan Luhan, lalu menggandeng tangan Luhan.
"Anyeeoong :') " tangan Minseok melambai ke Sehun sambil tersenyum , Sehun hanya diam tanpa ekspresi , Luhan tiba tiba memeluk Minseok, Minseok tau ia harus memejamkan mata dan..
"Kita dimana?" tanya Minseok saat sudah sampai di suatu kamar , sepertinya..
"Ini kamarmu Luhan?" tanyanya , Luhan mengangguk kecil , Minseok melihat sekitar kamar Luhan yang tersusun rapi , rapinya melebihi kamarnya sendiri , saat melihat lihat Luhan tibatiba sudah mendekat dan berhadapan dengan Minseok.
Luhan melihat Minseokmengisyaratkan sesuatu.
"Lakukan sekarang" kata Minseok memgerti dengan arti tatapan Luhan , Luhan masih melihat Minseok tanpa bersuara.
"ayo Luhan! " sambungnya lagi, Luhan malah menarik Minseok dalam pelukanya.
"aku tidak sanggup membuatmu sakit , ini akan menyiksamu , sungguh " kata Luhan.
"hanya sebentar kan?" tanya Minseok , Luhan menangangguk .
"lakukan itu , buat selembut mungkin " ucap Minseok lirihsambil menelan ludah.
Tangan Luhan yang tadi memeluknya , beralih menempel keleher Minseok,
"kau yakin?" tanya Luhan sebelum melakukanya , Minseok melepas pelukan Luhan lalu mengangguk.
Luhan menekan tanganya keleher Minseok , semakin lama semakin kencang , membuat Minseok benar benar tidak bisa bernafas , Minseok memeluk Luhan , mencengkeram baju belakang Luhan karena menahan sakit yang luar biasa , merasakan bagaimana rasanya tidak bisa bernafas , ingin rasanya memukul menarik tangan Luhan
namun ia mencoba menahanya , mencoba mengingat kenangan kenangan indah bersama Luhan , bersama Sehun , air matanya menetes ditangan Luhan yang menekan lehernya , tangan Luhan yang satu mendorong kepala Minseok agar bersandar di dadanya.
"Lu...Luu...Luhan " lirihnya..
Luhan tak memperdulikanya , dia terus menekan hingga semua nya melemah , jantung Minseok semakin lemah , seperti tidak ada lagi darah yang mengalir ditubuhnya , nafasnya semakin sesak tak ada ruang lagi untuk bernafas , cengkraman tangan Minseok dibaju Luhan semakin melemah , matanya semakin buram , semakin terpejam , tubuh Minseok semakin dingin hingga pada akhirnya tidak ada lagi yang ia rasakan , Minseok ambruk dipelukan Luhan..
XLNR
Minseok merasakan , ada sesuatu diperutnya , ia mengerjap erjapkan matanya dan menyesuaikan dengan cahaya yang masuk kematanya.
Minseok merasa ada desahan nafas di pipinya , ia menoleh kesamping..
"Yaaaak Luhan..!! " teriaknya sambil mendorong Luhan , karena memeluknyadalam posisi tidur
Minseok mengambil posisi duduk , Luhan mengerjap erjapkan matanya.
Minseok memegang dada kirinya
"Omo..?" Minseok kaget karena jantungnya tidak berdetak.
"Luhan, aku sudah…" katanya menggantung , Luhan memelukmu dari belakang dalam posisi duduk lalu mencium pipi Minseok.
"Gomawo.." kata Luhan berbisik , Minseok hanya diam tanpa ekspresi.
"aku.. aku.."
"sshhh , sudahlah , kita akan bahagia selamanya " kata Luhan , tibatiba pintu kamar Luhan terbuka , Minseok melihat seorang lelaki tua datang mendekatinya dan Luhan.
"selamat datang nak " katanya, Minseok bingung , lalu Luhan turun dari ranjang dan menarik tangan Minseok agar ia berdiri.
"dia appaku " kata Luhan , Minseok yang tadi hanya bengong pun baru connect , lalu tersenyum ramah kepada ayah Luhan.
"Luhan memang tidaj salah pilih , dia juga menggunakan pilihanya dengan baik " kata ayah Luhan mengusap puncak kepala Minseok.
"kalian berdua akan segera menikah bukan? Appa sudah tak sabar untuk menggendong cucu " kata ayah Luhan , Minseok senyum senyum malu mendengarnya.
"sudahlah , silahkan kalian berdua ngobrol " kata ayah Luhan lalu pergi , Luhan melihat Minseok tersenyum dan menariknya dalam pelukannya..
"akihirnya , kamu akan menjadi milikku seutuhnya!! " kata Luhan bahagia , Minseok ikut tersenyum dipelukan Luhan.
"secepatnya kita akan menikah " kata Luhan ,Minsekm langsung melepas pelukan Luhan.
"Yaa,tidak perlu terburu buru Lu , aku belum siap serius " kata Minseok manyun.
"Wae... belum siap ?" tanya Luhan bingung.
"yaaa.. yaaa aku masih takut kalau tidak bisa jadi istri yang baik untukmu "
Luhan memegang kedua tangan Minseonlk lalu menciummnya.
"kau akan selalu menjadi yang baik untukku sayang" ucap Luhan lembut
"yakinlah pada dirimu sendiri sayang " sambung Luhan lagi , Minseok menghela nafas panjang , nafas tegang..
"baiklah Luhan , aku harap begitu.." kata Minseok lalu menyandarkan kepalanya didada Luhan..
1 minggu kemudian..
Rasa tegang menyambut Minseok hari ini , hari dimana ia dan Luhan melangsungkan pernikahan , ia memakai gaun serba putih , entahlah apa yang Minseok rasa sekarang ini , ia sudah lupa rasanya deg deg an :p
Tibatiba ada yang membuka kamar , Minseok melihat seorang lelaki yang menurutnya sangat sempurna saat ini , lelaki itu mendekat kearahnya
"Wae..?" tanyanya.
"Lu.. Luhan , kau… " kata Minseok menggantung.
"kau sudah siap sayang?" tanya Luhan , Minseok tersenyum dan mengangguk Luhan menyodorkan tangannya agar bergandengan dengannya , Minseok melakukanya dan mereka berdua keluar dari kamar..
Saat berjalan di sebuah taman , banyak pasang mata yang melihat Minseok dan Luhan , mata Minseok berkeliaran kemana mana , dan ia melihat..
" Sehun?" lirihnya , Luhan melirik Minseok.
"aku yang membawanya dia kesini " kata Luhan , Minseok tersenyum..
Sudah saat nya upacara pernikahan , semua mata memandang Minseok dan Luhan , upacara dimulai hingga Minseok resmi menjadi istri Luhan , lalu Luhan memasang sebuah kalung perak , bersimbol bintang , benda langit kesukaan Minseok ..
"aku akan berusaha menjadi sesuatu yang selalu kau rindukan dan kau dambakan " kata Luhan membalikkan badan Minseok setelah melilitkan kalungnya , Luhan tersenyum sempurna melihat Minseok..
"aku pun juga begitu , aku akan berusaha menjadi seseorang yang kau rindukan Luhan , menjadi seseorang yang selalu kau inginkan , aku mencintaimu , aku harap kau akan mencintaiku hingga nanti , hingga tak terhingga :')) " kata Minseok , Luhan mengangguk merengkuh pinggang minseok.
"Bukankah , di sebuah pernikahan harus ada perayaan ya?" bisik Luhan .
"maksudmu?" belum menjawab Luhan langsungmengunci bibir Minseok dengan bibirnya , padahal banyak pasang mata yang melihat adegan itu , mereka semua tersenyum melihatnya , bertepuk tangan melihat kebahagiaan Minseok dengan Luhan , Sehun pun tersenyum melihat Minseok dengan Luhan ...
Setelah berpagut lama , Luhan melepaskan ciumannya , lalu menggendong Minseok.
"aku akan membahagiakanmuuuuu Lu Minseok " teriak Luhan sambil memutarmutarkan badanya , Minseok tertawa mendapati perlakuan Luhan.
Tangannya berpegangan pada leher Luhan.
"kau tau , kau adalah mahkluk paling sempurnayang pernah aku temuii " kata minseok ke Luhan , Luhan menempelkan keningnya kekening Minseok.
"aku tau , dan kau adalah wanita terindah yang pernah aku temui , melebihi semua malaikat yang berada disini " kata Luhan.
"maka dari itu , aku tidak akan melepaskanmu , sampai kapanpun kau adalah milikku , selamanya.." kata Luhan tersenyum melihat kedua bola mata Minseok , jarak kalian memang dekat namun kalian tidak melakukan apapun ,hanya saling menempelkan dahi..
"saatnya membahagiakan ayahku " kata Luhan tersenyum
, Minseok hanya diam menatap Luhan , Luhan menggendongnya melewati kerumunan orang , hingga masuk rumah..
"Luhan Minseok!! " panggil seseorang , mereka berdua menoleh saat sebelum masuk kamar.
"Chukaeeee...atas kesuksesan kalian " katanya
"Sehun! " pekik Minseok
"aku senang bisa melihatmu lagi " kata Minseok , Sehun mengangguk dan tersenyum.
"Jaga dia baik baik Lu , dia semakin cantik aaja " kata Sehun , Luhan mengangguk sejenak , suasana hening sejenak.
."Oke baiklah , sepertinya , aku harus mengikuti tamu lain untuk pulang , kalian.. selamat menikmati apa yang akan kalian lakukan! " kata Sehun lalu membalikkan badan..
"Sehun.. " panggil Minseok , Sehun menoleh.
"kalau kau sudah mempunyai pengganti , jangan lupa kenalkan padaku " Sehun mengacungkan jemponya lalu berjalan membalikkan badan..
"tapi sayang , tidak ada yang bisa menggantikanmu.. ): " batin Sehun , air matanya mulai menetesss…
Minseok dan Luhan saling lirik di depan kamar
."Mwo.?" tanya Minseok canggung
"Ania.. " balas Luhan.
"akuu.. aku.. " belum apa apa , Luhan sudah langsung merangkul Minseoj, lalu mencium pipinya..setelah itu menuntunnya menuju kamar , dan ceklekk.. menutup pintu , sama halnya menutup hari dimana perjuangan itu berlangsung , hari dimana perjuangan itu sudah berakhir, berakhir dengan bahagia, berakhir dengan sebuah senyuman , Luhan bahagia dengan Minseok , Minseok juga bahagia dengan Luhan , dan Sehun .. bahagia melihat orang di sayang bahagiaa .. :')))
END
