Disclaimer : Vocaloid not mine

"Jadi? Bagaimana rasanya jadi pelayan pribadi Mikuo-sama?"

Len menatap Gumiya jijik. "-sama?" tanyanya, barangkali telinganya salah dengar karena tersumbat tulang ikan bekal makan siangnya pemuda berambut hijau itu.

Gumiya mengangguk semangat. "Oh ayolah! Dia pangeran SMA kita! Betapa charming dan wow nya tiap kibaran rambutnya-"

"Kayak bendera saat upacara? HAHAHAHA" sela Len sambil tertawa keras, otomatis membuat Gumiya kehilangan mood untuk memuja idola sekolah itu.

Gumiya menghela napas, lalu kembali duduk di meja depan Len. "Kau benar-benar membenci Mikuo ya?"

Mendengar nama 'Mikuo' disebut-sebut saja sudah membuat Len tidak niat belajar. Ia melepas kacamata yang ia kenakan, menutup buku pelajaran yang sedang ia baca, lalu bersandar di kursi. "Aku malah heran kenapa kalian semua begitu menghormatinya," bisik Len ketus.

Sebelum Gumiya sempat mengeluarkan pembelaan, Len menggebrak meja. "KAU TAHU TIDAK?! Pemuda yang kau panggil 'Mikuo-sama' itu SANGAT BERBEDA dari yang kau pikirkan!" katanya separuh berteriak.

"W-whoa santai Len. Menang kenapa dia?" tanya Gumiya.

Len mendecih kesal. "Di rumah dia berbuat seenaknya. Memerintahkanku segala hal untuk dikerjakan,"

Gumiya menaikkan sebelah alis. "Bukannya itu wajar? Kau kan bekerja sebagai pelayannya. Apalagi dengan gaji sebesar itu.." kata Gumiya, sedikit memelankan suara di kalimat terakhir.

Namun melihat ekspresi sahabatnya yang seperti sedikit terpukul, Gumiya berhenti melakukan pembelaan. "Hufft.. oke oke.. memang dia menyuruhmu ngapain?" tanyanya.

Len terdiam untuk beberapa saat. "..minum."

"..Ha? Apa?" Entah hari ini sepertinya ada penyakit budeg menyebar, atau terlalu banyak hal yang mengejutkan dari perbincangan itu.

"Dia menyuruhku minum," kata Len memperjelas kata-katanya. "Aku membuatkannya jus buah. Dia meminum setengah, lalu ia menyuruhku menghabiskan sisanya dari gelas bekas yang ia pakai, karena katanya aku kekurangan vitamin," decih Len.

Gumiya menyadari perubahan ekspresi wajah Len saat mengatakan itu. "W-wah.. erm. Jadi..?" tanya Gumiya.

"Aku yakin dia menghinaku! Dikira aku ini pelayan macam apa, minum dari bekasnya?! Kurang ajar!" kata Len marah-marah.

Gumiya tak berani bilang bahwa telinga sahabatnya itu memerah saat mengatakannya.