Im In Love With A Monster
ChanBaek
M
.
.
.
BUGH
"Aku sudah melarangmu untuk menyentuhnya bajingan!"
BUGH
"Sialan kau!"
Lelaki yang tengah tersungkur itu menyeringai, menyeka titikan darah disudut bibirnya dengan tangannya kanannya yang tidak menopang tubuhnya. Ia mencoba bangkit kembali, masih dengan seringai tampan mengejek yang memang sengaja ia tujukan pada lelaki yang tak jauh lebih tinggi darinya.
Ia mendekat, menghampiri lelaki yang baru saja memukulinya dengan brutal. Dan rasanya ia benar-benar ingin terkekeh melihat bagaimana lelaki itu menahan amarahnya dengan tangannya yang terkepal. Tanpa rasa takut akan dipukuli lagi pun ia bangkit, masih menunjukkan seringainya kepada lelaki satunya yang tetap bersusah payah untuk menahan amarahnya.
"Sudahlah, lagipula dia yang menggodaku duluan"
Dua tepukan dibahunya membuat amarah lelaki itu sedikit mereda, kepalan tangannya mulai melemah dan ia hanya menatap malas sahabatnya yang masih saja mengejeknya dengan seringai diwajahnya.
"Aku benar-benar tidak akan memaafkanmu jika kau meyentuh Baekhyun-ku lagi! Kau mengerti Yifan?"
"Hmm, kupikir aku jauh dari hanya sekedar mengerti Park Chanyeol"
.
.
.
Hari ini nampak berbeda bagi Byun Baekhyun. Ini masih terlalu pagi dan ia sudah sampai disekolah, ia berjalan dengan sangat malas tanpa ada Luhan yang biasanya selalu berada disisinya. Semalaman ia tidak bisa tidur dan tadi pagi Luhan mengatakan padanya kalau lelaki rusa itu tidak akan datang ke sekolah hari ini.
Mood-nya benar-benar hancur sekarang, dirinya benar-benar mengantuk dan tak ada seorangpun disini. Oh ayolah Baek, ini masih sangat pagi. Tak mungkin anak sekolah berangkat sepagi ini. Hanya kau dan mungkin seorang anak gila yang sedang duduk ditaman samping lapangan itu.
"Park Chanyeol?"
"Ya tuhan, pria tampanku"
Dengan sangat antusias ia berlari, mengabaikan rasa kantuknya dan rasa kesalnya pada sahabatnya. Senyumnya mengembang dengan sangat lebar ketika ia berlari. Dipojokan sana Chanyeol sungguh tak menyadari kalau sesosok lelaki binal tengah berlari dan bersiap menerjangnya.
DUGH
"Pagi tampan"
Sungguh, Chanyeol pikir hampir saja jantungnya melompat dari dalam tubuhnya karena Baekhyun yang tiba-tiba duduk diatas pahanya tanpa permisi. Keduanya kini duduk berhadapan dengan wajah Baekhyun yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya.
Chanyeol nampak gugup dan berusaha membenarkan letak kacamatanya yang sempat melorot karena terkejut tadi. Ia menatap penuh tanda tanya kearah Baekhyun yang sudah mengalungkan tangan dilehernya.
"A-ada apa B-Baekhyun?"
"Hmm, tidak ada. Hanya berniat menyapamu"
"O-oh. Hai"
"Ya tuhan, kau sangat menggemaskan"
Chanyeol hanya tersenyum kaku saat itu, ia meletakkan sebuah buku yang sebelumnya ada ditangannya kedalam tasnya. Ia tak protes dan nampak biasa saja dengan Baekhyun yang duduk diatas pangkuannya. Ia juga tak keberatan ketika Baekhyun memainkan kacamata dan rambutnya. Ia hanya diam dan berusaha sibuk dengan isi tasnya.
"A-apa yang membuatmu datang sepagi i-ini B-baek?"
"hmm, memangnya tak boleh?"
"B-bukan beg-"
"Aku sedang sedih Channie~ Luhan mengatakan padaku ia tidak akan datang ke sekolah hari ini"
"O-oh, j-jangan sedih B-baek. A-aku akan menemanimu"
"jinjja?"
"N-ne"
"Tapi tetap saja aku merasa sedih"
Chanyeol menyerngit bingung, ia terlalu serius memandangi wajah Baekhyun tanpa mempedulikan kalau kancing atas kemejanya baru saja dilepas oleh lelaki yang terkenal disekolahnya karena kenakalan dan juga kecantikannya.
Matanya sibuk memperhatikan bagaimana wajah lelaki bermata sipit itu, mata Baekhyun menatap dengan sangat menggoda kearahnya. Memancarkan sebuah aura yang benar-benar menghipnotis seorang park Chanyeol hingga tak sadar bahwa setengah dari kancing kemejanya sudah dibuka oleh Baekhyun.
"Kau ingin mendengar ceritaku?"
"K-kalau kau tidak keberatan"
"Tidak sebelum kau memelukku"
"Ne?"
"Aku akan bercerita kalau kau memelukku"
"T-tapi"
Baekhyun tersenyum dengan sangat manis, menuntun tangan Chanyeol untuk memeluk pinggangnya. Sekali lagi tanpa sadar Chanyeol menurutinya, meletakan tangannya dipinggang lelaki itu tanpa mengetahui kalau Baekhyun baru saja menyeringai menang didalam hatinya.
Park Chanyeol, sepertinya kau harus berhati-hati dengan lelaki yang satu ini. Pesonanya benar-benar menghipnotis hingga kesadaranmu pun akhirnya sudah menghilang dan tergantikan oleh sebuah gairah.
"A-aku…. S-sudah memelukmu"
"Memeluk apanya? Eratkan tanganmu!"
"S-seperti ini?"
"Yap! Turunkan tanganmu. Lebih kebawah sedikit sayang"
"I-ini?"
"Sedikit lagi!"
Bibir lelaki itu nampak sedikit dipoutkan membuat Chanyeol langsung berpikir bahwa ia belum memeluk lelaki manis itu sesuai keinginannya. Ia segera saja menuruti Baekhyun ketika anak itu mulai bergerak-gerak gelisah diatas pangkuannya. Tangannya dengan ragu-ragu menuruni pinggang Baekhyun dan memeganginya dengan cukup erat.
"B-bukannya kau bilang aku harus memelukmu? T-tapi k-kenapa a-aku… i-ini bukan p-pelukan B-Baekhyun-ssi"
"Tak apa. Aku akan cerita"
"B-baiklah"
Chanyeol sedikit gugup, apalagi mengingat tangannya kini malah menopang bokong Baekhyun sesuai dengan keinginan anak itu. Ia agak terganggu dengan posisi ini, ia takut kelepasan dan malah meremat bongkahan yang sialnya terasa sangat berisi ditangannya.
Ia menelan ludahnya dengan susah payah, membiarkan sebelah tangan Baekhyun kembali melingkar dilehernya dengan senyum nakal yang lagi-lagi ditunjukkan oleh anak lelaki itu. Chanyeol membiarkannya walau pada kenyataan jantungnya mulai berdegup tak beraturan ketika satu tangan Baekhyun yang lainnya masuk meraba dadanya melalui sela kemeja yang tak terkancingi itu.
"Jadi, semalam itu aku benar-benar tidak bisa tidur"
"B-bagaimana bisa?"
Baekhyun memulai ceritanya dengan perlahan, wajahnya nampak sangat santai berbeda dengan Chanyeol yang nampak sangat gugup. Bulir keringat muncul dipelipisnya hingga membuat Baekhyun menyeringai sejenak ketika melihatnya. Tangannya yang tadi ia gunakan untuk meraba dada bidang lelaki itu ia alihkan untuk menyeka keringat dipelipis Chanyeol.
"Seseorang mengatakan kalau aku sangat nakal dan tak tahu diri"
"B-benarkah?"
"Ne. Aku sedih Yeollie~"
Baekhyun merengek dan menunjukkan bagaimana wajah memelasnya sambil menggerakkan tubuhnya perlahan. Membuat Chanyeol yang tak ingin Baekhyun terjatuh malah tak sengaja meremat bokong Baekhyun ditangannya. Ia memejamkan matanya, membukanya setelah beberapa detik dengan matanya yang seolah mengatakan ia minta maaf pada lelaki pendek itu.
"Tak apa Yeollie, kau tidak perlu menahannya. Lagipula aku menyukai yang barusan."
"N-ne?"
"Bisa kau ulangi lagi?"
"t-tap-"
"Tak ada yang melihatnya"
Dengan perasaan campur aduk Chanyeol mengangguk, menatap tak percaya pada Baekhyun yang kini tengah tersenyum tanpa dosa kepadanya. Ia dapat merasakan Baekhyun menggerak-gerakkan tubuhnya seakan memberikan kode pada Chanyeol untuk meremat bokongnya lagi. Chanyeol yang mengerti dan tidak ingin membuat anak itu kecewa pun dengan perlahan menggerakan tangannya, melakukan rematan-rematan kecil yang membuat Baekhyun menggigit bibir bawahnya dengan sangat bergairah.
"K-kau bisa lanjutkan c-ceritanya B-baek"
"Aku lanjutkan kalau kau melakukan yang dibawah itu dengan lebih kuat"
"B-baiklah"
Tak tahu kenapa Chanyeol benar-benar tak bisa menolak perintah-perintah yang dilontarkan Baekhyun. Padahal sejujurnya ia pun tak bergitu tertarik dengan cerita Baekhyun. Heol, bukankah lelaki ia sudah biasa bahkan mungkin ia sudah tak peduli kalau dikatai nakal ? Kenapa sekarang ia malah merengek seakan ia benar-benar terhina dengan perkataan orang itu.
Dirinya seolah-olah sudah disihir oleh setan kecil didepannya. Tangannya pun sedari tadi meremat lebih kuat dari sebelumnya. Membuat lelaki yang kini ada dipangkuannya itu malah memejamkan matanya masih dengan bibir bawah yang digigit.
"Orang itu mengatakan kalau aku ini tidak menarik Yeol~ dia juga mengatakan kalau tubuhku tidak indah. Bagaimana menurutmu? Apa aku mhh seksi?"
"K-kau sangat seksi B-baek"
"Benarkah?"
"N-ne"
"L-lebih kuat lagi Yeolh!"
Chanyeol kembali melakukannya, membiarkan tangannya berbuat dosa dibawah sana. Ia juga tak mengelak saat Baekhyun memeluknya dengan erat sambil bersandar dibahunya. Chanyeol dengan jelas dapat merasakan bagaimana hembusan nafas Baekhyun ditelinganya, nafasnya makin memburu seiring dengan kuatnya rematan tangan Chanyeol dibawah sana.
"Katakan! K-katakan kalau akuhh a-adalahh yang paling seksi dan menggairahkan Yeollie~ Ku mohonhh"
"B-baek?"
"T-tanganmu benar-benar besar Yeolhh! Ayo katakan itu!"
"K-kau… kau adalah l-lelaki yang paling m-menggairahkan B-Byun B-baekhyunnie"
"Mhh manisnya Chanyeollie-ku. Berniat melihat tubuh indahku?"
"N-ne? B-bukannya kau ingin aku untuk mendengarkan ceritamu?"
Baekhyun mengangkat kepalanya, menatap Chanyeol dengan wajah merajuk yang amat menggemaskan miliknya. Tubuhnya sedikit ia angkat hingga bokongnya terlepas dari rematan Chanyeol, membuat lelaki berkacamata yang sebenarnya sangat tampan itu nampak panik dan kebingungan. Ia berpikir apakah ia baru saja salah berbicara hingga lelaki manis itu merajuk padanya.
Mata Chanyeol berkedip beberapa kali masih dengan menatap bingung kearah Baekhyun yang kini mempoutkan bibirnya. Ia ingin bertanya kenapa, tetapi ia tak cukup berani untuk itu. Ia tak ingin membuat Baekhyun makin bersedih sungguh, ia kan hanya bertanya.
"Jadi kau juga ingin mengatakan kalau aku ini tidak menarik?"
"T-tidak. A-aku ha-"
"Buktinya kau tidak mau melihat tubuhku!"
"B-Baekhyun-ssi. B-bukan begitu maksudku. A-aku…"
"Tetap saja. Kau secara tidak langsung juga mengatakan kalau aku tidak menarik. Kau sama saja dengan orang-orang yang hanya bisa mengatakan kalau aku ini binal dan bodoh! Aku membencimu, kau membuatku makin sedih Park Chanyeol. Aku kecewa padamu!"
Mata Chanyeol membulat saat itu juga, ia tak menyangka kalau hal sesepele ini bisa membuat seorang Byun Baekhyun yang populer itu merajuk dan marah. Padahal sejujurnya ia tidak memiliki niatan seperti itu, lagipula bukannya ia tidak mau melihat bagaimana tubuh polos tuan muda Byun yang pastinya sangat menggairahkan. Hanya saja, ia masih ingat benar dimana ia berada sekarang. Ia tidak ingin seseorang memergokinya dan juga Baekhyun sedang melakukan hal yang tidak-tidak disudut taman.
"Kalau begitu aku pergi saja! Aku akan mencari seseorang yang benar-benar menyukaiku. Aku tidak ingin bertemu lagi deng-"
"T-tunggu!"
"Apa lagi? Kau ingin menasehatiku? Tidak perlu Tuan Park, urusi saja buku-buku bodohmu itu! Aku tidak bu-"
"L-lepaskan p-pakaianmu sekarang B-baek. B-biarkan a-aku…. M-melihatnya"
Baekhyun menyeringai menang dan bersorak dengan sangat bersemangat didalam hatinya, berbeda dengan Chanyeol yang hanya bisa merutuki kata-kata yang baru saja terlontar dari dalam mulutnya tanpa permisi.
Sungguh, Chanyeol sendiri tidak percaya kenapa ia bisa mengatakan hal sebodoh itu hanya karena melihat seorang Baekhyun merajuk padanya. Sepertinya Baekhyun benar-benar menyihirnya agar ia menuruti segala sesuatu yang lelaki manis itu inginkan.
Well, nikmati saja ini Park.
"Kau serius?"
"N-ne. T-tapi j-jangan k-kau….. h-hanya y-yang atas saja kan?"
"Hmm, bagaimana ya?"
"A-aku tidak ingin k-kalau seseorang nanti m-memergokimu t-tidak mengenakan p-pakaian Baek"
"Wah, kau perhatian sekali padaku."
"H-hanya sebentar kan?"
"Tentu saja!"
"Hanya sampai membuat milikmu itu menegang Sayang. Sungguh, sepertinya aku benar-benar menyukaimu Park haha" lanjut Baekhyun didalam hatinya dengan seringai yang tidak disadari oleh Chanyeol.
Dengan senyum antusias Baekhyun kembali naik keatas pangkuan Chanyeol tanpa permisi, keningnya ia tempelkan dengan kening yang sedikit lepek milik pujaan hatinya dan memberikan sebuah kecupan dalam disana.
Jarinya menelusuri wajah Chanyeol hingga ke ujung jemari tangan lelaki tampan yang kini sudah keringat dingin. Digenggamnya tangan besar itu untuk kembali memeluk pinggangnya. Senyumnya sangat menakjubkan, membuat seorang Park Chanyeol seolah-olah adalah manusia bodoh yang tidak akan bisa menolak perintahnya.
Jemari-jemarinya yang lentik membuka kancing-kancing kemejanya dengan sangat perlahan dan sensual, hal itu kembali membuat seorang Park Chanyeol benar-benar kehilangan kesadarannya dan tidak mengedipkan matanya barang sedetikpun hanya untuk memperhatikan bagaimana lelaki manis jelmaan iblis itu melepaskan pakaiannya.
Dengan sangat jelas Chanyeol dapat melihat bagaimana permukaan kulit Baekhyun yang putih dan halus itu mengintip dari balik kemejanya. Bahkan sudah kedua kalinya Chanyeol menelan ludahnya dengan sangat kasar, pekerjaan yang Baekhyun lakukan benar-benar sangat lambat sehingga malah membuat jantungnya berdegup tak karuan.
"Ingin menggantikanku?"
Tanpa ragu dan peduli dengan seringaian Baekhyun ia langsung mengangguk, melepaskan tangannya dari pinggang Baekhyun dan beralih mengambil pekerjaan Baekhyun. Ia membuka sisa kancing di seragam Baekhyun dengan tangan bergetar.
Jantungnya hampir saja meledak ketika ia menyelesaikan kancing seragam Baekhyun, sebuah pemandangan indah terpampang cukup jelas dihadapannya. Tubuh mungil nan indah, dadanya tidak bidang sama sekali, ada dua benda kecil berwarna kecoklatan disana yang terlihat sangat menggiurkan, kulitnya juga sangat putih, membuat Chanyeol merasa kalau ini bukanlah sebuah kesalahan karena menontoni tubuh menggairahkan milik anak paling terkenal di sekolahnya. Ini adalah sebuah keberuntungan. Luar biasa.
"Mau melihat yang bawah sekalian Yeollie?"
"Ten- t-tidak mak-maksudku"
"Baiklah, mungkin lain kali"
"N-ne"
Demi apapun Baekhyun sangat puas dengan jawaban lelaki dihadapannya. Ia menggerakan tubuhnya, membuat gerakan maju mundur secara teratur yang malah membuat kejantanannya dan juga milik Chanyeol yang masih tertutup celana itu bersinggungan.
Chanyeol yang menyadari bahwa miliknya tengah dipermainkan oleh lelaki cantik diatasnya sedikit terkejut, tangannya kembali memeluk pinggang Baekhyun tanpa berniat menghentikan gerakan pria nakal itu.
"B-baek, m-miliku…"
"Yeollie~ Baekkie menyukainya~"
Oh shit, salahkan saja otak Chanyeol yang lagi-lagi tidak bisa menolak keinginan Baekhyun, apalagi dengan wajah merengek dari lelaki cantik itu, membuat Chanyeol benar-benar tak kuasa.
"Kau juga menyukainya Yeollie?"
"N-ne"
"K-kau menyukaiku mhh?"
"N-ne"
"Bagus, aku juga menyukaimu Chanyeollie"
Tak ada yang tahu sebenarnya, Chanyeol itu memang pendiam, tak banyak bicara dan masa bodo. Tapi sungguh, tak ada satupun yang mengetahui kalau sebenarnya ia memang menyukai seorang Byun Baekhyun, kecuali Wu Yifan tentunya.
Bagaimana cara lelaki manis itu berbicara, berjalan, bahkan dari cara bagaimana Baekhyun menggodanya pun ia sangat menyukai. Tak peduli kalau kenyataannya Baekhyun sangat menggemari para lelaki seksi dan tampan, ia kan hanya menyukai Baekhyun. Lagipula ia tidak begitu berharap lebih pada lelaki manis itu.
Gerakan maju mundur Baekhyun terkesan makin dalam dan bergairah. Chanyeol tak memperdulikannya, ia hanya sibuk menatap bagaimana tonjolan kecoklatan yang juga ikut maju mundur tepat didepan matanya seakan menantangnya untuk segera dilahap.
"Apa yang kau lihat itu indah Yeollie?"
"S-sangat"
Baekhyun menghentikan gerakannya, membusungkan dadanya hingga nipple-nya secara tidak sengaja bersinggungan dengan bibir Chanyeol. Dengan refleks Chanyeol langsung menjilat bibirnya, makin menatapi bagaimana nipple didepannya dengan bernafsu.
Mulutnya sedikit terbuka, mencoba menggapai benda mungil itu dan hanya dihadiahi tawa tanpa suara oleh Baekhyun. Ia benar-benar merasa menang hari ini. Ia tak percaya, bahkan sangat mudah untuk membuat seorang Park Chanyeol berada di puncak gairahnya.
Sambil tertawa didalam hati, Baekhyun menjauhkan tubuhnya. Membuat Chanyeol kembali mengatupkan mulutnya dan hanya bisa memejamkan matanya berusaha mencari kembali kesadarannya yang sialnya malah hilang ketika Baekhyun mulai kembali bergerak maju mundur.
"Kupikir perjanjiannya tadi hanya untuk melihat"
"…"
"Nghh"
Baekhyun sedikit melenguh, secara tiba-tiba Chanyeol baru saja menarik pinggangnya paksa dan langsung mengecap nipple-nya. Chanyeol pikir, yang ia lakukan sepertinya tak apa, Baekhyun juga menginginkannya kan? Jadi apa salahnya? Lagipula Baekhyun pasti tidak akan marah, anak itu malah akan menyukainya. Chanyeol nampak menikmati kegiatannya dengan tangan besarnya yang membantu Baekhyun untuk bergerak maju mundur dengan makin dalam.
"C-chanhh"
"Mptckk"
Chanyeol mengabaikannya, ia bagaikan orang kesurupan. Kepalanya sempat dimiringkan ke kanan dan kekiri untuk memudahkannya menghisap nipple Baekhyun secara bergantian. Diatasnya Baekhyun terus-terusan melenguh tanpa ragu. Kejantanannya terasa menegang bagaikan tersengat aliran menggelitik karena terus bertubrukan dengan kejantanan Chanyeol yang mulai menegang pula.
"L-lebih kuat Yeolliehh~"
Ia mendesah dan tak peduli, celananya nampak menggembung dan ia tak berniat sama sekali untuk membuka celananya. Tangannya kembali memeluk leher Chanyeol sambil mendorong kepala itu agar Chanyeol memperkuat hisapannya.
Baekhyun benar-benar puas pagi ini, ia tak menyangka kalau datang sangat pagi bisa membuatnya mendapat kenikmatan seperti ini. Bibirnya terlihat memerah karena ia menggigitnya beberapa kali untuk melampiaskan rasa nikmat ditubuhnya, kemejanya pun hampir terlepas dari tubuhnya kalau tangannya tak melingkar di leher Chanyeol.
"M-milikmuhh me-nghh meneganghh Yeolh"
Baekhyun memberitahukannya dengan sangat menggoda, ia sendiri sangat menikmati ini. Apalagi ketika Chanyeol kembali meremat bokongnya lebih kuat dari sebelumnya. Benar-benar luar biasa, ia bahkan bisa merasa kalau nipple-nya terasa sangat basah oleh saliva Chanyeol, sedangkan dibawah sana miliknya dan milik Chanyeol sudah sangat menegang dan masih saling ditubrukkan.
"Mpttck"
"Sudah dulu ya sayangku mhhh"
Baekhyun menarik kepala Chanyeol, membuat mata sayu yang dipenuhi gairah itu menatapnya. Ia menyeringai, mengelap sudut-sudut bibir Chanyeol yang terdapat sedikit lelehan-lelehan saliva.
"Kupikir putingku memerah"
"N-ne?"
Chanyeol yang menyadari apa yang baru saja ia lakukan langsung membulatkan matanya lebar-lebar. Ia menatap tak percaya kearah Baekhyun dan kedua nipple Baekhyun yang memang memerah dan basah. Dengan terburu-buru ia mengangkat tangannya, membersihkan kedua tonjolan itu dengan tangannya. Ia menekannya, memilin tonjolan itu dengan cukup kuat supaya puting Baekhyun tidak ada lelehan salivanya lagi.
"Mhh, s-sudahhh. K-kitahh lanjutkan nanti saja sayang! O-ohh nikmat sekali hhh"
"Maafkan a-aku B-baek, a-aku tidak bermaksud un- Ya Tuhan, a-aku benar-benar m-minta maaf"
Sekali lagi Chanyeol tersadar, dengan cepat ia menyingkirkan tangannya dan langsung menyembunyikannya dibalik tubuhnya. Baekhyun yang melihat hal itu kembali tertawa, ia mengancingi kembali kemejanya dengan cepat dan segera bangun dari pangkuan Chanyeol.
"Itu tadi benar-benar nikmat Chanyeollie"
"M-maaf"
"Tak perlu meminta maaf, aku sangat menyukainya. Kau sangat hebat"
"T-terimakas- maksudku maaf"
"Baiklah, kupikir aku harus segera menyelesaikan miliku yang bawah. Karena kau bilang tidak mau melihat yang bawah nampaknya aku harus menyelesaikannya sendiri kali ini. Dan kau pun sepertinya harus menyelesaikan itu sendiri kan?"
"A-ah b-benar"
"Kita bertemu lagi nanti, bye"
"H-hati-hati B-Baek"
Chanyeol memejamkan matanya setelah Baekhyun berbalik pergi meninggalkannya, ia membenarkan kembali kancing kemejanya yang sempat dibuka oleh Baekhyun tadi. Kacamatanya ia buka karena sedikit berembun, keringat diwajahnya pun ia lap dengan sangat brutal. Ia kacau, apalagi dengan tonjolan besar diantara kakinya yang membuat celananya terasa sangat sesak.
"Kau harus membayar ini nanti Byun Baekhyun"
TBC
Annyeong~
Hayooo yang kemarin bilang penasaran sama chap 2 mana suaranyaaaa?
Ohiya, yang kemarin pada main tebak-tebakan siapa yang di krimin pesan sama Chanyeol...udah kejawab kan? Itu Yifan yang di kirimin. Selamat buat yang berhasil nebak~ dapet flying kiss dari Baekkie tuh^^
Naena-nya nanti dulu yaaw~ masih menunggu moment yang tepat eaapzz wkwk
Review Juseyooooo^^
