Im In Love With A Monster
ChanBaek
M
*tolong baca announcement singkat dibawah^^
Happy reading sayang-sayangku sekalian~ :*
.
.
.
Dengan pergerakan yang sangat lembut Baekhyun membaringkan tubuhnya, dengan kedua tangannya yang melingkar dileher Chanyeol ia menarik lelaki itu hingga kini lelaki tinggi itu terlihat menindihnya.
Mata keduanya kini saling bertemu, perlahan Baekhyun melepaskan kacamata milik lelaki diatasnya. Mendorong bahu lelaki tampan itu agar menyingkir karena ia ingin menyimpan kacamata lelaki itu diatas nakasnya.
Ia kembali berbaring, kembali menarik Chanyeol untuk menindihnya. Senyumnya mengembang, memaksa Chanyeol yang tengah dilanda rasa gugup itu mau tak mau ikut tersenyum.
"Kau makin terlihat tampan tanpa kacamatamu Yeollie"
"T-terimakasih"
Tangan Baekhyun yang sebelumnya berada dibahu Chanyeol kini bergerak cepat hingga pinggang lelaki itu. Menarik ujung hoodie Chanyeol dan mengangkatnya, yang mana mau tak mau membuat Chanyeol harus membuka hoodie itu. Chanyeol meletakan hoodie-nya diujung ranjang Baekhyun dan kembali menindih anak itu.
Kaosnya yang tipis kembali Baekhyun ingin lepaskan, namun dengan sangat perlahan Chanyeol menolaknya. Menangkupkan sebelah tangannya dipipi Chubby Baekhyun sambil menggeleng dan tersenyum sangat lembut pada lelaki dibawahnya.
"Aku... H-hanya tak ingin Kim ahjumma atau o-orang lain masuk kekamarmu s-secara tiba-tiba dan berpikiran macam-macam karena a-aku tidak mengenakan pakaian"
"Yeollie~ tidak akan ada yang melihat~"
"A-aku..."
"Aku saja yang membuka pakaianku"
Dengan sangat cepat Baekhyun menarik tali bathrobe-nya, berniat melepaskan kain putih itu dan membuangnya ke sembarang arah sebelum Chanyeol menahannya.
Baekhyun menatap Chanyeol penuh tanda tanya, ada perasaan sedikit kesal pada lelaki itu. Kenapa Chanyeol malah menahannya? Tak tahukah Chanyeol kalau Baekhyun sudah benar-benar tak tahan? Ia...ingin merasakan bagaimana bermain-main dengan tubuh Chanyeol.
"Kenapa?"
"J-jangan melepaskan k-kain ini B-baek"
"Kenapa? Kau bilang setelah tugasku selesai aku bisa melakukan apapun padamu!"
Baekhyun makin kesal, matanya menatap marah Chanyeol yang baru saja menarik bathrobe Baekhyun untuk menutupi kembali perut anak itu. Posisi keduanya masih saling tindih dengan Chanyeol diatasnya, melihat Baekhyun yang terlihat sangat kesal Chanyeol sejujurnya merasa tidak enak. Namun, ia juga takut kelepasan kalau ia membiarkan Baekhyun melepaskan satu-satunya kain yang melekat ditubuh anak itu.
"Aku membencimu asal kau tahu!"
Baekhyun memalingkang wajahnya, menarik tangannya yang sebelumnya melingkar dileher Chanyeol untuk ia lipat didepan perutnya. Bibirnya sedikit dipoutkan dengan sesekali kalimat kesal ia lontarkan tanpa suara.
Chanyeol makin bingung dibuatnya, tak bisakah Baekhyun berhenti merajuk dan mengerti bagaimana ragunya Chanyeol? Ia sangat ingin, sangat sangat ingin malahan melakukannya dengan Baekhyun, tapi ia juga takut kalau mereka melakukan itu bersama Baekhyun akan mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Ia tidak ingin Baekhyun mengetahui kalau ia adalah maniak sex, ia tak ingin menyakiti Baekhyun-nya. Ia belum siap dengan fakta itu.
Keduanya masih diam, Chanyeol juga masih berpikir diposisinya yang masih tetap menindih Baekhyun. Ia bertengkar hebat dengan dirinya.
Cup
Dan akhirnya pun Chanyeol menyerah, ia tak tahan melihat Baekhyun merajuk seperti itu. Rasanya tersiksa melihat makhluk seindah Baekhyun berada dihadapannya tanpa menyentuhnya.
Chanyeol mengecup pipi anak lelaki itu, berharap Baekhyun melunak dan mengentikan rajukannya. Tapi nyatanya tidak, anak manis itu masih mempoutkan bibirnya tanpa niat melirik Chanyeol.
"A-aku tidak bisa m-melihatmu merajuk seperti i-ini B-baekhyun"
"..."
"A-aku...a-aku akan melakukan a-apapun u-untukmu"
"Benarkah?"
Chanyeol hanya bergumam namun Baekhyun masih tak berniat menatapnya. Lelaki manis itu nampak berpikir sejenak tapi tak mengatakan apapun setelahnya. Membuat Chanyeol sedikit merasa gemas dan dengan ragu-ragu menenggelamkan kepalanya dileher Baekhyun. Membuat lelaki manis itu sedikit terkejut, namun setelahnya ia hanya tersenyum dan sedikit mengangkat kepalanya untuk memudahkan akses Chanyeol.
Kecupan-kecupan kecil Chanyeol berikan dipermukaan leher Baekhyun, menjilat sedikit sebelum ia mulai menghisapnya dengan perlahan.
"Emhh"
Baekhyun agak meremang ketika sesekali nafas berat Chanyeol menyapa titik sensitifnya. Ia menyukainya, menyukai Chanyeol yang seperti ini, bagaimana hembusan nafasnya yang terasa menggelitik dengan hisapan kuat dan juga berperasaan yang ia berikan.
"C-chanyeolie~"
Chanyeol menyudahi aksinya ketika Baekhyun menarik kepalanya untuk menjauh, senyum anak manis itu mengembang dan Chanyeol sangat menyukainya.
Dibawanya secara perlahan wajah Chanyeol untuk mendekat, tatapan keduanya jatuh pada bibir lawannya. Kening keduanya saling bersentuhan, mata Baekhyun bahkan sudah terpejam. Tangan Chanyeol yang menganggur ia gunakan untuk menyingkap kembali bathrobe Baekhyun.
"Hyunnie!"
Chanyeol membulatkan matanya, menggeleng mencari kesadarannya dan segera menyingkir saat ketukan dipintu kamar Baekhyun semakin menjadi-jadi.
Baekhyun hanya membuang nafasnya kesal, mengikat asal bathrobe-nya dan segera melompat dari atas ranjangnya. Menyempatkan untuk mengecup pipi Chanyeol sebelum ia membukakan pintu kamarnya.
"Ada apa ahjumma?"
"Eoh? Apa aku mengganggumu?"
"Sedikit. Tapi tak apa, aku bisa mengulanginya dengan Chanyeollie nanti"
"Ahjumma akan pulang sebentar sekalian membeli bahan makanan, ada yang ingin kau titip atau tidak?"
"Eumm... Strawberry saja"
"Baiklah, kalau begitu baik-baik dirumah ya sayang."
"Ne. Ahjumma juga hati-hati dijalan"
Baekhyun tersenyum, menutup kembali pintu kamarnya saat Kim ahjumma sudah menghilang dan tak terlihat lagi dipandangannya. Ia baru saja hendak berbaik untuk menghampiri lelaki tampannya kalau ia tak dikejutkan oleh kehadiran lelaki itu disampingnya.
Baekhyun menatap lelaki itu, sudah kembali lengkap dengan hoodie, kacamata dan juga sepatunya yang membuat Baekhyun menyerngit bingung.
"B-bolehkah aku p-pul-"
"Yeollie~"
"A-aku... B-baiklah, aku menyerah. L-lakukan sesukamu B-baekhyun"
Chanyeol benar-benar tak tahan dengan wajah merajuk Baekhyun. Ia merasa sangat lemah ketika ia melihat wajah manis itu ditekuk, walaupun terlihat sangat menggemaskan tetap saja Chanyeol tidak tahan melihatnya. Ada sebuah rasa ingin menyerang anak itu ketika melihatnya merajuk.
Baekhyun memeluk Chanhyeol, menyandarkan dirinya didinding samping pintu kamarnya dan meminta Chanyeol memenjarakan dirinya diantara lengan lelaki tampan itu.
"Aku benar-benar tidak sanggup melihatmu merajuk Baek"
"Makanya jangan buat aku merajuk lagi"
"A-aku... Maaf"
Baekhyun kembali tersenyum dan menggeleng, menangkupkan tangan yang dihiasi jemari-jemari lentik itu diwajah Chanyeol. Ia tarik sedikit wajah Chanyeol agar ia bisa memberikan sebuah kecupan kilat dibibir lelaki itu.
Chanyeol merasa terkejut saat itu, ia tatap Baekhyun yang kini tengah tersenyum sangat manis dihadapannya. Tangan anak manis itu masih menangkup wajahnya, dan dalam detik selanjutnya Baekhyun sudah kembali menyerang bibir Chanyeol. Kali ini tak hanya kecupan kilat karena Baekhyun menekankan bibirnya pada bibir Chanyeol untuk beberapa detik.
Matanya menatap mata Chanyeol yang menatapnya dengan tegas, dengan perlahan Baekhyun menggerakan bibirnya, memberikan jilatan-jilatan lembut sebelum akhirnya ia hisap bibir bawah Chanyeol yang sedikit tebal.
Chanyeol hanya diam tak berniat membalasnya, ah ia hanya terkejut sebenarnya. Tangan Baekhyun ia lingkarkan dileher Chanyeol, kakinya sudah bertumpu pada kaki Chanyeol mengingat perbedaan tinggi diantara keduanya.
Chanyeol masih terdiam, ia membuka sedikit mulutnya ketika Baekhyun meminta, ia membiarkan bagaimana lidah Baekhyun bermain-main didalam mulutnya.
Sesekali Baekhyun masih menghisap bibir atas Chanyeol secara bergantian. Mata keduanya masih saling bertatapan dengan Baekhyun yang sesekali tersenyum didalam ciumannya.
"Aku ingin bersenang-senang denganmu tetapi kau ingin pulang?"
Baekhyun berkata sambil tangannya mengapus lelehan saliva disudut bibir Chanyeol. Lelaki yang ditanya hanya diam dan makin mendekatkan tubuhnya dengan Baekhyun.
"Ayo lakukan itu Yeollie~"
Baekhyun merengek, dan saat itu juga wajah Chanyeol agak memerah mendengar ucapan Baekhyun. Walaupun begitu, setelahnya Chanyeol hanya mengangguk, membuat senyum Baekhyun makin mengembang sangat lebar. Berakhir dengan pelukan erat yang diberikan Baekhyun.
Seperti biasanya, Baekhyun menurunkan tangan Chanyeol yang sebelumnya memeluk pinggang rampingnya menjadi memeluk bokongnya. Chanyeol hanya tersenyum dengan itu, ia membiarkan Baekhyun melakukan apapun sesukanya karena toh Chanyeol bisa apa selain menuruti? Ia terlalu menyukai anak manis ini.
BRAK
"Apa yang kau lakukan dirumahku jalang?"
Baekhyun yang baru saja merasakan kenyamanan dalam dekapan Chanyeol membuka matanya, melirik wanita disampingnya yang baru saja membuka pintu kamarnya dengan kasar.
"Siapa lagi lelaki bodoh yang kau jadikan korban? Huh"
Baekhyun memutar matanya jengah, pelukannya dengan Chanyeol ia lepaskan. Chanyeol yang merasa bingung dengan situasi ini hanya diam memperhatkikan dan menurut ketika Baekhyun memintanya berdiri dibelakang lelaki pendek itu.
"Oh, seleramu memburuk anak nakal"
"Setidaknya aku tidak menyukai ahjussi kaya raya dan hanya memanfaatkan kekayaannya."
"Apa maksudmu?"
"Menurutmu apa? Tentu saja aku menyindirmu!"
"Sial"
Wajah wanita didepan Baekhyun mengeras, tangannya sedikit terkepal keras disisi tubuhnya. Baekhyun yang melihatnya hanya menyeringai. Tak berniat membalas lagi karena wajah kesal wanita didepannya masih menjadi tontonan yang menyenangkan.
"Bersiaplah untuk pergi dari rumah ini Byun Baekhyun! Hanya tinggal sebulan dan rumah ini akan benar-benar menjadi miliku!"
"Aku tidak akan membiarkan harta ayahku jatuh ketanganmu nenek sihir!"
"Aku akan melakukan apapun untuk menyingkirkanmu! Bahkan kalau perlu membunuhmu akan aku lakukan."
"Silahkan saja. Pengacara ayah akan menyumbangkan seluruh harta ayah untuk rumah sakit ataupun yayasan kalau aku mati. Dan itu artinya, kau tidak akan mendapatkan apapun kalau aku sampai mati"
"Arrght!"
Wanita itu, sebut saja Yebin. Adalah mama tiri Baekhyun sejak 2 tahun belakangan ini, Baekhyun benar-benar membenci wanita itu. Saat ayahnya masih hidup dan tengah sakit keras wanita itu mulai menunjukan sifat aslinya, sikap jahatnya seperti membiarkan ayahnya terjatuh dari ranjang dan malah mengguyur ayahnya dengan air membuat Baekhyun geram. Ingin rasanya Baekhyun memukuli wanita itu kalau saja ayahnya tidak terus-terusan membela wanita itu.
Dan satu lagi yang membuat Baekhyun kesal dengan wanita itu, bagaimana wanita itu mengatakan pada tuan Byun kalau ia akan mencelakai Baekhyun jika lelaki paruh baya itu tidak memberikan seluruh hartanya.
Baekhyun mendengar itu semua, mendengarkan semua percakapan ayahnya dan juga Yebin waktu itu. Pengacara ayahnya juga mendengar, tapi tak ada satupun yang bisa melukai wanita itu karena sekali lagi, Tuan Byun malah membelanya.
Kini Baekhyun harus bersabar, pengacara ayahnya terus menanyakan kabarnya dan juga mengingatkannya untuk segera mencari pasangan untuk menikah agar semua usaha yang sudah diperjuangan oleh tuan Byun tidak jatuh ketangan yang salah.
Baekhyun ingin menangis mengingat itu. Pasangan. Ya, sampai saat ini Baekhyun bahkan tak pernah benar-benar memiliki pasangan. Pernah beberapa kali ia berhubungan serius dengan beberapa pria, tapi selalu saja gagal karena Yebin terus saja mengganggu.
Sebenarnya tidak sulit untuk mencari pasangan bagi Baekhyun, namun Yebin yang terus menghancurkan hubungannya dengan memberikan banyak uang untuk pacarnya agar meninggalkan Baekhyun benar-benar mengganggu. Ditambah syarat kalau lelaki yang menikahi Baekhyun harus serius dan bisa melanjutkan untuk menjalankan semua perusahaan milik keluarga Byun membuat Baekhyun harus lebih memilih.
"Kau tidak apa-apa?"
"A-ah.. Aku tak apa Yeollie"
Chanyeol tahu Baekhyun tak baik-baik saja, ditariknya Baekhyun kembali kedalam pelukannya. Kali ini pelukan sungguhan, tanpa aksi meremas bokong Baekhyun.
"Ingin bercerita?"
"Eung..."
"M-maaf"
"Peluk aku lebih erat dan aku akan cerita"
"Pelukan yang...seperti ini?"
Baekhyun tersenyum mendengarnya, bagaimana bisa Chanyeol menjadi sehumoris ini? Tangan lelaki itu sudah berada dibokongnya persis seperti posisi pelukan pertama mereka.
"M-maaf B-baek, ak-aku hanya bercanda"
"Tak apa Yeollie, aku lebih suka yang seperti ini. Ditambah dengan remasan"
Kali ini Chanyeol yang tersenyum, ia meremas perlahan bokong Baekhyun dari luar bathrobe-nya sedangkan Baekhyun hanya memejamkan matanya sambil menyamankan dirinya dipelukan Chanyeol.
"J-jadi Baekhyunnie s-siapa w-wanita tadi?"
"Berhentilah berbicara dengan gugup seperti itu Yeollie"
"N-ne..a-ah ne"
"Dia ibu tiriku.. Ayahku menikahinya 2 tahun yang lalu"
"O-oh"
Baekhyun mengeratkan pelukannya ketika remasan Chanyeol dibawah sana semakin terasa. Chanyeol yang merasakan pelukan Baekhyun mengerat hanya tersenyum ia tumpukan dagunya dipuncak kepala Baekhyun setelah sebelumnya ia mengecup pucuk kepala anak itu.
"Aku tidak ingin bertanya lagi padamu. Kau nampak sangat sedih Baekkie"
"Aw, manisnya panggilan itu"
"Kau menyukainya?"
"Nghh ne"
"A-apa...tidak apa kalau kita melakukan ini?"
"Apa? Tentu saja tidak apa-apa! Kau takut wanita itu nghh memergoki kita? Jangan pedulikan dia Yeollie"
"B-baiklah, maafkan aku"
"Berhenti minta maaf dan meremaslah dengan kuat ahh"
Chanyeol melakukannya, mengusap-usap bongkahan itu masih dari luar bathrobe Baekhyun dan ia rasakan tubuh Baekhyun yang semakin lemas didalam dekapannya.
"Aku harus mencari seorang lelaki untuk aku nikahi agar usaha yang telah dibangunhhh oleh ayahkuhh tidak nghh sia-sia Yeolliehh~"
Chanyeol hanya mendengarkan, meskipun ia merasa begitu bergairah karena Baekhyun menyisipkan desahan dikata-katanya ia hanya diam mendengarkan. Ia kecup lagi pucuk kepala Baekhyun dan membiarkan anak itu melanjutkan ceritanya.
"Apa yang harus ahh aku lakukan? Aku akan diusir dan tidak akan memiliki apapun kalau nghh Yeolhh.. T-tanganmuhh..akuh akan membuka kain sialan ini saja!"
"Jangan Baekkie"
"Kenapa?"
"Aku masih menyukai menatapmu dengan bathrobe ini"
"Oh. Baiklah"
Chanyeol tersenyum, mengangkat sedikit bathrobe Baekhyun dan melesakan tangannya kedalam kain putih itu. Ia sentuh secara langsung permukaan bokong Baekhyun yang sial terasa sangat lembut seperti kulit bayi.
Didalam dekapannya Baekhyun melenguh beberapa kali, masih tetap meminta Chanyeol menguatkan remasannya dengan mata terpejam menikmati pijatan Chanyeol dibokongnya.
"Baekkie?"
Baekhyun membuka matanya secara perlahan ketika Chanyeol menghentikan pijatannya. Matanya sayu ketika Chanyeol kembali memintanya berdiri berhadapan.
"Apa...kalau boleh...apa aku...apa aku bisa..."
"Katakan Yeollie"
"A-apa aku boleh menjadi... M-menjadi lelaki itu? Bisakah aku menjadi k-kekasihmu B-baekhyun?"
"Hn?"
"Lelaki yang akan kau nikahi. Aku akan berusaha, bukan karena harta ayahmu atau karena apa... Itu karena...k-karena aku m-menyukai Baekkie"
Mata Baekhyun membulat dan dapat ia lihat wajah serius Chanyeol yang terlihat sangat tampan. Ia tak percaya Park Chanyeol akhirnya menyatakan perasaannya. Apa Baekhyun tidak salah dengar? Perasaannya terbalas? Padahal Baekhyun pikir orang seperti Chanyeol tidak akan pernah menyukainya dan hanya mengaggapnya main-main.
"C-chanyeol?"
"M-maaf, aku tahu aku tidak pantas untukmu... Kau tidak mungkin menyukaiku, maafkan atas ucapanku. Anggap saja aku tidak pernah menghmptt"
Bodoh kalau Baekhyun menolak Chanyeol, lagipula untuk apa ia menolak lelaki itu? Chanyeol sangat baik walau dandanannya terlihat sangat krik, Chanyeol pun sangat manis walaupun sering gugup dihadapan Baekhyun, ia juga baik walaupun selalu menolak service Baekhyun. Tapi tetap saja, Baekhyun menyukai anak itu. Masalah Chanyeol dan juga sikap pemalunya bisa dipikirkan nanti, Bekhyun akan merubah Chanyeol secpatnya. Begitulah yang Baekhyun pikirkan.
Dilumatnya bibir tebal Chanyeol dengan tak sabaran, tangannya yang ada dibelakang kepala Chanyeol ia gunakan untuk menekan kepala lelaki tinggi itu. Chanyeol yang masih terkejut hanya diam, bukannya ia tidak bisa membalas ciuman Baekhyun, ingat kalau ia adalah maniak, ia hanya benar-benar terkejut kali ini.
"Tentu saja aku mau!"
"B-baek?"
"Tapi aku punya syarat!"
"S-syarat? A-apa?"
"Ayo bercinta denganku!"
Tanpa permisi Baekhyun langsung melompat kedalam pelukan Chanyeol, kakinya ia lilitkan dengan erat dipinggang lelaki itu. Tubuhnya bergerak-gerak gelisah meminta Chanyeol menopang tubuhnya, tentu saja dengan senang hati Chanyeol melakukannya.
"Ranjang! Ranjang ranjang, ayo kita ke ranjang Chanyeollie~"
Chanyeol hanya bisa tersenyum dan membawa langkahnya kembali ke ranjang Baekhyun, setelah ia melepaskan kacamatanya dan kembali meletakannya diatas nakas ia membaringkan Baekhyun dan menindihnya secara perlahan. Kedua sikunya ia gunakan untuk menahan tubuhnya agar tidak memberatkan Baekhyun.
"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku"
"Aku berjanji"
"Tidak ingin mencium kekasihmu barumu Yeollie?"
"B-bolehkah?"
"Tentu saja, aku milkimu sekarang"
TBC
Heayyyy, annyeong~
Maju dari jadwal update seharusnya wkwk
ChanBaek pun jadian~
Aku mau kasih tau, mungkin alur dari FF ini bakalan aku buat agak lambat untuk beberapa Chapter, niatnya sih sampe ChanBaek naena wkwk. Ada beberapa hal yang harus disampaikan secara detile, makannya aku buat agak lambat hehe, mian~ tapi ini untuk kepentingan ceritanya sendiri.
Buat naena, tenang aja~ aku udah siapin kok. Tungguin aja, baca dan nikmati ceritanya. Semoga kalian suka^^
Love y'all chingudeul~ :*
Review Juseyooooooo~
