Im In Love With A Monster

ChanBaek

M

.

.

.

BRAK

Pintu besar tak bersalah itu terbuka dengan sangat lebar ketika tangan Chanyeol mendorongnya dengan kasar. Ia tarik kembali Baekhyun yang ada dibelakangnya dengan kasar. Ia hadapkan tubuh mungil itu dengan tubuhnya, mengabaikan nyeri di selangkangannya yang sudah menjadi-jadi sejak keduanya turun dari bus.

Baekhyun yang dipandang setajam itu hanya mengedipkan mata dengan sangat manis seolah ia tak mengerti apapun. Jelas ia mengerti, ia sempat melirik ke antara kaki Chanyeol, damana celana kekasihnya itu nampak menggembung setelah tadi ia mempermainkan kejantanannya.

Flashback

Tepat setelah bus yang mereka naiki berhenti Chanyeol berdeham, bergerak dengan sangat cepat dan menarik Baekhyun terburu-buru.

Keduanya berjalan sangat cepat dengan Baekhyun yang beberapa kali hampir terjatuh karena langkah Chanyeol yang terlampau lebar.

"Chanyeol!"

"..."

"Chanyeollie!"

"..."

"Ishh, jangan buru-buru! Aku bisa jatuh!"

Dan Chanyeol pun berhenti melangkah, dilepasnya tangan Baekhyun yang sedari tadi ia genggam pergelangan tangannya.

Keduanya saling tatap dengan nafas Baekhyun yang sudah tak beraturan. Chanyeol menyesal melihatnya, membuat kejantanannya yang sudah tersiksa makin tersiksa karena melihat bagaimana sexy-nya Byun Baekhyun ketika menarik nafas.

Ia lirik tonjolan besar diantara celananya dan langsung dihadiahi gelak tawa oleh si manis Byun. Chanyeol mengangkat kepalanya, mendapati kekasihnya sendiri menahan tawa dengan tangan menutupi mulut anak itu.

"Maafkan aku Yeollie"

Tangannya melingkari leher Chanyeol, membelai wajah memerah Chanyeol dan kembali tersenyum. Sebelah kakinya terangkat dan menggosokan lututnya dengan ereksi Chanyeol yang sudah semakin sakit. Ditekannya ereksi itu perlahan sambil menunjukan wajah menggodanya. Membuat Chanyeol mengutuk sejadi-jadinya didalam hati. Beruntunglah tak ada yang melihatnya, kalau sampai tetangganya melihat ini...sudahlah ia tak ingin jadi perbincangan tetangganya.

Dengan sisa kesadaran yang masih dimiliki, Chanyeol pun melepaskan Baekhyun. Kembali menarik anak itu untuk mengikutinya sebelum ia hilang kendali dan malah memperkosa anak itu ditengah kompleks rumahnya.

.

.

.

"Yeollie"

"Aku baru tahu kalau kau ternyata orang yang pantang menyerah"

"Tentu saja. Apalagi untuk mendapatkanmu"

Chanyeol menyeringai, melempar tasnya dan juga membantu Baekhyun untuk melakukan hal yang sama dengannya. Meletakan tas hitam milik Baekhyun sebelum ia mendorong anak itu kesofa belakangnya tanpa dosa.

Ditindihnya Baekhyun yang kini hanya merutuk dan juga terkejut karena dorongan Chanyeol yang tiba-tiba. Namun setelahnya senyum menang yang khas milik Baekhyun terlontar ketika matanya terbuka dan ia malah disuguhi oleh pemandangan indah Chanyeol tanpa kacamatanya.

Tanpa sempat berbincang atau menggoda Chanyeol, lelaki tampan itu sudah bertindak cepat untuk membuka seluruh kancing seragam Baekhyun. Tak butuh menatap tubuh itu karena bagaimanapun Chanyeol tetap saja kagum pada tubuh mungil namun menggairahkan milik kekasihnya.

"Nghh"

Desahan itu lolos begitu saja karena Chanyeol yang tanpa permisi langsung menghisap kulit dada Baekhyun, membuat beberapa tanda merah keunguan yang sebelumnya tidak pernah ia cetak ditubuh mungil Baekhyun.

"Maaf Baek, tapi kali ini aku benar-benar tidak bisa bersabar lagi."

Setelah menyelesaikan kalimatnya sambil membuka blaser-nya hingga menyisakan kemeja putihnya yang ia buka kancing atasnya, Chanyeol kembali menindih Baekhyun, memberikan kembali tanda keunguan yang entah kapan akan hilangnya kalau Chanyeol yang membuat.

Baekhyun merintih, Chanyeol menjilat putingnya tanpa berniat mengulum dan hanya sibuk membuat kissmark disekeliling nipple-nya. Tangannya menekan kepala Chanyeol beberapa kali ketika lelaki itu kembali menjilat putingnya, ia meremas rambut lelaki itu dan membuat Chanyeol terlihat sangat sexy sekarang.

"Yeollie~"

Chanyeol masih sibuk membuat kissmark diperpotongan leher Baekhyun, mengabaikan panggilan merdu lelaki manisnya yang baru saja mengangkat pinggulya hingga kejantanannya menyentuh tonjolan dicelana Chanyeol.

Chanyeol yang merasa Baekhyun sudah berusaha keras pun mengalah, ia angkat kakinya dan menekankan lututnya di kejantanan anak itu. Seperti yang Baekhyun lakukan beberapa waktu lalu.

Tangannya sudah mengalah dan memilin nipple Baekhyun dengan mulutnya yang juga kini memilih untuk mengulum nipple Baekhyun yang satunya. Tentu saja Baekhyun mendesah, disentuh seperti ini merupakan salah satu hal yang ia senangi, ia akan merasa dimanjakan ketika semua titik nikmatnya disentuh.

"A-ahh...p-penis Baekkiehhh s-sakit Yeolliehh~"

Chanyeol tak peduli, biar Baekhyun merasakan bagaimana kejantanannya tersiksa seperti dirinya tadi. Namun selang beberapa detik ia menyudahinya, mengecup turun tubuh Baekhyun dan berhenti setelah bibirnya menempel didepan celana Baekhyun yang menonjol.

"Apa yang harus aku lakukan agar mendapatkan izin untuk melihat ini?"

"Kau benar-benar ingin melihatnya Yeol?"

"Hn"

"Kau harus memanjakannya setelah kau membuka celanaku!"

"Hanya itu?"

"Lubangku juga~"

Chanyeol tersenyum, mencubit pipi Baekhyun karena gemas dengan wajah menggemaskan yang dengan cuma-cuma Baekhyun tunjukan padanya.

Chanyeol membuka resleting Baekhyun, menimbulkan bunyi khas yang langsung mengisi ruangan itu karena rumah Chanyeol yang sangat sepi. Baekhyun memejamkan matanya, mengangkat sedikit pinggulnya tak sabaran dan langsung mendapatkan kecupan hangat diatas kejantanannya.

Pengait celananya pun terbuka, Chanyeol dapat melihat celana dalam merah dengan gambar hati seperti yang Baekhyun katakan sebelumnya. Kembali ia cium gundukan itu, membauinya dalam-dalam sebelum ia menggigit pelan gundukan itu dari luar celana dalam Baekhyun.

"Y-yeollie"

Baekhyun meremang lagi, entah kenapa perbuatan Chanyeol pada tubuhnya selalu membuatnya meremang. Chanyeol selalu memperlakukannya dengan penuh perasaan, seolah-olah anak itu sudah pernah melakukannya ribuan kali, membuat Baekhyun merasa nikmat dan juga ketagihan disaat yang bersamaan.

"Kau meremang lagi Baekkie"

"Lanjutkan~ milik Baekkie sudah basah"

Chanyeol menggeleng, naik kembali keatas tubuh Baekhyun dan memberikan anak itu sebuah ciuman dalam sebelum akhirnya keduanya saling tatap.

"Aku takut melukaimu!"

"Yeollie~"

"Aku takut tak bisa bermain lembut Baekkie"

"Baekkie tidak apa kalau Yeollie ingin bermain kasar. Yeollie~ penis Baekkie sudah tidak tahan lagi~"

Chanyeol kembali membawa Baekhyun dalam sebuah ciuman, kuluman-kuluman nikmat ia berikan pada bibir tipis milik kekasihnya yang gemar mengeluarkan desahan-desahan merdu. Tangannya dibawah sana tergerak dengan suka rela dan akhirnya pun memilih untuk menyapa kejantanan Baekhyun.

Merasa tak tega karena harus membuat kekasihnya kehabisan nafas Chanyeol mengalah, kembali ia kulum nipple Baekhyun dengan tangan yang masih setia memijat penis Baekhyun dari luar celana dalamnya.

"Yeollieehhh~ B-baekkiehhh ingin keluar nhh"

Chanyeol memperkuat pijatannya, merasakan bagaimana penis yang pasti ukurannya tak seberapa itu membesar ditangannya.

Salivanya membasahi kedua nipple Baekhyun yang bahkan sudah sangat memerah dan bengkak. Dengan mulut sedikit terbuka dan juga desahan putus asa dari anak itu karena akan sampai pada puncaknya membuat Chanyeol semakin bersemangat.

Ia percepat kegiatannya pada penis Baekhyun, membuat anak itu menggelinjang nikmat sampai menitikan air matanya.

"A-ahh hiks... N-nikmathh Yeolhh! B-baekkie hiks ahh"

"PARK CHANYEOL!"

Chanyeol tak menghentikan kegiatannya, ia masih sibuk menyesapi nipple Baekhyun dengan tangan yang juga masih memijat penis anak itu.

Didepan sana ia yakin benar eomma-nya tengah berdiri dengan mata membulat yang khas. Ia tak peduli, ia harus menyelesaikan ini dengan Baekhyun daripada anak itu merintih penisnya sakit lagi.

Baekhyun melihat wanita itu, ia melihat eomma Park berdiri memperhatikannya dan juga Chanyeol. Air matanya meluncur dari sebelah matanya karena Chanyeol benar-benar membuatnya merasa nikmat dengan memijat penisnya sangat kasar.

Ia memegangi lengan Chanyeol, tak berniat menghentikan lelaki itu karena ia memang tak ingin ini berakhir. Isakannya terdengar putus asa, dan saat ia mencapai puncaknya, dadanya membusung dengan lenguhan panjang yang disertai helaan nafas lega dari Chanyeol.

"Omona! Kau membuatnya menangis Chanyeol Park!"

Chanyeol baru saja hendak membuka celana Baekhyun yang sudah basah karena anak itu mengeluarkan banyak precum diklimaks pertamanya. Namun, melihat eomma-nya kini berdiri disisi sofa yang ia tempati membuatnya urung dan lebih memilih untuk memakaikan kembali kemeja Baekhyun.

"Kau tak apa sayang? Apa si bodoh Park ini menyakitimu?"

Baekhyun yang diserang pertanyaan tersebut awalnya terkejut, namun mendengar nada khawatir yang bersahabat dari wanita paruh bawa disisinya, ia hanya tersenyum dan menggeleng menandakan ia baik-baik saja.

"Siapa yang mengizinkanmu brrtingkah mesum seperti itu diruang tamu hah?"

"E-eomma, aku..."

Eomma Park menyerngit bingung, tak biasanya Park Chanyeol bebicara gugup seperti itu. Anak tampan itu kini nampak menyesali perbuatannya sambil membantu kekasihnya yang masih lemas itu untuk duduk.

"Apa yang salah denganmu Park? Kau tidak biasanya menyesal setelah meng-"

"Eomma, apa boleh Baekkie menginap disini nanti malam?"

Chanyeol mengalihkan pembicaraan eomma-nya, ia lupa memberitahu eomma-nya kalau Baekhyun mengenalnya bukan sebagai Park Chanyeol si maniak. Ia akan mengatakan pada eomma-nya nanti, mungkin saat tak ada Baekhyun disana.

"Menginap? Tentu saja boleh. Kau Baekkie kekasih Chanyeol?"

"N-ne a-ahjumma"

"Yeol, kekasihmu manis sekali~ eomma gemas melihatnya."

Chanyeol senang mendengarnya, tak berbeda jauh dengan Baekhyun yang hanya tersenyum malu-malu ketika wanita paruh baya itu mencubit kedua pipinya gemas.

"Eomma, jangan menyakitinya!"

"Ck, pelit sekali. Jadi Baekkie, siapa namamu?"

"A-aku... Byun Baekhyun"

"Dan Chanyeol memanggilmu Baekkie? Ya tuhan, kenapa anak eomma jadi begitu menggemaskan hmm?"

Eomma Park menubit pipi Chanyeol dengan gemas, mengacak surai anak itu sebelum akhirnya ia kembali sadar kalau anaknya baru saja melakukan tindakan tidak senonoh dirumahnya.

"Rapikan pakaianmu! Eomma akan membuang semua koleksi ma-hmpppthh"

"Aku dan Baekkie akan kekamar saja. Bye eomma, ayo sayang"

"Yak! Berani sekali kau memotong ucapan eomma!"

"Mian eomma. Nanti aku akan turun untuk makan malam, jangan memasuki kamarku dulu oke! Ayo Baek"

"Baekkie tidak bisa berjalan Yeol, Baekkie masih lemas~"

"Ah, manis sekali calon menantuku"

Baekhyun kembali tersipu mendengarnya, ia lupa kalau eomma Park masih ada disana. Padahal wanita itu persis ada disampingnya dan ia malah tidak menyadari itu.

Tanpa memperdulikan eomma-nya yang nampak sangat gemas dengan kekasihnya Chanyeol langsung menggendong Baekhyun, menggendongnya bridal dan membiarkan tas mereka tertinggal diruang tamu itu.

"Jangan sampai melewatkan makan malam!"

"Ne~"

.

.

.

"Maafkan ucapan eomma-ku, dia memang seperti itu Baek"

"Ucapan yang mana? Aku menyukai eomma-mu Yeollie, dia eomma yang baik sepertinya"

Keduanya telah samapi dikamar Chanyeol dengan Baekhyun yang bahkan sudah berganti pakaian. Sedangkan beberapa menit yang lalu, tepat saat Baekhyun mengganti pakaiannya Chanyeol turun menghampiri eomma-nya, menjelaskan perihal hubungannya dengan Baekhyun dan tak lupa menyelesaikan urusannya secara solo lagi dikamar mandi lainnya.

"Dimana kau menemukan pakaianku yang ini?"

Karena berbaring saling berhadapan, Chanyeol dapat dengan mudah memeluk pinggang Baekhyun setelah sebelumnya ia menarik baju Baekhyun yang sedikit tersingkap.

"Di lemarimu! Memangnya dimana lagi?"

"Aku tak ingat pernah memiliknya"

"Bajumu terlalu besar. Semuanya membuatku terlihat tenggelam, jadi karena semuanya terlihat sama aku pakai saja yang ini. Tak apa kan?"

"Hn"

Chanyeol mengangguk, menepuk beberapa kali bokong Baekhyun sebelum akhirnya ia memilih memejamkan matanya.

"Yeollie!"

"Hn?"

"Tadi aku... Melihat..."

"Melihat apa?"

"Berjanjilah kau tidak akan marah padaku!"

"Aku tidak akan marah"

"Kalau kau marah?"

"Kau boleh melakukan apapun padaku!"

"Sungguh?"

"Ne. Jadi apa yang kau lihat?"

Baekhyun menggigit bibirnya ragu-ragu. Tadi sungguh ia tak sengaja, saat membuka lemari Chanyeol untuk mencari baju Chanyeol ia melihat satu perangkat mainan dewasa dengan warna hitam berpadu pink yang sangat kontras.

Ia melihat sebuah borgol mainan dan juga vibrator disana, Baekhyun bohong kalau ia tak mengetahui apa dan fungsi benda-benda itu. Ia pernah beberapa kali memakainya ngomong-ngomong, terakhir ketika ia bersetubuh dengan Bang Yongguk kalau tidak salah.

"Aku takut mengatakannya"

Cup

"Kau... Aku tadi melihat...vibrator dan juga borgol berbulu dilemarimu. Itu milikmu?"

Seketika Chanyeol membuka matanya secara paksa, membuat Baekhyun yang menyadari kalau tubuh kekasihnya menegang langsung mengangkat kepalanya hingga keduanya kini kembali saling berhadapan.

"A-aku...maaf. Aku tak bermaksud mengacak-acak lemarimu. Aku sungguh tak sengaja menemukannya Yeollie"

"B-baek, a-aku bisa jelaskan itu semua."

"Aku tak menyangka kau memiliki benda seperti itu. Kupikir ka-"

"I-itu bukan milikku Baek. I-itu...milik temanku, tertinggal ketika ia menginap disini minggu lalu."

"Benarkah?"

"N-ne"

"Kupikir milikmu"

Baekhyun sedikit kecewa mendengarnya, padahal ia sudah berharap Chanyeol akan langsung meyetubuhinya dengan kasar ketika barang pribadinya tak sengaja ditemukan Baekhyun.

Masih dengan perasaan sedikit kecewa Baekhyun kembali menyandarkan kepalanya didada Chanyeol, memainkan jemarinya diatas pemukaan dada Chanyeol tanpa ada perbincangan karena Chanyeol sendiri pun sepertinya tengah sibuk merutuki kebodohannya. Harusnya ia meletakan koleksi-nya itu ditempat rahasia-nya, bukan malah didalam lemari ataupun dibalik pakaian-pakaiannya.

"Baek"

"Hn?"

"Apa... Boleh aku bertanya?"

"Tentu."

"Apa kalau aku...kalau aku ternyata adalah orang lain bagaimana?"

"Maksudmu?"

Baekhyun menghentikan gerakan tangannya didada Chanyeol, menyamankan kembali kepalanya didada Chanyeol hingga ia bisa mendengar jantung kekasihnya berdegup.

"Hmm, bagaimana kalau aku yang sekarang ini sebenarnya bukan diriku yang sesungguhnya? Apa kalau kau mengetahui siapa aku yang sebenarnya kau akan membenciku?"

Baekhyun berpikir sejenak, mencoba mencerna maksud dari pertanyaan Chanyeol yang langsung membuat kepalanya pening seketika. Otaknya menjadi sedikit bodoh karena mendengar pertanyaan Chanyeol yang berbelit-belit.

"Tak perlu menjawabnya. Itu hanya seandainya. Tidurlah, kau mengantuk?"

"Aku tidak mengantuk!"

"Tidurlah, nanti saat jam makan malam tiba aku akan membangunkanmu!"

"Tidak! Kita belum melakukannya! Kau belum melesakan kejantananmu itu kedalam lubangku! Aku tidak akan tidur sebelum kita melakukannya! Tidak ada penolakan!"

Baekhyun berbicara cepat bahkan tak memberikan Chanyeol kesempatan untuk membuka mulutnya. Ia mengangkat tubuhnya, menumpukan tangannya pada dada Chanyeol dengan wajahnya yang kini terlihat menuntut pada lelaki dibawahnya agar segera menuruti keinginannya.

.

.

.

Setelah bosan karena 10 menit merayu Chanyeol dan ternyata gagal, Baekhyun akhirnya menyerah. Ia merajuk? Tentu saja. Kini bahkan ia duduk saling bersebrangan dengan kekasihnya dimeja makan. Membuat Eomma Park yang merasakan hawa mencekam hanya bergabung takut-takut diantara keduanya.

"Makanlah, jangan hanya mengacak-acak makanannya!"

Eomma Park memecahkan keheningan itu. Kedua anak lelaki itu meliriknya, menghela nafasnya sesaat sebelum akhirnya mulai memakan apa yang ada dipiring mereka masing-masing.

"Kalian bertengkar?"

"..."

"..."

"Chanyeol? Atau Baekkie? Bisa jelaskan pada eomma?"

Chanyeol melirik eomma-nya, berbeda dengan Baekhyun yang malah meliriknya tajam dan kemudia memilih sibuk dengan makannya. Terlihat sekali kalau anak manis itu memaksa Chanyeol saja yang menjelaskan pada eomma Park.

"Hanya pertengkaran kecil eomma"

"Kenapa?"

"Dia merajuk karena aku tidak menuruti keinginannya"

"Memang Baekkie menginginkan apa?"

"Eomma tidak perlu tahu!"

Chanyeol kembali pada makanannya, mengabaikan cibiran tanpa suara yang dilontarkan oleh Baekhyun untuknya. Lelaki tampan itu mengangkat bahunya acuh dan kembali melahap makanannya.

Baekhyun didepannya mendengus, merasa kesal sambil berpikir keras kenapa Park Chanyeol selalu saja menolak ajakannya untuk bercinta. Apa ia kurang menarik? Sepertinya tidak. Apa Chanyeol tidak pernah terangsang akan godaannya? Sebenarnya dia sangat terangsang Baek, kau hanya tidak tahu. Dan pikiran-pikiran aneh lainnya yang terpikirkan oleh Baekhyun.

"Aku mengantuk!"

Eomma Park dan Baekhyun mengangkat kepalanya bersamaan. Chanyeol langsung menarik lengan Baekhyun tanpa memperdulikan ocehan Eomma-nya yang histeris.

"Maafkan aku Eomma, tapi aku tak bisa bertahan lagi melihat anak ini merajuk"

"Y-yak! Jangan macam-macam Park Chanyeol! Jangan sakiti Baekhyunnie!"

Chanyeol tak peduli, ia bawa Baekhyun kembali memasuki kamarnya. Ia banting pintu itu dan tatapannya kian menajam pada si manis Byun yang masih menatapnya bingung.

"Kau menginginkan ini?"

"Tapi kenapa kau marah?"

"Kutanya apa kau ingin aku menyetubuhimu?"

"Tentu sa-akhh"

Baekhyun merintih bahkan saat kalimatnya belum selesai, ia sudah terjatuh diatas ranjang Chanyeol ketika lelaki itu mendorongnya secara tiba-tiba. Lelaki tampan itu kembali menindihnya, memberikan tatapan penuh rasa kagum pada lelaki cantik dibawahnya.

Baekhyun hanya diam setelahnya, membiarkan Chanyeol seolah-olah tengah menelanjanginya dengan tatapan menusuk lelaki itu, membuat Baekhyun merasa pasrah untuk selanjutnya. Chanyeol membelai wajahnya, mengangkat sedikit dagu Baekhyun sebelum akhirnya ia mengecup bibir Baekhyun.

Namun, secara tiba-tiba Chanyeol mengubah posisinya. Mengangkat tubuh Baekhyun dan membiarkan anak itu berada diatas tubuhnya. Uke on top?

"Kau tahu kenapa aku selalu menolak bercinta denganmu?"

"Apa? Karena kau takut kelepasan dan bermain kasar hingga akhirnya menyakitiku?"

"Ah, sebenarnya ada lagi alasannya"

"Apa?"

"Kuberitahu asal kau janji untuk tidak tertawa"

"Memangnya apa?"

"Berjanjilah!"

"Baik, aku berjanji dengan sepenuh hatiku untuk tidak mentertawakan Chanyeollie mengenai apapun yang akan ia beritahukan!"

Dengan sangat menggoda Baekhyun mempermainkan pakaian tidur Chanyeol, membukanya dengan gerakan menggoda karena mengingat keinginannya untuk bercinta dengan lelaki ini semakin meningkat setiap kali mereka berada dalam jarak sedekat ini.

"A-aku..."

Kali ini celana Chanyeol, ketika Baekhyun menariknya turun pun Chanyeol tak berniat protes sama sekali. Ia malah memperhatikan setiap pergerakan Baekhyun sambil menyeringai.

Kini hanya celana dalamnya yang tersisa, ia baru saja melihat Baekhyun bertepuk tangan dengan riang sebelum lelaki manis itu kembali menghadapkan wajahnya dengan wajah Chanyeol sambil tangannya yang bertumpu didada Chanyeol.

"Milik Baekkie menegang lagi hihi"

Baekhyun tertawa sampai matanya menyipit, dikecupnya bibir Chanyeol yang mana disambut dengan baik oleh Chanyeol sendiri. Ah, Chanyeol jadi berpikir jahat karena sikap Baekhyun yang seperti ini. Berpura-pura bodoh tidak apa kan? Tak apa juga kan kalau bermain-main terlebih dahulu? Siapa tahu Chanyeol bisa mendapatkan sesuatu yang lebih nantinya.

"B-baek, s-sebenarnya aku...a-aku takut k-karena aku tidak t-tahu bagaimana c-cara yang baik untuk...m-menyetubuhimu"

Baekhyun membelalakan matanya tak percaya, ditangkupkannya wajah Chanyeol dengan jari-jemarinya. Matanya menelusuri seluruh permukaan wajah Chanyeol masih dengan perasaan terkejut.

"A-apa kau mau m-mengajari? K-kau bilang ingin bercinta denganku, t-tapi kalau kau tidak mau tak apa... Aku tidak akan memak-"

"Dengan senang hati Yeollie~"

Keduanya menyeringai walau pada kenyataannya Chanyeol hanya bisa menyeringai tanpa Baekhyun ketahui. Atas instruksi Baekhyun, Chanyeol pun menarik kaos kebesaran yang dikenakan Baekhyun. Menyisakan underwear-nya yang juga terlihat sedikit kebesaran karena itu milik Chanyeol.

Chanyeol sudah merencanakan ini semua bahkan sejak Baekhyun mengatakan ia menemukan Vibrator dan juga borgol berbulu dilemarinya. Saat itu dada Chanyeol berdegup tak karuan, hingga tiba-tiba saja ia menginginkan sex yang sedikit konyol bersama Baekhyun-nya.

"Tapi Baekkie tak ingin berada diatas~ Baekkie lebih suka ditindih Chanyeollie~"

"K-kita bertukar posisi lagi?"

"Tentu!"

Chanyeol melakukannya, kini ia sudah kembali menindih Baekhyun dengan sebelah tangannya yang memegang pinggul Baekhyun. Dapat ia lihat wajah bersemangat Baekhyun yang sangat manis, ia tak bisa menahan senyum memperhatikan kekasih manisnya yang terlihat sangat senang hanya karena diajak bercinta.

"J-jadi sekarang apa?"

"Hmm, Baekkie suka jika diawali dengan ciuman. Lalu ditambah aksi saling kulum, kemudian memanjakan penis Baekkie. Ah nanti Baekkie juga ingin melihat milik Chanyeollie. Yang terakhir, baru masukan milik Yeollie kedalam lubang Baekkie. Ughh, lubang Baekkie gatal hanya karena membayangkannya"

"B-baiklah, aku mengerti"

"Yasudah, ayo mulai. Baekkie akan membantu kalau Yeollie kesulitan"

Chanyeol pun mengawalinya dengan sebuah ciuman menggairahkan seperti yang Baekhyun inginkan, beralih mengecap seluruh tubuh Baekhyun hingga meninggalkan banyak tanda keunguan diarea sekitar dada dan leher anak itu. Puting Baekhyun yang sudah beberapa kali ia mainkan pun tidak terlewat, dihisapnya tonjolan itu hingga memerah dan membuat Baekhyun mendesah hebat dengan dadanya yang membusung dan kepala mendengak.

Chanyeol melakukannya dengan mudah, walaupun ia berlagak tidak tahu bagaimana caranya, ia terus saja kelepasan dan mengeluarkan keahliannya. Untung saja Baekhyun tak curiga dan terus-terusan mendesah karena sentuhan Chanyeol.

"A-aku takut untuk bagian ini Baek"

"Yeollie hanya perlu membuka celana dalam Baekkie, setelah itu terserah Yeollie ingin melakukan apa"

"Apa aku boleh menciumnya?"

"Kalau Yeollie ingin mengulumnya juga tak apa"

Persetan dengan pura-pura tidak tahu, tanpa rasa gugup Chanyeol pun langsung menarik satu-satunya kain yang menutupi tubuh kekasihnya. Ditatap sejenak tubuh indah milik Baekhyun yang kini sudah tak tertutupi apapun. Rasa kagum kembali Chanyeol berikan pada kekasihnya setelah ia menyaksikan bagaimana tubuh polos lelaki manis itu, membuat Penis besarnya yang masih terkurung didalam celana dalam memberontak ingin segera dibebaskan.

Perhatiannya pun jatuh pada kejantanan Baekhyun yang sudah menegang dengan precum yang sudah membasahi batangnya. Ia lirik Baekhyun yang tengah memejamkan matanya dengan nafas tak beraturan. Chanyeol menyukainya, selama perjalanannya bercinta dengan banyak orang tak pernah ia mengaggumi tubuh lawan mainnya sampai seperti ini. Ia jadi menyesal tidak dari dulu mengenal Byun Baekhyun.

Digenggamnya kejantanan milik Baekhyun, membuat anak itu mendesis ketika tangan dingin Chanyeol menyentuh batangnya yang sudah terasa sakit.

"Yeolliehh~"

Dengan sangat lembut Chanyeol mengecupi area selangkangan Baekhyun, menggoda kekasihnya tanpa berniat menyentuh lagi kejantanan anak itu. Baekhyun meronta, mendesah dan menggerak-gerakan tubuhnya tak nyaman karena kejantanannya makin tersiksa.

"Yeollie harus nhh mengulum penis Baekkiehh"

"Haruskah?"

"Baekkie mohonhh"

Chanyeol pun mengalah, mengecup pucuk penis Baekhyun yang sudah mengeluarkan precum-nya sebelum akhirnya memasukan penis yang ukurannya tak seberapa itu kedalam mulutnya.

"Hisaphh Yeolliehh~ Hi- ahh hisaphh!"

Chanyeol menurutinya, menghisap penis itu dengan penuh nafsu yang membuat Baekhyun menggelinjang hebat dan kakinya langsung menekuk untuk menahan tubuh Chanyeol. Tangannya ia bawa pada kepala Chanyeol, mendorongnya lebih dalam karena ia sendiri sudah tak tahu harus berbuat apa. Chanyeol seolah baru saja menghisap seluruh kekuatannya melalui hisapan kuat lelaki itu di penisnya.

"A-ahh B-baekkiehh tidak tahanhh la- YEOLLIEEHH~"

Baekhyun langsung memekik dan bangun dari posisi berbaringnya ketika Chanyeol menggigit pangkal penisnya tanpa mengurangi intensitas hisapannya pada penis Baekhyun yang sudah bersiap mengeluarkan sari-sarinya.

Kakinya kini mengangkang dengan tangan yang masih mendorong kepala Chanyeol, ia tak ingin berbaring lagi. Sejak aksi Chanyeol yang mengejutkannya ia hanya memilih untuk duduk walau tubuhnya sudah merasa lemas akibat perbuatan Chanyeol.

"A-Ahh~"

Lenguhan lega itu pun terdengar, cairannya mengalir dengan lancar kedalam mulut Chanyeol. Setelah tak merasakan cairannya keluar Baekhyun kembali tumbang dengan nafas tak beraturan dan tangan yang mengurut penisnya yang sudah tertidur. Chanyeol mengecup bibir Baekhyun setelah ia menelan habis cairan Baekhyun, tak melupakan kedua pipi dan kening anak itu yang membuat mata Baekhyun terbuka dalam sekejap.

"Nikmat sekali"

"Jangan memijatnya Baek, nanti milikmu menegang lagi"

"Bukannya Yeollie akan menidurkannya kalau penis Baekkie kembali menegang?"

"Tentu"

Dikecupnya dalan kening Baekhyun, membuat Baekhyun tersenyum menang setelah akhirnya bisa merasakan bagaimana penisnya dikulum oleh Park Chanyeol. Ia senang dan ia pun hanya tersenyum sambil melenguh ketika Chanyeol kembali menghisapi perpotongan lehernya.

"Y-yeolhhh~ Lubang Baekkie ingin segera anhh ditusuk~"

"Sekarang?"

"Nehhh~"

"Tapi Yeollie tidak tahu bagaimana caranya"

"H-hanya buka celana Yeollie! Arahkan penis Yeollie kelubang Baekkie dan lubang Baekkie akan mengajari penis Chanyeol dengan sendirinya a-ahh"

"B-bagaimana kalau Baekkie saja yang berada diatas? A-aku takut salah dan malah menyakitimu"

Kembali mata Baekhyun terbuka dengan sekejap, ia tatap mata bulat kekasihnya sebelum akhirnya ia tersenyum dan mengangguk. Ini kali pertamanya bercinta dengan anak sepolos Chanyeol, jadi setelah dipikir-pikir sepertinya tak apa memanjakan Chanyeol dikali pertama mereka ini, pikir Baekhyun.

Selama perjalanannya menjadi seorang lelaki yang dikenal sebagai penggoda, Baekhyun tak pernah sekalipun mendengar pernyataan sepolos yang Chanyeol ucapkan barusan. Ia biasanya memiliki seorang Partner sex berkejantanan besar yang mana selalu ketagihan dengan rengkuhan lubangnya. Namun kali ini? Chanyeol adalah yang pertama, yang membuat Baekhyun membelalakan mata karena ucapan polosnya.

Baekhyun duduk diatas perut Chanyeol ketika posisi mereka sudah bertukar. Ia balikan tubuhnya dan memunggungi wajah Chanyeol. Ia tarik celana dalam kekasih tiangnya dan menunjukkan wajah terkejutnya untuk beberapa detik ketika melihat bagaimana mengaggumkannya milik Chanyeol. Terlihat nikmat dan juga besar, tak berbeda jauh dengan milik para partner sex-nya beberapa waktu lalu.

Dengan senyum sangat manis Baekhyun kembali berbalik, membuatnya terlihat sangat manis dengan wajah memohon yang dtunjukkan pada Chanyeol.

"Baekkie ingin merasakan milik Yeollie~"

"B-baek"

"Baekkie ingin! Baekkie ingin! Tidak mau tahu, Baekkie ingin mengulum milik Yeollie! Bolehkan Yeollie?"

"N-ne, t-terserah Baekkie saja"

"Ah, Aku mencintaimu~"

"A-aku juga mencintaimu Baekkie"

Setelah mendengar persetujuan dari kekasihnya, Baekhyun pun kembali berbalik. Langsung menggenggam kejantan Chanyeol yang tetap tak muat walau sudah Baekhyun genggam dengan kedua tangannya. Dipijatnya secara perlahan batang besar berurat milik Chanyeol hingga membuat lelaki tampan itu sedikit menggeram.

Baekhyun pun merendahkan tubuhnya, mencium berkali-kali penis Chanueol sebelum akhirnya ia masukan kejantanan menegang itu kedalam mulutnya. Baekhyun merasa penuh didalam rongga mulutnya padahal milik Chanyeol tidak masuk secara keseluruhan. Ia gerakan lidahnya melingkari batang Chanyeol, mengecapnya seperti mengecap permen dengan tangannya yang kembali memijat penis Chanyeol yang tidak masuk kedalam mulutnya.

Dibelakang sana, Chanyeol masih menggeram nikmat sambil memperhatikan lubang anal Baekhyun yang kebetulan terlihat karena posisi anak itu yang sedikit menungging. Awalnya Chanyeol tak berniat sama sekali untuk mengerjai lubang berkerut itu, namun saat ia tak sengaja mendorong kejantanannya terlalu dalam dimulut Baekhyun, lubang itu berkedut menggoda ketika Baekhyun terbatuk.

Chanyeol angkat tangannya untuk memegangi bokong Baekhyun, memijatnya perlahan yang membuat Baekhyun langsung melepaskan penis Chanyeol dari mulutnya karena ia ingin mendesah. Jari Chanyeol tergerak menelusuri garis dari pinggang Baekhyun yang berakhir didepan lubang anak itu.

Kembali Baekhyun mendesah saat Chanyeol menekan lubangnya dengan satu jari. Chanyeol bahkan sama sekali tidak berniat memasukan jarinya karena ia masih berpikir untuk pura-pura tidak tahu saja.

"Baekkiehh eumhh tidak tahanhh"

Dalam sekejap Baekhyun kembali berbalik, tersenyum kepada Chanyeol dan kemudian mengangkat tubuhnya dan mengarahkan lubangnya pada kejantanan Chanyeol yang sudah mengacung dengan gagah.

"Hmhh, Perhatikanhh Yeollie~ Masukanhh se-seperti hmhh ini~"

Baekhyun pun menenggelamkan penis Chanyeol kedalam lubangnya secara perlahan, menggerak-gerakan bokongnya sejenak karena rasa tidak nyaman saat penis besar itu memenuhi tubuhnya.

"P-panjang sekalihh~"

"A-apa sakit Baekkie?"

"Anihhh~ B-baekkie menyukainyaahh~ Baekkie menyukai nhh penis Yeollie~"

"S-sempithh sekali B-baek"

"Mhh, milikmu terlalu panjanghh dan besar ahh. B-baekkie saja yang bergerak, di anhh ronde dua dan seterusnyahh Yeollie yang mhh harus menghentak-hentakanhh tubuh Baekkiehh~"

Chanyeol tak peduli lagi, dirinya sangat termanjakan oleh lubang sempit Baekhyun yang memijat kejantanannya. Ia menggeram berkali-kali, memegangi tangan Baekhyun yang bertumpu diperutnya sambil memperhatikan kekasih manisnya itu bergerak naik turun.

Desahan Baekhyun terdengar memenuhi kamar Chanyeol, pendingin ruangan dikamar Chanyeol seolah tak berfungsi seiring panasnya kegiatan yang mereka lakukan.

"Mhh Yeollieh~ Baekkie menyukainya ahh"

Baekhyun berani bersumpah kalau sekarang ia merasa sangat lelah karena bergerak seorang diri. Tapi menurutnya tak apa, ia menyukai bersetubuh dengan Chanyeol, dan ia bersumpah akan membuat Chanyeol mentebuhinya dengan kasar dironde berikutnya, mungkin bisa dianggap sebagai bayaran karena Baekhyun sudah mengajarinya bagaimana cara menyetubuhinya.

Tak lama kemudian Baekhyun mengerang, ia sudah ingin mencapai klimaks-nya tetapi tidak ada tanda-tanda apapun dari penis Chanyeol didalam lubangnya. Ia ingin segera mengakhiri ronde ini dan melanjutkan ke ronde selanjutnya dimana saat itu datang, Chanyeol-lah yang akan memanjakan dirinya.

"A-ahh tunggu s-sebentar!"

Baekhyun kembali membalik tubuhnya, membuat penis Chanyeol makin terjepit ketika tubuh mungilnya berbalik tanpa melepas tautan dirinya.

"Apa Yeollie menyukai ini?"

"A-apa?"

"Nghh, inihh~ S-saat lubang Baekkie memeluk penis Yeollieeh~"

Baekhyun mempraktekannya, mengetatkan lubangnya hingga ia bisa merasakan bagaimana urat-urat Chanyeol yang menempel dengan dinding rektumnya. Ia mendesah, memejamkan matanya dan kembali bergerak naik turun dengan senyum mengembang.

"Ahh, B-baekkie keluarhh!"

"T-tunggu aku B-baek!"

"Mhh Yeollie~ sedikit lagi anhh"

Baekhyun mempercepat gerakannya, mengocok penisnya sendiri dengan tak karuan. Ia jatuhkan dirinya makin dalam hingga membuat penis Chanyeol menyentuh sweetspot-nya secara berulang-ulang, membuat tubuhnya menegang karena rasa nikmat.

Ia abaikan ketukan pintu kamar Chanyeol dan terus bergerak, mengabaikan geraman Chanyeol yang terdengar frustasi ditelinganya. Baekhyun menyukainya, bagaimana kekasih tampannya yang menggemaskan itu mengumpat kasar dan mengeluarkan kata-kata kotor. Dan setelah beberapa tusukan, kegiatan itu pun berakhir. Baekhyun terlihat sangat menikmati ketika sperma Chanyeol mengalir dan memenuhi lubangnya. Chanyeol pun demikian, ia bangkit dan peluk tubuh Baekhyun dari belakang. Membisikan ratusan kali kata cinta sambil mengecupi punggung si manis Byun.

"Akhirnya aku bisa merasakan penismu itu hihi"

"Kau senang?"

"Akan jauh lebih senang setelah kita melewati ronde-ronde berikutnya"

"Ingin melanjutkan eum?"

"Nehh, ne Yeolliehh~"

"Kenapa kau lama sekali membuka pintu- Byun Baekhyun?"

Baekhyun membuka matanya ketika suara seseorang yang ia kenal menyapa pendengarannya. Tanpa berniat melepaskan tautan dirinya dan juga kekasihnya, Baekhyun menatap Yifan yang berdiri diambang pintu kamar Chanyeol. Dengan wajah gembira, walau nyatanya ia mulai bingung dengan keadaan disini Baekhyun masih tersenyum bahkan melambaikan tangan pada Yifan. Ia bahkan tak ingat kalau sekarang ia tengah berada dirumah kekasihnya.

"Yeollie~"

Baekhyun berbalik, masih tak sadar dengan situasi dan ia malah tersenyum sambil menangkup wajah Chanyeol dengan tangannya. Ia kecup berkali-kali bibir Chanyeol dan tertawa setelahnya, matanya yang sayu menatap mata Chanyeol yang sesekali melirik kearah Yifan yang masih mematung.

"Yeollie~"

"N-ne Baekkie?"

"Baekkie ingin threesome dengan Yifan hehe"

TBC

Annyeong~

Chap 7 is Up^^

MIAN KALO NAENA-NYA KURANG HAWT~ AKU BELUM MAU NUNJUKKIN SISI LIAR-NYA CHANYEOL DI CHAPTER INI...MAAFKAN hehe. Ohiya, naena-nya berlanjut di chap selanjutnya.

Buat yang nanya Baekkie sering naena sama cowo lain apa engga, jawabannya iya. Terus, aku ga merencanakan konfik berat buat FF ini. Ohiya, kemarin aku udah bilang kalo chapter sebelumnya yang aku update itu gabungan dari chap 5 sama 6? Dan sekarang, aku update chapter 7 hehe^^

MAKASIH BUAT REVIEW YANG KEMARIIIIIIIIIIIINNNN~ I LOVE YOUUUUUUUUUUUUU ALL^^

Kalo review memuaskan, dijamin update ASAP.

Review Juseyooooooooo~