Im In Love With A Monster
ChanBaek
M
.
.
.
"Yeollie~"
Baekhyun berbalik, masih tak sadar dengan situasi dan ia malah tersenyum sambil menangkup wajah Chanyeol dengan tangannya. Ia kecup berkali-kali bibir Chanyeol dan tertawa setelahnya, matanya yang sayu menatap mata Chanyeol yang sesekali melirik kearah Yifan yang masih mematung.
"Yeollie~"
"N-ne Baekkie?"
"Baekkie ingin threesome dengan Yifan hehe"
Tentu saja Chanyeol yang mendengarnya tidak terima, Baekhyun sekarang adalah kekasihnya dan Chanyeol akan dengan serakah mengakui kalau Baekhyun adalah miliknya. Chanyeol tak akan membaginya pada siapapun, bahkan sehelai rambut Baekhyun pun tak akan Chanyeol relakan.
Walau Baekhyun kini tengah mempoutkan bibirnya sambil terus memohon, Chanyeol tak akan goyah. Apapun selain threesome, Chanyeol bersumpah tak akan membiarkan orang lain menikmati tubuh Baekhyun selain dirinya. Katakan saja ia serakah, tapi memang begitu kenyataannya.
Chanyeol memang berjanji akan membahagiakan Baekhyun, memberikan apapun yang anak itu inginkan. Tapi bukan dengan cara seperti ini, Chanyeol tahu Baekhyun juga mempunyai nafsu yang tinggi sepertinya. Namun maaf, untuk masalah kenikmatan seperti ini Chanyeol bersumpah tak akan berbagi walaupun Baekhyun menangis sesegukan.
"Yeollie~ ayo threesome dengan Yifan~"
"B-baek, kenapa harus threesome?"
"Akan jauh nghh lebih nikmat kalau kita mengajak Yifan"
Baekhyun sedikit melenguh ketika Chanyeol membuat kakinya melingkar dipinggang lelaki tampan itu. Penyatuannya yang belum terlepas pun kini terasa sangat dalam dengan posisi seperti ini, ditambah rasa geli ketika kejantanan Chanyeol didalam sana tak sengaja menyentuh prostat-nya.
Dilingkarkan kembali tangannya dileher sang kekasih, masih merengek dan berusaha keras agar sang kekasih menuruti keinginannya.
Lelaki tinggi yang masih berdiri diambang pintu itu hanya memperhatikan, merasa sedikit penasaran dengan gaya bercinta yang dilakukan oleh sahabatnya yang masih berpura-pura bodoh. Sebenarnya Yifan sedikit merasa gemas dengan Chanyeol yang tak kunjung menceritakan pada Baekhyun siapa ia sebenarnya. Namun, karena ia tak ingin kena pukul lagi oleh sahabatnya itu, ia pun hanya diam dan memperhatikan. Ia tak ingin ikut campur dengan drama bodoh yang dibuat sahabatnya. Not my style, katanya.
"Hiks„ B-baekkie ingin threesome~"
"M-memangnya milik Yeollie saja tidak cukup?"
"Cukup~ milik Yeollie hiks sudah sangat nikmat... Tapi Baekkie ingin milik Yifan juga hiks"
"..."
Chanyeol agak kesal mendengarnya, ia lirik tajam Yifan yang masih diambang pintunya. Memberikan perintah tanpa suara agar lelaki tinggi keturunan China itu pergi dari kamarnya.
Sungguh, Chanyeol dapat melihat sahabatnya itu menyeringai sebelum lelaki tinggi itu pergi dan mengatakan akan datang lagi besok tanpa suara. Ia lirik kembali Baekhyun yang kini masih merengek dan terisak dengan kepalanya yang bersandar didada Chanyeol.
"Yeollie~"
"Tidak ada Yifan disini Baekkie"
"Ada! Dia berdiri di- kemana perginya?"
Baekhyun mengedipkan matanya beberapa kali, meletakan jari telunjuknya didepan bibir. Ia masih tetap mencari keberadaan Yifan yang sangat ia yakini kalau lelaki tinggi pecinta basket itu berdiri diambang pintu beberapa waktu lalu.
"Baek?"
"Ne~"
"Jangan menyebut nama lelaki lain jika kita sedang berasama! Aku tidak suka"
"Ye-yeollie~"
"Aku tidak suka kalau kau memikirkan lelaki lain saat kau sudah memilikiku"
"Maafkan Baekkie~"
"Jangan ulangi lagi"
Setelahnya, pagutan panas kembali Chanyeol berikan pada Baekhyun, tak memperdulikan kalau kekasih manisnya itu merasa terkejut karena aksi tiba-tibanya. Ia lumat dengan penuh perasaan bibir tipis kekasihnya, berusaha menunjukkan pada lelaki manis itu kalau ia tak membutuhkan orang lain selain Park Chanyeol.
Rematan-rematan tak beraturan Baekhyun layangkan pada sisi belakang kepala Chanyeol. Lidah keduanya saling melilit dengan Chanyeol yang mendominasi. Baekhyun tak masalah tentu saja. Ia sangat senang didominasi seperti ini, membuatnya sangat mudah terangsang dan makin menginginkan lebih didalam permainannya.
"Jangan mengulanginya! Kumohon"
Chanyeol peluk tubuh mungil dalam pangkuannya dan ia rebahkan, menatap sejenak wajah manis menggemaskan yang masih sedikit merasa bersalah. Tatapannya mengalir dengan pasti pada tubuh Baekhyun, sedikit tersenyum ketika melihat kejantanan milik Baekhyun yang tertidur lelap.
"Baekkie janji tidak akan memikirkan laki-laki lain. Jangan marah Yeollie~"
"Sungguh?"
"Sungguh, Baekkie berjanji"
"Tak akan nakal dan menggoda lelaki lain juga?"
"Ne ne ne, Baekkie berjanji~"
"Aku menyayangimu Baekhyun, kau milikku."
"Ne Yeollie, Baekkie adalah milik Yeollie"
Mata Baekhyun terpejam merasakan bagaimana tangan Chanyeol mengusap pinggang hingga pahanya dari samping. Bibirnya ia gigit ketika tangan Chanyeol beralih pada bokong kanannya, Chanyeol memijatnya dengan perlahan namun terasa cukup kuat.
Chanyeol mengecup bibir Baekhyun sekali lagi, melupakan fakta bahwa ia masih berpura-pura pada lelaki manis itu. Kecupannya terus bergulir dan kini ia kembali membuat tanda kepemilikan ditubuh Baekhyun, membiarkan lelaki manis kesayangannya itu mencengkeram lengannya kuat seiring dengan hisapannya pada rusuk Baekhyun yang kian menguat.
Chanyeol menyukai lenguhan Baekhyun, bagaimana namanya mengalun dengan sangat indah dari bibir menggairahkan kekasihnya. Juga desahan putus asa yang terus Baekhyun lontarkan sambil terus meminta lebih padanya.
"B-baekkiehh ma- emhh Y-yeollie"
Chanyeol menghentikan segalanya, ia pandangi wajah Baekhyun dengan penuh rasa kagum. Ia sentuh pucuk hidung Baekhyun dengan telunjuknya yang membuat lelaki manis itu membuka matanya.
"Apa?"
"Kau...ingin menggunakan mainan yang ada dilemariku?"
"Eung..."
"Itu masih baru sepertinya"
Sungguh, Chanyeol tak berbohong saat mengatakan kalau toy sex didalam lemarinya masih baru. Mainan itu memang datang seminggu lalu, Jongin yang mengantarkan karena Chanyeol memesannya pada lelaki berkulit eksotis yang biasa dipanggil Kai itu -tapi Chanyeol lebih suka memanggilnya Jongin ngomong-ngomong.
Seminggu yang lalu mainan dewasa itu masih terbungkus dengan rapi didalam plastik yang disamarkan oleh kotak bergambar beruang yang menggemaskan. Dan bagaimana toy sex itu bisa berada didalam lemarinya hingga ditemukan oleh Baekhyun itu adalah ketidaksengajaan. Awalnya Chanyeol hanya memamerkan mainan itu pada Yifan yang berkunjung, tapi ia lupa membenahi benda-benda itu dan menaruhnya sembarangan didalam lemari.
"Temanmu tidak akan marah?"
"Tidak akan. Kupikir dia tidak akan ingat, ia memiliki banyak yang seperti itu"
"Eung..."
"K-kalau tidak mau tak apa. Maaf karena berbicara bo-"
"Tentu saja Baekkie mau!"
Senyum Baekhyun mengembang, tangannya menangkup wajah Chanyeol dan memberikan kecupan super kilat dibir kekasihnya. Ia berpegangan pada bahu Chanyeol ketika ia mengubah posisinya untuk duduk dan bersandar pada headboard ranjang Chanyeol, membuat Chanyeol menyingkir sedikit dengan senyum diwajahnya. Diusaknya dengan lembut surai hitam milik Baekhyun sebelum ia beranjak menuju lemarinya ketika Baekhyun melirik lemarinya dengan tangan ditangkupkan didepan dada, memohon.
Tanpa tahu malu Baekhyun menatap lekat-lekat tubuh Chanyeol yang tidak terlapisi apapun. Memperhatikan setiap gerakan kekasihnya dengan wajah merona, apalagi ketika ia mendapati Chanyeol menghampirinya dengan kejantanan lelaki itu yang bergerak bersamaan dengan derap langkah si pemilik.
"Ini yang kau lihat?"
"Ne, tapi kalau Yeollie punya yang lain Baekkie akan dengan senang hati memakainya"
"Uhukk"
"Yeollie tak apa?"
Entah kenapa Chanyeol bisa tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan Baekhyun. Ia berpikir apakah sebenarnya tadi yang Baekhyun lihat hanyalah sebuah borgol berbulu dan juga vibrator atau sekotak besar toy sex yang sudah Chanyeol sembunyikan secara rapi.
"Ayo bersenang-senang. Yeollie tidak ingin memakaikan pada Baek- ah Baekkie pakai sendiri saja. Yeollie perhatikan Baekkie ok"
"Terserah kau saja Baek"
Dengan bersemangat Baekhyun mengambil dua benda laknat yang ada ditangan Chanyeol, menimang sejenak benda mana yang akan ia kenakan pada sesi keduannya bersama Chanyeol.
"Yeollie~"
"Hn? Ada apa Baek?"
"Aku tidak suka borgolnya. Terlalu besar untuk Baekkie~"
Tanpa meminta persetujuan Chanyeol lagi, Baekhyun langsung membuang borgol berbulu itu kesembarang arah. Tak memperdulikan tatapan terkejut dan juga tak percaya yang dilontarkan oleh Chanyeol pada mainannya yang baru saja dibuang oleh Baekhyun.
'Aku membelinya susah payah karena limited edition, dan dia membuangnya dengan mudah seperti itu?'
Chanyeol masih tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Baekhyun, ia perhatikan kembali kekasih manisnya yang kini tengah menimang vibrator berhiaskan ekor berwarna merah muda. Didalam hatinya Chanyeol berdoa, berharap Baekhyun tak akan membuang mainannya secara sembarangan lagi. Susah-susah Chanyeol mencarinya dan Baekhyun malah membuangnya.
"Ini kau pegang remote-nya!"
Chanyeol hanya mengangguk, mengambil remote yang ukurannya sangat kecil dari tangan Baekhyun. Ia perhatikan lagi Baekhyun yang kini sudah menekuk kakinya yang terbuka dengan lebar.
Mata Chanyeol membulat, dan Baekhyun bersumpah ia menyukai ekspresi kekasih tiangnya yang seperti itu. Antara terkejut, kagum dan juga bernafsu. Sangat tampan menurut Baekhyun.
"Emhh, k-kerashh~"
"B-baek, j-jangan dipaksakan!"
"Anhh, penis Yeollie jauh lebih nikmat dari ini"
Baekhyun melesakan vibrator itu didalam holenya dengan perlahan, memejamkan matanya dengan kepala bersandar pada headboard dibelakangnya.
Chanyeol sungguh tidak berani menatap lubang Baekhyun, belum siap kalau miliknya kembali menegang dan akhirnya hilang kesadaran dan malah berbuat kasar pada kekasihnya.
"Yeollie!"
"N-ne?"
"Baekkie ingin diikat hehe"
"M-mwo?"
Baekhyun mempout mendengar jawaban Chanyeol, diraihnya dasi sekolah Chanyeol yang kebetulan terletak diatas nakas yang letaknya tidak jauh dari tempatnya kini. Ia lempar kain panjang berwarna coklat itu kearah kekasihnya yang masih menatapnya tak percaya.
"Ayo Yeollie, memangnya Yeollie tidak mau melanjutkan ke ronde selanjutnya?"
"A-ah, B-baiklah"
Chanyeol pun merangkak menghampiri Baekhyun, memperhatikan sejenak kekasihnya yang tengah tersenyum dengan sangat menggemaskan. Pandangannya jatuh pada ekor berwarna merah muda yang ujung kapsulnya sudah berada didalam hole kekasihnya.
Beberapa detik selanjutnya Chanyeol tersadar, mendapati kedua tangan Baekhyun didepan wajahnya. Anak itu melirik tangannya dan mengisyaratkan Chanyeol untuk mengikatnya.
Ditariknya sedikit tangan Baekhyun hingga Chanyeol dapat mengikat tangan kurus itu pada headboard tempat tidur, membuat sebuah protes kecil keluar dari mulut Baekhyun karena lengannya bisa saja pegal kalau Chanyeol mengangkatnya seperti itu. Tetapi Chanyeol tidak peduli, ia tetap mengikat tangan Baekhyun pada headboard dan langsung mengecup berkali-kali bibir manis Baekhyun agar anak manis itu berhenti mengoceh.
"Baekkie bilang diikat! Bukan diikat dengan headboard seperti ini Yeollie~"
"K-kau tidak suka? Harus kubuka lagi?"
"Hmm, tak apa. Akan lebih nikmat kalau seperti ini. Baekkie menyukai rasa tersiksa karena tidak bisa mendorong kepala Yeollie nanti saat mulut Yeollie menghisap puting atau penis Baekkie hehe"
"B-baek"
"Ayo kita mulai Yeollie~"
"M-memang apa lagi yang harus kulakukan Baek?"
Bisakah Chanyeol berhenti berpura-pura seperti itu? Siapa yang tidak gemas jika maniak seperti Chanyeol terus-terusan bertingkah seperti ia tidak mengetahui apapun. Sebegitu inginnya kah Park Chanyeol melakukan sex yang terkesan konyol dengan Baekhyun?
"Tunggu, bisa kau mhh dorong sedikit vibratornya Yeollie? Baekkie tidak nyaman"
"B-baiklah"
Chanyeol menurut, ia dorong sedikit lebih dalam vibrator dengan hiasan ekor itu kedalam lubang Baekhyun. Menghasilkan lenguhan pelan dari si manis yang kini hanya memejamkan matanya, mencoba beradaptasi dengan kapsul keras didalam lubangnya.
"Nyalakan!"
Sekali lagi Chanyeol mengangguk, menekan angka 1 setelah ia menekan tombol power pada remote-nya. Ia lihat Baekhyun yang menggigit bibir bawahnya ketika benda dilubangnya mulai bergetar secara halus.
"A-aku tidak bisa merasakannya Yeollie~"
Mendengar keluhan dari kekasihnya, Chanyeol malah menyeringai diam-diam. Ditekannya langsung angka 4 tanpa memperdulikan akibatnya.
Baekhyun mendesah, ia terkejut karena lubangnya dipermainkan oleh kapsul sialan yang bergetar karena ulah Chanyeol. Kepalanya menengadah dan dapat ia rasakan kejantanannya yang perlahan-lahan terasa tegang dan bersiap untuk bangun lagi.
Secara tak sadar Chanyeol menjilat bibir bawahnya yang tiba-tiba terasa kering, ia pandangi lekat-lekat bibir Baekhyun yang terus mendesahkan namanya dengan mata terpejam. Sial, milik Chanyeol mulai berkedut ketika Baekhyun terus memanggil namanya.
"C-chanyeolliehh~"
Baekhyun menggerak-gerakan kakiknya dengan gelisah, berniat merapatkan kakinya, namun dengan cepat langsung dicegah oleh Chanyeol. Lelaki tampan bertubuh tinggi itu dengan sigap menahan lulut Baekhyun agar anak itu tetap membuka kakinya lebar-lebar.
Baekhyun berusaha melawan Chanyeol karena ia menginginkan sensasi lebih dengan merapatkan kakinya. Namun kini, kakinya masih menekuk dengan jemari kaki yang sudah meringkup kuat. Chanyeol terus memegangi lututnya, tak membiarkan kaki Baekhyun merapat barang sesenti.
Ia tak tahan, kekasih manisnya sungguh-sungguh membuat monster didalam dirinya bangkit. Kali ini mungkin ia akan membuang Chanyeol yang bodoh dan menghadirkan Park Chanyeol yang gagah itu untuk memuaskan si manis Byun Baekhyun.
"A-akuhh masihh kurang ahh Yeolliehhh!"
"Tapi itu sudah maksimal Baek"
"Baekkieehh i-ingin nhh milik Yeollie a-ahh saja~"
Chanyeol tersenyum, tak tahu kenapa ia menyukai ketika Baekhyun menginginkannya seperti itu. Ia pun hanya tersenyum, menambal bibir sexy yang tengah mendesah tak karuan itu dengan bibirnya.
Dilumatnya secara asal bibir Baekhyun, membuat kekasih manisnya merasa frustasi karena Chanyeol malah terkesan mempermainkan.
Ingin sekali Baekhyun menjambak rambut Chanyeol, menekan tengkuk lelaki tampan itu agar ciumannya semakin dalam dan bergairah. Tapi ia juga menyukai sensasi ini, dimana ia tidak bisa melawan sama sekali ketika kenikmatan yang diberikan Chanyeol menyebar disekujur tubuhnya.
"J-jangan ahh permainkan Baekkie hiks"
"Aku tidak mempermainkanmu sayang"
"B-baekkiehh ingin milik Yeolliehh~ unghh, m-milik Baekkie bangun mhh lagi"
Tanpa aba-aba karena memang miliknya juga sudah menegang, Chanyeol menarik vibrator yang ada didalam hole Baekhyun secara paksa. Menimbulkan pekikan Baekhyun karena holenya sedikit merasa perih akibat perbuatan Chanyeol.
"Aku tidak suka ada yang memasuki lubangmu selain aku!"
"Masukkan~ Masukkan milik Yeollie eumhh"
Berniat menggoda, Chanyeol malah memasukannya kejantanan Baekhyun yang sudah menegang itu kembali kedalam mulutnya, mengoralnya sejenak karena Chanyeol benar-benar gemas dengan penis mungil yang sedari tadi menantangnya.
"Mhh~ J-janganhh menggoda Baekkie ahh"
Chanyeol kembali menyeringai tanpa Baekhyun ketahui, tangannya menyingkirkan rambut-rambut pengganggu yang menutupi kening berpeluh milik kekasihnya. Kembali ia lumat bibir kissable milik Baekhyun, memeluk pinggang rampingnya dan meremat bagian itu dengan lembut. Kembali membuat Baekhyun mendesah tertahan karena ciuman Chanyeol menutup jalur keluar desahannya.
Saat bibirnya masih sibuk memberikan kecupan-kecupan lembut digaris rahang hingga bibir Baekhyun, Chanyeol mengarahkan kejantanannya pada lubang Baekhyun. Menggesekannya perlahan pada garis pantat Baekhyun hingga anak itu menegang dalam rengkuhannya.
Baekhyun mengangkat pinggulnya gelisah, membuat kejantanannya yang sudah menegang menabrak perut berotot milik Chanyeol yang kembali membuatnya mendesah. Kepalanya menengadah merasakan hisapan Chanyeol dikedua putingnya secara bergantian, dan desahan erotis itu pun kembali tak terelakan hingga membuat Chanyeol semakin bergairah.
"Y-yeolliehh~ langsung m-masuk ahh masukannhh~"
"Sabarlah sayang!
"Gatal~ Lubang Baekkie mhh gatal~"
"Memohon!"
"Yeollie~ B-baekkie a-ahhh mhh Ye-yeolliehh~"
"Berjanjilah kau tidak akan membiarkan seorang pun selain aku memasuki lubangmu sayang!"
"Ne, nehhh~ Baekkie umhh...hanya Yeollie ahh yang boleh melesakan pe-penis Yeollie nghh kedalam lubang Baekkiehh~"
Bagus. Chanyeol senang mendengar ucapan Baekhyun. Dikecupnya sekali bibir Baekhyun sebelum ia mendorong penisnya sudah setengah didalam lubang Baekhyun dengan sekali hentakan. Dihadiahi pekikan nyaring dan suara 'anhh' merdu yang menyapa pendengarannya ketika Chanyeol memaksa penisnya masuk sedalam-dalamnya pada lubang yang sialnya terasa sangat sempit walau sudah dimasuki berkali-kali.
Sial. Chanyeol agak kesal mengingat bukan ia orang pertama yang merasakan nikmatnya dekapan lubang Baekhyun. Ia menyesal, kenapa tidak dari dulu takdir mempertemukan mereka. Walau begitu, ia bersumpah akan menjadi satu-satunya orang yang akan membuat Baekhyun ketagihan pada sentuhannya. Ia akan membuat anak manis itu mengingat setiap sentuhannya, mengakui bahwa hanya Park Chanyeol-lah satu-satunya orang yang bisa membuatnya orgasme hanya dengan satu rematan kuat dipenisnya.
"Appo~"
"Nikmati sayang, rasanya sama seperti saat ronde pertama tadi"
"Bergeraklah Yeollie~"
Chanyeol memulainya dengan perlahan, sambil menapakkan telapak tangannya pada dada Baekhyun. Membuat gerakan menggosok dan sesekali memutar, membuat Baekhyun semakin nyaring menggumamkan namanya.
"Berbaliklah sayangku!"
Baekhyun menurutinya ketika tangan Chanyeol yang baru saja memijat puting susunya memintanya berbalik dengan tangan Chanyeol yang memegangi pinggang Baekhyun agar tautan keduanya tidak terlepas.
Doggy Style.
Sejujurnya, Chanyeol tidak terlalu menyukai gaya bercinta seperti ini. Sesekali keseimbangannya bisa hilang karena ranjang empuk itu memantulkan dirinya. Tapi kalau melakukannya dengan Baekhyun, bercinta dengan gaya apapun sepertinya Chanyeol akan tetap menikmatinya. Dasar mesum!
Ia memegangi kedua pinggul Baekhyun, ikut mendorong dan menarik tubuh anak itu berlawanan arah dengannya hingga penyatuan mereka terasa semakin dalam. Baekhyun hanya terus mendesah dengan nyaring, tangannya masih diikat diheadboard dengan kepalanya yang menunduk diantara lengannya. Ia tersenyum sendiri didalam desahannya ketika mendapati penis menggemaskan miliknya terombang-ambing tanpa sentuhan ketika tubuhnya terhentak-hentak. Ia ingin menyentuhnya, mengocoknya tak beraturan tapi tidak bisa, ikatan ditangannya sangat erat.
"Y-yeollhhh...p-penishh Baekkiehh~"
Chanyeol langsung merendahakan tubuhnya ketika ia mengingat kejantanan Baekhyun, digenggamnya penis kecil yang sudah menegang dan juga dibasahi precum. Chanyeol meremasnya, sesekali mengocoknya dengan bibir yang mengecap punggung Baekhyun.
"Emhh, C-chanyeolliehh~"
Baekhyun bersumpah, bercinta dengan Chanyeol adalah hal yang sangat menyenangkan. Park Chanyeol yang ia kira sangatlah menggemaskan itu ternyata bisa memuasakannya, anak itu bahkan bisa melesakan penis besarnya kedalam lubang sempit Baekhyun dan membuat tubuh Baekhyun terhentak-hentak karena gerakannya yang brutal. Ia jadi tidak percaya kalau yang tengah menyodoknya dengan brutal dibelakang sana adalah Park Chanyeol, kekasihnya yang sangat pemalu dan diam.
Telapak tangan Baekhyun yang masih bisa bergerak bebas memgangi tali yang mengikat pergelangan tangannya dengan kepala tempat tidur. Ia menggeram, tangannya terasa perih akibat bergesekan dengan dasi Chanyeol yang mengikatnya.
"F-fasterrr Yeolhh! A-ahh, aku akan ke-mhh keluarhh~"
"Sabarlah Baekkie, lubangmu sangat arghh sempit! Jangan keluarkan, kita keluarkan bersama!"
"Nghh B-baekkie tidak tahanhh~ nghh Yeolliehh~"
Chanyeol mempercepat hentakannya, rasa nikmat menjalar diseluruh tubuhnya ketika Baekhyun dengan sengaja secara berkali-kali mengetatkan lubangnya hingga membuat penis Chanyeol agak sulit bergerak.
"Yeolliehh~"
Baekhyun memuntahkan hasratnya, benar-benar tak tahan kalau ia harus menundanya karena tangan Chanyeol pun terus-terusan meremas kejantanannya secara kasar dan juga penis tumpul lelaki itu yang menghujam prostatnya telak. Sungguh, jangan paksa Baekhyun untuk menahan hasratnya karena kenikmatan ini.
"Maaf Yeollieehhh~ B-baekkie tidak bisa menahannya ahh~"
Setelah memberikan waktu selama beberapa detik agar Baekhyun bisa menikmati orgasme-nya, Chanyeol kembali bekerja, menghujam prostat Baekhyun dengan tak tahu diri hingga tubuh Baekhyun terhentak-hentak kembali. Tangannya kembali membantu gerakannya pada pinggang Baekhyun dengan bibir yang kini kembali menggoda punggung Baekhyun hingga terdapat beberapa kissmark disana.
"Emhh, L-lebihh kuat Yeolliehh!"
Baekhyun tak bisa apa-apa, karena tangannya yang terikat dan juga posisi mereka yang masih dalam doggy style ini membuat Baekhyun hanya bisa memohon pada kekasih tiangnya dibelakang sana.
"Baekhh!"
Penis Chanyeol membesar didalam lubang Baekhyun, ia pun hanya memejamkan matanya merasakan organ panjang dan besar itu bergerak keluar masuk dengan kasar dan juga cepat didalam lubangnya. Dan pada beberapa tusukan berikutnya Chanyeol pun menyelesaikan tugasnya. Cairannya memenuhi lubang Baekhyun, membuat anak itu menggerak-gerakan bokongnya gelisah karena merasa tak nyaman akan cairan Chanyeol yang memenuhinya.
"Mhh~"
Kepala Baekhyun menengadah ketika Chanyeil mencabut penisnya dengan hati-hati. Dapat ia rasakan cairan itu mengalir dari belahan pantatnya menuju pahanya dengan perlahan. Tubuhnya merendah merasakan bagaimana cairan kental milik Chanyeol berlomba-lomba keluar dari lubangnya, namun hal tersebut tak bertahan lama, sampai ia merasakan jilatan-jilatan lembut pada lubangnya dan ia mau tak nau langsung mengangkat kembali pinggulnya tinggi-tinggi.
"Nhh, g-geli Yeollieehhh~"
Persetan dengan geli. Chanyeol sungguh tak kuasa melihat cairan yang ia tumpahkan didalam lubang Baekhyun kini tengah berlomba-lomba untuk keluar dari dalam lubang Baekhyun yang sedikit berkedut karena geli. Ia jilati aliran kecil dipaha Baekhyun perlahan-lahan hingga lubangnya pun tak ketinggalan. Membuat pola melingkar dengan lidah basahnya bahkan tak segan untuk menusuk lubang berkerut itu dengan lidahnya. Dihadiahi desahan nyaring dan juga gerakan tak nyaman pada bokong Baekhyun karena anak itu merasa geli.
"Aku menyukainya!"
Cup
Chanyeol mengecup lubang berkedut milik Baekhyun dengan penuh perasaan, membalik tubuh anak itu dan melepaskan ikatan sialan ditangan Baekhyun.
Bruk
Baekhyun tanpa banyak bicara langsung menyerang Chanyeol, menambal bibir lelaki itu dengan bibirnya bersamaan dengan dirinya yang sudah melemparkan diri dengan suka rela kedalam dekapan kekasihnya.
Tangannya melingkari leher Chanyeol setelah sebelumnya ia menuntun tangan Chanyeol untuk kembali melecehkan bokong dan juga lubangnya. Dan jangan pernah berpikir Chanyeol akan menolaknya, ia dengan senang hati langsung mengusap bokong Baekhyun dengan lembut. Bahkan tak segan untuk menggoda lubang anak itu dengan jarinya.
"Baekkie ingin lagi~"
"Sudah dua kali kita melakukannya Ba-"
"Baekkie ingin disetubuhi dengan kasar Yeollie~"
"..."
"Fuck me...harder!"
Baekhyun berbisik, mengecup telinga Chanyeol dan menjilatnya sensual. Membuat Chanyeol memejamkan matanya merasakan bagaimana lidah basah kekasih manisnya yang nakal menggeliat di daun telinga hingga pipinya.
"Kau yang meminta ini Byun Baekhyun! Jangan minta aku berhenti ditengah jalan karena aku tak akan pernah berhenti!"
"Ne ne ne~ anhh~ YEOLLIEHHH~"
Pekikan Baekhyun memenuhi ruangan kedap suara yang kini hawanya terasa sangat panas. Ia memekik ketika Chanyeol membantingnya keatas ranjang dan langsung melesakan penis menegangnya kedalam lubang Baekhyun tanpa permisi.
Tubuh ramping yang sudah tak mulus karena banyak sekali tanda kepemilikan Chanyeol kini terhentak-hentak dengan kasar hingga air matanya berkali-kali menitik ketika prostatnya dihajar habis-habisan oleh Chanyeol.
"Ahh Ye-yeolliehhh! S-setubuhi Baekkie mhh k-kasarhh sekalihhh a-ahh, B-baekkiehh sukaa nghh. A-ayo lebih mhh ka- penis Baekkiehh mhh, l-lebih kuat uhh Yeolliehhh~"
Baekhyun menyukai ini, nirwana serasa menjadi miliknya ketika Chanyeol bagaikan orang kesetanan membobol lubangnya. Lelaki itu menghentakkan penisnya keras, memastikan kalau ujung tumpulnya dapat mencumbu titik terdalam milik Baekhyun.
Indah sekali rasanya malam ini, desahan Baekhyun dan juga erangan nikmat yang terlontar dari mulut Chanyeol seolah-olah adalah alunan musik terindah yang pernah keduanya dengar. Bahkan, kalau Chanyeol menginginkan kegiatan mereka ini berlangsung sampai besok pagi Baekhyun bersumpah akan melayani Chanyeol dengan sepenuh hatinya. Karena apa? Tentu saja karena Baekhyun mencintai Chanyeol!
.
.
.
"Baekhyun!"
Baekhyun yang tengah menunduk sendirian diatas kursinya hanya bergumam dengan sangat malas ketika menanggapi Luhan yang tiba-tiba saja mengganggu.
Tadi ia datang kesekolah pagi sekali karena berangkat bersama Chanyeol. Bahkan lelaki tinggi itu tadi sempat mengantarkan Baekhyun pulang kerumah dengan alasan 'kau harus mengenakan seragam sekolah ketika kau ingin sekolah Byun Baekhyun'. Bukan masalah memang, malah Baekhyun menyukainya. Karena ketika Chanyeol mengantarnya pulang ia jadi bisa dimandikan oleh Chanyeol tadi.
"Ada apa dengan wajahmu?"
Memangnya ada apa dengan wajah Baekhyun? Baekhyun tak tahu apa-apa sungguh. Ia juga merasa baik-baik saja, kecuali rasa kantuk yang menyelimuti jiwa manisnya sejak tadi. Ia sempat menguap, menenggelamkan kepalanya diatas meja, bahkan meracau tak jelas. Ia sangat mengantuk, dan ia butuh Chanyeol untuk menemaninya tidur.
"Kau semalam tidak tidur?"
"Hn"
Baekhyun serius ketika mengatakan akan melayani Chanyeol bahkan sampai pagi. Dan Chanyeol pun benar-benar melakukannya, walau hanya sampai pukul 2 dini hari tapi tetap saja membuat Baekhyun merasa kurang tidur.
"Kenapa?"
"Chanyeol menghajarku habis-habisan semalam"
"M-mwo? P-park Chanyeol?"
"Ya memangnya siapa lagi? Kekasihku kan hanya dia!"
"S-serius Baek, anak itu bisa menyetubuhimu?"
"Hn, dia melakukannya dengan sangat baik. Kau tak akan percaya kalau aku bilang permainannya bahkan jauh lebih baik dari Yifan dan Sehun!"
"M-mwo?"
Luhan malah memandangnya tak percaya. Sungguh, jangankan Luhan, Baekhyun saja sampai saat ini masih tak percaya kalau yang semalam menusuk lubangnya dengan kasar hingga Baekhyun sendiri ketagihan adalah kekasih tiangnya yang terkenal sangat pemalu.
"Berapa ronde?"
"Entah, aku lupa. Tapi sekitar 12 atau 13 kali"
"Kalian gila!"
Baekhyun hanya mengangkat bahunya acuh, rasa kantuk benar-benar menyerangnya saat ini. Matanya terasa sangat berat dan ia ingin sekali mengusir Luhan yang tak henti-hentinya berbicara. Bisakah sahabatnya itu mengerti dirinya ini? Ia lelah dan juga mengantuk setelah berpetualang untuk waktu yang lama bersama Chanyeol semalam.
Jujur Baekhyun sangat menyukai permainan Chanyeol, ia tak pernah menduga kalau lelaki yang sangat pemalu seperti Chanyeol bisa membuat kakinya mengangkang lebar dan menangis ketagihan disetiap tusukan lelaki itu pada lubangnya.
"Oh iya Lu, hari ini kau sudah melihat Yifan?"
"Belum, kenapa?"
"Eung...tidak apa-apa"
.
.
.
Seharusnya hari ini Chanyeol menuruti Baekhyun saja untuk tidak datang kesekolah, ia agak menyesal. Ia lupa kalau hari ini ia harus mengikuti pelajaran olahraga yang mana ketika berenang nanti ia harus membuka pakaiannya. Walau biasanya ia akan memilih untuk mengenakan kaos tipis, tetap saja tubuhnya bisa dilihat oleh banyak orang. Kini ia mendesah, ia masih berada didalam bilik kamar mandi, menimang apakah ia harus ikut olahraga atau tidak.
"Lain kali saja. Jangan sampai semua orang memperhatikan tubuhmu yang banyak kissmark-nya seperti ini Yeol!"
Chanyeol kembali berbicara sendiri, mengingat ditubuhnya juga terdapat banyak tanda keunguan yang dibuat oleh kekasih manisnya semalam. Chanyeol menyeringai, setelah sekian lama menahan hasrat untuk bisa menyentuh Byun Baekhyun akhirnya semalaman suntuk ia bisa mengerjai tubuh anak itu.
Chanyeol mengingat setiap rintihan Baekhyun, setiap kata-kata memohon yang terlontar dari bibir tipis milik kekasihnya yang sudah ia buat bengkak. Sungguh Chanyeol tak peduli lagi kalau Baekhyun akan curiga padanya karena bisa menyetubhi anak itu sampai berjam-jam, ia nanti akan mencari alasan masuk akal hanya ketika Baekhyun bertanya. Lagipula, cepat atau lambat Baekhyun juga akan mengetahui siapa ia sebenarnya.
Ia puas setelah menghabiskan malam luar bersama Byun Baekhyun. Entah semalam Baekhyun sadar atau tidak karena Chanyeol benar-benar menunjukkan sisi gelapnya pada lelaki itu. Tapi setelah Chanyeol pikir-pikir sepertinya Baekhyun tidak sadar, anak itu terlalu sibuk mendesah dan juga memohon padanya.
Setelah memutuskan untuk menunda pengambilan nilai renangnya, Chanyeol pun keluar dari dalam kamar mandi. Membenarkan letak kacamatanya dan sesekali membenarkan pakaiannya karena takut kissmark ditubuhnya akan kelihatan. Bukannya apa-apa, bisa gawat kalau semua orang mengetahui penyamaran yang sudah ia bangun susah payah sejak lama.
Memang beberapa orang disekolahnya mengetahui siapa ia sebenarnya. Hanya beberapa, dan kalau dihitung mungkin tidak akan lebih dari 10 orang yang mengetahui si Monster Park. Dan sisanya, tidak ada yang mengetahui bagaimana brengseknya Park Chanyeol. Termasuk Baekhyun.
"Chanyeollie!"
"Hn?"
Langkah Chanyeol kini terhenti, membalikkan tubuhnya dan mendapati sang kekasih tengah menghampirinya dengan senyum manis yang terukir dibibirnya. Chanyeol berdeham sekali, berusaha bersikap gugup dihadapan Baekhyun.
"Baekkie merindukan Yeollie~"
"B-baek, bukannya kau ada pelajaran?"
"Guru Yoon meminta Baekkie keluar kelas karena Baekkie tertidur"
"Maafkan aku Baek"
"Kenapa Yeollie minta maaf?"
"K-karena aku, kau jadi mengantuk seperti ini. Maafkan aku"
Baekhyun melepaskan pelukannya dari tubuh Chanyeol, memberikan kecupan dibibir tebal Chanyeol dan ia tersenyum setelahnya. Kembali memeluk Chanyeol dengan kepala yang ia benamkan dengan sangat nyaman didada kekasihnya. Beruntunglah tak ada satupun orang yang melihatnya, kalau ada pasti Chanyeol yang akan bertingkah seolah-olah ia malu karena kepergok sedang bermesraan dengan si nakal Baekhyun.
"Kenapa harus minta maaf? Baekkie menikmatinya, kita menikmatinya Yeollie. Jadi tak perlu minta maaf, kedepannya kita juga akan sering-sering melakukan itu"
"A-ah"
"Kita bisa melakukannya dimanapun... Jika Yeollie ingin melakukannya, Baekkie akan dengan senang hati membuka paha Baekkie untuk Yeollie. Baekkie akan membiarkan penis uhmm besar milik Yeollie mengaduk-aduk lu-" ada deshan dan juga tangannya dengan sengaja menyentuh kejantanan Chanyeol dari luar celana lelaki itu.
"B-baek...aku mencintaimu!"
Baekhyun tersenyum ketika Chanyeol membalas pelukannya. Baekhyun pun menjauhkan tangannya dari kejantanan Chanyeol, memilih untuk melingkarkan kedua tangannya pada tubuh kekasihnya. Baekhyun sangat senang ketika lelaki itu mengecup keningnya secepat kilat dan menyandarkan dagunya dipucuk kepala Baekhyun.
"Bukannya Yeollie ada kelas renang hari ini?"
"E-eung, kupikir aku akan melewati kelas itu"
"Wae?"
"A-aku takut ada yang melihat tanda-tanda merah ditubuhku Baek"
"Yeollie~ jadi Yeollie tak ingin menunjukkan pada semua orang kalau Yeollie adalah milik Baekkie? Yeollie ingin me-"
"Tidak tidak, tidak begitu sayangku...aku hanya tak ingin orang-orang membicarakanmu karena lelaki secantik dirimu mau mengukir tanda cinta seperti itu ditubuhku... Mereka pasti akan membicarakanmu karena mau berbagi tanda itu dengan lelaki aneh sepertiku Baek"
CUP
Secepat kilat Baekhyun menutup bibir Chanyeol dengan miliknya, menatap sungguh-sungguh untuk waktu yang cukup lama kedalam mata Chanyeol yang kini juga menatapnya, penuh rasa kagum.
Tangannya yang dihiasi jemari-jemari lentik menyentuh wajah Chanyeol, menelusurinya perlahan hingga rasa kagum muncul dari dalam hatinya ketika menyadari bahwa Chanyeol memiliki wajah yang sangat menawan.
"Jangan merendah seperti itu Yeollie. Baekkie tidak setuju mendengarnya. Kumohon jangan merendah seperti itu~"
"Tidak sayang, aku tidak merendah. Memang kenyataannya aku sangat an-hmptth"
Baekhyun menambal bibir Chanyeol kembali, merasa tak terima ketika kekasih tiangnya terus-terusan merendahkan dirinya sendiri. Persetan dengan aneh. Chanyeol bukanlah lelaki aneh, ia hanya sedikit tertutup hingga banyak orang lain mengira dirinya aneh. Baekhyun tidak suka, Chanyeol adalah kekasihnya yang menggemaskan dan juga memiliki banyak sikap tak terduga yang belum Baekhyun ketahui.
"Baekkie mencintai Yeollie! Sangat sangat mencintai Yeollie, tak peduli seberapa anehnya Yeollie!"
"Baek"
"Jangan pedulikan orang lain Yeollie! Hanya Baekkie satu-satunya orang yang boleh Yeollie pedulikan!"
"Ne. Aku mencintaimu!"
Dan kalimat itupun ditutup dengan sebuah ciuman panjang. Ciuman yang dimulai oleh Chanyeol dengan sangat lembut, ciuman yang membawa Baekhyun kepada rasa nyaman ketika lelaki tinggi yang sekarang adalah kekasihnya melumat dengan penuh perasaan dua bilah bibirnya.
TBC
Annyeong~
Mian kalo kurang hawt :3 maaf juga kalo banyak typo hehe^^
No cuap cuap^^ But... Q&A TIMEEEEEE HAHA^^
Q : Kapan Chanyeol ngaku?
A : Sabar aja yaaw, nanti kalo udah waktunya juga dia ngaku^^
Q : Hiatus?
A : Masih dipikirkan^^
Q : Chap favorite?
A : Semuanya^^ tapi untuk saat ini aku lagi suka chap 9^^ tunggu Chap 9 update oke^^
Itu segelintir pertanyaan yang bisa aku jawab. Pertanyaannya aku pilih secara random, entah itu dari Line, Pm, ataupun review^^ Chat, Pm, dan kotak review terbuka untuk kalian semua say~
Review Juseyooooooo~
