Dark
All character belong to Naruto
Naruto © Masashi Kishimoto
1999
Dark by Putpit
26 Oktober 2017
Rate: T-M
Warning! Blood! Maybe rush! Very rush!
Dedication for Sasuke Lovers! Happy reading!
Sasuke - Bound
Sasuke tengah menikmati segelas darah kijang segar tatkala dia merasa sakit luar biasa pada jantungnya. Gelas yang berada dalam pegangannya terlepas begitu saja hingga menimbulkan bunyi pecahan kaca.
Tangan kanan Sasuke menekan dadanya kuat sedangkan sebelah tangan lainnya mecengkeram tepian meja. Napasnya pendek-pendek dan wajahnya pucat.
"Sakura," gumam Sasuke. Cowok tampan berambut biru tua itu dapat merasakan jika hal buruk terjadi pada gadis tersebut.
Iris kelam Sasuke kontan berubah merah darah. Dia memfokuskan instingnya dan mencoba melakukan komunikasi dengan Sakura lewat pikirannya.
"Sakura," panggil Sasuke di dalam kepalanya.
Tidak ada tanggapan. Hening.
"Sakura," panggil Sasuke lagi.
Tetap tak ada balasan. Padahal Sasuke yakin bahwa Sakura bisa mendengarnya. Sasuke mungkin harus lebih berusaha.
"Haruno Sakura. Ini aku Sasuke, jawab aku."
"Sa...Sasuke-kun?"
Begitu lirih. Jawaban yang membuat emosi Sasuke langsung naik. Apa yang sebenarnya terjadi pada Sakura hingga dia sangat lemah seperti itu.
"Kau dimana?"
"Nggak tahu. Ini sakit, Sasuke-kun."
Sasuke mengepalkan kedua tangannya marah. Jika Sasuke berhasil menemukan Sakura dan mengetahui dalangnya, Sasuke akan pastikan orang itu tersiksa seribu kali lebih kejam sampai dia pergi ke neraka.
"Dengarkan aku, Sakura. Aku akan ke tempatmu. Sekarang, pelan-pelan kau lihat keadaan sekeliling dan beritahu aku orang terakhir yang kamu lihat."
Butuh beberapa menit hingga Sasuke mendengar respon dari Sakura.
"Tempatnya lembab dan sempit. Ada banyak bangkai binatang. Aku bisa mendengar si penculik sedang melakukan sesuatu karena ada suara gelas atau botol di sisi lain ruangan. Orang terakhir yang aku temui adalah pria berambut abu-abu memakai kacamata bingkai oval."
Dalam satu kali tarikan napas, Sakura menjelaskan apa yang bisa dia jelaskan. Selepas itu, Sasuke merasa komunikasinya dengan Sakura terputus.
"Kabuto," maki Sasuke.
-Dark-
Sasuke sampai di hutan di pinggiran kota. Dia memperhatikan sebuah gubuk tua dari kejauhan dan dalam sekejap saja Sasuke sudah berada di dalamnya.
Sasuke disambut dengan tepuk tangan seseorang yang bersembunyi di sudut gubuk. Seluruh indera Sasuke menajam. Dia diam, namun auranya sungguh mematikan.
"Pahlawan telah tiba," ucap pria yang sudah sangat dikenal Sasuke itu.
"Dimana Sakura?" tanya Sasuke tanpa basa-basi.
"Jangan terburu-buru! Apa kau tidak ingin duduk dulu dan mengobrol seputar masa lalu denganku?"
Sasuke bergerak cepat. Ia tiba-tiba sudah di hadapan Kabuto, mencekik lehernya, dan mengangkat tubuhnya dengan satu tangan. "Aku pastikan kau akan merasakan sakit melebihi neraka jika berani mennyakiti Sakura."
"Tenang saja, dia tidak akan mati," sahut Kabuto santai.
Sasuke mematahkan leher Kabuto kemudian menusuk perutnya menggunakan besi yang berada di dekatnya beberapa kali. Darah mengucur deras dari perut Kabuto hingga menggenang di lantai.
Insting buas Sasuke telah menguasai. Dia sungguh murka dan dia benar-benar akan membuat Kabuto menyesal telah melukai gadisnya.
Ah, gadisnya. Iya, memang benar bila Sasuke menganggap Sakura adalah gadisnya. Semenjak pertukaran darah antara keduanya, maka terjalinlah ikatan tak kasat mata yang membuat mereka terhubung. Sakura bagian dari Sasuke dan Sasuke bagian dari Sakura.
Usai melampiaskan amarahnya, Sasuke membuang besi tersebut lalu melangkah pergi.
"Sasuke-kun?" panggil Sakura pelan berbarengan saat Sasuke membuka salah satu pintu ruangan.
Sasuke tidak mengatakan apapun. Dia mendekati Sakura lantas menyentuh pipinya. Perlakuannya sangat lembut seakan dia takut Sakura akan rapuh dalam sentuhannya.
"Maaf."
Hanya satu kata yang keluar dari bibir Sasuke. Dia mengelus pipi Sakura dan menggeram marah tatkala mengetahui sangat banyak darah yang diambil dari Sakura hingga membuat gadisnya lemah seperti ini.
Sasuke mengeluarkan pisau kecil dari saku celananya dan langsung menyayat lehernya. Dia melepaskan tali yang mengikat Sakura lalu mengarahkan kepala Sakura pada lehernya.
"Minumlah," kata Sasuke.
Awalnya, Sakura diam. Tapi lama kelamaan dia merasa tergiur oleh aroma darah Sasuke dan menghisapnya perlahan.
Sasuke memejamkan mata. Dia menggigit bibirnya, menahan geraman yang keluar akibat menikmati tiap isapan yang dilakukan Sakura.
Entah sudah berapa lama Sakura meminum darah Sasuke, namun tanpa perlu diperingatkan gadis cantik berambut merah muda tersebut telah lebih dulu menyudahi aktivitasnya.
Sasuke memegang kedua pipi Sakura. Meski masih nampak lemas, Sakura tetap menyunggingkan seulas senyum pertanda bahwa dia baik-baik saja.
"Aku nggak nyangka kamu benar-benar kesini buat aku. Apa itu berarti kamu khawatir sama aku?" tanya Sakura.
"Hn."
"Apa itu berarti aku berharga buat kamu?"
"Hn."
"Apa kamu suka sama aku?"
"Hn."
"Apa kamu cinta sama aku? Kali ini jawabnya jangan hn, aku bukan translator kata 'hn' Sasuke-kun."
"Ada banyak wanita dan aku bisa dengan mudah mendapatkannya."
Sakura merengut. "Ya. Aku tahu. Tapi itu tetap tidak menjawab pertanyaanku."
Sasuke mengusap sudut bibir Sakura yang terdapat sisa darah. Dia menatap Sakura lekat seraya berkata, "Kau akan mendapat masalah besar jika terikat denganku."
"Bukankah kejadian di atap waktu itu sudah mengikat kita?" Sakura balik bertanya.
"Kau masih bisa memutuskannya," jawab Sasuke.
Sakura tersenyum lebar. "Benarkah aku masih bisa memutuskannya?" tantang Sakura.
Sasuke mendengus. "Kalau kau mau seperti itu."
"Kamu terlalu tampan untuk aku lepaskan, Sasuke-kun."
Sakura menubrukan dirinya pada Sasuke hingga mereka terbaring di lantai. Dia kembali tersenyum lebar lalu memagut bibir Sasuke dengan cepat.
Ketika keduanya berciuman penuh gairah, Sasuke bisa mengetahui isi pikiran Sakura terhadapnya.
"Ketika kita terikat, selamanya kita adalah satu. Aku milikmu dan kamu milikku Sasuke-kun."
-Dark-
Malam itu, pukul sebelas, di jalanan yang jauh dari pemukiman warga, sang predator menikmati makanannya dengan khidmat. Dia tidak lagi memangsa manusia melainkan spesies lain. Spesies yang bahkan sama dengannya.
"Uchiha Sasuke dan usahanya yang sia-sia," sela satu suara di balik kegelapan.
"Kloningan-kloninganmu sangat payah, Kabuto."
000
Untuk beberapa guest, ini balasan dari aku ya^^
Syanami-chan: Makasih ya. Ini aku usahakan nggak berhenti di tengah jalan walaupun sulit karena Naruto udah tamat dan aku sibuk juga. Sekali lagi makasih.
L: Ini lanjut kok. Makasih ya.
GalenAlvaro143: Makasih.
sumi uzumaki: Makasih.
Yumika Nasa: Iya ini udah lanjut. Makasih ya.
fuji: Wkwkwk. Makasih ya.
UCHIHANURO: Iya ini udah lanjut. Makasih.
uchiha aini: Chapter 4 meluncuur.
DheajengFY: Ini sudah lanjut. Makasih ya.
deby: Ini sudah lanjut ya. Makasih.
Ries-chan: Iya, Kabuto. Kamu benar! Mirip kah? Wow, tp Sasuke-Sakura versi Animenya ya. Hehehe
cheryxsasuke: Ini belum so sweet atau memang fanfic ini nggak ada so sweetnya. Hehehe. Makasih reviewnya.
Chichoru Octobaa: Hayooo, jadi vampir nggak ya. Hehe.
Yuri-chan: Ini dah lanjut loh Yuri-chan.
Natsumo Kagerou: Hayo, iya bener Kabuto. Selamat! Makasih ya.
Space untuk bacot author
Sudah empat tahun. Astaga, sudah lama banget ya. Naruto sudah tamat dan sekarang adanya Boruto.
Apakah masih ada yang membaca fanfic ini? Kalau ada, tolong tinggalkan jejak ya.
Kalau masih ada yang menunggu, aku sungguh berterima kasih. Tapi mohon maaf kalau lama ya #bungkuk90derajat
Aku usahain tahun ini atau tahun depan tamat.
Maaf kalau chapter ini pendek atau sangat lamaaaa.
Chapter selanjutnya: Sakura - Me
Terima kasih pada,
Syanami-chan, L, GalenAlvaro143, sumi uzumaki, Yumika Nasa, fuji, UCHIHANURO, uchiha aini, DheajengFY, Ries-chan, cheryxsasuke, Chichoru Octobaa, Yuri-chan, Natsumo Kagerou, AryaniCentric, Enigmalios Lotus, Akina Namika, Uchiha Ratih, sanny sakurai hiroki, BLACK 'SS' PEARL, happy. , Siapa-Saya, aguma, hanazono yuri, Edelwish, Sabila Foster, hamster-pink, all followers, all favorites, all of you.
Sorry for typos or everything
REVIEW
P
L
E
A
S
E
