ChanBaek
M
.
.
Baekhyun telungkup. Sudah 15 menit yang lalu dengan kaki terikat dan mengangkakng. Mulutnya disekap dengan sapu tangan hingga desahannya yang memabukan tak sepenuhnya terdengar.
Ia menangis, tapi merasa ketagihan pada semua hal yang Chanyeol lakukan. Bukan menangis sedih, ia hanya tak tahu lagi bagaimana cara melampiaskan kenikmatan yang ia dapatkan.
Ia melirik Chanyeol yang tengah berdiri diam disamping lemarinya. Baekhyun menatapnya memohon, berharap Chanyeol mau berbaik hati membuka salah satu ikatannya. Tangannya tak bisa bergerak san hanya ia tindih dibawah dada, mulutnya tersumbat dan kakinya terikat dengan ranjang. Jangan lupakan kejantanannya yang sekarang nampak memerah. Itu semua ulah Chanyeol yang malah bermain-main dengan pita warna-warni untuk mengikat penis kecil itu.
"Umm sexy, kau masih mau bermain kan?"
Baekhyun meliriknya lagi, kali ini dengan mata berbinar karena Chanyeol sudah berdiri tepat disampingnya.
Ia hanya berkedip menggoda, tak berniat mengangguk apalagi bersuara walau hanya bersura desahan tertahan. Sudah sejak tadi juga Chanyeol selalu memanggilnya 'sexy' melupakan semua panggilan manis yang biasa mereka gunakan. Baekhyun senang, merasa tergelitik hatinya karena Chanyeol terdengar sangat menggairahkan ketika mengatakannya.
Lelaki itu memilih merangkak naik dan mengangkangi pinggang Baekhyun. Ia sedikit menunduk, memberi kuluman lembut pada daun telinga Baekhyun yang sebenarnya sudah memerah karena Chanyeol juga.
Baekhyun terhanyut, ketika Chanyeol beralih untuk meciumi pipi dan juga lehernya dengan tangan besar nan panasnya yang memijat pinggang Baekhyun sensual.
Itu menggoda, dan Baekhyun hampir saja melenguh dibalik kain yang menutup mulutnya kalau saja Chanyeol tak segera menariknya untuk segera menungging.
"Kita lakukan lagi"
"Mhh"
Tangan Baekhyun yang saling terikat bertumpu diatas ranjang dan itu melelahkan. Chanyeol baru saja memijat bokongnya tak sabaran dengan sesekali tamparan kuat ia daratkan dibokong yang sudah memerah milik Baekhyun.
Jemari kaki Baekhyun meringkup kuat-kuat, apalagi ketika jemari Chanyeol menerobos masuk begitu saja kedalam lubangnya. Jari panjang nan kokoh itu mengaduknya, memaksa masuk begitu jauh dan menggoda titik manisnya yang paling dalam.
"Ingin kulepaskan ikatanmu?"
Jelas Baekhyun mengangguk cepat. Matanya terpejam kuat dan ia menikmati semuanya. Ia dapat merasakan Chanyeol menjilati paha dan juga betisnya. Hingga bunyi 'klik' terdengar untuk dua kali dan Baekhyun tahu kalau Chanyeol baru saja melepaskan borgol dikakinya.
Chanyeol membaliknya cepat dan tanpa basa basi menyerang dengan sebuah ciuman memabukan. Baekhyun yang tangannya masih terikat tak bisa berbuat apa-apa. Dan karena mulutnya masih tersumbat kain, Chanyeol hanya mengulum bibir atasnya dengan bergairah.
Hal itu berlangsung selama 1 menit, sampai tiba-tiba Baekhyun merasakan kalau milik Chanyeol yang menggantung terasa menegang.
Lelaki tampan itu mengangkat tubuh Baekhyun dengan mudah. Langsung melesakan kejantanannya kedalam lubang Baekhyun dan membantu anak itu menaik turunkan tubuhnya.
"Hpphhhm"
"Saranghae"
Chanyeol menghujani dada Baekhyun dengan ciuman, tak sama sekali meninggalkan kissmark-nya sejak tadi. Ia menghisapnya penuh nafsu, tapi tak sama sekali meninggalkan tanda merah keunguan pekat seperti biasanya. Hanya terdapat beberapa bitemark yang hampir mengoyak kulit Baekhyun dan mengeluarkan sedikit darah.
"Yeomphh"
Entah itu puncak yang keberapa kalinya untuk Baekhyun. Yang ia tahu hanya Chanyeol beserta mainan gilanya sudah membuatnya mengerang nikmat jutaan kali hari ini.
Tubuhnya lemah dan tiba-tiba saja ia merasakan kalau kain yang menutupnya dilepaskan. Sudut bibirnya merasa agak perih, apalagi tadi Chanyeol mengikat kainnya kuat-kuat.
"Hiks"
Baekhyun terisak pelan setelah akhirnya tak ada lagi yang akan menghalangi suaranya. Ia memandangi Chanyeol, sedikit memelas sambil mengangkat tangannya yang terikat kedepan wajah lelaki itu.
"Aku menyerah Baek"
Chanyeol tersenyum. Akhirnya. Baekhyun senang sekali setelah sejak tadi Chanyeol tak tersenyum lembut seperti itu. Sejak Chanyeol membantingnya tadi, lelaki itu tak sama sekali tersenyum. Membuat Baekhyun agak takut karena Chanyeol terlihat menyeramkan dan hanya smirk tampannya saja yang terlihat.
Ikatan tangannya terlepas dan Baekhyun langsung memeluk Chanyeol begitu erat. Ia menempelkan tubuhnya, sengaja menggerak-gerakan tubuhnya pelan bermaksud menggoda. Oh, bahkan kejantanan Chanyeol masih tertanam didalam lubangnya.
"Maafkan Baekkie~"
Cup
Chanyeol mengecup pucuk kepala Baekhyun, tersenyum begitu lembut walau Baekhyun tak akan melihatnya. Anak itu nampak nyaman menenggelamkan kepalanya dileher Chanyeol dengan tubuh yang masih bergerak-gerak. Tangan Chanyeol memijat bokongnya, membuat Baekhyun makin bersemangat untuk menggoda kekasihnya ini.
"Harusnya Baek-mhh Baekkie mendengarkan a-aah penjelasan Chanyeollie dulu~"
"Jangan dipikirkan lagi sa- sayang"
"Yeollie menegang. Hehe"
"Anak nakal"
Chanyeol memilih untuk membaringkan Baekhyun perlahan ketimbang bersetubuh sambil duduk. Ia mengecup kening Baekhyun dalam, membuat anak manis itu memejamkan matanya dengan senyum mengembang yang cantik.
Baekhyun benar, penisnya menengang lagi. Kkkk
"Aku akan bergerak dengan lembut"
"Eunghh, Baekkie baik-baik ssh saja kalau Yeollie masih mau bermain kasar"
Chanyeol mencabut kejantanannya perlahan, mendorongnya lagi dengan sangat lambat yang membuat Baekhyun tersenyum merasakan setiap pergerakan kekasihnya.
Bibirnya dikecup untuk sekali waktu oleh Chanyeol, membuat Baekhyun membuka matanya dan mengedip dengan penuh gairah pada Chanyeol.
Si tampan hanya bisa tersenyum, menyisir rambut lepek Baekhyun hingga keningnya yang banjir keringat bisa ia lihat.
"Apa sakit?"
"A-apaa?"
"Maafkan aku"
Cup
Sebenarnya Chanyeol agak menyesal melakukan segala kekasaran ini pada Baekhyun. Kedua pergelangan tangan Baekhyun terlihat lecet dan memerah. Sudut bibirnya pun sama, bahkan Chanyeol sempat membuat bibir anak itu terkoyak karena ciuman mereka. Belum lagi bitemark-bitemark didada anak itu yang Chanyeol lihat mengeluarkan sedikit darah karena ia gigit dengan gemas.
Ugh, harusnya ia bisa menahan emosinya tadi. Dan harusnya, ia tak perlu memperlakukan Baekhyun sekasar ini. Harusnya ia bisa meyakinkan Baekhyun dengan cara lain tanpa menyakitinya seperti ini.
Tapi Chanyeol bisa apa? Mereka sudah terlanjur bermain kasar. Lagipula, ia dan Baekhyun saling menikmati. Jadi...apa salahnya? Pfft.
"C-chanyeolhhhh~"
"Sempithh sekali Baby mhh"
"C-cepathhh nghh B-baekkiehhh tak tahan mhh"
Keduanya terlihat tak sabaran walau Chanyeol benar-benar menjaga segala pergerakannya. Ia tak mau Baekhyun berdarah lagi. Sudah cukup tadi di ronde mereka yang keempat ia membuat lubang Baekhyun berdarah karena ia menjejalkan dildo besar dan juga penisnya kedalam lubang Baekhyun secara bersamaan.
Gerakannya terlihat semakin cepat, dan desahan Baekhyun pun terus terdengar dan mengayun-ayun ditelinga Chanyeol. Begitu memabukan.
"A-ahh Yeolhhh~"
Chanyeol menggigit puting Baekhyun, mengocok kejantanannya tak sabaran dan hanya dibalas dengan rematan lemah dikepalanya dari Baekhyun. Ia tak bisa apa-apa, saat Chanyeol terus menggigit putingnya tak sabaran, Baekhyun berpikir kalau putingnya akan putus setelah ini.
"EUNGHHH"
"Baekhh"
Putingnya dihisap kuat ketika mereka berada dipuncaknya secara bersamaan. Chanyeol menjepit pucuk puting memerah Baekhyun diantara giginya dan menariknya tinggi-tinggi, membuat Baekhyun melenguh tak terkontrol ketika cairannya menyembur dan juga cairan Chanyeol yang menembak jauh didalamnya.
"Yeolhh~"
Chanyeol menyudahinya. Tapi ia sama sekali tak berniat mengakhiri ini semua. Ia menjilat luka disudut bibir Baekhyun dua kali. Memberikan kecupan singkat disudut bibir kekasihnya sambil berharap lukanya akan segera hilang.
"Aku menyakitimu"
"Yeollie~"
"Pasti sakit sekali. Maafkan aku Baek. Ini salah satu yang aku takutkan ka-"
"Aku tidak pingsan dan kau harusnya bersyukur karena aku sanggup mengimbangi permainan gilamu itu Park!"
"Baby"
"Saranghae"
Senyum Chanyeol mengembang. Sekali lagi Baekhyun benar. Harusnya Chanyeol bersyukur karena Baekhyun masih terlihat baik-baik saja setelah hampir 20 ronde yang mereka lalui.
Tak tahu kenapa, Chanyeol jadi semakin mencintai Baekhyun. Setelah sebelumnya ia ketakutan Baekhyun akan meninggalkannya kalau ia sampai menyakiti anak itu, sekarang ia merasa benar-benar lega.
Chanyeol meraih kedua tangan Baekhyun. Ia mengecup pergelangan tangan kekasihnya yang terdapat goresan merah melingkar bekas ikatannya. Chanyeol menjilat luka lecet itu, membuat Baekhyun merintih perih karena lukanya terkena liur Chanyeol.
"J-jangan Yeol~"
"Aku menyesal membuatmu terluka seperti ini"
"Tak apa. Aku sungguh tak apa-apa. Kau jangan menjilati luka-ku!"
"Memangnya kenapa? Kalau luka lecet dilubangmu ingin kujilat juga tak apa. Aku ak-"
"T-tidak! A-aku baik-baik saja."
Chanyeol menyeringai dan Baekhyun menyadarinya. Ia tak akan membiarkan si caplang mesum kesayangannya ini menggoda dan melanjutkan segala permainan panas mereka.
Jujur lubangnya yang berdarah tadi memang sakit. Tapi ia sama sekali tak akan membiarkan Chanyeol menempelkan lidahnya pada luka dilubangnya. Hell, Baekhyun bisa menebak semuanya kalau sampai Chanyeol benar menjilat lukanya.
"Tidur saja bersamaku"
"Eung?"
"Ayolah Yeollie~ kita melakukannya 18 kali dan aku yakin kau lelah"
"Aku masih ing-"
"Kemarilah Yeollie~"
Baekhyun merentangkan tangannya dan segera menarik Chanyeol untuk berbaring. Ia tersenyum begitu manis, langsung menenggelamkan dirinya pada tubuh besar Chanyeol ketika melihat si tampan itu hendak protes. Sungguh, Baekhyun merasa tak akan sanggup kalau Chanyeol meminta perpanjang waktu bersetubuh mereka. Ini pun sudah begitu melelahkan.
"Aku ingin lagi Baek"
"Saranghae"
"Baekkie~ kau yang memaksaku untuk ber-"
"Saranghae"
"Sekali saja? Aku jan-"
Chanyeol menghentikan rengekannya ketika Baekhyun bergerak cepat untuk memeluk kepalanya. Keduanya berbaring berhadapan, dengan Baekhyun yang baru saja menyodorkan dadanya untuk Chanyeol hisap.
Anak manis itu tertawa, tapi Chanyeol mendapatinya tengah memejamkan mata. Baekhyun mengusap belakang kepala Chanyeol, menunggu lelaki itu menerkam lagi putingnya yang sudah memerah dan bengkak.
Baekhyun tak akan sanggup kalau Chanyeol melanjutkan permainan mereka, dan ia malah menawarkan Chanyeol untuk menyusu padanya.
"Baby menunggu Daddy! Kalau tidak mau menyusu yasu- Mhh"
Lagi-lagi Baekhyun tertawa. Ia baru saja hendak menarik selimut karena sebelumnya pun Chanyeol nampak tak menginginkan putingnya. Tapi saat tiba-tiba rasa hangat menjalar didadanya, yang bisa ia lakukan hanya tersenyum sambil mengcup puncak kepala Chanyeol berkali-kali.
Chanyeol menghisapnya tak sabaran, terlihat rakus dan seolah ketakutan kalau akan ada orang lain yang mengambil puting Baekhyun. Tangan sebelahnya menyelusup kebelakang tubuh Baekhyun dan mengusap dari punggung hingga pinggangnya.
Mata Baekhyun terpejam, begitu menikmati semua sentuhan yang Chanyeol berikan padanya. Dan saat tangan Chanyeol sudah beralih untuk memijat bokongnya, desahannya lolos secara lembut.
"N-nanti Baekkie teganghh lagi~"
"Mptck"
"Yeolh~"
Chanyeol menariknya untuk semakin mendekat, tak sama sekali menghentikan pijatannya dibokong Baekhyun walau kini penis anak itu sudah ditabrakan dengan perut kotak-kotaknya.
Baekhyun melenguh panjang dan ia tahu kalau Chanyeol kembali terangsang. Sial, kalau tahu begini ia tak akan mau berbaik hati membiarkan Chanyeol menghisap putingnya.
Chanyeol masih memainkan tangannya dibokong Baekhyun. Bahkan jarinya yang panjang sesekali menggoda lubang berkerut milik kekasihnya.
Tak sadar karena menginginkan sesuatu yang lebih, Baekhyun menggerakan tubuhnya maju mundur secara perlahan. Menabrakan kejantanannya dengan Chanyeol yang malah membuat kekasih tiang-nya itu menyeringai diam-diam.
"Yeolhhhh~ Baekkie mhhh lagihhh~ ayoohhh~"
"Sure"
Bergegas Chanyeol kembali menindih Baekhyun. Senyumnya mengembang lebar dan ia tanpa segan langsung melumat bibir Baekhyun. Tubuhnya ia rendahkan agar memudahkan Baekhyun yang masih terus bergerak dan menabrakan kejantanan mereka.
"Eunghhh~ s-sampai kapanhh kau a-akan menyetubuhikuhh Yeollie~"
"Entah"
"A-ahhh, a-aku le- PARK CHANYEOL!"
Dan Chanyeol tertawa senang. Saat penis menegangnya membobol begitu saja lubang si manis yang tetap sempit tanpa aba-aba.
.
.
"Eunghh"
Baekhyun merintih sakit tepat ketika matanya baru terbuka. Ia melirik kesana kemari, mendapati jam dikamar Chanyeol sudah menunjuk ke angka 5. Dan itu artinya, ia menghabiskan sekitar 6 jam untuk bersetubuh bersama Chanyeol.
Ia tersenyum, dan mendapati Chanyeol tengah terlelap begitu damai dengan tangan memeluknya begitu posesif. Baekhyun memberikannya sebuah kecupan dikening, sebelum akhirnya dengan perlahan menyingkirkan tangan besar itu.
Tubuhnya terasa remuk, semua yang ada ditubuhnya merasa begitu sakit dan ngilu. Permainan Chanyeol tadi benar-benar membuatnya kewalahan. Tapi Baekhyun menyukainya~
"Sakit~"
Baekhyun berusaha duduk dari tidurnya, mengabaikan semua rasa sakitnya khususnya rasa sakit dibokong. Ia duduk, meraih kemeja hitam Chanyeol yang tersampir dikepala ranjang dan berniat ia pakai.
Ia tengah menunduk ketika mendapati banyak bercak darah diatas speri putih milik Chanyeol. Ia merona malu, tak sama sekali merasa marah karena Chanyeol yang telah membuatnya berdarah tadi. Walau terasa sakit, Baekhyun tetap merasa semua yang dilakukan Chanyeol membuatnya merasa nikmat dan ketagihan.
Ia memutuskan untuk turun dari ranjang setelah sekali lagi mengecup bibir dan juga pipi Chanyeol.
"A-akh"
Ia berjalan tertatih, berpegangan pada apapun bahkan sesekali memegangi pinggang belakangnya untuk menahan perih. Sial, tahu sesakit ini Baekhyun akan lebih memilih untuk tetap dipelukan Chanyeol saja. Namun sayang, ia sudah setengah jalan dan tanggung kalau ia harus berbalik lagi.
Baekhyun tak peduli pada lelehan sperma dan juga beberapa sprema kering yang berwarna kemerahan karena bercampur darahnya. Ia tetap terus berjalan, hingga keluar dari kamar kekasihnya.
"BAEK-"
"ssst"
"-hyun"
Baekhyun tersenyum manis pada Luhan yang hampir saja memekik heboh. Ia agak terkejut, mendapati sahabat rusa-nya, Yifan dan juga Eomma Park yang menunggu didepan pintu kamar Chanyeol. Wajah semuanya nampak menegang, khusus-nya Eomma Park yang Baekhyun tebak pasti sempat menangis.
"Chanyeollie tengah tidur. Kumohon jangan mengganggunya"
"Kau baik-baik saja sayang?"
Eomma Park mendekatinya, mengabaikan bau khas percintaan yang melekat begitu kuat pada tubuh Baekhyun. Wanita itu nampak khawatir, bahkan sampai menangkup wajah Baekhyun dan mengusap-usapnya lembut.
"Baekkie tak apa-apa Eomma"
"Sungguh? Chanyeol tidak bermain kasar kan?"
"Eung, itu...tapi aku tak apa-apa. Sungguh"
Baekhyun tak mau membuat Eomma Park merasa khawatir. Maka itu ia hanya tersenyum, berusaha terlihat baik-baik saja didepan wanita paruh baya ini.
Eomma Park meneliti, menatap Baekhyun lekat dari ujung kepala hingga ujung kaki yang sialnya berhiaskan semua lelehan sprema mengering.
"K-kau berdarah?"
"Ak-"
"Berdarah?"
"Yak! apa yang si bodoh itu lakukan pada sahabatku ini hah?"
Baekhyun terkejut dan merentangkan tangannya lebar ketika melihat Luhan dan Eomma Park berniat mendobrak pintu kamar Chanyeol. Berbeda dengan Yifan yang hanya menatapnya takjup dan memilih diam.
"Aku tak apa-apa. Sungguh. Jangan ganggu Chanyeollie oke?"
"Tapi anak sialan itu membuat menantu Eomma me-"
"Eomma~ Baek baik-baik saja. Ohiya, Luhan?"
"Hn?"
"Bagaimana bis-"
"Yifan menelepon dan mengatakan kalau Chanyeol akan memperkosamu"
"Oh. Itu lucu sekali. Sungguh"
Baekhyun menahan tawanya, menarik sedikit turun kemeja hitamnya yang ia rasa baru saja naik. Ah, Baekhyun bahkan lupa memakai celana dalamnya. Ia jadi takut ketiga orang ini mendapatinya tak memakai apapun dibalik kemeja besar Chanyeol.
"Lu, ayo antar aku pulang"
"Hn. Ayo"
"Aku juga akan mengantarmu"
"Yifan? Oh terimakasih. Tapi...Luhan sa-"
"Aku memaksa"
"Baiklah"
Dan Baekhyun hanya bisa pasrah. Ia tersenyum, membiarkan Yifan dan juga Luhan berjalan duluan meninggalkannya.
Kini ia hanya berdua dengan Eomma Park. Wanita itu merengkuh pinggangnya, tersenyum keibuan dan membuat Baekhyun ingin sekali memeluknya.
"Baekkie ingin memeluk Eomma"
"Ayo"
"Tapi Baekkie bau. Hehe"
"Siapa yang peduli?"
Eomma Park tersenyum dan menarik Baekhyun kedalam pelukannya. Baekhyun tertawa senang, sudah lama sekali tak merasakan pelukan penuh kasih sayang seperti ini dari sosok Eomma.
Ia dihadiahi banyak kecupan dipipinya oleh Eomma Park. Membuat senyumnya mengembang dan hampir saja menangis kalau Eomma Park tidak melepaskan pelukannya tiba-tiba.
"Jadi, kau yang tahan banting atau kegagahan Chanyeol yang berkurang?"
"E-eomma"
Dan Baekhyun malu bukan main ketika Eomma Park memukul bokongnya dengan santai. Tidak Eomma Park tidak Chanyeol, sama saja menurut Baekhyun. Sama-sama menyebalkan. Wanita itu tersenyum mengejek, memeluk lagi pinggang Baekhyun dan membantunya berjalan dengan hati-hati.
TBC
Annyeong~
Pendek? Iya aku tau. Kurang hawt? Iya aku tau. Kurang eksplisit? Iya aku tau. Aku tau kalo Chapter ini 'apa banget deh'. So, sorry~ Dan juga, harusnya itu ga 'tbc' disitu. Tapi yaudah lah yaaa, dimohon pengertiannya. Hehe
Aku bakal usahain lebih baik lagi di Chapter selanjutnya^^
Ohiya dua atau tiga konflik lagi nih, baru End. Tenang, bukan konflik yang terlalu berat. Sedang-sedang aja konfliknya hahayy~
Review juseyoooooooo~
