Im In Love With A Monster

ChanBaek

M

.

.

.

"Segarnya~"

Dinginnya udara juga hembusan kuat ac dikamarnya tidak sama sekali membuat Baekhyun memilih untuk bergegas memakai pakaiannya. Ia malah kembali berbaring, menggulung tubuh telanjang setengah basahnya lagi kedalam selimut tebal yang katanya hangat.

Ini sudah pukul 8 pagi dan tak ada tanda-tanda bagi Baekhyun untuk keluar dari kamarnya. Sejak kemarin, tubuhnya masih terasa remuk dan membuatnya jadi malas untuk beraktifitas.

Sakit pada lubang analnya pun menjadi alasan kuat kenapa ia sama sekali tak berniat menurunkan kakinya dari ranjang.

Oh, tapi sebenarnya anak itu bahkan sudah turun dari ranjang karena ia baru saja membasuh tubuh lengketnya tadi. Tapi hanya mandi, dan setelahnya ia kembali memilih untuk bergelung didalam selimutnya.

Drrtdrrt

Baekhyun yang sudah bersiap untuk bergelung kembali kedalam alam mimpi dengan terpaksa membuka mata. Ia meraih ponselnya, tersenyum begitu manis ketika mendapati Chanyeol menelepon.

"Chanyeollie~" Bahkan Baekhyun sempat memilin ujung selimutnya sendiri karena terlalu senang.

"Aku didepan rumahmu Bee. Tak berniat menyambut?"

"Uh? Kenapa tiba-tiba sekali?"

"Kejutan~"

Baekhyun terkekeh "Baekkie suka kejutan" dan tanpa pikir panjang ia segera membawa langkahnya untuk turun.

Ia meraih jubah mandinya dan keluar dari kamar setelah mematikan teleponnya. Chanyeol didepan sana sudah menunggu, dan Baekhyun akan menyambutnya dengan senang hati.

"Oh, lihatlah jalang satu ini"

Langkah Baekhyun bahkan tak terhenti ketika suara Yebin mengganggu pendengarannya. Ia malah tersenyum meledek, melambaikan tangan kearah wanita itu dan kembali mengabaikan Yebin.

"Hubungannya bahkan sudah berakhir. Tapi kenapa ia masih bisa tersenyum seperti itu?"

Ketahuilah, didepan sana Baekhyun tertawa pelan, membayangkan bagaimana bodohnya wajah Yebin saat ini karena ia tak mau melihatnya secara langsung. Huh, Yebin pasti akan sangat terkejut kalau tahu Baekhyun dan Chanyeol masih baik-baik saja.

Cklek

Ia membuka pintu dan dihadiahi pemandangan indah punggung lebar terlapis jaket coklat. Itu pasti Chanyeol dan Baekhyun tak perlu pusing-pusing memikirkannya.. Tanpa babibu karena ia tahu itu adalah sang kekasih, Baekhyun memeluknya dari belakang.

"Bee?"

"Hn?"

Senyum Chanyeol mengembang, ia memegangi tangan Baekhyun yang memeluknya erat dengan begitu lembut.

Tak tahan karena merasa gemas dengan Baekhyun, ia pun membalik tubuhnya cepat hingga wajah Baekhyun kini malah menabrak dada bidangnya.

"Merindukanku?"

Baekhyun mengangguk dan mengeratkan lagi pelukannya "Sangat!"

Tubuh Baekhyun Chanyeol bawa semakin mendekat padanya. Bahkan, Chanyeol menyempatkan diri untuk menepuk-nepuk pantat Baekhyun hingga membuat anak manis itu tertawa pelan.

"Aku juga merindukanmu!" Ucap Chanyeol sungguh-sungguh, bahkan banyak kecupan juga ia layangkan dipucuk kepala Baekhyun.

Keduanya hanyut, bahkan walau itu hanya sebuah pelukan Baekhyun merasa begitu senang. Asalkan itu Chanyeol, apapun yang mereka lakukan akan membuat Baekhyun merasa begitu dicintai.

"Kenapa Yeollie terlihat tampan sekali hari ini?"

Baekhyun menatap kekasihnya sungguh-sungguh, dan ia malah dihadiahi kecupan dibibirnya. Tak hanya sekali, Chanyeol bahkan menyempatkan diri untuk menghisap-hisap permukaan tipis dan manis bibir Baekhyun.

"Ayo kencan!"

Mata Baekhyun berkedip menggemaskan "Eung?"

"Kencan sayang. Kita selalu menghabiskan waktu untuk berkencan diatas ranjang, tak ingin mencoba jalan-jalan keluar?" Chanyeol menjelaskan. Bagkan tangannya dengan begitu telaten menyisir rambut lembut Baekhyun perlahan-lahan.

"Chanyeollie!" Baekhyun nampak terkejut setelah sadar apa maksud kekasihnya itu. Bahkan anak itu sempat memukul pelan dada Chanyeol.

"Hn? Kau...tidak mau?"

"Tentu saja Baekkie mau! Ayo masuk, temani Baekkie ganti baju dulu!"

"Oh, baiklah sayang"

Dengan tingkah yang begitu manja Baekhyun menarik kekasihnya untuk ikut. Senyumnya senantiasa ikut mempercantik wajah mungilnya, juga tangannya yang dengan erat menautkan jemarinya bersama jemari kokoh Chanyeol dibawah sana.

Langkahnya ia bawa terburu bahkan saat ia tahu ia hampir saja berlari. Chanyeol benar dan ia baru ingat, sejak hari pertama berpacaran, mereka belum pernah sama sekali melakukan kencan diluar rumah. Yah, mereka hanya menghabiskan waktu diatas ranjang. Kencan yang luar biasa, kata Baekhyun.

"Oh, kalian?"

Baekhyun dengan sengaja menghentikan langkahnya dan diikuti Chanyeol dengan senang hati. Yebin didepan sana nampak terkejut, dengan jari telunjuk menunjuk kearah Chanyeol dan Baekhyun bergantian. Nah, Baekhyun benar saat ia bilang Yebin akan terkejut ketika mengetahui Chanyeol dan dirinya baik-baik saja.

"Ada apa...Eomma?" Tanya Baekhyun meledek. Bahkan Chanyeol disisinya menahan senyum ketika kekasih manisnya itu menekan kata 'Eomma' diakhir kalimatnya.

"K-kalian...bukannya kalian berpisah?"

Baekhyun mengangkat bahunya acuh dan Chanyeol menarik pinggang Baekhyun untuk mendekat. Keduanya saling lirik, sebelum akhirnya Chanyeol menyambar bibir Baekhyun dengan bibirnya secara mendadak. Bermaksud pamer pada wanita yang masih nampak terkejut didepan sana.

"YAK!" Bahkan pekikan Yebin yang terdengar frustasi seolah tak bisa menghentikan Chanyeol yang tengah sibuk mengeksplorasi mulut kekasih manisnya.

Baekhyun adalah satu-satunya yang tersadar disana semenit kemudian. Ia memukul dada Chanyeol manja dan ciuman mereka berakhir. Ia tertawa pelan, melirik sejenak kearah Yebin sebelum akhirnya ia kembali menarik Chanyeol untuk mengikutinya.

"Bagaimana bisa? Bukankah kejadian di Klub waktu itu sudah membuat mereka berpisah?" Ini Yebin yang masih tak habis pikir.

Seingatnya, ia bahkan sempat tak sengaja mendengar dari luar kamar Baekhyun kalau anak itu meminta untuk mengakhiri hubungan. Tapi sekarang?

"Tak akan kubiarkan!"

Menjadi jahat dan tak pernah puas mungkin memang sudah menjadi kebiasaan bagi wanita satu ini. Faktanya, setelah apa yang ia dapatkan dari Tuan Byun tak pernah membuatnya merasa puas. Bahkan kini, ia malah berniat merebut apa yang seharusnya menjadi milik Tuan Muda Byun.

"Aku punya tawaran menarik untukmu!" Itu Yebin lagi, ketika dengan cepat ia langsung meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Kujamin, kau akan merasa puas ahjussi!"

Kalau dengan menghancurkan Baekhyun bisa membuatnya memenangkan banyak hal, Yebin berjanji akan melakukannya. Sekalipun itu cara kotor, itu memang sudah menjadi keahliannya. Ia yakin ia akan memenangkan semua harta waris dari tuan Byun, apalagi setelah ia berhasil membuat Byun Baekhyun hancur nanti. Yah, berdoa saja Nyonya.

"Nanti ku kabari lagi!"

Dan sambungan telepon itu terputus ketika Yebin dengan seringainya menatap kearah pintu kamar Baekhyun yang sudah tertutup. Ia pergi, karena baginya merencanakan hal jahat jauh lebih menarik ketimbang memandangi pintu kamar Baekhyun.

.

.

.

"Yeol~"

"Ya, cantik?"

Baekhyun yang sedari tadi merasa diperhatikan lamat-lamat akhirnya buka suara. Ia tahu sejak tadi Chanyeol yang tengah berbaring diatas ranjang itu sama sekali tak mengalihkan perhatian darinya.

Ia yang sebelumnya memiliki niat untuk berpakaian jadi ragu-ragu. Ia malas ke kamar mandi, tapi tak mau juga Chanyeol malah memperkosanya kalau ia berpakaian disini. Bisakah Chanyeol memejamkan matanya sebentar? Baekhyun hanya ingin berpakaian.

"Yeol, tutup ma-"

Cup

Tak tahu darimana datangnya tahu-tahu Chanyeol sudah ada dibelakangnya dan memeluk tubuhnya erat. Dagunya dengan santai disandarkan dibahu Baekhyun setelah sebelumnya lelaki tampan itu memberikan kecupan basah (karena disertai jilatan) pada rahang Baekhyun.

"Aku harus memakai pakaianku!"

"Lalu masalahnya?"

Lihatlah Tuan Park yang tak memiliki malu ini!

Bahkan tanpa segan, Chanyeol menarik sedikit bathrobe Baekhyun hingga bahu anak itu terlihat.

Baekhyun sendiri tak bisa menolak, ia hanya tersenyum sambil memandangi pantulan dirinya dan juga Chanyeol dicermin yang ada didepan mereka. Ia mengusak kepala Chanyeol, tak berniat menghentikan kekasihnya yang kini malah sibuk menciumi bahunya.

Jelas ini berbeda sekali dengan Chanyeol yang dulu Baekhyun kenal. Entah ia harus bersyukur atau bagaimana, Chanyeol yang dulu maupun yang sekarang, terlihat sama dimata Baekhyun. Hanya sedikit perbedaan dimana Chanyeol yang sekarang seolah tak bisa mengontrol hasratnya.

"Yeollie"

"Hn?" Chanyeol hanya bergumam, karena kini ia kembali sibuk menurunkan bathrobe Baekhyun hingga tubuh bagian atas kekasihnya itu kini jelas terlihat.

"Yeollie tidak akan membohongi Baekkie lagi kan?"

Baekhyun dapat melihat Chanyeol menjauhkan wajah dari ceruk lehernya. Lelaki tampan itu melirik cermin, menatap Baekhyun tepat dimatanya. Ah, Baekhyun tak bermaksud membuat Chanyeol merasa bersalah seperti ini.

"Maafkan aku Baek."

"Uh Yeollie~ bukan begitu maksud Baekkie~"

"Aku janji tak akan berbohong lagi"

"Chanyeollie~" Baekhyun terus merengek dan Chanyeol hanya menanggapinya dengan senyuman. Ia gemas, Baekhyun terlihat begitu manis ketika merengek seperti anak kecil.

Tangan Baekhyun terjulur dan kembali menarik Chanyeol untuk menopang dagu dibahunya. Chanyeol menuruti, dan saat Baekhyun terus-terusan mengusap lembut kepalanya, ia malah kembali menghisap-hisap leher Baekhyun.

Anak manis itu hanya diam, tersenyum manis dan memperhatikan lewat cermin bagaimana sang kekasih begitu bernafsu menghisap dan menjilati lehernya.

Tetap tampan!

Baekhyun terus membiarkan, bahkan saat sebelah tangan Chanyeol mulai mencubiti putingnya yang Baekhyun lakukan hanya diam dan menyandarkan punggungnya pada dada Chanyeol. Sudahlah, Baekhyun pikir ini juga tak ada ruginya. Mau melawan pun sebenarnya ia menyukai yang tengah Chanyeol lakukan. Haha

Namun saat tangan Chanyeol yang belum lama meremat pinggangnya kini mulai masuk kedalam bathrobe dan meraba paha dalam Baekhyun, anak manis itu dengan cepat berbalik.

"Chanyeol~" Tangannya melingkari leher Chanyeol dengan kening yang sengaja ia tempelkan dengan kening kekasihnya.

Senyumnya terkesan nakal, tapi tetap mempertahankan kemanisan yang khas dari pemiliknya.

"Kalau kau seperti ini..." Ada jeda beberapa detik ketika Baekhyun dengan sengaja menggigit bibir bawah Chanyeol "...kita malah akan berakhir di ranjang" Sebelum akhirnya tawa manis itu mengalun ditelinga Chanyeol.

Oh, karena tak tahan dengan sexy-nya Byun Baekhyun, Chanyeol bahkan sampai lupa kalau ia sudah merencanakan kencan bersama si manis satu ini.

"Lepaskan aku dan tunggulah!"

"Hn"

Chanyeol memilih pasrah setelahnya. Sebenarnya ia sama sekali tak merasa keberatan kalau kencan mereka kali ini kembali berakhir di ranjang. Tapi sayangnya ia sudah terlanjur mengatakan pada Baekhyun untuk mengajak anak manis itu keluar. Dan Chanyeol pikir, hal ini juga bukanlah masalah. Siapa tahu ia bisa mendapatkan hal baru nantinya. Seperti...bercinta dengan Baekhyun ditempat umum. Mungkin haha.

.

.

.

"Huwaa...haha"

"Pegangan sayang!"

Pegangan Baekhyun pada leher Chanyeol mengerat seperti apa yang lelaki tinggi itu perintahkan. Dengan Baekhyun yang setia berada didalam gendongan punggungnya, Chanyeol kembali berlari ketika menuruni anak tangga.

Suara tawa Baekhyun sejak tadi pun menemani, tak peduli kalau mereka bisa saja jatuh terjembab kelantai karena hal konyol yang mereka lakukan saat ini.

"Pelan haha pelan-pelan Yeollie! Haha" Pinta Baekhyun disela tawanya.

Tapi Chanyeol tak sama sekali berniat berhenti. Bahkan ketika ia melompat dari anak tangga terakhir menuju lantai dasar, ia tetap mengabaikan pekikan kaget Baekhyun.

Lehernya terasa dicekik ketika Baekhyun sama sekali tak berniat mengendurkan lingkaran tangannya. Getaran-getaran halus sisa tawa Baekhyun juga masih dapat Chanyeol rasakan. Apalagi ketika anak itu mengusak-usakan kepalanya dibahu Chanyeol. Ia ikut senang kalau kekasih manisnya itu juga senang.

"Jantungku" Kata Baekhyun ketika ia mengangkat kepalanya "Rasanya mau copot!" Ia juga melepaskan sebelah tangannya untuk memegangi dadanya yang berdegup cepat.

Sungguh, sejujurnya tadi itu menyeramkan!

Kalau saja ia memiliki riwayat penyakit jantung, mungkin ia sudah mati tegang digendongan Chanyeol karena merasa takut. Walau tak bohong tadi ia juga merasa senang, tetap saja rasa takut jatuh sempat mampir didirinya.

"Jadi, sekarang apa yang princess inginkan?"

Baekhyun kembali memeluk Chanyeol manja dengan wajah berpikirnya yang menggemaskan "Eung, ayo pergi saja!" Juga sebuah kecupan dipipi Chanyeol ia jatuhkan kemudian "Baekkie juga ingin ice cream!"

Chanyeol menyukai Baekhyun bagaimanapun ceritanya. Tak peduli bagaimana sikap anak manis itu, ia tetap akan mencintai Baekhyun-nya.

Ia akan menuruti apapun yang Baekhyun inginkan selama hal itu bisa membuat si kesayangan tersenyum bahagia. Tapi, tentu saja itu harus hal yang tidak membuat Baekhyun terlepas darinya! Ia tak akan sudi hidup tanpa Baekhyun.

"Baiklah, sekarang kita per-"

"Wah wah wah~ Ingin pergi berkencan eum?"

Chanyeol sering tak mengerti dengan Yebin yang terus terlihat antusias mengganggunya juga Baekhyun. Wanita itu seolah memiliki obsesi tersendiri untuk membuatnya maupun Baekhyun merasa jengah.

Seperti sekarang. Ketika wanita itu tersenyum aneh yang membuat Chanyeol jadi merasa was-was. Sungguh, Yebin itu berbahaya untuk hubungannya bersama Baekhyun.

"Jadi, apa rencana kalian hari ini?" Wanita itu mendekat, bahkan mengusap bahu Baekhyun dan membuat Chanyeol langsung bergerak cepat untuk melindungi sang kekasih dari sentuhan ibu tirinya yang kejam.

Baekhyun nampak merengut digendongan Chanyeol. Ia juga tak suka ketika Yebin mulai tersenyum aneh seperti itu. Ia tahu, pasti Yebin sudah merencanakan sesuatu.

"Lihatlah dirimu Baekkie~" Tangannya yang dihiasi cat kuku berwarna ungu tua bergerak untuk mencubit kedua pipi Baekhyun dengan gemas "Dirimu manis sekali~"

"Ck"

Chanyeol sudah muak dengan itu semua. Ia tahu Yebin tak sungguh-sungguh dengan kata-katanya tentang Baekhyun. Ia tahu seberapa bencinya Yebin pada Baekhyun. Dan ketika wanita itu menunjukkan sikap yang manis pada Baekhyun, Chanyeol tahu pasti ada yang salah.

"Ish ish, jangan sentuh aku! Ja- YAK! Sakit ishh"

Pekikan Baekhyun didepan telinganya menyadarkan Chanyeol kalau masih ada Yebin yang juga masih sibuk mencubit pipi Baekhyun. Entah gemas atau bagaimana, tapi kekasih manisnya itu nampak tak suka ketika ibu tirinya terus-terus memaksa ingin mencubit kedua pipinya.

"Bee, kita harus pergi!" Chanyeol mengingatkan dengan sorot mata yang menatap Yebin tajam.

Baekhyun mengangguk cepat menyetujui "Yayaya, pergi saja! Ayo Yeollie!" Ia bahkan sampai bergerak-gerak dipunggung Chanyeol agar kekasihnya yang tampan itu cepat membawanya pergi.

"Kau ingin mening-" Yebin bahkan belum menyelesaikan kalimatnya karena Chanyeol sudah lebih dulu berpamitan "Kami pergi ahjumma"

Wanita itu menggerutu, nampak tak suka ketika Chanyeol yang memang ia akui tampan sudah menjauh bersama Baekhyun yang terlihat manja didalam gendongan lelaki itu.

Ia mendecak untuk sekali waktu, mengepalkan tangan dan menghentakkan kakinya kesal karena gagal membuat rencana kencan kedua anak itu berantakan.

Disambarnya ponsel putih disakunya cepat dan kembali menghubungi seseorang. Ia tengah kesal, dan jangan salahkan dirinya kalau sesuatu yang buruk terjadi pada Baekhyun setelah ini.

"Ahjussi!" Yebin memulai bahkan saat lelaki paruh baya diujung telepon sana baru saja mengangkat panggilannya.

"Ada apa sayang?" Itu suara si ahjussi. Terdengar sedikit santai karena ada kekehan kecil diakhir kalimatnya.

"Baekhyun sudah pergi"

Dengan langkah yang agak terburu Yebin berlari balik ke kamarnya. Ia meninggalkan kunci mobilnya didalam kamar dan sekarang ia membutuhkan benda itu.

Ia harus mendapatkan Baekhyun kalau mau rencananya berjalan lancar. Ia tak tahan lagi kalau harus melihat Baekhyun bahagia bersama kekasih tampannya.

"Pergi? Kau bilang anak manis itu akan ada dirumah seharian" Ada sebuah keterkejutan yang tersampaikan ketika paruh baya itu sedikit berteriak pada Yebin.

Yebin memutar matanya jengah "Ck. Ahjussi tenang saja. Aku berjanji kalau hari ini ahjussi akan mendapatkan Baekhyun!"

"Yebin. Kau sudah janji padaku untuk menyerahkan anak manis itu!"

"Ya ahjussi tenang saja. Ahjussi bisa langsung membawanya pulang atau mampir ke hotel setelah mendapatkannya nanti!"

"Jadi sekarang bagaimana?'

Yebin berpikir sejenak ketika ia melihat mobil Chanyeol baru saja meninggalkan rumahnya. Ia berdecak, menyalakan mesin mobilnya cepat karena tak ingin kehilangan jejak. "Aku akan mengikuti Baekhyun. Nanti ku kabari lagi"

Sejujurnya ia hanya ingin Baekhyun mati agar tak perlu mengganggu rencananya. Tapi sayangnya ia tak bisa. Seluruh harta Tuan Byun akan hilang kalau sampai anak manja itu meninggal. Jadi, Yebin memutuskan untuk mengganggunya saja. Atau mengancam lebih tepatnya.

Dan sekarang ia berpikir untuk menghancurkan Baekhyun. Menjauhkan Chanyeol dari jalang satu itu adalah satu-satunya hal yang Yebin yakini akan membuat seorang Byun Baekhyun hancur.

Kalau Chanyeol tak ada lagi disisi Baekhyun, Yebin yakin kalau ialah yang akan memenangkan semua kekayaan Tuan Byun. Ia akan membuang Byun Baekhyun dan menjadikan anak itu gelandangan. Ia yakin, tak akan ada yang mau menampung lelaki menjijikan seperti Byun Baekhyun.

Sungguh, Yebin benar-benar menantikan datangnya saat itu!

.

.

.

Kalau Chanyeol tidak salah, ini sudah hampir setengah jam ia dan juga Baekhyun berada didalam kolam berisikan bola warna-warni seperti ini.

Sejak keduanya sampai di pusat perbelanjaan yang menyediakan sarana main anak ini, Baekhyun sudah merengek ingin mandi bola. Anak itu bahkan sempat melemparkan ice creamnya ke tempat sampah ketika Chanyeol menolak keinginannya.

Dan akhirnya seperti ini, Chanyeol duduk berhadapan dengan Baekhyun, juga bersama banyak anak kecil yang mengerubungi mereka.

Didepannya Baekhyun tertawa senang, menggoda beberapa anak juga mengajak anak-anak untuk melempari Chanyeol dengan bola-bola plastik.

"Bee, sudah ya?" Sungguh, Chanyeol hanya malu. Diluar kolam bola yang terlindungi jaring-jaring ini, banyak wanita paruh baya yang memperhatikannya juga Baekhyun.

Baekhyun berdecak kesal, juga menendang-nendang Chanyeol "Sebentar ish!" Ia nampak sibuk, apalagi ketika seorang gadis kecil merengek untuk duduk dipangkuannya.

"Jisoo-ya, kau harus izin pada Oppa disana kalau mau duduk dipangkuanku" Kata Baekhyun dan menunjukkan pada gadis manis didepannya siapa itu 'Oppa' yang ia maksud.

Gadis bernama Jisoo itu nampak bingung, bahkan dengan begitu tajam mata kecilnya menatap Chanyeol "Oppa itu? Tapi...Oppa itu nampak menyebalkan. Jisoo tidak mau!"

"Kau manis sekali. Hehe"

Dulu Baekhyun pernah menangis sesegukan ketika meminta adik pada Eomma dan Appa-nya. Tapi, bahkan sampai Eomma dan Appanya meninggal, ia sama sekali tak memiliki adik kecil yang bisa memanggilnya Oppa atau Hyung. Baekhyun menginginkan itu semua karena ia kesepian. Dan karena itu pula, ia jadi begitu menyayangi anak kecil. Baginya, hidup tak akan pernah membosankan ketika ada si kecil disisimu. Walau itu anak orang sekalipun.

"Yeol, aku gemas dengan anak-anak ini"

"Hn?" Chanyeol yang sedari sibuk mengaggumi kecantikan Baekhyun tersadar.

"Aku ingin membawa mereka pulang"

Mata Chanyeol agak membulat mendengarnya. Tak tahu, bahkan Chanyeol sempat berpikir macam-macam karena ia baru tahu Baekhyun begitu menyukai anak kecil. "Kekasihku tidak hamil kan?" Tapi ia tetap tersenyum pada Baekhyun agar lelaki manis itu senang.

"Kenapa tidak kita buat sendiri saja?" Chanyeol memancing, bahkan seringainya muncul tanpa peduli kalau masih banyak anak-anak disekelilingnya.

"Apa?"

"Ng...anak"

"Ten- apa?" Mata Baekhyun membulat seketika. Ia memang sering berhubungan badan. Dan bersama Chanyeol, ia tak tahu sudah seberapa banyak ia melakukannya dengan si tampan ini. Ia juga tak tahu berapa liter sudah sperma yang Chanyeol semburkan didalam lubangnya.

Tapi satu hal! Baekhyun yakin, sesering apapun ia melakukannya dengan Chanyeol, tak akan pernah ia mengalami yang namanya hamil! Ia lelaki, normal (tubuhnya) karena ia tak memiliki rahim!

"Jangan bercanda!" Baekhyun memperingati tanpa melirik. Ia masih sibuk memainkan kepangan rambut Jisoo dipangkuannya.

"Pasti kau akan terlihat sexy ketika perutmu membesar karena baby"

"C-chanyeollie!"

Harap-harap cemas, Baekhyun berdoa semoga para ibu diluar kolam ini tak mendengar apa yang baru saja Chanyeol katakan.

Kekasihnya itu mungkin sudah gila karena berharap terlalu banyak pada Baekhyun. Ingat, segila apapun permainan mereka, sebanyak apapun cairan Chanyeol membasahi lubangnya, Baekhyun tak akan pernah bisa hamil!

"Pipimu merona"

"Yeol~"

"Kemarilah baby!"

Entah tak sadar karena terlalu sibuk merona atau karena tak punya malu, kini Baekhyun malah menuruti Chanyeol untuk mendekat.

Ia tak peduli, bahkan pada beberapa ibu yang nampak histeris dan buru-buru menarik anak mereka keluar dari dalam kolam bola ketika Baekhyun dengan naif naik kepangkuan Chanyeol.

"Jadi?"

Baekhyun memang binal, dan ia baru saja menunjukkan sikapnya yang satu itu. Ia tak peduli ini masih ditempat umum bahkan banyak anak-anak didekat mereka.

Tangannya menangkup wajah Chanyeol dengan bibir yang sengaja ia dekatkan dengan sang kekasih. Keduanya tersenyum senang, apalagi ketika Chanyeol sudah melingkarkan tangannya dipinggang Baekhyun.

"Daddy~" Panggil Baekhyun manja

Chanyeol menyerngit, namun ia tersenyum bangga setelahnya"Hm?"

"Ak-"

Tapi Baekhyun tersadar satu detik kemudian ketika ia yang tengah melirik kesamping mendapati banyak orang menatapnya terkejut.

Ia yang sebelumnya hendak mencium Chanyeol jadi urung. Ia hanya tersenyum manis, mencubit pipi kekasihnya gemas sebelum akhirnya berlari pergi dari kolam bola.

Para ibu serta beberapa anak memperhatikan Baekhyun penuh kebingungan ketika lelaki ber-jeans hitam yang atasnya dupadukan dengan sweater kuning berkemeja bergerak tergesa untuk keluar dari jaring.

Tawa manisnya masih terdengar begitu kekanakan, membuat beberapa anak yang melihat aksi hampir kejar-kejaran itu tak bisa menahan lagi senyumnya.

Oh, lelaki dewasa yang aneh. Pikir anak-anak.

"Ayo tangkap Baekkie kalau bisa!" Baekhyun bahkan menjulurkan lidahnya diakhir kalimat. Ia meninggalkan sepatunya dan juga Chanyeol karena ia berpikir untuk kabur.

"Baek tunggu aku!"

Mungkin karena manisnya Byun Baekhyun, juga bagaimana penampilan Park Chanyeol yang begitu menyegarkan untuk dilihat, tak ada satupun sampai detik ini yang menegur dua anak muda itu. Padahal, didepan arena bermain anak sudah diperingatkan agar orang dewasa tidak boleh menaiki permainan anak.

Tak ada yang melarang Baekhyun maupun Chanyeol bahkan ketika dua lelaki itu menaiki seluncuran warna-warni disana. Gadis penjaga arena bermain disana pun ikut membiarkan, karena nyatanya ia begitu terpesona pada ketampanan Park Chanyeol.

"Kalau Yeollie bi-"

Bruk

"Mianhae. Maafkan aku ahjussi, aku tidak sengaja"

Baekhyun membungkuk dalam untuk meminta maaf pada lelaki yang baru saja ia tabrak. Ia tersenyum kikuk, apalagi ketika wajah ahjussi didepannya tak sama sekali menunjukkan ekspresi.

Baekhyun tak tahu apakah ahjussi dengan jaket biru tua ini marah padanya atau tidak.

'Kenapa sejak tadi aku selalu melihat ahjussi-ahjussi ini?'

Nyatanya, tak hanya ada satu orang ahjussi yang kini ada dihadapan Baekhyun. Ada dua yang mengenakan jaket sama, potongan rambutnya pun terlihat sama dimata Baekhyun.

Sejak ia dan Chanyeol turun dari mobil tadi, sebenarnya Baekhyun sudah beberapa kali melihat dua ahjussi ini ada disekitarnya dan Chanyeol. Tapi ia hanya tak mau peduli. Ia bukanlah orang yang akan brrtanya dengan bodoh seperti 'apa kau mengikutiku?' Pada orang yang bahkan baru pertama kali ia lihat.

Hap

"Aku mendapatkanmu!"

Tubuh Baekhyun dipeluk tiba-tiba dari belakang. Ia terkejut, tapi ketika suara tawa Chanyeol yang terdengar dari belakang telinganya, ia bernafas dengan penuh rasa lega. Ia takut sekali kalau yang memeluknya barusan bukanlah Chanyeol.

Baekhyun membalik tubuhnya, langsung memeluk pinggang Chanyeol dan menunjukkan bagaimana wajah merajuknya "Chanyeollie curang!"

Ia mempout, membuat Chanyeol gemas dan lagi-lagi tertawa.

Sambil tetap berpelukan, Chanyeol sedikit demi sedikit membawa tubuh Baekhyun untuk menjauh dari kerumunan para ibu dan anak.

Hei, Chanyeol hanya tak ingin mencemari mata anak-anak kalau ia mencium Baekhyun didepan mereka.

"Jangan sekarang ishh" Dada Chanyeol pun mendapat satu pukulan manja dari Baekhyun. "Banyak orang~"

"Mereka tidak memperhatikan" Chanyeol meyakinkan

"Tidak ma-mphhh!"

Chanyeol memaksa dan akhirnya Baekhyun pun pasrah saat itu. Si manis itu bahkan sempat memutar matanya jengah didalam ciuman mereka.

Bukannya Baekhyun menolak, tapi ketahuilah, seliar dan sejalang apapun itu Byun Baekhyun, ia masih ingin menjaga kepolosan anak kecil. Ia hanya tak mau kerusak kepolosan anak-anak kalau sampai ia berbuat mesum didepan mereka.

Oh, tapi...kecuali kalau anak-anak itu bersedia menutup mata mereka. Mungkin Baekhyun tak akan masalah kalau ia berbuat mesum. Hehe

"Hmm"

Tangan Baekhyun berusaha menghentikan kekasih tiangnya ini dengan menepuk bahunya beberapa kali. Baekhyun tahu kalau disana orang-orang memperhatikan mereka dengan begitu terkejut.

Ia dapat melihat semua ibu menutupi mata anak mereka dengan tangan. Bahkan Jisoo, gadis kecil teman Baekhyun, anak itu meronta tak suka ketika ibunya memaksa untuk menutupi mata kecilnya.

Oh tuhan, seberapa besar dosa Baekhyun kali ini? Ia sampai tertawa sendiri didalam ciumannya.

Faktanya, walau sadar menjadi pusat perhatian, Chanyeol malah tetap bertingkah seolah-olah ia tak peduli. Ia masih mengemut bibir Baekhyun gemas walau sang kekasih sudah memperingati.

Baekhyun bergerak gelisah didalam kuasa Chanyeol. Ia terus mengajak Chanyeol untuk mengakhiri ciuman mereka tapi tak bisa.

Chanyeol memang tak punya malu!

"Yeomphh"

Situasinya makin tak terkendali dan Baekhyun jadi merasa agak takut. Bukan takut seperti yang kalian bayangkan, Baekhyun hanya takut kalau tiba-tiba seorang security ataupun polisi datang tiba-tiba dan menyeret mereka. Apalagi kini Chanyeol baru saja menariknya mendekat hingga kejantanan mereka yang masih terlapisi celana bertubrukan.

Lagi-lagi pekikan orang-orang diruangan itu membuat Baekhyun membuka matanya. Ia melirik lagi, dan mendapati orang-orang itu nampak sangat terkejut dengan apa yang baru saja Chanyeol lakukan.

Baekhyun dapat melihat semua orang-orang itu membulatkan matanya. Bahkan ahjussi yang tadi ia tabrak pun dapat Baekhyun lihat dengan jelas. Apalagi ketika ahjussi itu menyeringai sambil mengarahkan kamera ponsel padanya dan Chanyeol.

T-tunggu! Kamera ponsel?

Bahkan setelahnya sang ahjussi nampak menghubungi seseorang. Matanya menatap Baekhyun tajam, tepat dimata karena Baekhyun juga masih meliriknya.

'Ahjussi itu...pasti mereka memang mengikutiku sejak tadi'

TBC

a/n : Hari ini update bareng baeclarity uhuyyy :D