Woojin mentap hyungseob dan woojin kecil gemas, pasalnya kedua lelaki itu terlihat benar-benar lelah. Bagaimana tidak setelah woojin menyiapkan makan siang yang sudah dimasak bunda nya tadi, hyungseob dan woojin kecil makan begitu lahap , setelah itu mereka bermain kejar-kejaran didalam rumah. Baru berhenti ketika kaki woojin kecil tersandung oleh kakinya sendiri. Ckck.

Hyungseob dan woojin kecil tidur di sofa berukuran besar milik keluarga Park.

"lucu banget sih" monolog woojin.

Ia melirik jam tangannya, "bentar lagi kak sungwoo pulang" , sambil menunggu ia membereskan kekacauan yang dibuat dua tamu istimewanya ini.

.

"Jin, mau jemput woojin" terdengar suara yang tiba-tiba masuk ke ruang tengah , itu ong sungwoo dan juga pacarnya. Woojin baru tahu hubungan mereka beberapa hari lalu, padahal hubungan Sungwoo dan Daniel hampir menginjak tahun ke-5.

"masih tidur, dipeluk sama hyungseob tuh. Mau dibangunin ?" tanya woojin sambil meletakkan mainan woojin kecil kedalam keranjang.

"nanti lo anterin kerumah aja ya Jin, kasian nyenyak gitu dibangunin" ujar Daniel.

Woojin menatap pasangan itu dengan tatapan jahil, "alah alesan lo kak, bilang aja mau 'maen' ya kan?" olok nya.

Daniel nyengir, "tau aja lo Jin", sementara sungwoo dia hanya bersikap biasa saja. Woojin yakin , kalau Sungwoo itu hyungseob pasti wajahnya akan semerah tomat.

"gue pulang dulu ya Jin, yuk Dan, kamu lama-lama disini nanti makin mesum" , kedua seme itu hanya tersenyum bangga. Entah apa yang perlu dibanggakan dari title 'mesum' itu.

.

.

.

Youngmin dan donghyun duduk berhadapan di meja kecil di kamar youngmin. Mereka sibuk mengerjakan tugas fisika yang lumayan sulit. Mereka bungkam setelah melakukan pembicaraan serius beberapa waktu lalu.

.

"mama ga masalah, yang masalah itu—papa" ujar youngmin sendu.

Donghyun menggenggam jemari kurus youngmin. "aku bakal perjuangin kamu" ucapnya.

Youngmin tersenyum menatap lembut manik donghyun, "bisa ku pegang kata-katamu?" tanya nya. Donghyun mengangguk. Bukan pinky promise yang mereka lakukan. Tapi—

"aku janji ,kalau itu sampai terjadi, aku bakal perjuangin kamu young" –donghyun berjanji, dalam sebuah ciuman, bukan tautan kelingking. Ia melumat kecil bibir youngmin sebelum menarik diri, menjauhkan wajahnya dari wajah sang terkasih.

.

Sejak percakapan itu mereka hanya diam, donghyun seseakali bersuara menanyakan langkah yang harus ia kerjakan untuk menyelesaikan salah satu soal.

Sedangkan Youngmin hanya diam, ia takut. Sungguh ia benar-benar takut.

Orientasi seksualnya. Ia harus merahasiakan hal itu dari ayahnya. Mengingat betapa bencinya sang ayah pada manusia yang mencintai sesama jenis nya, ayahnya seorang homophobic. Dan youngmin harus menelan pahit ketika ayahnya mulai mengomentari penyuka sesama. Tanpa sadar melukai perasaan anaknya.

Sebenar nya ia sedikit risih, kalau bukan karena Woojin anak dari sahabatnya , mungkin ia sudah berpikir bawa woojin menyukai anak nya sebagai pria –meski itulah kenyataannya—, kepala keluarga Im itu menutup pemikirannya tentang 'anak sahabat ku tidak mungkin homo,begitu pula anakku'.

Youngmin mencintai donghyun, ia tak mau hubungannya kandas karena paksaan ayahnya. Ia tak mau.

Youngmin berjengit kaget ketika tangan donghyun menyentuh pipi nya, mengelus permukaan kulitnya lembut, "masih mikirin papa kamu?" tanya nya. Youngmin mengangguk pelan.

"ga usah dipikirin, kita kayak biasanya aja. Ga usah takut aku bakal ngelepasin kamu, karena aku ga bakal ngelakuin itu" hanya kalimat sederhana tapi berhasil membuat youngmin sedikit tenang.

Ya, semoga saja.

.

.

.

Di rumah keluarga Ong, seorang pria sedang menggerak kan tubuhnya mengikuti irama.

"ga bisa berhenti ya Dan? Aku yang Cuma lihat aja cape"keluh sungwoo.

"kalau ada kamu mana bisa cape sih" ,mendengar itu sungwoo hanya merotasikan bola matanya malas.

"istirahat dulu deh Dan, dari tadi juga ga berhenti gerak"pinta Sungwoo, ia mengucapkannya dengan nada bicara biasa-biasa saja, tapi di telinga Daniel itu terdengar seperti ucapan yang memelas, membuat ia tak bisa menolak.

"iya sayang, aku berhenti. Tapi aku butuh energi sebelumnya" kata Daniel mulai berjalan mendekati Sungwoo.

Sungwoo mengangkat alisnya menatap Daniel bingung. Ia mendengus ketika menyadari maksud dari kekasih nya tersebut. Sungwoo yang tadinya duduk kini mengangkat tubhnya, meraih wajah Daniel untuk dikecup pipi nya.

"kok pipi sih?" tanya Daniel kecewa.

"dek woojin udah pulang noh, ya kali ciuman depan dia. Kamu kan suka kebablasan" jelas sungwoo. Daniel memutar tubuhnya dan mendapati dua orang woojin berdiri dibelakangnya.

"haaaiii Daaan!" seru woojin kecil segera berlari menghampiri Daniel, bocah kecil itu langsung melompat kedalam gendongan Daniel.

"woojin kangen Daniel!"

"Daniel juga kangen woojin" biarkanlah interaksi temu kangen keduanya.

"kak, gue pulang dulu ya, hyungseob masih tidur soalnya" pamit woojin. Sebelum pergi , sungwoo menahannya.

"jin, kasihan hyungseob" singkatnya. woojin hanya tersenyum getir. Bicara tentang hyungseob, woojin kembali merasa bersalah.

Bersalah pada hyungseob yang berjuang sendirian. Karena bayangan seorang Im Youngmin masih hadir dalam benaknya. Ia merindukan pemuda itu. Merindukan cinta pertamanya.

.

.

.

to be continue..


akhirnya bisa updet, huhu.

penggunaan bahasa ku labil dan ga sesuai eyd gapapa ya :')

suara woojin di never bikin -ugh :'D