My Lady

Kim Jongin aka Kai

Do Kyungsoo(Gs)

Other EXO members

Rated : M

.

.


Kaisoo in "My Lady" by trie1288


.

Pesta masih berlanjut dengan hiburan dan ramah tamah. Setelah berbincang sebentar dengan Chanyeol, pria tampan berkulit tan yang bernama lengkap Kim Jongin itu terlihat mengedarkan pandanganya ke seluruh penjuru taman. Helaan nafas panjang lolos dari bibir tebalnya saat ia tak menemukan apa yang tengah di carinya.

"Dia sudah pulang"Sehun berkata seraya menepuk pundak sahabatnya.

"Nugu?"Jongin bertanya, pura-pura tak mengerti maksud ucapan Sehun.

"Jangan pura-pura Jongin, Aku tahu kau mencari Kyungsoo"

"Tidak, siapa yang mencarinya"Jongin masih berusaha menyangkal.

"Kau bisa membohongi orang lain, tapi tidak denganku. Sampai kapan kalian akan seperti ini? kalau kau masih menyimpan rasa sebaiknya segera perbaiki hubungan kalian"Sehun memberi saran.

"Semua butuh proses Sehun, tidak akan mudah seperti apa yang kau katakan"

"Terserah kau sajalah, tapi aku harap kau tak menyesal jika suatu saat nanti ada pria lain yang mendahului langkahmu untuk mendapatkan Kyungsoo kembali"Sehun berlalu meninggalkan Jongin.

"Heish, sahabat macam apa dia itu"Jongin bergumam, kesal mendengar perkataan Sehun.

Acara pesta pertunangan Luhan dan Sehun telah usai, para tamu undangan umum telah meninggalkan area pesta tapi tidak dengan teman-teman dekat Sehun dan Luhan. Mereka masih tinggal karena Sehun dan Luhan mengadakan acara minum bersama di mini bar yang ada di mansion milik keluarga Luhan, bahkan keduanya telah menyiapkan kamar khusus untuk berjaga-jaga jikalau nanti ada yang mabuk dan memutuskan menginap.

Seperti Baekhyun yang memilih untuk menginap dengan beristirahat terlebih dahulu sementara suaminya tengah minum dan berbincang dengan Sehun, Jongin dan yang lainya.

Jongin memutuskan untuk pulang karena sudah lewat tengah malam, ia harus mengantarkan Yeri untuk pulang. Gadis yang menemani Jongin untuk datang ke pesta malam itu tak di ijinkan menginap oleh orang tuanya dan Jongin bertanggung jawab untuk mengantarkan sang gadis untuk pulang.

Jarum jam sudah menunjuk di angka dua ketika Jongin sampai di apartemen mewah miliknya. Ia langsung membaringkan tubuhnya ke atas sofa yang ada di ruang tengah, lelah mendera padahal ia tak melakukan banyak aktifitas hari itu.

"Dia… sama sekali tak berubah"Jongin bergumam, ia memejamkan mata berusaha meningat seraut wajah cantik yang di lihatnya di pesta pertunangan sang sahabat.

Si pemilik wajah cantik itu tak lain adalah mantan kekasih Jongin, Do Kyungsoo. Sama halnya dengan Kyungsoo, di pesta tadi Jongin juga terus mencuri pandang ke arah gadis bermata bulat ketika si gadis tengah berpaling tak menatap dirinya. Jongin ingin sekali menyapa tapi ia berusaha menahan diri, ia tak ingin merusak semua rencana yang telah ia susun selama ini.

.

.


Kim Jongin x Do Kyungsoo


.

.

Awal pekan yang cukup sibuk bagi Kyungsoo, hari ini ia harus menghadiri dua pertemuan penting untuk membahas konsep iklan dari para klien yang telah bekerja sama dengan perusahaan tempatnya bekerja.

Biasanya Kyungsoo akan di temani Baekhyun dan beberapa orang anggota timnya, tapi hari ini Baekhyun mendadak sakit perut hingga akhirnya ia terpaksa pergi di temani oleh Luhan. Dua anggota timnya sudah pulang ke kantor setelah pertemuan pertama, kini tinggal Kyungsoo dan Luhan yang akan melanjutkan pertemuan dengan klien kedua mereka.

Dua sahabat itu tengah berada di kedai es krim, mereka memutuskan untuk menghilangkan dahaga sebelum melanjutkan aktifitas di siang yang panas itu. Satu cup besar es krim telah ada dalam bayangan mereka sejak di perjalanan tadi.

"Anyeong Luhan, Kyungsoo…kebetulan sekali bertemu di sini,kalian hanya berdua saja?"sapa Jongin yang langsung menghampiri keduanya begitu, ia sampai di kedai es krim yang merupakan langganan mereka saat masih sekolah dulu.

"Anyeong Jongin, Baekhyun sedang sakit jadi kami hanya datang berdua. Kau datang ke sini juga?"Luhan membalas sedangkan Kyungsoo hanya tersenyum tipis seraya menatap sekilas wajah Jongin.

"Iya, kebetulan aku lewat sini jadi ku putuskan untuk mampir"Jongin membalas seraya mengyungging senyum tampan ke arah Luhan tapi ekor matanya tertuju pada gadis mungil yang tengah berusaha mengalihkan perhatian dengan menyibukkan diri dengan ponselnya.

"Mau bergabung dengan kami?"ajakan Luhan langsung membuat Kyungsoo seketika terbatuk, ia kaget hingga tersedak es krim.

"Kau tak apa Kyungsoo?"Luhan menepuk punggung sahabat mungilnya sedangkan Jongin dengan gerakan cepat mengambil tissue yang ada di meja dan memberikanya pada Kyungsoo.

"Gwaenchanha"Kyungsoo berucap lirih "gomawo Jongin"ia melanjutkan perkataanya seraya menunjukkan tissue yang ada di tanganya pada Jongin.

Setelah memesan satu cup es krim, Jongin memutuskan untuk bergabung dengan Kyungsoo dan Luhan. Ia memilih duduk di kursi yang ada di sebelah Luhan, agar ia bisa leluasa memandang wajah cantik yang kini terlihat merona merah karena kehadiranya.

Entah kenapa suasanya jadi terasa sangat canggung, mereka hanya diam setelah berbincang sebentar tentang pekerjaan. Tapi tak lama kemudian, dering ponsel Luhan memecah keheningan sesaat. Gadis bermata rusa itu meninggalkan Kyungsoo dan Jongin untuk menerima panggilan penting dari sang ayah tiba-tiba menghubunginya.

"Kyungsoo-ya mianhae, aku tak bisa menemanimu untuk menemui klien kedua kita. Aku harus ke rumah sakit sekarang"Luhan menghampiri Kyungsoo dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas.

"Siapa yang sakit, Lu?"Kyungsoo bertanya.

"Ibuku tiba-tiba pinsan Kyung, mungkin kelelahan karena sibuk menyiapkan pesta pertunanganku kemarin"Luhan membalas.

"Ya sudah pergilah, hati-hati. Tenangkan dirimu dan jangan mengebut saat menyetir mobil"Kyungsoo menggenggam tangan Luhan berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu.

"Jongin-aa bisakah aku minta tolong padamu?"Luhan beralih pada Jongin yang sejak tadi hanya menjadi pendengar setia di antara percakapan dua sahabat itu.

"Katakan saja Lu, kalau aku bisa pasti akan ku bantu"Jongin membalas.

"Tolong antarkan Kyungsoo menuju kantor klien kami, kebetulan kantornya tak jauh dari kantormu"

"Aku bisa pergi naik taksi, Lu"Kyungsoo langsung menyela tak memberikan kesempatan Jongin untuk menjawab lebih dulu.

"Ini jam sibuk Kyung, kau akan terlambat sampai ke kantor mereka jika pergi dengan taksi"Luhan memberikan keputusan final sebelum dirinya meninggalkan Kyungsoo dan Jongin untuk menuju ke rumah sakit.

Setelah membayar tagihan di kasir, Jongin bergegas untuk pergi dari kedai es krim. Ia menghampiri Kyungsoo yang telah menunggu di samping mobil mewahnya. Jongin langsung menjalankan mobilnya begitu Kyungsoo selesai memasang seat belt. Hening mewarnai separuh perjalanan mereka hingga akhirnya Jongin memberanikan diri untuk memulai percakapan.

"Bagaimana kabarmu selama ini, Kyungsoo?"Jongin berucap, ia menatap sekilas ke arah Kyungsoo yang hanya menatap lurus ke depan.

"Aku baik-baik saja seperti apa yang kau lihat sekarang, bagaimana denganmu?"

"Setelah melewati hari-hari yang sulit selama di kampus, akhirnya aku bisa lulus dengan hasil yang cukup baik. Aku bekerja di perusahaan teman ayahku selama dua tahun sebelum memutuskan untuk kembali"

"Kenapa kau kembali?"Kyungsoo sedikit bergumam tapi sesaat kemudian ia tersadar dan merasa bersalah, tak seharusnya ia bertanya seperti itu "maaf Jongin, lupakan saja pertanyaanku tadi"

"Tak perlu meminta maaf Kyung, aku senang kau bertanya seperti itu"Jongin tersenyum "aku harus membantu ayahku untuk mengurus perusahaan keluargaku, beliau sudah tua dan sebentar lagi akan pensiun"Jongin memberikan jawabanya.

"Jadi kau akan jadi presdir sebentar lagi?"

"Mungkin saja begitu, jika aku bisa menikah dalam waktu dekat. Ayahku ingin aku menikah lebih dulu sebelum aku menggantikan posisinya"

"Menikah?"kini Kyungsoo menatap Jongin, mereka beradu pandang sekilas ketika pria tan itu memberikan jawaban 'iya' dengan anggukan di sertai senyuman tampan.

Suasana kembali hening, Kyungsoo tengah bergelut dengan pemikiranya sendiri setelah mendengar kata 'menikah' dari bibir Jongin. Ia mulai menebak jika gadis yang mendampingi Jongin saat ia datang ke pesta pertunangan Luhan dan Sehun adalah kekasih atau mungkin calon istri Jongin.

"Kenapa kita berhenti di sini?"Kyungsoo bertanya ketika Jongin menghentikan mobilnya di depan sebuah kampus elit.

"Aku sekalian menjemput Yeri"balas Jongin setelah mengirim pesan pada Yeri untuk memberitahukan bahwa ia telah berada di depan kampusnya.

"Kalau begitu aku akan pindah kebelakang saja"Kyungsoo bersiap melepas seatbelt tapi tangan Jongin menahanya.

"Tak perlu pindah, kau akan sampai tujuanmu sebentar lagi. Biar nanti Yeri duduk di belakang saja"

"Tapi Jongin, aku jadi tak…."

"Anyeong, Oppa. Apa kau menunggu lama?"Yeri memotong ucapan Kyungsoo, gadis itu sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang begitu ia tahu Jongin tak sendiri di dalam mobilnya.

"Tidak, Oppa baru sampai. Ini untukmu"Jongin menjawab seraya memberikan segelas buble tea yang ia beli di kedai es krim tadi.

" Ahh buble tea,gomawo Oppa. Kau tahu saja kalau aku sedang haus, wahh.. sekarang kau sudah mulai hafal rasa kesukaanku eoh?"Yeri terlihat senang menerima buble tea dari Jongin.

"Oppa, dia siapa?"Yeri bertanya, ia baru menyadari keberadaan Kyungsoo yang sejak tadi memutuskan untuk diam dan menyibukkan diri dengan ponselnya, tak memperdulikan interaksi antara Jongin dan Yeri.

"Namanya Kyungsoo, dia teman Oppa jadi kau harus memanggilnya eonni"Jongin menjawab seraya menatap sekilas ke arah Kyungsoo.

"Anyeong eonni, aku Yeri"Kyungsoo membalas jabatan tangan Yeri begitu gadis itu menyebutkan nama seraya mengulurkan tangannya.

"Bagaimana kuliahmu hari ini?"Jongin kembali bertanya, memecah keheningan karena dua gadis dalam mobilnya itu sibuk dengan ponsel masing-masing.

"Membosankan seperti biasanya"jawab Yeri tanpa menghentikan aktifitasnya dan Jongin hanya mendesahkan nafas saat mendengarnya.

Tak lama kemudian Kyungsoo sampai di tempat tujuanya, setelah mengucap terima kasih ia bergegas untuk turun dari mobil Jongin.

"Yeri, dia pasti kekasih atau mungkin tunangan Jongin. Kalau tidak, Jongin tak mungkin perhatian seperti itu padanya"Kyungsoo bergumam seraya menatap mobil Jongin yang semakin menjauh.

Dering ponsel menyadarkan Kyungsoo dari lamunanya, panggilan dari klien yang menanyakan keberadaanya. Kyungsoo bergegas untuk menemui klien setelah menutup panggilan. Ia berharap pekerjaannya akan berjalan dengan lancar kali ini.

.

.

Kyungsoo keluar dari kantornya dengan wajah kusut malam itu, ini adalah hari yang menyebalkan untuknya. Pertemuan dengan klien keduanya siang sampai sore tadi tak membuahkan hasil, kliennya menolak konsep yang di berikan Kyungsoo untuk iklan produknya. Mereka menawarkan konsep mereka sendiri dan hanya menyuruh Kyungsoo untuk menyempurnakanya. Kyungsoo tak menyetujui hal itu, karena menurutnya konsep yang di tawarkan oleh klien tak sesuai dengan iklan yamg ingin mereka buat.

Biasanya kalau ada masalah seperti itu Baekhyun dan Luhan yang akan melakukan negosiasi hingga akhirnya kata sepakat dapat di capai, tapi hari ini Kyungsoo pulang dengan kegagalan karena ia tak dapat bernegosiasi dengan klienya. Kyungsoo akan menyerahkan semuanya pada Baekhyun, biarlah sahabatnya itu yang akan melakukan negosiasi nanti.

Kyungsoo kembali ke kantor, belum hilang kekesalanya pada klien, Kyungsoo kembali di hadapkan pada masalah baru. Salah satu anggota team kreatifnya mengacaukan konsep iklan yang telah ia susun. Kyungsoo hanya menegur si pembuat masalah tanpa memarahinya, ia tak tega melihat raut menyedihkan dari bawahanya itu.

Kyungsoo berjalan menyusuri trotoar yang masih ramai, ia memilih berjalan-jalan sebentar untuk menyegarkan pikiranya. Ketika hendak menyebrang menuju halte, mata bulat itu mendapati sosok yang seharian ini cukup mengganggu pikiranya. Jongin terlihat tengah mengambil sebuah boneka di mesin capit yang ada di depan mini market pinggir jalan. Pria tan itu terlihat begitu senang ketika mendapatkan sebuah boneka lucu yang langsung ia berikan pada Yeri yang terus memberinya semangat.

Kyungsoo menghela nafas sebelum memutar langkahnya untuk menjauh, ia tak jadi menyebrang dan memilih untuk masuk ke sebuah kedai pinggir jalan yang menjual soju dan juga cemilan. Melihat kebersamaan Jongin dan Yeri membuat suasana hati Kyungsoo bertambah buruk. Ia memutuskan untuk minum, mungkin segelas-dua gelas soju mampu menyegarkan pikiranya tapi nyatanya gadis bermata bulat itu kini telah menghabiskan lima botol soju tanpa cemilan sebagai selingan, alhasil kini ia mabuk dan tertidur dengan menelungkupkan kepalanya di meja. Mulutnya terus bergumam, mengumpat apa saja yang membuatnya kesal hari ini.

Kyungsoo terbangun saat Ahjumma pemilik kedai membangunkanya, setelah membayar ia keluar dari kedai menuju taman yang letaknya tak jauh dari kedai. Kyungsoo berniat untuk tidur lagi sebentar di bangku taman dan akan pulang setelah kesadaranya kembali sepenuhnya.

.

.

Hari sudah pagi ketika Kyungsoo membuka matanya, ia sedikit mengerang seraya memegangi kepalanya yang terasa pusing luar biasa akibat mabuk semalam. Mata bulat itu menjelajah kamar yang terasa asing untuknya. Kamar bernuansa hitam dengan tatanan minimalis khas pria dewasa, dan Kyungsoo sangat yakin kalau itu bukanlah kamar hotel.

"Aku ada di mana?"Kyungsoo bergumam, kejadian terakhir yang terlintas di ingatanya adalah saat ia membaringkan dirinya di bangku taman dan setelah itu dia tak mengingat apa yang terjadi selanjutnya.

"Kau sudah bangun?"Suara berat itu memabawa Kyungsoo kembali dari lamunanya, Jongin datang dengan membawa segelas air putih.

"Jongin, kenapa kau ada sini?"Kyungsoo bertanya, ia sangat terkejut atas kehadiran Jongin.

"Karena ini kamarku"Jongin menjawab singkat seraya mendudukkan dirinya di pinggir ranjang "minumlah dulu agar pusing di kepalamu agak berkurang"Jongin meraih jemari Kyungsoo dan memberikan gelas berisi air putih itu.

"Kamarmu? Kenapa aku bisa ada di kamarmu?"Kyungsoo kembali bertanya setelah meminum air putih yang berikan Jongin.

"Semalam kau mabuk dan aku tak tega melihatmu tidur di taman sendirian seperti itu, jadi aku membawamu ke sini"

"Apa yang kita lakukan semalam? Kenapa aku memakai bajumu?"

Kyungsoo terdiam sebentar untuk mencerna perkataan Jongin dan gadis bermata bulat itu kembali bertanya saat menyadari kalau saat ini ia mengenakan piyama berwarna biru milik Jongin yang terlihat sangat kebesaran di tubuhnya yang mungil.

"Kau muntah semalam dan semua pakaianmu kotor, kau bahkan mengotori pakaianku juga"Jongin memberikan penjelasan.

"Benarkah hanya itu? Kau tak melakukan hal lainnya?"mata bulat Kyungsoo tampak memicing penuh selidik.

"Memangnya kau ingin aku melakukan apa heum?"Jongin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo, gadis itu langsung terkejut dan reflek memalingkan wajahnya yang mulai memerah.

"Menjauh dari sana, Kim Jongin"cicit Kyungsoo tanpa merubah posisinya.

"Kenapa? Bukankah kau ingin aku melakukan sesuatu? Sebuah morning kiss kurasa akan cepat mengilangkan efek mabukmu"

"Awas kalau kau berani"Kyungsoo berbalik,dengan gerakan cepat gadis mungil itu mendorong tubuh Jongin hingga ia hampir jatuh dari tepian ranjang.

Jongin terkekeh seraya bangun dari posisinya, ia merasa puas telah menggoda Kyungsoo yang kini tengah mempoutkan bibinya karena kesal.

"Oppa, kau di mana?"suara panggilan untuk Jongin terdengar dari luar kamar.

"Di kamar Yeri, masuklah"balas Jongin membalas seraya memasang dasi.

Kyungsoo tampak kaget saat Jongin mempersilahkan Yeri untuk masuk ke kamarnya.

"Oppa, eh Kyungsoo eonni? Kau ada di sini?"Yeri masuk ke kamar Jongin dan ia terkejut mendapati Kyungsoo ada di kamar Jongin dalam keadaan sedikit berantakan.

"Dia mabuk semalam, jadi aku membawanya ke sini"Jongin menanggapi pertanyaan Yeri untuk Kyungsoo.

"Ahh, jadi karena itu Oppa menyuruhku membawa baju wanita ke sini?"Yeri menyerahkan goody bag yang di bawanya pada Jongin.

"Maaf Yeri...aku tak ingat apa-apa karena mabuk semalam jadi aku tak tahu jika Jongin akan membawaku ke rumahnya tapi percayalah kami tidak melakukan apa-apa semalam, jadi aku harap kau tak salah paham akan keberadaanku di sini"Kyungsoo menyahut, ia telah bangun dari tempat tidur dan berjalan menghampiri Yeri dan Jongin.

Kyungsoo merasa perlu menjelaskan semuanya pada Yeri karena tak ingin Yeri salah paham akan keberadaanya di kamar Jongin pagi itu.

"Ku harap begitu"balas Yeri seraya menatap sekilas ke arah Kyungsoo kemudian beralih pada Jongin setelahnya "Oppa, antar aku ke kampus, aku ada kuliah pagi hari ini"lanjutnya.

"Baiklah, keluarlah dulu dan tunggu di bawah. Oppa akan selesai sebentar lagi"Jongin membalas dan membuat Yeri langsung meninggalkan kamar Jongin dengan wajah sedikit di tekuk bahkan ia tak pamitan pada Kyungsoo yang masih ada di sana.

"Bajumu sedang di laundry jadi kau pakai ini saja"Jongin memberikan goody bag yang di berikan oleh Yeri pada Kyungsoo.

"Jongin, sebaiknya kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Yeri. Sepertinya dia terlihat marah tadi, aku jadi tak enak hati"Kyungsoo berkata seraya menerima goodyback dari Jongin.

"Tak perlu merasa tak enak hati, Yeri sudah biasa seperti itu"Jongin menjeda ucapanya sebentar "kalau begitu aku pergi ke kantor dulu, maaf aku tak bisa mengantarmu karena aku ada rapat pagi ini lagipula Yeri juga sudah menungguku"

"Harusnya aku yang meninta maaf karena telah merepotkanmu"Kyungsoo mencicit lirih "dan membuatmu bertengkar dengan kekasihmu"Kyungsoo meneruskan kata-katanya di dalam hati.

"Tak apa, kita kan teman Kyungsoo"Jongin membalas sebelum berlalu tapi tak lama kemudian pria tan itu kembali berbalik "aku sudah membuat susu dan roti lapis, makanlah dulu sebelum pergi"

Jongin benar-benar pergi kali ini, dan Kyungsoo masih berdiri mematung di tempatnya. Hatinya berdesir dengan semua perlakuan Jongin pagi ini, tapi gadis bermata bulat itu segera menggelengkan kepala berusaha untuk menyadarkan dirinya bahwa tak seharusnya ia berharap pada mantan kekasih yang kini telah menjadi kekasih orang lain.

Kyungsoo tak ingin kejadian saat bersama Kris terulang lagi pada Jongin, mungkin saat ini Yeri tidak melabraknya seperti Zitao waktu itu, tapi jika hal seperti ini terus berlanjut pastilah ia akan jadi pihak yang di buruk di mata orang lain karena secara tidak langsung ia telah menjadi PHO alias pengganggu hubungan orang.

Tebece…

My Note : Chap dua Up nich, sedikit lebih panjang dari sebelumnya dan masih berisi Kyungsoo side. Karena Jongin side akan ada di next chap, nanti juga akan ada penjelasan mengapa ada Yeri(RV) di ff ini, so masih mau nunggu kan?….
Makasih banyak buat yang udah ripiu, pollow dan juga paporitin ffku yang biasa ini hehe…jangan lupa ripiunya juga untuk chap ini ya..
Maafkeun kalau masih banyak typo dan selamat membaca….

trie1288