My Lady

Kim Jongin aka Kai

Do Kyungsoo(Gs)

Other EXO members

Rated : M

.

.

.


Kaisoo in "My Lady" by trie1288


.

.

.

Malam sudah larut ketika mobil yang membawa Kyungsoo tiba di pelataran apartemenya. Gadis bertubuh mungil itu turun dari mobil setelah seorang pria tampan bergerak cepat membuka pintu mobil untuknya. Pria tampan itu bernama Park Hyungsik, ia adalah sunbae Kyungsoo ketika di Universitas.

Mereka cukup dekat ketika keduanya masih berstatus sebagai mahasiswa dan beberapa waktu yang lalu keduanya bertemu kembali karena urusan pekerjaan. Perusahaan Hyungsik memakai jasa Kyungsoo untuk membuat sebuah iklan produk elektronik yang ingin mereka promosikan pada masyarakat.

Sebenarnya sudah lama Hyungsik mengajak Kyungsoo untuk makan malam bersama tapi Kyungsoo selalu menolak karena ia masih merasa canggung dengan kedekatan mereka kali ini. Hyungsik pernah menyatakan perasaanya pada Kyungsoo tepat di hari kelulusanya dari Universitas dan Kyungsoo menolak Hyungsik dengan alasan ingin fokus untuk kuliah karena ia berada di tahun terakhir waktu itu.

Tapi beberapa hari yang lalu, Kyungsoo dengan mantap menerima ajakan Hyungsik saat pria itu mengatakan bahwa ini adalah ajakan terakhirnya sebelum dirinya bertolak ke Jepang untuk menikah dan tinggal menetap di sana. Hyungsik menjalin hubungan dengan gadis asal Jepang dan akan menikahinya dalam waktu dekat ini, bahkan ia memberikan undangan pernikahanya untuk Kyungsoo saat makan malam tadi.

"Sudah selesai acara makan malam romantisnya?"

Sapaan suara berat menghentikan langkah Kyungsoo yang hendak menuju lift, gadis itu memutar badanya dan mendapati Jongin tengah berdiri di belakangnya dan tengah memandangnya dengan tatapan tajam penuh kecemburuan.

"Jongin? sedang apa kau di sini?"Kyungsoo balik bertanya, ia kaget mendapati pria tan itu ada di lobby apartemenya.

Dalam perjalanan pulang tadi, Jongin tiba-tiba memutar mobilnya untuk menuju ke apartemen Kyungsoo. Melihat kedekatan Kyungsoo bersama pria tadi membuat Jongin tak ingin lagi mengulur waktu untuk memperbaiki hubunganya dengan sang gadis. Jongin ingin mendapatkan penjelasan dari Kyungsoo tentang pria yang bersamanya malam ini, ia juga akan menjelaskan tentang Yeri pada gadis bermata bulat itu.

"Menunggumu"Jongin menjawab singkat.

"Untuk apa kau menungguku? Rasanya kita tak ada janji untuk bertemu"

"Jadi, sekarang aku harus membuat janji dulu untuk bertemu denganmu?"Jongin mendekat ke arah Kyungsoo membuat gadis itu mundur beberapa langkah.

"Bukan itu maksudku"cicit Kyungsoo lirih, gadis bermata bulat itu berusaha menetralkan dadanya yang terus bergemuruh karena berada sangat dekat dengan Jongin.

"Apa pria itu juga membuat janji dulu sebelum mengajakmu makan malam tadi?"Jongin meletakkan tanganya pada dinding yang ada di dekat lift, mengurung tubuh mungil Kyungsoo yang kini telah menempel pada dinding itu.

"Jangan seperti ini, Jongin…nanti orang-orang akan salah paham kalau melihat kita berada di posisi seperti ini"Kyungsoo berusaha mendorong dada Jongin, tapi tak membuahkan hasil karena Jongin malah memegang pergelangan tanganya.

"Siapa pria itu Kyungsoo?"Jongin kembali bertanya, ia tak memperdulikan perkataan Kyungsoo sebelumnya.

"Aku akan menjelaskanya, tapi lepaskan dulu tanganku"

Tanpa menunggu lama Jongin melepaskan tangan Kyungsoo dan mundur beberapa langkah untuk memberi ruang bagi Kyungsoo agar tak terhimpit seperti tadi. Kyungsoo menghela nafas lega setelah terbebas dari kungkungan Jongin.

"Kita bicara di sana saja"Kyungsoo kembali berucap seraya menunjuk ke arah café yang buka 24 jam yang berada di sebelah apartemenya.

Di sinilah keduanya sekarang, duduk berhadapan berhadapan dengan secangkir kopi panas di hadapan mereka. Belum ada yang membuka pembicaraan, padahal keduanya sudah tiba di café itu sejak 10 menit yang lalu.

"Jadi apa yang membuatmu panasaran hingga nekat menemuiku malam-malam seperti ini, Jongin?"Kyungsoo memulai pembicaraan.

"Ku rasa kau mendengar pertanyaanku tadi, jawab saja setelah itu aku akan pergi"Jongin membalas.

Sedewasa apapun Jongin, saat sedang cemburu maka ia akan kembali menjelma menjadi Kai. Sosok pemuda tanggung yang begitu dingin dan cukup membuat kesal seperti sekarang ini.

Kyungsoo sudah hafal akan hal itu karena ketika keduanya masih berstatus sebagai pasangan kekasih Jongin selalu bersikap seperti itu ketika sedang cemburu.

"Baiklah, aku akan menjawabnya sekalipun aku tak tahu apa alasanmu menanyakan hal itu padaku"Kyungsoo menjeda ucapanya untuk menarik nafas"namanya Park Hyungsik, dia rekan bisnisku"lanjutnya.

"Hanya rekan bisnis?"Jongin memastikan, ia masih menatap gadis bermata bulat itu dengan tatapan penuh intimidasi.

"Kalaupun dia bukan hanya rekan bisnis, aku rasa hal itu tak ada hubunganya denganmu Jongin. Kau bebas bergaul dengan siapa saja, begitupun aku"Kyungsoo memberanikan diri untuk membalas tatapan Jongin.

Kyungsoo sedikit penasaran dengan tingkah Jongin saat itu dan ia memilih untuk tak menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya antara dirinya dengan Hyungsik.

"Kau yakin dia lebih baik dari Kris?"

"Kris? Kenapa kau tiba-tiba membahasnya?"Kyungsoo balik bertanya "tapi dari mana kau tahu tentang hubunganku dengan Kris?"gadis itu kembali bertanya tanpa memberi kesempatan Jongin untuk menjawab.

"Kau tak perlu tahu tentang hal itu, karena yang harus kau tahu adalah aku tidak suka kau dekat dengan pria itu"

"Kenapa?"Kyungsoo semakin penasaran.

"Karena itu akan menyulitkanku"Jongin menghela nafas "Aku kembali untuk memperbaiki hubungan kita Kyungsoo, aku masih mencintaimu dan aku ingin kita kembali lagi seperti dulu"Jongin masih menatap Kyungsoo yang saat ini terlihat melebarkan mata karena kaget atas pernyataanya.

"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, Jongin"Kyungsoo membalas setelah diam selama beberapa saat untuk mencerna perkataan Jongin.

"Katakan bagian mana yang tidak kau mengerti Kyungsoo? Aku akan menjelaskanya"Jongin bertanya, perkataannya mulai terdengar lebih lembut.

"Entahlah, aku juga tidak mengerti bagian yang mana. Ini terlalu membingungkan untukku, Jongin"Kyungsoo membalas lirih, ia benar-benar tak mengerti kenapa Jongin tiba-tiba mengatakan hal seperti itu saat ini.

"Yeri adalah adik sepupuku, kalau kau ingin tahu"sesuai niatnya tadi, Jongin mulai menjelaskan tetang Yeri.

"Kelihatanya tidak seperti itu"Kyungsoo bergumam lirih tapi masih terdengar oleh Jongin yang langsung menanggapinya dengan tersenyum tipis.

Kyungsoo tak bisa mengontrol dirinya hingga merespon dengan cepat perkataan Jongin tentang Yeri padahal niatnya ia tak ingin peduli tentang hal itu.

"Aku sengaja meminta Yeri untuk berakting sebagai kekasihku karena aku ingin membuatmu cemburu saat melihat kedekatanku denganya dan sepertinya aku berhasil"

"Kau percaya diri sekali, siapa yang cemburu? Aku tidak cemburu sama sekali bahkan aku tidak perduli jika Yeri adalah kekasihmu sekalipun"Kyungsoo membantah, entah kenapa ia tiba-tiba kesal setelah mendengar penjelasan Jongin tentang Yeri.

"Kau tidak berubah sama sekali, Kyungsoo"Jongin melebarkan senyumanya.

Sama halnya dengan Kyungsoo, Jongin juga masih menghafal bagaimana sifat gadisnya ini. Kyungsoo adalah tipe gadis tsundere, ia tak akan mengakui apa yang sebenarnya ia rasakan.

"Sudahlah, jangan membahas tentang masa lalu. Kita sudah mengakhiri hubungan kita empat tahun yang lalu dengan cara yang baik jadi tak ada yang harus kau perbaiki sekarang ini, Jongin"Kyungsoo berucap dengan nada yang lebih lembut, ia juga menatap sang mantan kekasih dengan tatapan sendu.

"Jadi kau tak ingin kembali padaku? Apa kau tidak mencintaiku lagi Kyungsoo?"

"Aku tidak tahu, hanya saja saat ini aku masih belum yakin karena semua ini terlalu tiba-tiba untukku. Kau datang dan memintaku untuk kembali di saat aku mulai menyerah untuk mengharapkanmu"

"Maafkan aku karena telah meninggalkanmu empat tahun yang lalu, sekarang aku sudah kembali Kyungsoo, jadi ayo kita mulai semuanya dari awal lagi"Jongin meraih jemari Kyungsoo untuk di genggamnya.

"Tidak sekarang Jongin, aku masih butuh waktu untuk memikirkan semua ini"Kyungsoo berucap seraya melepaskan tanganya dari genggaman Jongin.

"Baiklah, aku akan memberimu waktu untuk berfikir tapi selama itu kau tidak boleh bertemu dengan Hyungsik atau siapapun itu jika bukan untuk urusan pekerjaan"

Jongin memberikan keputusan final membuat Kyungsoo hanya menghela nafasnya, pasrah menerima keputusan Jongin.

Pembicaraan tengah malam itu selesai, Jongin mengantarkan Kyungsoo sampai ke depan lift yang ada di lobby apartemen dan bergegas pulang setelah Kyungsoo menutup pintu lift untuk menuju unit apartemenya.

.

.

.

Satu minggu telah berlalu sejak pertemuan Kyungsoo dan Jongin malam itu, dan semuanya masih sama seperti sebelumnya. Kyungsoo belum memberikan jawaban atas permintaan Jongin untuk memulai kembali hubungan mereka yang telah berakhir empat tahun yang lalu. Gadis bermata bulat itu masih terus berpikir dan meyakinkan diri sebelum mengambil keputusan, masih banyak tanya di benak Kyungsoo tentang Jongin.

"Kau baik-baik saja, Kyung?"Luhan menghampiri dan mengambil kursi kosong lalu duduk di depan meja Kyungsoo.

"Aku perhatikan beberapa hari ini kau sering melamun, ada apa Kyungsoo?"Baekhyun datang tak lama kemudian dengan membawa potongan buah dalam mangkuk yang menjadi cemilannya sejak ia hamil.

Ketiganya tengah ada di kantor, waktu istirahat untuk makan siang telah tiba tapi Kyungsoo belum juga keluar dari ruanganya. Luhan dan Baekhyun sengaja menghampiri Kyungsoo di ruanganya, berniat mengajak bicara karena dari apa yang mereka lihat sepertinya Kyungsoo sedang punya masalah.

"Aku baik-baik saja"balas Kyungsoo di sertai senyum tipis dari bibir heartshapenya.

"Belakangan ini kau sering tak fokus saat bekerja Kyung, apa kau ada masalah?"Luhan bertanya kembali, ia tak yakin dengan jawaban Kyungsoo.

"Berbagilah dengan kami seperti biasanya, jangan di pendam sendiri Kyungsoo"Baekhyun menyahut di sela kegiatanya mengunyah buah.

"Jongin…. ia memintaku untuk kembali padanya"Kyungsoo berucap lirih, ia mulai menceritakan apa yang menjadi beban pikiranya selama seminggu ini.

"Benarkah?"Luhan dan Baekhyun serempak bertanya membuat keduanya saling melempar tawa kecil setelahnya.

"Wahh…itu bagus kyung, terima saja kau kan masih mencintainya"Luhan berucap dan Baekhyun menganggukkan kepalanya, menyetujui ucapan luhan.

"Tidak semudah itu"Kyungsoo menghela nafas sebelum melanjutkan ucapanya "aku ingin berhati-hati saat mengambil keputusan, aku tak ingin apa yang menimpa hubunganku dengan Kris terulang lagi"

"Ahh, kau masih memikirkan gadis yang menemani Jongin ke pesta pertunangan Luhan waktu itu?"Baekhyum berucap setelah mengingat tentang Yeri.

"Gadis yang mana? Kalau aku tak salah mengingat sepertinya Jongin datang bersama sepupunya, Yeri"Luhan menyahut dan secara tidak langsung memberikan menjawab pertanyaan Baekhyun.

"Jadi gadis itu sepupu Jongin, aku pikir itu kekasihya. Mereka terlihat mesra seperti sepasang kekasih"Baekhyun membalas.

"Jongin sengaja meminta Yeri untuk berakting seperti kekasihnya untuk membuatku cemburu"Kyungsoo menambahkan.

"Benarkah? Jongin tak pernah berubah, dia suka sekali menggodamu Kyung?"Luhan membalas.

"Kau sudah mengetahui kalau Yeri itu sepupu Jongin, lalu apa lagi yang mengganggumu pikiranmu Kyungsoo?"Baekhyun bertanya seraya menatap sang sahabat.

"Bagaimana jika ada gadis lain? Maksudku, mungkin saja Jongin punya kekasih saat ia tinggal di LA. Empat tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk melajang bukan?"Kyungsoo berkata, menjawab pertanyaan Baekhyun.

"Kau benar juga, tapi apa masalahnya? Kau juga pernah berhubungan dengan Kris? Jadi kalian impas kan?"Luhan menyahut.

"Jongin tahu semua tentang diriku termasuk hubunganku dengan Kris, sedangkan aku tak tahu apapun tentangnya. Bahkan yang terus membuatku bingung adalah kenapa ia mengatakan masih mencintaiku dan memintaku untuk kembali sedangkan selama empat tahun ini dia tak pernah memberiku kabar sama sekali?"Kyungsoo memberikan penjelasan.

"Aku tak berpikir sampai sejauh itu, tapi tenang saja aku akan membantumu Kyungsoo. Aku akan bertanya pada Sehun, mereka teman dekat jadi mungkin saja Sehun tahu tentang kehidupan Jongin selama di LA"Luhan berucap.

"Kalau menurutku, kau tanyakakan saja langsung pada Jongin. Ceritakan semua yang mengganggu pikiranmu, minta dia untuk menjelaskan semuanya. Aku yakin, Jongin akan menceritakan semuanya"Baekhyun mengemukakan pendapatnya.

"Bagaimana kalau dia berbohong?"Luhan menyahut,menyuarakan apa yang ada benak Kyungsoo.

"Awal Kyungsoo mengenal Jongin, kita juga sempat meragukan sifat Jongin yang nakal dan arogan karena gaya hidupnya. Tapi saat itu Kyungsoo mengatakan pada kita kalau ia akan mencoba untuk mempercayai Jongin, jadi sekarang bukankah kau juga harus melakukan hal yang sama Kyungsoo? Kau harus percaya pada Jongin jika kau memang masih mencintainya"Baekhyun berusaha memberi jalan keluar untuk sahabatnya, ia selalu mendukung hubungan Kyungsoo dengan Jongin karena menurutnya hanya pria tan itu yang bisa membuat Kyungsoo bahagia.

"Aku tidak menyangka kau bisa bicara sebijak itu, Baek"Luhan mengacungkan jempolnya, memberi pujian pada Baekhyun.

"Sebentar lagi aku akan menjadi Ibu, jadi aku harus belajar bijaksana agar bisa menjadi contoh yang baik untuk anakku kelak"Baekhyun membalas seraya mengusap perut buncitnya.

"Aku akan memikirkan saranmu Baek… dan untuk Luhan, aku sangat berterimakasih jika kau memang mau menanyakan tentang Jongin pada Sehun, tapi usahakan jangan terlalu terlihat karena aku tak ingin Jongin tahu kalau aku mencari tahu tentang dirinya. Gomawo chingu-yaa, kalian berdua memang teman terbaikku"Kyungsoo tersenyum seraya menggenggam jemari dua sahabatnya.

"Kami hanya melakukan apa yang selalu kau lakukan pada kami Kyungsoo"Luhan tersenyum "kalau begitu, hari ini kau yang traktir makan siang ya"Luhan kembali berucap, mencairkan suasana yang seketika menjadi sendu.

"Aku setuju, cepatlah… Aegy sudah menahan lapar sejak tadi"Baekyun menambahkan

"Baiklah, aegy mau makan apa hari ini heum?" Kyungsoo berdiri dari duduknya kemudian beranjak menghampiri Baekhyun dan mengusap perut buncit sahabatnya itu.

"Aku akan memikirkanya saat di jalan nanti, ayo kita pergi"

Perkataan Baekhyun menutup sesi curhat siang itu, tiga sahabat itu dengan riang keluar dari kantor untuk menuju restoran yang di inginkan Baekhyun selaku pemilih menu makan siang itu.

.

.

Sementara si pria tan yang menjadi tokoh utama perbincangan tiga sahabat itu, kini tengah di sibukkan dengan setumpul file yang ada di meja kerjanya. Sudah seminggu ini Jongin harus bekerja lembur karena asisten pribadiya sedang mengambil cuti.

Jongin menyandarkan tubuh tegapnya pada kursi putar yang ia duduki, melakukan peregangan untuk mengurangi rasa lelah sebelum melanjutkan pekerjaanya.

"Sudah seminggu tapi belum ada kabar, apa kau belum menemukan jawabanya?"Jongin bergumam seraya menatap wajah cantik yang menjadi wallpaper ponselnya.

"Aku akan menunggumu Kyungsoo, satu minggu, satu bulan bahkan satu tahun tak akan berarti apa-apa di bandingkan empat tahun yang kuhabiskan untuk merindukanmu selama ini"lanjutnya

Dering telfon memaksa Jongin untuk kembali dari lamunanya, suara sekertarisnya terdengar. Ia yang mengingatkan bahwa Jongin harus menghadiri rapat setelah makan siang nanti.

Pria tan itu beranjak, memakai jas lalu bergegas keluar ruanganya untuk makan siang sebelum menghadiri rapat yang telah di jadwalkan.

.

.


Kim Jongin x Do Kyungsoo


.

.

Kyungsoo tengah berada di apartemenya, setelah menikmati makan malam sederhana ia mengisi waktu luangnya dengan menonton televisi yang tengah menayangkan acara musik. Hari ini Kyungsoo bisa pulang cepat karena pekerjaanya tak begitu banyak, Luhan dan Baekhyun mengajaknya pergi belanja tapi Kyungsoo memilih untuk pulang dan menikmati waktu santainya di apartemen.

Secangkir coklat panas menemani si gadis yang kini tengah melamun, mata Kyungsoo memang tertuju ke layar televisi tapi anganya seperti tak berada di sana. Sudah hampir dua minggu ia menghabiskan waktu untuk berfikir tapi sampai sekarang Kyungsoo belum yakin dengan keputusan yang telah ia ambil. Kyungsoo ingin kembali pada Jongin karena ia memang masih mencintai mantan kekasihnya itu, tapi Kyungsoo masih menyimpan sedikit keraguan di hatinya.

Kyungsoo sudah berhasil mendapatkan informasi tentang kehidupan Jongin selama emat tahun belakangan ini dari dua sumber terpercaya yaitu Sehun dan Yeri. Kyungsoo tak sengaja bertemu dengan Yeri beberapa hari lalu di mini market. Yeri mengajak makan bersama sebagai tanda permintaan maafnya pada Kyungsoo dan kesempatan itu di manfaatkan Kyungsoo untuk menggali semua informasi tentang Jongin pada sepupunya itu. Yeri dengan senang hati menceritakan semua yang ia ketahui tentang Jongin pada Kyungsoo.

Semua yang ceritakan Yeri hampir sama dengan apa yang di dengar oleh Kyungsoo dari Luhan yang telah menanyakan hal yang sama pada kekasihnya. Selama empat tahun berpisah darinya, Jongin tak pernah memiliki kekasih karena pria tan itu hanya sibuk dengan pendidikan dan saat ia telah menyelesaikan pendidikan dan mulai bekerja ia juga hanya fokus bekerja tanpa mau memikirkan hal yang lainya.

"Sepertinya aku harus melakukan saran dari Baekhyun, agar aku benar-benar yakin untuk mengambil keputusan ini"Kyungsoo bergumam kemudian menarik nafasnya dalam.

Gadis itu beranjak dari duduknya setelah mematikan televisi, ia berniat untuk tidur cepat agar besok bisa bangun pagi karena ia ingin menemui Jongin sebelum ia pergi ke kantor. Tetapi suara bel pintu apartemenya menghentikan langkah Kyungsoo yang hendak menuju ke kamar.

"Siapa yang datang malam-malam bengini?"Kyungsoo berucap seraya menuju ruang depan.

"Jongin..!"Kyungsoo sedikit kaget saat melihat Jongin dari layar intercom yang ada di pintu apartmenya dan tanpa menunggu lama ia langsung membuka pintu.

"Anyeong Kyungsoo, maaf mengganggumu malam -malam. Aku membeli banyak ayam goreng, rasanya tak akan habis bila aku memakanya sendiri jadi maukah kau membantuku menghabiskanya?"Jongin berucap seraya menunjukkan kotak berisi ayam goreng kesukaanya "tak apa jika kau sudah makan, kau bisa menemani dengan melihatku saja dan kita bisa ke café yang pernah kita datangi waktu itu jika kau tak enak mengajakku untuk masuk ke apartemenmu karena aku tahu ini sudah terlambat untuk bertamu"Jongin melanjutkan perkataanya.

"Masuklah Jongin"Kyungsoo mengulas senyum sebelum mempersilahkan Jongin untuk masuk.

Dengan senyum lebar Jongin mengikuti Kyungsoo untuk masuk ke apartemenya, ini sungguh di luar dugaan Jongin yang tadinya menyangka jika Kyungsoo akan menolak kedatanganya.

Keduanya duduk di sofa yang ada di ruang utama yang juga berfungsi sebagai ruang santai karena apartemen Kyungsoo tidak terlalu luas. Apartemen itu hanya terdiri dari ruang utama, kamar dan juga dapur yang menyatu dengan ruang makan.

Kyungsoo menghidangkan segelas orange jus untuk Jongin, ia tak punya softdrink yang biasanya menjadi pasangan yang pas saat makan ayam goreng. Jongin terlihat lahap menikmati makanan favoritnya itu membuat Kyungsoo terus menyungging senyum tipis. Saat seperti ini Jongin terlihat lucu dan menggemaskan sangat jauh berbeda dari Jongin yang terhilat cool seperti biasanya.

"Pelan-pelan Jongin, nanti kau tersedak"Kyungsoo berucap, berusaha memecah keheningan karena Jongin hanya serius menikmati ayam goreng tanpa mengajaknya berbincang dan itu membuat suasana menjadi sedikit membosankan.

Segelas orange jus menjadi penutup sempurna untuk Jongin yang telah menghabiskan hampir semua ayam goreng yang di bawanya seorang diri karena Kyungsoo hanya menghabiskan dua potong ayam saja.

"Terima kasih Kyungsoo….kenyang sekali rasanya"Jongin berucap seraya mengusap perutnya yang terasa penuh.

"Aku tidak melakukan apapun, jadi tak perlu berterima kasih"Kyungsoo membalas.

"Kau sudah mengijinkanku masuk dan menemaniku menghabiskan ayam goreng ini, itu sangat berarti untukku Kyungsoo"Jongin menatap lembut ke arah Kyungsoo membuat gadis itu langsung memalingkan wajahnya yang mulai memerah.

"Hari ini aku lelah sekali karena pekerjaanku sangat banyak, bahkan ada rapat mendadak yang harus aku hadiri di Busan hingga aku terpaksa melewatkan makan siangku tadi"Jongin kembali berucap membuat Kyungsoo berbalik untuk menatapnya lagi.

"Sekalipun sibuk kau tak boleh melewatkan makan seperti itu Jongin, kau bisa sakit kalau membiasakan hal seperti itu"Kyungsoo membalas, gadis itu mulai khawatir melihat gurat lelah yang terlihat di wajah Jongin.

"Terima kasih atas perhatianmu Kyungsoo, jujur saja saat-saat seperti ini aku sangat mengharapkan semangat darimu. Kau adalah penawar lelahku Kyungsoo, saat masih di LA aku merasa cukup hanya dengan melihat fotomu dan mengenang masa-masa indah kita tapi sekarang semua itu tak cukup, aku merasa harus bertemu denganmu saat ini karena aku sangat merindukanmu Kyungsoo"Jongin kembali menatap Kyungsoo dengan tatapan lembut.

"Sebenarnya aku sudah memiliki jawaban atas permintaanmu waktu itu, tapi masih ada sesuatu yang sepertinya harus aku tanyakan langsung padamu Jongin"Kyungsoo berucap setelah terdiam selama beberapa saat setelah Jongin mengungkapkan perasaan rindu padanya.

"Tanyakan apapun yang ingin kau tahu, Kyungsoo"

"Sebenarnya aku juga masih mencintaimu, Jongin. Sekalipun aku pernah bersama Kris tapi sekarang aku menyadari jika sebenarnya aku tidak benar-benar mencintainya"Kyungsoo menjeda ucapanya untuk mengambil nafas sebelum melanjutkan perkataanya "Aku sangat senang saat kau mengatakan kalau kau masih mencintaiku tapi yang membuatku tidak mengerti kenapa selama ini kau tak pernah memberi kabar untukku? Kau tahu Jongin, seandainya kau tak pergi diam-diam mungkin hubungan kita tidak akan seperti ini dan jika saja kau mengirim pesan padaku sekali saja mungkin kita masih berstatus sebagai sepasang kekasih sampai saat ini"

"Kalau aku tidak pergi diam-diam, mungkin sekarang aku tidak ada di sini untuk menemuimu dalam keadaan yang baik seperti ini"

"Apa maksudmu Jongin?"

"Empat tahun lalu, ayah memintaku untuk melanjutkan pendidikan di luar negri. Saat itu aku menolaknya karena aku tak ingin berpisah denganmu tapi beliau marah dan mengatakan akan memisahkan kita jika aku terus membantah. Akhirnya aku terpaksa menuruti semua keinginanya dengan janji bahwa ayah tak akan mengganggu hubunganku dengan orang yang aku cintai di masa depan"

"Kenapa hari itu kau tidak mengatakan semuanya? Bahkan kau hanya diam saat aku mengatakan putus"

"Karena menurutku itu adalah keputusan terbaik untuk kita. Jika kita tetap bersama, mungkin bukan hanya kau yang berat untuk melepasku pergi tapi aku juga sangat berat untuk meninggalkanmu di sini Kyungsoo"Jongin menjeda ucapanya "kurasa mencintai dan merindukanmu diam-diam selama empat tahun ini, tidak terlalu buruk untukku"lanjutnya.

"Bagaimana jika seandainya saat ini aku masih memilki seorang kekasih? Apa kau akan merebutku darinya?"

"Pasti, bagaimanapun caranya aku pasti membuatmu kembali menjadi milikku. Bukankah tadi kau juga sudah mengakui jika kau masih mencintaiku, Kyungsoo?"

"Sebenarnya tadi aku emh..maksudku tadi.. "

"Maksudmu apa? mau mengelak lagi eoh?"Jongin memotong perkataan Kyungsoo seraya menggeser posisinya menjadi lebih dekat dengan gadisnya itu.

"Heish kau menyebalkan, menjauhlah…jangan dekat-dekat"Kyungsoo berucap seraya mendorong badan Jongin tapi tangan mungil itu langsung di tangkap oleh Jongin untuk di genggam, di usap kemudian di kecupnya dengan lembut.

"Empat tahun sudah sangat cukup untukku menjauh darimu jadi sekarang aku tidak ingin jauh darimu lagi"Jongin berucap lirih seraya kembali mengusap jemari Kyungsoo yang tengah di genggamnya.

"Aku juga tak ingin jauh darimu lagi…Jadi jika nanti kau pergi meninggalkanku diam-diam lagi, aku takkan mengampunimu Kim Jongin"

"Aku tak akan meninggalkanmu lagi Kyungsoo"ucap Jongin sebelum meraih tubuh mungil Kyungsoo ke dalam pelukan dan memeluknya dengan sangat erat.

Malam yang indah itu di tutup dengan kecupan yang di berikan Jongin di puncak kepala Kyungsoo ketika ia hendak pulang karena malam sudah semakin larut. Akhirnya malam itu keduanya sepakat untuk memulai hubungan mereka dari awal lagi.

Kyungsoo akan kembali mempercayai Jongin untuk menjadi pemilik hatinya. Dengan senyum cerah Kyungsoo beranjak untuk tidur, ia berharap tidurnya akan nyenyak malam ini karena semua beban pikiran yang menganggunya telah terselesaikan bahkan sebuah status baru juga telah ia dapatkan.

Sama halnya dengan Kyungsoo, Jongin juga terus menyungging senyum selama perjalanan pulang. Keputusanya untuk menemui Kyungsoo malam ini berbuah manis, apa yang terjadi malam ini sungguh di luar dugaan Jongin yang awalnya hanya ingin melepas rindu pada gadis pujaanya itu.

Tbc..

My Note : Hai, akhirnya bisa update juga. Karena updatenya lama jadi chap ini agak panjang, gpp ya…Dan ini bukan side story lagi. Semoga masih ada yang suka….
Makasih banyak buat semua yang dah ripiu di chap sebelumnya. Maaf untuk typo yang masih bertebaran dan selamat membaca….
trie1288