My Lady
Kim Jongin aka Kai
Do Kyungsoo(Gs)
Other EXO members
Rated : M
.
.
.
Kaisoo in "My Lady" by trie1288
.
.
.
Hari terus berganti, tanpa terasa sudah tiga bulan lebih Jongin dan Kyungsoo kembali menjalin kasih. Keduanya tampak sangat bahagia setiap harinya dengan melakukan beberapa kebiasaan baru sebagai pasangan kekasih. Walaupun keduanya di sibukkan dengan pekerjaan masing-masing, tapi Jongin dan Kyungsoo selalu menjaga hubungan mereka agar tetap romantis.
Diantara kesibukanya, dua atau tiga kali dalam satu minggu Jongin selalu menyempatkan diri untuk pergi ke kantor bersama Kyungsoo dengan mengantar sang gadis ke kantornya terlebih dahulu sebelum menuju ke kantornya sendiri. Sebagai bayarannya Kyungsoo akan membuatkan sarapan sederhana untuk sang kekasih berupa sandwich atau roti lapis special.
Selain berangkat bersama, keduanya juga selalu menyempatkan untuk makan siang atau makan malam bersama saat ada waktu. Untuk makan malam, keduanya tak selalu datang ke restoran karena Jongin lebih suka masakan rumah yang di masak oleh Kyungsoo.
Akhir pekan adalah waktu yang selalu tunggu oleh Jongin dan Kyungsoo karena dari awal memulai hubungan, keduanya telah sepakat untuk selalu menghabiskan waktu bersama di akhir pekan. Biasanya mereka mengisi akhir pekan dengan berkencan atau sekedar menikmati quality time dengan berdiam di apartemen Kyungsoo maupun Jongin. Terkadang mereka juga menikmati akhir pekan dengan double date bersama Baekhyun, Luhan serta pasangan mereka masing-masing.
.
.
Jongin dan Kyungsoo tengah dalam perjalanan, akhir pekan ini keduanya akan pergi ke pantai. Agenda kencan mereka kali ini adalah menikmati waktu berdua dengan jalan-jalan di pinggir pantai, bermain pasir serta melihat indahnya pemandangan sunset dan sunrise.
Sebenarnya sudah lama Kyungsoo mengungkapkan keinginanya untuk pergi ke pantai, tapi Jongin baru bisa bisa mewujudkan keinginan sang kekasih hari ini setelah ia menyelesaikan semua urusan pekerjaan yang membuatnya sangat sibuk beberapa minggu terakhir ini.
Keduanya tiba di pantai saat sore hari. Mereka sengaja berangkat usai makan siang dan setelah menempuh perjalanan selama tiga jam dari Seoul, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Setelah memarkirkan mobil, Jongin dan Kyungsoo menuju penginapan untuk meletakkan barang-barang bawaan mereka terlebih dahulu. Sebuah resort mewah akan menjadi tempat mereka menginap malam ini.
"Wah….indah sekali"
Kyungsoo berucap saat matanya menemukan pemandangan hamparan pasir putih dan suara deburan ombak saat ia menyibak tirai kamar yang ada di penginapan itu.
"Kau suka?"
Jongin bertanya seraya melingkarkan dua tanganya di pinggang ramping Kyungsoo dari belakang serta menumpukan dagunya di atas pundak sang kekasih.
"Suka, sangat suka. Terima kasih sudah membawaku ke tempat yang indah ini, Jongin" Kyungsoo membalas lalu berbalik untuk mendaratkan kecupan ringan di bibir Jongin.
"Sama-sama sayang, ayo kita jalan-jalan dan bermain pasir di tepi pantai"ajak Jongin yang di balas anggukan penuh semangat oleh Kyungsoo.
Jongin dan Kyungsoo berjalan beriringan dengan jemari saling terpaut, senyum terus menghias bibir keduanya. Sesekali mereka memejamkan mata untuk menikmati hembusan angin laut yang bertiup cukup kencang sore itu. Setelah puas berjalan-jalan, kini keduanya terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kyungsoo sedang bermain pasir, membangun bangunan lucu layaknya gadis kecil yang pergi ke pantai bersama orang tuanya.
Gadis mungil itu terlihat sangat bahagia hingga membuat senyum terus tersungging dari bibir heartshapenya. Momen bahagia itu tak di lewatkan oleh Jongin yang kini sibuk mengarahkan kamera ponselnya untuk mengabadikan objek cantik yang ada di depan matanya.
"Hentikan Jongin!…jangan terus mengambil foto, aku malu"Kyungsoo berucap saat menyadari Jongin terus mengambil fotonya sejak tadi.
"Kenapa harus malu sayang, kau cantik jadi sudah sepatutnya objek cantik itu harus di abadikan"
"Heish, dasar gombal"
Kyungsoo membalas sebelum melempar segenggam pasir ke arah Jongin kemudian lari menjauh dari sang kekasih yang kini tengah bersiap untuk membalas dengan melakukan hal yang sama. Keduanya terlibat perang pasir selama beberapa saat hingga akhirnya Kyungsoo menyerah lebih dulu karena kelelahan.
.
Langit sudah tampak kemerahan, matahari juga tengah bersiap untuk kembali ke peraduannya. Jongin dan Kyungsoo duduk berdampingan di tepi pantai, menyaksikan indahnya pemandangan sunset sore itu.
"Aku tidak pernah menyangka, akhirnya aku bisa melihat pemandangan seindah ini. Gomawo Jongin, semua ini berkat dirimu"Kyungsoo berucap seraya mengalihkan pandanganya untuk menatap sang kekasih.
"Ini tidak seberapa di bandingkan apa yang kau berikan padaku sayang"Keduanya saling bertatapan.
"Aku tidak pernah memberikan apapun untukmu, Jongin"
"Kesempatan kedua yang kau berikan untukku tak pernah sebanding dengan apa yang ku berikan padamu selama ini, sayang"Jongin mengusap pipi chubby Kyungsoo.
"Sarangahaeyo Jongin"
"Aku Juga mencintaimu Kyungsoo "
Jongin berucap sebelum menyapa bibir heartshape Kyungsoo dengan bibirnya. Ciuman lembut sebagai ungkapan kebahagiaan yang tengah mereka rasakan saat ini. Pemandangan indah terbenamnya matahari menjadi saksi pengakuan dua insan yang telah memantapkan hati untuk selalu mengungkapkan rasa cinta mereka kapanpun dan di manapun.
.
.
Mereka telah kembali ke penginapan dan Kyungsoo tengah bersiap untuk mandi. Badanya sudah terasa gerah dan lengket karena akifitasnya berlarian di pantai sore tadi.
"Sayang, aku harus menemui seseorang. Tak apa kan kalau ku tinggal sebentar?"
Jongin menghampiri Kyungsoo setelah menerima panggilan melalui ponselnya beberapa saat setelah keduanya tiba di penginapan.
"Siapa Jongin? rekan bisnismu?"
"Iya, dia pemilik resort ini. Sudah lama kami tak bertemu jadi dia menyempatkan datang untuk menemuiku di sini"
"Ya sudah kalau begitu, tapi jangan lama-lama nanti aku bosan"
"Ok, sayang…gomawo"
Jongin menutup pembicaraan lalu keluar dari kamar tapi beberapa menit kemudian pria tan itu kembali lagi ke kamar, membuat Kyungsoo mengerutkan alisnya karena heran.
"Ada apa Jongin? apa ada yang tertinggal?"Kyungsoo bertanya tapi bukanya jawaban yang ia dapat melainkan sebuah kecupan singkat di bibir heartshapenya.
" Aku pergi dulu, jangan lupa kunci pintu depan dan pintu kamarnya saat kau mandi"Jongin berucap sebelum meninggalkan Kyungsoo yang hanya menyungging senyum tipis.
Jongin selalu memberikan satu kecupan di bibir Kyungsoo sebagai salam perpisahan sejak keduanya resmi kembali menjadi sepasang kekasih. Sebuah kebiasaan baru yang tak pernah di tinggalkan Jongin, dan tadi ia kembali karena hampir lupa menyapa bibir Kyungsoo sebelum pergi.
.
Setelah mengunci pintu sesuai perintah Jongin, Kyungsoo bergegas untuk mandi. Mata bulat gadis itu berbinar begitu melihat bathup yang telah terisi dengan air bunga. Tanpa menunggu lama Kyungsoo langsung saja menuju bathup untuk berendam. Penginapan yang di tempati Kyungsoo dan Jongin adalah resort VVIP dengan fasilitas istimewa.
Kyungsoo menghabiskan satu jam untuk berendam dan juga membilas tubuh mungilnya. Kini gadis bermata bulat itu telah keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan bathdrobe. Ia menuju koper berwarna biru muda yang masih ada di sudut ruangan, menggesernya lalu membuka koper itu untuk mencari pakaian yang akan ia kenakan malam ini. Pilihanya jatuh pada sebuah terusan panjang dengan model sederhana berwarna putih. Bahanya agak sedikit transparan, tapi Kyungsoo tak mempermasalahkanya karena malam ini sepertinya ia hanya akan menghabiskan malam di kamar saja bersama Jongin.
Setelah berganti pakaian dan mengias diri dengan polesan make up tipis, Kyungsoo memutuskan untuk merapikan isi kopernya dan koper Jongin ke dalam lemari yang ada di kamar itu. Menyibukkan diri sambil menunggu Jongin yang belum juga kembali. Saat merapikan kopernya, perhatian Kyungsoo tertuju pada sebuah kotak berwarna pink yang merupakan hadiah dari dua sahabatnya yang sangat antusias saat mendengar Kyungsoo akan pergi ke pantai bersama Jongin.
"Sebenarnya apa sich isinya"
Kyungsoo bergumam seraya membuka kotak hadiah dari dua sahabatnya. Baekhyun dan Luhan mengharuskan Kyungsoo untuk membuka kotak hadiah itu saat ia sudah sampai di pantai dan Kyungsoo yang lugu menurut saja dengan perintah konyol dua sahabatnya itu.
"Astaga! apa ini? Kenapa mereka memberikan barang-barang seperti padaku?"
Kyungsoo shock mendapati isi kotak pemberian dua sahabatnya yang berisi satu buah lingerie berwarna merah, satu buah bando kelinci, satu buah crocker dan juga satu kotak kondom. Kyungsoo hanya mendesahkan nafasnya kesal setelah membaca note yang ada di dasar kotak.
'Selamat menikmati malam yang indah Kyungsoo… jangan lupa kenakan hadiah dari kami untuk mencoba pengalaman yang berbeda. Kami yakin, Jongin akan sangat menyukai penampilanmu dengan barang-barang itu. Kami mencintaimu Kyungsoo' BaekLu.
"Sebenarnya apa sich yang ada di pikiran mereka"Kyungsoo mulai mendumel karena kesal seraya memasukkan barang-barang pemberian sahabatnya itu kembali ke dalam kotak.
Dengan bibir sedikit maju Kyungsoo meletakkan kotak itu jauh di ujung lemari agar tak di temukan oleh sang kekasih. Mau di taruh di mana muka Kyungsoo kalau Jongin sampai tahu ia membawa barang-barang seperti itu.
.
.
Kyungsoo mulai bosan, sejak tadi ia hanya mondar-mandir tak jelas di kamarnya. Sudah lewat jam 9 malam tapi Jongin belum juga kembali ke penginapan. Kyungsoo sudah mengirim pesan beberapa kali tapi sang kekasih tak membalasnya. Perutnya juga sudah terasa lapar karena belum makan malam, Kyungsoo ingin menunggu Jongin untuk makan malam bersama.
"Apa aku pesan makanan saja ya? mungin Jongin juga sudah makan malam bersama rekan bisnisnya"gumamnya.
Kyungsoo hendak menghubungi layanan kamar tapi sebelum niatnya terlaksana terdengar bunyi tanda pesan di ponselnya. Senyum cerah menghias bibir Kyungsoo saat nama Jongin tertera sebagai si pengirim pesan.
Tanpa menunggu lama, gadis bermata bulat itu langsung bergegas keluar dari penginapan untuk menuju restoran yang ada di tepi pantai sesuai pesan dari sang kekasih. Tak terlalu jauh dari penginapan, hanya butuh 15 menit saja dengan berjalan cepat seperti yang di lakukan Kyungsoo saat ini.
Kyungsoo sampai tempat tujuanya tapi ia terlihat bingung, karena restoran itu terlihat gelap dan sepi karena tak ada pelanggan lain selain dirinya.
"Kenapa sepi begini? Di mana Jongin?"Kyungsoo bergumam, gadis mungil itu mengedarkan pandanganya untuk mencari sang kekasih.
Desahan nafas kasar keluar dari bibir heartshape si gadis mungil, sudah sepuluh menit ia tiba di restoran tapi ia tak juga menemukan kekasihnya. Kyungsoo berusaha menghubungi Jongin tapi panggilanya terhubung dengan kotak suara. Dengan sedikit kesal akhirnya Kyungsoo berbalik dan bersiap untuk pergi tapi tiba-tiba semua lampu di restoran itu menyala, alunan musik romantis juga terdengar tak lama kemudian.
Kyungsoo kembali mengedarkan pandanganya dan kini ia menemukan seorang pria tampan yang tengah menghampirinya dengan membawa bucket bunga mawar merah di tanganya.
"Maaf telah membuatmu menunggu, sayang"Jongin berkata seraya memberikan buket bunga itu pada Kyungsoo.
"Baiklah, Aku maafkan tapi kalau aku boleh tahu untuk apa kau melakukan semua ini Tuan Kim?"Kyungsoo bertanya saat menyadari kalau kekasihnya itu telah menyiapkan sebuah kejutan untuknya.
"Untuk memperingati hari ke 100 kebersamaan kita yang jatuh tepat di hari ini, sayang"
"Benarkah? Aku bahkan tak mengingatnya Jongin, mianhae"cicit Kyungsoo lirih seraya menundukkan kepalanya tanda penyesalan karena melupakan hari special mereka.
"Gwaenchanha sayang, dulu aku juga melupakanya"Jongin mengangkat dagu Kyungsoo agar sang kekasih menatapnya.
"Dulu kau datang ke rumahku di hari minggu dengan membawa kue dengan lilin bertuliskan angka seratus di atasnya. Kau bilang kue itu kau buat untuk perayaan 100 hari hubungan kita, bahkan kau juga membuat gelang couple untuk kita"Jongin kembali berucap seraya menunjukkan lenganya yang masih memakai gelang handmade pemberian Kyungsoo 7 tahun yang lalu ketika keduanya menjalin kasih untuk pertama kalinya.
"Kau masih menyimpanya Jongin?"
"Tentu saja, aku masih menyimpan semua barang pemberian darimu maupun barang pasangan yang dulu kita beli bersama"
Kyungsoo hanya terdiam, mata bulatnya terlihat mulai berkaca-kaca. Ia begitu terharu dengan mendengar pernyataan Jongin yang secara tidak langsung membuktikan bahwa Jongin benar-benar terus mencintainya selama ini.
"Sekarang adalah giliranku, Kyungsoo"
Jongin kembali berucap, pria tan itu maju satu langkah lebih dekat dengan Kyungsoo. Sebelah tanganya mengambil sesuatu yang ia simpan di saku jasnya lalu melingkarkan dua lenganya di leher putih sang kekasih untuk memasang sebuah kalung cantik dengan liontin berbentuk hati.
"Selamat hari ke 100 sayang…..seperti 100 hari yang yang telah berlalu dengan indah, aku harap hari-hari yang akan datang akan jauh lebih indah. Saranghae, Do Kyungsoo"
Kecupan lembut mendarat di puncak kepala Kyungsoo yang kini tak dapat lagi menahan haru. Butir air mata bahagia mulai membasahi pipi chubby gadis bermata bulat itu. Dengan sigap Jongin langsung meraih tubuh mungil sang kekasih untuk di dekapnya. Jemari besarnya bergerak lembut mengusap punggung Kyungsoo untuk menangkan.
"Gomawo, Jongin"Kyungsoo mencicit lirih di sela isak tangisnya lalu bergerak perlahan untuk melepas pelukan sang kekasih.
"Apapun halangan dan rintangan yang akan datang pada hubungan kita kedepanya, aku yakin kita pasti bisa menghadapinya karena aku mencintaimu Kim Jongin"Kyungsoo kembali berucap sebelum mengikis jarak untuk menyatukan bibir hatinya dengan bibir sang kekasih.
Ciuman lembut terjadi selama beberapa saat sebelum Jongin memutus penyatuan itu lebih dulu saat mendengar bunyi perut Kyungsoo yang minta segera di isi. Sementara Kyungsoo hanya menunduk malu dan merutuk dalam hati, perutnya benar-benar tak paham situasi.
"Ayo kita makan sebelum makananya dingin"
Jongin membimbing Kyungsoo untuk menuju meja yang telah di siapkan, bermacam hidangan telah tersaji. Dari makanan pembuka, makanan inti dan juga dessert special yang menjadi penutupnya.
"Harusnya kau bilang kalau mau mengajakku makan malam di luar seperti ini Jongin, aku kan bisa bersiap dengan memakai pakaian yang lebih bagus dan juga berdandan yang cantik"Kyungsoo berucap di sela kegiatanya menyantap makanan pembuka.
"Aku lebih suka kau tampil apa adanya seperti ini, sederhana tapi tetap terlihat cantik"balas Jongin.
Kyungsoo hanya bisa menundukkan kepala untuk menyembunyikan rona merah yang kini menghias pipi chubbynya.
"Aku masih punya kejutan lain untukmu sayang, jadi kita harus cepat menyelesaikan makan malam ini"Jongin kembali berucap membuat Kyungsoo kembali mengalihkan pandanganya untuk menatap sang kekasih.
"Kejutan apa lagi, Jongin?"Kyungsoo terlihat penasaran.
"Kau akan tahu nanti"balas Jongin di sertai senyuman manisnya sedangkan Kyungsoo terlihat mengerucutkan bibirnya lucu.
Setelah makan malam selesai Jongin membawa Kyungsoo menuju tepi pantai yang mereka datangi tadi sore. Bata bulat Kyungsoo tertutup kain hitam selama perjalanan dari restoran menuju ke tepi pantai. Kyungsoo hanya mengikuti langkah Jongin yang menggenggam erat tanganya menuju tepat tujuan.
Perlahan mata bulat itu terbuka saat Jongin melepas kain hitam yang menutupi mata Kyungsoo. Cahaya remang dari deretan lilin membuat Kyungsoo mengalihkan pandanganya ke bawah. Di dekat ia berpijak saat ini, ada puluhan lilin yang tersusun rapi dalam gelas kecil yang membentuk tulisan I LOVE YOU.
Kyungsoo tak dapat berkata, ia hanya mampu menutup mulutnya yang menganga karena takjub akan kejutan istimewa dari sang kekasih. Belum hilang rasa kagum atas kejutan kedua, Kyungsoo kembali di mendapat kejutan selanjutnya berupa pertunjukkan kembang api special yang telah di persiapkan oleh sang kekasih.
Bibir heartshape itu kembali menyapa bibir tebal Jongin, Kyungsoo kembali mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan sebuah ciuman lembut yang belakangan ini mulai menjadi candu untuk Jongin. Awalnya Jongin membiarkan sang kekasih yang mendominasi ciuman itu tapi di detik dan menit selanjutnya Jonginlah yang berkuasa. Lenguhan tertahan yang keluar dari bibir Kyungsoo membuat Jongin semakin bersemangat untuk mengeksplor bibir mungil sang kekasih.
.
.
Malam semakin larut, Jongin dan Kyungsoo memutuskan untuk kembali ke penginapan setelah mengakhiri penyatuan bibir mereka beberapa saat yang lalu. Keduanya melangkah riang dengan terus bergandengan tangan.
"Jongin kau tunggu di sini sebentar ya, jangan masuk ke kamar dulu. Aku akan menyiapkan kejutan untukmu"Kyungsoo berucap ketika keduanya telah sampai di penginapan.
"Kau menyiapkan kejutan juga?"Jongin bertanya dan di jawab anggukan oleh sang kekasih.
"Kau boleh masuk setelah aku mengirim pesan untukmu"Ucap Kyungsoo sebelum masuk ke dalam kamar meninggalkan sang kekasih yang menatapnya dengan tatapan penuh tanya.
"Jangan lama-lama sayang, aku sudah mengantuk"Jongin membalas dengan sedikit berteriak di depan pintu kamar.
Jongin melangkah gontai menuju ke sofa, ia berniat menonton televisi untuk menghilangkan rasa bosan selama menunggu sang kekasih menyiapkan kejutan untuknya. Pria tan itu terlihat menguap beberapa kali, matanya juga mulai terasa pedas karena mengantuk. Mungkin kelelahan karena Jongin belum istirahan sama sekali sejak tiba di pantai sore tadi.
Setelah hampir 30 menit menunggu akhirnya sebuah notifikasi pesan masuk terdengar dari ponsel Jongin. Pria tan itu segera bangun dan bergegas menuju kamar setelah mendapat pesan dari sang kekasih.
"Selamat hari yang ke 100 Jongin sayang, aku mencintaimu"
Kyungsoo meneriakkan sambutan untuk Jongin yang baru saja masuk ke dalam kamar. Pria tan itu terpaku dengan mata membulat dan mulut terbuka walaupun tak sampai menganga sepenuhnya. Jongin shock mendapati sang kekasih yang saat ini tengah duduk di atas tempat tidur dengan tampilan yang sangat menggoda. Gadis mungil itu mengenakan lingerie berwarna merah yang terlihat sangat pas di tubuh mungilnya. Jangan lupakan bando kelinci yang terpasang di kepala dan juga chocker yang melingkar di leher putihnya.
"Sa…..yang"Jongin hanya bisa mengucap satu kata, itupun dengan susah payah hingga terbata.
"Kenapa kau hanya berdiri di sana Jongin? Apa kau tak suka kejutan dariku?"
Kyungsoo berucap seraya menundukkan kepalanya karena malu. Dalam perjalanan pulang ke penginapan tadi, Kyungsoo terpikir untuk membuat kejutan dengan memanfaatkan barang-barang pemberian sahabatnya.
"Aku pikir kau akan menyukainya tapi ternyata aku salah"Kyungsoo kembali berucap lirih, masih menunduk tanpa menatap sang kekasih yang kini tengah menghampirinya.
"Siapa bilang aku tak menyukainya?"Jongin membalas seraya mengangkat dagu sang kekasih membuat keduanya bertemu tatap "kejutanmu membuatku shock sayang"pria tan itu melanjutkan perkataanya seraya mengusap pipi chubby sang kekasih.
Kyungsoo kembali menunduk, entah kenapa ia tiba-tiba merasa gugup saat ini. Selama tiga bulan menjalin kasih, ini adalah kali pertama Kyungsoo menunjukkan tubuh setengah telanjangnya pada sang kekasih. Walaupun dulu mereka pernah melakukan hal yang lebih, tapi tiga bulan ini mereka benar-benar memulai semuanya dari awal lagi tak terkecuali untuk urusan skinship. Mereka hanya sebatas berciuman, berpelukan paling intim mereka hanya cuddling yang berakhir dengan tidur bersama dengan saling memeluk satu sama lain.
"Kalau kau suka kenapa kau diam saja?"cicit Kyungsoo lirih.
"Kau ingin aku melakukan apa sayang?"balas Jongin, berniat menggoda sang kekasih yang kembali menyembunyikan wajahnya karena malu.
"Sekarang kita sudah dewasa Jongin, aku tak akan menolak jika kau ingin melakukanya"perlahan Kyungsoo mengangkat wajahnya, melayangkan tatapan sendu ke arah Jongin.
"Kau yakin?"
"Luhan dan Baekhyun bilang agar hubungan percintaan tetap awet dan tak membosankan, kita harus melakukan hubungan intim sesekali"
Kyungsoo menjawab dengan tampang polosnya setelah memberikan anggukan penuh keyakinan atas pertanyaan Jongin. Pria tan itu menyungging senyum tipis mendengar jawaban kekasih mungilnya.
"Sudah kuduga, kau pasti mengikuti saran dari dua sahabatmu itu"Jongin berucap seraya menutup tubuh atas Kyungsoo dengan jas yang di pakainya.
"Hubungan kita baru berjalan 100 hari sayang, aku rasa belum saatnya kita melakukan hubungan intim. Bukanya aku menolakmu, jujur sebagai lelaki normal aku sangat menginginkanya tapi tidak untuk sekarang ini"Jongin kembali berucap seraya menggenggam jemari Kyungsoo.
"Sebenarnya aku juga masih ragu tapi mengingat apa yang pernah di katakan dua sahabatku, aku jadi takut kehilanganmu yang mungkin saja akan meninggalkanku karena bosan dengan hubungan kita yang berjalan statis seperti ini"
"Hubungan kita tidak statis, semua berjalan seperti apa yang aku inginkan. Aku ingin semuanya berjalan perlahan tapi pasti, agar aku bisa merasakan dan mengabadikan setiap momen indah yang kita lalui agar tetap terkenang saat kita tua nanti"
Kyungsoo merasa sangat lega dan tenang setelah mendengar penuturan sang kekasih. Gadis bermata bulat itu kembali di buat kagum atas kedewasaan yang di miliki kekasihnya saat ini.
.
.
Kyungsoo telah melepaskan atributnya, ia hanya menyisakan lingerie yang kini tertutup atasan piyama milik Jongin yang telah berganti pakaian. Pria tan itu memilih untuk bertelanjang dada menampilkan kotak-kotak yang menghias perut ratanya. Keduanya telah berbaring saling berpelukan, Kyungsoo menggunakan lengan Jongin sebagai alas kepalanya.
"Sayang, kau sudah tidur?"Jongin berucap lirih di sela kegiatanya mengusap rambut Kyungsoo.
"Belum, ada apa Jongin?"Kyungsoo membalas seraya mendongak untuk menatap sang kekasih.
"Bisa bantu aku sebentar?"
"Bantu apa?"
"Sepertinya little kim terbangun karena ulahmu tadi, dan rasanya cukup sulit untuk membuatnya tertidur lagi kalau kita terus dalam posisi seperti ini"Jongin berucap.
Pria tan itu sudah cukup berusaha menahan tapi kejantananya yang sudah menegang sejak tadi tak bisa lagi di toleransi. Ia butuh pelepasan dan sekedar foreplay tak akan mengingkari komitmen untuk tak melakukan hubungan intim yang ia sampaikan beberapa saat sebelumnya.
"Baiklah, aku akan menjauh darimu"Kyungsoo beringsut untuk menjauh tapi Jongin malah menahan gerakan Kyungsoo.
"Bukan itu maksudku sayang"Ucap Jongin.
"Lalu apa yang harus ku lakukan agar 'dia' tertidur lagi?"Kyungsoo membalas, mata bulatnya terarah pada sesuatu yang menggembung di antara dua paha Jongin.
"Bantu aku menidurkanya lalu kita bisa tidur dengan berpelukan lagi seperti tadi"
Tak butuh waktu lama bagi Kyungsoo untuk memahami perkataan sang kekasih. Kyungsoo merubah posisinya menjadi telentang, memberi akses sang kekasih untuk mulai menjamah tubuhnya. Gadis bermata bulat itu masih mengingat kebiasaan sang kekasih yang akan selalu membuat pasanganya puas terlebih dahulu sebelum ia meraih kepuasanya sendiri.
Jongin memulainya dengan ciuman lembut dengan melumat, menghisap dan menggigit bibir hati Kyungsoo. Jemari besarnya mulai mengusap gundukan kenyal di dada sang kekasih, perlahan tapi pasti satu persatu kancing piyama yang melekat di tubuh Kyungsoo terlepas dan kini gundukan kenyal dan padat telah itu terpampang di depan Jongin yang telah merobek lingerie yang melekat di tubuh mungil sang kekasih.
Tanpa menunggu lama, Jongin menyapa payudara Kyungsoo dengan bibirnya. Menghisap puting yang telah mengeras seperti bayi yang tengah menyusu pada ibunya. Kyungsoo hanya mampu melenguh seraya mengacak rambuh Jongin sebagai pelampisan.
"Jonginnn…ahh…enghhh"
Lenguhan Kyungsoo semakin menjadi ketika jari tengah Jongin telah berada di dalam organ intimnya. Bergerak maju mundur semakin cepat menyapa pusat kenikmatan sang gadis hingga tak lama kemudian Kyungsoo meraih bibir sang kekasih dengan rakus bersamaan dengan cairan yang terasa hangat membasahi jari Jongin.
Setelah memberi jeda selama beberapa saat, Jongin kembali menyerang Kyungsoo dengan ciuman panas untuk membangkitkan gairah sang kekasih setelah pencapaiannya. Tak butuh waktu lama bagi Kyungsoo untuk kembali mengimbangi hasrat sang kekasih yang telah memuncak. Sadar akan tugasnya, gadis bermata bulat itu merubah posisi dengan menaiki tubuh kekar sang kekasih. Menghujani tubuh telanjang itu dengan kecupan-kecupan kecil dan juga gigitan di bagian-bagian tertentu. Jongin hanya memejamkan mata, menikmati sensasi menggelitik karena ulah sang kekasih.
"Ahh…sayang"
Jongin mulai melenguh saat jemari mungil Kyungsoo mulai mengurut kejantanya perlahan. Lenguhan selanjutnya kembali terdengar saat kini sang kekasih menjepit kejantanananya di tengah dua payudara dan sesekali gadis mungil itu menjilat ujung kejantanan Jongin yang mulai mengeluarkan cairan.
Setelah puas bermain-main, akhirnya Kyungsoo mulai menuju ke inti kegiatan intim dengan memasukkan penis besar Jongin ke dalam mulut mungilnya. Terasa penuh dan sesak karena ukuranya yang besar dan panjang.
"Oughhh… Kyungsoohhhhh…bergerak lebih cepat, sayang"
Kyungsoo mulai menggerakkan kepalanya naik turun dengan cepat, mengikuti keinginan sang kekasih. Desahan Jongin semakin intens terdengar seiring dengan gerakan cepat Kyungsoo dan tak lama kemudian semburan sperma terasa hangat memenuhi mulut kecil Kyungsoo hingga membuat gadis bermata bulat itu hampir tersedak.
Jongin menarik tubuh mungil Kyungsoo untuk ia baringkan di sampingnya. Dengan sigap, Jongin membersihkan sisa cairan cintanya yang masih tercecer di sekitar bibir mungil sang kekasih.
"Terima kasih sayang"
Jongin berucap kemudian memberikan kecupan singkat di puncak kepala sang kekasih yang hanya membalasnya dengan senyuman manis. Keduanya mulai memejamkan mata dengan posisi berpelukan seperti sebelumnya.
.
.
Malam sudah hampir berganti pagi, rangkaian kejutan yang mereka nikmati membuat keduanya tak menyadari betapa cepat waktu berjalan. Kyungsoo masih asyik bergelung di balik selimut tebal sedangkan Jongin telah membuka matanya. Pria tan itu bangun dan memakai pakaianya sebelum membopong tubuh mungil sang kekasih untuk ia bawa ke balkon resort tempat mereka menginap.
"Sayang bangun"Jongin berucap seraya mengusap pipi sang kekasih yang saat ini tengah bersandar di dadanya.
"Aku masih mengantuk Jongin, tunggu sebentar lagi"Kyungsoo bergumam setelah Jongin mengulang panggilanya.
"Kau bilang ingin melihat matahari terbit, ayo buka matamu dan lihat di depan sana…matahari tersenyum cantik pagi ini, sayang"
Jongin tengah duduk di lantai balkon yang menghadap langsung ke arah pantai yang kini tengah menyajikan pemandangan sunrise yang begitu cantik. Pria tan itu sengaja memasang alarm agar ia bisa terjaga tepat saat matahari terbit, ia ingin memenuhi keinginan sang kekasih yang ingin melihat pemandangan matahari terbit pagi itu.
Dengan malas Kyungsoo mulai membuka matanya perlahan, awalnya hanya ingin mengintip saja tapi mata bulat itu terbuka sepenuhnya saat melihat pemandangan indah yang kini tersaji di hadapanya.
"Cantik sekali pemandanganya, Jongin. Gomawo, telah membangunkaku"Kyungsoo berucap seraya mengusap lengan Jongin yang kini memeluknya.
"Hanya ucapan terima kasih?"Jongin membalas
"Lalu kau mau apa?"Kyungsoo mendongak untuk menatap sang kekasih.
"Morning kiss"
Jongin berucap kemudian mendaratkan kecupan di bibir sang kekasih, Kyungsoo hanya menyungging senyum sebelum kembali menyamankan posisinya untuk kembali menikmati indahnya sunrise pagi itu.
Semoga mentari yang hangat di pagi itu tak tertutup awan hitam di siang hari nanti. Sama halnya harapan untuk sang mentari, Kyungsoo juga berharap agar hubunganya dengan Jongin selalu bahagia tanpa adanya rintangan dan halangan hingga tiba saatnya mereka yakin untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Tbc…
My Note : Mian kalau chap ini terlalu cheesy dan gaje..pangen bikin yang manis tapi jadinya malah gaje kaya gini, moga aja masih ada yang suka dech... Makasih bagi yang masih mau meninggalkan jejaknya di kolom rivew. Sorry for typo and happy reading…
trie1288
