My Lady

Kim Jongin aka Kai

Do Kyungsoo(Gs)

Other EXO members

Rated : M

.

.


Kaisoo in "My Lady" by trie1288


.

.

.

Senyum manis terus menghias wajah Kyungsoo, pagi yang cerah itu ia melangkah cepat menuju bangunan bertingkat yang ada di depanya saat ini. Gadis bermata bulat itu masuk ke dalam lift lalu menekan angka 14. Hanya butuh lima menit saja bagi Kyungsoo untuk sampai di satu unit apartemen yang berada dua pintu dari lift. Kyungsoo memasukkan kombinasi angka yang telah di hafalnya di luar kepala untuk membuka pintu.

Setelah meletakkan barang bawaanya di atas meja makan, Kyungsoo bergegas menuju kamar yang kini terlihat sedikit berantakan. Suara gemericik air dari kamar mandi menandakan bahwa sang pemilik kamar tengah berada di dalam sana untuk membersihkan badannya.

Gadis bermata bulat itu langsung bergerak cepat untuk merapikan tempat tidur dan memungut beberapa pakaian yang berserakan lalu menaruhnya di tempat pakaian kotor yang ada di sudut ruangan. Setelah kamar itu rapi, Kyungsoo membawa langkahnya menuju ke sebuah lemari besar yang ada di ruangan itu untuk menyiapkan celana, kemeja dan juga jas. Tak lupa Kyungsoo juga mememilih dasi yang warnanya senada dengan kemeja yang telah ia siapkan tadi.

Gadis mungil itu terlihat asyik dengan kegiatanya hingga tak menyadari jika si pemilik kamar tengah menatapnya intens dengan senyum tampan tersungging di bibirnya.

"Kapan kau datang sayang?"Jongin berucap seraya melingkarkan dua lengannya di pinggang ramping sang kekasih yang sedikit berjengit karena kaget.

Jongin menghampiri Kyungsoo setelah puas mengamatinya diam-diam sejak ia keluar dari kamar mandi. Ia hanya memakai bathdrope dengan handuk kecil yang masih mengalung di lehernya.

"Ah, kau sudah selesai Jongin"Kyungsoo berbalik "aku sampai beberapa saat yang lalu"ia melanjutkan perkataanya seraya mengalungkan dua lengan mungilnya di leher sang kekasih.

"Aku sangat merindukanmu sayang"

"Aku juga sangat merindukanmu, Jongin"

Gadis mungil itu menyapa bibir sang kekasih dengan kecupan lembut, tersenyum sejenak sebelum menyambut pergerakan bibir Jongin yang kemudian membawanya pada ciuman hangat nan basah di pagi itu. Jongin terus bergerak untuk mengeksplor bibir hati kesukaanya, menghisap bagian atas dan bawahnya secara bergantian.

Aroma manis dengan rasa strawberry yang berasal dari pemoles bibir Kyungsoo membuat Jongin semakin betah berlama-lama melumat bibir hearthshape itu. Gigitan kecil mengawali pertautan lidah yang terjadi selanjutnya, sebuah erangan tertahan mengalun dari bibir si gadis membuat pria tan itu semakin bersemangat untuk meneruskan kegiatanya. Tapi tak lama kemudian sebuah pergerakan dari tangan mungil yang memukul pelan dadanya membuat Jongin melepaskan tautan bibir mereka. Pria tan itu tersenyum simpul setelah mendaratkan sebuah kecupan lembut di puncak kepala sang gadis.

"Cepat ganti baju, lalu kita sarapan bersama. Aku membuat sandwich special untukmu"Kyungsoo berucap seraya melepaskan pelukan sang kekasih.

"Arraseo, aku akan menyelesaikanya dengan cepat"

"Aku tunggu di ruang makan"Ucap Kyungsoo sebelum berlalu ke ruang makan untuk menyiapkan sarapan.

Pagi ini Kyungsoo bangun lebih awal dari biasanya, ia ingin membuat sarapan special untuk sang kekasih. Semalam Jongin mengirim pesan jika ia telah kembali dari Jepang. Satu minggu lebih pria tan itu berada di Jepang untuk menyelesaikan urusan pekerjaanya. Bahkan akhir pekan kemarin mereka terpaksa memendam rindu karena tak bisa bertemu seperti biasanya.

Gadis mungil itu kini tengah ada di dapur, membuat dua gelas susu untuk dirinya dan sang kekasih setelah menyiapkan sandwich yang di bawanya di meja makan beberapa saat sebelumnya.

"Sayang…"Jongin memanggil, pria tan itu sudah berada di ruang makan setelah menghabiskan lima belas menit untuk berganti pakaian.

Setelah meletakkan dua gelas susu di meja makan, Kyungsoo menghampiri sang kekasih yang tengah berdiri menunggunya. Jemari mungil itu meraih dasi yang masih tersampir di kerah baju Jongin. Pria tan itu mengisyaratkan sang kekasih untuk memasang dasinya, hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan Jongin jika Kyungsoo datang pagi-pagi seperti ini atau saat ia menginap di apartemen Kyungsoo ataupun sebaliknya.

"Apa akhir pekanmu menyenangkan, sayang?"Jongin bertanya.

"He'em, aku bermain dengan si kembar. Mereka sudah besar sekarang"Kyungsoo membalas.

Gadis bermata bulat itu menyungging senyum tipis mengingat kebersamaanya dengan putri kembar kakaknya yang ia temui di acara kumpul keluarga akhir pekan kemarin. Kyungsoo adalah anak bungsu dari dua bersaudara, ia memiliki seorang Oppa yang saat sudah menikah dan tinggal bersama kedua orang tuanya.

"Mereka terlihat sangat lucu saat di foto, aku jadi ingin melihat mereka langsung"Jongin berucap, ia teringat sebuah foto yang di kirim Kyungsoo.

Gadis mungil itu berfoto bersama keponakan kembarnya dan mengirimnya pada sang kekasih melalui pesan chat.

"Aku juga belum sempat menyapa kedua orang tuamu, sayang"Jongin kembali berkata, kini wajahnya terlihat sedikit sendu. Ia merasa bersalah karena belum bisa menyapa kedua orang tua Kyungsoo.

"Tak apa Jongin, kita bisa ke sana nanti saat pekerjaanmu sedang senggang"Kyungsoo mengulas senyum, menenangkan sang kekasih "sudah siang, ayo kita sarapan"lanjutnya.

Keduanya kembali berbicang seraya menghabiskan sarapan. Kyungsoo dengan semangat menceritakan kegiatan akhir pekannya membuat Jongin terus mengulas senyum, ia merasa sangat nyaman melihat senyum dan keceriaan Kyungsoo saat ini. Stress yang sempat mendera karena padatnya pekerjaan seolah menguap karena kehadiran sang gadis pujaan.

.

Kyungsoo tengah memoles lipstick di bibir heartshapenya, saat ini ia sedang dalam perjalanan menuju kantor seorang klien dengan di antar oleh Jongin. Sesekali ia melirik tajam pada sang kekasih yang malah membalasnya dengan senyum tampan. Sebenarnya Kyungsoo sudah merapikan riasan bibirnya sebelum keluar dari apartemen sang kekasih, tapi saat di lift Jongin kembali menciumnya dengan sedikit brutal hingga membuat lipstick di bibirnya berantakan. Hal itu membuat Kyungsoo sangat kesal dan terus mengomel pada Jongin sepanjang perjalanan.

"Terima kasih telah mengantarku Jongin, Aku turun dulu"Kyungsoo berucap ketika ia telah sampai di tempat tujuan.

" Tunggu! kau tidak menciumku dulu sayang?"Jongin memegang pergelangan tangan Kyungsoo yang hendak turun dari mobilnya.

"Tidak, aku tak punya waktu untuk merias bibirku lagi"balas Kyungsoo, ia berusaha melepas tangan Jongin tapi pria tan itu malah menguatkan genggamanya.

"Satu kecupan saja sayang?"rengeknya.

Akhirnya Kyungsoo terpaksa menuruti keinginan sang kekaih dengan memberikan satu kecupan di bibirnya. Ia tak ingin berdebat lebih lama karena hari sudah semakin siang.

Setelah mendapatkan keinginanya Jongin dengan senang hati melepaskan tangan sang kekasih yang langsung keluar dari mobilnya dan berjalan cepat untuk menuju kantor sang klien. Pria tan itu mengulas senyum sebelum melajukan mobilnya untuk melanjutkan perjalanan menuju kantornya.

.

.

Kyungsoo di arahkan menuju ke sebuah ruang tunggu oleh sekertaris dari kliennya yang bernama Dong Sicheng. Eksekutif muda asal China yang akan bekerja sama dengan perusahaanya untuk membuat sebuah iklan kawasan property yang tengah ia bangun.

Sebenarnya Kyungsoo mengajak serta dua anggota timnya tapi mereka terjebak macet di jalan dan bisa di pastikan mereka terlambat jika memaksa untuk datang. Akhirnya Kyungsoo memutuskan untu menemui klienya sendirian saja.

Sudah hampir lima belas menit Kyungsoo menunggu tapi kliennya belum juga datang, gadis mungil itu sudah mulai bosan. Ia mendesahkan nafasnya beberapa kali dan berusaha untuk bersabar hingga akhirnya seorang pria bertubuh tinggi menghampirinya seraya menyungging senyum lebar.

"Kris?"Kyungsoo berucap lirih, kaget mendapati Kris menghampirinya.

"Hai Kyungsoo, senang bertemu lagi denganmu"balas Kris seraya mengulurkan kedua tanganya, mengajak Kyungsoo untuk bersalaman.

"Kenapa kau ada di sini?"Kyungsoo mengutarakan rasa penasaranya.

"Memangnya kenapa? Apa salah kalau aku berada di kantorku sendiri?"

"Ini kantormu?"Kyungsoo sedikit kaget tapi Kris menanggapinya dengan anggukan penuh keyakinan "kalau begitu, bisakah kau menolongku untuk memanggilkan orang yang bernama Dong Sicheng? Aku ada janji denganya untuk membicarakan iklan"Kyungsoo melanjutkan perkataanya.

"Dia sedang ada urusan di China, jadi yang akan menemanimu rapat kali ini adalah aku. Lagipula Sicheng hanya menjalankan perintahku saja, dia sepupu jauh yang kuangkat menjadi direktur pelaksana di sini"Kris menjelaskan.

Gadis bermata bulat itu terdiam, ia berusaha memahami situasinya saat ini. Kyungsoo mulai berpikir jika sepertinya Kris sengaja menggunakan nama Dong Shicheng untuk mengelabui perusahaanya. Selama ini Kyungsoo dan dua sahabatnya telah sepakat untuk tak berurusan lagi dengan Kris. Setiap ada permintaan iklan yang berasal dari perusahaan Kris, sebagai pimpinan Luhan akan langsung menolaknya.

Kyungsoo menarik nafas dalam untuk menenangkan diri, ia tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Ia akan berusaha untuk menghadapi Kris dengan tenang agar ia tahu apa tujuan Kris sebanarnya, Kyungsoo tak yakin jika Kris hanya ingin membuat iklan saja.

"Baiklah kalau begitu, kita mulai saja rapatnya"Kyungsoo berucap dengan nada tenang "jadi iklan seperti apa yang ingin anda buat, Tuan Wu?"lanjutnya.

Seperti rapat pada umumnya, Kris mulai menjelaskan tentang konsep iklan yang ia inginkan dan Kyungsoo mencatat dengan teliti apa saja yang di inginkan kliennya itu. Gadis mungil itu berusaha untuk professional.

Setelah satu setengah jam berlalu, akhirnya rapat selesai. Kyungsoo menghela nafas lega, ia hendak beranjak untuk pergi tapi Kris menahan pergelangan tanganya.

"Lepas Kris, aku harus segera kembali ke kantor"ucap Kyungsoo dengan nada kesal.

"Duduklah sebentar lagi Kyungsoo, ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu"balas Kris dengan nada memohon membuat Kyungsoo tak kuasa untuk menolaknya.

"Apa lagi yang ingin kau katakan Kris? Cepatlah, aku tidak punya banyak waktu"

"Kembalilah padaku Kyungsoo, aku masih mencintaimu"Kris menghela nafasnya sejenak "aku bertunangan dengan Zitao atas permintaan kedua orang tuaku"lanjutnya.

"Kalau aku kembali padamu, apa kau akan memutuskan pertunanganmu dengan Zitao"

Kyungsoo bertanya dengan ekspresi seserius mungkin agar terlihat meyakinkan, sengaja memancing Kris agar pria tinggi itu mengatakan apa yang ia inginkan sebenarnya.

"Tidak, aku akan tetap menikah dengan Zitao karena dia adalah kunci agar aku bisa menjadi pewaris tunggal dari usaha gabungan keluarga kami. Kau hanya perlu bersabar sebentar saja Kyungsoo, aku akan menceraikan Zitao setelah aku mendapatkan semuanya dan setelah itu kita akan menikah. Aku bisa pastikan jika Zitao tak akan mengganggumu karena aku akan membawamu tinggal di Kanada setelah menikah nanti"Kris mengungkapkan rencananya.

"Rencana yang sangat sempurna Kris. Tapi maaf, Aku sama sekali tidak tertarik dengan rencanamu itu. Lagipula sekarang aku sudah punya kekasih dan sebentar lagi aku juga akan menikah "Kyungsoo membalas, terukir seringaian kecil di bibirnya.

"Kekasih? Maksudmu, si brengsek yang meninggalkanmu tanpa pesan?"

"Baguslah kalau kau tahu..namanya Kim Jongin dan aku tidak suka kau menyebut kekasihku dengan sebutan kasar seperti itu!"Kyungsoo sangat kesal mendengar perkataan kasar Kris.

"Wahh, aku tidak menyangka ternyata Do Kyungsoo yang keras kepala bisa luluh semudah itu pada pria yang telah meninggalkanya bertahun-tahun tanpa kabar"Kris tertawa meledek "hati-hati Kyungsoo, siapa tahu dia sudah punya tunangan atau bahkan istri yang ia sembunyikan darimu"lanjutnya.

"Tidak semua pria sama seperti dirimu Kris, jadi jangan repot-repot mengarang cerita murahan seperti itu. Aku sangat mengenal siapa kekasihku"

Kyungsoo bangkit dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan Kris yang masih terdiam setelah mendengar ucapan Kyungsoo yang cukup menusuk hatinya. Pria tinggi itu memang membiarkan Kyungsoo pergi tapi dalam hati ia bertekad untuk terus mendekati Kyungsoo dan berusaha meluluhkan hatinya seperti apa yang di lakukan Jongin.

Sesampainya di kantor Kyungsoo langsung menuju ke ruanganya. Gadis bermata bulat itu tampak mendesah pelan setelah membaca kembali hasil rapatnya bersama Kris. Saat ini Kyungsoo harus mengambil keputusan sendiri karena untuk sementara ia yang bertanggung jawab penuh untuk semua project pembuatan iklan yang masuk ke perusahaanya.

Luhan sedang berada di China untuk membantu perusahaan ayahnya yang sedang mengalami sedikit masalah, sedangkan Baekhyun sudah resmi mengambil cuti sejak seminggu yang lalu karena usia kandunganya sudah memasuki bulan ke delapan.

Setelah berpikir cukup lama akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk tetap mengerjakan project iklan yang di minta oleh Kris. Kyungsoo langsung mengumpulkan anggota timnya untuk membahas konsep iklan property itu, ia ingin mengerjakan project iklan itu secepat mungkin agar urusanya dengan Kris juga cepat selesai.

.

.

.

.

Kyungsoo memijit pelipis kepalanya yang terasa pening, dua anggota timnya baru saja tiba di kantor setelah menunjukkan konsep iklan yang mereka buat pada Kris. Sama seperti sebelumnya, kali ini Kris kembali menolak konsep yang ia ajukan. Dua minggu telah berlalu dan sudah sejak seminggu yang lalu Kyungsoo telah beberapa kali mengajukan konsep iklan pada Kris tapi pria tinggi itu selalu menolaknya dengan berbagai alasan.

Sebenarnya Kyungsoo tahu alasanya tapi selama ini ia berusaha untuk melawan keinginan pria tinggi itu. Kris ingin Kyungsoo sendiri yang menyampaikan konsep itu padanya tapi Kyungsoo tak pernah mau melakukanya. Kyungsoo selalu mengirim dua atau tiga anggota timnya untuk menemui Kris dan itu membuat Kris marah hingga sengaja menolak konsep yang Kyungsoo tawarkan melalui anggota timnya.

Tapi kali ini Kyungsoo tak bisa menahanya lagi, tingkah kekanakan Kris telah membuat beberapa project lain terbengkalai. Akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk menemui Kris dengan mengajaknya makan siang bersama.

.

Kyungsoo dan Kris sudah berada di restoran Jepang, keduanya tengah menikmati menu makan siang yang baru saja di antar oleh seorang pelayan. Tak ada yang bicara setelah keduanya bertegur sapa di awal pertemuan.

"Wahh, kenyang sekali rasanya"Kris berucap, membuka pembicaraan setelah keduanya menghabiskan makanan "sekalipun menu makanan ini sama seperti yang aku nikmati kemarin, tapi rasanya berbeda saat aku menikmatinya bersamamu"lanjutnya.

Kyungsoo hanya menghelas nafas, enggan membalas kata-kata rayuan Kris.

"Apa kau membawa konsep iklanya? Kemarikan, aku akan menandatanganinya"Kris kembali berucap, berusaha langsung ke topik pembicaraan agar Kyungsoo mau merespon perkataanya.

"Aku tidak membawanya"Kyungsoo membalas singkat.

"Kenapa? Bukankah kau sengaja mengajakku bertemu untuk membahas hal itu? atau kau ingin aku datang ke kantormu? baiklah, dengan senang hati aku akan ke kantormu dan langsung menandatangani konsep iklan yang kau ajukan tadi"Kris mengulas senyum penuh percaya diri.

"Tidak seperti itu Kris, jangan terlalu percaya diri"Kyungsoo menjeda ucapanya "aku mengajakmu bertemu untuk mengatakan kalalu aku tak akan melanjutkan project iklan darimu dan pernyataan resmi dari perusahaan akan di kirim via email ke kantormu nanti sore, jadi silahkan cari perusahaan periklanan lain yang bisa menghasilkan konsep seperti apa yang kau inginkan"lanjut Kyungsoo dengan nada tegas.

"Apa? Kau tidak bisa seperti itu Kyungsoo? Kau tahu pasti apa alasanku menolak konsep yang kau ajukan bukan?"

"Iya kau benar, tapi aku merasa tersinggung Kris. Kau tidak menghargai kerja keras timku untuk membuat konsep iklan itu dengan menolaknya berkali-kali dengan alasan yang egois dan kekanakan seperti itu"

"Oke, aku minta maaf untuk itu. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu tersinggung Kyungsoo"Kris sedikit mengiba saat menyadari kesalahanya.

"Maaf Kris, tapi keputusanku sudah bulat. Selai itu aku juga berpikir jika lebih baik kita akhiri project ini sebelum menimbulkan kesalah pahaman bagi pasangan kita masing-masing"

"Bagus kalau kekasihmu salah paham, karena itu memang tujuanku agar aku bisa dengan mudah untuk merebutmu darinya"Kris menyeriangi.

"Jangan bermimpi Kris, aku tak akan pernah mau kembali padamu"Kyungsoo memberi tekanan pada setiap kata yang ia ucapkan.

"Harusnya kau bersikap adil, Kyungsoo. Aku dan pria Kim itu sama-sama pernah menjadi mantan kekasihmu, kalau kau bisa memberi kesempatan padanya harusnya kau juga melakukan hal yang sama padaku dengan memberiku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang pernah ku lakukan padamu dulu"

"Aku tidak bisa melakukan itu, Kris. Aku kembali bersama Jongin, karena aku masih mencintainya" Kyungsoo menjeda ucapannya sejenak untuk mengambil nafas "sekarang aku juga menyadari jika perasaan yang aku rasakan padamu dulu bukanlah perasaan cinta. Aku memang menyukaimu tapi aku tak merasa kehilanganmu saat hubungan kita berakhir, hal itu sangat jauh berbeda dengan apa yang aku rasakan pada Jongin"lanjutnya.

"Kau tak perlu mengarang cerita seperti itu hanya untuk membuatku menyerah, Kyungsoo"

"Aku mengatakan yang sebenarnya Kris, terserah kau mau percaya atau tidak!"

Kyungsoo mengakhiri pembicaraan dan beranjak untuk pergi. Kris sempat menahan dengan memegang lenganya tapi Kyungsoo menghempaskanya dengan keras dan langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan Kris yang memintanya untuk kembali.

Gadis mungil itu berjalan tergesa keluar dari restoran, wajahnya tampak tegang dan kesal. Ia langsung menghentikan taksi begitu sampai di luar restoran dan meminta supir taksi untuk segera mengemudikan mobilnya meninggalkan restoran itu.

Pria tinggi itu tampak menggeram keras karena kesal, ia terlambat mengejar Kyungsoo karena harus membayar tagihan terlebih dahulu. Kris meninggalkan restoran dengan wajah penuh amarah dan kekesalan.

Tak beda jauh dengan Kris, seorang pria tan kini juga tengah menggeram karena kesal. Jongin sempat berpapasan dengan Kyungsoo ketika masuk ke dalam restoran tadi, ia sempat menyapa tapi sang kekasih tak melihat bahkan tak menghiraukanya. Tapi bukan itu yang membuat Jongin kesal, melainkan kehadiran pria tinggi bernama Kris yang ia lihat keluar tak lama berselang setelah Kyungsoo keluar dari restoran itu

Bermacam prasangka buruk mulai memenuhi benak Jongin, hal itu membuatnya tak dapat fokus untuk melanjutkan pekerjaanya siang itu. Setelah cukup lama bergelut dengan pikiranya, akhirnya Jongin memutuskan untuk mengirim pesan pada sang kekasih dan mengajaknya untuk pulang bersama sore nanti. Senyum tipis terlihat di bibir Jongin saat mendapati balasan pesan dari sang kekasih yang menerima ajakannya dengan senang hati.

Sementara saat ini Kyungsoo tengah berbincang dengan Luhan, sahabatnya itu telah kembali dari China beberapa jam lalu. Kyungsoo langsung menceritakan semuanya pada sang sahabat dan Luhan sangat kesal mendengarnya. Luhan mendukung keputusan Kyungsoo untuk membatalkan project pembuatan iklan untuk Kris bahkan ia juga berjanji akan langsung turun tangan untuk menyingkirkan Kris jika nanti pria tinggi itu masih terus mengganggu sahabat mungilnya.

.

.

Malam telah tiba, Kyungsoo tengah sibuk di dapur yang ada di apartemen Jongin untuk memasak makan malam sedangkan sang tuan rumah tampak menunggu dengan menonton tayangan music di televisi. Sesuai rencana, sore tadi keduanya pulang bersama dengan Jongin yang menjemput Kyungsoo di kantornya. Jongin sempat mengajak sang kekasih untuk makan malam di restoran favorit mereka tapi Kyungsoo menolaknya dan memilih untuk makan malam di rumah dengan menu yang di masaknya sendiri.

"Jongin, makananya sudah siap. Ayo kita makan"

Jongin langsung bergegas menuju ruang makan begitu mendengar panggilan sang kekasih.

"Wahh, sup ayam yang sangat enak"Jongin berucap seraya mengacungkan jempolnya, memuji masakan sang kekasih setelah mencicipinya.

"Aku sengaja memasak makanan kesukaanmu jadi makanlah yang banyak, Jongin"

"Arraseo, aku pasti akan menghabiskan semuanya"

Kyungsoo tersenyum senang melihat sang kekasih begitu lahap memakan makanan yang di masaknya.

Setelah makan, keduanya bergegas untuk mandi. Mereka bergantian menggunakan kamar mandi yang ada di kamar Jongin, Kyungsoo terlebih dahulu dan Jongin setelahnya. Gadis bermata bulat itu memutuskan untuk menginap di apartemen sang kekasih, kini ia tengah berbaring di tempat tidur seraya memainkan ponselnya, menunggu sang kekasih selesai membersihkan badannya.

Jongin telah keluar dari kamar mandi, pria tan itu hanya memakai celana pendek dan kaos longgar saja sebagai baju tidurnya. Jongin tidak terlalu suka mengenakan piyama saat tidur. Ia langsung menghampiri Kyungsoo dan kini keduanya bersiap untuk tidur dengan posisi berpelukan. Kyungsoo tampak menyamankan diri dalam dekapan Jongin, sesekali ia menggesekkan hidungnya di dada bidang sang kekasih.

"Jongin, kau sudah tidur?"Kyungsoo berucap, memecah keheningan setelah ucapan selamat tidur beberapa saat yang lalu.

"Belum, ada apa sayang?"Jongin membalas, ia meregangkan pelukannya.

"Ada yang ingin aku katakan padamu"cicit Kyungsoo lirih.

Setelah menundanya sekian lama akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk mengatakan tentang pertemuanya dengan Kris pada Jongin. Sebenarnya Kyungsoo ingin mengatakanya langsung setelah pertemuan pertamanya dengan Kris beberapa waktu yang lalu, tapi ia mengurungkan niatnya karena saat itu Jongin sangat sibuk dengan pekerjaanya. Kyungsoo sering menjumpai Jongin tertidur di meja kerjanya saat ia mengunjungi sang kekasih di pagi hari untuk membawakan sarapan.

"Ada masalah apa sayang?"Jongin mengusap lembut kepala Kyungsoo.

"Tentang Kris"Kyungsoo berucap lirih.

"Kris? Ada apa denganya?"Jongin bertanya dengan nada tenang.

Jongin memang sangat penasaran akan kejadian tadi siang, tapi ia berusaha untuk menguasai diri dan bersabar. Jongin percaya sepenuhnya pada Kyungsoo dan ia yakin cepat atau lambat sang kekasih pasti akan menjelaskan tentang Kris padanya.

Setelah menghela nafas panjang, Kyungsoo mulai menceritakan semuanya. Dari pertemuan pertamanya dengan Kris hingga kejadian tadi siang yang sempat sempat di lihat sendiri oleh Jongin.

"Kenapa kau baru mengatakanya sekarang, sayang?"Jongin bertanya dengan nada lembut walaupun sebenarnya ia sangat kesal saat itu.

"Maaf Jongin, aku tak bermaksud menyakitimu dengan menyembunyikan hal ini. Aku hanya berpikir untuk tak menambah beban pikiranmu dengan masalah Kris di saat kau tengah di sibukkan dengan urusan pekerjaan seperti sekarang ini"

"Harusnya aku yang meminta maaf padamu, sayang"Jongin menjeda ucapanya untuk meraih jemari mungil Kyungsoo kemudian menciumnya lembut "aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku hingga aku lengah dan membiarkanmu dalam kesulitan karena kehadiran Kris "Jongin melanjutkan perkataanya.

"Gwaenchanha, Jongin"Kyungsoo mengusap pipi Jongin.

"Tapi aku merasa buruk karena tak bisa melindungimu darinya"

"Jangan berkata seperti itu Jongin, kau sudah melakukan yang terbaik selama ini"

"Aku mencintaimu Kyungsoo, sangat mencintaimu. Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika aku sampai kehilanganmu lagi"

"Kau tak perlu mencemaskan hal itu Jongin, aku tak akan pernah meninggalkanmu untuk orang lain karena selama 7 tahun ini tak ada orang lain yang bisa menggetarkan hatiku selain dirimu. Kris tak pernah punya arti apa-apa untukku karena saat aku bersamanya dulu, sisi hatiku tetap bertahan untukmu tak tergoyahkan sama sekali walaupun aku terus mengingkarinya saat itu"

"Aku merasa lega sekarang, terima kasih karena telah mengatakan apa yang kau rasakan selama ini sayang"

"Sama-sama Jongin, aku juga lega karena telah menyadari dan mengungkapkan semua ini padamu"Kyungsoo mengulas senyum manis "jika nanti Kris datang padamu dan mencoba untuk mengusikmu hadapi saja dengan tenang, jangan terpancing emosi. Kau mengerti kan, Jongin?"

Kyungsoo tahu jika Kris tak akan tinggal diam setelah penolakanya tadi siang, pria tinggi itu akan menggunakan segala cara untuk kembali mengusiknya. Setelah pendekatan langsung yang ia lakukan gagal, Kris pasti akan kembali mengusik hubungan Kyungsoo dan Jongin dengan berusaha memancing emosi Jongin.

Kyungsoo akan melakukan apapun agar sang kekasih tak masuk perangkap Kris. Gadis bermata bulat itu sangat mengenal bagaimana sifat kekasihnya, sisi posesif Jongin akan membuatnya cepat di landa emosi jika ada seseorang yang mencoba mengusik dirinya. Untuk itu sementara ini, Kyungsoo akan terus berada di sisi Jongin agar pria tan tetap tenang dan bisa menguasai dirinya.

"Baiklah sayang, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan. Sekarang sudah malam, ayo kita tidur"Jongin menutup pembicaraan.

"Jaljayeo, Jongin"Kyungsoo kembali mengucap selamat tidur setelah mendaratkan kecupan singkat di bibir sang kekasih.

"Hm, semoga mimpi indah sayang"Jongin membalas seraya meraih tubuh mungil sang kekasih kembali kedalam dekapanya, memeluknya erat agar tubuh mungil itu terlindung dari hawa dingin malam itu.

Sejak malam itu Kyungsoo memutuskan untuk tinggal bersama sang kekasih untuk sementara waktu. Sebenarnya itu adalah ide dari Jongin, pria tan itu tak ingin membiarkan sang kekasih dalam bahaya jika ia tinggal sendiri di apartemennya. Kris sangat hafal di mana Kyungsoo tinggal dan ia bisa datang kapan saja untuk menyambangi tempat tinggal Kyungsoo.

.

.

.

Empat hari sudah berlalu dan setiap harinya Kyungsoo menjalani peran layaknya seorang istri bagi Jongin. Ia selalu menyiapkan keperluan sang kekasih sebelum beranjak ke dapur untuk membuat sarapan. Di malam hari Kyungsoo juga selalu menunggu Jongin untuk makan malam bersama. Jika sedang tak acara dengan klien Jongin pasti akan makan malam di rumah bersama Kyungsoo tapi jika ia tak bisa pulang cepat, Jongin pasti akan mengirim pesan pada sang kekasih untuk makan malam terlebih dahulu tanpa menunggunya. Untuk urusan tidur, keduanya selalu tidur bersama dan selama empat hari ini keduanya masih bisa menahan diri. Mereka hanya beberapa kali melakukan foreplay seperti sebelumnya sangat tengah mandi bersama.

Kyungsoo tengah gelisah, sudah hampir tiga puluh menit ia berjalan mondar-mandir di ruang tengah apartemen Jongin. Gadis bermata bulat itu tengah menunggu sang kekasih yang belum juga pulang. Dua jam telah berlalu dari jam pulang kontor Jongin biasanya, pria tan itu tak mengatakan jika malam ini ia akan lembur. Kyungsoo juga sudah menghubungi sekertaris Jongin dan sekertarisnya mengatakan jika Jongin sudah keluar untuk pulang sejak dua jam yang lalu.

Detik dan menit berlalu, Kyungsoo masih tetap menunggu dalam kecemasan. Ia sudah berkali-kali menghubungi sang kekasih tapi panggilanya selalu tersambung pada kotak suara. Kyungsoo takut terjadi sesuatu pada Jongin, tak biasanya pria tan itu terlambat pulang tanpa memberi kabar seperti saat ini.

"Jongiiiiiiin"

Kyungsoo menghambur ke pelukan sang kekasih yang baru saja sampai, tepat tengah malam pria tan itu sampai di apartemennya dalam keadaan lusuh dan sedikit berantakan.

"Maaf sayang, aku terlambat"ucap Jongin lirih, seraya membalas pelukan erat sang kekasih.

"Apa yang terjadi Jongin? Kenapa wajahmu penuh luka memar seperti itu? dan pakaianmu juga lusuh sekali"Kyungsoo bertanya setelah melepas pelukan dan ia sangat shock mendapati keadaan sang kekasih.

"Aku berkelahi dengan Kris"jawab Jongin lirih.

"Apa!"Kyungsoo tersentak kaget mendengar jawaban Jongin, apa yang ia cemaskan sejak tadi menjadi kenyataan.

Kyungsoo membimbing sang kekasih untuk duduk di sofa ruang tengah, kemudian ia bergerak cepat untuk mengambil kotak obat dan potongan es yang di balut dalam kain untuk mengompres wajah memar sang kekasih.

"Sekarang ceritakan padaku, kenapa kau sampai berkelahi dengan Kris?"Kyungsoo bertanya setelah selesai mengobati luka memar di wajah Jongin.

"Aku sengaja menemuinya karena menurut orang suruhanku dia terus saja membuntutimu saat kau sedang berada di luar kantor, bahkan ia juga pernah beberapa kali mengunjungi apartemenmu dalam keadaan mabuk. Aku sangat kesal dan akhirnya memutuskan untuk menemuinya"

"Jadi kau menyuruh orang untuk mengawasi Kris selama ini?"

"Iya, aku sudah lengah satu kali dan aku tak ingin mengulanginya lagi"

"Lalu apa yang dia katakan sampai membuat marah dan berkelahi denganya?"

"Selama pembicaraan, dia terus saja memancing emosiku. Seperti perintahmu, aku sudah berusaha untuk menahan diriku sebisa mungkin agar tak terpancing tapi saat dia mengatakan kalau dia telah menidurimu berkali-kali aku tak bisa menahan diriku lagi, Kyungsoo"Jongin menjeda ucapanya, pria tan itu melayangkan tatapan sendu pada sang kekasih "hatiku sangat sakit saat mendengarnya, sekalipun aku tahu jika semua itu tidaklah benar"lanjutnya.

Kyungsoo tak dapat berkata apapun, jika ia berada di posisi Jongin mungkin ia juga akan melakukan hal yang sama. Kyungsoo tak menyangka jika Kris akan mengatakan kebohongan besar seperti itu pada sang kekasih.

"Maafkan aku sayang, aku tak bisa menepati janjiku padamu"Jongin kembali berucap seraya menggenggam jemari mungil sang kekasih.

Kyungsoo tak menjawab, gadis mungil itu terus menunduk untuk menyembunyikan butiran bening yang kini telah membasahi pipi chubbynya. Tanpa menunggu lama, Jongin langsung meraih tubuh mungil Kyungsoo untuk di peluknya.

Gadis bermata bulat itu terus menggumamkan kata maaf di sela isak tangisnya, ia menyesal telah menyakiti hati sang kekasih karena ulah Kris. Sama halnya dengan Jongin, Kyungsoo juga merasa sakit hati mendengar kebohongan yang di sampaikan oleh Kris pada sang kekasih. Tapi bukan hanya itu yang membuat Kyungsoo menangis saat ini, jauh di lubuk hatinya gadis mungil itu takut jika sang kekasih menaruh rasa curiga padanya karena kebohongan yang di sampaikan oleh Kris.

Tbc…

My Note : Agak panjang lagi tapi not only kaisoo, moga chingu semua ga bosen ya bacanya..
Makasih untuk yang udah nyempetin waktunya buat baca dan review di chap sebelumnya, sorry for typo and happy reading….