FLAWLESS

Park Chanyeol x Byun Baekhyun

ft. Oh Sehun x Lu Han / Kim Jongin x Do Kyungsoo

Disclaime - I just borrowed name from EXO member and made a character for this fanfiction.

.

Attention! cerita mainstream.

.

.

.

Summary chapter 1st : The Mansion

summary : Baekhyun yang lemah, hanya memiliki Luhan- seorang saudara tirinya- yang memiliki gangguan penglihatan untuk terus tetap bertahan di sisinya. Dan tiba, ketika orang itu mengulurkan bantuan dan menawarkan pekerjaan untuk mereka. Pekerjaan yang tidak biasa.

Lima belas menit berlalu. Setelah ketegangan antara anak dan orangtua mereda. Meski begitu, tetap ada hawa ketegangan di sekeliling antara keluarga kecil yang bersitegang beberapa waktu lalu. Baekhyun -si bungsu- menggumam sedih, setelah beberapa saat keheningan melanda ruang tengah. Dimana saudara tiri tertua dan kedua orangtuanya berada -duduk saling berhadapan.

"aku menyerah-"

"-untuk tetap tinggal dirumah ini".

"Baek!", suara Luhan terdengar. Sedikit berteriak dan menekankan kata.

"kita tidak bisa terus tinggal dan kemudian dipisahkan jauh". Baekhyun bersikukuh."Luhan hyung akan ikut denganku?". Baekhyun menarik diri, urung untuk menatap raut gusar dan kecewa di wajah ibunya dan raut kekesalan penuh amarah pada wajah sang ayah.

Luhan segera berdiri dan menyadari keadaan. Sudah cukup baginya untuk mendapat perlakuan seperti ini terus menerus. Dan mungkin, inilah batasan si sulung dan si bungsu Byun.

Sudah lebih dari dua jam di dalam perjalanan -tanpa tujuan. Di dalam sebuah bus umum yang hanya tersisa beberapa penumpang lanjut usia dan juga Byun bersaudara.

Baekhyun menekan kepala Luhan kepundaknya, ketika si sulung itu bergidik kedinginan -Baekhyun tak dapat memeluk saudaranya yang tidur dengan jarak tubuh cukup jauh dan dibatasi penghalat ditengah kursi. Telapak tangan Baekhyun saling bergesekan mencari kehangatan. Mata sipitnya menutup perlahan. Dan Baekhyun berharap di bawa sejauh mungkin dari kehidupan kelam berbungkus kekayaan berlimpah ala bangsawan kota.

Sedikit demi sedikit, , kesadarannya ikut melebur bersama semakin jauhnya jarak antara dirinya dan rumah juga kota kelahirannya. Sedikit demi sedikit, waktu mengikis berpuluh-puluh kilometer untuk mendapatkan batasan yang begitu jauh. Tidak peduli seberapa jauhnya jarak membentang. Baekhyun dan Luhan hanya berharap sebuah kebahagiaan dan keajaiban untuk kehidupan mereka kelak.

Pagi hari menjelang. Sebagian kecil cahaya matahari belum nampak kepermukaan. Masih ada langit gelap namun tidak segelap pertengahan malam. Ada sedikit awan berarak perlahan dengan hembusan angin di pagi buta yang menyejukkan. Supir bus berusia di atas kepala lima berwajah arogan namun berkebalikan dengan sifat ramah dan sopannya, membangunkan Luhan serta Baekhyun dari kungkungan mimpi buruk -wajah keduanya berkeringat- yang tidak di inginkan serta tanpa di sadari hadir begitu saja.

"permisi- kurasa aku sudah membawa kalian ratusan kilometer jauh dari kota mungkin? sesuai seperti yang kalian minta". Supir bus tersenyum hangat.

Baekhyun bergumam dalam kesadaran minim. Sedangkan Luhan sudah tersadar sepenuhnya, sedikit memberi senyuman sebelum mengguncang tubuh mungil Baekhyun agar segera tersadar.

"paman- maaf, ini dimana?".

"aku kurang tahu nama kota ini, tapi 35 kilometer dari sini kalian bisa mencapai Busan". Supir itu kembali tersenyum. "ada angkutan transportasi umum yang bisa membawa kalian kesana. Tapi, sebelumnya saya sengaja memberhentikan kalian dekat dengan penginapan sederhana", akhiri sang supir sembari membantu menurunkan dua koper berukuran sedang milik Byun bersaudara.

Baekhyun menarik diri dari Luhan dan dengan senyum menggemaskan kekanakkan meminta Luhan segera mengambil tempat duduk di dekat kaca kecil, yang memperlihatkan sedikit pemandangan jalanan setapak kecil dan pegunungan dari kejauhan. Sangat mengesankan.

"kurasa ini sebuah desa", Baekhyun menarik kursi berhadapan dengan Luhan setelah beberapa menit lalu memesankan sarapan untuk keduanya. Ia segera menarik nampan dan mengulurkan secangkir teh hangat dj hadapan Luhan. Juga, pancake hangat dengan saus cokelat sederhana yang beruntung bisa di dapat dk sebuah rumah makan sederhana yang cukup berkelas di sekitar penginapan pinggiran kota dan berdekatan dengan pasar gabungan dari beberapa desa di sekitarnya.

"apakah kita akan pergi ke Busan?". Luhan memainkan garpu kecil di tangannya. Dan Baekhyun mengangguk tanpa ragu untuk pertanyaan itu.

Baekhyun meletakkan sesuatu seperti sebuah pot bunga kecil berisikan bunga cantik berukuran serupa di atas nakas kamar penginapan. Dan asal kalian tahu, dia mendapatkannya darj pedangan kecil -seorang anak- yang tengah kelaparan mencoba berjualan demi mendapat sedikit pengganjal perut.

Di lain sisi dalam ruangan tersebut. Luhan dengan perlahan keluar dari sebuah pintu kamar mandi kecil. Ia melepas handuk yang menggantung di lehernya dan mencoba mengeringkan rambut basahnya.

"kenapa?".

"uang kita tidak cukup untuk makan, jika kita membayarkannya untuk sebulan sewa di sebuah flat kecil", Baekhyun menundukkan kepala sambil menggumam dan terdengar hela nafas cukup kasar setelahnya.

"kurasa- uang sisanya cukup untuk makan beberapa hari jika kita mencari yang lebih murah dan kemudian mencari pekerjaan untuk menyambung hidup kita untuk hari berikutnya".

Nah, itu dia!

Itulah peran kakak yang Baekhyun butuhkan untuk kehidupan mereka di masa mendatang -pemberi solusi dan yang bersikap tenang. Memberikan solusi yang sebenarnya coba Baekhyun pertimbangkan dalam keraguan dalam hati.

Akhirnya.

Byun bersaudara mendapatkan sebuah flat kecil yang sangat sederhana dengan biaya yang tidak terlalu mencekik pengangguran seperti mereka -yang sudah melepas segalanya demi kehidupan lebih baik meski harus berjuang dari nol. Namun akhirnya mereka menemukannya, flat yang berada di pinggiran kota dekat dengan hutan dan sebuah bangunan megah bergaya eropa yang cukup dapat jelas terlihat. Rasa syukur keduanya panjatkan dengan terus berterima kasih dengan tulus di dalam hati.

Beberapa waktu lalu. Ketika sedang berada di kota. Mereka mendapatkan informasi menarik yang akan membantu keduanya. Ketika berada di pasar tengah kota, beberapa gadis sedang sibuk memberi informasi pada gadis lainnya tentang sebuah pekerjaan yang bisa mereka dapatkan jika mendatangi mansion yang kebetulan dekat dengan flat Byun bersaudara. Mansion tersebut terletak tepat di perbatasan hutan dan menghadap ke arah pantai.

Sempat terdengar keriuhan dari gosip yang keluar dari mulut para gadis. Seorang pria muda atau bahkan lebih, memiliki mansion megah itu secara pribadi.

Tidak jelas klasifikasi atau persyaratan yang harus dipenuhi ketika akan melamar kerja di mansion tersebut. Namun cukup untuk membangkitkan semangat 'ingin segera mendapatkan pekerjaan' mereka.

Dan berakhir disinilah keduanya.

Menunggu di sisi sudut paling pojok halaman mansion mewah demi bersaing dengan puluhan gadis berwajah cantik nan anggun.

Terdengar lagi sebuah kabar bahwa pemilik mansion adalah pria muda yang rupawan dan sangat jarang keluar dari mansion untuk memperlihatkan diri. Sekalinya keluar, hanya ketika ada suatu hal mendesak dan genting.

Beberapa gadis nampak riuh dari kejauhan. Beberapa kali Baekhyun mengerutkan alis tidak mengerti. Beberapa tampak sedang membenahi make up yang sedikit luntur di bagian dahi dekat anak rambut. Beberapa lagi bahkan mempertebal lipstik untuk menarik perhatian dan mungkin menarik minat agar memperistri salah satunya.

Baekhyun dan Luhan menggeleng.

Sepuluh menit berjalan dan terlewati begitu saja. Terdengar suara bising kecil dari kejauhan dengan bisik-bisik antara pertanyaan membingungkan tanpa ada jawaban tentang keberadaan Byun bersaudara di salah satu pojok halaman. Namu keduanya tak memberikan tanggapan berarti.

Semenit berlalu ketika dua orang gadis muncul dari balik pintu megah dengan hentakkan kaki dan sedikit teriakan di setiap langkah mereka. "hey!- aku bisa melakukannya jika kau memberikan kesempatan untuk tes fisik!".

Beberapa gadis kembali berbisik dan mengganti topik untuk kedua gadis barusan. Beberapa gadis bertanya-tanya dalam gumaman yang anehnya dapat terdengar oleh Luhan, meski ia tahu bahwa ia memiliki kelebihan dengan pendengaran yang cukup tajam. Sedangkan dari jaraknya sendiri Baekhyun melihat beberapa gadis di salah satu sudut seberang tengah berkeringat. Entah karena apa?

Ia merasa aneh karena tidak pernah mengetahui bahwa kelebihannya ini tiba-tiba meningkat -pandangan tajam.

"hyung?"

"hm, ya Baek?".

"aku merasakan seperti ada sesuatu yang aneh".

"supranatural atau semacamnya", tebak Luhan tepat dan Baekhyun mengangguk. Luhan pun akhirnya mengerti kenapa kemampuan yang di miliki keduanya seperti jadi bertambah beberapa kali lipat. Lebih dari biasanya.

Hampir bosan menunggu. Hanya beberapa gadis lagi yang tersisa dan kemudian tibalah giliran Byun bersaudara.

Tapi keheranan mendesak mereka untuk merasakan keresahan sedari tadi. Sudah puluhan kali ia mendapatkan pemandangan yang sama. Dimana para gadis yang memasuki mansion untuk wawancara pekerjaan, tiba-tiba keluar dengan wajah tak menyenangkan dan membuat mereka makin gelisah.

Beberapa menyinggung soal tes fisik yang tidak boleh mereka coba. Sebagian juga mengejek tentang harus seberapa pantaskah mereka untuk sebuah pekerjaan yang ada di dalam sana.

Awan sore berarak terkena hembusan angin. Senja semakin mendekat dan gelap akan tiba dalam beberapa jam lagi. Jalan kecil di perbatasan hutan penghubung antara mansion menuju flat juga akan semakin gelap. Karena memang tidak ada lampu penerangan memadai kecuali di jalan besar yang menuju kota yang artinya keduanya harus memutar kalau melewati jalan itu.

Tersisa empat orang gadis lagi, yang masih bersedia menunggu. Sementara di dalam masih ada dua orang gadis yang masih melakukan sesi wawancara. Namun seorang pria muda berkulit tan berwajah tampan penuh kharisma, melangkah keluar setelah dua orang gadis yang sempat berada di dalam muncul dengan wajah masam. Kedua gadis itu keluar area mansion dalam diam. Si pria muda berkulit tan meminta para gadis yang tersisa untuk segera kembali ke rumah dan tidak datang kembali lagi pada esok hari. Sontak saja hal itu membuat Byun bersaudara merasa harapannya pupus.

Tidak diduga sebelumnya jika para gadis-gadis akan bertindak dan melawan perintah. Melemparkan tatapan kemaran pada pria muda di sana. Mereka juga memberi penegasan untuk memberikan kesempatan.

"kurasa orangtua kalian sudah memberikan peringatan dan penjelasan agar segera pulang jika waktu sudah menunjukkan pukul lima sore -untuk tidak berada lagi di daerah ini", pria muda itu berucap tanpa ekspresi.

"hey! tuan! kami juga harus masuk dan menyelesaikan ini", tegas salah satu gadis dengan rambut di kuncir ekor kuda.

"bodoh! -kurasa kalian mengetahui jika larangan itu masih berlaku!".

"siapa peduli! -kau tahu tuan -mungkin saja keberuntungan berada di tangan salah satu di antara kami hari ini", tantang seorang gadis dengan rambut burgundy panjang bergelombang. Tampak serasi dengan warna cat kukunya.

"bagaimana? jika hari ini menjadi hari terakhir untuk kalian berempat?".

"mari kita buktikan!".

Keempat gadis tersebut menerobos masuk tanpa keraguan. Si pria muda mendengus sebal namun kemudian melemparkan seringaian berbahaya tanpa di sadari. Baekhyun merasakannya.

Lelaki tan itu memutar tubuh dan melangkah cepat menuju Byun bersaudara. Baekhyun segera melingkarkan tangannya memeluk Luhan dengan tatapan terancam. Namun Luhan tetap tenang.

Lelaki tan itu tepat berhenti di depan keduanya. Dan menyapa dengan suara riang dan ringan -jauh berbeda sekali dari yang mereka lihat barusan. "halo! aku Kim Jongin, salah seorang yang tinggal di mansion ini -aku diminta untuk memanggil kalian", Jongin tertawa kecil -melihat keduanya sedikit melotot.

"itulah alasan kenapa semua gadis-gadis itu diminta pulang", Jongin tersenyum dengan eyesmile unik yang dia miliki. Namun ketika matanya terbuka. Baekhyun dan Luhan dapat melihat Lensa mata kehitamannya sudah berubah warna menjadi hijau sebening kristal -terlihat sangat jelas.

to be continue...

Hallo! saya author yang baru bergabung dengan akun FFN. sebelumnya nama pena saya Inhan99.

Untuk pertama kalinya menulis Fanfict bertema yaoi dan maaf jika banyak kesalahan kata dan typo dimana-mana juga EYD yang berantakan maupun tanda baca dll. maklum saya hanya manusia biasa.

review jika berkenan untuk memberikan support agar saya dapat melanjutkan ff saya ini.

thanks