FLAWLESS
.
.
PARK CHANYEOL X BYUN BAEKHYUN
Ft. Oh Sehun x Lu Han / Kim Jongin x Do Kyungsoo
.
.
Disclaime - I just borrowed a name from EXO member and made a character for this fanfiction.
.
.
Chapter 2nd : The Girls and Meet
.
.
Keluarga Kwon adalah salah satu bagian trending topik dalam beberapa bulan terakhir, di berbagai situs online bisnis. Hal tersebut dikarenakan perkembangan pesat perusahaan yang mereka dirikan. Tak dapat terelakkan jika banyak perusahaan yang mengajukan proposal kerja sama secara profesional maupun dalam ikatan kekeluargaan.
Keluarga Byun mendapat kesempatan sekaligus sanjungan atas sikap sopan keluarga Kwon ketika memberikan jamuan mewah di sebuah restoran berbintang untuk membicarakan suatu hal. Hal yang dimaksud adalah mempersunting salah satu dari Byun bersaudara. Hal baik tersebut bersambut dengan senyuman hangat dari tuan dan nyonya Byun tanpa penolakan.
Tapi, kejadian waktu lalu menjadi sebuah mimpi buruk untuk tuan dan nyonya Byun. Bagaimana tidak? kedua buah hati mereka memilih untuk melepas segala apa yang telah mereka miliki. Meninggalkan hasil jerih payah kedua orangtuanya dan memilih jalan hidup keduanya dengan tekat seyakin-yakinnya bahwa mereka akan bahagia secara sederhana.
Keluarga Kwon menyesali sikap tuan dan nyonya Byun yang belum bisa memberi ketegasan secara keseluruhan atas sikap Byun bersaudara.
Tapi sayangnya. Kekhawatiran nyonya Byun tidak terletak pada topik pembicaraan yang sedang berlangsung.
Tuan Byun selalu penasaran dengan pemikiran sang istri. Berkali-kali pernah bertanya dan tak kunjung di jawab. Hampir sama setiap pertanyaan yang selalu terlontar untuk sang istri.
Kadang sang istri hanya menanggapi dengan bergumam berat. Kadang hanya terdengar helaan nafas kasar. Dan terkadang juga sang istri hanya melamun dengan berbagai pemikiran tak terbaca.
"kau tahu aku pernah bermimpi?".
Nyonya Byun mendongak ke atas dan menerawang menatap langit-langit gedung restoran mewah yang menjadi tempat pertemuan antar keluarga. Hening menjadi pacuan untuk nyonya Byun kembali mengulang cerita yang hanya di simpannya sendiri.
"aku bertemu pangeran kegelapan itu di saat kehamilanku- sejak kami pindah kerumah itu. Banyak bayangan aneh bermunculan saat Luhan bermain di dekat sebuah lemari tua usang yang kini sudah dibuang. Dan sayangnya hanya kepadaku dia berbicara dan memperlihatkan diri- sosok itu menginginkan Luhan dan Baekhyun", nyonya Byun meneguk ludah kasar. Jari jemari bertaut resah. Dan pelipis bercucuran keringat.
"mimpi itu selalu hadir dan berakhir ketika Baekhyun berumur 2 tahun".
Ketakutan nyonya Byun menjadi keraguan akan keputusan tuan Byun sebelumnya. Beberapa kali menghela nafas dan keresahan tidak kunjung terhembus seiring helaan nafas. Masih terasa di dalam hati.
"seharusnya kita menjodohkan mereka sedari awal".
.
Baekhyun dan Luhan mendapati suasana hening di depan sebuah ruangan besar dengan pintu bergaya eropa klasik. Baekhyun beberapa kali menggerakkan kepala kekiri dan kekanan. Sedangkan Luhan tetap tenang dan hening pada tempatnya.
Kurang lebihnya mereka sudah berada di sana hampir dua jam. Demi menunggu dua majikan yang tengah sibuk pada urusan mengerikannya.
Baekhyun dan Luhan masih terngiang ucapan Jongin mengenai jati diri kedua calon majikannya dan Jongin sendiri yang ternyata adalah seorang vampire masa kini yang hidup di era modern seperti ini. Sempat ragu dan takut, namun Luhan tetap tenang sedangkan Baekhyun terus memeluk lengannya erat.
Jongin memberikan mereka perasaan rileks dengan mengatakan bahwa keduanya adalah orang terpilih yang akan berada pada jarak dekat dengan vampire tanpa ancaman sedikitpun. Luhan mencoba mempercayainya.
Beberapa waktu lalu, terdengar suara teriakan terakhir dari total empat orang gadis yang bersikap kurangajar telah melanggar peraturan fatal. Peraturan dan perjanjian yang di buat antara manusia dan vampire itu sendiri.
Luhan mencoba memakluminya dan Baekhyun hanya bisa menempelkan tubuhnya menghapus jarak antara keduanya. Jongin sempat memberi senyuman raut wajah dingin namun tulus pada keduanya. Sikap menggemaskan Baekhyun jadi alasan utama kenapa Jongin tersenyum lembut.
"Jongin-ssi?".
Terdengar ragu, namun Luhan segera menepis keraguannya setelah Baekhyun menatapnya menuntut. Pertanyaan seharusnya yang harus ditanyakan Baekhyun tapi karena terlalu meragu jadilah Luhan yang buka suara.
Jongin menarik salah satu alisnya ke atas, tanda bertanya 'apa?'.
"apakah mereka memang harus meregang nyawa sepert-"
"Luhan-ssi. Mereka sudah diperingati dan jika dalam beberapa kali peringatan malah membuat mereka nekat dan melanggar aturannya. Itu memang sudah menjadi keharusan untuk mereka".
Baekhyun menghela nafas kasar. Vampire yang pernah ia kagumi karena kharismanya ternyata adalah pembunuh berdarah dingin. Ia jadi menyesal telah mengagumi vampire.
"ck, kalian arogan dan pembunuh berdarah dingin". Baekhyun mencibir kesal dengan pernyataan Jongin barusan.
"setidaknya majikan kalian adalah yang memiliki kontrol emosi terbaik di keluarga para vampire. Asal kau tahu saja, Baekhyun-ssi- seharusnya kami memangsa darah manusia setiap hari dan mungkin bisa mengancam keselamatan penduduk sekitar kapan saja. Tapi kami tidak melakukannya".
Finally.
Baekhyun tidak bisa beradu argumen dengan Jongin. Ia kalah telak dari si kulit tan.
.
Setengah jam terlewati. Langit senja telah berganti menjadi gelap gulita. Kesunyian menyerang ruangan. Hening terdengar tanpa ada suara sekecil apapun. Hingga Jongin berdiri karena ada suara pelan yang memanggil dari dalam.
Beberapa saat kemudian, setelah Jongin masuk kedalam tak lama kembali keluar membawa dua orang gadis bertubuh pucat pasi di pundaknya. Lehernya terlihat sedikit terkoyak tanpa ada kucuran darah yang menetes. Tubuhnya sudah putih layaknya porselin. Bibirnya membiru dan Baekhyun tebak kulitnya sedingin es.
Baekhyun menoleh kesamping. Menemukan Luhan masih tenang tanpa banyak pergerakan. Yah, Baekhyun tau sekali jika Luhan memang sangatlah tenang dan mungkin juga karena faktor penglihatan. Luhan tidak melihat jelas yang barusan. Tidak sepertinya yang mudah panik dan ketakutan.
Jongin terus berjalan keujung ruangan gelap tanpa cahaya. Hingga beberapa waktu berlalu dia muncul lagi dan kembali masuk ke dalam ruangan.
Ketika Jongin keluar. Baekhyun menemukan dua gadis tadi di pundaknya. Si gadis kuncir ekor kuda terlihat sedikit berantakkan. Beberapa bagian di lehernya terkoyak sama seperti dua gadis tadi. Di tangannya terdapat beberapa goresan. Matanya sedikit terbuka dan tatapan itu kosong. Tubuhnya sangat pucat dan mulai kaku.
Jongin berhenti di hadapannya dan mengatakan jika Baekhyun dan Luhan pernah mengenali wajah kedua gadis itu. Baekhyun mengangguk. Masih ingat dengan kejadian beberapa waktu lalu di halaman.
Di pundak satunya. Ada gadis berambut burgundy bergelombang yang juga sama berantakkannya dan kondisinya juga tak jauh berbeda. Tubuhnya juga hampir kaku. Jongin mengatakan jika keduanya melakukan perlawanan yang lumayan membuat dua orang di dalam sana kewalahan.
"teriakan mereka yang paling terdengar?".
Baekhyun berbisik dan mendapat anggukan Jongin. Jongin kembali melangkah ke ujung ruangan tadi dan menghilang beberapa saat.
Baekhyun menoleh ketika mendengar suara decitan pintu. Dan Baekhyun terkejut bukan main menatap sosok pemuda tinggi yang berwajah luar biasa tampan. Baekhyun ingin rasanya memukulkan kepalanya ke tembok setelah mendapati pemuda tinggi itu tersenyum lucu melihatnya.
.
Gadis berambut burgundy bergelombang menatap sosok di hadapannya dengan tatapan takjub. Sama halnya dengan si gadis kuncir ekor kuda di sebelahnya. Tak jauh berbeda dengan kedua gadis di belakang mereka yang ikut terpaku.
Tapi, beberapa waktu kemudian tatapan ketakutan menghasut mereka untuk mundur selangkah demi selangkah. Alarm bahaya dalam diri masing-masing berbunyi nyaring, menuntun mereka untuk semakin mundur. Rasa ketakutan yang semakin besar memacu mereka untuk bertahan dan mengambil apa saja yang ada untuk di jadikan senjata.
Tapi, waktu tidak memperbolehkan si burgundy dan si kuncir untuk bertahan dalam rasa awas. Ketakutan membuat kaki keduanya bergetar. Mana kala melihat dua rekan sesama gadisnya sudah di tarik tak kasat mata oleh dua pemuda di hadapan mereka. Salah satunya berkulit albino dan sebagian tubuhnya terlilit perban.
"perawan lagi Chanyeol hyung?". Si albino mendengus kasar.
Chanyeol hanya memberikan anggukan sebagai jawaban. Tidak perlu pusing baginya untuk mengalihkan fokus pada si pria albino bernama Sehun.
Dua puppie alaskan malamute berbeda warna berumur dua minggu menjulurkan lidah menghadap pada kedua majikannya. Diam tanpa memberikan sedikit gonggongan kecil terhadap tamu tak di undang. Mungkin?
Seekor siberian husky hanya bersikap acuh. Tidak perduli ketika kedua teriakan cukup nyaring bergema dalam ruangan. Anjing besar itu seolah tak perduli sekitar dan membenamkan kepalanya di antara tumpuan kaki depannya. Sedangkan majikan di atas sofa sana sudah sibuk dengan makan malamnya. Keadaan dalam ruangan begitu hening. Bahkan majikan jangkung yang di gemari para puppie alaskan malamute juga sibuk menikmati makan malam tanpa banyak pergerakan.
Dan beberapa waktu berlalu sudah. Suasana mencekam lebih mendominasi. Tidak ada istilah melarikan diri bagi dua tawanan suka rela di dalam ruangan luas dengan gaya klasik.
Dan sepersekian detik kemudian. Suara perlawanan terdengar dan berakhir menjadi sebuah suara memekakkan telinga.
.
.
Chanyeol memperkenalkan diri dengan serta merta mempersilahkan masuk untuk kedua kakak beradik yang sedang mengagumi design ruangan besarnya- terkecuali Luhan. Tidak lupa untuk memperkenalkan Sehun yang sedang berbaring di sofa besar berwarna marun di satu sisi ruangan dekat rak buku kuno. Ada anjing siberian husky umur setahun di lantai. Tiduran seperti sang majikan dengan kaki depan berganti posisi. Di bawah meja tempat Chanyeol meletakkan siku tangannya. Ada dua puppie mirip siberian husky berbeda warna.
Baekhyun merasa gemas ketika puppie berwarna coklat terang bermanja-manja di kaki Chanyeol. Sesekali ekor melengkungnya berkibas dan ada raungan kecil ketika sang majikan tidak mengelus kepalanya. "itu puppie induk siberian husky disana?", tanya Baekhyun antusias. Berbeda dengan Luhan yang hanya tenang dengan sesekali kakinya bermain dengan kaki depan salah satu puppie berwarna biru navy. Luhan samar-samar melihat puppy itu ketika menunduk.
"tidak", jawab Chanyeol singkat.
Baekhyun masih sibuk mengelus puppie berbulu coklat terang yang melompat ke atas pangkuannya, sambil sesekali menatap ke arah Chanyeol. Mereka duduk di kursi depan Chanyeol setelah membicarakan banyak hal yang kurang di pahami oleh Baekhyun.
"lalu?".
"aku menemukan puppie ini di hutan ketika induknya baru saja di bantai seekor beruang kelaparan. Dua ekor lainnya sudah dimangsa terlebih dahulu sedangkan dua puppie ini tersembunyi di balik semak. umur puppie ini sekitaran 3 minggu hari ini dan mereka adalah jenis alaskan malamute, ketika dewasa akan jauh lebih besar dari eve".
"eve?". Baekhyun menggumam.
"yang barusan kau bilang induk siberian husky. umurnya baru setahun".
Baekhyun menganggukkan kepala tanda mengerti. Kembali mata sipitnya melirik eve dan kemudian kembali pada kedua puppie. Baekhyun berpikir dua puppie itu tidak terlalu tampak berbeda dari eve, tapi dia hanya diam dan sesekali mengelus puppie kesukaannya.
.
Baekhyun memeluk tubuhnya karena merasa kedinginan. Padahal ia sangat yakin ketika keluar dari mansion jam masih menunjukkan waktu pukul delapan malam. Yah, setelah diberitahu tentang apa yang harus mereka lakukan esok hari. Maka Luhan dan Baekhyun memutuskan untuk kembali pulang melewati jalan setapak dipinggiran hutan. Namun, semakin menjauhi mansion maka temperatur udara sekitar juga semakin menurun dan membuat keduanya menggigil.
"pengaruh sihir nya menghilang", Luhan berujar sembari mengikuti Baekhyun dan memeluk tubuhnya. Rasanya udara dingin ini sebentar lagi akan menembus tulang keduanya dan membuat mereka beku setengah perjalanan pulang kerumah.
Ketika melewati deretan pohon akasia yang tinggi dan rimbun. Sosok hitam lewat begitu saja dan mengarah menuju kedalam hutan. Baekhyun segera mundur dan mencengkram erat tangan Luhan, takut jika saudaranya tiba-tiba menghilang.
"Baek, samar-samar ak-".
"-sst, aku tau hyung", Baekhyun segera memberi kode untuk Luhan agar mengambil ancang-ancang untuk berlari.
Sebelum sempat melakukan hal itu. Seekor serigala bermata merah segera keluar dengan lompatan tinggi melewati semak. Baekhyun ketakutan luar biasa saat dirinya merasa dalam hitungan detik lagi akan mati menerima cakaran dari serigala tersebut. Hingga tubuh membeku dan kaki kaku, bahkan suara pun tak mampu lagi untuk keluar dan meminta Luhan lari dari sana.
.
.
.
To Be Continue...
