Cinta, bukankah itu adalah sesuatu yang indah ?

Merasakannya saja mampu membuatmu menjadi manusia paling bahagia di dunia

Tapi, jangan pernah bermain-main dengan Cinta.

Kenapa ?

Karena itu akan membuat mu menjadi manusia paling menderita di dunia

.

Disclaimer : Naruto masashi kishimoto

Love isn't a game Minatokaze

Warning: AU, OOC, TYPO(s)

If you don't like my story please just press the back button (

It isn't a hard thing to do right ?

.

Uzumaki Naruto. Siapa yang tidak mengenalnya? Pemuda dengan ciri khas 3 goresan di kedua pipinya yang semakin menambah ketampanannya. Siapa saja yang melihat matanya pasti akan terjerat dalam mata sebiru lautan itu.

Tidak terkecuali dengan Hyuga Hinata. Gadis pemalu dengan surai lavender dan mata serupa rembulan ini pun tidak dapat menolak pesona dari pemuda Uzumaki tersebut.

Tapi tanpa ia sadari, takdir telah menunggu untuk bermain dengannya

.

"Hinata, apa yang sedang kau lakukan?" tanya seorang gadis berambut gulali sambil menepuk bahu Hinata yang sedang mengintip sesuatu, ah tidak. Lebih tepatnya seseorang dari balik pohon.

" Ah.. S-Sakura-san ? Mou. Kau mengagetkanku." kata Hinata sambil mengembungkan pipi gembilnya yang semakin menambah keimutannya.

" Hihih.. Gomen ne. Kau sedang apa? Mengintip-Nya lagi ? kau tidak bosan apa selalu memandanginya dari jauh ? kenapa kau tidak mencoba untuk mendekatinya, Hm? " tanya gadis bernama sakura tersebut bertubi-tubi sambil menaik turunkan kedua alisnya mencoba untuk menggoda Hinata

" A-Ano.. aku t-tidak sedang mengintip Naruto-Kun kok Sakura-San. J-Jangan berpikir yang tidak-tidak. " balas Hinata sambil menahan semburat merah yang muncul di kedua pipinya.

" Hey, aku kan tidak mengatakan bahwa kau sedang mengintip Naruto. Aku hanya bertanya kau sedang mengintip siapa " kata Sakura sambil mencoba menahan tawanya

" M-mou .S-sudah sore. S-Sebaiknya aku S-Segera pulang, K-Kalau tidak N-Neji-Nisan pasti akan khawatir mencariku. Y-ya, aku harus segera pulang. Jaa ne.. Sakura-san. " balas Hinata mencoba menahan semburat merah yang semakin muncul di kedua pipinya sambil berlari kecil meninggalkan Sakura yang terkikik melihat tingkah sahabatnya tersebut.

" Hah. Dasar Hinata. Memang menyenangkan sekali menggodanya seperti itu. Ckckck "

Tanpa mereka sadari orang yang menjadi objek pembicaraan mereka mendengar pembicaraan mereka sambil menyeringai lebar.

Bukan tidak ia sadari bahwa setiap hari ada seorang gadis yang selalu mengikutinya kapanpun itu. Dia menyadarinya dengan jelas malah. Tapi dia hanya mecoba untuk mengabaikannya. Tapi tidak lagi untuk sekarang.

" Hinata ya ? Ini akan menjadi permainan yang menarik" gumamnya sambil berjalan menuju mobilnya dan memikirkan sesuatu di dalam kepalanya

.

" Oy, Naruto. " teriak seorang pemuda dengan rambut yang dikucir tinggi.

" Hn. Ada apa ? " Balas Naruto berteriak sambil memeluk gadis dengan surai merah dan pirang yang berada di sebelah kanan dan kirinya sambil melihat bosan kearah Shikamaru.

Sekarang mereka sedang berada di Pub Uzumaki yang tidak lain merupakan salah satu dari sekian usaha Uzumaki Corp. Tempat yang ribut itu membuat mereka mau tidak mau harus berteriak supaya dapat mendengar apa yang akan lawan bicaranya katakan.

" Ck. Mendokusai. Berhentilah bermain-main dan carilah seorang gadis yang baik, kau terlihat menyedihkan jika begini terus. " balas Shikamaru sambil menatap bosan kearah Naruto yang sibuk dengan kedua Ga- ah tidak Wanita yang terus bergelayut manja di kedua lengan Naruto.

" Hm.. ada apa denganmu Shika? Apa berpacaran dengan Temari membuat otakmu sedikit bergeser? Bukankah dulu kau juga sama seperti ku ? Ayolah. Membosankan jika kau hanya setia pada satu orang." Ujar Naruto dengan nada mengejek.

" Jangan membawa Temari dalam masalah ini. Aku hanya kasihan kepada mantanmu, terutama Shion. Kau bahkan baru berpacaran dengannya 12 jam yang lalu dan tiba-tiba memutuskannya lewat telepon. Kali ini serius lah sedikit. Kurasa kau sudah keterlaluan. "

" Hyuga Hinata. kali ini 4 bulan, kalau aku tidak bisa maka kau bisa mengambil miniatur dari Eropa-ku yang kau incar bulan lalu. Bagaimana ? " balas Naruto kali ini dengan wajah yang sedikit serius tapi tidak lupa dengan kilatan nakal di matanya.

" Hyuga Hinata ? " tiba-tiba mata shikamaru melebar karena menyadari sesuatu. " Oy Oy. Jangan bermain-main dengannya. Dia adalah gadis yang baik dan jangan lupa kakaknya itu sangat me- "

" Bukankah tadi kau yang bilang sendiri bahwa aku harus mencari gadis yang baik ? " tanya Naruto memotong pembicaraan Shikamaru dengan ekspresi yang polos. Tepatnya pura-pura polos.

" CK. Itu hanya berlaku jika kau memang serius dengan s-. Hey Naruto dengarkan kalau aku sedang berbicara ! NARUTO!" teriak Shikamaru dengan perempatan yang sudah muncul di pelipisnya melihat Naruto yang bukannya mendengarkannya malah sibuk melahap bibir wanita berambut merah yang entah sejak kapan berada di pangkuannya.

" Aku harap gadis itu tidak mudah termakan rayuan Naruto. Hah Mendokusai naa" kata Shikamaru dalam hati sambil meminum minumannya mencoba menyegarkan ternggorokannya yang entah mengapa mendadak terasa kering.

.

Hello minna..

aku hanyalah seorang newbie yang sedang mencoba untuk terjun ke dalam dunia fiction.

dakara.. gomen ya kalau memang ada kesalahan yang bertebaran di atas sana.

Karena saya masih seorang beginner yang polos dan tidak tau apa-apa dan sedang dalam proses belajar. Hehehe...

BTW : DELETE or KEEP ?Review please ;)