Mark Lee x Lee Haechan
MarkChan, Markhyuck
Nct 127, Nct Dream
Warning:
typo, absurd, bahasa tidak baku, aneh
Don't like? Just go back..
.
.
.
.
.
--
Pertemuan ke1
Mark berpikir hari ini adalah salah satu hari terburuk dalam hidupnya.
Telat bangun sekolah, roti dirumah habis padahal dia sangat lapar pagi ini, tumpukan tugas yang banyak dan sialnya lagi motornya masih berada di bengkel untuk di service.
Melihat jam tangannya dan bergegas menuju halte bus dekat rumahnya, dengan tumpukan 4 buku besar, Mark benar-benar merasa kesusahan.
Sesampainya di halte bus dekat sekolahnya, Mark turun. Namun lagi-lagi Mark tertimpa sial. Karena dorongan dari belakangnya dan kurang bisa menyeimbangkan langkahnya, Mark terjatuh dengan tidak elitnya.
Kertas-kertas yang ada di dalam buku berhamburan, berceceran di jalan. Dengan sedikit dongkol memungut kertas tersebut ketika tiba-tiba dia mencium wangi yang manis, wangi vanilla yang menenangkannya. Dan ketika dia mendongakkan kepalanya, terlihat surai kemerah-merahan sedang nembantu membereskan kertas-kertasnya.
"Ini kertasnya"
Bahkan suaranya pun indah. Bukan tipikal suara seperti perempuan yang lembut atau suara laki-laki yang ngebass, tapi seperti suara anak kecil.
Diambilnya kertas tersebut dari pemuda itu, dapat dia liat pipi yang chubby dan kulit yand tan, di dekat matanya sebelah kanan terdapat tahi lalat yang samar terlihat, membuatnya semakin terlihat manis.
Dan dia tersenyum, tersenyum dengan begitu indah dan menghangatkan.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia menaiki bus yang baru datang ke halte tersebut. Dan Mark hanya bisa dia mematung.
"Terima kasih" Kata tersebut terucapkan terlambat, meski wangi vanilla masih dapat dia cium.
Melangkahkan kakinya menuju sekolahnya. Mungkin, mungkin hari ini tidak sepenuhnya hari sial bagi Mark.
Pertemuan ke 2
Kali kedua Mark melihatnya pada saat dia menaiki wahana bianglala di lotte world. Mark merasa seperti obat nyamuk, kakaknya Taeyong sedang bermesraan dengan Jaehyun pacarnya. Menolehkan pandangannya ke arah sebrang kabinnya dan dia melihatnya. Surai merah yang sedang tertawa dengan teman-temannya. Meski jarang kabin Mark dengan pemuda itu lumayan jauh, tetapi entah kenapa Mark dapat melihatnya dengan jelas.
Diarahkannya kamera miliknya dan dizoom sedemikian rupa untuk menangkap wajah dia. Alangkah kagetnya Mark, dia seperti merasa jikalau pemuda tersebut sedang melihat kearahnya dan tersenyum.
Disisa waktunya, dia memandang wajahnya terus. Saat turun dari wahana, dia mencari pemuda tersebut tetapi Mark tidak menemukannya. Sekali lagi Mark kehilangannya.
Pertemuan je 3
"Aku beli 1 porsi ramen."
"1 ramen please."
Kalimat yang diucapkan bersamaan itu membuat Mark menolehkan pandangannya kesamping. Dia berpikir bahwa dunia ini kecil, sudah sekitar berminggu-minggu terakhir kali Mark melihat pemuda ini lagi, dan sebenarnya Mark tidak pernah lupa.
Wajahnya, pipinya, suaranya, bahkan wangi vanillanya masih terekam dengan jelas.
"Tidak sengaja yah kita bertemu lagi, namaku Haechan, kamu?"
Bolehkan Mark berharap jika pemuda yang bernama Haechan ini juga mengingatnya? 2 perteuan yang sebelumnya, yang sangat biasa saja. Dengan jarak sedekat ini Mark bisa melihat gigi kelincinya yang menggemeaskan, dan juga tunggu badan yang lebih pendek beberapa senti darinya.
"Mark, namaku Mark, yaeh tidak kusangka kita akan bertemu lagi."
Mimpi apa Mark semalam?
"Maaf ramennya tinggal untuk 1 porsi."
"Ramennya untukmu saja."
"Ah benarkah tidak apa-apa? Sebaiknya unt….."
Dddddrrrrrtttt
Ucapan Haechan terpotong oleh getaran dari hpnya.
"Ya, apa sekarang?"
Haechan memandang Mark.
"Iya, iya Jaem bawel aku kesitu sekarang."
Menutup telelonnya dan memandang kembali pada Mark.
"Aku pikir ramennya untukmu saja, aku harus.. harus pergi. Sampai jumpa Mark."
Tanpa menunggu jawaban dari Mark, Haechan pergi dari hadapan Mark. Seperti itulah, pertemuan dengannya tidaklah pernah terduga. Tapi yang pasti ada sebuah kemajuan, sekarang Mark tahu siapa namanya. Haechan, nama yang indah seperti orangnya. Akankah Mark berjumpa lagi dengan Haechan? Bukankah tadi Haechan bilang sampai jumpa? Bukankah itu berarti setidaknya Haechan juga menginginkan pertemuan selanjutnya.
"Dik, ini ramennya"
Pertemuan ke 4
Tidak terasa saat ini Mark sudah menjadi seorang mahasiswa di Seoul Art University. Dengan langkah tegap mencari dimana kelasnya berada. Dengan tidak elitnya Mark bertabrakan dengan seseorang yang sedang terburu-buru dari arah berlawanan. Kartas-kertas yang dibawanya bertebaran.
Merasa itu juga karena salahnya, Mark membantu membereskan kertas-kertas tersebut. Tercium wangi vanilla yang sangat dia kenal.
"Haechan"
Merasa namanya dipanggil, Haechan mengangkatkan kepalanya dari tumpukan-tumpukan kertas yang telah di bereskan.
"Mark?"
Yang berdiri didepan Mark saat ini benar-benar Haechan. Sudah beberapa bulan yang lalu dari pertemuan ketiga mereka.
Haechan masih tetaplah sama meski pipinya awak tirus tapi pipi chubbynya masih ada. Saat ini rambutnya bukan warna kemerahan lagi tetapi warna keunguan dan cantik sekali. Fakta bahwa Haechan masih mengingat dirinya, jauh lebih membuat Mark bahagia. Sungguh Mark tidak menyangka akan bertemu lagi dengannya, dan mereka satu kampus saat ini.
"Kau kuliah disini juga, Jurusan apa Mark?"
"Aku jurusan dance, kamu?"
"Aku ambil jurusan vocal. Heheheh."
"Mau makan siang bareng? Aku yang traktir deh."
"Wah beneran? Ayo, ayo mau dong."
Mereka berdua melangkahkan kakinya menuju kantin. Dan Mark berjanji, tidak akan melepaskan Haechan mulai saat ini.
Fin
Terima kasih untuk teman-teman yang review di chap sebelumnya. Aku kembali dengan ff yang aneh, kali ini MarkHyuck, OTPku. hahahaha… Next chap depan ada yang mau requestkah siapa semenya haechan?
