p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"span lang="IN"TWO/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Bourbon..."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Amurou mengalihkan pandangannya kepada sesosok wanita berambut panjang/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanem style="mso-bidi-font-style: normal;"span lang="IN"blonde/span/emspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN" yang berjalan santai ke arahnya. Wajahnya tak tampak, terbayangi oleh bayang-bayang hitam bangunan sekitar, namun Amurou mengenal jelas sosok tersebut. "Vermouth," sahutnya pelan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Apa yang kau lakukan?" Vermouth berhenti/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"berdiri tepat dihadapannya. Sosok Vermouth terlihat jelas di bawah cahaya purnama malam itu./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku yang harusnya bertanya." Amurou tersenyum. "Apa yang kau lakukan di sini?" Pandangannya menyisir sekitar untuk memastikan apakah ada orang lain di sekitar mereka. Mereka berada tepat di lorong jalanan yang memisahkan blok-blok pemukiman. Blok Kota Beika./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Vermouth menghampirinya dan berbisik pelan. "Rum?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Amurou tak langsung menjawab. Ia ingin tahu, kata Bourbon dalam hati. "Aku tak bisa mengatakannya, Vermouth."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Vermouth menegakkan tubuhnya. "Kau tak akan berada di sini tanpa alasan khusus. Memata-matai kediaman Shinichi Kudo, sang detektif." Vermouth menujukan pandangannya pada bangunan rumah yang tampak di seberang mereka. "Rum memintamu menyelidiki kabar itu."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Apa yang, tepatnya, kau lakukan di sini, Vermouth?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku tak tahu apa rencanamu." Vermouth mulai berlalu, tanpa memberikan jawaban. "Pastikan kau tidak melakukan hal bodoh." Ia pergi meninggalkan Amurou tanpa suara./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Akan lebih mudah, bila semua bukan kebetulan." Amurou memandang sekilas kediaman Kudo, dan beranjak pergi./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ia pergi?" tanya Conan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ya." Subaru berjalan meninggalkan jendela. "Tak akan mudah."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Paling tidak, Bourbon mengawasi rumah ini."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ya/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"bila sesuai apa yang kau katakan sebelumnya. Kita masih memiliki kesempatan." Subaru menatap Conan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku tak akan mengatakan rencana tersebut tanpa resiko, mengingat Vermouth akan bertindak bila perlu." Conan tersenyum. "Sejauh mana mereka mencari kebenaran tentang Kudo/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"sejauh itu pula kita mengetahui kebenaran mereka."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku tak meragukan dirimu, detektif."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ai-kun!" suara Profesor terdengar memanggil dari jauh./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai menghentikan pekerjaannya. Ia mengembalikan posisi em style="mso-bidi-font-style: normal;"benda tersebut/em dalam keadaan semula dan segera beranjak ke luar laboratorium, tanpa lupa mengunci pintu. "Ya, Profesor." Ai berjalan menuju ruang utama. "Ada apa?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku membutuhkan bantuanmu." Profesor duduk di sofa dan nampak sedang berkutat dengan sesuatu. "Selesai, cobalah." Profesor menyodorkan sesuatu pada Ai. Ai menerimanya/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanem style="mso-bidi-font-style: normal;"span lang="IN"badge/span/emspan lang="IN" Detective Boys./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Apa yang/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"" Ia mengarahkan pandangan bertanya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku memodifikasinya."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Dan?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Cobalah."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai membolak-balikkannya dengan enteng. Tak terlihat perubahan apapun. Ia mencoba menyalakan em style="mso-bidi-font-style: normal;"badge/em tersebut. Sedetik kemudian Ia mendengar suara yang dikenalnya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Haibara/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"" Suaranya terdengar ramai./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Kudo kun." Ia menatap Profesor heran. "Di mana kau?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Pusat Kota."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"span style="mso-spacerun: yes;" /span"Profesor memperkuat sinyal tangkapan em style="mso-bidi-font-style: normal;"badge/em?" Ai menoleh ke arah Profesor Agasa yang tersenyum./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Tidak hanya itu. Lihatlah baik-baik," kata Shinichi cepat. "Ah, dan cek ponselmu."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai memperhatikan em style="mso-bidi-font-style: normal;"badge/em kembali, hingga akhirnya ia melihat kamera kecil di em style="mso-bidi-font-style: normal;"badge/em tersebut/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—tersembunyi pada gambar em style="mso-bidi-font-style: normal;"sherlock/em/spanspan lang="IN". Beberapa detik kemudian ia merasakan ponselnya bergetar. Pesan masuk/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"foto dan video. "Jadi, benda ini bisa merekam gambar. Kamera tersembunyi?" tanya Ai./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Profesor Agama menyeringai. "Aku mengaturnya agar dapat berfungsi seperti kamera ponsel." Ia nampak bangga. "Masih memerlukan perbaikan."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Dengan begitu/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"di saat tertentu, kita dapat menggunakannya," kata Ai. Ia tersenyum. "Kerja bagus, Profesor."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Simpan lah, Ai-kun."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku masih bisa menggunakan yang lama."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Tidak, tidak. Aku telah menyelesaikan dua," kata Profesor menjelaskan. "Kau dan Shinichi dapat menggunakannya terlebih dahulu."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai terdiam. "Kau menyiapkannya khusus untukku, Profesor." Ai menyimpan benda tersebut di kantungnya. "Terimakasih."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai berlalu, Profesor Agasa hanya menatapnya. Dalam hati ia merasa lega. Lega karena Ai tak perlu tahu, bahwa dengan em style="mso-bidi-font-style: normal;"badge/em itu, keberadaannya dapat diketahui tanpa perlu menggunakan kacamata pelacak milik Conan. Menghadapi kemungkinan terburuk./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Vodka mengendarai mobil Porsche 56A milik Gin dalam diam, sesekali ia melirik Gin. Gin mengarahkan pandangannya ke depan, menerawang jauh. Ia menutup matanya, membukanya kembali dan berbisik. "Vodka/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN""/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ya, aniki." Vodka memandang Gin, ia merasakan Gin sedikit lebih serius daripada biasanya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Kau pernah mengatakan sesuatu tentang Kudo," kata Gin pelan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Vodka berpikir sejenak. "Ah/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"detektif yang mati?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ia telah mati," ulang Gin. "Begitu kah?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Vodka melirik Gin sekilas, menimbang jawabannya. "/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"Rumor terakhir mengatakan ia menyelesaikan satu kasus, aniki." Vodka melanjutkan, "Tapi ada yang aneh." Ditatapnya Gin yang terdiam cukup lama. "Aniki ..."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Apakah kematiannya terkonfirmasi?" tanya Gin kemudian/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ya," Vodka menjawabnya. "Oleh Sherry." Mobil berhenti di persimpangan jalan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Gin tersenyum. Ia beranjak keluar mobil, diikuti oleh Vodka beberapa saat kemudian./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aniki /spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"dan Rum sepertinya mulai bergerak," kata Vodka./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Angin malam bertiup, dinginnya membuat orang akan berpikir berulang kali untuk keluar rumah. Tapi tidak dengan Gin, wajahnya menunjukkan ketenangan, matanya mengedip licik. Ia menatap Vodka dan berkata, "Aku tak peduli." Gin mulai berjalan menuju tempat pertemuan sambil mengetikkan pesan pada ponselnya dan mengirimkannya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Di tempat yang lain, Vermouth membaca pesan pada ponselnya, tanpa senyum./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"em style="mso-bidi-font-style: normal;"span lang="IN"Kau yakin Sherry sudah mati? - GIN/span/em/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ai-chan, kau yakin tidak ikut dengan kami?" tanya Ayumi sedih. "Kita akan melihat banyak hal. Genta dan Mitsuhiko sangat bersemangat."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai memindahkan ponsel ke telinga sebelah kiri dan berkata, "Maafkan aku, Yoshida san. Profesor sangat sibuk liburan ini, aku rasa ia akan membutuhkanku." Ai melirik Profesor Agasa yang berkutat dengan penemuan barunya/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"yang entah apa./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ah, sayang sekali," kata Ayumi. "/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—d/spanspan lang="IN"an ku kira Conan bisa ikut bersama kami."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai tersenyum. "Edogawa-kun mendapat kunjungan dari Yukiko san, kau tak bisa mengharapkannya." Ai menatap rumah kediaman Kudo. "Bersenang-senang lah liburan ini. Dua minggu bukan waktu yang sebentar, kalian bisa melakukan banyak hal di sana."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Baiklah."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ah, dan sampaikan salam ku untuk Tsuburaya dan Kojima, juga kedua orang tuamu, Yoshida san." Ai melanjutkan, "Aku berharap liburan kalian menyenangkan."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Terimakasih, Ai-chan," balas Ayumi, terdengar lebih baik. "Ah, Ai-chan, aku akan menutup teleponnya, kami akan berangkat." Di kejauhan terdengar suara Genta dan Mitsuhiko. "Aku akan mengabarimu kembali, Ai-chan." Tidak lama kemudian telepon tersebut ditutup./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai menghampiri Profesor Agasa dan mengamatinya. Profesor Agasa yang merasa diperhatikan menghentikan pekerjaannya. "Mereka berlibur?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ya, ke Sapporo. Liburan gratis, bersama orang tua Yoshida san." Ai mengambilkan segelas jus dan menyerahkannya pada Profesor./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Terimakasih, Ai-kun." Ia memperbaiki posisinya dan meminum jus tersebut. "Segar, terasa lebih baik."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai mendekati benda/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"entah apa/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"yang sedang dikerjakan Profesor Agasa. "Dan apa yang sedang kau coba buat, Profesor?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ah/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"itu..."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Sesuatu yang diminta oleh detektif kita?" Ai menatap Profesor Agasa dengan penuh selidik. Profesor Agasa terlihat gugup/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"tertawa pelan sambil mengelus kepalanya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai menghela nafas. "Ku harap kalian tidak merencanakan sesuatu yang berbahaya, Profesor/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';".../spanspan lang="IN""/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"span style="mso-spacerun: yes;" /span"Conan-kun!" Ran menyambut Conan/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—dengan suara tak jelas—/spanspan lang="IN"ketika dilihatnya Conan memasuki kantor Detektif Kogoro Mouri. Ia memegang kemonceng dan menggunakan masker. Beberapa saat kemudian ia melanjutkan membersihkan membereskan meja kerja ayahnya yang terkenal dengan sebutan Kogoro Tidur./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ran nee-chan," kata Conan sambil menghampiri Ran Mouri. Ia mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Tak tampak tanda-tanda detektif tersebut. "Dimana Paman Kogoro?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ran meletakkan buku terakhir pada rak, dan melepas masker yang menutupi wajahnya. "Ah... ayah sudah berada di Kafe Poirot." Ia mengembalikan kemonceng pada tempatnya dan menepuk bajunya/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—mencoba menghilangkan debu yang menempel. "Aku tidak akan sempat memasak makan malam hari ini, Conan." Ia menghampiri Conan. "Bersihkan dirimu, kita akan makan malam di Kafe Poirot sebelum aku berangkat," kata Ran sambil tersenyum./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"Sesaat kemudian Conan teringat bahwa Ran akan pergi malam ini menuju Osaka untuk mengikuti kejuaraan karate. "Kak Ran akan pergi malam ini?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';""Iya, Conan-kun." Ran memegang bahu Conan. "Kau akan baik-baik saja?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';""Tenang saja, Kak Ran," kata Conan. "Kak Ran, kau akan berada di Osaka berapa lama?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';""Selain bertanding, kami juga akan menerima pelatihan, Conan." Ran mencoba mengingat-ingat. "— seminggu. Aku akan berkunjung pula ke rumah Kazuha dan Heiji." Ran menatap Conan. "Sayang sekali kau tidak bisa ikut, Conan-kun. Ayah akan mengantarkanku sekalian berkunjung ke rumah kawannya, sebelum kembali ke Tokyo."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';""Aku akan baik-baik saja," kata Conan meyakinkan kembali. "Liburan ini aku akan berada di rumah Profesor—dan Bibi Yukiko berkunjung, mungkin ia akan mengajakku jalan-jalan," tambah Conan cepat./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';""Baiklah," kata Ran sedikit khawatir. "Gantilah bajumu, dan langsung turun ke Poirot, oke?" Ran menepuk punggung Conan dan berlalu./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"em style="mso-bidi-font-style: normal;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"Semua akan baik-baik saja/span/emspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—em style="mso-bidi-font-style: normal;"paling tidak/em em style="mso-bidi-font-style: normal;"kau dan Paman Kogoro akan aman/em. Conan menatap kepergian Ran sejenak, dan beranjak menuju kamarnya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"Note:/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"I won't bring details./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"It is up to Gosho Aoyama and your own imagination, reader!/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"Next, I will move forward, and give you some scenes./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Bourbon..."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Amurou mengalihkan pandangannya kepada sesosok wanita berambut panjang/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanem style="mso-bidi-font-style: normal;"span lang="IN"blonde/span/emspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN" yang berjalan santai ke arahnya. Wajahnya tak tampak, terbayangi oleh bayang-bayang hitam bangunan sekitar, namun Amurou mengenal jelas sosok tersebut. "Vermouth," sahutnya pelan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Apa yang kau lakukan?" Vermouth berhenti/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"berdiri tepat dihadapannya. Sosok Vermouth terlihat jelas di bawah cahaya purnama malam itu./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku yang harusnya bertanya." Amurou tersenyum. "Apa yang kau lakukan di sini?" Pandangannya menyisir sekitar untuk memastikan apakah ada orang lain di sekitar mereka. Mereka berada tepat di lorong jalanan yang memisahkan blok-blok pemukiman. Blok Kota Beika./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Vermouth menghampirinya dan berbisik pelan. "Rum?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Amurou tak langsung menjawab. Ia ingin tahu, kata Bourbon dalam hati. "Aku tak bisa mengatakannya, Vermouth."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Vermouth menegakkan tubuhnya. "Kau tak akan berada di sini tanpa alasan khusus. Memata-matai kediaman Shinichi Kudo, sang detektif." Vermouth menujukan pandangannya pada bangunan rumah yang tampak di seberang mereka. "Rum memintamu menyelidiki kabar itu."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Apa yang, tepatnya, kau lakukan di sini, Vermouth?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku tak tahu apa rencanamu." Vermouth mulai berlalu, tanpa memberikan jawaban. "Pastikan kau tidak melakukan hal bodoh." Ia pergi meninggalkan Amurou tanpa suara./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Akan lebih mudah, bila semua bukan kebetulan." Amurou memandang sekilas kediaman Kudo, dan beranjak pergi./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ia pergi?" tanya Conan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ya." Subaru berjalan meninggalkan jendela. "Tak akan mudah."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Paling tidak, Bourbon mengawasi rumah ini."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ya/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"bila sesuai apa yang kau katakan sebelumnya. Kita masih memiliki kesempatan." Subaru menatap Conan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku tak akan mengatakan rencana tersebut tanpa resiko, mengingat Vermouth akan bertindak bila perlu." Conan tersenyum. "Sejauh mana mereka mencari kebenaran tentang Kudo/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"sejauh itu pula kita mengetahui kebenaran mereka."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku tak meragukan dirimu, detektif."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ai-kun!" suara Profesor terdengar memanggil dari jauh./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai menghentikan pekerjaannya. Ia mengembalikan posisi em style="mso-bidi-font-style: normal;"benda tersebut/em dalam keadaan semula dan segera beranjak ke luar laboratorium, tanpa lupa mengunci pintu. "Ya, Profesor." Ai berjalan menuju ruang utama. "Ada apa?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku membutuhkan bantuanmu." Profesor duduk di sofa dan nampak sedang berkutat dengan sesuatu. "Selesai, cobalah." Profesor menyodorkan sesuatu pada Ai. Ai menerimanya/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanem style="mso-bidi-font-style: normal;"span lang="IN"badge/span/emspan lang="IN" Detective Boys./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Apa yang/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"" Ia mengarahkan pandangan bertanya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku memodifikasinya."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Dan?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Cobalah."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai membolak-balikkannya dengan enteng. Tak terlihat perubahan apapun. Ia mencoba menyalakan em style="mso-bidi-font-style: normal;"badge/em tersebut. Sedetik kemudian Ia mendengar suara yang dikenalnya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Haibara/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"" Suaranya terdengar ramai./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Kudo kun." Ia menatap Profesor heran. "Di mana kau?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Pusat Kota."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"span style="mso-spacerun: yes;" /span"Profesor memperkuat sinyal tangkapan em style="mso-bidi-font-style: normal;"badge/em?" Ai menoleh ke arah Profesor Agasa yang tersenyum./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Tidak hanya itu. Lihatlah baik-baik," kata Shinichi cepat. "Ah, dan cek ponselmu."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai memperhatikan em style="mso-bidi-font-style: normal;"badge/em kembali, hingga akhirnya ia melihat kamera kecil di em style="mso-bidi-font-style: normal;"badge/em tersebut/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—tersembunyi pada gambar em style="mso-bidi-font-style: normal;"sherlock/em/spanspan lang="IN". Beberapa detik kemudian ia merasakan ponselnya bergetar. Pesan masuk/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"foto dan video. "Jadi, benda ini bisa merekam gambar. Kamera tersembunyi?" tanya Ai./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Profesor Agama menyeringai. "Aku mengaturnya agar dapat berfungsi seperti kamera ponsel." Ia nampak bangga. "Masih memerlukan perbaikan."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Dengan begitu/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"di saat tertentu, kita dapat menggunakannya," kata Ai. Ia tersenyum. "Kerja bagus, Profesor."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Simpan lah, Ai-kun."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aku masih bisa menggunakan yang lama."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Tidak, tidak. Aku telah menyelesaikan dua," kata Profesor menjelaskan. "Kau dan Shinichi dapat menggunakannya terlebih dahulu."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai terdiam. "Kau menyiapkannya khusus untukku, Profesor." Ai menyimpan benda tersebut di kantungnya. "Terimakasih."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai berlalu, Profesor Agasa hanya menatapnya. Dalam hati ia merasa lega. Lega karena Ai tak perlu tahu, bahwa dengan em style="mso-bidi-font-style: normal;"badge/em itu, keberadaannya dapat diketahui tanpa perlu menggunakan kacamata pelacak milik Conan. Menghadapi kemungkinan terburuk./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Vodka mengendarai mobil Porsche 56A milik Gin dalam diam, sesekali ia melirik Gin. Gin mengarahkan pandangannya ke depan, menerawang jauh. Ia menutup matanya, membukanya kembali dan berbisik. "Vodka/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN""/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ya, aniki." Vodka memandang Gin, ia merasakan Gin sedikit lebih serius daripada biasanya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Kau pernah mengatakan sesuatu tentang Kudo," kata Gin pelan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Vodka berpikir sejenak. "Ah/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"detektif yang mati?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ia telah mati," ulang Gin. "Begitu kah?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Vodka melirik Gin sekilas, menimbang jawabannya. "/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"Rumor terakhir mengatakan ia menyelesaikan satu kasus, aniki." Vodka melanjutkan, "Tapi ada yang aneh." Ditatapnya Gin yang terdiam cukup lama. "Aniki ..."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Apakah kematiannya terkonfirmasi?" tanya Gin kemudian/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ya," Vodka menjawabnya. "Oleh Sherry." Mobil berhenti di persimpangan jalan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Gin tersenyum. Ia beranjak keluar mobil, diikuti oleh Vodka beberapa saat kemudian./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Aniki /spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"dan Rum sepertinya mulai bergerak," kata Vodka./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Angin malam bertiup, dinginnya membuat orang akan berpikir berulang kali untuk keluar rumah. Tapi tidak dengan Gin, wajahnya menunjukkan ketenangan, matanya mengedip licik. Ia menatap Vodka dan berkata, "Aku tak peduli." Gin mulai berjalan menuju tempat pertemuan sambil mengetikkan pesan pada ponselnya dan mengirimkannya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Di tempat yang lain, Vermouth membaca pesan pada ponselnya, tanpa senyum./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"em style="mso-bidi-font-style: normal;"span lang="IN"Kau yakin Sherry sudah mati? - GIN/span/em/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ai-chan, kau yakin tidak ikut dengan kami?" tanya Ayumi sedih. "Kita akan melihat banyak hal. Genta dan Mitsuhiko sangat bersemangat."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai memindahkan ponsel ke telinga sebelah kiri dan berkata, "Maafkan aku, Yoshida san. Profesor sangat sibuk liburan ini, aku rasa ia akan membutuhkanku." Ai melirik Profesor Agasa yang berkutat dengan penemuan barunya/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"yang entah apa./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ah, sayang sekali," kata Ayumi. "/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—d/spanspan lang="IN"an ku kira Conan bisa ikut bersama kami."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai tersenyum. "Edogawa-kun mendapat kunjungan dari Yukiko san, kau tak bisa mengharapkannya." Ai menatap rumah kediaman Kudo. "Bersenang-senang lah liburan ini. Dua minggu bukan waktu yang sebentar, kalian bisa melakukan banyak hal di sana."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Baiklah."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ah, dan sampaikan salam ku untuk Tsuburaya dan Kojima, juga kedua orang tuamu, Yoshida san." Ai melanjutkan, "Aku berharap liburan kalian menyenangkan."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Terimakasih, Ai-chan," balas Ayumi, terdengar lebih baik. "Ah, Ai-chan, aku akan menutup teleponnya, kami akan berangkat." Di kejauhan terdengar suara Genta dan Mitsuhiko. "Aku akan mengabarimu kembali, Ai-chan." Tidak lama kemudian telepon tersebut ditutup./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai menghampiri Profesor Agasa dan mengamatinya. Profesor Agasa yang merasa diperhatikan menghentikan pekerjaannya. "Mereka berlibur?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ya, ke Sapporo. Liburan gratis, bersama orang tua Yoshida san." Ai mengambilkan segelas jus dan menyerahkannya pada Profesor./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Terimakasih, Ai-kun." Ia memperbaiki posisinya dan meminum jus tersebut. "Segar, terasa lebih baik."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai mendekati benda/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"entah apa/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"yang sedang dikerjakan Profesor Agasa. "Dan apa yang sedang kau coba buat, Profesor?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ah/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"itu..."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Sesuatu yang diminta oleh detektif kita?" Ai menatap Profesor Agasa dengan penuh selidik. Profesor Agasa terlihat gugup/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—/spanspan lang="IN"tertawa pelan sambil mengelus kepalanya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ai menghela nafas. "Ku harap kalian tidak merencanakan sesuatu yang berbahaya, Profesor/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';".../spanspan lang="IN""/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"span style="mso-spacerun: yes;" /span"Conan-kun!" Ran menyambut Conan/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—dengan suara tak jelas—/spanspan lang="IN"ketika dilihatnya Conan memasuki kantor Detektif Kogoro Mouri. Ia memegang kemonceng dan menggunakan masker. Beberapa saat kemudian ia melanjutkan membersihkan membereskan meja kerja ayahnya yang terkenal dengan sebutan Kogoro Tidur./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN""Ran nee-chan," kata Conan sambil menghampiri Ran Mouri. Ia mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Tak tampak tanda-tanda detektif tersebut. "Dimana Paman Kogoro?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN"Ran meletakkan buku terakhir pada rak, dan melepas masker yang menutupi wajahnya. "Ah... ayah sudah berada di Kafe Poirot." Ia mengembalikan kemonceng pada tempatnya dan menepuk bajunya/spanspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—mencoba menghilangkan debu yang menempel. "Aku tidak akan sempat memasak makan malam hari ini, Conan." Ia menghampiri Conan. "Bersihkan dirimu, kita akan makan malam di Kafe Poirot sebelum aku berangkat," kata Ran sambil tersenyum./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"Sesaat kemudian Conan teringat bahwa Ran akan pergi malam ini menuju Osaka untuk mengikuti kejuaraan karate. "Kak Ran akan pergi malam ini?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';""Iya, Conan-kun." Ran memegang bahu Conan. "Kau akan baik-baik saja?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';""Tenang saja, Kak Ran," kata Conan. "Kak Ran, kau akan berada di Osaka berapa lama?"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';""Selain bertanding, kami juga akan menerima pelatihan, Conan." Ran mencoba mengingat-ingat. "— seminggu. Aku akan berkunjung pula ke rumah Kazuha dan Heiji." Ran menatap Conan. "Sayang sekali kau tidak bisa ikut, Conan-kun. Ayah akan mengantarkanku sekalian berkunjung ke rumah kawannya, sebelum kembali ke Tokyo."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';""Aku akan baik-baik saja," kata Conan meyakinkan kembali. "Liburan ini aku akan berada di rumah Profesor—dan Bibi Yukiko berkunjung, mungkin ia akan mengajakku jalan-jalan," tambah Conan cepat./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';""Baiklah," kata Ran sedikit khawatir. "Gantilah bajumu, dan langsung turun ke Poirot, oke?" Ran menepuk punggung Conan dan berlalu./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"em style="mso-bidi-font-style: normal;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"Semua akan baik-baik saja/span/emspan lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"—em style="mso-bidi-font-style: normal;"paling tidak/em em style="mso-bidi-font-style: normal;"kau dan Paman Kogoro akan aman/em. Conan menatap kepergian Ran sejenak, dan beranjak menuju kamarnya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: .5in;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN" style="mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"Note:/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"I won't bring details./span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"It is up to Gosho Aoyama and your own imagination, reader!/span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"span lang="IN"Next, I will move forward, and give you some scenes./span/p
