Annyeonghaseyo readerrrrr..
*lambai lambai..
XD
apa kabar? baikkah?
sebelumnya Yo mau mengucapkan Mohon Maaf Lahir batin.. bagi yg Muslim.. mohon Maaf jika Yo secara sengaja dan tidak sengaja pernah buat sakit hati reader mungkin.. namanya juga manusia pasti ada salahnya dan lupanya..
mohon maaf juga atas lamanya update ff ini..
*reader lumutan.. kkkkkkk.. XD
NOTE::
ohh ya jika kalian menemukan tanda * di akhir kata itu bukan typo.. dan banyak typo bertebaran layaknya pasir di lautan..
dan yang di cetak miring itu alur flashback oke? kalau ada hpnya yang ga bisa baca huruf cetak miring maka kalau nemu tanda ~~~ sebelum kalimat maka itu alur flashback oke?
kkkkk~~
enjoy it..
part NC-a masih lama oke.. itu hanya selingan di cerita. jadi saya hanya pilih satu couple yg bakal NC-an.. kalian pilih siapa? ayo vote..
Thanks To::
/ xiaolu odult / yixingcom / .96 / .39 / ruixi / Odult Maniac / devrina / hunhan98 / bellasung21 / t.a / Nasumichan Uharu / xingmae30 / Guest / LuChanCoreopsis / junghyema / Brigitta Bukan Brigittiw / BaekheeChanLove / yina / exindira / doremifaseul / Vita Willona Venus / Initial D 0326 / melizwufan / otomeharu22 / Haru3173 / chenma / Majey Jannah 97 / LVenge / KaiSooLovers / Park FaRo / deeryeosin / Haesya Wu / ShinJiWoo920202 / Ikki Ka Jung99 / HunHanCherry1220 / / Mami Fate Kamikaze / babyazul / aqila / vioolyt / 12 / jongdear / Guest / HyunRa / DJ 100 / Lady Azhura / septhaca / Nenechabill / kimhyera96 / PCYloveBBH / nur991fah / alit dwi astrini /
selamat datang bagi reader baru.. terima kasih sudah baca dan mau review.. ^^ maaf jika ada kesalahan penulisan.. kalau ada yang merasa review tapi namanya ga ada bilang aja ya.. mungkin akan aku cantumkan di chapter selanjutnya.. ^^
Chapter 5..
Don't copy this ff without my permission..
Happy reading..
Seorang yeoja dengan baju putih lengan panjang yang di gulung hingga siku-nya. rambut kecoklatan yang di gulung asal. dan sebuah apron hitam yang melekat pada pinggangnya. ia sedang melakukan aktifitas sehari - harinya. Jari lentiknya yang panjang sedang menari diatas sebuah cutting board* berwarna pink dengan sebuah pisau kecil khusus buah dan beberapa buah buahan yang berada di sampingnya.
Di sekelilingnya terdapat banyak cake dengan berbagai ukuran. Cake yang di lapisi cream putih yang memberikan kesan manis.
Sesekali ia tersenyum menampilkan dimplenya yang manis dan dapat menarik perhatian siapapun yang melihatnya.
Pria dengan senyum manis dan wajah malaikatnya, ia berjalan memasuki sebuah cafe. Ia membawa sebucket bunga mawar dengan 3 warna. Sesekali ia akan tersenyum dan mencium harumnya bunga mawar yang ia bawa.
Ia melihat seorang yeoja di balik meja kasir. Rambut merahnya yang di ikat setengah. dan seragam Cafe berwarna coklat muda serta sebuah apron* berwarna hitam yang melekat pada pinggangnya.
Suho menghampiri meja kasir. Dan saat sang yeoja membalikkan badannya ia tersentak terkejut. memegang dadanya. dengan tangan kanannya dan setelahnya ia tersenyum.
"Oppa~~ Jinca!" pekiknya kesal dan tertawa kecil.
Dan Suho hanya terkikih melihat yeoja yang berada di depannya.
"Selamat pagi" sapa Suho dan tersenyum.
Sang yeoja tersenyum dan melirik sekilas bucket bunga yang Suho bawa.
"Ia ada di tempat biasa, sudah dari 4jam yang lalu" Krystal sang yeoja. menyela saat Suho akan menanyakan keberadaan tunangannya.
Setelah ia mengucapkan terima kasih. Ia melangkahkan kakinya menuju lantai atas dimana seorang yeoja yang sangat di cintainya berada.
Suho membuka sebuah pintu dengan intensitas sepelan mungkin. Ia ingin memberikan sedikit kejutan kepada tunangannya. Mendudukkan dirinya di sebuah kursi putar Menumpukan dagunya di sebelah tangan kanannya dan memperhatikan punggung kecil seorang yeoja yang berada di hadapannya.
Sang yeoja yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri. Terkadang Suho akan tersenyum dan terkikih pelan melihat dan mendengar gerutuan lucu sang yeoja.
"Ya Tuhan!" pekik sang yeoja terkejut ketika ia membalikkan badannya dan mendapati seseorang yang sangat ia kenal sedang duduk dan memperhatikannya. Dan Suho hanya tertawa kecil.
Sang yeoja bertolak pinggang dan menatap tajam Suho.
Ia berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri yeojanya yang tengah merajuk dengan cara yang (imut) galak menurutya.
Memberikan sebucket bunga mawar dengan 3 warna yang sedari tadi ia bawa. Lalu tersenyum.
Yixing sang yeoja tersenyum dan merona. Namun sedetik kemudian ia kembali memasang wajah galaknya.
"Tidak akan bisa Tuan Kim" ujarnya lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya dan menatap tajam Suho.
Suho kembali terkekeh kecil. Dan tanpa izin ia mengecup kilas bibir Yixing. Lalu ia mengecup dahinya lama. Dan kembali mengecup pipi Yixing.
"Apakah sudah di maafkan Nona Zhang?" tanya Suho ahh tidak lebih tepatnya memastikan dan merayu.
Yixing hanya berdecak. Dan mengambil bucket bunga mawarnya. Ia berjalan menuju vas bunga di sudut ruangan. Mengganti air dan bunga lily yang sudah melayu. Meletakkan bunga mawar dan memberikkan satu tablet obat Aspirin agar bunganya bisa bertahan lebih lama. Yixing tersenyum dan memandangi bunganya.
Ia kembali tersentak saat sebuah lengan melingkar dengan lembut dan hangat di perutnya. Ia membalikkan badannya dan mengalungkan kedua lengannya di leher sang kekasih.
"Kau yang terbaik" ucap Suho lalu kembali mengecup bibir Yixing.
Yixing tersenyum. "Kau adalah hadiah Natal terindah yang aku dapat"
"Aku sangat mencintaimu Yixing. Sangat." Suho menatap dalam mata kekasihnya dan dengan perlahan mengikis jarak di antara mereka. Menyatukan kedua bibir mereka dalam kegiatan yang bernama sebuah ciuman. Ciuman hangat dan lembut. Ciuman yang menghantarkan rasa cinta, bahagia, dan saling memiliki.
.
.
.
Kyungsoo menghabiskan waktunya hari ini 'berkencan' dengan buku di perpustakaan Universitasnya. Sudah 4 jam Ia membaca dan merangkum beberapa materi yang di butuhkan untuk mata kuliahnya minggu depan. Mungkin dari seluruh mahasiswa dan mahasiswi di seluruh universitasnya hanya Kyungsoo yang melakukanya. Walaupun materi kuliah yang akan di bahas oleh pengajar masih satu minggu atau bulan depan jika ia ada waktu luang maka ia akan membaca dan mencari refrensi dari buku lain Seperti apa yang di lakukannya hari ini adalah rutinitasnya dihari Free-nya.
Mata bulatnya benar - benar tidak pernah lepas dari buku - buku yang ada di depannya.
Ia mendesah pelan. Mengangkat sebentar kepalanya, memejamkan matanya, dan memijit pelan pelipisnya. Lelah. Tentu saja. Kyungsoo mencari sebuah buku lain yang ia perlukan namun beberapa saat kemudian ia tersadar bahwa buku yang ia perlukan belum berada di tangannya.
Tanpa membuang waktu lagi ia segara bangkit dari duduknya dan menyusuri lorong - lorong perpustakaan yang sepi. Tentu saja mengingat ini adalah hari Sabtu yang berarti hari ini ada beberapa jurusan yang tidak ada pelajaran dan mengingat ini adalah perpustakaan yang berarti tempat yang paling membosankan bagi hampir sebagian orang.
Ia tersenyum kecil begitu melihat buku yang ia butuhkan sekarang. Namun senyumnya kembali luntur ketika ia melihat buku tersebut berada di rak paling atas. Ia kembali mendesah kecil. Ia merutuki dirinya yang tidak setinggi Tao. Ia terkadang menyesal mengapa ia mempunyai tubuh mungil. Bahkan Baekhyun saja yang tergolong mungil masih lebih tinggi darinya dan juga Minseok eonnie.
Ia mencoba menggapai buku tersebut dengan berjinjit namun ia tetap tidak bisa meraih buku tersebut. Dan Kyungsoo kembali memyesali keputusannya mengapa ia tidak memakai High Heels saja tadi.
Matanya membulat ketika buku yang ia butuhkan diambil oleh seseorang yang sekarang mungkin ada di belakangnya. Dan ia langsung membalikkan tubuhnya.
Hal pertama yang ia lihat adalah sebuah bibir seseorang. Dan matanya kembali membulat. Ia mencium aroma parfum dengan wangi yang begitu khas dan terkesan maskulin.
"Ini sunbae"
Suara seorang namja. Berat dan juga khas.
Ia memberikan buku yang Kyungsoo butuhkan. Kyungsoo mengangkat kepalanya dan ia melihat seotang namja dengan rambut hitam bergelombang. Dan kulit yang agak kehitaman sedang tersenyum kepadanya seraya memegang buku di hadapannya.
Tampan.
"Terima kasih..." Kyungsoo memberikan senyum terbaiknya.
"Jongin" ujar sang namja.
"Aku Kim Jongin sunbae" Jongin memperkenalkan dirininya.
"Ahh.. Aku tahu kalian" gumam Kyungsoo.
Alis Jongin bertautan. Jongin bingung dengan apa yang Kyungsoo bicarakan. dan Kyungsoo terkekeh pelan.
"Kau dan temanmu. Coffee and Milk" jelas Kyungsoo.
"Mwo?" Jongin terpekik terkejut.
Kyungsoo tertawa pelan.
"Kalian begitu terkenal di angkatanku. Karena kalian begitu kontras." canda Kyungsoo.
Jongin hanya tertawa kecil dan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Terima kasih Jongin atas bantuannya. Maaf aku harus pergi." Kyungsoo sekali lagi berterima kasih kepada Jongin dan melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Tanpa menunggu Jongin berkata Kyungsoo sudah melangkah pergi.
"Manis.. Senyumnya begitu manis" gumam Jongin entah kepada siapa dan ia tersenyum sendiri.
.
.
.
.
.
Luhan membiarkan angin menerpa wajah dan helaian rambutnya. Membiarkan helaian rambutnya yang berwarna caramel menari dengan indah dan sinar matahari sore yang hangat juga ikut menerpa kulitnya. Ia memejamkan matanya seakan menikmati kegiatan alam yang di lakukan padanya. Dan ia sesekali tersenyum dengan manis.
"Oh Sehun" gumamnya.
.
.
.
.
Ia menerjapkan matanya. Membiasakan matanya untuk melihat. Tangannya memijat pelipisnya yang terasa pening. Hal pertama yang ia lihat adalah langit - langit ruangan yang berwarna putih dan indra penciumannya menditeksi aroma obat - obatan. Ia mencoba untuk duduk di atas kasur.
Terdengar suara pintu yang di buka. Dan Luhan mengalihkan perhatiannya keasal suara.
Dan Luhan tertegun. Seorang namja tinggi dengan kulit seputih susu, rambutnya yang berwarna silver, dengan kemeja berwarna putih, lengannya yang di gulung hingga siku. Dan celana jeans hitam yang pas membalut kaki jenjangnya. Membuatnya terlihat sempurna.
"Sunbae? Kau sudah bangun?" tanya sang namja. Ia berjalan menghampiri Luhan. Dan menundukkan badannya mensejajarkan wajahnya dengan Luhan. Tangannya terulur menuju pelipis sebelah kanannya. Dan menyentuhnya dengan lembut. Lalu tersenyum.
"Sepertinya tidak terlalu serius" ucapnya lagi dan kembali tersenyum.
"Memangnya aku kenapa?" tanya Luhan.
sang namja terkekeh pelan. Ia menarik sebuah kursi dan duduk dengan menumpukan sebelah kakinya.
"Sunbae tadi aku lihat tertidur di koridor." jawab sang namja.
"Apa?! Aku?! Tertidur di koridor?!" pekik Luhan terkejut.
Baiklah Luhan mengakui ia memang suka sekali tidur dan akan sulit untuk bangun. jika bukan Minseok atau Baekhyun yang berteriak dengan suara indah mereka maka Luhan tidak akan bangun. Namun ia tidak gila untuk tidur di koridor kampusnya. Tidak akan pernah. Selelah apapun dirinya pasti ia akan tidur di tempat yang menurutnya pantas. Tidak di sebuah jika ia adalah orang yang tidak normal. Hei. Luhan masih normal. Ia adalah mahasiswi jurusan Modeling dengan nilai tertinggi dan segudang prestasi.
Sang namja tertawa melihat ekspresi wajah Luhan yang menurutnya lucu.
Alis Luhan bertautan dan wajahnya sekarang ditekuk cemberut melihat sang namja tertawa. "Kenapa?" tanya Luhan bingung.
"Maaf Sunbae. Aku hanya bercanda. Sungguh" sang namja menghentikan tertawanya.
"Tadi aku lihat Sunbae tak sadarkan diri di koridor dan aku melihat sebuah bola basket dekatmu. Dan aku menyimpulkan sepertinya Sunbae terkena lemparan bola basket." jelas sang namja.
Luhan mulai mengingatnya sekarang. Dan ekspresi wajahnya berubah marah. Namun sedetik kemudian ia mengkerucutkan bibirnya.
"Jung Daehyun, Yang Yoseob awas kalian" ancam Luhan dan tanpa sadar ia meremas selimut yang sedari tadi ia genggam.
"Sunbae kenal dengan mereka?" tanya sang namja.
"Mereka... Dasar hoobae kurang ajar awas jika aku bertemu dengan mereka nanti. Akan aku adu-kan dengan Minseok dan juga Tao nanti. Bukannya minta maaf denganku." geram Luhan dengan ekspresi wajah yang berubah - ubah dengan cepat setiap ia berkata.
Sang namja terkekeh.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Luhan.
"Tidak Sunbae. Maaf. Ternyata Sunbae itu lucu. Orang - orang bilang Sunbae itu galak. Tapi setelah melihat langsung ternyata Sunbae orang yang lucu dan imut. Menurutku" jelas sang namja.
Luhan menunduk malu. Entah mengapa sepertinya wajahnya memanas. Dan ia pastikan wajahnya sekarang memerah. Tunggu kenapa ia harus merona. Bukankah ia sering di puji dan di rayu? Namun mengapa ia merona ketika namja yang ia tidak ketahui namanya memujinya. Bahkan ia baru pertama kali bertemu.
"Sunbae" panggil sang namja.
"Y-ya?" jawab Luhan gugup.
"Ini sudah petang. Kau mau aku antar pulang? Atau mau meminta temanmu menjemput?" tawar sang namja dan sekali lagi Luhan melihat senyum tampan itu.
"Apa?! Jam berapa sekarang?" Panik Luhan ia mengambil tasnya yang berada di nakas dekatnya dan melihat Smartphone-nya dan mata rusanya membulat lucu ketika matanya melihat ini sudah jam 7 malam.
Sangnamja yang memperhatikan Luhan kini menautkan alisnya.
"Berapa lama aku disini?" tanya Luhan
Sang namja nampak berpikir. " Hmm... Entahlah sunbae mungkin 3/4 jam" jawabnya tidak yakin.
Luhan kembali merona.
"kenapa kau menungguku?" tanya Luhan dan ia menatap sang namja.
sang namja kembali tersenyum. "Aku tidak mungkin meninggalkan Sunbae sendirian. Bagaimanapun Sunbae seorang wanita. Dan aku sebagai pria harus menunggu sunbae sadar. Bagaimana jika ada seorang pria jahat yang akan memculik atau melakukan hal yang tidak - tidak dengan Sunbae?." jelas sang namja.
Entah kenapa jantung Luhan berdegup dengan kecang mendengar penjelasan hoobae yang ada di hadapannya saat ini. terdengar kejujuran, kepolosan, dan kekhawatiran yang begitu ketara jelas di telinganya.
"Siapa namamu?" tanya Luhan. Jantungnya kembali berdegub kencang. Tanpa sadar ia meremas pelan selimutnya. Luhan gugup hanya menunggu jawaban sebuah nama. Nama seorang namja yang lebih muda darinya beberapa tahun.
Sang Namja tersenyum "Oh Sehun".
.
.
.
.
Tangan dengan jari lentik itu dengan lihainya menari dengan sebuah cangkir dan cairan hitam pekat dengan rasa yang pahit. Aroma yang khas menguar dari cangkir yang sedang ia genggam. Dan ketika ia menyelesaikan karya-nya maka ia akan tersenyum. Entahlah ini sudah cangkir keberapa yang ia buat hari ini. Entah Cappuccino. Caffee Late. Esspreso atau apapun macam Coffee yang ia buat. Dengan senang hati ia akan membuatnya.
Setelah selesai membuatnya ia akan meletakkan cangkir - cangkir kopi yang ia buat di atas sebuah tray* yang sudah di sediakan waitress atau waiter* yang mengantarkan pesanan pelanggan Cafe.
"Hai Noona" sapa seseorang. Dan Minseok memutar tubuhnya. Ia melihat seorang namja. Rambutnya berwarna merah maroon, wajahnya yang kotak, pipi tirusnya, ia mengenakan kemeja biru laut dengan dua kancing teratas yang tidak di kancingkan serta sebuah blazer biru tua yang tidak di kancingkan. Serta celana jeans putih. Semuanya. seakan serasi dan pas di pakai olehnya.
Minseok tersenyum. "Hai Jongdae" Minseok menyapa kembali namja yang ada di hadapannya.
"Mau pesan apa? Caffee Late?" tawar Minseok dan tidak lupa ia tersenyum.
Jongdae sang namja tidak bisa untuk tidak tersenyum ketika melihat yeoja yang ada di hadapannya tersenyum.
"Hmm.. bisakah kau merekomendasikan aku selain Latte?" tanya Jongdae.
Minseok kembali tersenyum. "Kau sudah pernah mencoba Macchiatto?" tanyanya.
"Buatkan aku satu. Buatkan aku yang-"
"Tidak terlalu panas dan jangan terlalu manis. Serta satu buah Croissant tanpa isi" Minseok memotong ucapan Jongdae. Minseok sudah sangat hafal dengan selera namja yang berada di depannya. Ya hampir setiap hari di jam yang sama maka Jongdae akan ke Cafe Yixing yang berarti Minseok membantu Yixing sebagai Barristta.
"Ahh.. satu lagi noona." ucap Jongdae menggantungkan kalimatnya. Minseok hanya menunggu. "Jangan lupa untuk tersenyum pada Macchiatto ku nanti" Jongdae memajukan badannya dan meminta Minseok melakukan hal yang sama. Jongdae mendekatkan wajahnya pada telinga Minseok.
"Karena senyum noona bisa membuat setiap Coffee yang kau buat terasa lebih manis" Jongdae mencoba merayu Minseok.
Minseok hanya tertawa kecil. Ia memukul pelan lengan kanan Jongdae.
"Jangan mencoba merayu Minseok eonnie Tuan Kim Jongdae" sebuah suara menhentikan kegiatan -mari merayu Minseok- Jongdae. Mereka menoleh kearah sumber suara.
Jongdae mengehela nafas kecewa. "Aku tidak merayu nona Byun Baekhyun. Itu kenyataan. Senyum Minseok Noona sangat manis menurutku. Tidak sepertimu yang selalu cemberut" ucap Jongdae tanpa dosa.
"Ya!" protes Baekhyun. Namun sedetik kemudian ia kembali memasang wajah cemberutnya. Dan menghela nafasnya kasar.
"Sudahlah. Aku sedang tidak mau berdebat denganmu. Kau sendiri?" jelas dan tanya Baekhyun.
Jongdae hanya bergumam meng-iyakan. Lalu Baekhyun menatap Minseok.
"Eonnie~~~" panggil Baekhyun manja pada Minseok.
Minseok menghentikkan kegiatannya sebentar lalu menoleh pada Baekhyun yang sedang memasang wajah memelas seperti anak kecil.
"Buatkan aku Cappuccino. Macchiatto. Caffee Latte. Dan Esspresso masing - masing satu tanpa gula. Dan kau Jongdae ayo aku temani minum" tanpa menunggu Jongdae dan Minseok menjawab Baekhyun sudah pergi meninggalkan mereka dan duduk di salah satu kursi pengunjung.
"Apa yang sedang terjadi dengannya?" tanya Jongdae yang masih menatap Baekhyun yang sekarang sudah duduk dengan menumpukan kepalanya pada pinggiran meja.
Minseok hanya menatap Baekhyun bingung.
.
.
.
.
Jongdae hanya menatap Yeoja yang duduk berhadapan dengannya bingung. Tentu saja ia bingung. Bagaimana tidak? Jika kau melihat seseorang yang menghabiskan bercangkir - cangkir minuman berkafein hanya dengan sekali minum. Dan setelahnya Baekhyun akan menghela nafas lalu memasang wajah memelasnya dan meletakkan kepalanya pada pinggir meja.
Jongdae mengulurkan tangannya. Ia memegang kening Baekhyun. Baekhyun hanya diam tidak melakukan apapun.
Yang Jongdae ketahui dan yang Ia ingat yeoja yang ada di depannya ini akan sangat berisik dan tidak bisa diam bahkan sedetikpun. Namun Baekhyun yang berada di depannya saat ini berbeda 180°.
"Baekhyun?" panggil Jongdae.
Baekhyun hanya akan bergumam menjawab setiap panggilan Jongdae.
Jongdae ikut menghela nafasnya. "Ada apa denganmu? Biasanya kau akan selalu berisik Baek?" tanya Jongdae.
"Jongdae-ya?" panggil Baekhyun Dan kali ini Baekhyun menatap Jongdae lalu menghela nafasnya sebentar.
"Jika kau-"
"Jongdae!" sebuah panggilan menghentikan ucapan Baekhyun. Dan sedetik kemudian matanya membulat mendengar suara yang memanggil Jongdae. Seperti seseorang yang terkena serangan jantung tubuhnya menegang dan ia mulai keringat dingin. Dan tanpa aba - aba ia langsung berdiri gugup mengambil tasnya dab langsung pergi meninggalkan kursinya.
"Baekhyun! Ya Byun Baekhyun?!" teriak Jongdae yang terkejut dengan Baekhyun yang pergi meninggalkannya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
Sebuah tepukkan di bahunya membuatnya menoleh.
"Ada apa?" tanya seorang namja yang tadi memanggilnya.
Jongdae menghela nafasnya. "Tidak ada Chanyeol. Hanya saja tadi temanku langsung pergi dengan wajah yang pucat. Seperti habis melihat hantu" jelas Jongdae.
Chanyeol hanya menatap Baekhyun yang sedang berjalan tanpa menoleh sedikitpun dengan tatapan sedihnya.
'Baekhyun' lirih Chanyeol dalam hati.
.
.
.
.
.
Seorang Yeoja dengan rambut hitam, tubuh ramping dan juga tinggi. Sedang memasuki sebuah ruangan yang bertuliskan 'Inspection Room'. Tubuh rampingnya di balut sebuah seragam biru tua yang pas di tubuhnya menampilkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Di seragamnya terdapat berbagai macam bros khusus dimana hanya orang yang sudah lulus dari sekolah kepolisian. Ia melihat seorang namja yang memakai seragam yang sama dengannya sedang berbincang dengan seorang yeoja yang memakai jas putih khusus.
"Ada yang merindukkan ku?" Sang Yeoja berujar dan menyandarkan dirinya dengan angkuh di daun pintu tanganya yang di lipat di dada dan ia tersenyum.
Dan kedua orang yang berada di sana terkejut. Yeoja dengan jas putihya berlari kecil lalu memeluk sang yeoja yang baru saja tiba.
Mereka saling melepas rindu.
"Noona!" teriak seorang namja yang sedari tadi hanya diam memperhatikan. Ia berjalan menghampiri keduanya dan ikut memeluk kedua yeoja tersebut.
"Ya! Kenapa tidak bilang kalau kau sudah kembali. Aku merindukanmu" ujar Sang yeoja.
"Mianhae Hyoyeon-a" sang yeoja kembali memeluk sahabatnya yang bisa kita sebut Hyoyeon.
"Kalian mengacuhkan ku Nona - nona" ujar seorang namja.
Dan mereka tertawa kecil.
"Ughhh.. maafkan aku sepupu kecilku." ujar sang Yeoja lalu mengacak rambut blonde sang namja.
Sang namja berdecak kesal mendapatkan perlakuan seperti anak kecil.
"Apakah kalian sudah bebas tugas?" tanya sang yeoja dan menatap bergantian kedua orang yang dirangkulnya.
Hyoyeon mengangguk dan tersenyum bertanda iya. Dan sang namja hanya menggeleng kecil.
"Aku masih harus membaca beberapa berkas kasus" Ujar sang namja.
"Tinggalkan saja dulu Kris" ujar sang yeoja lalu tersenyum.
"Hei. Yuri Noona kau ini atasanku dan kau mengajakku melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukan seorang polisi. Menelantarkan sebuah tugas?" protes sang namja yang kita ketahui bernama Kris.
"Ini bukan ajakan,tapi ini perintah dariku. lagi pula ini sudah jam 8 malam. Ayo aku ajak kalian ke sebuah Cafe. Aku yang traktir" ajak Yuri. "Dan jika kalian menolak maka aku akan menambahan kasus pada kalian Dan akan aku pastikan seminggu kedepan kalian tidak akan tidur!" ancam Yuri. dan tanpa persetujuan keduanya Yuri sudah berlalu. Meninggalkan Kris dan Hyoyeon.
Hyoyeon tanpa berkata ia melepaskan jas putihnya dan memberikannya pada Kris yang dengan sigap menangkapnya lalu pergi meninggalkan ruangan dan menyusul Yuri.
Kris kembali berdecak. "Dasar perempuan" gerutu Kris.
"Ya! Naga lambat! Cepat sedikit!" Yuri berteriak dari anak tangga yang tidak jauh dari sana.
Dansecepat kilat Kris menyusul keduanya.
.
.
.
.
.
Hari ini adalah hari minggu. Yang dimana jika para Bunny Girls tidak sedang ada 'misi' maka mereka akan berada di Cafe milik Yixing. Membantu Yixing. Yang dalam artian Minseok akan menjadi Baristta. Luhan akan membantu menjadi kasir. Baekhyun dan Tao akan menjadi seorang Waitress dan Kyungsoo membantu Yixing di dapur membuat makanan atau menghias Cake. Yixing mengakui bahwa makanan atau hiasan Cake yang di buat Kyungsoo sesuai dengan seleranya.
Hari Minggu dimana semua orang akan berlibur dan menikmati hari libur mereka. Dan sebagian anak muda akan menghabiskan waktu berlibur mereka untuk datang ke Cafe ini. Karena Cafe milik Yixing terkenal dengan berbagai macam olahan Kopi yang enak dan rotinya yang lembut dan roti yang selalu 'fresh from the oven'. Hal yang pertama kali akan menyapa kalian ketika kalian memasuki Cafe ini adalah aroma khas dari Roti yang baru saja selesai di panggang dan aroma khas Kopi yang serasi dengan aroma roti.
Sudah dari pagi hingga malam hari mereka 'bekerja' di jam 8 malam yang berarti sudah waktunya untuk tutup. Mereka berenam sedang duduk menikmati waktu istirahat mereka. Di temani dengan minuman dan juga makanan yang berada di atas meja mereka.
Suara lonceng kembali terdengar tanda ada seorang pelanggan datang. Mereka menoleh satu sama lain. Bukankah mereka sudah memasang. tanda 'Close' di pintu masuk. Dan Luhan dengan cepat beranjak dari duduknya. Untuk melihat siapa orang yang datang.
Aaaaaaaaaa~~~~
Baekhyun dan yang lainnya melotot horor mendengar suara Luhan yang berteriak histeris. Dengan segera mereka menyusul Luhan ke dalam. Dan hal pertama yang ia lihat adalah Luhan mematung di tempatnya. Mata rusanya membulat dan tangannya menunjuk ke arah pintu. Dan saat itu juga Minseok, Tao, Yixing, dan Baekhyun ikut berteriak histeris layaknya melihat seorang Idol. Sedangkan Kyungsoo hanya menatap mereka semua dengan bingung.
.
.
.
.
.
TBC
dengan tidak elitnya.. XD
hai reader.. Yo minta maaf. Yo tau ini sudah mau 2 bulan. dan saya baru update..
astaga.. sungguh tadinya mau update paa tanggal 1 / 2.. Tapi saya semakin sibuk belakangan ini.
Dan kerjaan di tempat kerja makin menumpuk..Ini Yo ketik di hp pake aplikasi khusus. docs to go namanya. karena saya tahu saya pasti bakalan sulit buat ngetik di warnet jadi saya pikir untuk ketik di Hp. kan kalau di hp kalau lagi sempat dan ada ide kapanpun dan di manapun bisa langsung buka aplikasinya dan ketik.
Yo belakangan ini makin sibuk dan mudah lelah. mungkin karena kerjaan di tempat saya makin banyak. dan stress. Serta saya sedih harus kehilangan ahli gizi. dia di berhentikan karena sesuatu yang tidak ia perbuat. astaga sungguh dia itu baik. dan care sama tema teman yang lain tapi ada yang ga suka sama dia dan berakhirlah sudah. Namanya juga dunia kerja pasti ada yang suka sikut sikutan. T.T
Yo kerja. pulang kerja cuci baju jemur. mandi. trus tidur dengan rambut yang masih basah kadang kadang. atau pulang kerja belum ganti baju udah ketiduran di sofa.. #curhat
ohh ya ada beberapa pertanyaan yang akan Yo jawab. ini Dari Park FaRo
Q:: Eonnie non Muslimkah?
A:: Ya. tapi tenang saja kok saya orang yang bergaul dengan siapapun tanpa pandang bulu(?) apalagi kpopers.. huaaaa saya akan dengan senang hati berteman dengan siapapun. ^^
Q:: Aku dengar Eonnie chef?
A:: Yupp.. tapi belum bisa di bilang Chef karena saya belum dapat pengakuan dari orang orang yang sudah di anggap Chef kalau saya ini Chef. Saya hanya juru masak di salah satu rumah sakit di Bogor.
Q:: Berarti eonnie jago masak?
A:: Kalau di bilang jgo sih belum.. karena ilmuku masih sebatas masakan dasar kok.. tpi aku lulusan SMK tata boga.. XD Pengalamanku. masih Rumah Sakit. pengen kerja di Hotel atau toko kue.. Ughhh.. saya mau jadi pastrier. sungguh..
kkkkkkkk..
Ohh ya ada yang punya aku BBM? Intagram dan line?
mind to invite follow and chat me?
pin bbm ku 7c975330, IG Yovanka92, line Jojo (신 요 용). atau mau sms? 089697973289 XD
aku masih tunggu review kalian maaf ga ada balesan review di chapter ini.. tapi review kalian. selalu aku bacabaca dan maaf jika kurang panjang karena ide saya udah mentok.. XD Semontok badan Xiumin oppa.. He?
akuvtunggu saran kalian dahhh~~
