Title :: Playboy Trap

Cast :: Chan Baek

HunHan

Kaisoo

Taoris

Chenmin

Sulay

Genre :: Romance, Hurt, Humor(Little bit), Yadong (Maybe) GS

Rated:: M ( jaga – jaga jika author lagi kumat) XD

Disclamer::Chanyeol itu suami saya.

EXO Member is MINE (Di kejar - kejar EXO-LXD)

This story is mine..

Summary:: Sekumpulan Yeoja yang merasakan sakit hati terhadap priamasa lalu mereka, yang telah mempermainka hati dan perasaan cinta tulus mereka terhadap Namja – namja Playboy. Mereka membantu para yeoja yang bernasib sama seperti mereka. Namun apa yang terjadi jika mereka bertemu dengan Namja yang tulus mencintai mereka? Akankah mereka percaya?

WARNING FF INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA! MOHON KEBIJAKSANAAN READERS UNTUK TIDAK MEMBACANYA BAGI YANG BELUM 21+.. Terima Kasih.. I TOLD YOU BEFORE..

.

.

.

.

#Chapter 9#

.

.

.

.

Sehun menatap dirinya di cermin. Ia mengenakan celana jeans hitam yang pas di kakinya, Mengenakan kaos berwarna abu - abu dan juga sweater putih yang pas di tubuhnya. Ia merapikan rambutnya terus - menerus lalu memoleskan cream wajah khusus pria. Setelah itu ia mengenakan parfum dengan banyak pada bajunya. Membuka dompetnya dan melihat uang yang akan ia bawa.

Hari ini adalah kencan pertama Sehun dan Luhan. Dan sudah di pastikan Sehun sangat senang. Bagaimana tidak setelah acara minum bubble tea bersama Sehun dengan jelas mengatakan ia menyukai Luhan dan ia ingin Luhan menjadi istrinya.

Dan Luhan menerima ajakan kencan Sehun. Menurut Sehun, Luhan adalah wanita yang polos namun berpenampilan liar. Dan terkadang menggemaskan. Ia sudah menyiapkan rencana kencan hari ini. Ia melihat jam tangannya dan sekali lagi memeriksa penampilan dirinya lalu bergegas pergi.

.

.

.

.

Luhan menunggu Sehun untuk datang menjemputnya. Ia sudah bersiap dan berdandan sedikit menggoda Sehun. Ia mengenakan rok mini berwarna merah sehingga menampilkan pahanya yang putih dan mulus. Lalu ia mengenakan kaos tanpa lengan yang menampilkan sedikit belahan dadanya dan ia mengenakan sweater yang tidak di tutup. Ia menggerai rambutnya yang panjang dan memoles bibirnya dengan pewarna bibir Cherry pink dan sedikit make up.

Xiumin menatapnya curiga dari atas hingga bawah. Begitu pula dengan Baekhyun dan Tao yang baru saja bangun dari tidurnya.

Luhan hanya tersenyum dan membalikkan badannya dari cermin.

"Kencan pertama setelah 4 tahun" Ia bersorak riang dan kembali berkaca.

Baekhyun menahan tawanya dan menatap Luhan dari atas hingga bawah berjalan menghampirinya.

"Kau ingin kencan atau menjual diri?" Baekhyun mengejek penampilan Luhan. Dan menggelengkan kepalanya.

"Aku sengaja akan menggodanya apakah ia berani mengambil resiko atau tidak" Luhan kembali menatap Baekhyun berani.

Dengan sigap Baekhyun memegang pundak Luhan dan memutar tubuhnya hingga saling berhadapan. Baekhyun memegang payudara Luhan tanpa ijin dan meremasnya. Luhan sedikit mendesah.

"Payudaramu kecil. Tapi kenyal" Baekhyun menarik tanktop Luhan kebawah dan memilih Nipple Luhan. " Tapi nipplemu cukup besar" Dan luhan kembali mendesah dengan kasar ia menarik kembali bajunya dan merapikkannya.

"Baekhyun! Kau sedang bergairah? Telepon tunanganmu itu dan bercintalah!" Dengan kesal Luhan memanas - manasi Baekhyun. Dengan seenakknya ia meremas payudara Luhan dan memilin nipplenya. Membuatnya bergairah saja.

"Ya mungkin kau benar. Pada akhirnya aku juga akan kehilangan keperawanan olehnya juga. Lagi pula aku tidak ada kegiatan dan tadi aku habis menonton film sex jadi aku sepertinya ingin melakukan sex juga" Baekhyun berbicara asal dan melihat kuku kukunya tanpa memperdulikan tatapan tidak percaya dari Luhan.

Baru saja Xiumin ingin berkata - kata suara bel berbunyi. Dan dengan girang Luhan melesat pergi. Mengucapkan selamat tinggal dan sesegera mungkin pergi dengan Sehun.

.

.

Sehun menekan bel pintu apartement Luhan dan ia menunggu dengan cemas. Ketika pintu apartement mereka terbuka Sehun tidak bisa berkata apa - apa. Ia melihat Luhan sangat cantik dan juga sexy. Ia tersenyum dan terpaku.

"Kenapa?" Luhan menggigit bibir bawahnya cemas. Ia takut jika Sehun tidak menyukai penampilannya.

"Noona cantik. Sungguh" Sehun mengulurkan tangannya meminta Luhan untuk menggenggamnya. Luhan tersenyum dan menggenggam tangan Sehun. Mereka berjalan dan melakukan kencan mereka.

Kini mereka berada di sebuah bangku. Setelah mereka bermain di Lotte World kini mereka beristirahat sebentar. Mereka berbincang dan tertawa bersama.

"Noona kau lapar? Kau ingin makan mie hitam?" Sehun menatap Luhan dan ia mengangguk lucu. Dengan cepat ia menarik tangan Luhan dan menuju restoran makanan China di pusat kota.

Memang ini bukanlah restoran kelas atas. Hanya restoran biasa yang di pinggir jalanan. Hanya ada beberapa orang di sana termasuk Luhan dan Sehun.

"Kau datang lagi?" Seorang pelayan bertanya kepada Sehun karena ia sudah sering datang ke restoran ini. Dan sang pelayan menoleh kepada Luhan.

"Ohh kau juga datang. Sudah lama tidak berjumpa" Pelayan tadi juga menyapa Luhan. Luhan tersenyum lucu.

"Ia bibi lama tidak berjumpa" Luhan menyapa kembali dan tersenyum.

"Kalian berkencan? Kalian sangat cocok. Selamat menikmati" Sang bibi tadi membuat Luhan dan Sehun salah tingkah. Mereka sedikit canggung.

"Noona sering kesini?" Sehun mencoba mencairkan suasana. Ia mengaduk mie hitamnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

Luhan melakukan hal yang sama ia mengaduk mie hitamnya.

"Dari kecil aku sering ke sini dengan teman kecilku dan ketika aku kembali lagi ke sini aku selalu sendiri ke sini" Luhan memakan mie hitamnnya. Dan dari nada bicaranya ia sedikit sedih.

"Laki - laki atau perempuan?" Nada Sehun terdengar sedikit cemburu. Dan ia menatap Luhan menantikan jawaban.

"Laki - laki. Mungkin sekarang ia sudah seumuranmu" Sehun sedikit tersenyum. mendengar jawaban Luhan jujur ia sedikit senang.

"Noona saat kau pergi ke China 12tahun yang lalu apa kau pernah ingat denganku?" Sehun memakan mienya lagi.

Luhan menelan mienya dan mengusap bibirnya dengan tisue.

"Hmm.. Tentu saja Se..." Luhan terhenti dan tersadar akan pertanyaan Sehun. Ia menatap Sehun yang tersenyum dan ia berkaca - kaca.

.

.

.

*** Flashback***

Sehun baru saja pindah rumah. Ia berumur 4tahun. Ayahnya baru saja di pindah tugaskan ke Seoul. Sebenarnya ia tidak suka pindah rumah. Ia lebih suka di tempat tinggalnya yang lama. Walaupun rumahnya yang saat ini lebih besar tapi Sehun lebih suka rumahnya yang lama. Karena teman bermainnya Kai.

Ia berjalan - jalan di sebuah taman. Ia duduk di sebuah ayunan dan sedang merajuk. Ia menundukkan kepalanya dan menggerak - gerakkan kakinya menendang - nendang pasir dan beberapa batu di sana.

Ia sendirian dan tidak ada teman. Oleh sebab itu ia merasa sedih. Ia meninggalkan Jongin kecil. Mengingat Jongin ia terisak dan menangis. Dan memanggil nama Jongin di tengah kesendiriannya sambil terisak.

Hingga ia melihat sepasang sepatu berwarna pink dengan pita di atasnya di depan matanya. Ia menegakkan kepalanya dan menahan isakannya.

"Kenapa kau menangis adik kecil?" Seorang anak perempuan dengan rambut hitam sebahunya. Ia mengenakan bando berwarna pink senada dengan jaket dan sepatunya. Dan ia menggenggam boneka beruang putih dengan jaket pink. Matanya indah memandang ke arah Sehun prihatin. Sesaat Sehun berhenti menangis dan sedikit terisak.

"Aku mengingat temanku" Sehun menjawab sambil terisak. Dan ia mengusap wajahnya menghapus air matanya.

"Siapa namamu?" ia duduk di ayunan sebelah Sehun dan memandang Sehun dari samping.

"Oh Sehun" Sehun kecil kembali terisak.

"Berapa umurmu?" Ia kembali bertanya dan mulai berayun - ayun di atas ayunan yang ia duduki.

Tanpa sadar Sehun juga mulai berayun - ayun dan bermain ayunan bersama.

"4 tahun" Sehun kembali menjawab ia berhenti terisak dan melupakan pikirannya tentang sahabatnya Jongin untuk sementara.

"Siapa namamu? dan berapa umurmu?" Kini Sehun yang kembali bertanya. Ia melihat anak perempuan itu tersenyum kepadanya dan rambutnya yang hitam tertiup angin dengan sinar matahari pagi yang menyinari wajahnya yang putih.

"Xi Luhan! dan aku umur 8tahun" Ia menjawab dengan riang dan senang. Sehun tersenyum.

"Noona kau cantik" Sehun mengucapkannya dengan lantang dan Luhan tersipu malu.

Mereka memutuskan untuk bermain bersama hingga tidak terasa waktu makan siang. Dan mereka memutuskan untuk pulang bersama. Sebenarnya Luhan-lah yang mengantarkan Sehun karena Luhan khawatir Sehun tersesat karena ia mendengar dari Sehun jika ia baru saja pindah.

Dan ketika mereka sampai di sebuah deretan rumah, Luhan dan Sehun berhenti ketika mereka melihat ibu mereka sedang berbincang di depan rumah mereka dan ibu Sehun terlihat terisak dan menangis.

Sepertinya mereka bermain terlalu lama sehingga orang tua mereka khawatir dan menangis. Sehun menjadi merasa bersalah kepada ibunya. Mereka memanggil ibu mereka dan berlari kearahnya.

Ibu Sehun memeluk Sehun erat dan mengecup kening Sehun berulang - ulang. Sedangkan Luhan hanya bisa melihat adegan ibu dan anak tersebut.

Satu yang Luhan ketahui bahwa rumah mereka bersebelahan. Dan mungkin mereka akan sering bermain bersama. Jika Luhan mengingat dari cerita Sehun ia belum mempunyai teman di sini.

Entah bagaimana caranya kini Luhan , Sehun serta kedua orang tua mereka sedang makan malam bersama. Mereka tidak terlalu memperdulikan pembicaraan orang tua mereka yang saling mengenal karena mereka.

Sehun dan Luhan sedang menonton film bersama. Film kartun dimana menceritakan cerita seram. Mereka berbaring berdampingan dan memeluk boneka mereka masing - masing. Mata mereka fokus kepada layar TV. Dan dengan serius memperhatikan film yang mereka lihat.

Hingga suatu adegan dimana membuat Luhan berteriak keras menenggelamkan kepalanya kepada boneka yang ia peluk dan Sehun dengan sigap memeluk Luhan dengan sebelah tangannya.

"Noona tenang saja ada aku di sini Oh Sehun!" Dengan gagah ia mengucapkan kalimat yang entah ia pelajari darimana.

Sedangkan 4 orang dewasa yang berada di sana dan mengamati mereka hanya terkikik geli melihat tingkah anak - anak mereka.

Tahun demi tahun berganti, musim demi musim berlalu. Kini Sehun menginjak usia 8tahun dan Luhan 12 tahun. Mereka bersekolah di sekolah yang sama tetapi mereka berbeda tingkat sekolah.

Mereka selalu berangkat dan pulang sekolah bersama. Bermain dan belajar bersama tidak jarang ketika mereka belajar dan tertidur mereka menginap.

Seperti hari ini mereka pulang sekolah bersama dengan ceria dan bergandengan tangan mereka bersenandung dan tersenyum. Ketika mereka sampai di depan rumah. Mereka melihat banyak orang berlalu lalang keluar masuk rumah Luhan dan membawa beberapa barang. Tanpa sepengetahuan Luhan. Keluarga Luhan akan pindah ke China ke asal negara mereka.

Sehun dan Luhan menangis bersama mereka berpelukan tidak mau melepaskan satu sama lain. Bahkan hingga malam tiba mereka tertidur dengan berpelukkan satu sama lain. Orang tua mereka merasa bersalah jika memisahkan mereka. Namun Ayah Luhan harus kembali dan bertugas di sana.

Pagi menjelang Luhan dan Sehun duduk di ayunan saat pertama kali mereka bertemu. Mereka diam dan Luhan mulai menangis lagi. Sehun bangkit dan memeluk Luhan. Bagi Luhan, Sehun sudah seperti adiknya sendiri. Begitu pula sebaliknya.

Hari ini adalah hari terakhir Luhan di Seoul. Ia tidak mau berpisah dari Sehun. Rencananya mereka ingin bermain bersama namun kini mereka hanya diam dan Luhan kembali menangis.

"Sehun... maafkan noona" Luhan terisak dan mencoba menahan tangisnya.

Sehun menunduk dan ketika ia menatap Luhan ia mencoba tersenyum.

"Noona... kita pasti akan bertemu ketika sudah dewasa" Sehun tersenyum menampilkan gigi - gigi kecilnya yang putih.

Luhan tersenyum mendengar kalimat polos Sehun. Tanpa sadar ia menganggukkan kepalanya.

"Jika Noona yang tidak mencariku maka aku yang akan mencari Noona. Aku sungguh menyayangi Noona" Sehun berkata serius dan tanpa di duga Ia mencium Luhan. Hanya menyentuh saja bibir Luhan tidak lebih.

Dan Luhan tersipu malu karenanya.

Setelah mereka mengenang masa kecil mereka kini Luhan berada di rumah Sehun. Mereka duduk di meja makan dan saling memandang tersenyum satu dengan lain.

"Aku merindukanmu" Luhan menatap Sehun.

"Aku juga merindukanmu Noona. Kau tumbuh menjadi wanita yang cantik dan menggoda" Sehun mengusap pipi Luhan lembut. Dan Luhan menutup matanya menikmati sentuhan hangat Sehun.

"Kapan?" Luhan mengusap tangan Sehun dan menggenggamnya.

"Sejak aku mengajakmu meminum Bubble Tea dan bercerita kepada Kai. Lalu ia mengingatkanku kepada ciuman pertama kita" Luhan tersipu malu. Wajahnya memerah dan ia menundukkan kepalanya.

Sehun terkikik kecil. Baginya Luhan masih sama. Polos dan indah. Mungkin ini adalah malam terpanjang bagi mereka menikmati kembali moment bersama mereka dan berbincang mengingat masa lalu dan bercerita tentang mereka.

.

.

.

.

Baekhyun sedang membantu Yixing dan Xiumin di Cafe. Sebenarnya ia sedang tidak semangat karena Cafe juga sedang sedikit sepi. Mungkin karena ini masih pagi dan Tao sedang tidak bersama dengannya sekarang. Ia hanya menatap beberapa pasangan yang sedang menampilkan adegan romantis dan ia hanya memasang wajah datarnya.

Ia tersenyum karena ada seorang pelanggan yang datang dan berdiri di depannya. Ia mengucapkan selamat datang dan bertanya pesanan namun ia tercekat ketika ia melihat Chanyeol di hadapannya.

Chanyeol menggunakan celana jeans panjang dan kaos yang pas sehingga menampilkan bentuk badannya yang bagus. Dan Baekhyun bisa mencium aroma parfum Chanyeol yang berada di depannya. Bagi Baekhyun, Chanyeol begitu sexy.

Ia menggeleng kecil dan kembali bertanya kepada Chanyeol apa yang akan ia pesan. Dengan cepat Chanyeol memesan dan Baekhyun memberikan pesanan kepada Xiumin. Chanyeol menunggu dan tidak ada pembicaraan diantara mereka.

Baekhyun merutuki nasibnya. Kenapa rasanya Xiumin lama sekali membuat kopi di sana. Ingin rasanya ia pergi. Ia merasakan Chanyeol sedang menatapnya dan itu membuatnya tidak nyaman.

"Kau berbeda Baekhyun" Entah itu sindiran atau pertanyaan. Baekhyun hanya tersenyum dan ia memberanikan diri menatap Chanyeol yang berada di depannya.

"Setiap wanita pasti berubah. Begitu pula pria" Baekhyun menatap Chanyeol tajam. Dan Chanyeol menatap kembali Baekhyun.

"Apakah semua wanita memperlihatkan bagian tubuh mereka kepada orang lain untuk memikat laki - laki?" Dari nadanya Chanyeol tidak suka dengan penampilan Baekhyun.

Memang hari ini Baekhyun menggunakan celana pendek di atas paha sehingga menampilkan paha mulusnya. Dan juga baju tanpa lengan hanya seutas tali yang berada di bahunya serta aksen tali yang berada di punggungnya yang ia simpul di bagian bawahnya. Siapapun yang melihatnya pasti mengetahui jika Baekhyun tidak menggunakan Bra.

Ia tersenyum. "Apakah setiap pria hanya melihat wanita sebagai objek SEX mereka?" Baekhyun membalikkan pertanyaan Chanyeol dan menekan nada ketika mengucapkan kata Sex.

Chanyeol terdiam dan ia tersenyum. Menatap Baekhyun sedih.

"Maafkan aku. Aku keterlaluan" Chanyeol mengalah dan ia mengakui bahwa ia salah. Tidak seharusnya ia menghakimi Baekhyun dari penampilannya.

Suara bel berbunyi dan ia mengambil pesanan Chanyeol dan meletakkannya di meja kasir. Mendorong tray kepada Chanyeol dan mengulang pesanannya dan mempersilahkan Chanyeol menikmati pesanannya.

Chanyeol duduk di meja tidak jauh dari meja kasir dan menghadap Baekhyun. Ia sengaja memilih meja disana agar bisa menatap Baekhyun.

Baekhyun kembali tersenyum ketika seorang pelanggan pria datang dan memesan. Chanyeol memperhatikannya. Pria tersebut sepertinya dekat dengan Baekhyun. Mereka tampak berbincang dan bercanda. Pria yang Chanyeol lihat ia berpenampilan modis dan sepertinya ia tidak asing bagi Chanyeol.

Chanyeol menatap tidak suka ketika pria tersebut berbisik kepada Baekhyun dan menyentuh puncuk kepala Baekhyun sayang. Ia cemburu. Dan mereka tertawa bersama.

Chanyeol memilih untuk menyibukkan dirinya dengan ponselnya. Dari pada ia harus melihat adegan di hadapannya. Apakah Baekhyun sengaja atau tidak Chanyeol tidak tahu.

Setiap pelanggang Pria yang datang selalu tampak menggoda Baekhyun begitu pula sebaliknya. Dan Chanyeol mulai tidak menyukainya. Namun ia tidak bisa bertindak egois dan membuat Baekhyun semakin membencinya. Ia mencoba berfikir positif dan menganggap itu adalah salah satu Costumer Service dari Baekhyun.

Siang berganti malam. Baekhyun menutup pintu Cafe sendirian. Entah kapan Chanyeol pergi ia sendiri tidak menyadarinya sama sekali. Xiumin pulang lebih dulu untuk mengurus pajak dan administrasi lainnya. Ia mengunci pintu dan memastikannya.

Ia mengenakan jaket panjang menutupi tubuhnya udara malam sekarang begitu dingin. Dan ia mulai mengigil. Ia berjalan santai menuju halte bis. Dan secara tiba - tiba hujan mulai turun. Ia mulai berlari menuju halte secepat yang ia bisa. Baekhyun kehujanan dan ia mulai kedinginan. Ia memeluk dirinya sendiri menunggu bis, udara dingin mulai menusuk tulangnya. Sudah setengah jam ia menunggu namun bis yang di tunggu tidak datang juga.

Ia mengambil ponselnya dan mencoba untuk meminta tolong kepada Chen. Namun ponselnya mati dan ponsel Baekhyun juga mati. Pilihan lainnya adalah ia harus tetap menunggu bis atau taxi yang lewat dan melawan udara dingin.

Ia menundukkan kepalanya dan memeluk dirinya lebih erat. Hingga sebuah suara memanggil namanya dan ia menegakkan kepalanya. Ia melihat Chanyeol menatapnya iba.

Chanyeol membuka sweaternya dan mengenakannya kepada Baekhyun. Baekhyun menolak awalnya namun Chanyeol memaksanya.

"Ayo aku antarkan kau pulang" Chanyeol merangkul pundak Baekhyun yang bergetar Baekhyun menepis tangan Chanyeol.

"Aku akan menunggu bis atau taxi. Anggap saja kau tidak melihatku. Pergilah" Baekhyun kembali egois ia memalingkan wajahnya dan menatap arah lain. Bibirnya bergetar dan mulai membiru.

Dengan cepat Chanyeol menarik tangan Baekhyun memasuki mobilnya. Baekhyun memberontak dan Chanyeol dengan cepat mengunci pintu mobilnya. Melajukan mobilnya menuju apartement Chanyeol.

"Kenapa kau membawaku kesini? Ini bukan tempat tinggalku" Baekhyun hendak pergi dan dengan cepat ia menarik Baekhyun dan menjepitnya diantara badannya yang tegap dan juga mobilnya. Chanyeol menatap Baekhyun marah.

"Demi Tuhan Baekhyun! Tidak bisakah kau berfikir dewasa? Disana hujan besar. Semua supir bis dan taxi sudah tidak ada dan kau mau berjalan kaki?" nafas Chanyeol memburu ia menahan amarahnya.

"Lagi pula kau kedinginan dan bibirmu sudah membiru. Aku yakin orang tuamu juga tidak akan marah jika anaknya menginap dengan calon suaminya" Baekhyun memilih diam ia tidak berkata apa - apa dan menurut kepada Chanyeol.

Mereka memasuki apartement Chanyeol. Dan Baekhyun sedikit meringis ketika ia merasakan kakinya sedikit sakit. Ia memilih untuk duduk di sofa di sana. Membuka jaketnya yang basah dan memijat kakinya yang terasa sakit. Sepertinya sedikit bengkak mungkin karena ia seharian berdiri mengenakan sepatu tingginya dan tadi ia berlari menghindari hujan.

Chanyeol membawakan sebuah tempat berisi air hangat untuk merendam kaki Baekhyun. Baekhyun tidak melawan dan ia memperhatikan Chanyeol yang bersikap lembut kepadanya. Ia memilih untuk memalingkan wajahnya. dari pada ia harus melihat Chanyeol membasuh kakinya dan memijatnya.

"Aku sudah menyiapkan air hangat di bathtub mandilah. Akan aku siapkan baju untukmu. Dan akan aku cuci bajumu yang basah" Chanyeol menatap Baekhyun dan kembali sibuk dengan kaki Baekhyun ketika ia tidak mereapon ucapan Chanyeol.

.

.

.

Setelah Baekhyun selesai ia mengenakan kemeja Chanyeol yang kebesaran. Baekhyun adalah wanita yang selalu membawa dalaman kemana saja. Untuk bersiap jika suatu saat ia membutuhkannya dan sepertinya persiapannya berguna sekarang. Kemeja Chanyeol hanya menutupi sampai pangkal pahanya saja dan memperlihatkan sedikit celana dalamnya yang berwarna merah.

Ia melihat Chanyeol sedang membuat kopi. Jika ia bisa membuat kopi sendiri mengapa ia rela membuang uang dan membeli kopi di Cafe Yixing.

Ia memilih untuk duduk dan memeluk bantal di sana. Ia mendengar suara mesin cuci yang sedang bekerja. Ia kembali memeluk dirinya sendiri walaupun penghangat ruangan sudah dinyalakan tetapi Baekhyun masih kedinginan.

Chanyeol datang membawa dua cangkir satu cangkir cokelat hangat untuknya dan satu cangkir kopi untuk Chanyeol sendiri.

Mereka diam hanya menyesap minuman mereka masing - masing. Ponsel Chanyeol bergetar seseorang menelponnya. Baekhyun melihat nama 'Ayah' tertera di layar ponselnya. Namun Chanyeol hanya melihatnya dan kembali menyesap kopinya. Baekhyun menatap Chanyeol penuh tanya.

Ponselnya kembali berbunyi kali ini 'Eomma' meneleponnya. Dengan sigap Baekhyun mengambil ponsel Chanyeol dan menyerahkannya kepada Chanyeol. Chanyeol hanya melihat ponselnya dan mengambilnya tetapi ia mematikan ponselnya dan meletakkannya kembali di meja.

"Kenapa? Bukankah itu dari paman dan bibi?" Baekhyun agak tidak suka dengan tindakan Chanyeol.

"Biarkan saja. Karena mereka aku kehilangan seseorang yang aku cintai hingga sekarang. Dan ia bahkan selalu menolakku sekarang" Chanyeol menatap Baekhyun sedih.

Baekhyun berfikir. Apakah Chanyeol membicarakan dirinya. Karena orangtuanya Chanyeol pergi darinya. Baekhyun menatap Chanyeol penuh tanya.

Chanyeol menaruh cangkir kopinya dan menjelaskan semuanya kepada Baekhyun mengapa ia pergi tanpa memberitahukan Baekhyun dan tentang surat yang ia berikan kepada Baekhyun.

Orang tuanya terpaksa harus pindah saat itu juga karena kakek dan nenek Chanyeol meninggal di Kanada karena kecelakaan. Chanyeol meminta waktu sebentar hanya untuk menemui Baekhyun namun ayah dan ibunya melarangnya. Dan dengan cepat Chanyeol menulis sepucuk surat untuk Baekhyun. Dan menitipkan kepada pemilik baru yang akan menempati rumahnya.

.

.

Baekhyun berkaca - kaca mendengar semuanya ia sungguh tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi ini terlalu mendadak ia menangis. Menyesali semuanya. Keegoisannya mengapa ia tidak membaca surat yang di berikan kepadanya mengapa ia bertindak egois dan mengambil kesimpulannya sendiri.

Ia menangis sejadi - jadinya. Chanyeol memeluknya hangat dan mengucapkan kata - kata maaf kepada Baekhyun. Mungkin mereka harus bersyukur atas hari ini. Karena hari ini mereka bisa meluruskan semuanya. Masalah mereka.

Kini Baekhyun sedang tiduran. Hujan masih saja belum reda dan di berita ini adalah badai. Baekhyun memutuskan untuk menginap. Dan ia tidak bisa tidur ia sedang berpikir. Apakah ini semua benar. Ia tersentak ketika Chanyeol tidur di hadapannya sebelah dirinya.

"Maaf apakah aku boleh tidur disini?" Chanyeol hendak bangkit. Namun ia di tahan oleh Baekhyun.

"Tidurlah. Aku juga akan tidur disini. Selamat malam" Baekhyun masih saja bersikap dingin kepada Chanyeol ia masih belum percaya. Ia membalikkan tubuhnya memunggungi Chanyeol.

Chanyeol hanya tersenyum pahit. Ketika ia melihat Baekhyun sudah tertidur pulas. Ia memberanikan dirinya memeluk Baekhyun dan membelai rambutnya.

"Sampai kapan aku harus mengejarmu kembali Baekhyun? Aku benar - benar mencintaimu. Maafkan aku. Berapa kali aku harus mengucapkannya. Ku mohon biarkan aku kembali memasuki hatimu. Percayalah padaku Baek. Aku tidak akan pergi lagi. Selamat malam" Chanyeol mengecup kepala Baekhyun dan pergi tidur.

.

.

.

.

Kris bersiap untuk mandi sebelum bel apartementnya berbunyi, maka ia memutuskan untuk membukanya dan ia terkejut ketika ia mendapati Tao memakai kaos putih tipis dengan pakaian dalam berwarna hitam yang tercetak jelas dengan dadanya yang bulat. Dan Tao hanya menggunakan celana pendek.

Tao tersenyum dan menyodorkan beberapa makanan cepat saji yang ia beli lalu masuk tanpa di persilahkan masuk. Ia duduk di sofa di sana dan ia menyalakan televisi.

"Apa yang kau lakukan?" Kris bertolak pinggang. Menatap Tao yang kini tiduran di sofanya dan dengan acuh menonton TV.

"Mandilah. Alat kelaminmu tercetak jelas disana dan setelah itu kita makan bersama" Tao berkata tanpa memandang Kris. Dan baru Kris sadari ia hanya menggunakan pakaian dalam. Dengan cepat ia melesat menuju kamar mandi. Sedangkan Tao terkikik kecil melihat wajah Kris yang memerah.

Kini mereka sedang makan malam bersama entah sengaja atau tidak tapi sepertinya dari tadi Kris merasa Tao sedang menggodanya. Dan jika benar maka Tao sukses membuatnya bergairah.

Dengan cara Tao memasukan makanan ke dalam mulutnya begitu sensual dan juga ia selalu menunjukkan lehernya yang jenjang dan putih.

"Apa kau sedang menggodaku?" Kris menahan hasratnya kuat - kuat. Ia meletakkan alat makannya di meja.

"Kau benar. Apa kau tergoda denganku?" Tao menegakkan badannya dan melipat tangannya di dadanya.

"Apa kau tertarik denganku?" Kris melakukan hal yang sama dengan Tao.

Tao menopang wajahnya dengan kedua sikunya di atas meja. Ia tersenyum.

"Bagaimana jika aku memang tertarik denganmu. Aku tahu kau juga tertarik denganku" Tao mengedipkan sebelah matanya menggoda Kris.

Kris hanya tersenyum dan tidak menjawab.

"Jika aku tidur bersama dengan adik dari seorang jaksa. Mungkin aku bisa di hukum mati" Kris menopang wajahnya seperti Tao dan menampilkan smirknya.

"Maka jangan sampai ia tahu. Bahkan aku yakin ia juga sudah pernah melakukannya dengan Yuri Eonnie" Dengan sengaja kaki Tao menyentuh paha bagian dalam terus naik hingga diri Kris yang sudah menegang.

Kris mendesah kecil. Ia menurunkan kaki Tao dengan tangannya. Dan tersenyum lagi.

Entah mengapa bagi Tao senyuman Kris sungguh menggoda dan menggairahkan. Sejak pertama mereka bertemu Tao merasa ia adalah Pria yang Tao cari. Dan ketika mereka dipertemukan kembali oleh Gege-nya Zhoumi ia sudah berniat ia harus mendapatkan Kris.

"Apa kau yakin nona Huang?" Kris menatap Tao menggodanya.

"Apakah kau tidak tertarik denganku? Baekhyun sudah menceritakan semuanya dan bahkan percakapanmu dengan Chanyeol dan kau mengatakan tertarik denganku walaupun dengan bahasa Inggris tapi aku mengerti semuanya" Tao berbicara sambil berjalan menuju Kris memegang dada Kris dari belakang dan turun terus hingga zipper celana Kris dan terus turun menyentuh adik Kris.

Tao dengan cepat duduk di pangkuan Kris dan mengenai adik kecil Kris. Membuat Kris dan Tao mendesah bersama karena Tao hanya menggunakan celana berbahan karet tipis ia bisa merasakan adik kecil Kris.

"Apa kau tidak akan menyesal nona Huang? Aku belum berpengalaman" Kris meletakkan tangannya pada pinggang ramping Tao. Dan mengusapnya naik masuk kedalam kaos Tao.

"Maka sama denganku. Buatlah aku terkesan tuan Wu" Tao berbisik dan mendesah serta mengigit kuping Kris mesra.

Dengan sensual Tao membuka baju Kris dan ia mulai bercumbu dengan Kris. Tangannya ia letakkan pada dada Kris dan mengelus puting Kris lembut. Dan Kris melenguh. Kris tidak mau kalah. Ia memasukkan tangannya pada kaos Tao dan menyentuh tubuhnya lembut dan membuat Tao melenguh kecil. Dengan lembut ia meremas dada Tao dan tangannya meraba seluruh tubuh Tao. Ia melepaskan ciuman mereka dan melepaskan kaos Tao.

Kris melihat dengan jelas tubuh putih mulus Tao dengan matanya sendiri secara langsung. Tao tersenyum dan mengelus rambut Kris lalu turun mengelus lehernya.

"Apa kau suka dengan pemandangan di depanmu?" Tao bertanya dan memasang smirknya.

Tanpa menjawab Kris mencumbu lembut leher Tao dan perlahan turun hingga dada Tao. Ia tidak ingin tergesa - gesa dan ia ingin bermain lembut membuat Tao terkesan dengannya. Dengan perlahan ia menyentuh diri Tao di bawah sana dan sukses membuat Tao mendesah keras.

Kris memainkan jarinya di bawah sana. Menaik turunkan jarinya di luar celana Tao terus hingga membuat Tao tidak bisa diam di pangkuannya dan terus mendesah. Sedangkan bibirnya sibuk memberikan tanda di sekitar dada Tao dan tangan kirinya sibuk meremas dada kanan Tao. Ia suka membuat Tao mendesah.

Tao mendesah kecewa dikala Kris berhenti. Kris tersenyum jahil.

"Bagaimana jika kita pindah ke kamar saja nona" Kris dengan sigap menggendong Tao dan membawanya ke kamarnya.

Kris merebahkan badan Tao sambil memangut bibir Tao. Ia tidak ingin melepas bibir Tao sedikit pun. Ia kembali memainkan bagian bawah Tao dari luar sebentar dan ia memasukkan jarinya lewat celah celana Tao. Kris melepas celana Tao dan ia pun turun menuju bagian bawah diri Tao.

Kris kembali naik ke atas kasur dan kembali mencumbu leher dan payudara Tao. Ia mengecup dan membuat tanda keunguan. Dan Kris membuka Bra Tao dan melemparnya ke sembarang arah. Kini Tao benar - benar tidak memakai apapun. Dengan Cepat Kris kembali membuat Tao mendesah ia mengecup dan menghisap payudara Tao dengan lembut dan teratur sesekali ia meremasnya dan mengecupnya lalu menjilatnya.

Tao mendesah keras di saat bagian bawahnya lagi - lagi di sentuh Kris. Entahlah Tao terlalu menikmati permainan Kris yang ia tahu ia hanya mendesah dan sedikit meremas rambut Kris dengan jari - jarinya.

Ia merasakan sesuatu yang lembut dan basah menyentuhnya. Dan Tao sedikit melihat Kris sedang mencumbu bagian bawahnya. Rasanya geli dan nikmat dan Tao hanya terus mendesah ia menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri. Tangannya meremas apapun yang bisa ia pegang ini sungguh nikmat.

Hingga beberapa menit kemudian Tao merasakan kebebasan. Ia mencapai puncaknya mengeluarkan cairan tubuhnya. Tubuhnya bergertar nafasnya terengah - engah dan ia merasa rileks.

Kris kembali keatas. Ia mendekatkan wajahnya kepada Tao.

"Kau masih perawan? Aku terkejut" Kris mencumbu Tao lagi. Dan kembali ke bawah tubuh Tao. Ia melihat lagi diri Tao dan ia memandangnya selaput dara Tao yang masih rapat, ia tersenyum senang bahwa ia adalah orang pertama.

Kris menyiapkan dirinya dan mulai memasuki Tao. Tao meringis dan sedikit berteriak sakit. Kris kembali mencoba memasuki Tao. Sedikit lebih masuk dan ia merobek selaput Tao hingga Kris seutuhnya memasuki Tao. Ia menidurkan dirinya di atas diri Tao. Ia mencumbu lagi Tao. Dan mulai menggerakkan dirinya di bawah sana. Perlahan - lahan Kris menggerakkan tubuhnya. Mereka menikmati diri mereka masing - masing. Kenikmatan dunia yang tiada tara. Tao mendesah nikmat matanya terpejam menikmati pergerakan Kris dan seluruh tubuhnya yang mulai sensitif.

Kris juga ia menikmati indahnya tubuh dan suara Tao. Ia kembali mencumbu leher Tao dan buah dada Tao. Ia kembali membuat Tao mendesah dan menggeram nikmat.

Hingga Kris mempercepat gerakkannya dan sukses membuat Tao mendesah kencang. Kris tidak mengurangi iramanya ia merasakan dirinya semakin dekat.

"Apa kau sedang dalam masa subur?" Kris bertanya dengan susah payah menyeimbangkan gerakannya.

Tao mendesah ia menelan air liurnya. "Tidak" Ia hanya menjawab singkat dan kembali sibuk mendesah.

Tao merasakan pusing. Ia sudah tidak tahan ia merasakan ada sesuatu yang akan kembali keluar. Ia menyebut nama Kris dengan sexy menurutnya.

Kris merasakan kenikmatan dan kepalanya sedikit berputar hingga beberapa menit kemudian ia menghentikan gerakannya dan menanamkan dirinya ke dalam diri Tao.

Kris mencapai puncaknya bersama Tao dan ia mencapainya di dalam diri Tao. Tao merasakan sesuatu yang hangat di perutnya. Mereka mengatur nafas mereka mengambil oksigen sebanyak - banyaknya. Kris mengeluarkan dirinya perlahan dan ia melihat beberapa cairannya keluar dan juga ada bercak darah di sana.

Ia berinisiatif mengambil sebuah handuk basah dan mengusap diri Tao dan juga bercak di kasurnya. Lalu ia tidur di samping Tao dan memeluknya.

.

.

.

.

To Be Continue..

.

.

Note:: Oke.. Mungkin ada beberapa dari kalian yang bingung Kok Kris bisa tahu Tao masih perawan cuma karena lihat aja? Sebenarnya Selaput keperawanan kita itu adanya di balik bibir vagina kita bukan di dalam vagina. Kalian bisa search di google kok ada artikelnya dan ini untuk ilmu pengetahuan.. Bahkan kalian bisa lihat bentuk selaput dara kalian dengan jongkok dan taruh kaca di bawahnya. Nanti kalain bisa lihat sendiri bentuk selaput kalian seperti apa. Jarak paling dalam itu 3cm dari bibir vagina kalian. Begitu.. Aku tahu juga karena aku penasaran akhirnya aku search dan tahu bahwa selaput kita adanya di dekat bibir vagina bukan di dalamnya.. Semoga ilmu ini bermanfaat DAN di pergunakan dengan BAIK bukan untuk yang TIDAK BAIK.

;)

Thanks To ::

:: Kim Zuki * PaiLabu * 12154kaisoo * LVenge * fakkpark * YuRhaChan * BabyByunie * Nkhaairunnisa * Aiko Vallery * Regina Pearl Luce * rizka0419 * exindira * chenma * fuckyeahSeKaiYeol * Initial D 0326 * HunHanCherry1220 * Arifahohse * ruixi1 * misslah * Linkz account * viola sandra * cici fu * Vampire DPS * Sherli898 * OhXiSeLu* Nopwillinekaisoo * DBSJYJ * Cheonsa19 * ElisYeHet * The Darkness Queen * Qoqom * AmeChan95 * Houran Wu * Rly. * pcyckh * Maya Apriliya * kim joon hwa*

Terima kasih semuanya.. Buat yang follow dan Fav juga walaupun kalian ga review dan aku ga tulis tapi aku tahu kok siapa aja.. Dan bebeapa readers baru salam kenal.. Dan readers lama yang kembali baca.. Apa kabar?

Dan apa ini saya bikin adegan Dewasa.. *terharu* apakah adegan ini bagus?.

EXO ComeBack! kalian Siap?

IG : Yovanka_92

Line: Yovanka92

.

.

06 Juni 2016

.

.