Title :: Playboy Trap
Cast :: Chan Baek
HunHan
Kaisoo
Taoris
Chenmin
Sulay
Genre :: Romance, Hurt, Humor(Little bit), Yadong (Maybe) GS
Rated :: M ( jaga – jaga jika author lagi kumat) XD
Disclamer::Chanyeol itu suami saya.
EXO Member is MINE (Di kejar - kejar EXO-LXD)
This story is mine..
Summary:: Sekumpulan Yeoja yang merasakan sakit hati terhadap pria masa lalu mereka, yang telah mempermainkan hati dan perasaan cinta tulus mereka. . Mereka membantu para yeoja yang bernasib sama seperti mereka terhadap Namja – namja Playboy. Namun apa yang terjadi jika mereka bertemu dengan Namja yang tulus mencintai mereka? Akankah mereka percaya?
.
.
.
.
#Chapter 11#
.
.
.
.
Sehun menatap layar Ponselnya, ia mendesah kesal dan sedikit melipat wajahnya menatap taman yang berada di depannya. Sudah seharian Luhan tidak membalas atau mengakat telepon darinya. Ia sedang sangat gusar sekarang.
Kai menghampiri Sehun yang terlihat termenung dan menepuk pundaknya. Sehun menoleh dan kembali termenung Kai duduk di sebelah Sehun dan menatapnya lalu ia tersenyum berarti.
Kai meminum minuman sodanya. Dan ikut memandang taman dimana banyak mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berbincang atau membaca buku.
Tiba - tiba saja Sehun memutar tubuhnya dan menghadap Kai. Kai terkejut dan menatapnya penuh tanya.
"Apa?" Kai meminum sodanya kembali dan menatap Sehun. Belum pernah Kai melihat Sehun seperti ini.
"Tentang misi mereka. Apa kau tidak merasa curiga?" Sehun bertanya matanya menatap tajam Kai. Dari nada-nya ia seperti orang yang khawatir. Ia menggigit bibir bawahnya.
Kai tidak menjawab pertanyaan Sehun ia hanya tersenyum.
"Apa kau khawatir karena kau tidak ingin Luhan noona menggoda pria lain?" Kai malah menggoda Sehun.
Sehun memutar bola matanya malas.
"Ayolah Kim Jong In kau tidak berfikir mungkin saja mereka di jebak dan ada orang yang ingin membalas mereka?" Kai tersedak dan menatap Sehun serius. Sehun benar bagaimana jika kekhawatiran sahabatnya ini benar. Kita tidak pernah tahu hati seseorangkan? Akan ada yang menyukai kita dan ada orang yang tidak menyukai kita.
"Kita harus membicarakan ini dengan Hyung yang lain juga" Sehun kembali berujar dan berdiri ia mengajak Kai untuk menemui yang lainnya. Kai sekilas memandang seseorang dari kejauhan Dan ketika Sehun memanggilnya ia menyusul Sehun.
.
.
Disinilah mereka sekarang di Cafe di mana mereka juga ikut membantu Yixing. Karena ini bukan Shift mereka, mereka memesan beberapa minuman dan juga makanan.
"Ada apa? Kau menelponku seperti orang gila saja" Chen sebenarnya malas menghadapi kedua bocah yang ada di depannya namun karena Kai mengatakan ini tentang Xiumin dan yang lainnya mau tidak mau ia datang.
"Ini tentang para gadis" Chanyeol meletakkan ponselnya yang sedari tadi ia mainkan mengirimi Baekhyun pesan. Ia menatap serius Sehun.
"Tidakkah kalian berfikir aneh? Tentang wanita yang beberapa hari lalu kesini dan meminta bantuan?" Sehun kembali membuka suaranya ia menatap para Hyung-nya satu persatu yang saling menatap.
"Hei Oh Sehun! Apa maksudmu?" Kris dengan tegas meminta kejelasan Sehun dan menatapnya serius.
"Berapa lama mereka melakukan ini? Setahun? Tiga Tahun? 10 tahun? Sudah saatnya mereka berhenti. Tidak semua orang menyukai mereka. Bagaimana jika ada orang yang tidak sengaja tersakiti oleh para gadis dan... " Chen mengangkat tangannya menandakan Sehun untuk berhenti. Ia menghela nafasnya.
"Aku mengerti dan aku paham maksudmu." Chen kini tampak berfikir. Diantara mereja berlima Chen adalah orang yang paling mengenal semua member Bunny Girls tetapi Ia tidak pernah berfikir seperti apa yang Sehun fikirkan.
"Kau benar! Bagaimana pun juga mereka tidak bisa melakukan hal ini terus" Chanyeol menatap yang lainnya dan wajahnya terlihat sedih.
"Tetapi kita tidak bisa memaksa mereka untuk berhenti. Kita harus bertanya dengan seseorang"Kris mengusulkan bertanya pendapat kepada orang lain.
"Aku kenal beberapa orang. Yuri, Hyoyeon" Kris kembali membuka suaranya.
"Yixing Jie dan Suho Hyung. Bersikaplah biasa" Chen juga mengusulkan, sekilas ia melihat Tao memasuki Cafe. Dan juga yang lainnya. Mereka tampak serius berbincang.
Dengan cepat semua pria di sana bersikap sebiasa mungkin Chen kembali membaca bukunya. Kai dan Sehun berbincang tentang Dance dan tugas mereka. Chanyeol bermain dengan ponselnya dan Kris hanya menyesap Kopinya.
Luhan melihat mereka dan menghampiri. "Apa yang kalian lakukan disini?" Luhan menatap curiga kelimanya. Ia melipat tangannya di dada.
Secara serentak mereka menjawab kegiatan mereka masing - masing Chanyeol bermain game, Kris meminum Kopi, Chen membaca buku, Sehun dan Kai berbincang dan itu membuat Luhan dan yang lainnya saling menatap.
"Sejak kapan kalian jadi kompak seperti ini?" Tao ikut menatap curiga terutama Kris. Mereka saling menatap satu sama lain.
"Ya! Noona! Kenapa kau tidak jawab pesanku dan hanya membacanya saja?" Sehun tiba - tiba saja berdiri dan mengomel kepada Luhan. Luhan menatapnya datar dan menarik bibir atasnya mencibir Sehun lalu menatapnya dengan tatapan 'kau ingin mati'.
"Memangnya kau siapa? Kekasihku juga bukan!" Luhan kembali mengomel kepada Sehun. Dan kini Sehun yang menatapnya datar dan seolah mengatakan 'baiklah jika seperti itu, lihat saja nanti'.
"Hyung aku pergi sebentar!" Dengan kesal Sehun beranjak dan mengambil tasnya sambil menatap Luhan.
"Kau mau kemana?" Kai sedikit berteriak karena jaraknya sudah agak jauh.
Sehun berhenti sebentar ketika hendak sampai pintu lalu ia menoleh. "Kemarin So You dari kelas dance yang bertubuh sexy dan padat berisi mengajakku kencan hari ini dan aku akan kencan dengannya dan jika bisa aku akan tidur dengannya dan menjadi kekasihnya" Ia menjawab Kai namun ia menatap Luhan yang kini menatapnya tidak suka.
Chanyeol dan Kris tersedak minuman mereka. Sedangkan Kai membuka mulutnya terkejut. Sedangkan Chen menahan tertawanya.
"Ya! Oh Sehun kau bukan type pria seperti itu!" Kai tetap menjawabnya walaupun ia tahu Sehun tidak mendengarnya karena ia sudah hampir berada di jalan sekarang.
Dengan kesal Luhan menuju dapur dan menghentakkan kakinya. Baekhyun menutup matanya lalu mengambil nafasnya dan menghembuskannya perlahan menenangkan dirinya.
"Aku akan tidur sebentar di lantai atas" Ia beranjak pergi dan tidak memperdulikan Chanyeol yang menatap punggung kecilnya yang menaiki tangga dan menghilang di sana. Ia tersenyum pahit. Sebenarnya Chanyeol selalu mengiriminya pesan namun Baekhyun hanya membacanya.
"Aku akan pulang. Kris, Chen aku akan menghubungi kalian nanti" Chanyeol bangkit dan menatap sahabatnya. Ia berlalu menundukkan kepalanya dengan wajah sedih.
Kris menghela nafasnya. "Sungguh malang nasib Chanyeol. Aku kasihan dengannya" Ia menatap punggung Chanyeol yang tampak berat seperti memikul ber ton - ton batu.
Chen menatap Kris penuh tanya.
"Sejak ia pindah ke Kanada. Hubungannya dengan kedua orang tuanya tidak pernah baik. Chanyeol memang selalu tersenyum ketika di sekolah namun ketika sekolah berakhir ia akan terlihat sangat sedih. Bahkan ia tidak pernah pulang ia selalu menginap di rumahku" Kris sedikit bercerita tentang Chanyeol dan wajahnya tampak sedikit sedih mengingat masa itu.
"Chanyeol sepertinya begitu terpukul" Chen membalikkan buku halaman yang ia baca.
"Bahkan ia sempat hampir terbunuh, tertabrak mobil" Kris kembali mengungkapkan kisah Chanyeol. Chen menatap Kris dengan tatapan 'kau serius'.
Tanpa mereka sadari Baekhyun mendengar semuanya ia sengaja bersembunyi di tangga bagian tengah ingin melihat punggung Chanyeol yang sangat ia rindukan. Tanpa ia terka ia mendengar semua cerita Kris. Ia memegang dadanya. Matanya berkaca - kaca dan dadanya sesak. Sepertinya Chanyeol lebih terluka dari pada dirinya. Dan satu hal yang Baekhyun sadari Ia terlalu egois.
"Aku akan pulang dan tidur. Aku ingin bermimpi sedang bercinta dengan seorang wanita" Ia berdiri dan menatap Kyungsoo lapar. Kyungsoo hanya menatapnya terkejut dan melihat punggung Kai yang pergi menjauh.
"Mengapa ia melihatku?" Kyungsoo menatap Chen dan ia kesal dengan mudahnya Chen mengangkat bahunya dan kembali membaca.
Tao menghela nafasnya. "Kalian lima pria aneh" Dan Tao berlalu dengan menggelengkan kepalanya di susul dengan Xiumin yang hanya tersenyum dan juga Kyungsoo yang tampaknya kesal dengan perkataan Kai.
.
.
.
.
Luhan menatap ponselnya kesal. Ia mengirimkan pesan singkat kepada Sehun namun ia hanya membacanya dan tidak membalasnya. Luhan menatap foto Sehun dengan dirinya di saat mereka berkencan. Ia menatap marah Sehun.
"Baiklah. Apakah kau sekarang sedang bercinta dengannya? Atau kau sedang melakukan foreplay?" Luhan berbicara sendiri kepada ponselnya. Ia memikirkan bagaimana Sehun sedang bercinta dengan seorang wanita ia sungguh tidak rela. Seharusnya Luhan ingat bagaimana sikap Sehun. Sebenarnya ia tidak sungguh - sungguh mengatakan Sehun bukan kekasihnya. Sebenarnya Luhan yang belum menjawab pertanyaan Sehun waktu itu ketika ia di minta untuk jadi kekasihnya. Luhan masih bimbang dengan hatinya apakah ia benar mencintai Sehun atau hanya menganggapnya sebagai adik saja.
Ia mengacak rambutnya kasar dan menggeram marah. Lalu ia memukul keras meja kasir membuat Kyungsoo yang sedari tadi memperhatikan Luhan terkejut lucu. Ia menghadap ke arah kanan di mana Kyungsoo memperhatikannya dan menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa di jelaskan.
Dan secara tiba - tiba Luhan memeluk Kyungsoo dan menangis seperti anak kecil.
"Kyungsoo-ya~~~~ Bagaimana ini~~~?" Luhan menangis di pelukkan Kyungsoo. Kyungsoo yang tidak mengerti hanya bingung dan diam saja.
"Sehun-ah~~~~ Hueeeeeeee" Luhan menyebut - nyebut nama Sehun. Dan Kyungsoo hanya membulatkan mulutnya pertanda ia mengerti. Kyungsoo menepuk - nepuk punggung Luhan sayang agar ia berhenti menangis.
"Sehun?" Kyungsoo membulatkan matanya. Melihat sosok yang sedang di bicarakan Luhan datang di hadapannya dengan seorang wanita di sebelahnya.
"Jangan sebut namanya! Aku tidak suka" Luhan melepas pelukkannya dan menatap Kyungsoo. Namun Kyungsoo hanya melamun entah harus apa. Merasa ada yang aneh dengan Kyungsoo, Luhan mengikuti arah pandang Kyungsoo dan ia terkejut melihat Sehun dengan seorang wanita. Tubuhnya bagus. Ia lumayan tinggi, kulitnya putih mulus, wajahnya imut namun juga terkesan dewasa serta sexy secara bersamaan. Ia menggunakan pakaian yang sexy mungkin jika diantara Luhan dan Baekhyun wanita ini seperti Baekhyun dan juga Tao yang berani berpenampilan Sexy. Rambutnya pendek sebahunya ia merangkul lengan Sehun mesra.
"Aku mau pesan dua Ice Cappucino dan juga roti tanpa gula" Sehun berujar cepat dan menatap datar Kyungsoo. Kyungsoo menjadi salah tingkah dan ia sesegera mungkin membuatkan pesanan Sehun.
Luhan hanya menunduk dan tidak menatap Sehun. Dengan berani ia menatap keduanya. Dan dapat Luhan lihat wanita ini sepertinya sangat suka dengan Sehun. Dari cara bicara dan tatapan matanya kepada Sehun ia bisa melihat semuanya. Luhan hanya tersenyum pahit dan memberanikan diri menegakkan kepalanya. Jika Sehun ingin berperang maka ia tidak akan kalah. Jangan panggil ia Xi Luhan jika ia kalah dengan dua bocah yang ada di depannya.
Kyungsoo dengan cepat memberikan pesanan Sehun dan melayaninya seperti pengunjung biasa. Ia melirik Luhan yang terus menatap Sehun dari kejauhan. Ia juga melirik Sehun. Mereka sedang duduk di bangku bagian tengah. Kini wanita tersebut melirik Luhan sekilas dan merangkul mesra Sehun dan tersenyum bersama. Mereka berbincang dan terlihat dekat.
Hingga pandangannya terhalang oleh wajah imut Jung Kook yang tersenyum kepadanya. Luhan terkejut namun sedetik kemudian ia juga ikut tersenyum.
"Noona kau sudah makan?" Jung kook memberikan tiga buah kotak mie hitam kehadapan Luhan dan Kyungsoo.
"Ayo kita makan bersama" Jungkook mengajak Luhan dan Kyungsoo. Mereka makan di sebuah meja di sana. Tidak jauh dari meja kasir. Sehingga jika ada pelanggan datang mereka tinggal berjalan sebentar.
Sepertinya Dewi keberuntungan berada di tangan Luhan. Ia tadi sedang berfikir bagaimana ia bisa membalas Sehun. Dan Jungkook datang di saat yang tepat. Mereka berbincang dan makan bersama. Satu hal yang Luhan baru ketahui bahwa Jungkook adalah anak yang menyenangkan.
Luhan melihat sebuah potongan daun kecil di pipi Jungkook. Dan ia dengan refleks membersihkan daun tersebut dengan ibu jarinya. Jungkook terkejut dan menutup mulutnya lucu.
"Ada daun di dekat bibirmu" Luhan menjelaskan dengan nada lucu dan gemas karena Jungkook memandangnya dengan tatapan 'Noona kau mesum'.
"Apa kau penasaran dengan bibirku?" Jungkook menajamkan matanya menatap Luhan.
"Memangnya bibirmu senikmat apa?" Luhan kembali menantang Jungkook. Ia melirik Sehun yang sedang memperhatikan mereka berbincang.
"Uhh..~~ Noona kau menantangku?" Jungkook kembali menunjukkan ekspresi lucunya dan tertawa. Tanpa sadar Luhan tertawa dengan lepas. Mereka menarik perhatian Sehun.
So You hanya tersenyum melihat Sehun yang menatap marah dan tidak suka kepada Luhan yang sedang berbincang akrab dengan Jungkook.
"Kau ingin pergi? Atau kau ingin menariknya pergi dari sana dan membawanya kerumahmu dan menciumnya?" So You menyadarkan Sehun. Ia menoleh kepada So You yang sekarang tersenyum simpul kepadanya.
Dengan cepat Sehun berdiri dan menuju meja di mana Luhan berada menarik tangannya dan membawanya pergi. Sedangkan Kyungsoo dan Jungkook terkejut. Ketika Jungkook hendak menyusulnya Kyungsoo menahannya.
"Semoga beruntung Sehun-ssi" So You berbicara sendiri dan ia tersenyum. Mengambil tasnya dan pergi dari sana.
.
.
.
.
Chanyeol mengenakan jas-nya. Ia memandang kembaran dirinya di cermin matanya menatap dirinya tetapi pikirannya entah kemana. Bahkan saat kakak perempuannya Yoora memasuki kamarnya, ia tidak menyadarinya. Yoora berjalan menggunakan mini dress berwarna biru muda dengan payet bunga putih sangat indah. Ia menepuk pundak adiknya yang lebih tinggi darinya.
"Kau cemas?" Yoora bertanya lembut dan tersenyum lewat cermin. Mereka saling bertatap lewat cermin.
"Tidak! Hanya saja bukan ini yang aku inginkan" Chanyeol mengehela nafasnya berat dan menundukkan kepalanya. Yoora dengan lembut mengusap kepala Chanyeol dan memeluknya dari belakang.
"Lakukan apa yang akan kau lakukan nanti. Tunjukkan keberanianmu. Saat makan malam" Ia kembali tersenyum. Dan ia melepaskan pelukkan hangatnya. Ia menyemangati adikknya.
Malam ini adalah acara makan malam keluarga Chanyeol dan juga Baekhyun. Sebenarnya mereka akan membicarakan pernikahan keduanya. Dan bukan ini yang Chanyeol inginkan.
Mereka kini sedang makan malam. Kini mereka sedang minum teh bersama akhir dari acara makan malam. Kedua orang tua mereka berbincang dan tenggelam di dunia mereka sendiri. Sedangkan Baekhyun dan Chanyeol hanya diam seribu biasa.
"Maafkan aku. Paman Bibi. Aku tidak bisa menikahi Baekhyun" Semua orang di sana terkejut terkecuali Yoora yang hanya tersenyum penuh arti.
Sedangkan Tuan Park menatap marah anaknya.
"Park Chanyeol apa yang kau lakukan?" Nyonya Park meninggikan nada bicaranya dan menatap Chanyeol penuh amarah.
Chanyeol dengan tenang menatap ke empat orang dewasa di sana. Lalu ia menatap Baekhyun yang menatapnya penuh tanya.
Pikiran Baekhyun tidak bisa tenang. Ia menatap Chanyeol marah dan juga penuh menuntut jawaban apa arti dari perkataannya.
Chanyeol kembali menatap Orangtua Baekhyun.
"Aku tidak ingin Baekhyun menikah denganku karena perjodohan yang kalian lakukan. Aku ingin Baekhyun menikahiku karena ia mencintaiku. Bukan karena keterpaksaan perjodohan. Aku akan melamar Baekhyun sesuai dengan caraku yang aku putuskan sendiri" Chanyeol bersungguh - sungguh dengan ucapannya. Ia kembali menatap Baekhyun yang berada di sebelahnya dan tersenyum.
Baekhyun terkejut di dalam hatinya ia sungguh ingin menangis sekarang. Bagaimana bisa Chanyeol setegar dan seserius itu dengan dirinya. Chanyeol ingin menikahinya bukan karena perjodohan ini. Bukankah itu berarti Chanyeol ingin Baekhyun kembali kepadanya tanpa ada paksaan. Melainkan dengan kesungguhan Cinta mereka?
Baekhyun menatap Chanyeol ia melihat kesungguhan dan juga kelembutan di matanya.
"Aku setuju" Yoora membuka suaranya. Tuan Park memandang marah Putrinya. Bagaimana bisa ia mengatakan setuju dengan pendapat adiknya dan mempermalukan keluarga Park.
"Ayolah. Kami bukan lagi anak kecil atau pun remaja dengan emosi yang meledak - ledak. Kami bisa memilih jalan hidup kami sendiri" Yoora menjelaskan dan berbicara dengan apa adanya. Ia menatap kedua orang tuanya.
Keempat orang tua di sana saling memandang. Tuan Byun tersenyum kepada Chanyeol.
"Baiklah. Aku akan menunggu kau melamar putriku dan datang kepadaku. Aku tahu semuanya apa yang terjadi kepada kalian. Lakukan apa yang ingin kalian lakukan. Selesaikanlah masalah kalian" Dengan bijaksana Tuan Byun juga mengeluarkan pendapatnya.
Tuan Park hanya bisa tersenyum. Tuan Byun benar mereka sudah dewasa dan bagaimana pun juga ia bersalah karena sudah membawa pergi Chanyeol tanpa memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertemu berpamitan. Mereka menyetujuinya.
"Baekhyun" Nyonya Park menggenggam tangan Baekhyun.
"Maafkan kami. Waktu itu Chanyeol, kami yang memaksanya. Sesungguhnya ia sudah meminta waktu kepada kami untuk bertemu denganmu sebentar tetapi karena keegoisan kami, kami melarangnya." Nyonya Park menangis di hadapan Baekhyun. Ia mengusap air matanya sesekali.
"Dan membuat kalian menderita. Kalian saling mencintai tetapi kami menghancurkan rasa percaya kalian. Kami sungguh minta maaf" Nyonya Park menangis dan memeluk Baekhyun. Baekhyun hanya diam. Dan ia juga menangis dalam pelukkan nyonya Park. Baekhyun hanya ingin menangis dan ia sepertinya akan membuka hatinya kembali kepada Chanyeol.
.
.
.
.
Kini Chanyeol dan Baekhyun sedang dalam mobil Chanyeol. Mereka hanya diam tidak bicara. Baekhyun hanya menggigit bibirnya dia ingin berbicara bertanya. Apakah Chanyeol baik - baik saja selama ini? Apakah ia makan dengan baik? Apakah ia merindukkan dirinya? Hanya saja ia takut.
Sedari tadi telapak tangan Baekhyun berkeringat. Dan ia tiba - tiba saja gugup. Ia ingin memeluk Chanyeol mengatakan bahwa ia masih mencintai Chanyeol sama seperti dulu. Ia ingin mengatakan bahwa ia tetap menunggu Chanyeol. Namun keegoisannya yang menutupi hati kecilnya.
Dengan keberanian yang ia kumpulkan, ia menoleh kepada Chanyeol.
"Apa kau baik - baik saja?" Baekhyun bertanya dan menatap Chanyeol ia hanya berharap Chanyeol tidak mentertawakan pertanyaan bodohnya.
Chanyeol sedikit terkejut. Baekhyun mulai berbicara dengannya. Ia tersenyum simpul dan menatap Baekhyun sekilas.
"Aku baik - baik saja" Chanyeol menjawab dengan lembut dan ia kembali focus mengendarai mobilnya.
"Apakah kau makan dengan baik?" Baekhyun kembali membuka pertanyaannya.
Chanyeol kembali tersenyum simpul.
"Tidak juga. Saat di Kanada aku terkadang tidak makan dan tidak pulang kerumah. Aku lebih suka tinggal di rumah Kris. Dan aku selalu memikirkan dan merindukanmu. Apa ada lagi pertanyaan Nona Byun?" Chanyeol menjawab pertanyaan Baekhyun dan memberikan jawaban untuk pertanyaan selanjutnya sepertinya Chanyeol sudah bisa membaca pikirannya.
Baekhyun berteriak protes dan memasang wajah cemberut. Ia melipat tanganya di depan dadanya. Sedangkan Chanyeol tertawa renyah. Ia menepikan mobilnya.
Baekhyun menatap horror Chanyeol. Oke. Ini jalanan sepi dan gelap. Dan di sebelah sana adalah taman yang sepi sepertinya tidak ada siapapun di sini. Hanya ada mereka.
"Kenapa? Apa yang akan kau lakukan?" Baekhyun merapatkan dirinya kepada pintu mobil dan bertindak waspada kepada Chanyeol.
"Baekhyun." Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun dan memgelusnya lembut.
"Menikahlah denganku" Ia memberikan sebuah cincin kepada Baekyun melatakkannya di telapak tangannya. Baekhyun kembali menangis dan menatap Chanyeol. Dengan refleks ia memeluk Chanyeol dan kembali menangis Chanyeol tersenyum senang.
Namun ia terkejut ketika Baekhyun tiba - tiba saja mendorongnya dan melepaskan pelukkannya. Ia menatap bingung Baekhyun.
"Tunggu! Seharusnya aku jual mahal denganmu!" Ia mengusap air matanya dan kembali menjadi Baekhyun yang angkuh dan dingin.
Chanyeol tersenyum dan menunduk sebentar ia bingung dengan wanita yang ada di hadapannya. Ia tertawa sebentar.
Ia memajukan dirinya kepada Baekhyun dan dengan cepat ia mencium Baekhyun hanya mengecup bibirnya, dan Chanyeol mengunci pergelangan tangan Baekhyun di antara kaca mobil.
Baekhyun membulatkan matanya ia benar - benar terkejut dan ia tidak menduga kejadian ini. Ia merasakan kembali bibir lembut dan juga hangat Chanyeol setelah bertahun - tahun. Jantungnya berdegub dengan cepat dan hatinya kembali menghangat. Ia menutup matanya.
Chanyeol melepaskan ciumannya. Ia menatap Baekhyun yang menutup matanya dan juga tidak melakukan perlawanan apapun. Ia tersenyum ketika ia berhasil memakaikan cincin kepada jari manis Baekhyun ketika ia menciumnya tadi dengan cepat.
Baekhyun yang tersadar Chanyeol melepaskan kecupannya menatap Chanyeol yang sedang tersenyum namun bukan menatap wajah Baekhyun melainkan jarinya dan Baekhyun terkejut. Kapan Chanyeol melalukannya? Ia tidak merasakannya sama sekali.
"Kau!" Baekhyun menatap Chanyeol marah. Bukannya takut Chanyeol kembali tersenyum dan kembali mengecup bibir Baekhyun sekilas.
"Aku merindukanmu Baekhyun. Aku merindukan tawamu, senyummu dan juga ekspresi wajahmu. Sungguh aku bahkan tidak melirik siapapun saat di Kanada" Chanyeol menatap bibir Baekhyun.
Baekhyun mengalihkan pandangannya "Aku tidak percaya" Ia menatap kembali Chanyeol.
"Kris saksinya" Ia kembali mengecup bibir Baekhyun.
Dan kali ini ia bukan hanya mengecup melainkan mencumbu Baekhyun. Ia mencumbu bibir Baekhyun dengan pelan dan hangat. Baekhyun begitu terlena dan ia mengikuti alur permainan bibir Chanyeol. Tangannya yang sudah dilepaskan memeluk leher Chanyeol.
Chanyeol melepaskan ciumannya dan menatap Baekhyun wajahnya sedikit memerah dan ia sedikit terengah.
"Kau sungguh cantik malam ini. Aku suka kau memakai dress ini. Kau sungguh sexy Baek" Chanyeol mengamati tubuh Baekhyun. Ia mengenakan mini dress berwarna Pink tanpa lengan sehingga menampilkan bahu dan juga sedikit dadanya dengan aksen payet bunga berwarna putih.
Chanyeol kembali mencumbu Baekhyun. Tetap dengan irama yang sama. Tangan kanannya memegang dagu Baekhyun dengan lembut sedangkan tangan kirinya menyentuh pundak lembut dan putih Baekhyun ia mengelusnya naik dan turun dari pundak dan juga lehernya.
Tanpa di sadari Baekhyun melenguh. Dan tanpa sadar tangan Chanyeol mengusap turun menuju payudara Baekhyun yang sedikit terlihat karena Dress-nya ia mengelus - elus dada Baekhyun. Mereka tetap becumbu. Chanyeol menurunkan ciumannya menuju dagu Baekhyun dan mengecup - ngecup kecil turun hingga lehernya. Baekhyun mengangkat kepalanya dan mendesah ia meremas rambut Chanyeol menikmati bibir lembut Chanyeol yang sekarang sudah berada di atas payudaranya ia sedang mengecup kecil di sana.
"Chanyeol" Dengan susah payah ia memanggil Chanyeol. Setelahnya ia mendesah saat payudaranya di remas oleh Chanyeol.
"Chanyeol aku mohon" Baekhyun mencoba menghentikan Chanyeol yang sekarang sedang mengelus pahanya yang memang terekapos. Dengan susah payah ia mendorong Chanyeol. Ia mengambil nafas sebanyak - banyaknya.
"Maaf Baek aku lepas kendali" Chanyeol menatap Baekhyun bersalah.
"Bukan! Aku tidak ingin melakukannya di mobil. Aku tidak nyaman" Chanyeol terkejut dengan apa yang di ucapkan Baekhyun. Baekhyun memberikannya lampu hijau.
"Apakah kau serius?" Chanyeol masih tidak percaya ia menatap Baekhyun yang hanya tersenyum kepadanya. Baekhyun membenarkan posisi duduknya. Dan memasang sabuk pengaman. Dan menatap jalanan di depannya. Dengan segera Chanyeol memasang sabuk pengamannya juga dan melajukan mobilnya menuju apartement-nya.
.
.
.
.
Chanyeol kembali mencumbu Baekhyun yang sekarang berada di bawah dirinya. Ia tetap melakukan ritme yang sama perlahan dan juga tenang. Ia kembali mengecup dagu dan juga leher Baekhyun. Dan kembali membuat Baekhyun mendesah dengan indah bagi Chanyeol. Ia tidak ingin tergesa - gesa bagaimana pun juga ini yang pertama kali bagi mereka.
Chanyeol terus mengecup seluruh bagian tubuh Baekhyun. Dan Ia membuka retsleting Dress Baekhyun yang berada di samping dengan tenang. Setelahnya ia mengelus perlahan paha Baekhyun dan menuntun Baekhyun untuk membuka lebar pahanya.
Chanyeol kembali mencumbu bibir Baekhyun. Tangannya menurunkan dress Baekhyun perlahan dan melepaskannya. Ia mengusap payudara Baekhyun yang tidak menggunakan apapun. Baekhyun hanya melenguh tertahan. Chanyeol kembali mengusap payudara Baekhyun dan memainkan titik sensitif bagi semua wanita di sana. Chanyeol mengecup puncak payudara Baekhyun dan itu membuatnya medesah keras. Baekhyun menekan kepalanya ke atas menampilkan lehernya yang jenjang.
Tangannya meremas rambut Chanyeol yang sekarang sedang mencumbu payudara kanan Baekhyun. Dan kembali Baekhyun mendesah keras. Baekhyun bisa merasakan lembutnya bibir Chanyeol dan juga lidahnya yang bermain di sana. Tangan kanan Chanyeol meremas - remas dengan lembut payudara kiri Baekhyun. Ia dengan sengaja mengangkat lututnya menyentuh diri Chanyeol dan membuat Chanyeol melenguh tertahan.
Chanyeol membuka semua pakaiannya. Kini mereka sama sama tidak mengenakan sehelai benang pun, hanya Baekhyun yang mengenakan celana dalam tipis berwarna biru transparant. Chanyeol menyentuh bagian Baekhyun dari luar celananya ia menaik turunkan jarinya di sana.
Sebuah ide melintas dalam pikiran Chanyeol ia membuka celana dalam Baekhyun dan mencumbunya sebentar, Baekhyun berteriak keras di saat ia merasakan sesuatu yang lunak dan basah menyentuh dirinya. Ia meremas rambutnya sendiri dan menyebut nama Chanyeol dengan sexy.
Chanyeol menghentikan kegiatannya ia mengambil dasinya dan mengikat tangan Baekhyun. Baekhyun tampak kesal dan marah.
"Mengapa kau menggoda Kris?" Chanyeol menginterogasi Baekhyun. Ia menyentuh diri Baekhyun dan menaik turunkan jarinya di sana. Baekhyun hanya bisa mendesah. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Chanyeol karena ia hanya bisa merasakan sentuhan Chanyeol yang mematikan.
"Jika kau tidak menjawabnya maka aku hanya akan melakukan ini padamu Baek" Chanyeol terus melakukan kegiatannya.
"Aku hanya bercanda sungguh!" Dengan susah payah Baekhyun menjawabnya dan ia mendesah lagi dadanya naik turun mengambil nafas.
"Baiklah" Chanyeol menggantikan jarinya dengan lidahnya. Ia menjilat diri Baekhyun di sana. Baekhyun tidak bisa melampiaskan kenikmatannya karena kedua tangannya di ikat Chanyeol. Oh sungguh ia perlu menggenggam sesuatu sekarang. Kepalanya berputar ia hanya bisa terus mendesah dan mendesah dengan kuat. Hingga beberapa menit kemudian ia mendesah dengan kuat dan ia mencapai puncaknya.
Chanyeol sungguh hebat. Hanya dalam waktu 10 menit ia mampu membuat Baekhyun mencapai puncaknya dan ia berkeringat hebat. Ia mengambil nafas sebanyak yang ia bisa.
Chanyeol bertumpu kepada lututnya ia menghadapkan ujung dirinya kepada diri Baekhyun. Ia mulai menggesekkan dirinya dengan Baekhyun tanpa ada niat memasuki diri Baekhyun. Ia terus melakukannya dengan ritme yang stabil.
"Aku mohon Chanyeol" Baekhyun memohon kepada Chanyeol untuk berhenti menyiksa dirinya. Bagaimanapun juga ia sudah menghabiskan separuh tenaganya tadi dan sekarang Chanyeol masih ingin melakukan pemanasan dengan cara seperti ini? Ia menyesal telah menggoda Kris.
"Berjanjilah satu hal padaku. Jangan pernah menggoda pria manapun kecuali aku" Chanyeol mengancam Baekhyun di bawah kekacauan yang sedang ia perbuat.
"Baik aku berjanji" Baekhyun mengambil nafas lega Chanyeol menghentikan kegiatannya namun ada rasa sedikit kecewa ia kehilangan kenikmatannya. Chanyeol melepaskan ikatan tangan Baekhyun. Dan kembali mencumbu Baekhyun.
Ia memasuki diri Baekhyun perlahan namun pasti dan ia membuat Baekhyun senyaman mungkin agar ia tidak terlalu merasakan sakit. Karena ini pertama kalinya bagi mereka berdua dan Chanyeol ingin Baekhyun mengenangnya.
Baekhyun menggigit bibir bawahnya di kala Chanyeol memasuki dirinya dan ia merasakan sedikit perih disana. Chanyeol kembali mencumbu Baekhyun. Baekhyun sangat menikmati perlakuan Chanyeol kepadanya. Mereka saling menatap. Tatapan saling merindukan, mencintai, mengagumi.
"Terima kasih Baekhyun. Aku sungguh mencintaimu"
Chanyeol mulai menggerakkan tubuhnya ia melakukannya dengan ritme yang baik. Baekhyun kembali memejamkan matanya ia menyebut nama Chanyeol. Bulan yang bersinar terang malam ini dan juga bintang bintang yang bertebaran di langit sana menjadi saksi mereka.
Cinta mereka yang sempat tumbuh dan terpisah selama bertahun - tahun, kini mereka mulai kembali. Rasa kasih sayang dan juga ingin memiliki kini akan mulai mereka bagi bersama kembali.
Hasrat dan juga gairah mereka, mereka tuangkan malam ini. Semua perasaan mereka menyatu dalam sebuah kegiatan panas dua anak manusia.
Baekhyun menyebut nama Chanyeol dengan keras di kala mereka berdua mencapai puncak mereka. Dan bagi Baekhyun sungguh Chanyeol sangatlah luar biasa. Mereka terengah - engah dan kembali saling mencumbu menyalurkan rasa cinta dan terima kasih mereka.
Saling menatap dan tersenyum.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Thanks To::
(mrs bunny byun) (dyobaekcy2711) (Initial D 0326) (chenma) (cheonsa19) (Lovesoo) (AmeChan95) (LVenge) (Arifahohse) (misslah) (fuckyeahSeKaiYeol) (exindira) (Aiko Vallery) (narsih556) (fakkpark) (ruixi1) (rizka0419) (Rahma993) (VampireDPS) (The Darkness Queen) (DBSJYJ) (GHanChan) (Guest) (rizkianita16) (kimsa412) (Houran Wu) (Nkhaairunnisa) (Nopwillinekaisoo) (NyByun04) (ByunJaehyunee) (dyoreo12) (Cindynovieta94) (EXO12LOVE) (rizkaa) (Guest) (Asa) (keziapark) (DamayantiCY)
Note:: Maaf menunggu lama.. Terima kasih bagi kalian yang setia nungguin ff ini update..
Sekali lagi maaf ya atas lamanya update ff ini..
Next Chapter udah selesai tapi aku coba update secepatnya.. dan aku akan coba baca ulang dan koreksi..
Maaf atas typonya..
15 August 2016
