Title : Playboy Trap
Cast : Chan Baek
HunHan
Kaisoo
Taoris
Chenmin
Sulay
Genre : Romance, Hurt, Humor(Little bit), Yadong (Maybe) GS
Rated : M
Disclamer:Chanyeol itu suami saya.
EXO Member is MINE (Di kejar - kejar EXO-LXD)
This story is mine.
Summary: Sekumpulan Yeoja yang merasakan sakit hati terhadap pria masa lalu mereka, yang telah mempermainkan hati dan perasaan cinta tulus mereka. . Mereka membantu para yeoja yang bernasib sama seperti mereka terhadap Namja – namja Playboy. Namun apa yang terjadi jika mereka bertemu dengan Namja yang tulus mencintai mereka? Akankah mereka percaya?
#Chapter 13#
#Flashback#
"Kau yakin mau menggunakan ini?" Luhan dan Xiumin menatap serius dan penuh tanya dengan pria yang ada di hadapannya.
Namja dengan wajah seperti malaikat dan senyum manisnya hanya mengganggukkan kepalanya setuju.
"Bagaimana jika ia tidak suka?" Xiumin lagi - lagi ragu dan menatap Luhan yang berada di sebelahnya.
Dan lagi - lagi sang pria hanya tersenyum.
"Kalian tidak perlu khawatir, ia pasti suka tetapi temani aku memilih barang lainnya" Ia kembali tersenyum meyakinkan Luhan dan Xiumin yang berada di depannya.
Kim Daehyun seorang pria biasa yang memiliki kekasih. Ia ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya di hari jadi mereka yang ke3 tahun. Ia ingin melamar kekasihnya.
Daehyun meminta bantuan Luhan, Xiumin dan juga Baekhyun untuk menjadikan hari jadi mereka berkesan. Daehyun meminta teman - temannya unuk memilihkan beberapa barang yang kemungkinan di sukai kekasihnya.
Namun tidak selamanya seseorang berfikiran positif bukan? Tepat di hari jadi mereka sang kekasih menemuinya dan mengatakan ingin berpisah dengannya. Ia salah paham dan ia tidak mau mengerti. Ia mengira Daehyun mempunyai kekasih lain yaitu Baekhyun, Luhan dan juga Xiumin. Kekasihnya mengikuti mereka dalam beberapa hari ini dan ia sudah berfikir tidak sehat dari awal.
Mereka bertengkar hebat. Daehyun mengatakan ingin menikah tetapi sang kekasih tetap tidak ingin mengerti. Ia berlari menuju sungai Han dengan penuh kesedihan dan air mata.
Daehyun mengejarnya. Begitu pula dengan Baekhyun yang tidak sengaja berada di sana. Baekhyun adalah saksi mata dari kematian mereka berdua.
Kim Hyunah menangis sejadi - jadinya. Kini ia menyesali perbuatannya. Tangannya yang di ikat dengan sebuah borgol dan ia mengenakan pakaian khusus seorang tersangka. Ia terduduk dan menutupi wajahnya.
Xiumin dan yang lainnya hanya bisa menatapnya sedih. Bukan ini yang mereka inginkan. Mereka ingin semua orang hidup bahagia. Hanya itu.
"Maafkan aku" Hyunah menatap Baekhyun yang tersenyum kepadanya.
Ia menyeka air matanya "Aku akan menjadi orang yang lebih baik lagi" Luhan meletakkan tangannya di pembatas kaca dan mengusapnya seolah - olah Luhan sedang mengusap pipi Hyunah.
"Kami memaafkanmu Hyunah-ssi. Semua orang melakukan kesalahan termasuk kami" Xiumin tersenyum ia kembali menyemangati.
Dan sekali lagi Hyunah menangis. Ia menyesali semuanya. Tetapi ia juga tidak bisa di salahkan dalam hal ini. Ini semua hanya dari ketidaktahuan kebenaran yang terjadi dan ini merupakan takdir yang sudah di tulis oleh Tuhan.
1 tahun kemudian
Suasana panas dan sinar matahari yang terik menyapa kulit mereka. Serta suara ombak yang menyapa mereka. Kris dan yang lainnya sedang berjemur di pantai. Setelah kejadian beberapa waktu yang lalu para pria ini membutuhkan liburan. Setelah kejadian yang lalu kekasih mereka membutuhkan pemulihan fisik dan juga mental mereka.
Baekhyun yang masih saja terus menangis dan tidak mau di sentuh oleh Chanyeol sekalipun karena traumanya mendapatkan pelecehan sexual oleh Jonghyun. Bahkan Chanyeol meminta pertolongan seorang Psikolog dari luar negeri untuk Baekhyun.
Luhan yang tidak mau bertemu dengan siapapun karena ia merasa bersalah atas kejadian ini adalah salahnya. Semuanya mencoba untuk menyemangati Luhan.
Yang lainnya bisa sembuh dari luka mereka lebih cepat dan beraktifitas seperti biasanya lebih baik.
Dan liburan ini adalah untuk merayakan beberapa dari mereka telah menyelesaikan masa kuliah mereka ataupun kelulusan semester mereka.
Sehun mendesah mereka sudah berjemur selama hampir 30 menit dan kekasih mereka tidak kunjung selesai juga padahal mereka hanya memakai bikini.
Entah karena ia ingin cepat bermain di pantai atau ia ingin melihat Luhan menggunkan bikini.
"Nikmati saja dulu pemandangan yang ada di depan kita." Kris memandang wanita dengan kulit agak kecokelatan dan juga berbadan bagus berdada sintal yang sedang bermain volly bersama dengan 5 wanita lainnya.
"Kau sungguh memandanginya?" Sehun bertanya polos kepada Kris.
"Semuanya" Kris menjawab singkat. Dan ia bangga akan hal itu.
"Kris hyung benar. Sesekali kita juga harus melihat pemandangan lain. Kekasih kita bermain dengan pria lain di belakang kita dulu" Kai mulai memanasi yang lainnya.
Ia memandangin wanita dengan bikin berwarna hitam berkulit putih mulus.
"Maaf tapi aku tidak sependapat bagaimanapun juga Xiumin yang terbaik" Chen pria yang setia diantara semuanya. Ia memilih memakai kacamata dan menghadap pasir pantai membiarkan punggungnya yang menyapa sinar matahari.
"Baekhyun... memang yang terbaik tetapi sesekali aku juga mau melihat yang lain juga" Chanyeol memilih menatap wanita dengan tubuh mungil yang sedang duduk di pinggiran pantai seperti Baekhyun itulah pikirannya.
"Bagaimana jika mereka tahu apa yang kalian ucapkan Hyung? Kalian pasti akan celaka. Aku lebih baik memilih Luhan noona saja bagaimanapun juga ia yang terbaik. Tubuhnya yang indah dan suaranya yang indah" Sehun malah memuji Luhan di depan semua hyungnya.
"Aku sarankan kalian berhenti membicarakan hal ini. Jika kalian tidak ingin celaka. Bagaimanapun juga aku lebih memahami sifat mereka. Terutama Baekhyun, Luhan dan Tao" Benar diantara mereka Chen sudah mengenal kelima gadis mereka selama bertahun - tahun.
"Lihatlah mereka" Tao kesal dengan Kris. Ia melipat tanganya di depan dadanya. Ia mendengus kesal.
"Benar - benar semua pria sama saja" Kyungsoo memasang wajah kesal dan marahnya. Baekhyun bergidik melihat Kyungsoo sepertinya ada asap di atas kepalanya.
Sebenarnya mereka sudah berada di balik kekasih mereka semenjak Sehun mengeluh, namun pembicaraan kekasih mereka, membuat mereka menggentikan langkah dan medengarkan semua pembicaraan mereka dengan baik dan jelas.
Baekhyun tersenyum menggoda ketika melihat 6 pria dengan badannya yang bagus. Mereka nemiliki Abs yang bagus, badan mereka tinggi dan mereka terlihat tampan.
Baekhyun memainkan rambutnya dan mengigit bibir bawahnya menggoda sang pria.
"Aku punya ide" Baekhyun berkata sambil terus menatap sang pria.
"Aku setuju. Sudah satu tahun aku tidak melakukannya" Luhan mengedipkan sebelah matanya kepada pria yang sedang menatapnya.
Well. Mereka adalah 5 perempuan cantik berbadan bagus dan cantik. Jangan lupakan mereka menggunakan bikini juga. Siapapun yang melihat mereka pasti ingin menerjang mereka sekarang juga.
Mereka berjalan menghampiri kekasih mereka. Dan Tao membuat suara dengan membersihkan tenggorokkannya.
Kekasih mereka menjadi pucat pasi dan menegang ketika melihat gadis mereka berada di dekat mereka.
"Noona" Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum canggung.
"Sejak kapankah kalian di sini?" Kris menelan salivanya susah payah dan menatap Tao yang sedang memasang wajah kesalnya kepada Kris.
"Semenjak kalian membicarakan wanita dengan bikin hitam dan berdada sintal." Kyungsoo melirik Kai yang sudah pucat pasi dan mematung.
"Baekhyun.. Aku.."
Belum Chanyeol menyelesaikan bicaranya seorang pria menghampiri mereka.
"Hai" seorang pria dengan tubuh tinggi tegapnya dan juga badan yang bagus menyapa Kyungsoo. Ia mempunyai senyum yang menawan.
"Kyungsoo" Kyungsoo memberitahukan namanya dan menyentuh nakal dada sang pria.
"Taecyeon" Sang pria memberitahukan namanya. Dan tersenyum ia menarik tangan Kyungsoo menuju pinggir pantai untuk bergabung dengan teman - temannya.
Baekhyun pergi mengikuti Kyungsoo menghampiri teman - teman dari pria yang bernama Taecyeon. Luhan dan Tao juga menyusul sahabat mereka kesana.
Chen menatap memohon kepada Xiumin. Xiumin hanya tersenyum.
"Maafkan aku Chen aku janji tidak akan berbuat yang aneh - aneh" Dengan langkah cepat ia menyusul Tao dan yang lainnya.
Sudah 1jam dari kejauhan Kai dan yang lainnya hanya bisa menatap kekasih mereka di goda oleh pria lain dan mereka seperti tidak bisa berbuat apa - apa.
Kai berdiri dan menatap Hyungnya.
"Aku akan melakukan sesuatu" Kai pergi tergesa - gesa menuju rumah Suho yang sengaja di pinjamkan untuk liburan kali ini.
Tanpa berfikir panjang Kris dan yang lainnya mengikutinya.
"Ya aku akui Chansung pria yang sangat menggoda dan hot" Tao mengambil air es di kulkas dan menuangkannya dalam gelas mereka masing - masing lalu ia meminumnya hingga abis. Dan menuangkannya lagi.
Mereka meminum air es yang menyegarkan. Karena mereka sehabis bermain seharian di pantai dan cuaca yang lumayan panas.
"Baiklah aku akan mandi dan akan menyiapkan makan malam" Kyungsoo pergi terlebih dahulu dan menuju kamarnya bersama dengan Kai.
Begitu pula yang lainnya mereka memasuki kamar mereka masing - masing yang merupakan kamar kekasih mereka juga.
Kyungsoo merasa ada yang aneh dengan dirinya. Kenapa ia merasa sangat panas. Sedangkan kamarnya dan Kai sudah di pasang dengan pendingin udara.
Ia melihat Kai sedang menonton TV dan sepertinya Kai tidak mengetahui jika ia sudah datang.
Kyungsoo melangkahkan kakinya duduk disebelah Kai. Dan ikut menonton acara TV. Mereka tidak berbicara sama sekali. Kai memasang wajah datarnya.
Kyungsoo berkeringat dingin. Entah mengapa hasratnya seperti ingin meledak. Ia melirik Kai yang fokus menonton TV. Dan ia menggigit bibir bawahnya.
Kai menyentuh Kyungsoo. Dan Kyungsoo mendesah kecil.
"Kau tidak apa? sepertinya kau sakit" Kai bertanya dan ia menyentuh kening Kyungsoo dengan telapak tangannya. Bukannya menjawab Kyungsoo malah kembali mendesah.
"Lebih baik kau istirahat" Kai menuntun Kyungsoo menuju kasur mereka.
Kyungsoo menarik Kai hingga Kai ikut terjatuh diranjang mereka. Dengan cepat Kyungsoo menduduki Kai. Dan ia langsung mencium bibir Kai dengan tidak sabaran.
Kai memegang erat bahu Kyungsoo. "Kau kenapa?" Kai mengamati wajah Kyungsoo memerah, nafasnya memburu, dan juga matanya yang terlihat sayu.
Bukannya menjawab Kyungsoo kembali melumat bibir Kai dengan tidak sabaran. Kai bukannya tidak tahu apa yang sedang terjadi kepada kekasihnya. Dalam hatinya Kai tersenyum senang.
Kai membalas lumatan Kyungsoo dan ia mengelus punggung Kyungsoo yang mulus dan sedikit berkeringat. Kyungsoo mendesah dalam ciumannya dengan Kai.
Semakin Kai menyentuhnya ia semakin menggila. Kyungsoo benar - benar tidak bisa diam. Ia memaju - mundurkan pinggulnya di atas kemaluan Kai.
Kai menarik tangan Kyungsoo dan membalik keadaanya kini Kai yang berada di atas perut Kyungsoo. Ia memegang tangan Kyungsoo disamping kepalanya. Nafasnya terengah - engah.
Kai tersenyum. "Ini hukuman untukmu karena sudah berani melirik pria lain" Kai berbisik dan mengulum telinga Kyungsoo.
Kyungsoo mendesah. Kai mencium leher Kyungsoo dan menggigitnya sedikit lalu menghisapnya membuat beberapa tanda keunguan di sana. Tidak puas hanya satu tetapi ia membuat banyak di sana. Tidak hanya di di leher tetapi di atas dadanya juga.
Kyungsoo hanya bisa mendesah. Ia masih menggunakan bikini yang tadi. Kai menarik tali bikini yang berada di leher Kyungsoo. Dan juga tali bikin yang berada di punggungnya.
Ia melepaskannya dari tubuh Kyungsoo dan melemparnya kelantai. Kai meremas payudara Kyungsoo perlahan dan mengecupnya. Kai ingin sedikit bermain - main dengan kekasihnya.
Ia hanya mengecup kecil payudara Kyungsoo.
"Kai aku mohon" Kyungsoo bergerak gelisah. Kai berhenti melakukan apapun. Ia hanya memandangi Kyungsoo dan tersenyum.
"Tidak. Aku sudah tidak ingin melakukannya" Kai beranjak dari tubuh Kyungsoo. Dan duduk di pinggiran ranjang.
Kyungsoo mengambil bikininya dan memakainya lagi. Dan mencari sebuah kaus lalu memakainya. Baiklah. Kyungsoo akan pergi saja mencari seseorang yang ingin bercinta dengannya.
"Kau ingin kemana?" Ini tidak sesuai harapan Kai. Ia fikir Kyungsoo akan memohon kepadanya untuk bercinta dengannya. Namun perkiraannya salah.
"Pergi mencari Taecyeon oppa" Kyungsoo menjawab tanpa melihat Kai yang membeku mencerna perkataan Kyungsoo. Dan tanpa Kai sadari Kyungsoo sudah berlari menjauh pergi.
1 detik
2 detik
3 detik
Mata Kai membulat sempurna. Dan ia dengan segera menyusul Kyungsoo berlari dengan cepat untuk membawanya kembali.
Kyungsoo sudah berada di pantai. Entah mengapa pikiran gila menghampiri dirinya. Ia sangat marah dengan Kai. Ia sudah memohon kepada Kai tetapi, ia di perlakukan seperti ini.
Yang Kyungsoo butuhkan sekarang adalah seseorang yang ingin bercinta dengannya. Ia sedang sangat bergairah. Namun ini sudah hampir malam.
Ia mempertajam indra penglihatannya ketika ia melihat seseorang yang tidak asing baginya. Ia berlari kecil menghampiri pria tersebut.
"Hai Kyungsoo" pria tersebut tersenyum melihat wanita yang tadi pagi di kenalnya.
"Apa kau mau membantuku?" Kyungsoo berbicara langsung pada intinya.
Taecyeon terlihat bingung dan ia melihat sesuatu yang aneh dengan diri Kyungsoo. Ia melihat beberapa tanda api gairah di leher Kyungsoo.
"Apa kau sedang bergairah?" Taecyeon kembali bertanya. Dan Kyungsoo hanya menganggukkan kepalanya cepat dan semangat.
"Apa yang kau minum?" Taecyeon bukannya menjawab pertanyaan Kyungsoo ia malah menginterogasi Kyungsoo.
"Kekasihku sudah membuatku seperti ini dan di pertengahan ia bilang ia sudah tidak ingin dan sekarang aku benar - benar butuh seseorang."
Kyungsoo sudah putus harapan. Biarkanlah ia terlihat murahan atau apapun di mata Taecyeon. Karena Kyungsoo yakin mereka tidak akan pernah bertemu lagi.
Taecyeon tersenyum. "Aku sebenarnya ingin tetapi sepertinya kekasihmu sedang menuju kesini" Taecyeon mengucapkannya seraya nelihat ke belakang Kyungsoo terdapat seorang pria yang berlari mendekat ke arah mereka.
Dan Kyungsoo dengan sengaja memeluk Taecyeon dan mencium bibirnya. Kai dengan sangat jelas melihat semuanya. Ia menyalahkan dirinya dan sekarang kekasihnya mencumbu pria lain di hadapan wajahnya.
Dengan cepat Kai memisahkan keduanya. Kai menatap Taecyeon yang sepertinya sedikit terkejut karena kejadiannya begitu cepat. Ia menunduk dan memohon maaf lalu mengendong paksa Kyungsoo yang memberontak dan berteriak - teriak.
Sedangkan Taecyeon hanya tertawa kecil melihat keduanya bertengkar.
Luhan memasuki kamarnya dengan Sehun. Ia melihat Sehun sedang bermain dengan ponselnya dan seakan Sehun tidak peduli dengan kedatangan Luhan. Luhan sedikit kesal. Dan ia kembali mengacuhkan Sehun. Lalu ia menuju kamar mandi. Ia berniat membersihkan tubuhnya lalu tidur.
Ia merendam dirinya di bathtub dengan air hangat. Dan menggosok tubuhnya sendiri dengan Puff yang ia bawa. Namun bukannya ia merasa relax tetapi perasaan bergairah tinggi merayapi dirinya.
Ia mendesah ketika ia membersihkan payudaranya sendiri. Pasti ini perbuatan seseorang. Ia masih bisa berfikir untuk saat ini. Dan ia ingat dengan air yang di minumnya tadi.
Ia melihat Sehun memasuki kamar mandi dan hanya mengenakan handuk pada pinggangnya. Ia menatap Sehun bingung.
Sehun membuka saja handuknya dan memasuki Bathtub dimana Luhan berada. Ketika Luhan hendak membalikkan badannya Sehun meremas payudara Luhan dan membuatnya mendesah.
"Apa yang..."
Luhan kembali mendesah ketika Sehun mengecup lehernya dan menjilatnya. Sungguh Sehun tidak memberikan kesempatannya berbicara.
Sehun mengecup dan membuat tanda sebanyak yang ia bisa. Dari leher, bahu, tulang punggung hingga pinggul Luhan. Dan entah mengapa Luhan hanya diam menuruti gerakan Sehun. Sehun kembali membelai tubuh Luhan dengan lembut.
Ia kembali bermain dengan payudara Luhan dan membuatnya mendesah keras. Luhan memegang kepala Sehun yang berada di belakangnya.
Ia memekik ketika jari Sehun menyentuh diri bawahnya dengan perlahan tetapi pasti.
"Sehun!"
Ia kembali memekik dan mendesah ketika Sehun dengan perlahan tetapi pasti menaik turunkan jarinya disana. Luhan tidak tahu pasti dirinya basah karena air bathtub yang bercampur sabun mandi atau karena memang dirinya.
"Kau suka?"
Sehun bertanya dengan nada suaranya yang jelas sedang berhasrat. Luhan hanya nenjawab dengan desahan sexynya.
"Sehun~" ia mendesah mendayu ketika Sehun memasukkan jarinya perlahan tapi pasti kepada Luhan dan dengan nada gerakan yang konsisten ia ingin membuat Luhan jera.
"Lebih cepat"
Luhan memohon frustasi ia lemas dan kepalanya sedikit pusing. Sehun tetap melakukannya dengan nada yang sama perlahan - lahan. Tanpa ada niat menambahkan nada gerakkannya.
Luhan mencengkram sedikit rambut Sehun. Nafasnya memburu dan ia sudah merasakan sesuatu akan keluar dari dirinya. Dan ketika Luhan akan mencapai puncaknya Sehun melepaskan jarinya dari tubuh Luhan. Dan ia mendesah kecewa.
"Kenapa?"
Sehun hanya menatapnya dengan matanya yang dingin. Dan Luhan memutuskan tatapan mata mereka lebih dulu.
Sehun bangkit dan keluar dari sana ia menuju shower dan membilas dirinya. Dengan cepat ia mengenakan handuknya lagi dan keluar dari kamar mandi. Luhan melonjak terkejut ketika bunyi pintu yang di banting cukup keras oleh Sehun.
Luhan hanya menatap kosong busa - busa sabun yang ada di depannya. Dengan perlahan ia menekuk lututnya dan memeluknya.
Ia dengan pikirannya yang tidak jernih dengan segera membersihkan dirinya dan keluar kamar mandi dengan bathrobe-nya. Sehun hanya memperhatikan Luhan yang mengambil bajunya dan mengenakannya.
Luhan mengenakan bra dan celana dalam hitam. Ia mengenakan kaus tipis kepanjangan hingga setengah pahanya tanpa menggunakan celana pendek. Dan keluar dari kamar mereka tanpa mengatakan apapun.
Chen mengamati Xiumin yang sehabis mandi dan tidur. Namun selama 15 menit mereka mencoba untuk tidur Xiumin selalu bergerak gelisah. Chen menegakkan tubuhnya dan menyandarkan tubuhnya pada kepala kasur yang terbuat dari besi.
"Ada yang mengganggumu?" Chen bertanya khawatir. Ia mengulurkan tangannya dan menyentuh pundak Xiumin.
Xiumin menegang dan ia membalikkan tubuhnya kepada Chen dan menatapnya ia berkeringat sebesar biji jagung.
"Aku rasa.. aku sedang bergairah pasti ada yang salah" Chen melebarkan matanya ketika mendengar perkataan kekasihnya.
Apa?
Xiumin menatapnya bingung, berharap, dan pasrah.
Chen dengan cepat mencium Xiumin mendekatkan diri mereka. Chen meletakkan jari - jarinya di bawah rambut Xiumin yang sedikit lembab karena keringatnya. Xiumin memutar tubuhnya hingga ia berada di atas Chen dan mereka bercumbu dengan panas. Chen mengelus tulang belikat Xiumin dan turun menyusuri tulang punggung Xiumin hingga bawah menuju bokong Xiumin lalu mengelusnya perlahan dan meremasnya.
Xiumin mengerang di sela - sela cumbuannya. Chen melepaskan ciuman mereka dan menatap Xiumin yang berada di atasnya tersenyum. Ia melihat kekasihnya terengah - engah mengambil nafas sebanyak yang ia bisa.
"Apa sudah lebih baik?"
Xiumin membuka matanya. Tersenyum lalu menggeleng kecil.
"Aku rasa kita harus melakukannya" Xiumin mengecup bibir Chen. Dan Xiumin bisa lihat Chen menatapnya tidak percaya.
"Tetapi..." Xiumin meletakkan satu jarinya di bibir Chen.
"Lakukan saja. Aku sudah siap" Chen dengan cepat memutarkan tubuh mereka dan mencumbu Xiumin kembali. Ia melakukannya dengan lembut. Ia mencium tulang dagu Xiumin dan turun menuju lehernya. Xiumin mencengkram bahu Chen ia mendesah. Chen menggigit dan menghisap leher Xiumin meninggalkan beberapa tanda kepemilikkannya.
Chen menarik keatas kaos yang di kenakan Xiumin melewati kepalanya dan melemparnya ke bawah kasur mereka. Chen kembali mencumbu leher Xiumin lalu turun menuju payudara dan membuat beberapa tanda kepemilikkannya kembali di sana.
Chen mencium kembali bibir Xiumin dan meremas payudaranya. Xiumin mengerang di ciuman mereka. Mereka saling menatap satu sama lain dan tersenyum.
"Pengaman?" Xiumin menggeleng dan tersenyum.
"Aku ingin memiliki anak darimu"
Chen kembali mencium Xiumin dan tangannya melepaskan pengait bra yang berada di punggung Xiumin. Melepasnya dan melemparnya ke bawah. Dengan lembut ia meremas kembali payudara Xiumin dan ia mendesah. Chen mencium dan meremas payudara Xiumin dengan lembut.
Xiumin meletakkan tangannya dikepala Chen yang berada di dadanya. Kepalanya menekan kuat kebelakang dan ia mendesah keras di kala Chen menghisapnya kuat. Ia memperlakukan kedua payudaranya sama tanpa ada perbedaan.
Menghisap. Memcium. Meremas. Dan memilin ujung payudaranya. serta mengigitnya kecil.
Ini begitu menggelitik dan nikmat.
Chen mencium seluruh tubuh Xiumin dan ketika ia sampai pada perutnya. Ia menarik celana bahan yang elastis beserta celana dalamnya dan melemparnya kembali ke bawah. Ia menurunkan ciuman - ciuman kecilnya hingga diri Xiumin yang berada di sana.
Chen mengusap inti Xiumin perlahan dan ia melihat Xiumin mendesah kuat dan menekan kepalanya kepada bantal dengan keras. Dengan perlahan ia membuka labia Xiumin, ia menjulurkan lidahnya dan menaik turunkannya di sana.
Xiumin kembali mengerang dan mendesah dengan keras. Rasanya lembut, basah dan nikmat di saat yang bersamaan.
Chen memasukan jarinya disana dan terus menjilatnya. Ia menarikannya di sana membuat Xiumin kehilangan akal sehatnya. Ia tidak bisa berfikir.
"Chen!"
Xiumin mencapai puncaknya dan mengambil nafasnya dengan serakah. Ia menghabiskan setengah tenaganya. Chen kembali keatas dan bertumpu kepada kedua lutunya. Ia membuka bajunya dan celananya dengan sedikit terburu - buru dan melemparnya ke sembarang arah.
Ia kembali mencumbu Xiumin dan mainkan dirinya sendiri di bawah sana denga satu tangannya.
Xiumin hendak bangkit namun di tahan oleh Chen ia tersenyum dan menggeleng.
"Biarkan aku yang melakukannya"
Chen menggesekkan kepala dirinya di labia luar Xiumin dan ia kembali menenggelamkan kepalanya di bantal matanya terpejam menahan kenikmatan.
Chen mengerang ketika ia memasukkan dirinya kepada Xiumin. Ia menatap Xiumin yang memejamkan matanya dan bibirnya yang terbuka mendesah.
Sexy.
Chen mulai memainkan iramanya dengan perlahan - lahan. Ia tidak melepaskan pandangannya dari Xiumin sedikitpun. Mereka melakukannya atas dasar cinta yang besar dan mendalam.
Xiumin tidak berhenti mendesah atau mengerang sedikitpun ia mencium bibir Xiumin lalu lehernya dan juga ia memanjakan payudara Xiumin dengan baik.
"Ya Tuhan!"
Xiumin kembali mencapai puncaknya ia meremas bantal yang ada di kepalanya dan mengerang.
Chen kembali menggerakkan tubuhnya dengan tempo awal kembali. Perlahan - lahan. Lalu ia kembali menaikkan temponya.
Entahlah bagaimana Chen bisa sekuat ini. Bagi Xiumin mungkin mereka sudah bermain bagian inti selama 1 jam. Namun Chen bahkan belum mencapai puncaknya sekalipun. Sedangkan Xiumin ini sudah yang ke 4 kalinya.
Hingga Chen menaikkan temponya dan terkesan tergesa - gesa.
"Oh tidak Chen!" Xiumin kembali merasakan dirinya akan meledak kembali. Ia memengang erat pundak Chen dan mencium bibir Chen, tanpa mengurangi kecepatan gerakan mereka.
Mereka mengerang keras ketika mereka sampai di saat bersamaan. Hangat. Itu yanga di rasakan Xiumin. Mereka belum melepaskan diri mereka dan masih bercumbu kembali dengan lembut dan penuh cinta.
"Aku memcintaimu"
Mereka mengungkapkan perasaan mereka bersama dan menatap kagum satu sama lain. Setelah bertahun - tahun Chen menunggu kini ia sudah mendapatkan jawabannya. Wanita yang ada di hadapannya ini adalah jawabannya.
Chen menyelipkan rambut Xiumin yang menghalangi wajahnya kebelakang telinganya. Dan kembali mencumbu Xiumin. Xiumin kembali mendesah ketika Chen mulai memainkan iramanya kembali, dan sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang bagi mereka.
To Be Continue..
