Mark mengaduk ice green teanya yang kedua dengan bosan, bagaimana tidak bosan? Objek yang ada dihadapannya sudah dua jam hanya menopang dagu sambil melihat keluar jendela tanpa menyentuh ice green tea ataupun sekedar mengajaknya bicara.

Kalau seperti ini mark hanya bisa menghela nafas, menyesal mau saja diajak jalan oleh lelaki didepannya tapi mark sendiri juga tidak berani menyela kegiatan melamun lelaki yang sudah dianggapnya sebagai kakak. Akhirnya secara diam-diam mark mengirimkan pesan keseseorang untuk datang dan menyelamatkan mark dari suasana yang menyebalkan ini.

Setelah beberapa saat, lonceng cafe tersebut berbunyi menandakkan adanya pengunjung baru. Mark secara reflek menoleh dan senyumnya mengembang, segera dia melambaikan tangannya. Pengunjung baru itu segera tersenyum saat matanya menemukan mark dan sahabatnya sedang berdua, segera pria itu menghampiri mereka dan duduk disamping mark.

"Hyung kau mau pesan apa? Biar aku pesankan" tawar mark semangat

Yang ditanya hanya terkekeh, dia paham posisi mark. Berada dalam satu lingkup dengan jung jaehyun yang sedang galau merupakan hal yang menyebalkan.

"Aku ingin ice ameriano" jawab pria itu, setelahnya mark segera bergegas untuk memesankan pesanan pria itu. Mark sangat tau, saat seperti ini jaehyun hanya butuh bertemu dengan sahabat gilanya agar bisa melepaskan bebannya.

"Jadi tuan tampan, apa yang telah terjadi?" tanya DK saat mark bergegas memesankan pesanannya.

Jaehyun hanya melirik sahabatnya kemudian melanjutkan acaranya memandang keluar "Kau pasti tau apa yang telah terjadi"

DK hanya mengendikan bahunya "Aku mendapatkan pesan dari mark, dia bilang sudah 2 jam kau seperti ini. Kau taukan aku pria sibuk, tapi untuk sahabatku aku bahkan rela meninggalkan kesibukanku untu menemuimu" jawab DK dramatis

Jaehyun yang mendengarnya hanya terkekeh "Dia kembali, dia di Korea"

Tanpa dijelaskan, DK paham siapa yang dimaksud oleh jaehyun. Siapa lagi kalau bukan cinta pertama jaehyun, bahkan semasa SMA cinta pertama jaehyun menjadi legenda di sekolahannya.

Dengan hati-hati Dk bertanya pada jaehyun "apakah kamu sudah bertemu dengannya"

Mendengar pertanyaan DK, jaehyun hanya tersenyum "Ya, dia tidak berubah masih sama seperti dulu"

"Bukannya seharusnya kamu senang dia kembali, bukan malah berwajah suram seperti ini" mendengar pernyataan DK, jaehyun menjadi muram seketika. "Kamu tau posisiku DK" jawab jaehyun dingin

DK segera menutup mulutnya, dia salah berbicara dan sepertinya pernyataannya membuat suasana hati sahabatnya menjadi semakin suram kalau seperti ini DK juga hanya bisa menghela nafas. Mark yang kembali sambil membawa ice americano memandang cengo kedua pria dihadapannya. DK dengan wajah bersalah, dan jaehyun dengan tatapan dinginnya. Kalau seperti ini mark juga bingung harus bagaimana, DK sepertinya tidak bisa mengembalikan mood jaehyun. Apa perlu dia menelpon jeno? Tidak, menelpon jeno adalah suatu kesalahan jaehyun akan semakin muram karena telah membebani sepupunya yang amat disayanginya.

Akhirnya mark menghela nafas dan segera duduk disamping DK, setelahnya dia melirik DK bermaksud bertanya bagaimana. DK yang mengerti maksud lirikan mark kemudian menghela nafas.

"Jaehyun-ah mianhae"

Jaehyun yang mendengar DK meminta maaf, kemudian menghela nafas. DK jarang memanggilnya jaehyun kecuali dia sedang dalam mode serius, DK selalu memanggilnya dengan sebutan tuan tampan.

"Kemarin aku memeluknya, dan sepertinya itu merupakan kesalahan" kata jaehyun sambil tersenyum miris. Dia kemudian menghadap mark, "Kau pasti bertanya siapakan dia?"

"Dia cinta pertamaku, cinta yang selalu berkembang dihatiku, cinta yang selalu mengajarkanku untuk merindu, cinta yang mengajarkanku untuk menjadi pendengar yang baik, cinta yang menjadikanku lebih dewasa dalam mengambil keputusan dan cinta yang kupilih untuk kutinggalkan"

Mendengar pernyataan jaehyun, mark merasa bersalah sedangkan DK hanya tersenyum, dia tidak terlalu kaget, dia bahkan sudah sering mendengar ungkapan tulus jaehyun bahwa dia bahkan tidak bisa menghapus cinta pertamanya barang sedikitpun.

Sambil menunduk mark berkata "Hyung mianhae"

"Tidak papa mark, aku akan berusaha melupakannya dan memantapkan hatiku untuknya" jawab jaehyun berusaha tersenyum

DK yang memandang sahabatnya, sebenarnya paham sahabatnya sedang berusaha berbohong dihadapan mark. Jaehyun pasti merasa tidak enak, dulu yang menyatukannya dengan yuta adalah mark. Mark mendukung habis-habisan hubungannya dengan yuta. Berbeda dengan DK ataupun jeno, jeno jelas menolak gagasan mark yang dianggapnya gila. Jeno tau seperti apa sepupunya dan selalu berkata bahwa mark gila karena telah memberikan saran seperti itu. Jeno tentu merasa tidak enak dengan yuta, yuta itu gadis yang baik dan dengan saran dari mark seakan menjadikan bahwa yuta adalah pelampiasan rasa rindu jaehyun. DK sendiri, juga sependapat dengan jeno tapi melihat jaehyun yang galau setiap akhir minggu jadi dia tidak terlalu menunjukkan ketidaksetujuan terhadap hubungannya dengan yuta. Dan jika ada orang yang bertanyaan, DK sebenarnya tidak tau harus menggambarkan bagaimana cinta pertama jaehyun. Dia pertama kali bertemu dengan cinta pertama jaehyun, saat memata-matai jaehyun.

DK begitu penasaran dengan sikap jaehyun yang selalu menolak gadis yang mengatakan suka dan ingin menjadi kekasih pria bermarga jung tersebut dengan alasan sudah memiliki kekasih. DK semakin tidak habis pikir ketika melihat jaehyun menolak jung chaeyeon, teman satu kelas mereka yang cantik dan sialnya disukai DK. DK kemudian mendengar dari salah satu teman sekelasnya bahwa jaehyun sering berada dicafe springs sambil membawa sebuket bunga. Kemudian dengan iseng DK mengikuti jaehyun dan hal pertama yang terlintas ketika bertemu gadis jaehyun adalah kelinci, gadis itu sangat mirip dengan kelinci. DK bahkan berpikir apa menariknya gadis itu dibandingkan dengan chaeyeonnya. DK akhirnya mengetahui bahwa jaehyun benar-benar menyukai gadis kelinci, bukan hanya menyukai tapi juga mencintai gadis kelinci itu, DK tidak sengaja menemukan sebuah foto sepertinya itu diambil diam-diam. Di foto itu si gadis duduk sambil memandang keluar dengan disinari cahaya senja, benar-benar ayu pikir DK saat memandang foto itu. Selain foto itu, ada satu foto yang sepertinya diambil oleh jeno. Difoto tersebut ada jaehyun dan gadis tersebut bermain dibawah hujan sambil tertawa dan memandang satu sama lain, dan DK bisa melihat pancaran cinta di mata kedua orang tersebut.

Yuta menghela nafas lelah, hari ini dia mendapatkan jadwal full seharian selain itu prianya juga tidak nampak di Rumah Sakit karena jadwalnya kosong. Pintu dibuka menampilkan gadis berwajah kelinci, yuta kemudian tersenyum memandang gadis itu.

"bagaimana jadwalmu? Tanya yuta

"melelahkan" jawab gadis itu sekenanya. Yuta kemudian memperhatikan gadis itu dengan seksama, gadis itu tetap cantik tapi mata sembabnya sedikit mengganggu yuta.

"Kamu bertengkar dengan taeyong oppa?"

Gadis yang ditanya mengernyitkan alisnya tanda tidak mengerti "Tidak, kami baik-baik saja"

"Tapi matamu sembab doyoungie, gwenchana?" tanya yuta khawatir

Yang ditanya hanya terkekeh "gwenchana yukhuri"

Yuta senang doyoung tau julukannya, sejak masa SMA dia selalu merasa iri dan kagum dengan gadis bermarga kim tersebut. Yuta selalu merasa apabila dia bersahabat dengan doyoung, dia tidak akan menjadi orang yang memiliki banyak topeng. Saat semua orang mengatakan doyoung itu gadis yang kejam dan jahat, yuta malah berfikir sebaliknya. Kata-kata doyoung yang kejam dan sikapnya yang agak jutek dimasa lalu merupakan benteng pertahanan untuk menemukan orang yang tulus kepadanya. Dulu yuta tidak mengerti akan hal ini, dia bahkan memasang topeng dan memilih orang-orang yang tidak tulus untuk menjadi sahabatnya. Yuta bahkan merelakan cintanya yang mau menerimanya dengan lapang dada, memperhatikannya dengan ketulusan dan mengkhawatirkannya setiap saat. Mengingat pria itu selalu membuat yuta muram.

Doyoung yang memperhatikan perubahan ekspresi yuta bertanya "apa kau baik?"

Yuta yang ditanyapun terlonjak kaget, dia malu tertangkap melamun oleh orang lain "aku baik kok"

Doyoungpun hanya mengangguk tanda mengerti.

Pintupun dibuka menampilkan taeyong dan heechan yang sedang tersenyum dan melambaikan tangan kearah doyoung.

"Doyoungi ayo makan siang" ajak taeyong

Doyoungpun tersenyum mengiyakan ajakan taeyong, dia kemudian bertanya pada yuta "yuta ayo makan siang bareng!"

Yuta kemudian memandangi doyoung dan taeyong bergantian dan akhirnya mengangguk sambil tersenyum.

Sesampainya dikantin ternyata suasana kantin begitu ramai banyak orang ingin makan siang dan butuh usaha keras untuk menemukan meja kosong.

"Hah menyebalkan sekali" gerutu heechan sebal

"melihat banyaknya orang dikantin sudah fix kalau kita tidak akan mendapatkan tempat duduk bahkan juga makanan. Ayo kita makan diluar saja oppa-noona" rengek heechan berlebihan.

Taeyong yang melihat heechan hanya memutar bola matanya malas "Kalau kita makan diluar siapa yang mau bayar hmmm"

Doyoung dan yuta pun terkekeh, "tentu saja taeyong oppa, mana ada perempuan yang bayar" jawab heechan

"aku setuju dengan heechan" kata doyoung yang kemudian berhigh-five dengan heechan

Taeyong yang melihatnya bergidik ngeri, dengan usulan doyoung dan heechan.

"aku saja yang bayar nanti" sela yuta

Seketika taeyong memutar bola matanya "Hah, aku tidak akan membiyarkan kau menjatuhkan harga diriku"

"kamu merasa harga dirimu jatuh, apabila aku yang membayar?" tanya yuta polos

"Tentu saja, karena aku pria." Balas taeyong sengit. Dan malah yang terjadi malah yuta berdebat dengan taeyong soal siapa yang nantinya akan membayar makanan mereka. Berbeda dengan dua orang yang sedang berdebat. Haechan dan doyoung malah sukses tertawa karena taeyong dan yuta begitu lucu. Didalam hati, doyoung berfikir betapa lucunya kalau taeyong dan yuta bersama. Dan tiba-tiba doyoung teringat kejadian kemarin.

FLASHBACK ON

Jaehyun masih setia memeluk doyoung yang sedang menangis, semakin keras doyoung menangis maka semakin erat jaehyun memeluknya. Setelah beberapa saat menumpahkan kesedihannya, doyoung melepaskan tangan jaehyun yang sedang memeluk erat perutnya dan kemudian menghapus air matanya kasar.

Doyoungpun segera berbalik untuk kembali kelantai 4 karena pasti taeyong sudah menunggunya. Doyoungpun melewati jaehyun yang berdiam kaku, tapi baru beberapa langkah jaehyun menarik tangannya dan membalikkan badannya. Sehingga sekarang doyoung bertubrukkan dengan dada pria bermarga jung tersebut. Doyoung bahkan bisa mendengar suara jantung jaehyun yang berdetak lembut. Masih sama pikir doyoung, tapi ingatannya kembali bahawa pria yang sedang memeluknya adalah pria yang meninggalkannya tanpa mengatakan apapun dan kembali dengan sebilah pisau yang nantinya lebih menyakitkan hatinya.

Awalnya doyoung begitu senang bertemu dengan jaehyun tapi ternyata jaehyun bahkan tidak mau mendekatinya, sekadar bicara dengannya lagi bahkan tidak ingin dan ternyata jaehyun juga sudah memiliki orang lain, pemikiran tersebut kemudian membuat kepala doyoung mendidih. Segera dia melepaskan pelukan jaehyun dan segera berlalu meninggalkan jaehyun, tapi jaehyun tidak tinggal diam. Dia berusaha menggapai tangan si gadis, walau hanya tepisan didapat. Dan ketika tangnnya sudah berhasil menggenggam tangan doyoung erat, jaehyun diam sesaat dan akhirnya kata laknat itu keluar.

"Aku Merindukanmu"

Doyoung terhenyak dengar pernyataan jaehyun tapi doyoung hanya membalas dengan menampar pipi putih jaehyun walau air matanya kembali mengalir lagi. Sedangkan jaehyun terhenyak atas perlakuan doyoung, dan hanya berdiam diri ketika gadis tersebut meninggalkannya diatap.

FLASHBACK END

Doyoung seketika teringat wajah jaehyun, dia merasa bersalah dengan kelakuannya. Seharusnya tidak seperti itu pikirnya. Taeyong yang tidak sengaja memandang heechan dan doyoung ketika berdebat dengan yuta menemukan bahwa heechan sedang terkekeh dan doyoung sedang gelisah. Seketika doyoung mengalah, agar perdebatannya dengan yuta segera berakhir.

"Oke, aku mengalah. Terserah"

Yuta yang mendengarnya tertawa keras, heechan dan doyoung bahkan bertepuk tangan karena yuta berhasil menjinakkan taeyong, sedangkan taeyong hanya tersenyum karena berhasil membuat gadisnya tersenyum lagi.

"Bagaimana kalau kita mengajak jeno?" usul taeyong ketika melihat jeno ingin memasuki area kantin

"Setuju" jawab yuta dan doyoung kompak

Taeyong kemudian tersenyum, dia kemudian melirik heechan dan menemukan gadis itu sedang merona. Kemudian terbesit ide jahil didalam otaknya "kenapa kamu merona bear?"

Heechan yang mendengar pertanyaan taeyong kemudian mendengus "aku tidak seperti itu"

Yuta pun ikut menggoda heechan. "Hanya perasaanku, tapi kamu berubah kalem ketikabertemu jeno" goda yuta sambil menggerlingkan matanya

Sedangkan doyoung hanya tersenyum, untuk perasaan heechan ke jeno biarlah ini menjadi rahasi heechan saja.

"Eonni, tolong selamatkan aku" pinta heechan ke doyoung. Doyoungpun terkekeh dibuatnya

"Jeno" panggil doyoung, yang dipanggilpun menoleh dan segera berjalan kearah heechan, doyoung, taeyong dan yuta.

Taeyong dan yuta serempak bersiul memanggil nama heechan, sedangkan yang dipanggil malah bersembunyi dibelakang tubuh doyoung. Dan jeno hanya memutar bola matanya malas, " kalau seperti ini yuta noona lebih cocok dengan taeyong hyung"

Pernyataan jeno seketika membuat doyong dan heechan tertawa terbahak, sedangkan yuta dan taeyong hanya melirik malas.

"Kami ingin mengajak kamu makan siang, apakah kamu mau?" tanya heechan hati-hati

Jeno hanya menaikkan alisnya, kemudian dia tersenyum dan mengangguk. Membuat pipi heechan memerah, taeyong yang melihatnya kemudian mengusak rambut heechan. Selanjutnya mereka berjalan bersama keparkiran dengan taeyong yang merangkul jeno sambil mengobrol, heechan yang berjalan dibelakang mereka dengan kepala menunduk dan doyoung-yuta yang berjalan bersisiha.

"Heechan terlihat lucu bila seperti ini, sepertinya dia menyukai jeno" kata yuta tersenyum

Doyoung juga tersenyum mendengarnya "ya mungkin seperti itu"

"aku tidak tau kalau taeyong selucu itu"

Doyoungpun langsung menoleh kesamping dan ditemukannya yuta sedang tersenyum dan doyoung juga hanya tersenyum bingung berkomentar seperti apa.

"Oke, kita makan kemana hari ini?" tanya taeyong semangat

Yuta mendelik mendengar pertanyaan taeyong "kamu pikir, kita mau piknik"

Taeyong yang mendengarnya hanya menjulurkan lidah yang membuat doyoung,heechan dan jeno terkekeh.

"Aku ingin makan pasta" pinta heechan

"Aku juga" seru doyoung dan yuta bersamaan membuat heechan, doyoung dan yuta tertawa

Taeyong tersenyum karenanya "bagaimana dengan springs cafe?"

Doyoung, yuta dan heechan menjawab bersamaan "Call" membuat taeyong dan jeno tertawa bersamaan.

Suasana Mark, DK, Jaehyun masih sangat canggung, mark dan DK bingung harus berkomentar bagaimana untuk menanggapi pernyataan jaehyun bahkan ketika jaehyun kembali melamun DK dan mark tetap tidak berbicara. Sampai suara lonceng berdering menunjukkan adanya pengunjung disertai tawa heboh mark segera mengalihkan pandangannya dan betapa kagetnya mark. Itu adalah taeyong, yuta, doyoung, jeno dan heechan yang sedang tertawa bersama. Mark kemudian memanggil jeno "Jeno"

Jeno yang merasa dipanggil kemudian mengarahkan pandangannya "Mark" gumam jeno kemudian menghampiri mark. Doyoung yang melihat jeno berjalan menjauh kemudian mengikutinya. Doyoung berfikir jeno akan duduk di salah satu tempat tapi ternyata tidak.

"Wah kalian disini juga?" tanya mark pada jeno

"ada apa?" jeno memandang jaehyun khawatir seakan paham ada sesuatu dengan sepupunya

"gwenchana jeno-ya" jawab DK tersenyum, jeno hanya mengangguk canggung

"Jeno sedang apa?" tanya doyoung, pertanyaan tersebut membuat DK dan mark menoleh seketika. DK yang melihat sosok doyoung hanya bisa meneguk ludahnya kasar, apalagi ketika gadis tersebut semakin mendekat DK langsung memelas memandang jeno tapi jeno tidak menegerti maksud DK.

Jaehyun yang sedang melamun melihat keluar, tiba-tiba melihat sosok doyoung terpantul dikaca jendela. Dia segera menolehkan kepalanya dan alangkah kagetnya dia melihat doyoung sedang bersama jeno dan berdiri dimeja mereka, doyoung yang melihat jaehyun juga sama kagetnya.

"wah kalian kenapa hanya berdiri rapi seperti ini?" tanya taeyong

"woojae" sela yuta sedangkan heechan dibelakangnya hanya memandang dengan khawatir.

"bagaimana kalau kalian bergabung dengan kami saja" pinta jaehyun. DK dan mark yang mendengarnya hanya menganga kaget sedangkan jeno memejamkan mata. Dan akhirnya mereka makan bersama walau dalam suasana hati yang tidak tenang.

"aku tidak tau kalau kamu punya sahabat artis" tanya taeyong ke jaehyun

Jaehyun hanya mengendikkan bahu, "pria tampan sepertiku pasti memiliki sahabat tampan yang tidak terduga hyung" mark dan DK yang mendengarnya hanya cengo, ini jelas bukan jaehyun.

Yuta yang melihat jaehyun hanya mengernyit tidak mengerti dengan maksud kekasihnya. "Dia itu kenapa sih" pikirnya dalam hati sambil mengunyah pastanya.

"Jaemin eonni pasti senang kalau mark oppa mau mengenalkan DK oppa, jaemin eonni adalah fans berat oppa" kata heechan sambil tersenyum

"Mark tidak akan mungkin melakukannya, jaemin adalah cinta pertama mark" jawab jaehyun polos. Semua orang yang mendengarnya hanya terdiam, ini bukan jung jaehyun. Walau bukan hal yang rahasia tapi ini adalah topik sensitif. Mark hanya mengelus dada, semoga jaehyun tidak berkata hal yang aneh lagi.

"Oh jadi kalian sedang membahas cinta pertama ya?" tanya jeno santai, seakan tidak tahu.

"Tidak/Ya" jawab mark-DK berlainan dengan jaehyun

Yuta yang melihat kekasihnya hanya menghela nafas, kekasihnya dalam keadaan yang buruk. Dan sepertinya pembicaraan ini tidak akan ada akhirnya.

"Aku jadi penasaran seperti apa cinta pertama jung jaehyun?" tanya taeyong santai. DK,Jeno dan Heechan hanya bisa berdoa untuk itu, berharap jaehyun tidak memberikan spesifikasi yang spesifik.

"Cinta pertamaku? Cinta pertamaku adalah seseorang yang kutinggalkan" kata jaehyun memandang doyoung sedangkan yang dipandang hanya memandang objek lain.

"Bagaimana denganmu hyung?" tanya jaehyun

"Cinta pertamaku adalah seseorang yang tidak ingin ku ingat" jawab taeyong yakin.

TBC

Halo semuanya, ini merupakan FF pertama aku. Kadang aku ngrasa sombong cuma nulis END atau TBC tanpa meninggalkan cuap-cuap sedikitpun. Niatnya sih ni FF ga bakal terbengkalai tapi pada kenyataannya maafkan.

Buat semua yang udah baca, review atau ngefavoritein cerita ini terima kasih banyak ya... aku akan berusaha biar ni cerita ga terbengkalai(moga-moga ga php). Menurutku ini chapter yang paling ga banget, mana akunya udah kehilangan feel dikit dan menurutku ni chapter teraneh walau semunya aneh.

Bagi temen-temen yang udah berusaha menebak dan rajin banget mantengin cerita ga berfaidah ini terima kasih dan maafkan buat kalian lama menunggu. Terima kasih buat beberapa koreksinya, misalnya marga heechan, sumpah aku lupa kalau marga heechan tu lee. Aku keingetnya lee dongchyuk, lee mark dan lee jeno dan aku lupa kalau dongchyuk dan heechan tu sama.

Kalau ada yang tanya ni ff kok banyakin jaedo, ni ff emang fokus ma jaedo dulu. Tapi emang penulisnya jaedo hard shipper(alay) tapi aku juga suka taeyu kok. Aku suka otp sm rookies tapi emang paling suka taeyu dan jaedo. Oke segini cuap-cuap ga bermutu, akhir kata salam kenal semuanya dan semoga masih ada yang nyariin ff ini... annyeong~~~~