Hang out!
by Hyuna Oh
HA_
Cast :
1. Kang Daniel
2. Ong Seongwoo
NG_
I just own the story, Nielong belong to themselves.
O_
Summary :
"Would you mind to go on date with me?"
UT_
"Nieelllll..." panggil Seongwoo yang sedang berdiam diri didalam kamar mandi. Kurang kerjaan emang.
"Apa Seongwoo sayang?" tanya Daniel yang berdiri didepan pintu kamar mandi. Setelah itu, tidak terdengar apapun dari kamar mandi, membuat Daniel semakin bingung.
"Seongwoo, sayang... ada apa?" tanya Daniel dengan wajah penasaran. Jari jemarinya berinisiatif untuk mengetuk pintu kamar mandi.
"Eum... tolong ambilkan aku handuk." kata Seongwoo setelah membuka pintu kamar mandi. Rupanya bukan kurang kerjaan. Menampilkan separuh wajahnya yang tampak bimbang, ia habis mandi, fyi.
Daniel tertawa dengan puas. "Baik, sayang. Tunggu sebentar." kata Daniel yang berlalu meninggalkan Seongwoo. Selang berapa detik kemudian, Daniel membawa sebuah handuk kepada Seongwoo.
-DATE-
Seongwoo mencebik bibirnya dengan lucu. Banyak pria apalagi wanita memekik tertahan saat melihat wajah imut Seongwoo itu. Daniel kan jadi sebel.
"Danik, aku mau makan." kata Seongwoo. Daniel tersenyum lega, ia kira ia melakukan kesalahan sampai Seongwoo mencebik bibirnya.
"Baik. Kita ke tempat makan yang ada diujung jalan itu. Eotthe?" tanya Daniel yang tanpa sengaja melihat kedai yang berdiri tegak disana.
Seongwoo mengangguk dengan imut dimata Daniel. Daniel kan jadi gemas...
Daniel menuntun jalan Seongwoo hingga duduk didalam kedai yang cukup sepi itu. Seongwoo hanya diam bahkan disaat Daniel menarik kursi dan mempersilahkan Seongwoo untuk duduk disana, dia hanya diam dan menempatkan bokongnya dikursi tersebut.
"Kamu mau nasi goreng kan? Sebentar ya..." kata Daniel diiringi dengan senyum lebar ala Kang Daniel. Seongwoo mengangguk antusias. Berada didalam ruangan yang sama membuat mereka mengenal luar dalam mereka.
Daniel berjalan kearah cashier dan menunjuk beberapa makanan yang dikira sebagai makanan mereka.
Seongwoo sendiri hanya menatap Daniel dari jauh. Ia masih memikirkan Minhyun sebenarnya. Ia sedikit kasihan dengannya, tapi, tidak mungkin juga ia berbagi Daniel dengan Minhyun, apalagi menyerahkan Daniel kepadanya.
Disatu sisi ia merasa bersalah, tapi, disatu sisi ia merasa benar kalau memang ia harus melakukan seperti ini. Sedikitnya, ia memikirkan kalau terkadang ia egois. Kemudian, ia memikirkan kalau itu bukan salahnya. Daniel sendiri yang memilihnya.
Susah memang jadi orang baik.
Seongwoo sih sering mendengar kalau seseorang sering mengejar Minhyun, kalau tidak salah namanya Hyunbin? Mollaaa...
CUP
"Melamun tentang apa?"
Daniel datang dengan senampan makanan untuk Seongwoo dan mencuri kecupan dibibir Seongwoo.
"Danikkkk..." kata Seongwoo dengan manja, bibirnya dikerucutin hingga Daniel gemas sendiri.
"Melamun, kkomaeng?" ulang Daniel yang langsung membuat Seongwoo terdiam.
"Aku masih memikirkan Minhyun. Dia tidak apa-apa kan?" tanya Seongwoo dengan tatapan khawatir. Daniel tersenyum, sepertinya aku tidak salah memilih pasangan, ini sih... innernya Daniel yang berbicara.
Daniel pindah duduk menjadi disebelah Seongwoo. "Dia tidak apa-apa. Kurasa dia jauh lebih baik dari sebelumnya." kata Daniel dengan lembut. Tangan kirinya terulur untuk mengusap surai Seongwoo yang telah berubah menjadi hitam pekat.
"Tapi, aku merasa bersalah. Kenapa kamu tidak memilih Minhyun?" tanya Seongwoo dengan tatapan memelas. Astaga,... Daniel jadi gemas dengan tingkah Seongwoo.
"Alasan simple." kata Daniel dengan tenang. Ia mengecup kedua kelopak mata Seongwoo dengan penuh damba, turun ke hidung Seongwoo yang menurutnya menggemaskan, beralih ke dua pipi kesayangannya yang menjadi tirus belakangan ini, ia mengecupnya pelan.
Dan yang tidak mungkin dilewatkan, adalah bibir ranum milik Seongwoo. Ia membawa bibirnya sendiri untuk menyatu dengan bibir pemuda bermarga Ong ini, melumat bibir kesayangannya dengan pelan dan menghayati. Mereka bahkan lupa kalau mereka sedang diluar.
Seongwoo sendiri juga menikmati, perlahan ia mengalungkan lengannya di leher Daniel, ia melumat bibir bawah Daniel dengan pelan. Ia mencintai pemuda bermarga Kang didepannya ini dengan sepenuh jiwanya.
Lama mereka bercumbu dengan mesra disana, hingga akhirnya Seongwoo menyerah, ia memukul pelan dada bidang pemuda Kang ini. Daniel melepas ciuman mereka, menatap gemas wajah kesayangannya yang memerah karna kehabisan nafas dan malu disaat bersamaan.
"Karna, aku mencintai Ong Seongwoo bukan Hwang Minhyun." jawab Daniel yang menyelesaikan kalimatnya sendiri.
Ong Seongwoo jadi malu sendiri. Kalau begini yang akan terjadi, ia tak akan bertanya pada Daniel. Seongwoo sekarang sadar kok... kalau mereka sedang makan diluar rumah.
Seongwoo langsung memeluk Daniel dan segera membenamkan wajahnya didada bidang kesayangannya ini.
"Hahaha..." Daniel ketawa dengan gemas. Ia menghujani pucuk kepala Seongwoo dengan banyak kecupan, menyalurkan betapa ia menyayangi pemuda Ong ini, betapa ia mencintai kesayangan yang didekapannya ini.
Pagi itu, Daniel dan Seongwoo hanya duduk disana, menganggurkan sarapan yang berada didepan mereka. Saling berpelukan layaknya berada dirumah.
"I love you, Kang Daniel."
"I love you badly, Ong Seongwoo."
The End
NA
# Sequelnya Choose... Greget banget nih ketiknya... Gua yang bayangin sendiri, gua yang gemas sendiri.
# Thx untuk kalian yang ngereview ff ini. Makanya bisa huat sequel untuk kalian. Anggap saja ini tuh seonmul untuk kalian.
# Sampai jumpa di lain waktu...
