GROWL
Author : WandaPark
Main Cast :
Lee Jihoon
Kwon Soonyoung
Hong Jisoo
Rating : T
Genre : Romance, Fantasy, Lit comedy
Warning : GS!UKE, Typo(s) bertebaran, alur kecepetan, gak jelas.
N/A : Cerita ini pernah aku upload di akun fbku dengan cast Sehun dan oc. Jadi kalo ada yang merasa pernah baca, itu cerita aku juga.
.
.
.
.
"Step away from my girl, or you'll get hurt."
.
.
.
Satu lirikan tajam. Kecemasan yang tidak berujung.
Kedua mata ini terjaga terus untukmu.
Selalu bersama, sayang.
.
.
.
Terlihat seorang gadis sedang berjalan di jalan yang sangat sepi. Suasana malam yang mencekam membuat siapapun akan takut melewati jalan itu. Tak terkecuali gadis itu, gadis manis dengan rambut hitam ikal yang panjang. Ia berjalan dengan gelisah. Sesekali ia menengok ke belakangnya.
Ia menghentikan langkahnya dan mengusap tengkuknya. "Seperti ada yang mengikutiku," ucapnya pelan lalu menggedikkan bahunya tak peduli. "Ah sudahlah. Mungkin hanya perasaanku saja."
Gadis itu kembali berjalan. Berjalan menuju rumahnya yang terletak di ujung jalan sepi ini. Setiap malam ia selalu melewati tempat ini. Jalan ini memang satu-satunya jalan yang menghubungkan sekolah dengan rumahnya. Dan ia tidak pernah mengalami hal seperti ini. Tapi aneh, kenapa malam ini berbeda? Seperti ada seseorang yang mengikutinya.
SRRKK
SRRKK
Gadis itu menghentikan langkahnya sekali lagi saat ia mendengar bunyi gesekan antara sepatu dengan aspal di belakangnya.
Tidak. Kau tidak boleh takut Lee Jihoon. Ya, gadis itu adalah Jihoon.
Jihoon memberanikan diri untuk menoleh ke belakang. Dan saat ia menoleh, ia tak menemukan apa pun dan siapa pun. Hanya ada dirinya yang melewati jalan ini.
Jihoon mulai berpikir yang tidak-tidak. Mulai dari seorang sasaeng fan yang menguntitnya, tapi Jihoon segera menepis pikiran itu, karena oh ayolah mana mungkin ia memiliki sasaeng fan sedangkan ia sendiri pun meragukan jika ada seseorang yang menyukainya.
Seorang pencuri yang akan menyakitinya.
Hantu yang tengah mengikutinya.
Dan yang lebih parah lagi ia berpikir bahwa yang mengikutinya adalah seorang werewolf yang akan memakan jantungnya.
Ck.
Katakanlah ia gila karena berpikir begitu. Jihoon terlalu tergila-gila pada hal berbau werewolf sehingga pada saat seperti ini pun masih sempat-sempatnya berhalusinasi tentang werewolf.
Mungkin ini peringatan untuk Jihoon agar berhenti membaca novel berbau fantasi dan mulai lebih rajin membaca buku pelajaran yang sering kali ia telantarkan di atas meja belajar tanpa ia buka sedikit pun.
Jihoon kembali berjalan, tak menghiraukan perasaan takut yang hinggap di benaknya. Tak menghiraukan pikiran-pikiran buruk yang berkelebat di otaknya.
SRRKK
SRRKK
Jihoon kembali menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang dengan cepat.
Nihil, ia sama sekali tak menemukan apa pun dan siapa pun di belakangnya. Jihoon mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru arah. Perasaan takut mulai membuncah dari dalam dirinya. Keringat dingin mulai membasahi wajah dan lehernya.
Kedua tangan Jihoon mencengkram erat tali tas yang tersampir di bahu kecilnya.
"Siapa disana?!"
Nihil.
Tak ada suara apapun yang menjawab pertanyaannya. Hanya terdengar suara jangkrik yang saling menyahut satu sama lain.
Jihoon segera membalikkan badannya dan berjalan dengan cepat. Saat rumahnya sudah terlihat di ujung jalan, ia segera berlari secepat mungkin.
Jihoon menutup pagar rumahnya yang terbuat dari besi, menimbulkan bunyi gesekkan besi berkarat yang memekakkan telinga dan segera berlari ke dalam rumahnya.
Tak menyadari sama sekali bahwa ada sepasang mata merah menyala yang sedang mengintainya.
-TBC-
Halo guys! Aku balik lagi setelah sekian lama hiatus dari ff ini. Maaf banget sama yang udah nungguin ff ini lanjut selama kurang lebih 2 tahun ㅠ.ㅠ
Mianhae ㅠ.ㅠ
Aku kena writer's block. Dan itu lamaaaa banget. Dan sampe sekarang pun masih. Makanya cuma bisa update segini dulu ㅠ.ㅠ
Sekali lagi maaf guys ㅠ.ㅠ
Tapi sekarang bakal aku usahain update secepat mungkin karena jalan cerita ff ini tuh sebenernya dari dulu udah rapi. Cuma aku bingung gimana nyalurin ke dalam Tulisan. Jadi sekali lagi maaf ㅠ.ㅠ
Tangerang Selatan, 23 Juli 2018
WandaPark
