Chapter 3: Brother Complex
oOo
oOo
oOo
oOo
Dulu Loki senang mengikuti apapun yang dilakukan Thor. Naluri anak kecil mengikuti apa yang dilakukan oleh yang lebih tua memang terdapat pada semua anak, tak terkecuali Loki, yang pada saat itu merupakan anak kecil dari dunia beku Jotunheim. Thor sebagai seorang kakak merasa bahwa adik kecil manisnya mengidolakan dirinya hingga membuat dirinya bangga- yang mungkin menjadi salah satu sebab kearoganannya saat ia dewasa.
Malam seperti biasanya, keluarga kerajaan Asgard yang terdiri atas Odin, Frigga, Thor dan Loki mengadakan acara makan bersama. Mereka menikmati hidangan kecuali si anak bungsu, Loki yang sedang mengunyah salad dengan raut muka tidak nyaman karena saudaranya, Thor mengamati dirinya sambil tersenyum tidak jelas.
Loki berusaha mengabaikan tatapan Thor, menyelesaikan makan malam keluarga kerajaan Asgard-nya dan secepat mungkin meninggalkan meja, namun Thor berkata,
"Loki, dulu kau selalu mengikuti menu makanku. Saat aku makan roti, kau juga makan roti. Saat aku minum susu, kau juga minum susu. Tapi sekarang kau justru mengikuti menu makan sehat ala ibu."
"Aku telah sadar bahwa mengikutimu itu sesat, saudaraku." Jawab Loki dingin sembari mengusapi bibirnya hendak meninggalkan acara makan keluarga lebih dulu.
"Thor, jangan ganggu adikmu." Frigga langsung tanggap jika Loki merasa sedikit kesal dengan Thor.
"Kalian memang sangat akrab sejak kecil. Hahahahah." Sementara Odin hanya santai dengan kelakuan kedua puteranya.
"Kau mau ke mana?" Thor terlalu ingin tahu dengan apa kegiatan yang akan dilakukan adiknya.
"Mandi, lalu membaca buku tentang galaksi lain dan istirahat." Loki berjalan meningglkan ruangan.
"Tunggu! Oh Loki, mungkin kita bisa mandi bersama." Ternyata Thor juga mengikuti Loki meningglkan ruang makan.
"Apa?!" Loki terperangah.
"Maksudku, aku rindu masa-masa kita melakukan apapun bersama-sama." Jelas Thor agar Loki tidak salah paham.
"Saudaraku, kita sudah bukan anak kecil lagi." Loki tegas.
"Tapi, Loki--" Thor tidak meneruskan ucapannya karena Loki sudah menjauh menyusuri koridor istana menuju kamar mandinya.
ooOoo
Loki keluar dari ruang baca istana, berjalan dengan elegan ke kamarnya karena malam sudah larut dan ia ingin istirahat. Tempat tidur mewahnya terlihat sudah siap menopang tubuhnya dengan kenyamanan ekstra.
Tanpa memikirkan apapun ia segera menyibak separuh selimut berwarna keemasan yang tadi menutupi kasurnya. Gayanya begitu tenang saat ia merebahkan badan di atas hamparan kapas bak awan. Ia hendak memejamkan mata, dan--
"Loki, malam ini ayo kita tidur bersama."
"THOR!!!" Loki kaget mendapati kakaknya telah berada di sampingnya hingga ia hampir terjatuh dari tempat tidur.
"Sudah lama sekali sejak kita tidak berbagi tempat tidur seperti ini." Thor berkata dengan senyuman lebar.
Loki menghela napas panjang, masih berusaha pulih dari keterkejutannya. Ia lantas dengan cepat mengambil pisau yang selalu ia sembunyikan di balik bantal, namun ia tidak mendapati apa-apa di sana.
"Aku sudah membersihkan ruangan ini dari benda tajam, Loki." Thor tersenyum penuh kemenangan.
"Oh, begitu." Loki berusaha bersikap tenang.
"Sini, berbaringlah di sampingku." Thor menepuk-nepuk kasur untuk Loki. Loki pun akhirnya menuruti apa yang diminta kakaknya yang ia anggap 'idiot'.
"Apa kau mau aku mendongeng untukmu?" Tawar Thor.
"Tidak perlu. Aku hanya ingin beristirahat dengan tenang sampai pagi." Tolak Loki dingin.
"Padahal dulu kau selalu merengek memintaku mendongeng." Entah Thor berniat mengejek Loki atau ia memang terlalu jujur dalam berkata. Ia lantas memejamkan mata karena Loki juga sudah mulai tertidur di sampingnya.
END
oOo
oOo
A/N: Jadi chapter kali ini lebih ke hubungan Thor sama Loki yang dalam headcanon ku sebenarnya Thor itu brother complex hehe. Anyway, terima kasih telah membaca ;"))
