Thor belong to Marvel
This Fic by me
Please enjoy ;"))
o0oo
Chapter 4: The Beautiful Loki
o0o
o0o
o0o
"Oh, kau terlihat cantik dengan gaunmu." Thor memandang sosok wanita di depannya sambil mengelus jambang.
"Diam! Aku tidak seharusnya melakukan ini!" Gerutu si wanita cantik.
"Ayolah, Loki. Kau telah kalah dalam pertarungan denganku. Ini resiko yang harus kau tanggung." Thor berkata dengan pongah.
"Seharusnya aku tadi mencurangimu." Suasana hati si wanita semakin buruk.
"Pegang tanganku, Jane Foster. Kita akan jalan-jalan keliling Asgard." Thor mengulurkan tangan maskulinnya pada si wanita.
"Aku Loki, saudaraku. Tidak mungkin aku mau bergandengan tangan denganmu! Dan aku Loki Laufeyson, bukan Jane Foster!" Si wanita kini mulai marah, namun dengan amat sangat terpaksa tetap menerima uluran tangan Thor, memegangnya dengan canggung dan mulai berjalan keluar istana.
o0o
Baiklah, sebelum meneruskan membaca tentang bagaimana bisa Loki terjebak dalam keadaan sangat awkward di mana ia harus menggunakan sihirnya untuk berubah menjadi Jane Foster sesuai permintaan saudaranya, Thor, mari kita kembali saat kedua pangeran Asgard berlatih pertarungan tangan kosong dan sang kakak, Thor, iseng mengajukan ide taruhan.
Entah apa yang saat itu ada dalam pikiran Loki, mungkin dia terlalu semangat atau masalah gengsi, ia menerima ide Thor dengan enteng. Mereka bertarung di lapangan istana dengan kehangatan sinar mentari pagi. Suara cicitan burung menambah kehebohan pertarungan kedua pangeran.
Thor bertubuh perkasa, ia memiliki tumpukan otot lebih tebal dari Loki. Tanpa ampun ia menyerang sang adik, terus berusaha melemahkan pertahanannya. Sementara Loki, meski tubuhnya lebih kecil dibanding Thor, ia sangat gesit menghindari sang kakak, dan terus mencari celah untuk menemukan kelemahan serangan Thor dan balik menyerangnya.
Namun kurang beruntung bagi Loki, ia sudah dikalahkan Thor sebelum ia berhasil menemukan celah serangan sang kakak.
"Cih!" Adalah kata yang terucap dari lidah Loki saat Thor membantunya bangkit berdiri.
o0o
Jembatan Asgard terlihat semakin indah di mata Thor saat ia menggandeng tangan wanita pujaannya. Sorot matanya begitu bahagia, berkebalikan dengan sorot mata si wanita alias Loki yang tampak murung dan gelisah.
"Saudaraku, jika kau sebegini inginnya bergandengan tangan dengan Jane Foster, kenapa kau tidak ke bumi saja lalu mengajaknya ke mari." Loki berusaha menyingkirkan kecanggungan.
"Diam Jane. Mari kita sapa Heimdal di ujung jembatan." Ajak Thor.
"Tidak. Dia mungkin menyadari siapa aku sebenarnya. Itu akan sangat memalukan." Loki melepaskan tangannya dari genggaman Thor.
"Heimdal tidak akan bisa. Percayalah padaku." Thor pura-pura tidak mendengar keluhan Loki. Ia lantas membopong Loki dan berjalan angkuh ke arah Heimdal.
" Yo, Heimdal." Sapa Thor pada penjaga gerbang Bifrost. Sementara itu Heimdal menatap sosok Jane Foster dengan curiga.
" Aku tidak melihat dia masuk Asgard melewati Bifrost." Kilatan cahaya bintang pada mata Heimdal terlihat pekat saat ia berucap.
"Oh, Heimdal, kau pasti mulai terserang demensia sehingga melupakan kedatangan kekasihku ini. Hahahaha." Thor mengelak.
"Turunkan aku, bodoh!" Loki bersungut-sungut dengan ekspresi Jane Foster. Lalu ia pun diturunkan dari gendongan Thor.
"Selamat siang, nona Jane Foster." Sapa Heimdal sopan.
"Selamat siang, tuan Heimdal." Ternyata Loki juga bisa berbicara dengan nada seorang wanita.
"Bukakan gerbang ke bumi, Heimdal. Dan pilihkan pantai yang indah dan sepi." Perintah Thor pada Heimdal.
"Apa?!" Loki melotot.
"Baik, yang mulia." Heimdal kemudian membuka gerbang Bifrost dengan tanpa ekspresi.
o0o
Matahari sudah berada di barat saat kedua pangeran Asgard-- dengan yang satu menyamar sebagai wanita-- tiba di pantai di bumi. Deburan ombak lembut menghantam kedua pasang kaki mereka.
"Terima kasih telah mengubah kostum kita menyesuaikan keadaan pantai, Loki." Kini Thor mengenakan kaus oblong dan celana pendek ala turis pantai. Sementara Loki, yang masih harus berwujud Jane Foster hingga matahari terbenam, mengenakan terusan putih tak berlengan.
"Seharusnya kau memakai bikini, Loki." Thor menatap Jane, atau mungkin Loki dengan terpesona.
"Kau mau kutikam, saudaraku?" Loki mengancam Thor. Namun Thor sama sekali tidak mendengar ancaman Loki, ia maju ke arah Loki, meraih wajah Loki yang masih berwujud Jane Foster dan mengecupnya tepat di bibir. Loki yang terkejut langsung berubah ke wujud aslinya, sosok laki-laki, Loki Laufeyson.
"Apa yang kau lakukan?! Menjijikkan?!" Loki mundur dan bersiap menghujamkan pisau di kedua tangannya pada Thor.
"Tu-tunggu! Loki-- jangan! Heimdal! Buka Bifrost!" Thor mendongak, memanggil Heimdal.
Sinar Bifrost kemudian menyelimuti kedua pangeran Asgard dan segera memindahkan diri keduanya kembali ke Asgard.
"Saya bahkan belum berpindah dari tempat ini, Yang Mulia. Kenapa anda sudah minta membukakan Bifrost kembali?" Heimdal memandang Thor dan Loki dengan wajah bingung.
"Thor Odinson! Aku akan membunuhmu!" Loki mulai menyerang Thor.
"Dan aku juga tidak melihat Yang Mulia Loki pernah keluar melewati Bifrost." Heimdal semakin bingung.
"Sudah kubilang kau mulai terkena demensia, Heimdal!" Thor berkata sambil berteriak dan menjauh dari Loki.
Dan kedua pangeranpun lari kejar-kejaran sepanjang jembatan Asgard, tak ubahnya saat mereka masih anak-anak.
END
o0o
o0o
o0o
TERIMA KASIH BANYAK TELAH MEMBACA ;"))
