Cast:

Hajime Mutsuki - Kentaro Menjo
Haru Yayoi - Hiroki Nakada
Arata Uduki - Taiki Yamazaki
Aoi Satsuki - Tatsuki Jonin
Kakeru Shiwasu - Ryuu Kiyama
Koi Kisaragi - Lui Yokoo
Shun Shimotsuki - Yuuki Tomotsune
Kai Fuduki - Kazumi Doi
You Haduki - Shuto Washio
Yoru Nagatsuki - Yoshiki Tani
Rui Minaduki - Yuusaku Sato
Iku Kannaduki - Tsubasa Sasa

Copyright: ©Tsukino Talent Production

Pair: Kai Fuduki x Haru Yayoi / Haru Yayoi x Kai Fuduki

Hajime Mutsuki x Shun Shimotsuki / Shun Shimotsuki x Hajime Mutsuki

Kesibukan

Hajime Mutsuki sudah bangun sejak dari shubuh dan kini sedang berkutat dengan laptopnya.

Yup, tugas skripsi.

Sebagai salah satu syarat untuk lulus dari Universitas.

Hajime mengetik dengan serius, dia membuat skripsinya dengan serius.

Tak terasa waktu tengah menunjukkan pukul 7 pagi.

"Sudah jam 7 ya? Aku harus mandi dulu"

Hajime berhenti mengetik, merenggangkan lehernya yang kaku.

Hajime menyambar ponsel dan mengecek sejenak apa yang menarik di internet.

Tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk.

Shun menelponnya.

"Ya, Shun" jawab Hajime.

"Hajime~ pagi~"

"Pagi, Shun"

"Kenapa suaramu begitu pucat?~"

"Jangan berlebihan, aku baik-baik saja" Hajime tersenyum tipis.

"Bagaimana skripsimu?~"

"Sedang kubuat"

"Cepat-cepatlah lulus, Hajime~"

"Aku tahu, aku akan berusaha" Hajime beranjak keluar kamar dan mengambil handuk mandi warna ungu.

"Kau sedang apa, Shun?" Kini Hajime berusaha perhatian.

"Ahahah! Aku senang sekali!" Shun terlihat senang sekali.

"Ada apa kau sampai tertawa"

"Kamu perhatian banget!~"

"Shun..."

"Oke, Oke aku sedang nonton Spongebob. Masa Patrick kawin sama tiang listrik! Hahaha!~"

"Shun, aku mau mandi. Lagipula aku harus ke cafe untuk kerja"

"Boleh gak aku mampir?"

"Kalau kau mau, silakan. Aku tak melarangmu"

"Aku mau minum es doger"

"Astaga, Shun. Tidak ada es doger di cafe, kau tahu itu kan?"

"Tapi aku maunya es doger" Shun manja.

"Hufft, baiklah. Nanti kubuatkan"

"Makasih~"

"Iya. Sampai nanti, Shun"

PIK!

Hajime segera masuk ke kamar mandi.


You mengerjap bangun dari tidurnya yang nyenyak.

Tangan kanannya meraba-raba ponselnya yang berada disampingnya.

Jam menunjukkan jam 8 pagi.

"Anjrit, gue telaaat!"

You cepat-cepat beranjak bangun dari tempat tidur.

"Mandi gak ya? Mandi gak ya?"

You mikir.

"Gak usah mandi lah! Udah telat banget!"

You menopang dagunya.

"Tapi, kalo gak mandi, badan gue bau terus cewek cewek pada gak mau deketin gue lagi...hmm"

"Mandi aja deh" You bergegas mengambil handuk mandi warna merah.

You masuk ke dalam kamar mandi dan menyalakan keran air. Tapi air keran tidak mengalir.

"Waduh!" You panik.

You beberapa kali memutar mutar keran air, namun hasilnya nihil.

"Aduuuh! Nasib gue sial bener, kebanyakan dosa kali yak!"

Tiba-tiba dia teringat Yoru.

"Oh iya, gue kan bisa numpang mandi di rumah Yoru, oon banget yak gue" You tepok jidat.

Segera saja You mengemasi alat-alat mandinya: sabun, odol, sikat gigi, dan gayung, tak lupa juga handuknya.

Dia bergegas ke rumah Yoru.

Krieek

"You!" Yoru mendelik kaget.

"Anooo Yoru, gue boleh numpang mandi gak? Air di rumah gue kayaknya macet"

Yoru langsung mengangguk dan mempersilakan You masuk ke dalam rumahnya.

BYUUR BYUUUR

Cklek

"Akhirnya, gue udah mandi juga"

Tiba-tiba You teringat bahwa dia lupa membawa baju dan celana untuk dipakainya kuliah hari ini.

"Anjeeer! Gue lupa bawa baju gueee!"


SMA SukaMaju jam 8 pagi...

Pemuda berambut kuning keemasan tengah gelisah sambil mengenggam pulpennya.

"Please...gue gak ngerti"

Sementara guru Matematika sibuk mondar-mandir mengawasi semua murid.

"Ya, waktu hanya tersisa 15 menit lagi!"

"Aduuh~ matilah aku!" Kakeru meringis.

Kakeru menatap kertas ulangan yang belum selesai dikerjakan. Ia baru mengerjakan 20 soal, kurang 10 soal lagi.

Kakeru yang panik, tengak-tengok berharap ada yang mau memberinya contekan.

Koi yang duduk di bangku baris ketiga paling belakang memperhatikan gerak gerik Kakeru yang gelisah.

Koi segera merobek kertas buku tulisnya dan mulai menulis semua jawaban miliknya.

Pssst, Kakerun!

Kakeru yang merasa dipanggil namanya, langsung nengok.

"Nih, Kakerun...jawabannya" katanya dengan bahasa isyaratnya.

Kakeru senang dan langsung manggut-manggut.

Koi langsung melempar kertas contekan kepada Kakeru. Tapi sial, kertas contekan itu malah nyasar mengenai guru Matematika.

Koi yang melihat kertasnya yang malah nyasar ke guru Matematika cuma bisa tepok jidat.

Guru Matematika itu segera membuka lipatan kecil kertas contekan itu langsung menoleh pada Koi.

"Kisaragi! Setelah ulangan, ikut saya ke kantor!" Katanya galak.

Sementara Kakeru yang tau Koi terciduk, malah tambah pusing.


Arata sedang mendisplay buku-buku komik terbaru di rak khusus buku komik.

"Misi, Mas" panggil seorang pemuda.

"Ya?" Tanya Arata datar.

"Mas, buku perpajakan di sebelah mana ya?"

"Saya nggak tahu, soalnya saya masih baru disini" jawab Arata.

"Oh gitu, kalo gitu saya tanya sama pegawai yang lain aja deh, makasih" pemuda itu jengkel.

"Ya, sama-sama" jawab Arata.

Lalu, ada seorang nenek nyamperin Arata.

"Permisi, nak. Buku resep masakan ada di sebelah mana?"

"Buku resep apa ya, nek?"

"Resep-resep kue kering"

"Oh, nenek lurus aja, rak bagian buku resep kuenya ada di sebelah rak bagian buku resep minuman"

"Terima kasih, nak"

Lalu nenek itu berlalu pergi.

Seorang ibu dan anaknya yang masih kecil nyamperin Arata.

"Misi, Mas. Buku anak-anak dimana ya?" Tanyanya.

"Disebelah rak bagian buku komik"

"Mas-nya jutek banget!" Keluh ibu itu, sementara anaknya ngumpet di belakang punggung ibunya.

Dan ibu-anak itu langsung melenggang pergi.

Arata hanya menatap kepergian anak-ibu itu dan ia cuma angkat bahu.


Kai memandangi semua pengunjung kafe dengan gugup.

"Pelayan!" Panggil seorang pengunjung kafe.

"Saya?" Kai cengo karena kaget.

Seseorang menepuk pundak Kai.

Kai pun menoleh ke belakang, ternyata Hajime.

"Hajime!"

"Kau gugup, Kai?"

"E...Enggak, kok!" Kai mulai kikuk dan mulai mengacak ngacak rambutnya untuk menghilangkan kegugupannya.

"Begitu, ya?" Hajime tersenyum tipis.

"Habisnya ini hari pertamaku kerja disini, makanya..."

"Sama, aku juga" balas Hajime.

"Eh?"

"Sudah cepatlah, layani pelangganmu" tegur Hajime.

"O...Oke!" Kai berjalan menuju salah satu meja pengunjung dengan gugup.

"Mas, pesen es krim-nya 2 ya!"

"Es krim 2 porsi... mau rasa apa mbak?" Kai mulai mencatat pesanannya

"Rasa vanilla"

"Oke... 2 porsi es krim vanilla. Pesanannya segera saya antar ya, mbak"

"Ok" jawab pengunjung kafe itu.

Kai melenggang pergi dengan menelan ludah.

Kai teringat tempat kerjanya yang lama.

"Hey, raksasa! Kerja yang bener dong!"
"Kau tinggi banget! Overdosis minum obat peninggi badan, ya!"
"Orang setinggi kau mah kerja di sirkus! Hahaha!"

"Kai-kun~" sebuah suara yang tak asing lagi di telinganya.

"Shun!" Kai berhenti dari lamunannya.

"Jangan melamun terus, nanti kesambet gimana? Kan aku juga yang repot, ngejinakin setannya~"

"Shun, kau mau pesen apa?" Kai nyengir.

"Es doger, ya"

"Astaga, Shun (tepok ndas) disini gak ada Es Doger"

"Tapi Hajime bilang dia bakal mau bikinin aku Es Doger~"

"Hajime niat banget" Kai sweatdrop.

"Aku bisa mengubah tinggimu menjadi hanya 180cm~" bisik Shun.

"Eh?"

Shun tersenyum menyeringai pada Kai lalu bergegas ke meja kafe yang kosong.

Hajime membawa nampan dengan segelas Es Doger sambil berjalan menuju meja Shun.

"Maaf menunggu lama, Shun"

"Eheheh~ Hajime-chan ternyata bisa bikin es doger ya~"

"Ini karena kau yang merengek tadi pagi, dasar" Hajime menghela nafas.

"Eheheh~ kau harusnya menolaknya tadi"

"Dan mengubahku jadi Kuroda lagi, ya kan?"

"Eeeh?!" Shun cengo.

"Bercanda" Hajime tersenyum tipis.