Keseharian Kembar Tujuh!
Boboiboy © Animonsta
FanFic by HikariFuruya
Chapter 1 : Kecoa
Warning! OOC dan Humor garing
Ngga suka? Tombol 'back' selalu setia menemani anda jika tidak suka!
Enjoy~~
Hari Minggu yang cerah,burung-burung berkicauan dengan riang membuat Taufan terbangun dari tidur canti— ekhem! maksudnya tidur nyenyaknya. Setelah mengumpulkan kesadarannya,Ia pun keluar dari kamar tidurnya. "Oh,selamat pagi kak Taufan!" Taufan menoleh kebelakang dan mengembangkan senyumannya. "Met pagi juga,Thorn~" Thorn membalas senyuman kakak keduanya itu. Mereka berdua pun turun kebawah dan melihat Gempa yang sedang menyusun makanan diatas meja. "Semalat pagi kak Gempa" Ucap Thorn dan itu membuat Gempa menoleh kearah Thorn dan Taufan. "Ah.. Pagi juga Thorn! Pagi kak Taufan!" Thorn pun mendekati Gempa dan membantunya. "Kak Taufan,bisa kakak bangunkan kak Hali? Sepertinya dia masih tidur. Kalau bisa,sekalian juga panggilkan Solar,Ice dan Blaze ya" Ucap Gempa sambil melihat kearah kakak keduanya itu. Seringai terukir diwajah Taufan,kemudian ia mengangguk dengan cepat. "Akan kulakukan!" Serunya dan berlari kecil keatas.
Taufan memasuki kamar Blaze. 'Urghh! Berantakan sekali kamarnya! Lebih berantakan kamarnya daripada kamarku' Pikir Taufan sambil menggelengkan kepalanya. Dengan hati-hati,Taufan mendekati Blaze yang sedang tidur dengan tidak elitnya.
"Blaze... Bangun!"
BRUKK!—
"ARGHH!"
Taufan menimpah Blaze dengan ganasnya(?) sampai-sampai Blaze langsung terbangun dan berteriak dengan kerasnya. Burung-burung yang hinggap dijendela kamar Blaze pun beterbangan menjauhi karena teriakan nan cempreng ala Blaze. Bersyukurlah Blaze,kakak keduamu ini kurus dan kau mempunyai badan yang luar biasa. Taufan menyeringai usil. "Kak Taufan!— Argh.. Pinggangku..! Ada apa sih kak! Sampai membangunkan Blaze dengan ekstrimnya!" Teriak Blaze frustasi karena perbuatan kakaknya ini. "Hehehe~ Maafkan Upan,Blaze. Tapi kau pasti mau membangunkan kak Hali kan?~" Mata Blaze langsung terbuka dengan lebarnya. Ia pun mengangguk dengan cepat. "MAU MAU MAUUU!" Seru Blaze dengan semangat 45. 'Khukhukhu~ Ini akan sangat menyenangkan~' Pikir Taufan.
Gempa dan Thorn mendengar jeritan Blaze langsung menatap satu sama lain. "Pasti kak Taufan yang membuat Blaze berteriak seperti itu.." Ucap Gempa dan menghela nafas. Thorn hanya tertawa kecil. "Good morning,Brothers!" Yang dipanggil pun menoleh kearah tangga. "Ah,pagi Solar/Selamat pagi Solar!" Jawab Gempa dan Thorn bersamaan. Senyuman terukir diwajah tampannya itu membuat kedua kembarannya ikut tersenyum juga. "Mana yang lain? Belum bangun ya?" Tanya Solar sambil duduk diatas meja. Gempa menggeleng pelan sebagai jawaban. Solar ber'oh' ria dan mulai mengambil satu roti yang ada diatas piring.
"Ah,Solar! Jangan dimakan dulu! Kakak-kakak belum bangun semua!"
"Percuma kak Thorn. Masa kita nunggu kak Ice sampai terbangun? Dia kan tukang tidur!"
"Eh.. benar juga ya.. Ya sudah deh.."
Gempa sweatdrop karena percakapan pendek mereka berdua. Ia pun sempat berpikir sebentar. 'Bagaimana jika kita menunggu Ice ya..? Kita semua pasti ngga bakal makan selama berjam-jam karena menunggunya...' Kira-kira seperti itulah pemikiran Gempa. Akhirnya Gempa memutuskan untuk memanggil Ice sendiri,daripada menyuruh Taufan untuk membangunkannya? Bakalan ngga makan mereka semua.
Sekarang Taufan dan Blaze didepan kamar Halilintar. Kedua pemuda itu tidak terlihat takut sama sekali. Taufan sedang memegang megaphone yang entah darimana dapatnya. Blaze pun membuka pintu kamar Halilintar perlahan. Taufan melihat Halilintar yang tidur dengan nyenyaknya.
"Hitungan ketiga.."
"Satu.."
Taufan menyiapkan megaphone-nya.
"Dua.."
Ia mendekati Halilintar.
"Tiga!"
"KAK HALI,AYO BANGUNN!"
"AAHHHHH!"
Sekali lagi,burung-burung yang hinggap dirumah Boboiboy bersaudara terbang entah kemana karena jeritan Halilintar. Taufan dan Blaze buru-buru keluar dari kamar Halilintar.
"TAUFAAAAN! BLAZEEEE!"
Gempa baru saja mengetuk pintu kamar Ice,melihat Halilintar menyeret Taufan dan Blaze yang sudah babak belur dibuatnya. Gempa menyapa kakak tertuanya itu. "Selamat pagi,kak Hali.." Gempa mengembangkan senyuman manisnya. Halilintar melihat Gempa sebentar lalu berjalan lagi. Ah.. Sepertinya Gempa tidak peduli dengan kedua saudara usilnya itu ya. Gempa pun mengetuk pintu kamar Ice sekali lagi. Tidak ada jawaban,berarti dia masih tertidur. Pemuda beriris golden itu membuka pintu dan melihat Ice yang masih tertidur dengan tenangnya. "Ice,ayo bangun! Sarapan sudah siap" Gempa menggoyangkan tubuh Ice dengan pelan. "Ngh.. 5 menit lagi kak.." Gumam Ice. Gempa pun menghela nafas kecil dan memaksa Ice untuk bangun (Gempa sedikit takut kalau dia tidak bisa makan sarapannya hari ini kalau Ice tidak bangun) Dengan terpaksa,Ice pun bangkit dari kasurnya.
Mereka berdua pun turun untuk menyantap sarapan yang dibuat oleh Gempa. Ice menarik kursi makan dan du—
"AAAAAHHHHHHHH!"
"KAMPRETT! GYAHHH!"
Mereka berlima (Halilintar,Thorn,Solar,Gempa,Ice) menghentikan kegiatan mereka dan menoleh kearah dapur setelah mendengar Taufan dan Blaze menjerit. Gempa buru-buru pergi kedapur. "A-apa yang terjadi..?!" Serunya langsung. Ia melihat Taufan dan Blaze memegang alat-alat memasak,dan panci yang dipakai diatas kepala dengan wajah yang merasa jijik. "K-kecoak Gempa/Kak Gempa!" Seru mereka berdua dan menunjuk kearah dinding dimana kecoa itu sedang hinggap. Gempa pun melihat kedinding itu dan menghela nafas kecil. 'Kupikir apaan...' Pikir Gempa. "Tolong,taruhkan semua benda yang sedang kalian pegang.." Taufan dan Blaze menggelengkan kepala mereka dengan cepat. Ice berjalan menuju ke dapur dan melihat sekeliling ruangan, layaknya seorang detektif yang sedang mencoba untuk memecahkan kasus. Maklum,Ice kan suka Detective C*nan. Matanya melihat seekor hewan yang mirip buah kurma,Ice pun menyeringai kecil. Dia mendekati hewan itu dan memegang antenanya. 'Firasatku buruk...' Pikir Taufan dan Blaze bersamaan dan wajah mereka langsung berubah lagi. Ice terkekeh kecil sampai membuat Gempa bertanya-tanya. Ia pun melemparkan kecoa itu kearah Taufan dan Blaze.
"AAAAAHHHHHH!"
TENGG BRUAK DUK! (suara alat-alat masak yang terjatuh)
Taufan dan Blaze langsung lari terbirit-birit kekamar mereka masing-masing. Halilintar,Thorn dan Solar saling melempar tatapan dan heran. Gempa terkekeh kecil dan berjalan kearah meja makan,sedangkan Ice mencuci tangannya karena sudah memegang (antena) kecoa itu. "Kenapa sih kak?" Tanya Solar penasaran setelah Gempa duduk manis. "Hihi,Ice menangkap kecoa dan melemparkannya kearah kak Taufan dan Blaze" Jelas Gempa dengan tertawa kecil. Solar tertawa terpingkal-pingkal,bahkan Halilintar pun tersenyum kecil saudara-saudara! Ice duduk disamping Thorn dan memakan sarapannya dengan tenang. Akhirnya,Boboiboy bersaudara (minus Taufan dan Blaze) makan dengan tenangnya dan menghiraukan teriakan para tetangga yang marah karena keributan dirumah mereka.
Akhirnya mereka menemukan senjata untuk mendiamkan Taufan dan Blaze.
Ancam mereka dengan kecoa jika tidak diam
Halilintar,Thorn dan Gempa sedang berada diruang tamu untuk bersantai. Bagaimana dengan Ice? Oh jangan ditanya lagi,dia sudah kembali kekamarnya untuk melanjutkan tidurnya. Sedangkan Taufan sudah keluar rumah untuk bermain skateboard. "Kak Gempa.. Dimana Solar?" Pertanyaan Thorn membuat Gempa yang sedang mengerjakan tugasnya di laptop menoleh kesamping. "Um.. Entahlah.. Katanya sih mau beli sesuatu.." Ucap Gempa dan memegang dagunya. Beberapa menit kemudian,Blaze pun keluar dari kamar mandi. "Fuwaaahh~ Segarnya~" Gumam Blaze sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Ia berlari kecil mendekati ruang tamu. Baru saja dia mau duduk disofa,Halilintar sudah berteriak.
"Awas ada kecoak!"
"GYAHH!"
Tanpa Halilintar ketahui,Blaze langsung melompat kearahnya dan memeluk Halilintar dengan erat. "B-Blaze..! Lepaskan Kak Hali! Dia tidak bisa bernafas.." Seru Gempa sedikit khawatir. "Lagipula,tidak ada kecoa disini kak..." Sambung Thorn sambil melihat kesana kemari. Blaze yang mendengar itu,langsung melonggarkan pelukannya. Halilintar? Dia sudah pingsan karena pelukan maut tadi. Blaze menghela nafas panjang dan duduk disamping Halilintar dan menggantungkan handuknya dilehernya. "Kak Blaze,kok tadi kakak bisa menjerit seperti perempuam sih kak?" Tanya Thorn tiba-tiba. Kedua kakaknya itu langsung terkejut,terutama pemuda yang memiliki iris merah terang itu. "Er... um... I-Itu.. Duh.. Gimana ya?" Gumam Blaze sambil menggaruk kepalanya. Dia bingung bagaimana cara untuk menjawab pertanyaan dari adik keduanya ini. Ia berharap Taufan segera turun dan membantunya untuk menjawan pertanyaan dari Thorn.
"Aku pulang~!"
'Ah.. Itu suara Solar! Sepertinya dia bisa membantuku!'
Solar berjalan dengan santainya sambil menenteng sebuah plastik hitam dan bersiul dengan riangnnya. "Selamat datang kembali,Solar. Apa yang kau beli itu?" Tanya Gempa sambil menunjuk kearah plastik hitam itu.
"In—"
"Solar~! Tolong akuu~"
Solar menoleh dan melihat Blaze yang memasang puppy eyes. "Tolong apaan sih kak?" Tanya Solar langsung dan mendekati Blaze. Blaze pun berbisik kepada adik bungsunya. Solar merangkul kakaknya dan berkata, "bilang saja kalau kakak ini cewek~" Sebuah bogem penuh cinta dari sang kakak melayang tepat diwajah tampan Solar. "Gile lu!" Serunya dan langsung berlari dan memasuki kekamarnya. "Yah.. Kak Blaze lari.." Kata Thorn dengan nada sedikit kecewa. "Urgh.. Solar udah pulang kan?" Tanya Halilintar yang baru sadar. Solar memanggil kakak pertamanya dan mengacuhkan jempol kepadanya. Halilintar menyeringai kecil. "Yosh.. Ayo kita mulai!" Ucapnya disertai dengan anggukan dari Solar. Mereka pun tertawa dengan jahatnya.
"Kak Gempa,mereka kenapa sih?"
"Entahlah,Thorn.. Aku pun tidak tau.."
Skip Time~
Taufan memasuki rumahnya. "Aku pulang~" Sahutnya. Gempa menyambut kakak keduanya itu dengan senyuman. Ia pun mengatakan kalau ada cemilan diatas meja makan. Dengan wajah yang bahagia,Taufan pun pergi ke ruang makan. Gempa pun menyusul Taufa—
"GYAAAAH! KENAPA HEWAN INI ADA DISINI?!"
Oke,Gempa mulai sedikit kesal. Kenapa kakaknya yang satu ini suka sekali menjerit. Taufan pun buru-buru keluar dari ruang makan. "Ada apa sih kak?! Dari pagi menjerit terus!" Kata Gempa kesal. "Kecoa diatas meja!" Seru Taufan sambil menunjuk-nunjuk kearah ruang makan. "Ehh! Serius?!" Spontan Gempa berlari kearah meja makan. Dilihatnya seekor kecoa yang berada didekat makanan yang dia buat tadi. Gempa pun mendekatinya dan hendak mengambil piring itu. Ia merasa heran kenapa kecoa itu tidak lari karena tangannya mendekati kecoa itu. Karena penasaran,ia pun melihatnya dengan seksama. 'Aneh,antenanya tidak bergerak-gerak' Pikir Gempa.
BEEP BEEP!
Gempa langsung mengeluarkan handphonenya dari kantung celananya. Ia pun melihat dan mendapatkan sebuah pesan. 'Ngh? Pesan dari Solar? Kenapa dia tidak mau turun saja kalau mau berbicara kepadaku?' Pikirnya dan membuka pesan itu.
From : Solar
To : Kak Gempa
Kak! Kecoa yg ada diatas meja itu mainan! Jangan dibuang,soalnya aku dan kak Hali mau ngerjain kak Tau sama kak Blaze pake itu XD
Kalo kakak nanya kenapa ngga langsung turun aj,aku takut kak Taufan tau kalo itu ulahku hehe
Tolong ya kak Gempa!
'Ulah mereka berdua ya..' Gempa tak habis pikir. Kakak pertamanya yang terkenal sangat pendiam itu,bisa ikutan menjahili saudaranya. Mungkin dia mau balas dendam ya? Entahlah,hanya Halilintar dan Tuhan yang tau. Gempa pun mengambil benda yang dimaksud Solar tadi dan menyimpankannya dikantungnya. "Kak Taufan! Kecoanya sudah tidak ada lagi" Taufan pun memasuki ruang makan dengan sedikit tidak tenang.
"Serius nih? Ngga bo'ong kan?"
"Ngapain juga Gempa bohong sama kak Taufan? Ngga guna.."
Taufan merasa sesuatu menusuknya dari belakang. 'Kok sakit ya..' Pikirnya begitu dan pundungan didekat dispenser. Gempa pun meninggalkan Taufan sendiri. Beberapa saat kemudian,Taufan pun duduk diatas meja dan memakan makanan yag dibuat oleh Gempa.
"Solar?" Gempa mengetuk pintu kamar Solar. "Ini aku. Aku mau mengembalikan mainanmu" Ucapnya lagi. Mendengar sahutan dari sang adik bungsu,ia pun membuka pintunya. Gempa mengeluarkan kecoa mainan tadi dan menyerahkannya kepada Solar. "Makasih kak~" Ucapnya dengan tertawa kecil. Gempa menggangguk kecil dan mulai keluar dari kamar Solar.
Ice sedang berada dikamar Halilintar sekarang karena disuruh. Kalau menolak,mungkin Ice sudah tidur selamanya (Author dikejar fans Ice). Halilintar pun mengatakan kalau Solar dan dia mau mengerjai Taufan dan Blaze dengan kecoa mainan yang dibeli oleh Solar tadi siang. Ice menggangguk-angguk tanda mengerti. "Kedengarannya menyenangkan,aku ikut" Ucapnya dan menyeringai kecil dan diikuti oleh Halilintar. "Tolong panggilkan Solar kesini" Ice bangkit dan keluar dari kamar Halilintar. Solar dan Ice memasuki kamar Halilintar tanpa mengetuk pintu.
"Kau membawanya kan?"
"Tentu saja kak Hali~"
"Aku tidak sabar.."
Terdengar dengan jelas tawaan jahat dari kamar Halilintar yang membuat Thorn semakin bingung. 'Mereka kenapa sih,dari siang tertawa jahat terus...' Pikirnya dan turun kebawah untuk menyiram tanaman.
Taufan,Blaze,Gempa dan Thorn sedang berkumpul di ruang tamu. Taufan dan Blaze sedang bermain PlayStation 3.
"Tembak zombienya kak!"
"Sabar coeg,lagi isi peluru"
Gempa masih setia dengan tugasnya yang ada di laptopnya,sedangkan Thorn melihat kedua kakak yang hyperactive itu bermain President Devil 6(*) dengan hebohnya. Ice pun keluar dari kamarnya dan duduk disebelah Thorn. Mereka berdua berbincang santai. Entah apa yang dibincangkan,Author tidak tau. "Dimana kak Hali dengan Solar?" Tanya Gempa kepada Ice. Yang ditanya menggangkat bahunya,tidak tau. Gempa ber-oh ria dan melanjutkan pekerjaannya lagi. 1 jam kemudian,Taufan dan Blaze sudah menyelesaikan gamenya. Berterima kasihlah kepada Blaze yang seorang gamer ini akhirnya setelah sekian lama mereka bermain game itu tidak bisa tamat-tamat (biasa yang main itu Taufan dengan Solar). "Fuaah~ Capek~" Taufan berdiri dan meregangkan tubuhnya. Gempa juga melakukan hal yang sama,karena dia juga baru selesi mengerjakan tugasnya. Sedangkan Ice dan Thorn sudah tertidur dengan posisi duduk saling sandar menyandar(?). Gempa mengambil laptopnya dan pergi kekamarnya sendiri.
"Astaga! Bany—" Seseorang menutup mulut Gempa. Sang korban pun menoleh kebelakang untuk melihat siapa pelakunya. Seseorang yang berada dibelakang sang pelaku,menaruh jari telunjuknya didepan mulutnya. "Solar? Kak Hali?" Halilintar membuka kembali mulut Gempa. "Kenapa Gempa?" Seru Taufan dari bawah. "Bukan apa-apa kak!" Serunya balik. Solar sudah tersenyum-senyum mendengar Gempa berbicara tadi. 'Kita bakal direstui ama kak Gempa untuk balas dendam!~' Pikir Solar dengan bahagianya.
"Um kak Hali.."
"Ada apa?"
"Kenapa banyak sekali kecoa mainan didepan kamar kak Taufan dan Blaze?"
"Mau balas dendam"
Gempa sweatdrop ketika kedua makhluk yang berada didepannya ini menjawabnya bersamaan. "Yasudah deh.. Terserah kalian deh.. Asalkan jangan lupa untuk membersihkannya kembali" Kata Gempa sambil memasuki kamarnya. Solar benar-benar bahagia sekarang. 'DIRESTUIN BENERAN YES!' Pikirnya.
Skip Time~
[Jam 20.47]
Para Boboiboy baru saja selesai menyantap makan malam mereka dengan tenang. Gempa dan Thorn mengambil piring-piring untuk dicuci sambil berbincang-bincang. Sedangkan kelima saudara mereka berkumpul diruang tamu lagi,menonton TV bersama-sama. Yang nonton cuman empat orang,soalnya Ice sudah tidur disamping Blaze. "Bosenn~" Taufan bersandar disofa sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada. "Mau main Uno Block?" Tanya Solar sambil berdiri. Halilintar menggelengkan kepalanya.
"Sudah malam,kalo main itu bisa-bisa tetangga ngebom rumah ini"
"Ini beneran kak Hali yang ngomong?"
Taufan mendapat jitakan penuh cinta dari kakak tertuanya. Blaze dan Solar tertawa ketika melihat Taufan cemberut. Gempa membawa sepiring apel dan menaruhnya diatas meja. Ia pun duduk dilantai dan mulai memakan apel yang dibelahnya tadi. Thorn pun duduk disamping Gempa. "Kak Gem! Kak Thorn! Kami mau main Uno. Ikutan?" Solar yang baru turun membawa kartu Uno menghampiri Gempa yang tengah makan. Gempa menggelengkan kepala,sedangkan Thorn menganggukkan kepalanya. Solar mengembangkan senyuman dan duduk disamping Thorn. Taufan dan Blaze pun ikutan duduk dilantai. Ah,dia lupa kalau Ice sedang bersandar dibadannya,menyebabkan Ice tertidur diatas sofa. Mulailah mereka bermain dengan hebohnya (minus Thorn)
Mereka bermain hingga jam 21.15. Wajah Blaze masam sekali,karena daritadi dia yang kalah terus. Solar cengengesan melihat kakak keempatnya,soalnya daritadi Solar memberikan kartu plus four kepadanya. Halilintar sudah pergi kekamarnya bersama dengan Ice. "Uda ah,aku capek!" Seru Blaze dan mulai bangkit. "Ciee ngambek~" goda Taufan dengan seringai kecil. Giliran Blaze yang cemberut sekarang. "Sudah sudah,ayo sana tidur! Sudah waktunya tidur!" Serunya seperti seorang ibu yang menyuruh anaknya untuk tidur. "Iya buu!" Jawab keempat pemuda itu (Thorn juga ikutan). Gempa sweatdrop untuk kesekian kalinya. Ia pun beranjak pergi dari ruang tamu yang diikuti oleh Thorn dan Solar. Ia menyuruh Thorn dan Gempa untuk mengunci pintu setelah memasuki kamar mereka. Kakak keenamnya itu bingung tetapi dia mengganggukkan kepalanya. Begitu juga dengan Gempa. Akhirnya,mereka bertiga masuk kekamarnya dan mengunci pinu kamar mereka. Taufan dan Blaze masih bercerita tentang game yang mereka main tadi sore. Merasa lelah,mereka pun meninggalkan ruang tamu. Mereka mulai menaiki tangga untuk sampai dikamar mereka. Taufan yang terlebih dahulu sampai diatas. Ia berjalan mendekati kamarnya dan—
"KECOAK! GYAHH! BANYAK BANGET!"
Blaze yang mendengar jeritan itu,terkejut dan bergegas menaiki anak tangga.
"I-ihh.. untung kam— GYAHH! KAMARKU!"
Blaze mendekati Taufan. "Duhh! Masa kita tidur di ruang tamu?!" Seru Taufan. Blaze mencoba untuk membuka pintu kamar Ice namun gagal,karena sang pemilik kamar sudah menguncinya. Taufan juga mencoba membuka pintu kamar Solar tetapi hasilnya sama dengan Blaze tadi,terkunci. Bagaimana dengan kamar Halilintar,Gempa dan Thorn? Mereka tidak berani,karena mereka harus melewati lautan kecoa dulu baru bisa sampai dikamar mereka.
"Mau tak mau kita harus tidur diruang tamu..!"
"Yahh.. Bakalan sakit pinggangku.."
Dengan lemasnya,mereka turun kebawah dan tidur diatas sofa.
Halilintar,Solar dan Ice yang berada dikamar mereka tersenyum penuh kemenangan.
~To Be Continued~
(*) = Nama game yang Hika plesetin
... *baca ulang cerita sendiri*
Hika ngetik apaan sih *flip table*
Taufan : Hika ja'ad banget sih! *cry*
Blaze : Kali ini aku setuju dengan kak Taufan! *cry*
Biarin!
Hika kasian nengok saudaramu itu! *nunjuk Halilintar*
Halilintar : Woi kok gua?!
Lah? Kan Halilin yan paling sering digangguin sama mereka kan?
Solar : Hika buka kartu kak Hali nih~
Gempa : Semoga Hika diterima disisi-Nya..
Thorn : Amin...
H-HEY!
Aku belum mati!
Lagipula,kalo Halilin ngebunuh Hika,siapa yang kasi gaji ke kalian? *smirk*
Ice : Diluar sana masih banyak Author yang nulis FF Boboiboy kok...
*sigh*
Terserah kalian deh,Hika ngalah..
Ur.. Humornya garing banget ya? X'P
Maapin Hika,soalnya Hika ngga pandai buat humor :")
Nah~
Saatnya bales review~
Irinaa27 — Yah~ Jangan disleding dong kepala Hika ;-;)
Terima kasih untuk dukungan dan reviewnya~!
Dragon Knight - DK — Oke senpaii~ Hika usahain biar ngga typo dan terus maju! XD
Terima kasih untuk dukungan dan reviewnya~!
Alvia-chan — hmm,mungkin shounen-ai deh XD Anda fujo? sama dong! Hika juga fujo soalnya XD Mau manggil Hika gitu,gapapa kokk~ XD
Terima kasih untuk reviewnya~!
