Keseharian Kembar Tujuh!
BoBoiBoy © Animonsta
Fanfic by HikariFuruya
Chapter 3 : Permainan Tradisional (Part 1)
Warning! OOC, humor garing dan Human!Alien(?)
Ngga suka? Tombol 'back' selalu menemani anda jika tidak suka!
(NB : Huruf Bold Percakapan di aplikasi; Huruf biasa Narasi)
Enjoy~
Ayam berkokok, burung-burung berkicauan dengan riangnya. Pemuda dengan iris berwarna golden keluar dari rumahnya. Tak lupa dengan topi kesayangannya yang selalu dipakainya. Ia meregangkan badannya dan menarik nafasnya dalam-dalam. Ia membuangnya pelan-pelan. "Hm~ Pagi yang cerah~" Ucapnya senang. Ia pun kembali memasuki rumanya dan segera meyiapkan sarapan untuk ana— Maksudnya saudara-saudaranya dan dirinya. Setelah selesai, Gempa pun membangunkan keenam saudaranya dengan sedkit susah payah. Entah jurus apa yang dipakai oleh Gempa, mereka semua bangun dengan wajah yang sedikit.. um.. Senang...? Para pemuda dengan beberapa helai rambut berwarna putih itu sudah berkumpul dimeja makan dan mulai menyantap makanan mereka dengan tenangnya.
Halilintar sedang berada diruang tamu. Ia mengambil HP-nya dan memainkan game yang sedang trending, Legenda Mobil(*). Taufan mengurung diri dikamarnya untuk melukis sambil melihat-lihat HP-nya juga. Gempa, Ice, dan Thorn berada ditaman belakang dirumahnya untuk berkebun. Solar dan Blaze bernyanyi dengan absurd-nya. Mereka berdua berada dikamar Solar sambil membuka lagu kesukaan mereka (yang kebetulan sama) dari HP mereka masing-masing. Beberapa jam kemudian, para Boboiboy berkumpul diruang tamu (minus Gempa dan Thorn). Halilintar masih saja setia dengan HP-nya dan tidak peduli dengan sekitarnya. Blaze dan Solar masih saja bernyanyi dengan absurd-nya yang diikuti oleh Taufan. Gempa membaca koran dengan tenangnya dimeja makan. Thorn melihat kaktus kecilnya dengan gemas.
PEMADAMAN LISTRIK SELAMA 1 HARI PENUH DI PULAU RINTIS.
Gempa terkejut ketika dia membaca kalimat tersebut dikoran. Dengan OOC-nya, Gempa berteriak, "AHHHH!" Keenam saudaranya, terutama Thorn terkejut. Thorn langsung mendekati kakak terwarasnya ."A-ada apa kak?! Kenapa berteriak seperti Blaze ketika melihat kecoa semalam?" Taya Thorn khawatir. Yang disebut namanya tadi sweatdrop. 'Dia masih saja ingat ya..' Pikir Blaze. "Bakalan mati lampu seharian!" Seru Gempa. Keenam pemuda yang ada dihadapan Gempa, terkejut bukan main.
"APAAA?!" Teriak mereka, termasuk Halilintar.
"HP-ku udah mulai lowbat pula!" Seru Blaze frustasi. Taufan melihat persen baterai HP-nya. Ternyata, HP Taufan sebentar lagi akan mati bersama dengan HP Blaze. Halilintar mengutuk dirinya sendiri karena memainkan game itu, karena mudah sekali baterai HP-nya terkuras karena game yang dimainkannya tadi. Solar juga mengutuk dirinya seperti Halilintar. Sepertinya sial banget mereka hari ini.. Bagaimana dengan Gempa dan Thorn?
"Semalam aku lupa untuk meng-charge HP-ku sendiri.." Ucap Gempa.
"Uh.. aku juga.." Kata Thorn sambil menggaruk kepalanya.
Oke, hari ini mereka benar-benar sial. Taufan buru-buru pergi kekamarnya dan mengambil charger HP-nya sampai—
"AHHH! MATI LAMPU!"
Teriakan nan cempreng dari Taufan terdengar sampai kebawah. Solar tertawa sendiri ngga jelas seperti orang stress. Gempa melipat korannya dan menghela nafas kecil. "Setidaknya HP kalian masih ada beberapa persen baterai kan..? Lebay banget.." Kata Gempa dan beranjak pergi dari sana. Thorn mengikuti kakaknya itu. Keempat saudara Gempa itu melongo mendengar ucapan Gempa. Halilitar berdehem untuk menyadarkan mereka semua. Solar pun membuka HP-nya dan memulai pembicaraan digroup GaJe itu.
CahayaMentari : MATI LAMPU WOI
FangBukanPang : PAS-PAS PULA HAPE GUA LAGI DI CHARGE ARGH! BELUM PENUH LAGI
GoGopal! : Cobaan apa ini... Hape ane sekarat :')
CahayaMentari : Kalo gitu kumpul aja deng ditaman deket komplek. Mao?
FangBukanPang : Yok yok! Daripada galo mulu dirumah :'v
GoGopal : AYOKK
CahayaMentari : Jangan bawa hape yak
"Ayo ke lapangan!" Seru Solar langsung. Manusia yang berada didekatnya langsung menatapnya dan bertanya-tanya. Solar memutar bola matanya dan berkata,"Daripada kita ngegalau mulu disini— Kata Fang sih gitu.." Halilintar pun berpikir sebentar lalu menganggukkan kepalanya. Begitu juga dengan Ice. "Kak Upann! Ayo turun! Kita ke lapangan!" Teriak Solar sehingga Taufan turun dengan mata bling-bling. "AYOOOK!" Teriak Taufan dengan semangatnya. Sedangkan Gempa dan Thorn sudah berada diluar rumah, menunggu kelima saudaranya.
0o0o0o0o
"Oii! Disini!"
Halilintar yang mendengar jeritan seseorang menoleh kesamping dan melihat Fang sedang melambaikan tangannya. Mereka pun mendekati Fang, Gopal , Yaya, dan Ying. "Cepet banget sampainya," Ucap Taufan sambil tersenyum-senyum. Fang menatap Taufan dengan datar. "Nah.. Ini mau ngapain? Ngerumpi?" Tanya Solar ngasal. Beberapa pasang mata melirik Solar. "Tidak kusangka.. Ternyata Solar suka ngerumpi macem ibu-ibu tetangga sebelah.." Ucap Gopal sambil menutup mulutnya. Fang dan Taufan menggelengkan kepalanya. Sisanya speechless mendengar perkataan Gopal. Mereka pun berbincang dengan penuh canda tawa.
1 jam berlalu, para Boboiboy dan keempat temannya mulai merasa bosan. "Argh.. Bosen..!" Seru Taufan sambil berdiri dari tempat duduk dan meregangkan tubuhnya. Solar mendapatkan ide.
"Aha! Bagaimana kita main pecah piring?" Tawar Solar dengan senyum lebarnya. Semuanya menatap Solar.
"Pecah piring? Kita ngga punya piring!"
"Ambil aja piring rumah kalian, terus dipecahin disini."
"Ogah, aku ngga mau dikejar sama Bang Kaizo."
"Terus gimana dong.."
Halilintar menghela nafas dan berkata, "Pake aja sendal, kok susah banget sampai mau mecahin piring segala." Gopal mengangguk menyetujui ucapan Halilintar. "Ayo ayo sumbang sendalnya dong, butuhkan 4 sendal," Ucap Blaze. Gempa berdiri dan berjalan menjauhi mereka semua.
"Loh Gempa kenapa?"
"Bukannya kalo main pecah piring, harus ada bola? Aku mau kembali kerumah sebentar dan mengambil bola."
Wah Gempa pengertian banget ya.. Oke, abaikan lagi. Mereka pun mulai berdiri, kecuali Thorn. Halilintar menyuruh Thorn untuk tetap duduk disana dan mengatakan kalau dia akan menjadi pemain cadangan. Dengan polosnya Thorn mengangguk kecil. Taufan mengambil sendal milik Halilintar setelah mendapat bogem cinta darinya dan sandalnya sendiri. Mereka semua (minus Yaya dan Ying) melepaskan alas kaki mereka. Gempa pun kembali dengan 3 bola ditangannya. "Loh kok bawa sampai 3 bola?" Tanya Fang dan menunjuk kearah Gempa. Ada bola kasti, bola plastik dan bola yang terbuat dari kumpulan plastik asoy(!?). "Um.. Aku tidak tau kalian mau memakai bola apa.. Jadi kuambil 3 bola ini hehe.." Ujar Gempa disertai dengan tawaan kecil. Halilintar mengambil bola kasti yang ada ditangan Gempa. "Pakai aja bola kas— AKHH!" Jerit Taufan ketika sesuatu mengenai punggungnya itu. Gempa sweatdrop ketika melihat Halilintar melemparkan bola yang pegangnya itu kepunggung Taufan. Si korban memegang punggung malangnya itu. "Masih mau pakai bola kasti hm?" Tanya Halilintar dengan seringai diwajah tampannya. Taufan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat. "AMPUN KAK HALI!" Teriaknya. Para penonton (baca : Teman-temannya) sweatdrop berjamaah. "haiya! Ini kapan mulainya?!" Seru Ying dengan logat china-nya. Mereka pun memutuskan untuk memakai bola yang terbuat dari kumpulan plastik asoy karena kalau memakai bola plastik pasti tidak bisa melambung jauh. "Oke.. Ini ada 10 orang. Kita akam membaginya menjadi 2 kelompok. Ayo hompimpa!" Seru Solar.
"Hompimpa!"
0o0o0o0o
Permainan pertama, pecah piring.
Taufan memasang wajah datarnya. "Kenapa harus Gopal yang bersama denganku?!" Serunya fustasi dan menunjuk-nunjuk Gopal.
"Cih, aku juga ngga mau sama kau dasar homo"
"AKU NGGA HOMO!"
Kelompok Taufan terdiri atas Gopal, Yaya, Solar, dan Ice. Sedangkan kelompok Halilintar terdiri atas Gempa, Ying, Fang, dan Blaze. "Hali, sana suit ama Taufan!" Kata Fang sambil mendorong punggung Halilintar. Halilintar melemparkan deathglare kepada Fang yang tersenyum-senyum. Taufan menelan ludahnya sendiri ketika seseorang berdiri dihadapannya.
"Janken—"
"BUKAN JANKENPON WOI!"
Ice menghela nafas kecil. "Suit dan jankenpon sama aja lah.." Ucapnya dan menggaruk kepalanya. "udah udah, ayo mulai!" Seru Blaze dengan semangat 45. Taufan dan Halilintar pun melakukan suit.
"Hali lempar duluan kan?" Tanya Ying. Yang ditanya menganggukkan kepalanya sekali. Halilintar mengambil bolanya dan melempar ke menara sandal itu. Tidak kena. "Pfft— " Fang terdiam langsung ketika sepasang iris ruby menatapnya dengan tajam. Sekarang gantian Fang yang melempar bola. Tidak kena juga. "Pfft.." Halilintar membalikkan badannya dan menahan tawanya, jaga macho pikirnya. Wajah Fang mulai memerah. "Awas kau Haliii!" Seru Fang sambil menunjuk-nunjuk Halilintar yang sedang berusaha menahan tawanya. "Udah udah.." Ucap Gempa sambil berdiri diantara Fang dan Halilintar. "Aku lempar ya!" Seru Blaze. Layaknya seorang pitcher, Blaze mengambil ancang-ancang untuk melempar bola itu. "HIYAAA!" Jerit Blaze dan melempar bola itu. Entah sihir apa yang dipakai, bola yang dilempar Blaze berapi-api seperti yang ada di anime. Dan poof! Sendal yang disusun terjatuh karena terkena lemparan bola dari Blaze. "Yes kena!" Seru Blaze dan berlari entah kemana (tapi masih didalam kawasan komplek). Taufan mengambil bolanya dan melemparkannya keatas. "Mulai ya!" Seru Taufan dan melemparkan bolanya kepada Solar. Solar menangkapnya dan berusaha melempar Gempa. Mempunyai refleks yang baik, dengan mudahnya Gempa menghindar. Entah mata author yang salah lihat atau apa, Gempa menyeringai tipis. Bola sekarang berada ditangan Gopal. Ying sedang berusaha menyusun sandal dan poof! Punggung Ying terkena bola. "Ahh! Padahal sebentar lagi mau menang!" Jeritnya frustasi. Gopal tertawa penuh kemenangan. 'Tinggal 4 ya..' Pikir Halilintar dan menyeringai tipis. Ia memanggil Gempa dan memberi tanda isyarat. Awalnya Gempa tidak begitu mengerti, tetapi beberapa saat kemudian wajahnya dihiasi oleh seringain tipis. Sang adik kedua mengedipkan sebelah matanya dan mengacuhkan jempolnya. Bola sekarang berada ditangan Yaya. "nah, makan nih!" Seru Yaya sambil melempar bola kearah Fang dengan kuatnya. Fang terburu-buru untuk menghindar dan akhirnya dia terjatuh, tetapi bola tidak mengenainya. 'Fyuh... Selamat..' Batin Fang dan mengelus-elus dadanya. Gempa dengan cepatnya mendekati sandal dan menyusunnya.
"WOI SINI BOLANYA!"
"SABAR KAMPRET!"
"Cepat susunnya Gempa!"
Baru saja Gempa mau menaruh sandal terakhirnya, bola tiba-tiba dilemparkan oleh Ice kearahnya. "Yah.. Udah mati.." Ujar Gempa dan menggaruk-garuk kepalanya. Tiba-tiba saja disamping Gempa ada Halilintar dan segera menyusun sandalnya itu. "SELESAI!" Jerit Halilintar tiba-tiba membuat Gempa terkejut. Fang dan Blaze melakukan tos tinju karena mereka memenangkan permainan, begitu juga dengan Halilintar dan Gempa. Taufan mengepalkan tangan kanannya. "Awas kalian ya!" Seru Taufan.
Skip Time~
Taufan duduk disebuah kursi taman dan membuang nafas dengan kasarnya. "Capekkk!" Jeritnya dan menyandarkan dirinya disandaran kursi tersebut. "Oke.. Satu permainan baru saja kita mainkan.. Sekarang apa?" Tanya Blaze penasaran.
"Petak umpet? Polisi-polisi? Atau kelereng?"
"Kau ini sudah umur berapa sih?"
Taufan menggaruk-garuk kepalanya dan berkata, "16 tahun kakak.. Tapi yang kusebutkan tadi—minus kelereng.. Seru loh!" Halilintar menggeleng-geleng kepalanya. "Bilon mau?" Tanya Solar dengan wajah yang ceria. Gopal memegang bahu Solar dan menariknya. "Dey, Apa kau lupa kalau Gempa itu orangnya agak lincah?" Bisiknya tepat ditelinga Solar. "Lah.. Kan gapapa sih. Daripada kita tewas karena bosen? Aku sih ngga mau." Bisik Solar balik. Gopal pun terdiam dan memikirkan perkataan Solar. "Ya sudah.. Kita main semuanya aja, daripada debat mulu.." Saran Gempa yang sudah memijit-mijit pelipisnya. Semuanya pun setuju dengan saran Gempa dan kembali bermain.
"Hompimpa!"
0o0o0o0o
Permainan kedua, petak umpet.
'Sial banget..' Pikir Ice sambil menghitung seperti anak TK. A-ah... Aku bercanda, Ice.. Oke, lanjut!
"54.. 55.. 56.. 57.. 58..." dan seterusnya sampai seratus. Beberapa menit kemudian akhirnya Ice menghitungnya sampai seratus. "gak peduli kalian uda siap atau belum, gua datang," ucapnya dan mulai mencari mangsanya. Perlahan-lahan dia mencari. "puss puss! Dimana kalian?" katanya sambil melihat kesana-kemari. Emang meraka kucing apa? Abaikan. Ice terus mencari samp—
BRUAAK!
"ADUHHH!"
Ice segera menoleh kebelakang dan melihat Blaze yang terjatuh dengan tidak elitnya dari pohon. "uh.. Halo..? hehe.." tawa Blaze garing. Bukannya ditolong, Ice malah berjalan menjauhi kakaknya itu dan berkata, "jangan bersembunyi lagi kak. Kakak uda kena." Blaze pun pasrah dan mengikuti adik tercintanya itu. Beberapa menit kemudian, ia melihat sebuah benda yang tidak asing dimatanya didekat sebuah kursi taman. Sebuah topi berwarna biru. Ice pun mengendap-endap mendekatinya. Lalu diambilnya topi itu dengan cepat. 'Loh? Mana pemiliknya?' pikir Ice bingung. 'Mati kah?' pikirnya lagi sambil berjalan mendekati tong sampah. Helaian rambut berwarna putih terlihat didekat tong sampah itu. Ice pun mengintipnya dan melihat Taufan yang sedang menghitung tutup botol. "kak Taufan kena," ucap Ice sambil menunjuk Taufan yang kelihatannya terkejut. Buru-buru ia menyimpan tutup botol itu. Taufan pun segera berdiri dan menepuk-nepuk bajunya. Lalu ia menggaruk-garuk kepalanya. "Tinggal 9 orang lagi.." gumam Ice.
Skip Time~
(Readers : Kok cuman Blaze amaTaufan yang diceritain sih?
Um.. Mungkin Hika suka nistain mereka..?
Readers : Hikaaa!
Ampuni Hika, para fans Taufan dan Blaze!)
Ice pu menghela nafas panjang. 'Kenapa meraka semua bisa bersembunyi ditempat yang begitu.. Ah sudahlah..' batinnya dan memijat pelipisnya. Bagaimana ia tidak menghela nafas panjang, bayangkan Thorn saja bersembunyi dibalik pohon yang kurus! Gempa bersembunyi didekat tempat bermain anak. Halilintar, Gopal, dan Fang bersembunyi dikamar mandi khusus pria. Tidak mungkin mereka memasuki kamar mandi khusus wanita kan? Oke, lanjut. Ying dan Yaya malah dilorong dekat dengan taman itu.
"Oke, sekarang polisi-polisi?"
"Uda siang nih. Makan siang aja dulu yuk."
"Makan aja yang ada dipikiranmu itu Gopal.."
Gopal pun tertawa garing. Mereka pun melakukan hompimpa lagi.
~To Be Continued~
(*) Plesetan nama game Mobile Legend
Yalord! Kenapa ide susah muncul sihh?! *flips table*
Ugrh.. Maapin Hika karena kelamaan update DX Soalnya liburan bareng keluarga, jadi ngga berani lanjut buat FF-nya DX
Disini Yaya OOC sekali ya :( Sekali lagi Hika minta maap DX
Well, mengenai bola yang terbuat dari kumpulan plastik asoy itu ada loh, tetapi hanya ditempat tinggal Hika saja hehe. Itu pun cuman Hika dan tetangga Hika saja yang memakai bola seperti itu ketika bermain pecah piring. X'D
Oke, waktunya balas review~
Dragon Knight - DK— Yup, Thorn anak yang polos XD Hihi, Hika sengaja buat Ice OOC XD
Irinaa27— Ahaha! Halilin memang tsun-tsun dan Pang memang homo XD (Halilintar dan Fang : Apa?!) Hehe, akan Hika tingkatkan lagi, senpai! XD
BukalapakMemangCincai— Syukurlah kalau humornya dapet :'3 iya nih, Halilin jealous! XD
Guest— Um.. Im sorry if u don't understand it D'X Thank you for supporting me! XD
Rarachan24— Humornya dapet kah? Baguslah! XD Fufufufu~ Iyaa, karena Halilin ini pengidap brother-complex~ XD
Oh iya, dikarenakan sudah mau masuk sekolah, Hika butuh pratisipasi dari OC readers semua. Soalnya Hika ngga jago dalam pembuatan nama. Jadi kalau mau OC-nya ikutan dalam cerita ini, silahkan ditulis dikolom review ya 0)/ Nama dan sifatnya ditulis, biar Hika bisa sesuain dengan OC readers sekalian! X3
Oke,sekian dari bacotan Hika!
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak/KriSan kalian semua dikolom review ya!
See you next chapter! 0v0)9
