Keseharian Kembar Tujuh!
BoBoiBoy © Animonsta
Fanfic by HikariFuruya
Chapter 3 : Permainan Tradisional (Part 2)
Warning! OOC, humor garing dan Human!Alien(?)
Ngga suka? Tombol 'back' selalu menemani anda jika tidak suka!
(NB : Huruf Bold Percakapan di aplikasi; Huruf biasa Narasi
Enjoy~
~Last Chapter ~
"Oke, sekarang polisi-polisi?"
"Uda siang nih. Makan siang aja dulu yuk."
"Makan aja yang ada dipikiranmu itu Gopal.."
Gopal pun tertawa garing. Mereka pun melakukan hompimpa lagi.
~ Chapter 3 : PermainanTradisional (Part 2) ~
Permainan ketiga, polisi-polisi.
"Kak Ice, jangan molor diperosotan!" Seru Solar sambil menarik-narik tangan Ice. Dengan terpaksa, Ice mengikuti Solar karena tenaganya yang luar biasa— menurut Ice. Solar dan Ice berperan menjadi polisi. "Ayolah kakkk! Jangan sampai kalah kalau tidak kita akan..."
~Flashback~
"Hompimpa!"
Halilintar, Thorn, Gopal, Ice dan Solar menjadi polisi. Sedangkan Taufan, Gempa, Blaze dan Fang menjadi pencuri-nya. Loh? Yaya dan Ying kok ngga ikutan? Yang main kan kebanyakan cowok, jadi mereka memutuskan untuk tidak ikutan. "Biar lebih seru, bagaimana kita buat hukuman buat team yang kalah?" usul Taufan dengan seringai tampannya. Mereka semua menatap satu sama lain dan menganggukkan kepalanya. Taufan pun menyeringai dan berteriak, "yoshh! Team yang kalah akan mentraktir team yang menang selama empat minggu!"
"Tunggu dulu, bukannya itu satu bulan?!" seru Halilintar terkejut. Ternyata dia bisa terkejut juga ya.. Oke lanjut. Taufan menatap kakaknya dengan tatapan datar. "Kubilang empat minggu, bukan satu bulan!" Serunya balik. Sebuah perempatan imajiner muncul dikepala Halilintar. Gempa dan Solar berusaha menenangkan 'singa' yang ada didalam tubuh Halilintar itu. Yang lainnya pun sweatdrop berjamaah. "Kak, jujur aja. Aku yang goblok ini aja tau empat minggu itu sama dengan satu bulan.. Masa kak Taufan ngga tau?!" tanya Blaze. "Satu bulan itu ada empat minggu Taufan sayangg," ucap Fang. "Semalam Gempa, sekarang Taufan? Dasar playboy.." kata Gopal dan menggaruk kepalanya. Halilintar yang sudah ditenangkan oleh Gempa dan Solar, mulai menatap Fang dengan tajamnya. "Hoi Pang! Apa kau sudah mau menatap ajalmu?" tanya Ying dan memukul kepala Fang pelan. "Astaga, aku hanya bercanda loh. Lagipula aku masih norm—"
"Sayangnya, orang normal tidak pernah mengatakan kalau dirinya itu normal..." ucap Ice.
'SAVAGE!' batin mereka kecuali Fang.
"APA SALAHKU?!" teriak Fang. "Buaaaanyak! Perlu kusebutkan satu-satu?" seru Blaze dan mengangkat kedua tangannya. "Apa cuman aku yang merasa terkena deja vu..?" tanya Solar sweatdrop. Mereka menggelengkan kepala mereka. "Udah udah. Intinya empat bulan itu satu bulan, ngerti Taufan?" ujar Yaya sambil menatap Taufan dengan ekor matanya. Taufan menganggukkan kepalanya.
"Nah, udah sepakat ya?"
Mereka pun menganggukkan kepala mereka.
~End of Flashback~
Mata Ice pun terbuka dengan lebarnya. 'Aku kelupaan! Mana uang jajanku dikit doang!' batin Ice sambil segera melepaskan pegangan Solar dan langsung lari. Solar pun terkejut dan segera mengikuti kakaknya itu.
0o0o0o0o
Taufan sedang bersembunyi disemak-semak. Ia menatap kesana-kemari. Yang dilihatnya polisi (Baca : saudara dan temannya) sedang mengejar Blaze. 'syukurlah tidak ketahuan..' pikir Taufan dan menghela nafas kecil.
"Um.. Kak! numpang tanya dong.."
Taufan sedikit tersentak karena terdengar suara seorang gadis. Ia pun berpikir, 'cewek? Wihh~ beruntung banget hari ini~' segeralah dia menoleh.
"ya? Tanya ap—"
"KENA KAU!"
"AHHH! SIALAN KAU SOLAR!"
Taufan pun ditangkap dengan mudahnya oleh Solar. Sang polisi narsis pun tertawa dengan jahatnya. "HENTIKAN TAWA JAHATMU, SOLAR! ITU MENGERIKAN!" teriak Taufan dengan wajah yang sedikit pucat. Yang dipanggil namanya menghiraukannya sambil menarik Taufan ke penjara—ralat, maksudnya lingkaran yang sudah mereka buat sebelum bermain.
~Taufan's PoV~
"Udah sana masuk penjara, jangan banyak bacot!" Seru Solar sambil mendorong punggungku sedikit kuat. Aku menatap Solar dengan sinis dan mengelus-elus punggungnya. 'Semoga saja ada yang datang menolongku..' batinku sambil menghela nafas. Aku pun melihat Gempa dengan mudahnya menghindari tangan Halilintar yang berusaha menangkapnya.
"Ck, kenapa kau susah sekali ditangkap?!"
"Maafkan aku, tetapi aku tidak mau uang jajanku berkurang karena mentraktir kalian!"
'Jadi semuanya dilakukannya hanya demi uang jajan?' pikirku sweatdrop.
Aku pun mulai melihat Blaze yang kewalahan karena ia dikejar oleh Ice dan So—
Tunggu dulu..
Ice? Ngejar Blaze?
Nggak salah lihat kan?
Uh.. Mungkin aku kecapekan makanya salah lihat kali ya?
"KAK TAUFANN!"
aku tersadar dari lamunanku karena jeritan nyaring Blaze. Aku pun melihatnya berlari kearahku. Entah kenapa, aku merasa gerakannya di-slow motion. Blaze pun mengulurkan tangannya dan berkata,
"Raihlah tanganku dan kita jalani hidup ini bersama-sama!"
"NYINETRON AMET ANJIR!" Teriakku kesal. Ia pun segera mendekat dan menarikku keluar dari penjara mini itu. Ingin sekali aku memberikan bogem penuh cinta yang biasa diberikan oleh si manusia tsundere itu kepada kami. Tapi kubatalkan niatku itu karena aku masih SAYANG UANG JAJAN. Lah kalau misalnya aku menghajar Blaze dan kami berdua tertangkap. Mana yang berperan menjadi pencuri cuman 4 orang! Habislah uang jajanku! Hadeh... (Readers : Malah curhat lu..) Sesekali curhat gapapa kan? Hehe~
"Kak Taufan udah keluar! Tangkapp!" teriak Solar. Kami berdua pun mulai berpencar.
Aku menoleh kesana kemari dan melihat Fang yang sedang berada diatas pohon. Aku salah lihat kali ya? Soalnya Fang punya telinga dan ekor kucing yang senada dengan rambutnya! Uh.. Aku benar-benar membutuhkan istirahat yang cukup.. Aku akan berhenti menonton anime sampai larut malam..
"KAK AWAS!"
Hah?
BRUAAAK!
"ADOHHHH!"
"AHHHHH!"
Jeritku dan Fang bersamaan.
Semuanya pun terdiam ditempat.
~Taufan's PoV off~
Blaze menahan tawanya agar tidak pecah. Bagaimana tidak? Taufan menabrak pohon dimana Fang berada tepat dipohon itu. Solar dan Gopal merasa kasihan dengan pohonnya. 'nanti pulang buat status, "#RIPPohonyangditabrakTaufan"' pikir mereka berdua bersamaan. Gempa segera menghampiri Taufan dan Fang. "kalian baik-baik saja?" tanya Gempa khawatir. Taufan memegang keningnya yang sudah memerah itu, sedangkan Fang memegang punggungnya tetapi dia menggelengkan kepalanya.
"Kita hentik—"
"Jangan! Lanjut aja!"
Gempa menatap Taufan yang mengedipkan matanya dan mengacuhkan jempolnya. Adik pertamanya pun menghela nafas dan segera berdiri. "Ya sudah kalau itu mau kak Taufan.. Ayo lanjut semua!" serunya dan mulai berlari menjauhi Taufan dan Fang. Fang pun melakukan hal yang sama seperti Gempa. Tinggal Taufan yang terduduk didepan pohon yang ditabraknya.
"Ngga lari?"
"Sebent—"
"TANGKAP!"
"AHHH!"
Taufan pun diseret oleh Halilintar dengan kasarnya. Taufan pun meronta-ronta tetapi hasilnya nihil, soalnya tenaga Halilintar lebih besar daripada Taufan yang badannya seperti cicak kering. A-ah.. Aku bercanda Taufan.. Jangan todong aku dengan gerudi taufan-mu!
Ahem! Kita lanjutkan!
Taufan pun kembali ke penjara. Ia pun duduk dan memegang keningnya yang masih merah. 'aduh keningku... Ketampanan-ku jadi berkurang deh..' batinnya dan menghela nafas panjang.
Kita beralih ke saudara Gempa. Ia terlihat sedang berlari kesana kemari karena 2 orang sedang mengejarnya. 'kenapa aku mulu sih yang dikejar?!' batinnya berteriak.
'tapi tidak apa-apa deh.. Demi uang jajan!' batinnya lagi.
Astaga..
Solar mengisyaratkan Gopal untuk berlari dan menghalangnya dari depan, sedangkan dia dari belakang. Gopal pun menganggukkan kepalanya dan segera melakukan apa yang dikatan Solar tadi.
'Alamak!' batin Gempa menjerit. Gopal sudah berada didepannya dan Solar yang berlari dibelakangnya. Ia sudah terperangkap.
'Urgh.. Aku benci menggunakannya tetapi apa boleh buat..!'
Gempa mulai berhenti berlari dan melihat kebelakang. Solar pun ikut berhenti dan menatap kakaknya bingung. Gempa menarik nafas panjang dan memegang pipinya.
Halilintar yang sedang mengejar Fang berhenti karena melihat Gempa. Ia terkejut dan segera berteriak, "jangan lihat Gempa! Kalau tid—"
"Ultimate Movement : GemGem Attack!"
Gempa segera menggunakan puppy eyes yang imutnya luar biasa, sampai mengalahkan keimutan Author (Readers : Please dah Hika.. Gua jijik bacanya..).
BUSHH!
Cairan kental berwarna merah pekat keluar dari hidung Solar dengan banyaknya. Halilintar pun menepuk keningnya. Bahkan Blaze dan Thorn yang saling kejar-mengejar berhenti karena seruan Gempa tadi. 'SEHARUSNYA AKU MEMBAWA HP-KU!' Pikir Blaze sambil menutup hidungnya yang mengeluarkan sedikit darah.
Gempa pun segera berdiri tegak dan mengedipkan mata kirinya sambil tertawa garing. Ia pun segera berlari menjauhi Solar yang sudah ma— Ahem! Maksudnya pingsan karena kekurangan darah. Gopal speechless dan tidak bisa mengejar Gempa sama sekali.
"WOI! JANGAN BENGONG! SANA KEJER GEMPA BEGOK!" seru Halilintar dengan kerasnya.
Gopal pun tersadar dan segera berla—
"Um.. Mainnya cukup deh.."
Loh?
Thorn membuka suara. Semuanya menoleh kearah Thorn. "Sepertinya permainan ini tak akan selesai-selesai.." sambungnya. Fang menganggukkan kepalanya dengan cepat dan berseru, "ya ya! Daritadi kita nangkep Taufan, lepas mulu!" Yang disebutkan namanya tertawa garing. Pada akhirnya, mereka pun memutuskan untuk menghentikan permainan.
'Mending berhenti daripada uang jajan gua melayang gegara mentraktir makhluk-makhluk gaib ini...' pikir mereka secara bersamaan.
"Kita istirahat saja dulu deh, sudah jam makan siang juga ini." Ucap Gempa disertai dengan senyuman diwajahnya. Semuanya pun setuju dan pulang kerumah masing-masing.
Skip Time~
Para Boboiboy bersaudara dan teman-teman mereka bekumpul lagi dilapangan tempat mereka bermain tadi.
"Ngga main benter, baru aja siap makan.." ucap Blaze dan memegang perutnya. Taufan menganggukkan kepalanya. Yang lain pun menyetujuinya dan mulai berbincang, bukan gosipin tetangga sebelah loh!
Beberapa menit kemudian, mereka pun memu—
"Astaga aku lupa kalau aku ada janji!"
Semuanya menoleh kearah Taufan yang berseru tadi. "Ah.. Aku juga.." ucap Ice dan menguap lebar. Blaze menganggukkan kepalanya. Gempa pun mengatakan kalau dia harus membeli bahan makanan yang sudah hampir habis dan Thorn ikut dengan Gempa tentunya. Dengan terpaksa, mereka pun membatalkan rencana untuk bermain. Akhirnya, mereka mulai berbincang kembali hingga matahari mulai terbenam.
~To Be Continued~
Haiii, Hika balik~
Blaze : Senang lu! Uda lama lu ngga on!
H-huwee, maafkan Hika..! Hika ngga boleh main laptop kalau bukan hari Sabtu dan Minggu :')
Dan kalau Hika mau ngetik, otak Hika blank seketika D'x
Mungkin Hika bakalan slow-update karena udah ma—
Halilintar : Mati?
BUKAN BEG*K! Udah mau UN! Bulan April udah UN!
Hadeh.. *sigh*
Maapin Hika semua ya? Dx
Bales review aja ah..
KuroIChio — HAHA! Halilin yang ngajarin tuh, memang abang tak betul xD *Di-pedang halilintar-in*
Dylan Rasefha — wkwk, makasih buat reviewnya! xD
PetirHime — tak apa-apa kok~ Makasih untuk 'sumbangan' OC-nya Hime-san! Salam kenal juga! xD
Oke sekiann~
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak/KriSan kalian semua dikolom review ya!
See you next chapter! 0v0)9
