Home
.
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan
Cast : DBSK Family, dll
Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort
Typos bertebaran, membosankan, alur suka"
Rate : T
Peringatan : Ada FLASHBACK yang tidak ada tandanya, jadi… Bacanya hati – hati ne? (flashbacknya tulisan miring)
Yang gak suka bisa langsung di close ^o^
.
.
.
.
.
Yunho membulatkan matanya saat Changmin mencium pipinya, diia langsung merasakan sebuah kehangatan menjalar dalam tubuhnya. Changmin, anak ini mampu membuat Yunho menyayanginya walau mereka baru bertemu hari itu.
Diam - diam Junsu tertawa dalam hati, tidak menyangka bahwa Changmin akan sangat mudah menyukai namja itu. Berarti dia tidak akan susah membuat Changmin menerima namja itu nantinya.
" Gomawo, sekarang... Jadilah anak baik agar ahjusshimu mengizinkanmu main kesini lagi" Ucap Yunho
" Ne"
" Nah Minnie, kajja" Ucap Junsu kemudian mengambil alih Changmin dari gendongan Yunho
" Bye - Bye Minnie" Ucap Ahra kemudian tersenyum manis
" Bye auntie, cee yu tomolow juci! Annyeong halaboji" Pamit Changmin pada Yunho, Ahra dan Mr. Go
" Hahahaha, lucu sekali kau nak" Ucap Mr. Go
" Yah Minnie! Kenapa memanggilku auntie eoh?!" Ucap Ahra tidak terima
" Lalu?" Changmin memiringkan kepalanya " Abic pac sih dipanggil auntie"
" Pffftt..."
Baik Junsu, Yunho dan Mr. Go menahan tawanya. Changmin membuat mereka benar - benar senang hari ini. Astaga, semoga besok mereka bisa bertemu lagi dengan anak menggemaskan itu.
" Jja, annyeong dan ini dari eomma Minnie untuk mengganti apa yang sudah dimakan oleh Minnie" Junsu meletakkan sebuah amplop putih diatas meja
" Ani! Kami tidak bisa menerima ini" Ucap Mr. Go mencoba menolaK
" Tapi sayang aku memaksa, eomma Minnie ingin kalian menerimanya. Dan dia tidak menerima penolakkan"
Deg
Jantung Yunho berpacu, dia seakan bernostalgia dengan kalimat yang Junsu keluarkan. Tidak terima penolakan... Ucapan itu sering sekali diucapkannya... dulu...
" Annyeong" Junsu berpamitan kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kafe dengan seringaian dibibirnya " Bernostalgi dengan kata - kata itu hmm..." Gumamnya
.
.
.
.
~ Chapter 2 ~
.
.
.
.
.
" Ya kau! Apa yang kau lihat! Kau kira aku tontonan apa!"
" Ma-maafkan aku"
" Namja pabbo! Sana bersihkan susu yang orangtua itu tumpahkan! Aish! Lihat apa kemeja terkena susunya! Ck..."
" Ma-maaf"
Namja cantik bernama Jaejoong itu segera menjauhi namja yang merupakan tuan mudanya, dia namja terangkuh yang pernah Jaejoong temui. Bahkan namja itu tidak menyebut namanya, dia hanya memanggil ' Hey kau', ' Namja pabbo', ' Ya'.
Jika saja Jaejoong bisa mencakar wajah tampan itu, Jaejoong sudah lakukan sejak dulu. Tapi, dia harus bersabar. Merawat Jung haraboji adalah prioritas utamanya sekarang.
" Haraboji, kajja kita ganti pakaian haraboji" Ucap Jaejoong saat dia sudah ada di dalam kamar Jung haraboji
Pagi ini, Jung haraboji tidak sengaja memuntahkan susunya saat sang tuan muda bernama Yunho itu akan pamit. Tentu saja Jaejoong kaget namun dia langsung membawa Jung haraboji masuk ke dalam kamarnya kemudian memeriksa keadaannya yang bisa dibilang sedikit lebih hangat dari biasanya.
Sedangkan Mr. dan Mrs. Jung tengah berada diluar kota untuk mengurus perusahaan Jung haraboji. Jadilah Jaejoong tinggal di mansion yang besar itu bersama Jung haraboji dan Yunho.
" Maaf ne Joongie"
" Apa yang haraboji katakan eoh! Yang penting haraboji tidak kenapa - napa!"
" Aigo... Andai saja kau cucuku aku akan melimpahkan semuanya padamu" Ucap Jung haraboji
" Maksud haraboji?" Tanya Jaejoong yang benar - benar tidak mengerti maksud sang lkakak
" Ah, tidak..."
Jaejoong hanya tersenyum kemudian melaksanakan tugasnya kembali tanpa tahu ada seorang namja yang mengepalkan tangannya dan mengeram kesal dibalik pintu kamar Jung haraboji.
.
.
.
.
" Hosh..."
Yunho, dia langsung bangkit dan mengacak rambutnya dengan asal saat mimipi itu membangunkannya. Tidak pernah dalam malamnya dia bisa tidur dengan nyenyak. Sudah lima tahun seperti itu...
Tidak ada satu malam pun dilewatinya tanpa mimpi - mimpi itu. Dan sungguh, itu membuat rasa bersalahnya makin besar dan tidak bisa terlupakan.
Yunho bangkit dari tempat tidurnya, mandi dan langsung keluar setelah berpakaian. Dia mengantarkan susu dan koran, sebenarnya ini salah satu pelarian untuk melupakan semua itu.
.
.
.
" Eommaaa, Min mau makan ec klim telus ketemu cama Uno juchi"
" Hmmm?"
" Min cudah lama gak kecana. Min mau ke cana, ne?"
Bocah yang tengah dipangku oleh Jaejoong itu mengeluarkan jurus andalannya, bambi eyes. Ah~ Jaejoong tidak pernah bisa menolak keinginan anak kesayangannya itu jika seperti ini.
Changmin memang sudah lama tidak mampir ke kafe tempat Yunho bekerja, yah... Tiga hari. Menurut Changmin, tiga hari sudah sangat lama untuknya.
" Baiklah, Minnie boleh pergi dengan Suie ahjusshi. Oke?"
" Yaaayyy!"
Cup
Changmin mengecup bibir eommanya dan segera sang eomma memeluk anaknya. Mereka sedang dalam perjalanan menuju sekolah Changmin bersama Junsu dan Yoochun.
" Suie yah... Nanti jangan berikan es krim terlalu banyak untuk Minnie. Dia masih tidak enak badan" Jelas Changmin
" Baik hyung"
" Uggghhh... Waaeeeee~~ Min mau makan ec klim yang banyak!" Rajuk Changmin
" Min, asmamu kambuh bukan? Minnie kan sebenarnya tidak boleh makan es krim. Tapi eomma membolehkannya..." Ucap Jaejoong
Ya, asma...
Penyakit yang dibawa Changmin karena kelahirannya yang prematur. Dan dua hari kemarin Changmin kelelahan bermain sampai asmanya kambuh. Dan Jaejoong bersyukur asma Changmin tidak kambuh saat dia sengaja membuat Changmin tersesat dan bertemu Yunho.
" Minnie yah... Apa kau mau mengajak Kyunie ke kafe?"
Pertanyaan Junsu membuat Changmin mendongakkan kepalanya dan menatap Junsu dengan semangat.
" Ne! Boleh?" Changmin bertanya balik
" Nanti ahjusshi akan meminta izin pada orangtua Kyunie" Jawab Junsu
" Yaaayyy! Ne! Min mau ajak Kyunie ke kape"
Siapa yang tidak tahu pasangan evil Changmin di sekolah? Kyuhyun. Namja itu langsung dekat dengan Changmin saat hari pertama Changmin masuk sekolah itu.
Jaejoong tersenyum melihat kelakuan menggemaskan anaknya. Dia juga ikut senang anaknya langsung memiliki sahabat saat masuk ke sekolahnya.
" Eomma, nanti Min cellitain eomma ke Uno juchi ne?"
" Hmm? Minnie mau cerita apa tentang eomma?"
" Min mau celita kalo eomma Min itu cantik, pintel macak, baik! Eomma Min, Kim Jaejoong daebaakkkkkk!" Pekik Changmin dengan semangat
" Minnie ah, eomma pernah bilang tidak boleh memberitahu nama eomma kan? Minnie ingat nama keren eomma kan?"
" Hum!" Changmin mengangguk antusias " Kim Helo!"
" Ne, Minnie harus menyebutkan nama eomma Kim Hero bukan Kim Jaejoong. Arraseo?"
" Ne eomma!"
Jaejoong cukup khawatir anaknya akan menyebutkan nama aslinya di depan Yunho. Ini belum waktunya bagi Yunho untuk mengetahui semuanya. Jaejoong ingin memastikan bahwa Yunho bisa dekat dengan Changmin sebelum dia keluar dan bertemu dengan Yunho.
Lagi pula dia masih menyiapkan hatinya untuk tampil di depan umum. Karena baik di Jepang ataupun Paris dia tidak pernah tampil dipublik. Dia hanya menjual karyanya dan menjahitnya juga. Dia tidak mau terkenal karena itu berarti wajahnya akan terekspos dan Yunho akan tahu jika dia masih hidup.
.
.
.
" Ahhjjuuuccchhiii!" Pekik Changmin setelah memasuki kafe dan langsung berlari menghampiri Yunho
" Minnie!" Yunho sedang membersihkan meja langsung melepaskan pekerjaannya untuk menggendong anak itu, rasanya senang sekali bisa bertemu dengan Changmin
Cup
Satu kecupan diberikan Changmin untuk Yunho dipipinya. Yunho pun membalas ciuman yang Changmin berikan dengan mencium pipi gembul Changmin.
" Annyeong Yunho sshi" Sapa Junsu
" Ah, annyeong Junsu sshi"
" Juchi juchi..." Panggil Changmin
" Ne?"
" Min kecini cama temen Min, Kyunie"
Yunho menurunkan pandangannya, disamping Junsu dia melihat seorang anak yang tingginya melebihi Changmin sedang memainkan psp-nya.
" Annyeong Kyu" Sapa Yunho pada anak kecil itu
" Eoh?" Kyuhyun mendongak dan memberikan salamnya " Annyeong ahjusshi"
" Min mau ec klim"
" Kau harus makan siang sebelum makan es krim Min"
" Ugh! Ne, Min tau!" Changmin mempoutkan bibirnya
Deg
Jantung Yunho berdebar kembali, dia seakan ingat kebiasaan yang dilakukan mantan istrinya dulu saat merajuk pada keluarganya, mempoutkan bibirnya. Sama seperti yang Changmin lakukan.
" Baiklah, ahjusshi akan membawakan makanan yang kau. Kalian duduklah dulu" Yunho mencoba untuk tidak terpaku pada masa lalunya
Junsu, Changmin dan Kyuhyun pun duduk kemudian memesan apa yang mereka inginkan. Kemudian Yunho pun mengantarkan pesanan itu pada Donghae agar namja berstatus koki itu memasakannya.
" Hay Changmin"
Changmin menoleh dan melihat Go haraboji (begitu dia memanggilnya) datang. Go haraboji tersenyum dan mengelus puncak kepala Changmin.
" Annyeong halaboji!" Sapa Changmin
" Kau akhirnya datang lagi eoh"
" Ne! Min mau makan ec klim!"
" Aigo..."
Tak lama pesanan ketiga namja itu datang dan Changmin dengan semangat memakan jajangmyun pesanannya. Walaupun masih kecil, Changmin menyukai jajangmyun dan dia memakan satu porsi jajangmyun orang dewasa. Dan beruntungnya kafe tempat Yunho bekerja menambahkan beberapa menu baru dan membuat kafe itu menjadi restoran. Sepertinya sang pemilik memang ingin mengubah kafenya menjadi restoran keluarga.
Dan hal itu membuat Mr. Go dan Yunho terkagum - kagum melihatnya. Dia memang sudah melihat bakat makan yang Changmin miliki hanya saja dia masih terkagum - kagum melihatnya.
" Ng... Halaboji..." Panggil Changmin dengan mulut berwarna coklat karena bumbu dari Jajangmyun
" Ne?"
" Uno juchi boleh nemenin Min makan gak?"
Mr. Go melihat kearah Yunho yang sedang mentraining karyawan baru, dia. Kemudian memanggil namja itu. Untuk mendekat.
" Ne ahjusshi?" Tanya Yunho
" Kau temani Minnie yang manja ini ne?"
" Tapi..."
" Sudahlah, kau temani saja" Mr. Go memaksa Yunho untuk duduk disamping Changmin sedangkan dia beranjak menuju kasir
" Juchi juchi"
" Hm? Waeyo Min?" Tanya Yunho sembari membersihkan sekitar mulut Changmin yang penuh dengan bumbu jajangmyun
" Min pengen banget kecini tapi asma Min kambuh jadi kemalen gak bica ke cini"
" Asma?"
" Ne, penyakit bawaan Minnie karena dia lahir prematur" Jelas Junsu
" Memang Minnie lahir pada bulan keberapa?"
" Eommanya melahirkan Minnie saat kandungannya belum genap delapan bulan, tepatnya bulan Februari"
Kembali jantung Yunho bagaikan diremas. Delapan bulan? Itu adalah usia kandungan istrinya saat dia mendorong namja itu. Bulan Februari... Itu juga bulan dimana dia melakukan hal keji itu.
Mendadak tangannya gemetaran dan keringat keluar dari pelipisnya.
" Yunho sshi kau tidak apa - apa?" Tanya Junsu setelah melihat tangan Yunho yang gemetaran
" A-ah, aku pergi ke toilet dulu" Ucap Yunho kemudian bangkit namun suara Changmin menghentikannya
" Min mau ec klim ya juchi"
" N-ne"
Yunho berjalan cepat menuju kamar mandi sembari memeluk dirinya sendiri. Setelah sampai dia menuju wastafel dan membasuh wajahnya dengan air yang banyak.
.
" Andwe! Aku tidak akan menikahinya!"
" Kau harus! Karena kau harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kau lakukan!"
" Aku tidaak melakukannya, bisa saja namja itu menjebakku!"
Plakk
" Kau harus menikahinya sebagai rasa tanggung jawabmu!"
Namja bermata musang itu menatap tajam namja yang kini tengah menangis sesenggukan dan menundukkan wajahnya. Bahunya terekspos karena pakaian yang dia pakai adalah bukan miliknya dan terlihat mengenaskan karena ada bercak biru dan merah, bukan hanya itu pipi, pinggi mata dan matanya terlihat lebam karena ulahnya.
Benci, itulah yang rasakan terhadap namja yang tengah duduk dengan menunduk itu.
.
.
" Hah..."
Yunho menghela nafasnya, mencoba menetralkan pikirannya. Dia mencoba rileks, melupakan kejadian itu. Dia lalu melihat tangannya yang masih sedikit bergetar.
" Tenanglah Yun, kau sudah melewatinya selama lima tahun ini. Tenang..."
Setelah merasa tenang dia keluar dari kamar mandi kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambilkan pesanan Changmin, Yunho menyiapkan tiga scoop es krim vanilla karena Changmin pasti akan memakannya.
" Pesananmu datang Min" Ucap Yunho
" Whoooooaaaa! Ec kliiimmm!"
" Min, ingat apa kata eommamu"
Changmin kembali mempoutkan bibirnya dan menatap memelas pada Junsu.
" Yunho sshi, bisakah aku meminta satu piring kecil untuk bocah nakal ini?" Pinta Junsu
" Eh? Tentu"
Yunho kembali membawa sebuah piring kecil yang akhirnya dia tahu bahwa piring itu digunakan untuk mengambil satu scoop untuk Changmin dan sisanya dimakan oleh Kyuhyun dan Junsu.
" Juchi!" Panggil Changmin
" Ne?"
" Juchi tau gak eomma Min itu eomma itu cantik!"
" Benarkah?" Yunho memperhatikan bagaimana ekspresi wajah Changmin, sungguh menggemaskan
" Ne!"
" Whoooaaaa, Minnie annyeong!"
Pekikan itu terdengar dari seorang yeoja yang berlari menghampiri Changmin.
" Auntie!" Pekik Changmin senang
" Ya! Kau masih memanggilku auntie eeoh?!" Ahra tidak terima dirinya dipanggil ahjumma oleh Changmin
" Iya dong! Ah! Auntie, kenalkan temen Min. Kyunie"
" Oh kau membawa teman. Annyeong, Go Ahra imnida"
" Annyeong, Cho Kyuhyun imnida"
Ahra mengambil sebuah kursi dan duduk bersama mereka. Dia sungguh merindukan namja kecil yang sudah menarik hatinya itu.
" Jadi kalian sedang membicarakan apa?" Tanya Ahra
" Min lagi celita kalo eomma Min itu cantik!" Jawab Changmin dengan semangat
" Jinjja?"
" Ne! Eomma Min juga baik dan pintal macak!"
" Whoa... Pasti dia eomma yang mengagumkan" Ahra berdecak kagum " Kau ingat nama eommamu?" Goda Ahra
" Hum" Changmin mengangguk semangat " Kim Helo"
" Helo?" Ahra dan Yunho mengulangi ucapan Changmin, Kim mungkin cukup pasaran didengar namun Helo?
" Helo! Kim Helo!"
" Nama eommamu cukup unik Min. Helo?" Yunho mengulangi nama eomma Changmin
Junsu terkekeh mendengarnya, Changmin sungguh menggemaskan dengan suara cadelnya.
" Kim Hero, nama eomma Changmin adalah Kim Hero" Jelas Junsu
" Mwo?!" Pekik Ahra sedangkan Yunho mengerutkan keningnya
" Kau kenal?" Tanya Yunho
" Oppa! Kau tidak tahu siapa Kim Hero?!" Tanya Ahra
Yunho menggelengkan kepalanya.
" Ck, dia itu desainer terkenal di Paris dan Jepang. Dia merupakan inspirasi terbesarku untuk mengambil kelas desain! Tapi sayangnya dia tidak pernah muncul dihadapan publik" Jelas Ahra
" Kau mengetahui banyak tentangnya Ahra ya" Ucap Yunho
" Tentu oppa! Dia benar - benar mengagumkan! Aku berharap bisa bertemu dengannya dan memintanya untuk mengajari desain - desainnya agar disukai banyak orang!"
" Kau menyusahkan sekali" Sindir Yunho
" Oppa... Itu impianku dan sekarang aku bertemu dengan anaknya! Astaga! Mimpi apa aku!"
" Tunggu..." Semua mata memandang Yunho yang akan mengajukan pertanyaan " Kim Hero, dia... Namja?"
Junsu tersenyum tipis, kemudian dia menganggukkan kepalanya.
" Ya, dia seorang namja"
.
.
.
.
" Dasar namja pabbo"
" Penjilat"
" Namja tidak tahu diri"
" Tidak tahu malu"
" Namja murahan"
" Namja aneh!"
" Jalang!"
" Menjijikkan"
.
.
.
SPLASH
Jaejoong membasuh wajahnya dengan kasar, kata - kata itu terus mengulang dalam otaknya. Astaga...
.
.
.
" Yun, ak-aku mulai aku mencintaimu"
" Hah? Kau pikir aku peduli?"
" Tap-tapi..."
" Berhentilah menatapku dengan matamu yang menjijikkan itu"
" Y-Yun..."
.
.
.
.
Jaejoong mengeringkan wajahnya, dia memakai piyama dan keluar dari kamar mandi. Anaknya sudah menunggu sembari memegang sebuah buku dongeng, Pinokio.
" Eomma! Baca ini ne?"
" Oke baby"
Jaejoong duduk bersandar diatas tempat tidurnya sedangkan Changmin duduk dipangkuannya. Dibukanya buku itu dan Jaejoong mulai bercerita.
Namun setelah lima belas menit Changmin menguap padahal bukunya baru setengah dibaca. Jaejoong mengangkat Changmin dan membaringkannya kemudian dia ikut berbaring disamping Changmin.
" Minnie ah..."
" Hmm?" Tanya Changmin dengan mata terpejam
" Bagaimana Yu-Yunho ahjusshi?" Tanya Jaejoong dengan terbata
Changmin memiringkan tubuhnya, menatap eommanya dengan mata mengantuknya.
" Uno juchi olang yang baik eomma, dia benel - benel tampan... Tapi..."
Jaejoong mendengarkan dengan seksama cerita dari anaknya. Rasa rindu akan namja itu makin menyeruak dan membuat matanya berembun.
" Dia gemetelan (gemetar) pas Suie juchi celita tentang Min kena acma"
" Mwo?"
" Juchi juga kelingetan (berkeringat) banyak tadi eomma... Hoaaammm..."
" Jja, tidurlah... Minnie sudah mengantuk bukan?"
Jaejoong memeluk anak tersayangnya itu. Dia juga mengelus pelan punggung sang anak dan bernyanyi, meninabobokannya.
Srett
Jaejoong bangkit dan duduk dipinggir tempat tidurnya setelah memastikan Changmin sudah tertidur. Dia mengambil tas yang ada didalam meja nakasnya dan mengeluarkan dompet miliknya, dia menatap sebuah foto yang ada di bagian sebelah kiri bawah dompetnya.
" Wae? Kenapa kau gemetaran eoh?"
Jaejoong mengelus foto itu seakan - akan dia benar - benar bisa menyentuh surai namja dalam foto itu.
" Bogoshippo..." Lirihnya " Jeongmal... Aku sangat merindukanmu..."
Tes Tes...
" Hyung... Apa kau sudah tidur?"
Tok
Tok
Tok
Dengan segera Jaejoong menyeka airmatanya, dia tidak ingin Junsu mengetahui bahwa dia tengah menangis apalagi karena merindukan namja itu. Jaejoong kemudian berjalan kearah pintu dan Junsu sudah menunggu disana.
Junsu datang untuk menceritakan apa yang terjadi tadi siang. Jaejoong menyandarkan tubuhnya pada sofa tunggal yang ada di dalam kamarnya.
" Ahra... Kita bisa gunakan dia" Ucap Jaejoong
" Mwo? Tapi..."
" Aku akan menemuinya. Kau katakan pada Yoochun untuk mencari tahu jadwalnya dan kegiatan yang sering dia lakukan"
" Baiklah hyung" Ucap Junsu akhirnya
" Tapi Suie yah... Bagaimana jika Yunho menolakku Suie?"
" Sudah baik kau mencarinya dan menerimanya. Kalau namja itu tidak menerimamu, dia benar - benar namja tidak tahu diri"
" Suie yah... Dia tidak tahu jika aku masih..."
" Sudahlah hyung, berhenti untuk terus membela namja yang sudah berbuat jahat padamu. Aku saja sudah sebal mendengarkan ceritamu tentangnya dulu" Junsu mempoutkan bibirnya " Dan kau dengan baiknya mencari dan berniat kembali padanya"
" Kau tahu kan... Aku..."
" Arraseo arraseo! Kau mencintainya bukan? Ck... Aku tahu!"
" Terima kasih sudah mengertiku Suie"
" Awas saja namja itu jika menyakitimu lagi!"
Jaejoong tersenyum mendengarnya.
" Lalu bagaimana pembukaan butikmu hyung?"
" Hmmm..."
Dan mulailah kedua namja itu bercerita sampai tengah malam sebelum akhirnya Junsu memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk tidur.
.
.
.
.
.
Yunho, namja itu tengah menatap sebuah figura kecil yang sengaja dia taruh di atas meja nakasnya.
" Bogoshippo... Maafkan aku ne?"
Tes
Tes
Tes
Airmatanya mengalir begitu saja, sudah lama dia tidak mengeluarkan airmatanya tapi tadi saat Changmin bercerita tentang kelahirannya membuat Yunho bernostalgia pada kenangan pahitnya.
" Sa-saranghae... Apa... Apa aku terlalu terlambat menyadarinya Boo?"
.
.
.
.
.
" Eomma cedang appa eoh?"
" Eomma... Sedang memeriksa laporan butik eomma" Jawab Jaejoong yang tengah melihat ke atas selembar kertas di depannya
Sebenarnya bukan laporan butik tapi melihat jadwal dan kegiatan Ahra yang sudah dimintanya pada Yoochun.
" Joongie ah, minumlah dulu"
Mrs. Jung datang membawa secangkir teh hijau untuk Jaejoong. Mereka tengah duduk di gazebo belakang rumahnya.
" Eomonim kenapa repot - repot eoh" Ucap Jaejoong yang langsung menerima teh itu
" Buat Min mana halmoni?" Tanya Changmin
" Nanti ne? Junsu ahjusshi-mu sedang membuatkan susu"
" Ugh... Lama..." Changmin mempoutkan bibirnya
" Kenapa sifatmu yang ini menempel lekat pada Minnie sih Joongie? Lihat, Minnie sangat menggemaskan"
" Hahahaha, aku juga tidak tahu eomonim... Dia memang mengikuti sifatku yang satu ini" Ucap Jaejoong kemudian mengacak rambut Changmin
" Kau sedang apa hum?" Tanya Mrs. Jung
" Ah, hanya memeriksa laporan Yoochun"
" Oh... Joongie ah... Ba-bagaimana kabar anak itu?" Tanya Mrs. Jung ragu
" Dia baik eomonim"
" Hah... Eomonim merindukannya"
Jaejoong menatap mertuanya, mata sang mertua terlihat berembun. Jaejoong tahu rasanya merindukan seseorang yang disayanginya, dia juga sama seperti itu.
" Tenanglah eomonim, aku akan membawanya pulang sebelum semuanya terlambat"
" Terima kasih Joongie ah... Terima kasih..." Ucap Mrs. Jung sungguh - sungguh
" Ciapa cih?"
Changmin mengerutkan keningnya bingung, dia sama sekali tidak mengerti apa yang eomma dan halmoni-nya bicarakan.
" Miiinnniiieeee~~ yuuuhhuuu... Ahjusshi yang tampan membawakan susu untukmu!" Suara Junsu membuat Changmin melupakan ucapannya dan dia terpekik senang saat Junsu datang dengan membawa segelas besar susu strawberry
Yah...
Changmin menyukai susu strawberry seperti appanya...
.
.
.
" Ihh oppa, strawberry itu kan asam! Kenapa oppa sangat menyukainya eoh?!" Tanya Ahra saat melihat Yunho tengah memakan strawberry pemberian appanya, saat ini sudah malam dan kafe tempatnya bekerja akan segera tutup
" Aku menyukai rasanya Ahra yah..."
" Melihatnya saja aku sudah merasa asam apalagi memakannya" Ahra bergedik mengingat Yunho sudah memakan dua belas buah strawberry
" Tapi aku menyukainya"
" Ya ya ya..." Ahra menopang dagu menggunakan tangannya " Aku benar - benar tidak menyangka Minnie anak dari Kim Hero"
Yunho menghentikan acara makannya dan menatap Ahra, Yunho tengah bingung dan dia baruh tahu bahwa Kim Hero sangatlah terkenal bahkan Eunhyuk kekasih Donghae yang kutu buku pun mengenal dan mengaguminya. Padahal wajah Kim Hero sendiri belum ketahuan.
" Dia benar - benar namja spesial ne? Bisa melahirkan... Keren"
Degh
Keren?
Ucapan Ahra cukup menohok dadanya, dia bahkan mengatakan bahwa namja yang bisa hamil itu menjijikkan dulu.
" Ahra yah... Apa pendapatmu tentang hubungan sesama namja dan namja yang bisa melahirkan?"
" Eoh? Hubungan seperti bukannya sudah banyak dari dulu oppa? Kau harusnya membuka mata dan berpandangan jauh tentang itu. Awalnya pasti sulit untuk mereka ada disekeliling kita, memberontak bahwa mencintai sesama itu salah tapi... Cinta bisa datang tanpa diketahui kepada siapapun. Pasti sulit menerima kenyataan bahwa dia mencintai namja juga" Jelas Ahra
Yunho tidak tahu bahwa Ahra bisa berpikiran terbuka seperti itu. Dan dia merasa sangat kecil karena pandangannya dulu sangat sempit.
" Kalau namja yang bisa melahirkan itu bukankah berarti dia spesial? Dia harus dijaga karena pasti kandungannya lemah. Temanku yang juga bekerja di rumah sakit berkata seperti itu oppa..."
Kandungan lemah?
Yah...
Dulu dia pun seperti itu...
" Kenapa oppa bertanya seperti itu apa oppa tengah menyukai seseorang?"
" Oh? Ti-tidak aku tidak menyukai seseorang" Jawab Yunho ' Tapi mencintainya' Lanjutnya dalam hati
Ahra menatap Yunho yang melihat keluar jendela, pandangan Yunho dimatanya sangat menyakitkan. Kosong. Itulah yang Ahra tangkap, dia sendiri tidak tahu masa lalu namja itu tapi turut merasakan kesakitannya saat Yunho menatap kosong seperti itu.
.
.
.
.
" Eomma... Min cenang bica maen di taman cama eomma"
Changmin berlarian ke sana kemari, bermain apapun yang dia suka di taman yang lumayan jauh dari rumah mereka. Bukan tanpa alasan Jaejoong melakukannya, dia tahu taman ini sering dilewati oleh Ahra saat pulang kuliah. Dia pergi kesini bersama Junsu, namun namja gempal itu tengah membelikan cemilan dan minuman untuk Changmin.
" Hahahahaha..."
Jaejoong terkekeh melihat tingkah menggemaskan Changmin saat bermain perosotan. Astaga... Anaknya itu benar - benar imut!
" Minnie ah... Pelan - pelan ne? Nanti kau jatuh"
" Ne eomma!"
Jaejoong memperhatikan sekeliling dan matanya terfokus pada seorang suami yang tengah menggandeng istrinya yang hamil. Kegiatan yang sangat ingin dilakukannya saat hamil dulu namun hanya mertuanya saja yang menemaninya berjalan sore di taman.
Masa kehamilannya tidaklah mudah, dia cepat lelah dan gampang sakit karena memang begitulah ucapan dokter tentang kehamilan pada namja. Tapi, Jaejoong tidak menyerah untuk bisa melihat anaknya saat lahir tapi...
" Whhooaa! Auntieeee Ahrraaaa !"
Pekikan itu membuat lamunan Jaejoong buyar, dia menoleh dan melihat anaknya tengah berlari menuju seorang yeoja cukup cantik yang menggunakan skinny jeans dan kaos sederhana. Sepertinya yeoja itu baru saja pulang dari universitasnya.
" Minniee!" Pekik yeoja itu kemudian menggendong Changmin dan mengecup pipi bocah gembul itu
" Hahahahaha, Min gak tau bica ketemu auntie dicini"
" Aigo... Kau kesini dengan siapa eoh? Ahjusshimu?"
" Ani, cama eomma"
" Eomma?"
" Ne, tuh eomma" Changmin menunjuk eommanya yang kini sudah berjalan mendekat kearahnya
" Eommamu? Eoh?! Kim Hero?!"
" Hum" Changmin mengangguk dengan semangat
" Annyeong" Sapa Jaejoong dengan suara lembut
" O-o-ommo! Annyeong! G-go A-a-ahra imnida!"
" Hahahaha" Jaejoong menutup mulut menggunakan punggung tangannya " Kenapa kau gugup sekali?"
" A-a-... I-itu... Aku benar - benar mengagumimu Kim He-hero sshi"
" Ssstt..." Jaejoong menempelkan jari telunjuknya dibibir " Jangan sampai ada yang tahu"
" N-ne!"
.
.
.
" Aku benar - benar tidak menyangka bisa bertemu denganmu. Terima kasih atas nasehatmu o-oppa" Ucap Ahra yang sudah menggunakan bahasa tidak terlalu formal pada Jaejoong karena Jaejoong yang memintanya
Mereka sudah menghabiskan waktu setengah jam untuk kegiatan tanya jawab tentang mata pelajaran yang ada dipelajaran Ahra. Sedangkan Changmin tengah menikmati cemilan sore yang dibawakan oleh Junsu.
" Bukan masalah Ahra ya..." Ucap Jaejoong kemudian menatap Changmin yang duduk bersama Junsu agak jauh dari mereka
" Minnie sangat menggemaskan... Walau baru dua kali datang ke kafe tapi dia sudah bisa membuat aku dan appaku jatuh hati"
" Benarkah?"
" Ne, apa lagi dengan Yunho oppa! Minnie terlihat sangat dekat dengannya. Wajah mereka juga mirip, appa dan aku bahkan mengira Yunho oppa adalah ayahnya hahahaha"
" Yunho... Oppa?"
" Ne, dia salah satu karyawan kepercayaan appa. Sudah empat tahun dia bekerja di kafe kami"
" Oh, kau bersemangat sekali menceritakannya" Jaejoong menyandarkan tubuhnya pada bangku taman itu sembari menatap Ahra " Kau... Menyukainya?"
Blush
Wajah Ahra memerah mendengarnya.
" Benarkah? Wajahmu memerah" Goda Jaejoong yang dalam hatinya mulai panas
Jaejoong bukan orang bodoh yang tidak bisa menilai Ahra melalui tingkah laku yeoja itu. Lihat saja, yeoja itu tengah bersemu.
" O-oppa... Aku memang menyukainya"
Jaejoong menggerakkan giginya, tidak rela jika nantinya yeoja ini merebut Yunho darinya.
" Tapi... Itu dulu oppa"
" Mwo?" Jaejoong cukup kaget juga dengan pernyataan Ahra " Dia seakan memasang dinding baja yang tidak bisa ditembus siapapun. Lagipula aku yakin dia hanya menganggapku adiknya"
" Eoh? Kau tidak berusaha membuatnya menyukaimu?"
" Sudah oppa... Tapi... Dia seakan tidak melihatku dan aku menyerah. Aku yakin dia menyembunyikan sesuatu... Perasaannya... Pasti sudah dimiliki orang lain"
" Ng..." Jaejoong tidak tahu harus berkomentar seperti apa tapi yang pasti dia lega karena yeoja di depannya ini tidak menyukai Yunho " Kau pasti bisa mendapatkan namja yang lebih baik"
" Ne, aku harap begitu" Ucap Ahra " Oppa tahu? Menurut appa Minnie dan Yunho oppa sungguh mirip" Lanjutnya
" Benarkah?" Jaejoong menaikkan salah satu alisnya
" Ne, bahkan appa mengira bahwa Minnie adalah anak dari Yunho oppa"
" Kau ini aneh - aneh saja Ahra yah..."
Tidak bisa Jaejoong pungkiri bahwa fisik Changmin lebih condong kearah keluarga suaminya itu dibandingkan dengan dirinya.
" Hmmm.. Oppa, boleh aku bertanya?"
" Tanya saja..."
" Dimana appa Minnie?"
" Mwo?"
" Ah, maaf jika pertanyaanku lancang"
" Tidak, appa Minnie saat ini pasti sedang sibuk"
" O-oh..." Ahra menganggukkan kepalanya
" Hyung ah, sudah waktunya pulang" Junsu menghampiri Jaejoong dengan menggendong Changmin, Ahra bersyukur Junsu datang karena dia bisa mnghilangkan kecanggungan karena pertanyaannya tadi
" Ah ne"
Jaejoong dan Ahra bangkit dan berdiri berhadapan.
" Ahra yah... Aku harap kau menyembunyikan identitasku" Ucap Jaejoong
" Ne oppa! Pasti!"
" Kami pulang dulu" Jaejoong membungkukkan tubuhnya dan memberikan senyuman lebut yang membuat Ahra meleleh
" Hati - hati oppa, Junsu sshi, Minnie"
" Daaahhh aaunntiiieeeeeee! Chuuu~" Changmin memberikan flying kiss untuk Ahra
Setelah ketiga namja itu pergi, Ahra masih berdiri menatap jalanan yang sudah kosong itu.
" Dia benar - benar orang yang baik. Teman - temanku pasti tidak percaya aku bertemu dengannya tapi... Aku seperti pernah melihat wajahnya... Dimana ya?" Gumamnya
.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
Annyeong!
Maafkan Cho yang lambat mengupdate ff Cho
Hahahahahay
Oke! Kapan Jaemma ketemu Yunpa? Secepatnya! Cho juga ga tahan kalo keduanya belom ketemu tapi... Sabar ne? Secepatnya Cho bakal ketemuin keduanya.
.
Special Thanks :
.
Jung NaeRa (kalo ga ada halangan chap dpn udh ktm), kimRyan2124 (semoga aja... hehehehe), egaenunsuk1, Kamikaze Zattaaime (keren? Hmmm... Jae tetep protagonis kok, si bang mimin dibikin evil? Oke...), runashine88 (tapi jangan d culik eoh?! Kkkk), GaemGyu92 (amiiinn...), Elin bae-bae (hahahahah, mian...), riza, Princess Jae (ia, batu sih dia), YlstmmHaru (neeeee?), Guest (nadod annyeong), Sayuri Jung,
JungKimCaca, dheaniyuu (gak kayaknya?), Guest (makasih ^o^), cokelat (Nado hwaiting! Yah... Cho juga iri...), SecretVin137 (kasian... Cho jg), fera95 (eii~ jgn culik bang mimin-nya Cho eoh! Mianhae kalo lama nde?), shipper89, himeryo99 (Nado annyeong! amiinn...), Lawliet jung (hahahaha Nado bogoshippo... roy Kim yang home? Gak kyk na... kkkk), YJS, 5351 (ne...),
dims, azahra88, MyBabyWonKyu (wkwkwkwk baca lgi dari awal eoh?!), puji, narayejea (kkkkk... iya lah dia tau secara Cho yang ajarin dy hahaha), akiramia44 (Nado bogoshippo... Ne, doain aja dia ga jahat ya? Nado hwaiting!), Black Readers, bebyjae (ck, jgn culik bang mimin-nya Cho eoh!), TiasPrahastiwi (org ke tiga? Hmmm...), alice (sip! Nado hwaiting!), Guest,
aismamangkona (hmm... tanggapannya nanti... Yah gitu deh kkkk), littlecupcake noona (ne, dia pasti cinta bgt sama appa yang jahat ntu eonn! Ckckckck), YunjaeDDiction (ei... bang mimin itu punya Cho! Amiinn), GOMCHI46 (Jaemma cemburu pan udh biasa tapi kalo Yunpa cemburu? Dunia hancur kkkk), Michelle Jung, Min, TheLightAndTheFire (ga kok... Nado hwaiting!), Momo ziel (sabar...), teukiangle (haaaiiii... Ne, Cho jg mau na gt. Sip deh!), Jung Sister (hahahaha, emang iya?), xing mae30 (sip)
.
Makasih juga buat yang udah follow, fav juga buat para Sider
.
Ada yang belom kesebut? Bilang ya! Biar Cho ga teledor lagi! Hehehehe
Thanks ya #bow
.
Soal pihak ketiga, Cho sebenernya gak mau... Cho cuma mau cerita ini fokus sama Yunpa n Jaemma...
Tapi...
Liat ntar ya...
#evilsmirk
.
Jja, see u next chap! Hmmm... Tapi Cho mau istirahat dulu, mau coba bikin ff Hurt kkkkk... Cho bisa ga ya bikin nyang baca nangis? Hmmmm...
Chuuu~
.
.
Senin, 24 Agustus 2015
