Home

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan

Cast : DBSK Family, dll

Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort. Yaoi

Typos bertebaran, membosankan, alur suka"

Rate : T

Peringatan : Ada FLASHBACK yang tidak ada tandanya, jadi… Bacanya hati – hati ne? (flashbacknya tulisan miring)

Yang gak suka bisa langsung di close ^o^

.

.

.

.

.

" Aku benar - benar tidak menyangka bisa bertemu denganmu. Terima kasih atas nasehatmu o-oppa" Ucap Ahra yang sudah menggunakan bahasa tidak terlalu formal pada Jaejoong karena Jaejoong yang memintanya

Mereka sudah menghabiskan waktu setengah jam untuk kegiatan tanya jawab tentang mata pelajaran yang ada dipelajaran Ahra. Sedangkan Changmin tengah menikmati cemilan sore yang dibawakan oleh Junsu.

" Bukan masalah Ahra ya..." Ucap Jaejoong kemudian menatap Changmin yang duduk bersama Junsu agak jauh dari mereka

" Minnie sangat menggemaskan... Walau baru dua kali datang ke kafe tapi dia sudah bisa membuat aku dan appaku jatuh hati"

" Benarkah?"

" Ne, apa lagi dengan Yunho oppa! Minnie terlihat sangat dekat dengannya. Wajah mereka juga mirip, appa dan aku bahkan mengira Yunho oppa adalah ayahnya hahahaha"

" Yunho... Oppa?"

" Ne, dia salah satu karyawan kepercayaan appa. Sudah empat tahun dia bekerja di kafe kami"

" Oh, kau bersemangat sekali menceritakannya" Jaejoong menyandarkan tubuhnya pada bangku taman itu sembari menatap Ahra " Kau... Menyukainya?"

Blush

Wajah Ahra memerah mendengarnya.

" Benarkah? Wajahmu memerah" Goda Jaejoong yang dalam hatinya mulai panas

Jaejoong bukan orang bodoh yang tidak bisa menilai Ahra melalui tingkah laku yeoja itu. Lihat saja, yeoja itu tengah bersemu.

" O-oppa... Aku memang menyukainya"

Jaejoong menggerakkan giginya, tidak rela jika nantinya yeoja ini merebut Yunho darinya.

" Tapi... Itu dulu oppa"

" Mwo?" Jaejoong cukup kaget juga dengan pernyataan Ahra " Dia seakan memasang dinding baja yang tidak bisa ditembus siapapun. Lagipula aku yakin dia hanya menganggapku adiknya"

" Eoh? Kau tidak berusaha membuatnya menyukaimu?"

" Sudah oppa... Tapi... Dia seakan tidak melihatku dan aku menyerah. Aku yakin dia menyembunyikan sesuatu... Perasaannya... Pasti sudah dimiliki orang lain"

" Ng..." Jaejoong tidak tahu harus berkomentar seperti apa tapi yang pasti dia lega karena yeoja di depannya ini tidak menyukai Yunho " Kau pasti bisa mendapatkan namja yang lebih baik"

" Ne, aku harap begitu" Ucap Ahra " Oppa tahu? Menurut appa Minnie dan Yunho oppa sungguh mirip" Lanjutnya

" Benarkah?" Jaejoong menaikkan salah satu alisnya

" Ne, bahkan appa mengira bahwa Minnie adalah anak dari Yunho oppa"

" Kau ini aneh - aneh saja Ahra yah..."

Tidak bisa Jaejoong pungkiri bahwa fisik Changmin lebih condong kearah keluarga suaminya itu dibandingkan dengan dirinya.

" Hmmm.. Oppa, boleh aku bertanya?"

" Tanya saja..."

" Dimana appa Minnie?"

" Mwo?"

" Ah, maaf jika pertanyaanku lancang"

" Tidak, appa Minnie saat ini pasti sedang sibuk"

" O-oh..." Ahra menganggukkan kepalanya

" Hyung ah, sudah waktunya pulang" Junsu menghampiri Jaejoong dengan menggendong Changmin, Ahra bersyukur Junsu datang karena dia bisa mnghilangkan kecanggungan karena pertanyaannya tadi

" Ah ne"

Jaejoong dan Ahra bangkit dan berdiri berhadapan.

" Ahra yah... Aku harap kau menyembunyikan identitasku" Ucap Jaejoong

" Ne oppa! Pasti!"

" Kami pulang dulu" Jaejoong membungkukkan tubuhnya dan memberikan senyuman lebut yang membuat Ahra meleleh

" Hati - hati oppa, Junsu sshi, Minnie"

" Daaahhh aaunntiiieeeeeee! Chuuu~" Changmin memberikan flying kiss untuk Ahra

Setelah ketiga namja itu pergi, Ahra masih berdiri menatap jalanan yang sudah kosong itu.

" Dia benar - benar orang yang baik. Teman - temanku pasti tidak percaya aku bertemu dengannya tapi... Aku seperti pernah melihat wajahnya... Dimana ya?" Gumamnya

.

.

.

.

.

~ Chapter 3 ~

.

.

.

" Eomma..."

Namja cilik itu menggeliat dan membuka matanya, dia mencari eommanya. Kebiasaan yang dia lakukan saat bangun tidur.

" Ne baby, eomma disini"

Sang eomma membalikkan tubuhnya kearah sang anak manjanya itu, dia sedang membereskan lemari pakaiannya saat sang anak tersayang bangun.

" Eommaaa~"

Changmin mengangkat tangannya agar sang eomma mengangkatnya. Tak perlu lama Jaejoong sang eomma langsung saja menghampiri Changmin dan membawa Changmin dalam dekapannya.

" Anak manja eomma sudah bangun eoh..." Jaejoong mengelus punggung Changmin

" Ugh.. Min gak manja!" Changmin mempoutkan bibirnya

" lalu apa yang Min lakukan sekarang?"

" Min... Cuka peluk eomma! Nanti Min akan minta ajalin Uno juchi jadi namja mandili"

" Mwo? Kenapa Yunho ahjusshi?"

" Kalena Uno juchi benel - benel kelen!"

" Memang eomma tidak keren?"

" Ani, eomma cantik bukan kelen"

" Ughh, nappuen!"

Cup

Cup

Cup

Cup

Cup

Jaejoong mengecupi wajah Changmin sebagai hukumannya, bermain - main dengan anaknya pagi ini tidak masalah bukan?

Tok tok tok

" Ne"

Ceklek

Junsu dan Mrs. Jung masuk ke dalam kamar Jaejoong saat mendengar suara cekikikan dan tewa membahana sampai ke ruang tamu. Mereka berdua langsung tersenyum saat tahu Jaejoong tengah bermain dengan anaknya yang baru saja bangun tidur.

" Suie ah, tolong mandikan Minnie. Aku masih harus membereskan lemari pakaian dan membaca laporan butik yang akan aku buka" Ucap Jaejoong

" Baiklah, kajja Minnie mandi" Junsu mengulurkan tangannya bermaksud mengangkat Changmin namun namja kecil itu malah mengeratkan pelukannya pada pinggang Jaejoong

" Hey, ayo mandi dengan Suie ahjusshi" Suruh Jaejoong

" Ani, Min mau cama eomma"

" Eomma masih membereskan pakaian"

" Ani..."

" Hmm... Begini saja, eomma akan mengizinkanmu makan satu scoop es krim di tempat Yunho ahjusshi" Rayu Jaejoong

" Mwo?!" Changmin menjauhkan tubuhnya sedikit lalu menatap penuh binar eommanya

" Ne, hanya satu scoop"

" Tapi..."

" Bukankah Minnie sudah seminggu tidak pergi kesana karena sibuk dengan pekerjaan rumah dan prakarya yang Minnie buat di playground?"

" Oke! Ayo Cuie juchi! Min mau mandi, ugh... Juchi lama! Min jalan aja deh, cepet nyusul ya!"

Changmin terus mengoceh sembari turun dari pangkuan Jaejoong dan berjalan menuju kamar mandi meninggalkan eomma, ahjusshi dan halmoninya yang mengangakan mulutnya karena bingung dengan sikap Changmin.

" Juuucchhhiiii, cceeepppaattt!"

" Aish! Anakmu itu hyung!" Gerutu Junsu

" Hahaha, sudah sana!"

" Aigo... Sifatnya yang satu itu benar - benar menggemaskan" Ucap Mrs. Jung kemudian duduk disamping Jaejoong

" Eommonim..." Panggil Jaejoong dengan nada lembutnya

" Ya Joongie?"

" Aku... Akan segera menemuinya, menurut eomma bagaimana reaksinya nanti?"

" Su-sudah waktunya kau muncul?"

" Hum" Jaejoong menganggukkan kepalanya kemudian berjalan kearah lemari dan membelakangi Mrs. Jung

" Eommonim tidak tahu harus berkomentar seperti apa, eomma takut tapi juga bahagia karena Eommonim sangat merindukannya"

Jaejoong memegang sebuah kaos, kaos yang pernah dipakai oleh suaminya. Menggenggamnya dan tak lama matanya berembun, dia juga merindukan suaminya itu walaupun dulu hanya luka dan duka yang diberikan sang suami pada Jaejoong.

" Joongie ah"

Tak lama Jaejoong merasakan sebuah sentuhan pada pundaknya, Mrs. Jung menyentuh pundak Jaejoong karena merasa aura Jaejoong yang kelabu.

" Kita pasti bisa membuatnya kembali kesini eommonim, hanya menunggu waktu saja" Lirih Jaejoong

" Ne, eommonim percaya itu semua akan terjadi. Terima kasih Joongie sudah menjadi yang terbaik dalam keluarga ini"

" Tidak eommonim, ini adalah tugasku sebag istrinya"

.

.

.

" Selamat datang!"

" Eoh? Auntie?"

" Minniieeee..."

Ahra langsung menghampiri Changmin dan berjongkok di depan namja cilik itu, sudah seminggu tidak bertemu dengan Changmin membuatnya sangat rindu pada Changmin.

" Annyeong Ahra yah" Sapa Junsu

" Annyeong Junsu sshi" Sapa Ahra

" Uno juchi eodie?" Tanya Changmin

" Yunho ahjusshi ne? Hmmm.. Minnie mau apa kesini?" Ahra bertanya balik seakan mengalihkan pembicaraan

" Makan ec klim! Min mau laca panila"

" Baiklah, aku akan mengambilkannya, Minnie duduk saja ne?"

" Ne, jangan lupa panggilin Uno juchi ne?"

" Minnie ah..." Lirih Ahra " Kau duduk saja dulu ya"

" Ne, kajja juchi" Changmin menarik tangan Junsu kearah salah satu tempat duduk dan menunggu dengan tenang es krimnya datang

" Minnie ah... pesananmu datang..." Ahra mendekat sembari membawa es krim pesanan Changmin

" Whoooaaaa" Changmin membulatkan matanya saat es krim pesanannya datang

Es krim vanila dengan toping biskuit berwarna hitam dan choco chips. Ahra juga membawakan Green Tea yang Junsu pesankan tadi. Dengan senang hati Changmin memakan es krim yang ada di depannya dengan lahap dan sesekali berceloteh riang.

" Uno juchi mana cih? Dali tadi gak keliatan" Tanya Changmin sembari menoleh ke kanan dan ke kiri

" Minnie ah... Yunho ahjusshi..."

" Ne?"

" Sakit"

" Cakit?" Tidak hanya Changmin, Junsu pun mengerutkan keningnya

" Ya, sebenarnya sudah satu minggu ini dia sakit hanya saja baru kemarin dia tidak masuk dan appaku mengkhawatirkannya, hari ini appa pergi menjenguk Yunho oppa dan appa bilang keadaannya sangatlah parah sehingga appaku langsung membawa dokter ke flat Yunho oppa"

" Lalu?" Tanya Junsu

" Aku belum mendapat kabarnya lagi dari appa" Jawab Ahra

" Min mau jenguk Uno juchi boleh?" Tanya Changmin yang sedih juga mendengar Yunho sakit

" Menjenguk Yunho ahjusshi?" Ulang Junsu dan Changmin menganggukkan kepalanya

Junsu langsung berpikir, jika dia ke tempat tinggal Yunho bukankah dia akan tahu bagaimana kehidupan namja itu setelah ditinggal oleh istrinya itu? Junsu mengetikkan pesan pada Jaejoong.

' To : Joongie hyungie

Hyung, suamimu sakit. Changmin ingin menjenguknya'

" Juchi, Min boleh ya jenguk Uno juchi" Rengek Changmin menarik - narik kemeja Junsu

" Sebentar Minnie ah, tunggu balasan eommamu ne?"

" Ugh... Ne"

Ahra tersenyum dan membantu Changmin untuk makan, sesekali dia membersihkan pinggir bibir Changmin yang terkena es krim. Jika diperhatikan dari dekat Changmin sangatlah mirip dengan Yunho, astaga...

Drrtt...

Changmin dan Ahra menolehkan kepalanya, mereka melihat Junsu menatap ponselnya yang tadi bergetar. Junsu mengambil ponselnya dan membuka folder pesannya.

' From : Joongie hyungie

Mwo? Sakit apa? Cepat jenguk dia sana! Jangan lupa belikan bubur abalon kesukaannya saat dia sakit, restoran bubur itu ada dua blok dari kafe dan juga belikan dia buah kesukaannya, strawberry! Lalu belikan kompres instan takutnya dia demam dan obat - obat lain yang mungkin dibutuhkannya! Jangan lupa!'

Junsu bersweet drop ria, dia bisa membayangkan bagaimana wajah khawatir Jaejoong saat ini. Namja itu pasti terlihat mengenaskan hanya karena tahu Yunho sakit.

Drttt...

Belum sempat membalas, Junsu sudah menerima pesan kembali.

' From : Joongie hyungie

Atau aku perlu datang saja sekalian? Aku takut dia kenapa - napa! Bagaimana ini?'

Junsu menggelengkan kepalanya, namja yang sudah dianggap hyungnya itu pasti sedang panik berlebihan. Junsu menekan tombol balas namun sebuah pesan muncul kembali.

Drrttt...

' From : Joongie hyungie

Ya! Kenapa tidak membalas pesanku? Apa kau sedang di jalan? Bersama Ahra tidak? Jawab pesanku!'

" Aigo..." Junsu menggelengkan kepalanya

" Wae?" Tanya Arha

" Oh, hanya temanku yang sedang panik berlebihan mengirimiku pesan"

" Apa dia baik - baik saja? Maksudku teman Junsu sshi"

" Ya, dia hanya panik... Cukup panggil aku opp saja Ahra yah"

" Oh, nde"

Drrtttttt... Drrrtt...

Kali ini bukan pesan masuk yang datang melainkan sebuah panggilan masuk dari Jaejoong. Junsu akhirnya berdiri dan pergi keluar kafe agar Changmin dan Ahra tidak mendengar percakapannya dengan Jaejoong.

" Ck... Yeobosseo?"

" Ya Suie kenapa tidak membalas pesanku? Apa kau masih di kafe? Apa Minnie bersamamu? Bagaimana kabarnya? Apa kau sudah mendapatkan kabar dia sakit apa?"

" He-hey hyung! Pelan - pelan! Kau ingin merusak gendang telingaku?!"

" Eoh? Ya! Apa maksudmu!"

" Aku baru saja ingin membalas pesanmu hanya saja kau terus mengirimiku pesan hingga aku tidak bisa membalasnya!"

" Lalu?"

" Kami akan pergi ke sana setelah Minnie menyelesaikan snack siangnya"

" Oh, arraseo. Segera kabari aku ne?"

" Ne hyungie..."

" Ya sudah"

" Ne"

Pik

Junsu mematikan sambungan itu kemudian kembali ketempatnya, dia berbincang tentang alamat Yunho karena Ahra tidak bisa mengantar mereka, yeoja itu harus menjaga kafe hingga appanya kembali.

" Baiklah, tolong sampaikan salamku untuk Yunho oppa" Ucap Ahra yang mengantarkan Junsu dan Changmin sampai mobilnya

" Ne, aku akan sampaikan" Jawab Junsu yang tengah menggendong Changmin

" Nah Minnie, datanglah lagi kesini ne?" Ucap Ahra sambil berjongkok di depan Changmin

" Hum auntie" Ucap Changmin dengan semangat kemudian mencium kedua pipi Ahra

" Aigo... Manisnya dirimu" Ahra mengacak lembut kepala Changmin

" Jja, kami pergi ne?" Pamit Junsu

" Ne, hati - hati"

Junsu mendudukkan Changmin pada kursi penumpang yang ada di depan kemudian dia pun masuk untuk menyetir mobil itu.

" Minnie ah..." Panggil Junsu

" Ne juchi?"

" Apa Minnie ingin bertemu dengan appa Minnie?"

" Appa Min? Apa appa Min ada dicini?"

" Apa Minnie ingin bertemu dengannya?"

" Eomma bilang Min halus jadi anak baik bial appa mau ketemu cama Min. Appa belom temuin Min coalnya... Min belom jadi anak baik" Ucapan Changmin terdengar lirih diakhir kalimatnya

" Minnie ah... Minnie anak yang baik walaupun masih senang menjahili teman - temanmu. Tapi Minnie anak yang baik, Appa Minnie hanya sedang banyak pekerjaan sehingga belum bisa bertemu dengan Minnie"

" Eoh? Min... Mau appa liat gambal yang Min gambal di cekolah..."

Mau tak mau mata Junsu berembun, dia terenyuh juga dengan kata - kata Changmin barusan.

" Ne, Minnie kumpulkan gambarnya dan kau bisa memperlihatkan semua gambarnya pada appamu nanti"

" Ne!" Changmin mengangguk mantap

Namja cilik itu kadang menatap iri pada teman - temannya yang dijemput oleh appa dan eommanya. Tapi, dia selalu dijemput oleh ahjusshi-nya. Dia tahu eommanya tidak boleh muncul dihadapan orang banyak, dia tetap merasa senang karena eommanya selalu mementingkan dirinya dibandingkan yang lain. Changmin sangat menyayangi eommanya walaupun tidak ada sang appa disampingnya.

.

.

.

.

Junsu menghentikan mobilnya tak jauh dari sebuah flat yang terlihat amat sangat sederhana. Dia sebenarnya tahu alamat Yunho hanya saja dia tidak boleh ketahuan oleh Ahra bukan?

" Ini lumah Uno juchi?" Tanya Changmin

" Ne, ayo turun"

" Gendong"

" Aigoo..."

Junsu berjalan dengan menggendong Changmin ke dalam kawasan flat itu dan berhenti pada sebuah pintu. Dia mengambil nafas dan membuangnya perlahan.

" Juchi waeyo?"

" Aniya"

Tok tok tok

" Ne"

Ceklek

" Eoh? Junsu sshi, Minnie" Mr. Go membuka pintu flat itu

" Annyeong Go ahjusshi" Sapa Junsu

" Anyyeong halaboji" Sapa Changmin kemudian tersenyum lebar

" Annyeong Minnie ah..."

" Uno Juchi mana?"

" Yunho baru saja menyelesaikan snack sorenya. Kalian masuklah"

" Terima kasih ahjusshi. Tolong titip Minnie, aku ingin mengambil sesuatu dimobil"

" Ah baiklah, kemari Minnie ah"

" Jangan lama - lama ne juchi"

" Ne"

Junsu kembali ke mobilnya dan menurunkan dua buah kantong belanjaan yan tadi dia beli dalam perjalanan menuju ke rumah Yunho. Kemudian dia kembali ke dalam flat itu disambut oleh Mr. Go.

" Minnie eoddie?" Tanya Junsu

" Dia sedang mengobrol dengan Yunho"

" Hmm... Go ahjusshi sebenarnya Yunho sakit apa?"

" Sebenarnya ahjusshi juga tidak tahu kenapa Yunho seperti ini tapi dokter bilang bahwa dia harus banyak istirahat seminggu ini"

" Bagaimana bisa?"

" Ahjusshi tidak tahu tapi dokter bilang Yunho memiliki trauma"

" Trauma?" Junsu mengerutkan keningnya

" Ya, trauma dan... Sesuatu membangkitkan traumanya hingga dia seperti itu"

" Oh... Mengerikan jika seperti itu"

" Ya, tapi dia sudah terlihat santai saat Changmin masuk dan mengajaknya berbicara tadi"

" Syukurlah, aku akan membawa ini semua ke dapurnya"

" Oh ya ampun, ahjusshi sampai melupakan apa yang kau bawa"

" Hahahahaa, gwaechana ahjusshi"

Junsu membawa belanjaannya menuju dapur dan meletakkan semuanya disana. Dia membuka salah satu pesanan Jaejoong untuk Yunho, bubur abalon.

" Ahjusshi, sebentar lagi makan malam bukan?" Tanya Junsu

" Ya?"

" Aku akan memanaskan bubur abalon ini untuk Yunho sshi"

" Oh, baiklah"

Junsu tersenyum dan mulai menyiapkan makan malam sederhana yang dia bisa.

.

Sementara itu Yunho yang masih pucat itu dengan senang hati mendengarkan Changmin yang berceloteh riang diatas pangkuannya, Changmin memang meminta Yunho untuk memangkunya dan Yunho tidak bisa menolak keinginan namja cilik gembul itu.

" Tlus ya ahjusshi! Eomma bilang Min manja tadi Min! Min gak manja kan ya juchi! Makanya Min mau belajal sama juchi bial jadi ceme cejati"

" Omo? Hahahaha... Kenapa harus ahjusshi"

" Kalena juchi itu kelen, jadi Min mau belajar cama juchi"

" Hahahaha..."

Yunho merasa terhibur Changmin datang ke rumahnya hari ini dan Changmin bilang apa? Belajar menjadi seme sejati? Aigo...

Yunho menggelengkan kepalanya, kemudian tersadar akan pemintaan Changmin, seme sejati. Atau bisa dikatakan pria sejati?

Tidak...

Changmin tidak bisa belajar darinya karena dia bukanlah namja yang baik. Semua perbuatannya saat muda sangatlah keterlaluan, dia jahat, licik, kejam, egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri.

Seminggu lalu bukanlah waktu yang mudah untuk Yunho karena dia memimpikan namja itu, namja yang sudah dia dorong dari atas tangga rumahnya dan Yunho tidak bisa melupakan tatapan namja itu.

Setelahnya yang dia tahu, dia terus saja gemetar dan merasa sesak nafas. Dan puncaknya adalah kemarin saat Mr. Go menemukannya duduk dipantry dengan keringat mengalir deras dari pelipisnya dan tangannya gemetaran.

Mr. Go memanggilkan dokter ke flatnya yang kecil dan memeriksanya lalu Yunho membicarakan penyakitnya hanya berdua dengan sang dokter karena tidak ingin Mr. Go mendengarnya dan khawatir.

Dokter bilang Yunho harus segera melakukan terapi untuk menghilangkan traumanya atau keadaannya akan semakin parah. Yunho bahkan jatuh pingsan siang ini setelah kembali memimpikan namja itu.

" Juchi... Juchi waeyo?"

" E-eh? Aniya, kau mengantuk Min?" Tanya Yunho yang melihat Changmin menguap lebar

" Hum, Min belom tidul ciang"

" Ng... Kau ingin tidur siang disini?"

" Boleh? Ya udah kalo boleh, Min tidul cini aja! Bukannya dali tadi juchi tawalin Min tidul dicini!" Changmin dengan seenaknya berdiri dari pangkuan Yunho dan berjalan ke sisi kanan tempat tidur Yunho yang kecil itu

Yunho hanya melongo melihat kelakuan unik Changmin. Tidak bisa menyangkal bahwa anak yang sudah mulai berbaring itu menggemaskan sekaligus mengesalkan.

" Juchi ngapain liat - liat Min eoh? Kalo mau peluk yah peluk aja! Ga ucah liat - liat gitu! Cini juchi tidulan disamping Min, Juchi kan lagi sakit, jadi jangan duduk gitu" Changmin menarik lengan Yunho hingga namja yang masih speechless itu berbaring

Dengan seenaknya Changmin memeluk Yunho dengan tangan kanannya dan memasukkan jempol jari kirinya ke dalam mulutnya kemudian menghisap ibu jarinya itu. Tak lama Yunho tersenyum dan mengelus pelan punggung Changmin.

Krieett

Yunho menoleh saat pintu kamarnya terbuka sedikit, Junsu masuk bersama Mr. Go. Yunho ingin bangun tetap dia tidak bisa, Changmin memeluknya erat sehingga dia tetap pada tempatnya. Junsu mendekat dan terkekeh melihat kelakuan Changmin yang manja itu.

" Maaf sepertinya Minnie malah menyusahkanmu" Ucap Junsu

" Tidak apa - apa, aku malah terhibur dengan kedatangan Changmin. Dia sungguh... Unik" Ucap Yunho masih dengan berbaring

" Ya, dia tidak pernah manja ataupun tertidur dengan orang - orang yang baru dikenalnya"

" Mwo? Tapi tadi dia bilang mengantuk dan langsung tidur disebelahku"

" Mungkin dia sedang sangat merindukan seseorang"

" Nugu?"

" Ah... Tolong jaga dia Yunho sshi dan satu hal yang pasti" Junsu mengalihkan pembicaraan

" Ya?"

" Dia akan menangis kencang saat tidak mendapati eommanya saat bangun tidur"

" Eh?"

" Tangisannya melebihi penyanyi seriosa dan menyayat hati"

" Mwo?"

" Itu yang akan Minnie perbuat saat bangun tidur tidak mendapati sang eomma disampingnya"

" La-lalu?"

" Aku juga bingung jika seperti ini, aku akan menelepon eommanya dulu" Ucap Junsu kemudian keluar dari kamar Yunho

" Baiklah"

" Kau istirahat saja, saat makan malam kami akan membangunkanmu" Ucap Mr. Go yang masih ada ada dalam ruangan itu

" Eh ne ahjusshi, ahjusshi terima kasih untuk semuanya"

" Tidak masalah Yun, kau sudah seperti anakku sendiri sekarang jadi tidak usah sungkan"

Mata Yunho berembun, sudah lama Yunho tidak merasakan hal macam ini apalagi dianggap keluarga oleh orang lain. Bahkan dulu orangtuanya mengusir dirinya karena kesalahan yang sudah diperbuat.

" Tidurlah"

" Ne ahjusshi"

Yunho memejamkan matanya setelah Mr. Go keluar dari kamar Yunho namun dia tetap terjaga, takut. Itulah yang dirasakan Yunho saat ini, dia takut memimpikan namja itu lagi. Sudah seminggu ini keadaannya memburuk, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Sejak Changmin menceritakan tentang kelahirannya yang prematur dan memiliki asma, Yunho seakan merasakan keberadaan sang mantan istri didekatnya, merasakan bahwa namja yang dia tahu sudah tidak ada di dunia ini menatapnya dengan tatapan datar bersama seorang bayi dalam gendongannya. Hal ini bahkan lebih mengerikan dibandingkan dengan mimpi buruk!

" Nghhh..."

Yunho membuka matanya, dia melihat Changmin melepaskan pelukannya dan berbaring terlentang namun dengan ibu jari tetap pada mulutnya. Yunho mengembangkan senyumnya, dia membawa tangannya pada rambut Changmin dan memainkan rambut namja cilik itu. Dan tak lama Yunho merasakan ketenangan saat mendengar hembusan nafas Changmin yang teratur dan akhirnya dia bisa memejamkan matanya.

.

Click!

Junsu mengembangkan senyumnya, dia memotret Yunho yang sedang memainkan rambut Changmin juga saat namja itu memejamkan matanya kemudian tertidur dari celah pintu yang sengaja dibuka sedikit.

' To : Joongie hyung

Hadiah untukmu hyung'

Send

Junsu tersenyum senang, sepertinya tugas Junsu kali ini berjalan mulus sehingga dia bisa duduk disalah satu ruangan dan memejamkan mata sembari menunggu jam makan malam. Sedangkan Mr. Go kembali ke kafe untuk membantu Ahra dan akan kembali setelah makan malam.

.

.

.

" Minnie..."

Jaejoong menutup mulut menggunakan telapak tangannya dan matanya berembun menatap layar ponselnya. Junsu baru saja mengiriminya foto dimana Yunho memainkan rambut Changmin dan satu foto lagi saat Yunho mendekap Changmin.

" Minnie ah..."

Jaejoong bersyukur, dia benar - benar tidak menyangka apa yang diinginkan Changmin bisa tercapai.

" Kalau Min udah jadi anak baik kan appa pacti dateng tlus Min mau tidul dipeluk appa"

Ah, airmata Jaejoong tak kuasa mengalir saat melihat foto itu. Changmin terlihat sangat bahagia dalam pelukan Yunho, itu sudah cukup baginya. Jaejoong pun melihat foto lain yang dikirimkan Junsu. Yunho tidur membelakangi kamera, punggung Yunho terlihat berbeda.

Selain terlihat lebih kurus, punggung namja itu terlihat menyedihkan, auranya seakan gelap. Jaejoong ingin sekali berlari menuju tempat itu dan mendekap erat Yunho tapi hal itu tidak bisa, belum saatnya. Dia akan menghadapi Yunho saat waktunya tepat.

" Bo-bogoshipoyo..."

Jaejoong bergumam lirih, mengusap layar ponselnya seakan - akan dia benar - benar bisa menyentuh Yunho.

" Omo! Joongie?! Kenapa kau menangis?!"

" Eoh! Eomonim!"

Dengan segera Jaejoong menghapus airmatanya yang masih mengalir, dia sendiri lupa bahwa dia berada diruang tengah karena baru saja pulang untuk melihat pembukaan butiknya minggu depan.

" Wae? Kenapa menangis?"

Mr. dan Mrs. Jung yang baru pulang untuk menghadiri meeting langsung menghampiri Jaejoong dan duduk dikedua sisi Jaejoong. Mrs. Jung langsung menghapus airmata Jaejoong dan mengusap lembut surai hitam Jaejoong.

" Kenapa? Hmmm? Ceritalah..."

" Eomonim... Aboji..." Jaejoong memperlihatkan ponselnya pada kedua mertuanya itu

Mrs. Jung langsung tahu apa yang dirasakan Jaejoong saat melihat foto itu, foto dimana Changmin tengah dipeluk oleh seorang namja yang sangat mereka kenal.

" Joongie... Minnie..."

" Ne eomonim... Ne..."

Jaejoong memeluk Mrs. Jung dan langsung dibalas oleh Mrs. Jung. Sedangkan Mr. Jung hanya menatap sendu layar ponsel yang sedang dia pegang itu. Anaknya... Dan cucunya...

" Tapi Joongie ah..."

" Ne?"

Yunho menoleh dan menatap Mr. Jung.

" Bagaimana jika nanti Minnie terbangun?"

Ah, momen sedih itu langsung berakhir ketika sang mertua bertanya hal itu. Ya, bagaimana nanti jika Changmin bangun dan mencarinya? Bukankah anaknya akan menangis kencang saat dirinya tidak ada disamping Changmin?

.

.

.

" EOMMMAAAA!"

Degh!

Yunho langsung membuka matanya walaupun kepalanya terasa berat, belum lagi dia masih merasa lemas dan merasa tubuh sampingnya ditendang oleh kaki - kaki mungil.

" Eooooommmaaaa! Huuuwwaaa!"

Ceklek

" Mi-minnie!"

" Junsu sshi..."

" Mianhae Yunho sshi, ak-aku juga bingung bagaimana agar Changmin bisa diam!" Junsu menaikkan nada bicaranya karena suara tangis Changmin mendominasi ruangan itu

" N-ne"

Yunho memaksakan dirinya untuk bisa bangkit dan duduk, dia kemudian mencoba menyentuh Changmin namun namja cilik itu meronta dan menendangnya.

" Min mau eommaaa! Huuuwweeee eommaaaaa!"

" Mi-minnie ah, tenanglah" Yunho mencoba mengambil kedua tangan Changmin dan menyatukannya

" Eomma! Min mau eommaa! Hiks!" Changmin menendang - nendang Yunho yang berusaha mengangkatnya

" Aigo..."

Walaupun masih sakit Yunho masih memiliki tenaga yang cukup kuat untuk mengangkat Changmin kedalam pangkuannya dan mencoba menenangkannya, namun saat Yunho melepaskan tangan Changmin, namja cilik itu malah memukulnya dengan keras dan kembali meronta.

" Hey Hey, ini aku. Yunho ahjusshi" Ucap Yunho dengan tenang

" Minnie ah, tenanglah" Junsu mencoba ikut menenangkan namun tetap saja gagal

" Aniii! Min mau eommaa! Eooommmaaa!"

" Shhh... Minnie ah, ahjusshi disini"

Yunho memegang kedua tangan Changmin menggunakan tangan kirinya dan tangan kanannya digunakan untuk menangkup wajah Changmin dengan erat.

" Hey, anak manja... Bangun dan lihat siapa yang ada di depanmu"

" Aniii~ Eommmaaa... Huwweee..."

" Minnie ah, ini ahjusshi... Berhentilah menangis dan jadilah anak baik disini"

" Hiks..."

" Anak manja..."

" Ani!"

" Kalau begitu berhenti menangis dan lihat ahjusshi" Perintah Yunho

" Hiks..."

Changmin membuka matanya perlahan, bukan wajah eommanya yang terlihat namun seorang namja bermata musang dengan wajah pucat.

" Eommaa... Hiks..."

Changmin perlahan menghentikan rontaannya dan Yunho mulai merenggangkan cengkraman tangannya. Changmin terisak pelan namun tangannya melingkar pada leher Yunho, dia mulai sesenggukkan.

" Minnie ah, jangan seperti itu. Kau menyusahkan Yunho ahjusshi" Ucap Junsu akhirnya yang tadi sebenarnya masih melongo melihat cara Yunho untuk mendiamkan Changmin

" Hiks..."

" Hentikan tangisanmu sebelum asmamu kambuh Min" Junsu mulai khawatir dengan keadaan Changmin yang terus saja sesenggukkan

" Shhh..." Yunho menepuk - nepuk pelan punggung Changmin, mencoba menenangkan Changmin dengan caranya sendiri, dia takut juga asma Changmin kambuh karena menangis

" Min mau eomma..."

" Kau ingin pulang bertemu eommamu?"

Changmin menjauhkan wajahnya dari tubuh Yunho dan menatap Yunho kemudian dia menggelengkan kepalanya.

" Lalu apa yang Minnie inginkan eoh? Minnie terus saja menangis, memanggil eomma dan menggeleng tidak ingin bertemu dengan eomma. Ahjusshi tidak tahu apa yang sebenarnya Minnie inginkan"

" Min mau eomma tapi..." Changmin menundukkan kepalanya

" Ne?"

" Kyunie dan yang lain bilang kalo Min anak manja kalo cetiap bangun tidul maunya cama eomma telus"

" Lalu?"

" Tapi Min mau peluk eomma coalnya Min ngelasa hangat, cuma eomma yang Min pengenin waktu bangun tidul"

" ..."

" Min mau telus peluk eomma tapi eomma bilang Min manja dan gak mandili makanya Min mau ke cini minta juchi ajalin bial Min jadi mandili"

" Kenapa Minnie ingin jadi mandiri?"

" Kata temen - temen Min, Mandili itu belalti gak manja, kalo gak manja belalti Min udah jadi anak baik dan appa akan datang ketemu Min"

" Kenapa Minnie ingin bertemu dengan appa Minnie?" Tanya Yunho dengan lembut sembari mengelus punggun namja kecil itu

" Min..." Changmin tiba - tiba memeluk Yunho, hal itu tentu membuat Junsu mengerutkan keningnya melihatnya " Min cebenelnya ili ngeliat temen - temen Min dijemput cama appa meleka, Min... Juga mau kasih liat gambal yang Min buat cama appa Min"

" Dengar Minnie ah" Yunho menempatkan kepalanya diatas kepala Changmin " Appamu pasti akan datang karena dia juga merindukanmu, dia juga pasti ingin melihat bagaimana kau tumbuh Minnieh, tidak ada seorang appa yang tidak merindukan anaknya"

" Benelan?"

" Ya..." Yunho sebenarnya tidak yakin mengatakan hal itu, apa appanya juga merindukan dirinya?

Yunho menghembuskan nafasnya, jika seperti ini dia akan larut pada penyesalan atas kesalahannya dulu. Dia masih ingat bagaimana tangannya menyentuh perut buncit seorang namja tertidur yang tengah hamil tujuh bulan kala itu.

Dia ingat sekali bahwa sang janin bergerak - gerak saat dia mengelus perut buncit namja itu. Ah... Yunho kembali mengutuk dirinya dan ingin mengubur tubuhnya hidup - hidup sekarang.

" Tapi juchi, Min juga mau ketemu appa" Ucap Changmin lirih

" Kau mau menunjukkan gambarmu pada ahjusshi?" Tanya Yunho mencoba mengalihkan pembicaraan

" Eh? Boleh?" Changmin menatap Yunho

" Tentu"

" Cebental!"

Changmin turun dari pangkuan Yunho dan menggandeng Junsu yang masih melamun dari hadapan Yunho, mereka kembali setelah Changmin menemukan tas sekolahnya. Changmin duduk didepan Yunho dan mengeluarkan buku gambarnya.

" Liaaat, ini Min, eomma cama appa lagi maen ditaman. Bagus kan?" Changmin menunjuk satu persatu obyek dalam gambarnya

" Whooaa... Gambarmu bagus sekali Minnie ah" Puji Yunho

" Hehehehe, iya dong!"

" Ini taman?" Tanya Yunho

" Ne" Changmin menunjuk buku gambarnya " Min pengen pergi ke taman cama eomma dan appa"

" Hahaha, jinjja?"

" Ne, telus ya..."

Changmin terus saja berceloteh riang tanpa tahu Junsu memandangi kedua namja berbeda usia itu dengan senyuman.

' Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau Minnie ah'

.

.

.

.

" Juchi... Min mau bobo dicini boleh?"

Uhukk!

Tidak hanya Junsu, Mr. Go dan Yunho yang sedang makan itu tersendak mendengar pertanyaan Changmin. Junsu menatap Changmin dan menggelengkan kepalanya pelan.

" Eommamu tidak akan mengizinkannya Minnie ah" Ucap Junsu

" Huh! Cini Min telepon eomma! Mana poncel juchi"

" Memangnya Yunho ahjusshi mengizinkannya?"

" Juchi, Uno juchi" Panggil Changmin

" N-ne?" Tanya Yunho dengan gugup

" Min boleh nginep kan dicini?" Tanya Changmin menggunakan puppy eyes miliknya

" Memang kau tidak ada acara besok?"

" Ani, becok hali minggu dan Min gak ada acala apa - apa"

" Kalau eommamu mengizinkan maka ahjusshi akan mengizinkan juga"

" Yaaaayyy! Cuieee Jucchiiii!"

" Aish, habiskan makananmu lalu kita akan menelepon eommamu. Otte?"

" Oke!"

Changmin mengangguk dengan semangat, dia kemudian memakan makan malamnya dengan semangat. Sedangkan Junsu meminta maaf pada Yunho karena sudah menyusahkannya. Setelah itu dia mengirimkan pesan pada Jaejoong agar Jaejoong bisa memikirkan apakan Changmin boleh menginap di flat Yunho atau tidak.

.

.

.

" Ottokeh eommonim? Minnie ingin menginap di tempatnya" Ucap Jaejoong pada Mr. dan Mrs. Jung

" Biarkan saja Joongie ah, bukankah dia bisa menenangkan Minnie yang baru bangun tidur?"

" Ne... Tapi..."

" Biarkan Minnie disana malam ini dan kita lihat bagaimana Minnie besok" Ucap Mr. Jung

" Baiklah aboji, aku mengerti"

.

.

.

Tuuuutttt...

Tuuuuttt... Tuuuutttt...

" Ich! Eomma lama!" Gerutu Changmin

Dia sedang berusaha menelepon eommanya di dalam mobil Junsu. Namun Changmin kesal karena sudah dua kali ditelepon eommanya belum mengangkat sambungan telepon darinya.

" Yeobboseo?"

" Eoommaaa!"

" Hahahahaha, aigoo... Kenapa berteriak baby?"

" Eomma, Min mau nginep dilumah Yunho ahjusshi. Boleh ya? Ya? Ya? Ya? Ya?"

" Wae? Kau pasti akan menangis saat bangun tidur nanti"

" Ani! Min gak nangis tadi"

" Tapi, eomma pasti akan merindukanmu"

" Ich eomma! Malam ini aja, becok Min juga pulang!"

" Berjanjilah kau tidak akan menyusahkan Yunho ahjusshi nanti"

" Ne!" Changmin mengangguk dengan semangat

" Ya sudah, besok eomma akan meminta Suie ahjusshi menjemputmu di kafe setelah makan siang. Ne?"

" Ne eomma! Gomawo, saranghae"

" Aigo... Eomma jadi ingin menciummu baby"

" Mwah... Mwah..."

" Hahahaha gomayo baby, jja... Berikan ponselnya pada Suie ahjusshi"

" Oke!"

Changmin memberikan ponsel itu pada Junsu dan mulailah percakapan yang tidak Changmin mengerti. Junsu mendengarkan perintah Jaejoong dengan sangat hati - hati sampai dia mengerti. Setelahnya, di mengambil keperluan Changmin yang sengaja disimpan oleh eommanya di mobil. Pakaian ganti, makanan ringan, coklat dan beberapa dalaman yang akan dipakai oleh Changmin.

" Nah, ayo masuk"

" Ne juchi"

Junsu menggandeng Changmin dengan tangan kanannya sedangan tangan kirinya memegang sebuah tas perlengkapan yang akan Changmin butuhkan.

" Juuccchiii"

Hup

Seketika Changmin berada dalam gendongan Yunho yang baru saja keluar dar kamarnya.

" Ne?"

" Min boleh nginep cama eomma! Hehehhee"

" Whooaaa... Daebakk! Sekarang apa yang Minnie ingin lakukan?"

" Min mau maen pajel (puzzle)! Min bawa pajel!"

" Ya sudah, Minnie naik keatas tempat tidur saja ne? Nanti ahjusshi akan menyusul"

" Ne!"

Junsu mengambil alih Changmin dari gendongan Yunho, membawanya ke kamar Yunho dan mengeluarkan mainan yang ada ada dalam tasnya. Setelah itu Junsu keluar dan duduk bersama Yunho dan Mr. Go.

" Terima kasih sudah memperbolehkan Changmin menginap"

" E-eh... Tidak masalah"

" Aku harap Changmin tidak akan menyusahkanmu Yunho sshi"

" Ne, gwaenchana"

" Lalu bisa aku meminta nomor ponselmu agar aku besok tahu jam berapa aku bisa menjemput Minnie?"

" Aku tidak memiliki ponsel, hmmm... Go ahjusshi, bisakah Junsu sshi mengirimi pesan pada ahjusshi besok?"

" Hahahahaha, tentu saja! Ini nomor ponselku" Ucap Mr. Go kemudian memberikan nomor ponselnya pada Junsu dan juga sebaliknya

" Nah, sudah saatnya aku pulang. Tolong ingat baik - baik bahwa Minnie harus meminum susunya sebelum tidur dan kemudian menyikat giginya" Ucap Junsu kemudian berdiri

" Ne, aku akan mengingatnya"

" Kalau begitu aku akan pergi dan besok aku akan menjemput Changmin di kafe"

" Ne"

Junsu melangkahkan kakinya ke dalam kamar Yunho dan melihat Changmin masih serius bermain dengan puzzle-nya.

" Minnie ah, ahjusshi pulang ne?" Ucap Junsu

" Ne! Ati - ati juchi" Ucap Changmin tanpa menatap Junsu

" Arraseo, jangan nakal ne?"

" Ndddeeeeeee~"

" Give me your flying kiss please" Junsu beraegyo di ambang pintu

" Mmmuuuaaaahhhh!" Changmin memberi flying kiss dengan kedua tangannya dibibir sampai matanya tertutup erat kemudian menjulurkan tangannya pada Junsu dengan wajahnya yang lucu

" Hahahaha!"

Setelahnya Junsu pun berpamitan pada Yunho dan Mr. Go yang ternyata akan pergi ke kafe untuk menutup kafenya. Sehingga sekarang Yunho berdiri sendirian di depan pintu, di kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya dan duduk dipinggir tempat tidur.

" Belum selesai?" Tanya Yunho

" Belum juchi. Min bingung, yang ini di talo dimana? Dicini atau dicini?" Ucap Changmin menunjuk puzzle - puzzle-nya

" Yang ini disini Minnie ah" Yunho memberikan arahan dimana potongan puzzle Changmin harus diletakkan

" Oh! Ne..."

Setengah jam dihabiskan Changmin untuk menyatukan potongan puzzle-nya hingga menjadi satu, setelahnya dia menguap.

" Ahjusshi akan membuatkan susu dulu lalu Minnie harus sikat gigi sebelum tidur. Oke?"

" Ne!"

Saat masuk kembali kedalam kamarnya, Yunho menemukan Changmin sudah berbaring dengan pakaian yang berbeda. Changmin sudah mengganti pakaiannya dengan piyama berwarna merah muda dengan motif hello kitty. Yunho mengerutkan keningnya karena merasa lucu dengan piyama yang Changmin kenakan.

" Minnie ah, ayo bangun dan minum sususmu dulu"

" Nggghh... Ne..."

Changmin mengusap matanya kemudian bangkit dari tidurnya, dia mengambil gelas yang disodorkan oleh Yunho dan meminumnya sampai habis.

" Ayo, setelah minum susu kau harus menyikat gigimu bukan?"

" Uggghhh... Min males juchi"

" Kalau malas berarti Minnie belum mandiri"

" Uuugghhh~ Gendong"

Aigo...

Yunho ingin mencubit pipi Changmin yang tengah ber-aegyo itu! Menggemaskan sekali! Setelah kekehan terdengar dari mulut Yunho, dia mengangkat Changmin kedalam gendongannya dan membawa bocah manja itu menuju kamar mandinya. Yunho mengeluarkan sikat gigi yang sudah disiapkan oleh Junsu dan melihat Changmin menyikat giginya dengan sikat gigi bermotif keroppi yang tak kalah lucunya dengan Changmin.

" Jja, apa lagi yang Minnie biasa lakukan sebelum tidur?" Tanya Yunho setelah keduanya berbaring

" Min biacanya celita apa yang Min lakuin hali ini"

" Apa Minnie mau bercerita pada ahjusshi juga?"

" Ne! Juchi tau? Min hali ini dapet nilai celatus kalna bica jawab cemua pertanyaan matematika dali bu gulu"

" Whooaa... daebakk!" Ucap Yunho sembari mengelus punggung Changmin

" Tapi Kyunie malah coalnya biacanya dia yang dapet nilai celatus, tapi kan itu bukan calah Min kalna Min bica dapet nilai lebih tinggi kan juchi?"

" Ne, Min sudah berusaha dengan amat sangat baik hingga mendapatkan nilai seratus bukan?"

" Ne!"

" Lalu... Minnie, kenapa Minnie mamakai piyama ini eoh?"

" Memang kenapa?"

" Hello kitty?"

" Eoh? Eomma pengen banget piyama kembalan yang ini. Eomma beli di Jepang, tapi cuma cica dua! Bilu buat eomma, melah muda buat Min

" Kau menggemaskan sekali memakai piyama ini Minnie ah"

" Eomma juga bilang gitu pac Min pake piyama ini"

" Kenapa harus hello kitty?"

" Eomma cuka cekali cama hello kitty, dilumah cekalang ada kamal kusus buat kolekci hello kitty eomma"

" Mwo?!"

Yunho mengerutkan keningnya, namja? Menyukai hello kitty?

.

.

.

" Joongie ah! Lihat eommonim membawakan apa?"

" Ne?"

" Boneka hello kitty!"

" Whoooaaa~ Daebakk! Joongie dan baby menyukainya"

Yunho, melihat namja yang tengah hamil enam bulan itu memeluk sebuah boneka hello kitty yang ukurannya lumayan besar. Dia berdecak, menjijikkan bukan? Namja tapi menyukai hello kitty?

" Cih, memalukan"

Yunho berjalan begitu saja, melewati sesosok namja yang memandang punggungnya dengan sendu.

.

.

.

.

" Juchii! Waeyooo~"

" E-eh, ani. Jja... Apa lagi yang kau lakukan hari ini?"

" Tlus ya juchi..."

Mengalirlah suara cempreng Changmin di dalam kamar kecil milik Yunho, Changmin dengan semangat menceritakan apa yang dilakukannya sepanjang hari itu sampai kemudian suaranya makin mengecil dan hanya ada dengkuran halu yang terdengar.

Yunho tersenyum melihat Changmin yang sudah mendengkur halus, dia mengecup kening Changmin dan kembali duduk dipinggir tempat tidurnya. Dia meraih dompet yang ada di atas meja nakas dan membukanya. Pada kenyataannya dia menyimpan sebuah foto dimana seorang namja tengah tersenyum senang hingga matanya tertutup sembari memeluk sebuah boneka hello kitty.

" Bogoshippo"

Tes

Mengingatnya lagi...

Setiap malam, ini yang dia lakukan sebelum tidur. Memandangi fotonya, merindukannya, mengenang masa lalunya yang buruk dan kembali mengutuk dirinya untuk segera mati saja sebelum akhirnya dia bisa tidur dengan mimpi buruk membayanginya.

.

" Nggghh..."

Yunho menggeliatkan tubuhnya, ini adalah malam terhebat dalam hidupnya. Untuk satu malam kemarin dia tidak bermimpi buruk, dia malah bermimpi bermain dengan seorang anak yang wajahny tertutup cahay matahari.

Yunho menoleh dan melihat Changmin sudah menggeliat, Oh? Yunho langsung saja duduk dan mempersiapkan dirinya karena takut Changmin akan menangis dan meraung saat bangun.

" Eooommaaa..." Panggil Changmin dengan merabakan tangannya kemana - mana

" Anak manja bangun! Kau sedang tidak ada dirumah dan sekarang kita akan bersepeda"

" Eommaa..."

" Anak manja bangun!"

Tanpa memperdulikan rengekan Changmin, Yunho menggendong namja cilik itu dan membawanya kedalam kamar mandi, Yunho kemudian membasuhkan air dingin pada wajah Changmin hingga membuat anak itu membuka matanya dan menatap sebal pada Yunho.

" Juchi!" Changmin mempoutkan bibirnya

" Tidak boleh manja Minnie ah, kau sudah bangun sekarang dan ahjusshi rasa ahjusshi tahu bagaimana cara membangunkanmu tanpa harus kau menangis dan merengek"

" Eoh?" Changmin memiringkan kepalanya bingung dengan ucapan Yunho

" A-ah ani, cepat gosok gigimu dan ganti pakaianmu"

" Waeyo? Ini macih pagi juchi"

" Minnie tidak ingin bersepeda?"

Seketika mata Changmin membulat dan berbinar - binar mendengar perkataan Yunho.

.

" Whoooaaaaaa... Lebih cepat jucchhiii!" Pekik Changmin saat sepeda yang dibawa oleh Yunho menuju jalanan menurun

" Hahahahaha, menyenangkan bukan!"

" Ne!" Changmin memeluk erat pinggang Yunho takut angin menerbangkannya

Namun tak lama Yunho menghentikan sepedanya didepan sebuah rumah yang cukup besar dan mengeluarkan sekotak susu dari keranjang karung yang dia letakkan disamping kanan dan kiri sepedanya dan koran dari keranjang depan sepedanya.

" Kenapa juchi kasih cucu cama kolan ke lumah itu?" Tanya Changmin yang masih duduk dikursi belakang sepeda Yunho

" Ini adalah pekerjaan ahjusshi dipagi hari Minnie ah"

" Kenapa juchi mecti kerja?"

" Supaya ahjusshi bisa bertahan hidup Minnie ah, kau tidak akan hidup jika hanya diam dirumah seperti anak manja"

" Juchi culuh Min kelja?" Changmin mempoutkan bibirnya

" Hahahaha" Yunho mengacak rambut Changmin " Tentu saja tidak, tapi kau harus membantu eommamu saat eommamu membutuhkan pertolongan"

" Oh... Min ngelti!"

" Good boy"

Yunho kembali mengayuh sepedanya menuju rumah - rumah yang sudah biasa menjadi pelanggannya. Setelah mengantarkan susu dan koran Yunho berhenti disebuah minimarket untuk membeli bahan yang akan digunakan untuk sarapan Changmin. Tanpa mereka sadari sebuah mobil terus saja memotret kegiatan mereka pagi ini, dia adala Yoochun yang mengemban tugas pagi ini untuk menguntit Changmin dan Yunho.

" Bukan pilihan yang salah menitipkan Minnie padanya bukan?" Ujar Yoochun sembari melihat hasil fotonya

.

Setelah makan pagi yang sederhana, Yunho membawa Changmin menuju tempat kerjanya. Disana dia disambut oleh Mr. Go dan Ahra. Karena kondisi tubuhnya belum pulih sepenuhnya, jadilah Yunho hanya boleh duduk dibelakang kasir, belum lagi di dimarahi oleh keluarga Go karena di suda mengantarkan susu pagi ini padahal seharusnya dia masih beristirahat di rumah.

Yunho memperhatikan Changmin yang tengah bercakap riang dengan Ahra dan sesekali kekehan dan tawa ringan terdengar dari keduanya. Yunho pun sudah memberitahukan Junsu agar menjemput Changmin setelah makan siang.

.

" Minniieeee~"

" Cuuuiieee Jucchhii!" Changmin memeluk ahjusshi kesayangannya itu kemudian mengecup pipi kirinya

" Kau menjemputnya? Dimana eommanya? Apa bekerja dihari libur?" Tanya Ahra

" Ya, toko yang akan dibukanya minggu ini mengalami masalah dan kami sedang mencoba semua cara yang baik agar masalah ini cepat selesai"

" Omo! Aku doakan semoga masalahnya cepat selesai Junsu oppa"

" Ne, terima kasih Ahra yah. Nah Minnie saatnya pulang, kita akan pergi keluar kota beberapa hari ini" Ucap Junsu

" Eh?"

" Eodie?" Tanya Mr. Go

" Kami akan pergi ke Chungnam untuk sementara ini" Jawab Junsu

" Apa masalahnya sangat parah?"

" Hmm... Tidak begitu parah hanya saja, kami harus melakukan sesuatu disana" Jawab Junsu

" Ah, begitu rupanya"

" Ayo Minnie, ucapkan terima kasih pada semuanya"

" Ne"

Changmin pun mengucapkan terima kasihnya pada Ahra, Mr. Go dan yang terakhir dia berlari kearah Yunho untuk mengucapkan terima kasih juga sebuah kecupan pada pipi kanan Yunho.

" Ini ucapan terima kasih dari eomma Changmin" Ucap Junsu sembari menaruh sebuah amplop putih diatas meja kasir

" Mwo? Tidak perlu Junsu sshi"

" Kau ingat apa yang aku katakan sebelumnya? Eomma Minnie tidak menerima penolakan. Gunakanlah untuk kau berobat Yunho sshi, eomma Minnie ingin kau mempergunakan uang ini dengan bijak"

" A-ah nde" Akhirnya Yunho mengangguk dan menerima amplop yang ditaruh oleh Junsu

" Jja, sampai ketemu lagi minggu depan. Annyeong" Junsu membungkukkan tubuhnya dan keluar dari kafe tempat Yunho bekerja bersama Changmin

" Hah... Aku pasti akan sangat merindukan Minnie seminggu ini" Ucap Ahra kemudian memangku dagunya

" Ya... Aku juga" Gumam Yunho sembari menatap pintu kafe

" Keunde oppa... Apa oppa tahu? Hanya mata Minnie yang mirip dengan eommanya?"

" Mwo? Memangnya kau pernah melihat eommanya? Bukankah kau bilang bahwa dia tidak mempublikasikan dirinya?"

" Ups" Ahra meringis saat Yunho menatapnya meminta penjelasan lebih lanjut dan akhirnya Ahra menceritakan kejadian dimana dia bertemu dengan idolanya, Kim Hero

" Oh..."

" Tapi oppa ya... Aku sedang mengingat - ingat wajahnya. Dia sudngguh terlihat familiar"

" Ne?"

.

.

.

.

.

" Eoommmaaaaaa~"

Tap

Tap

Tap

Tap

Langkah kaki kecil itu berlari menuruni tangga diikuti oleh Junsu yang membawa tas kecil milik namja kecil yang tengah menuruni tangga. Setelah seminggu pergi ke Chungnam, hari ini adalah ha pertama Changmin kembali ke sekolah.

" Eommmmaaaa~"

Changmin menghampiri eommanya yang tengah berbincang serius tentang toko dan perusahaannya. Seminggu lalu, salah satu karyawan barunya mencuri desain desain - desainnya sehingga peluncuran toko barunya ditunda untuk mencari sang tersangka yang tidak bisa ditemukan di Korea. Changmin memeluk kaki eommanya yang tengah duduk pada sofa diruang tengah.

" Eomma..."

" Ne baby?" Tanya Jaejoong tanpa menoleh membuat Changmin mempoutkan bibirnya, sudah seminggu ini sang eomma tidak menghiraukannya dan itu baru pertama kalinya sang eomma berbuat seperti ini

" Min mau calapan"

" Makanlah dengan Suie ahjusshi"

" Min mau eomma"

" Eomma sedang tidak bisa Min"

" Eomma... Tapi cudah seminggu in-"

" Yoochun ah, coba kau lihat desainku yang ini. Kau bisa cari bahannya hari ini?"

" N-ne hyung, biar aku lihat dulu" Jawab Yoochun tidak enak

" Minnie ah, ayo kita sarapan" Ucap Junsu yang sedikit kasihan karena Changmin tidak diperdulikan oleh eommanya tapi Changmin menggeleng

" Eomma, Min mau cama eomma"

" Minnie ah... Eomma benar - benar tidak bisa"

" Kajja Minnie" Ajak Junsu

" Eomma! Min mau eomma bukan juchi! Eomma!" Pekik Changmin membuat darah Jaejoong yang belum turun itu malah makin naik

" Kim Changmin!"

Degh

Mata Changmin membulat saat sang eomma berteriak padanya dengan mata yang menatapnya tajam. Changmin memundurkan langkahnya. Jaejoong yang tersadar langsung menatap anakny penuh rasa penyesalan.

" Mi-minnie.."

" Kajja juchi, eomma cedang cibuk" Tanpa banyak kata Changmin langsung menggandeng ahjushhi kesayangannya yang sudah satu minggu ini selalu bersamanya

" Minnie ah" Panggil Junsu tapi Changmin hanya diam sembari terus menarik tangan Junsu menuju pintu depan

" Ada apa ini?"

Mrs. Jung datang setelah Changmin dan Junsu keluar dari rumah. Tadi dia sedang menelepon saat mendengar Jaejoong berteriak nama anaknya.

" Eo-eommonim aku..." Mata Jaejoong memanas dan berkaca - kaca, dia ingat bagaimana Changmin menatapnya penuh luka tadi

" Mwo? Kenapa ini? Yoochun ah?" Mrs. Jung mengalihkan pandangannya pada Yoochun yang hanya mengatupkan bibirnya

" Aku membentak Changmin..." Pada akhir katanya Jaejoong mengeluarkan airmatanya dan menangis sesenggukkan

Astaga, apa yang telah dia lakukan? Ini kali pertamanya dia membentak Changmin dan rasanya sangat menyakitkan!

" Omo..." Mrs. Jung segera datang untuk memeluk Jaejoong dan mencoba menenangkannya " Kau tahu Joongie ah? Minnie sangat kesepian karena seminggu ini kau hanya berkutat pada tokomu itu, di terus menahan diri untuk menemuimu tapi dia hanya anak kecil Joongie ah, banyak yang ingin dia ceritakan padamu bukan padaku ataupun Suie"

Dan tangis penyesalan Jaejoong makin terdengar setelah mendengar cerita dari Mrs. Jung. Dia menyesal, sungguh...

.

.

.

" Minnie ah, kau belum sarapan... Ahjusshi belikan kau roti dan susu ne?" Bujuk Junsu dalam perjalanan ke sekolah Changmin

" Ani..."

Eoh? Hal yang sangat jarang dilakukan Changmin, menolak makanan? Apa dia sangat marah?

" Minnie ah..."

" Min mau ke cekolah caja juchi, gwaenchana"

" Arraseo, tapi... Ahjusshi nanti akan menitipkan sarapanmu pada saenim. Kalau kau lapar segera temui saenimmu ne?"

" Hum" Changmin mengangguk pelan ' Eomma jahat, menyebalkan' Lanjutnya dalam hati

.

" Nah, ahjusshi akan menjemputmu nanti. Annyeong Minnie" Pamit Junsu setelah sebelumnya dia berlari ke mini market terdekat dan menitipkan roti dan susu pada saenim Changmin

Junsu mengecup puncak kepala Changmin yang masih menunduk itu, dia kemudian menunggu Changmin masuk kedalam gerbangnya setelah memberikan salam pada guru Changmin. Setelah dirasa Changmin sudah masuk, Junsu pun kembali ke dalam mobil, dia harus mengerjakan tugasnya yang lain dirumah sebelum nanti menjemput Changmin.

" Min mau cali appa, ciapa tau appa lebih cayang Min dalipada eomma!"

Oh...

Junsu yah... Kau seharusnya menunggu sampai bel masuk berbunyi

.

.

.

.

Drrrrttt... Drrrttttt...

Drrttt...

" Appa, ponselmu berbunyi"

" Ne ne!"

Mr. Go berjalan untuk mengambil ponselnya yang dia taruh di bawah meja kasir.

" Junsu?" Mr. Go mengerutkan keningnya

" Ada apa dia menelepon?"

" Molla" Mr. Go mengangkat sambungan telepon itu " Yeobosseo?"

" Ahjusshi, Mianhae. Apa kau melihat Changmin disana?" Junsu langsung bertanya to the point pada Mr. Go

" Mwo? Changmin? Apa kalian sudah pulang dari Chungnam?"

" Ne, C-changmin menghilang dari sekolah"

" Mwo?!"

" Aku dan eommanya sedang mencari disekitar sekolahnya tapi belum ketemu"

" Kami akan bantu mencarinya"

" Terima kasih ahjusshi"

" Ne, ahjusshi akan segera mencarinya"

Pik

" Ada apa appa?" Tanya Ahra

Yunho yang baru selesai membersihkan meja ikut bergabung dan ingin tahu juga apa yang dibicarakan oleh Mr. Go dan Junsu.

" Changmin menghilang"

" MWO?!"

" Ahra yah, Yunho yah... Bantu Junsu mencari Changmin"

" Ne, aku permisi ahjusshi!" Ucap Yunho yang langsung lari dengan rasa khawatir yang membuncah

.

.

.

Yunho berlari kesana - kesini mencari sosok namja cilik yang menghilang itu di sekitar pertokoan disekitar kafe. Jantungnya berdegup kencang saat mendengar Changmin menghilang, oh... Dia sangat mengkhawatirkan Changmin apa lagi anak itu belum lama ini tinggal di Korea bukan?

" Minnie ah!" Yunho berteriak saat memasuki sebuah taman yang cukup besar ditengah kota

Dia terus berteriak mencari kesana - kesini, dia sungguh takut Changmin kenapa - napa apa lagi ini sudah satu jam pencariannya. Dia harus cepat menemukan Changmin!

Yunho terhenti saat berada disebuah ayunan, dia mengambil nafas sebanyak - banyaknya juga menghapus keringat yang mengalir pada pelipisnya. Penampilannya pasti sangat kacau tapi Yunho tidak peduli, yang penting dia harus menemukan Changmin.

" Minnie ah!" Teriak Yunho sembari berlari lagi " Minnie! Kim Chang-"

Teriakan Yunho terhenti saat melihat sesosok namja kecil duduk diatas bangku panjang taman sembari menunduk dan memegangi perutnya. Dengan cepat Yunho menghampiri anak itu dan berjongkok di depannya.

" Minnie ah..."

" J-juchi"

Degh...

Ada apa ini?

Kenapa Changmin tampak mengenaskan dengan seragam sekolahnya yang kotor?

" Minnie ah"

Yunho langsung berdiri dan menggendong namja cilik itu yang langsung saja menangis saat Yunho menggendongnya.

" Huuuuwweeee... Juchi, Min takut!"

" Shhh... Sekarang sudah ada ahjusshi, tenanglah Minnie" Yunho mengelus punggung Changmin

" Hiks..." Changmin memeluk erat leher Yunho

" Gwaenchana, sudah ada ahjusshi disini"

Changmin mengangguk dalam pelukan Yunho, setelah namja kecil itu tenang Yunho membawa Changmin dalam pangkuannya dan Changmin mulai menceritakan apa yang dialaminya tadi pagi.

" Tapi Minnie ah, kau melukai eommamu jika seperti ini. Kasihan dia mencarimu sekarang. Pasti eommamu sedang banyak pekerjaan bukan?"

" Tapi juchi, ceminggu ini eomma telus caja bekelja. Min cedih"

" Bukankah kau harusnya bersyukur masih bisa bermain dengan Junsu ahjusshi dan halmoni serta harabojimu?"

Changmin mengangguk pelan.

" Tapi Min ingin juga bersama eomma..."

Yunho mengelus puncak kepala Changmin, sedikitnya dia mengerti perasaan anak itu karena dulu saat dia kecil sang appa pun seperti itu padanya.

" Min... Belum makan dali pagi"

" Mwo?!"

" Min kecal cama eomma jadi Min ke cekolah gak makan, telus Min keluar cekolah kecana cini cali kape juchi bial juchi bantu Min cali appa Min. Eh, Min malah dikejal anjing"

Yunho membatu mendengarnya, dikejar anjing katanya?

" Telus Min lali bial ga digigit, pac ditaman anjingnya udah gak ikutin Min tapi Min jatuh dan gak ada yang nolongin makanya celagam Min kotol. Pelut Min cakit makanya Min duduk cini aja..."

" Astaga..."

Yunho memeluk erat anak itu, ini sudah pukul dua belas lebih dan anak itu tidak makan apa - apa sejak pagi serta lelah karena dikejar anjing.

" Minnie ah, ayo ahjusshi belikan makanan kesukaanmu" Ucap Yunho dengan lembut

" Tapi..."

" Ne?"

" Makanan kesukaan Min itu makanan yang dimacak cama eomma..." Lirih Changmin

" Ahjusshi... Akan membelikanmu hal lain. Kau ingin makan apa?"

" Hmmmm... Boleh Min makan naci goleng kimchi?"

" Boleh, ayo kita cari nasi goreng kimchi setelah itu ahjusshi akan mengatarmu pulang"

" Min gak mau pulang"

" Minnie..."

Yunho tidak bisa merayu Changmin untuk saat ini, dia lebih baik membawa Changmin ke tempat makan terdekat dan membelikannya nasi goreng koimchi yang dia inginkan. Sebelumnya Yunho berhenti diapotik untuk membeli obat magh untuk anak - anak dan meminta Changmin meminum obat itu sebelum makan.

" Machita! Juchi aaaaaaa"

" Ne, gomawo Minnie ah" Yunho tersenyum setelah Changmin menyuapkan sesendok makan siang untuknya

Inginnya Yunho mengabari Mr. Go bahwa Changmin sudah dia temukan hanya saja dia tidak membawa buku catatannya dan dia juga tidak memiliki ponsel. Semoga saja semua sudah berkumpul di kafe saat ini.

" Juchi, Min cudah kenyang" Ucap Changmin setelah melahap dua porsi nasi gorengnya

" Ne, ayo..."

Changmin langsung mengulurkan tangannya, dia masih lemas sebenarnya sehingga Yunho menggendong namja cil yang manja itu. Dalam perjalanan Yunho mencoba membuat Changmin nyaman dan membuatnya lebih tenang.

Changmin akhirnya mengangguk pasrah saat Yunho berkata bahwa Changmin harus pulang dan meminta maaf karena sudah kabur dari sekolahnya.

Triiinnggg~

" Yunho oppa!" Ahra berteriak saat Yunho masuk kedalam kafe " Minniiieeee!"

" Auntie!" Pekik Changmin senang

Semua mata menatap senang kearah Yunho yang dalang ke kafe, namun Yunho bingung kenapa pada papan pintu tertulis 'tutup'. Apa semua orang membantu mencari Changmin sampai tidak ada orang dikafe?

" Minnie!"

" Eo-eomma..."

Yunho langsung mengalihkan pandangannya, apa karena seorang Kim Hero datang hingga kafe ditutup? Dipojok ruangan tengah berdiri seorang namja dengan poni menutupi keningnya, mata bulat bening, hidung yang mancung serta bibir merah alami yang tengah menatapnya.

Degh

Degh

Seketika Yunho menurunkan Changmin dari gendongannya hingga membuat semua orang yang ada di dalam kafe bingung. Yunho memundurkan langkahnya, dia merasa hawa dingin mulai merasuk ke dalam tubuhnya. Namja itu... Namja itu...

" Eomma..." Changmin berjalan menghampiri sosok namja itu

" Minnie ah.." Namja itu langsung menggendong Changmin namun matanya dengan lekat menatap Yunho, dia kemudian berjalan mendekati Yunho yang masih memundurkan langkahnya

Kepala Yunho terasa pusing dan berputar sekarang. Di depannya berdiri sosok yang tidak mungkin ada lagi di dunia (menurutnya). Yunho memegang pinggir meja saat tubuhnya terasa lemas seperti minggu lalu, kakinya sudah tidak kuat berdiri saat itu. Namja itu adalah namja yang sudah dibunuhnya lima tahun yang lalu... Dia...

.

.

" Aku tidak melakukannya! Tidak!"

" Tapi aku melihatnya sendiri!"

" Kau salah paham Yun!"

" Apa?! Kau menjijikkan, aku tidak yakin jika anak ini nantinya adalah anakku! Brengsek!"

" Tapi ini adalah anakmu! Kau yang memperkosaku dan aku tidak pernah melakukannya dengan yang lain tidak sepertimu yang bahkan membawa wanita murahan kedalam rumah ini!"

Plakkk

" Apa kau bilang? Wanita murahan? Kau lebih murahan dari pada mereka tahu?!"

Plakk

Sosok namja yang tadi ditampar itu sedikit demi sedikit memundurkan langkahnya tanpa mereka tahu bahaya tengah menantinya.

" Jangan karena kedua orangtuaku membelamu kau jadi tidak tahu diri membentakku namja sialan!"

" Aku hanya mengatakan yang sebenarnya!"

" Dengar" Namja bermata musang itu menarik pakaian depan namja bermata bulat itu dan menatapnya tajam " Aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai anakku, pelacur"

Namja bermata musang itu melepaskan cengkramannya dan membalikkan tubuhnya hendak pergi namun namja bermata bulat itu menahannya dan tetap mempertahankan argumennya karena itulah yang terjadi pada dirinya. Namja bermata musang itu menepis tangannya namun dia mengeratkan pegangan pada lengan sang namja hingga akhirnya sang namja bermata musang itu kesal dan mendorong namja itu.

Brrrraaakkk!

Namun dia tidak menyangka bahwa namja bermata bulat itu jatuh ditangga lantai dua rumahnya. Mata bulat itu terus menatap namja bermata musang walaupun terus meringis kesakitan dan kesadarannya mulai diambang batas.

" Y-yunho yah..."

.

.

.

Dia...

" Yunho yah..."

Kim Jaejoong.

" ..."

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

.

Annyeong~~~~

Hayoo Yunpa udah ketemu tuh sama Jaemma, trus mau gimana lagi?

Hahahahahahaha

Mianhae baru bisa update ^^

.

Special Thanks :

.

Guest (ia ni, udah diupdate), 05 (ia), bebyjae (udh ktm tuh…), SFNLover (annyeong ^^, udh baca… Biarin aja, udah diapus juga ternyata ff nya^^ ga masalah kok Cuma agak kecewa aja diplagiat heheheh tapi katanya sih itu pemikiran murni dia dan temannya tapi diapus ^^), Dewi15 (ia tul sekali), min (ia, kyk na aman), Bestin84 (ia, aman kyk na itu udah ktm), Kamikaze Zettaaime (ia, doain supaya dia jadi orang bae yak!^^), Kim Rin Rin (cheonma ^^ makasih juga udah baca ff gaje Cho), metayaoilover (ia, diusahain supaya ga ada pihak ke3 adanya pihak ke 4 sama 5 hahahahaha), dheaniyuu (jangan diculik lhoo… bang mimin Cuma punya cho…), shfly – Kim (ia, cho lanjutin kok, maaf lama ya hahahaha^^), ina (ia, diusahakan ya^^), MyBabyWonKyu (ia, doain aja biar tuh tante bae disini. Makasih atas saran na ne?^^), akiramia44 (eii~ Awas jangan culik bang mimin, dia Cuma punya Cho hahahahaha),

Himeryo099 (makasih udah baca ^^ ada kok ^^), zhu (makasih ya, nado hwaiting!), narayejea (ia, itu udah ketemu mereka berdua. Ia, bukan antagonis kyk na), amour-chan (udh dibikin tuh, cho hobby sih bikin yang hurt, lebih kena aja ^^ hahahahha ada yang ga hurt kan), alice (sip deh pokonya udah diupdate), ayas (udah ketemuan tuh…), Avanrio11 (ia, mereka udah ketemu tuh), RereYunjae Pegaxue (ia, doain aja. Ia… si Jaemma lagi usaha tuh di chap depan), Yunjae Heart (ia eonn, jangan sampe baper yak! Udah Cho update in ya!), ruixi1 (jangan bawa pulang bang mimin, dia Cuma punya Cho ^^), Guest (makasih ^^ blm tau mau berapa chap nih.. hehehe), lee sunri hyun (ne), azahra88 (jangan cubit bang mimin na Cho…), Choi ann (makasih untuk sarannya untuk jalan cerita cho udah buat tapi yah… pake beberapa saran bisa kok ^^ emang disini kayaknya Yunpa trauma ^^), gaemGyu92 (ia, Cho lanjutin kok ^^ Ahra? Doain aja dia jadi orang bae)

Dwiyuliani 562 (ia, Cho cari yang antimainstream kok ^^. Cheonma), teukiangle (itu udah ketemu. Hahahaha doain aja dia bae ya), indy (sip deh), cokelat (itu udah ketemu, nao hwaiting!), littlecupcake noona (ia, cho antimainstream ntr, kmn aja nih eonn ga muncul-muncul?), fera95 (jangan culik bang mimin ne? Dia punya Cho hahahaha mereka udah ketemu tuh), puji (ne), Princess jae (ia, cho usahakan…), SecretVin137 (itu mereka udah ketemu trus tinggal reaksinya aja dichap depan), 5351 (ia ^^), YJS (amin, semoga aja gitu hehehehe), Guest (udah cho update tuh ff Hurt na ^^),

birin. rin (kenapa dah speechless? Hehehe), Septyana Lin Kudo (hmm.. liat chap depan ya), fans jj (Cho ada disini kok ^^ lebaran sepi? Nyalain petasan lha hahahaha, cho senengnya yang hurt kkkk. Sama – sama, makasih juga udah baca gaje Cho), Angelhana9 (ga ada tuh… kan jaemma nutup diri dari dunia luar hahahaha), shipper89 (ia, semoga chap depan dia bisa deketin Yunpa ne?), nabratz (ia, cho usahain hehehe), alby. chun (ia, cho usahain simple tapi antimainstream ya!), Guest (sip), kimRyan2124 (ia, Cho mau autie ahra ga jahat disini).

.

Makasih juga buat yang udah follow, fav juga para sider.

.

Sekali lagi makasih ya.

Oke, pertanyaan pertama, Kapan Jaemma sama Yunpa ketemu? Dichap ini udah ketemu

Kedua, Ahra sini antagonis? Doain aja ya dia bae – bae aja di ff ini

Ketiga, sampe chap bberapa ff ini? Oh, Cho juga gak tau chap depan mau gimana. Tapi Cho cari jalan cerita yang ga mainstream deh? Hahahahaha

Ah~ cho update hari ini karena gak masuk kerja, sakit hehehehehe

Doain aja abis ini Otaku bisa update malam ini ya, soalnya Cho udah selesai in setengah chap Otaku hahahaha ^^

.

So, see you next chap oke?

Chuuuu~

.

.

Selasa, 27 Oktober 2015