Home
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan
Cast : DBSK Family, dll
Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort. Yaoi
Typos bertebaran, membosankan, alur suka"
Rate : T
Yang gak suka bisa langsung di close ^o^
Maaf ya buat yang udah nunggu ff ini seabad, hahahaha #bow
Satu lagi, Cho sebenernya ga PD buat update chap ini, tapi mau gmn lagi... Show must go on kan? Apa lagi banyak yang ingetin di PM buat update hehehehe, gomawo #bow
.
.
.
.
.
" Aku tidak melakukannya! Tidak!"
" Tapi aku melihatnya sendiri!"
" Kau salah paham Yun!"
" Apa?! Kau menjijikkan, aku tidak yakin jika anak ini nantinya adalah anakku! Brengsek!"
" Tapi ini adalah anakmu! Kau yang memperkosaku dan aku tidak pernah melakukannya dengan yang lain tidak sepertimu yang bahkan membawa wanita murahan kedalam rumah ini!"
Plakkk
" Apa kau bilang? Wanita murahan? Kau lebih murahan dari pada mereka tahu?!"
Plakk
Sosok namja yang tadi ditampar itu sedikit demi sedikit memundurkan langkahnya tanpa mereka tahu bahaya tengah menantinya.
" Jangan karena kedua orangtuaku membelamu kau jadi tidak tahu diri membentakku namja sialan!"
" Aku hanya mengatakan yang sebenarnya!"
" Dengar" Namja bermata musang itu menarik pakaian depan namja bermata bulat itu dan menatapnya tajam " Aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai anakku, pelacur"
Namja bermata musang itu melepaskan cengkramannya dan membalikkan tubuhnya hendak pergi namun namja bermata bulat itu menahannya dan tetap mempertahankan argumennya karena itulah yang terjadi pada dirinya. Namja bermata musang itu menepis tangannya namun dia mengeratkan pegangan pada lengan sang namja hingga akhirnya sang namja bermata musang itu kesal dan mendorong namja itu.
Brrrraaakkk!
Namun dia tidak menyangka bahwa namja bermata bulat itu jatuh ditangga lantai dua rumahnya. Mata bulat itu terus menatap namja bermata musang walaupun terus meringis kesakitan dan kesadarannya mulai diambang batas.
" Y-yunho yah..."
.
.
.
.
.
Dia...
" Yunho yah..."
Kim Jaejoong.
" ..."
.
.
.
.
~ Chapter 4 ~
.
.
.
.
.
" Yunho yah..."
Suara lembut itu membuat Yunho takut, dia semakin memundurkan langkahnya sedangkan Ahra, appa serta beberapa karyawan appanya menatap tidak mengerti kearah Yunho dan Jaejoong .
" Ada apa ini?" Tanya Ahra dengan nada pelan
" Ahra sshi" Panggil Junsu kemudian membawa Ahra menjauh dari Yunho dan Jaejoong
" Ja-jangan mendekat" Ucap Yunho sekali lagi
" Yun?"
" Juchi?"
Yunho melangkah mundur sampai menabrak pintu kaca, tangannya meraba dan menggapai pegangan pintu itu kemudian mendorongnya, Yunho melarikan diri dari kafe.
" Minnie ah, tetaplah disini bersama Chunnie ahjusshi ne?" Ucap Jaejoong
" Tapi eomma..." Changmin berusaha menolak keinginan eommanya
" Eomma minta maaf baby, eomma akan kembali dan membawa Yunho ahjusshi"
" Ne eomma"
Yoochun mengambil alih Changmin dari gendongan Jaejoong dan membawa namja kecil itu pada Ahra dan Junsu yang sepertinya sudah selesai berbicara terlihat dari wajah pucat pasi yang Ahra tunjukkan. Sedangkan Jaejoong mengikuti Yunho yang keluar dari kafe, dia melihat Yunho berjalan tanpa melihat apa yang ada di depannya hingga beberapa orang berteriak dan memarahinya karena telah menabrak orang – orang itu.
Yunho memeluk dirinya sendiri dia bingung dengan keadaannya, apa – apaan ini? Kenapa namja yang sudah diduganya menaingga itu ada dan hari ini muncul dihadapannya? Kenapa ini? Apa semua mencoba menyembunyikannya dan membiarkannya hidup dalam penyesalan yang tidak berujung.
Dan apa tadi? Changmin memanggilnya dengan eomma? Itu berarti Changmin adalah anaknya? Benarkah?
Yunho terus berjalan dengan pemikirannya yang kalut. Dia benar – benar tidak menyangka bahwa Jaejoong masih hidup tapi, bagaimana bisa?
Jaejoong...
Jaejoong...
Jaejoong...
" Akhh.."
Yunho menjambak rambutnya sendiri karena terasa sangat menyakitkan baginya, dia mencoba memendam semua itu sendiri tapi apa nyatanya? Dia bahkan membiarkan psikiater memeriksa kejiwaannya kerena merasa seseorang yang menggendong seorang bayi mungil mengikutinya dulu.
Sementara itu Jaejoong tidak kuasa lagi menahan tangisnya, dia sedih melihat Yunho seperti ini. Jiwanya tercabik melihat kepedihan yang Yunho alami. Namun, bukan hanya Yunho yang memiliki pedihan dia pun sama. Dia harus bisa menyembuhkan traumanya pada namja yang masih dicintainya itu juga rasa takut saat Changmin baru saja lahir.
Jaejoong bahkan tidak menyentuh Changmin sampai seminggu setelah kelahirannya, Jaejoong sangat takut membunuh Changmin karena dia hampir melakukannya saat tidak berhati – hati hingga dirinya jatuh dari tangga walaupun penyebab utamanya adalah didorong oleh Yunho.
Tidak,
Dia pasti bisa mengulang dan memperbaiki semuanya bersama namja itu. Jaejoong segera mengejar Yunho yang berjalan semakin cepat sampai...
BRAAKKK
CKIIIITTTTT
" YUNHO!"
Kejadian itu berlangsung dengan cepat saat sebuah mobil menabrak tubuh Yunho yang sudah terhuyung saat menyebrang tanpa menoleh ke kanan ataupun ke kiri.
.
.
.
.
.
" Bagaimana Joongie?"
Jaejoong mendongakkan kepalanya dan dia melihat kedua mertuanya sudah ada dihadapannya jangan lupakan wajah khawatir mereka.
" Eommonim..."
Jaejoong bangkit dan langsung memeluk mertuanya itu, dia menangis sesenggukkan seperti anak kecil namun Jaejoong tidak peduli. Dia ingin menyalurkan kesedihannya yang dialaminya selama ini dan Mrs. Jung mengerti akan hal itu sedangkan Mr. Jung menghampiri Ahra dan appanya yang duduk tak jauh dari mereka.
Sementara itu Changmin yang masih dalam gendongan Yoochun ikut menangis karena sang eomma menangis. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena dia kabur sehingga semua yang terjadi hari ini adalah salahnya.
" Juchii... hiks... Salah Min.."
" Aniya Minnie ah, semua bukan salahmu" Yoochun menenangkan Changmin dengan mengelus punggung namja kecil itu bersama Junsu yang berdiri disampingnya
" Minnie ah, eommamu menangis bukan karena Minnie" Junsu ikut menenangkan Changmin
" Tapi..."
" Sudah Minnie ah, eommamu pasti sedih juga melihat kau menangis"
" Hiks..."
Changmin memeluk leher Yoochun erat dan tetap menangis dalam gendongan Yoochun, sedangkan Junsu menghampiri Jaejoong, dia harus jadi penengah agar Changmin tenang dan tidak menyalahkan dirinya sendiri.
" Hyung ah..."
" ..."
Tidak ada respon dari Jaejoong, namja cantik itu masih menangis dalam pelukan Mrs. Jung, membuat Junsu sedikit kecewa pada respon yang diberikan oleh Jaejoong.
" Hyung!" Sekali lagi Junsu memanggil Jaejoong namun dengan nada tinggi
Akhirnya Jaejoong menganggkat kepalanya dan menatap Junsu dengan wajahnnya yang merah dan mata sembab.
" Bisakah kau lebih tenang?" Tanya Junsu dengan nada tenang
" Tenang? Bagaimana bisa tenang jika Yunho sedang berjuang didalam sana?!"
" Hyung, dia namja yang kuat buktinya dia bisa bertahan selama ini"
" Kau tahu apa tentang dirinya eoh?!" Jaejoong menaikkan nada suaranya membuat Junsu makin jengel
" Jae..." Mrs. Jung menengahi
" Aku memang tidak tahu apa – apa tentang namja brengsek yang sudah menyakitimu hyung. Tapi aku mengenal anakmu dan dia sedang menangis dipelukan Yoochun hyung, menyalahkan dirinya sendiri karena menurutnya semua ini salah dirinya!"
DEG
Jaejoong merasa tertampar saat Junsu mengatakannya, dia langsung menoleh kearah Yoochun yang tengah menenangkan Changmin yang masih memeluk lehernya dengan erat. Apa yang telah dia lakukan? Kenapa dia menjadi panik dan tidak bisa menahan diri setidaknya untuk Changmin. Kenapa dia menjadi seperti ini?
Dengan langkah pelan dia berjalan menuju Changmin yang terdengar sesenggukkan hingga membuat Jaejoong kembali menangis. Dia menyentuh pundak Changmin dan membuat anak tersayangnya itu menoleh pada dirinya.
" Maafkan eomma, Minnie ah..." Lirih Jaejoong kemudian membuka tangannya berharap sang buah hati beralih padanya
" Min yang calah"
" Ani, ini semua kesalahan eomma, kau tidak berbuat salah. Eomma yang salah, maafkan eomma ne?"
" Hiks..." Changmin mengangguk begitu saja dan dia langsung mengulurkan tangannya
Jaejoong mengambil alih Changmin dan terus mengecupi puncak kepala anaknya dan memeluk Changmin erat. Ya, dia harusnya bersikap lebih tegar didepan anaknya, tidak seperti ini.
.
.
" Minnie tertidur"
" Ne..."
Jaejoong memperhatikan bagaimana malaikat kecilnya itu tidur dalam pangkuannya bersama Ahra yang duduk disamping Jaejoong. Ahra sangat tidak menyangka bahwa namja cantik yang duduk disampingnya ini adalah istri dari Yunho. Namja yang sempat mencuri hatinya dan akhirnya dia tahu apa yang hilang dari Yunho.
Seorang Kim Jaejoong.
Ahra sudah tahu masa lalu mereka berdua dan bertekat untuk menyatukan keduanya walaupun sulit.. Dia tahu Yunho pasti memiliki perasaan yang sama pada Jaejoong. Hanya saja, bagaimana caranya untuk menghilangkan trauma yang dialami Yunho?
Ahra mengetahui bahwa Yunho memiliki trauma dari sang appa yang memberitahukan penyakit Yunho beberapa minggu lalu dan akhirnya Ahra tahu apa yang menebabkan trauma pada Yunho setelah mendengar cerita dari Junsu.
" Keluarga Tuan Jung Yunho"
" Ya dokter"
Jaejoong berdiri sembari menggendong Changmin yang tertidur, dia menghampiri sang dokter bersama dengan kedua mertua, Yoochun, Junsu serta Ahra. Sedangkan Mr. Go sudah pulang untuk mengurus kafenya.
" Kaki kiri tuan Jung Yunho patah dan dia mengami keretakan pada lengan kiri juga luka pada pelipisnya tapi keadaannya sudah stabil dan hari ini dia akan dipindahkan ke kamar rawat"
Jaejoong menghembuskan nafasnya, dia beryukur bahwa Yunho selamat walaupun dia terluka. Begitu juga dengan Mr. dan Mrs. Jung yang terlihat sangat senang.
.
.
.
Sudah dua jam sejak Yunho dipindahkan ke ruang rawat hanya saja namja itu masih setia menutup matanya. Jaejoong sedang menunggu namja itu sadar bersama Changmin yang tidur pada sofa panjang diruangan itu.
Jaejoong seperti sedang bermimpi karena bisa menyetuh namja bermata musang itu setelah lima tahun. Bisa menyentuh pipi namja itu dan mengelus rambut yang dulu sama sekali tak terpegang olehnya.
" Yunie..."
Bagaikan sebuah mantra, panggilan itu membuat namja bermata musang itu membuka matanya secara perlahan. Jaejoong yang sadar segera menjauhkan tubuhnya dan mendadak saja dia gugup. Bagaimana jika Yunho kembali menolaknya, bagaimana jika Yunho berteriak memintanya pergi atau banyak kemungkinan lain yang membuat Jaejoong takut.
" Dimana ini?"
" R-rumah sakit"
DEG
Yunho membuka lebar matanya dan menoleh ke sumber suara, dia melihat seorang namja dengan mauta sembab berdiri disamping ranjang rawatnya. Jantung Yunho berdenyut sakit dan kejadian sebelum dia ada di rumah sakit langsung menyeruak kedalam otaknya.
"Y-yun.." Jaejoong memandang cemas pada Yunho yang mulai berkeringat
" J-jangan katakan apapun" Yunho memegangi kepalanya menggunakan tangan kanannya
" Apa yang sakit? Kepalamu sakit eoh? Aku akan memanggil dokter. Tunggulah sebentar"
" Tidak..."
" Mwo?"
" Pergilah dari sini" Ucap Yunho dengan memejamkan matanya
" Eh?"
" Aku mohon pergilah dari sini"
" Ta-tapi Yun..."
" Sekarang, aku tidak bisa berhadapan denganmu, pergilah"
Jaejoong menatap sedih pada Yunho yang memejamkan matanya, namja itu tidak ingin melihatnya bukan? Jaejoong menoleh dan melihat Changmin masih tertidur dengan nyenyak. Bukankah ini bisa menjadi alasan bagi Jaejoong untuk kembali lagi ke kamar ini?
" Baiklah Yun, aku akan pergi tapi biarkan Changmin disini, dia sangat mengkhawatirkanmu"
" ..."
" Ak-aku pergi Yun" Pamit Jaejoong kemudian tangannya hendak menyentuh kepala Yunho
" Jangan sentuh aku"
DEG
Jaejoong menarik kembali tangannya dan meremasnya pelan, bahkan Yunho tidak mau tersentuh olehnya. Jaejoong kemudian menghampiri Changmin dan mengecup kening anaknya itu sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan kamar rawat Yunho.
BLAM
Yunho membuka mata saat mendengar suara pintu tertutup, bukan tanpa alasan Yunho meminta Jaejoong untuk keluar. Tangannya begitu gemetaran dan kepalanya berkunang – kunang saat Jaejoong ada disampingnya tadi, ya... Trauma yang diderita oleh Yunho kambuh tanpa Jaejoong ketahui.
Yunho tidak bisa membayangkan jika begini kelanjutan hidupnya. Bertemu dengan Jaejoong memang harapannya tapi bukan di dunia, dia berharap bisa mati saja agar bisa meminta maaf pada Jaejoong.
Bukan...
Bukan seperti ini yang dia harapkan, hidup dalam mimpi buruk yang selalu terjadi setiap malam, hidup dalam rasa penyesalan yang tidak berujung. Tapi, dia juga tidak sanggup jika menerima kenyataan bahwa Jaejoong masih hidup.
" Ugh... Eomma..."
Yunho menolehkan kepalanya dan melihat seorang namja kecil mulai menggeliat. Seakan tahu kebiasaan Changmin, Yunho mulai memanggil namanya.
" Changmin ah... Minnie bangun..."
" Eommaaaa..."
" Hanya ada ahjusshi disini, bangunlah dan lihat ahjusshi"
" Hiks.."
" Minnie ah, ahjusshi tidak bisa mengangkatmu karena ahjusshi terluka. Ahjusshi mohon bukalah matamu"
Bagaikan sulap, namja kecil itu langsung membuka matanya dan duduk. Dia langsung menoleh ke arah Yunho sembari menunjukkan mata sembabnya.
" Juchi huwwweeee..."
Changmin turun dari sofa itu dan berjalan sembari menangis ke arah Yunho. Yunho sendiri bingung menghadapinya, satu sisi ingin merengkuh namja cilik itu satu sisi dia tidak bisa melakukannya karena tubuhnya yang masih bergetar serta perban pada kaki dan tangan kanannya membuat dirinya makin tidak bisa bergerak.
Changmin naik pada bangku yang ada disamping ranjang itu dan memeluk Yunho pelan karena tidak ingin menyakiti Yunho.
" Juchi mianhe... Min nakal bikin juchi macuk lumah cakit"
" Mi-minnie ah..."
" Huweee... Maapin Min"
PUK PUK
PUK PUK
Hanya itu yang bisa Yunho lakukan saat ini, dia menepuk – nepuk pelan punggung Changmin hingga membuat Changmin nyaman dan menghentikan tangisannya namun masih memeluk Changmin membiarkan Yunho yang sedang berpikir.
' Changmin adalah anak Jaejoong...'
Empat kata itu segera menampar Yunho, empat kata yang ada dalam pikirannya sudah membuatnya sadar akan hal penting dalam hidupnya. Jika Changmin adalah anak Jaejoong maka Changmin adalah...
" Anakku..." Lirih Yunho namun membuat Changmin melepaskan pelukannya dan menatap bingung pada Yunho
" Juchi..."
Oh lihatlah, mata bulat yang Ahra katakan sangat mirip dengan ibunya ini. Benar, mata Changmin sama seperti mata Jaejoong. Namun yang lain, adalah mengikuti gen keluarga Jung. Pantas saja jika Go ahjusshi langsung beranggapan bahwa Changmin mirip dengannya, kenyataannya memang Changmin adalah anaknya. Benar bukan?
" Juchi?" Changmin kembali memanggil Yunho yang masih saja melamun tapi menatapnya
" E-eh..."
Rasa bersalah kembali merasuki tubuh Yunho, bukankah dulu dia pernah berniat membunuh Changmin saat Jaejoong memasuki bulan kedua kehamilannya? Bahkan mengutuk janin yang ada didalam tubuh Jaejoong juga memanggilnya dengan janin haram?
" Juchi gwaenchana? Juchi cakit?"
" Minnie..."
" Juchi belkelingat. Biar Min ambil ticu. Cebental ne.."
Yunho mengamati bagaimana namja kecil itu turun dan mengambil selembayr tisu diatas meja dan kembali lagi kepadanya kemudian mengelap keringat yang ada disekitar wajah Yunho.
Yunho memperhatikan bagaimana Changmin memperlakukannya, apa yang akan dilakukan Changmin jika namja kecil itu tahu bahwa dia adalah ayahnya? Meneriakinya? Menolaknya? Membencinya?
CEKLEK
" Minnie? Sedang apa?"
" Eoh... Eomma... Uno Juchi belkelingat jadi Min ambil tisu buat elap kelingat Uno juchi"
" Anak pintar"
Jaejoong memasuki ruangan bersama dengan dokter yang menangani Yunho, Changmin turun dari kursi itu dan duduk nyaman dipangkuan eommanya sementara sang dokter memeriksa keadaan Yunho. Yang Jaejoong sadari, Yunho sama sekali tidak membuka matanya selama Jaejoong ada didalam ruangan, namja itu hanya membuka matanya saat dokter menyuruhnya.
Jaejoong menatap sendu Yunho, apa... Yunho benar – benar muak padanya hingga tidak ingin melihat wajahnya?
" Eomma..." Panggil Changmin
" Ne baby?"
" Min aus"
" Eoh? Eomma membawa jus untukmu. Sebentar baby, ada didalam tas eomma"
" Ne"
Setelah memberikan sekotak jus, Changmin kembali merengek pada Jaejoong.
" Eomma..."
" Ne?"
" Min lapal"
" Biskuit dan kue ada didalam tas eomma juga baby, makanlah dan nanti kita akan mencari makan malam disekitar sini. Ne?"
" Ne eomma"
Yunho yang mendengar percakapan kecil antara Jaejoong dan Changmin membuat Yunho terenyuh. Namja itu pasti sangat sulit membesarkan Changmin seorang diri, tapi... Bagaimana kabar appa dan eommanya? Apa mereka tahu bahwa Jaejoong ada disini bersamanya?
" Halmoni, halaboji eodie?"
Nah, pertanyaan Changmin yang satu ini membuat Jaejoong gugup. Kedua orangtua Yunho sedang dalam perjalanan ke rumah sakit namun bukan itu masalahnya, bagaimana dia menjelaskan semua yang terjadi pada Yunho nanti? Beda lagi dengan Jaejoong, Yunho memutar otaknya saat pertanyaan Changmin keluar.
' Halmoni? Haraboji? Orangtua Jaejoong? Bukankah mereka sudah tidak ada? Apa Jaejoong tinggal dengan orang lain?"
" Baiklah, tuan Yunho sudah lebih baik dan bisa beristirahat sekarang, dia mungkin akan membutuhkan beberapa obat untuk menahan sakitnya di malam hari tapi itu bukan masalah besar" Jelas sang dokter
Jaejoong berdiri dengan menggendong Changmin kemudian membungkukkan tubuhnya, mengucapkan terima kasih sebelum sang dokter pergi dan kembali duduk dalam diam tanpa menjawab pertanyaan yang tadi Changmin lontarkan.
Namun pertanyaan Yunho segera terjawab saat seseorang membuka pimtu dan Jaejoong langsung menyambut mereka.
" Eommonim, aboji..."
' Eommonim? Aboji? Apa Jaejoong sudah menikah?'
" Joongie ah..."
DEG
Suara lembut itu membuat Yunho jatuh kedalam jurang yang paling dalam di dunia, bagaimana tidak? Suara itu merupakan suara dari yeoja yang sudah melahirkannya. Yunho perlahan membuka matanya dan menoleh, dia terpaku melihat dua orang yang sangat disayanginya (walaupun terlambat) ada di depan matanya.
" Eo-eomma..."
" Yunho yah!"
Mrs. Jung mendekati Yunho dan memeluk Yunho yang tengah berbaring itu kemudian dia mulai menangis. Yunho sendiri hanya bisa terpaku saat sang eomma memeluk erat dirinya disertai tangis histeris.
" Eomma merindukanmu Yun"
Mrs. Jung melepaskan pelukannya kemudian menangkup wajah tirus Yunho. Menatap sendu sang anak dan kembali memeluknya.
" Eomma..." Panggil Yunho
" Ne Yun, ini eomma"
" Aku... Aku tidak pantas untuk kau tangisi bahkan jika aku mati"
" Apa yang kau katakan eoh! Kau anakku, darah dagingku!"
" Eomma..." Lirih Yunho dan tak lama dia pun mengeluarkan airmatanya
" Bagaimana keadaanmu?"
" Ap-appa..."
" Anak nakal"
" Appa..."
Changmin sendiri menatap bingung pada Halmoni dan haraboji-nya, kenapa Yunho memanggil halmoni-nya dengan eomma? Dan harabojinya dengan appa?
" Eomma... Kenapa Uno juchi memanggil halmoni dan halaboji dengan eomma dan appa?" Tanya Changmin selagi Mr. dan Mrs. Jung berpelukan
" Ne..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya
" Kenapa?"
" Minnie ah..."
" Ne?"
" Yunho ahjusshi adalah anak dari halmoni dan haraboji..."
" Eung?" Changmin mengerutkan keningnya
" Yunho ahjusshi adalah appamu"
Pernyataan Jaejoong yang mendadak membuat semua orang yang ada dalam ruangan itu menoleh dan menatap Jaejoong kecuali Yunho yang malah menatap Changmin.
" Appa Min?" Tanya Changmin kemudian menatap Yunho yang tengah menatapnya
" Ne, appa Min..."
" Uno juchi?"
Semua menahan nafas menunggu reaksi yang akan Changmin berikan begitu pula Yunho yang masih terpaku.
" Ani"
Deg
" Uno juchi bukan appa Min, Uno juchi itu yah... Uno juchi"
" Baby..." Lirih Jaejoong kemudian mengelus pelan rambut Changmin, sepertinya akan sulit membuat Cangmin mempercayai ucapannya
" Minnie... Yunho ah-"
" Aku adalah Yunho ajusshi-mu Minnie ah" Ucap Yunho dengan pelan
Changmin pasti sulit juga menerima kenyataan ini, walaupun dia masih anak kecil tapi Changmin memiliki perasaan. Dan dia akan menolak apa yang menurutnya tidak benar.
" Tuh kan benel, Uno juchi bukan appa Min" Ucap Changmin sembari memeluk leher Jaejoong
Ada rasa kecewa dalam diri Yunho ketika Changmin tidak mengakuinya sebagai appanya tapi Yunho berpikiran positif, siapa juga yang langsung percaya dengan semua kenyataan yang mendadak ini?
Ceklek
Selagi mereka sibuk dengan pemikirannya masing - masing, pintu kamar rawat Yunho terbuka dan masuklah sepasang namja dan yeoja berbeda usia, Ahra dan appanya.
" Se-selamat malam, kami ingin menjenguk Yunho oppa, apa kami mengganggu?" Tanya Ahra dengan gugup
" Ah tidak Ahra yah... Silahkan masuk" Jawab Jaejoong kemudian tersenyum manis
" Terima kasih" Ucap Ahra dengan wajah tersipu saat Jaejoong menyunggingkan senyum untuknya
Setelah Ahra menyapa Jaejoong, kedua orangtua Yuno serta Changmin, dia menuju Yunho yang sejak tadi tidak memandangnya. Yunho hanya menatap keluar jendela sejak Ahra masuk tadi.
" Annyeong oppa" Sapa Ahra
" Ne Ahra"
" Bagaimana kabar oppa?"
" Lebih baik, ng... Ahra ya..."
" Ne?"
" Bisa kau bawa aku ke taman rumah sakit? Aku butuh udara segar"
" Tapi..." Ahra menoleh ke belakang dimana Jaejoong menatap sendu kearah mereka " Bu-bukankah oppa baru saja sadar?"
" Aku ingin menghirup udara segar diluar sana" Ucap Yunho pelan
" A-a-aku akan bertanya pada dokter apakah kau boleh keluar atau tidak" Ucap Jaejoong
Dengan segera Jaejoong berjalan keluar setelah menyerahkan Changmin untuk digendong oleh Mrs. Jung. Setelah Jaejoong keluar barulah Yunho berani menoleh dan menatap semua orang yang ada di dalam ruang rawatnya.
" Yunho yah..." Panggil sang eomma
" Aku hanya ingin keluar" Ucap Yunho sekali lagi
Tak lama seorang suster datang membawa sebuah kursi roda. Dia membantu Yunho untuk duduk disana, semua orang memandang Yunho dengan sendu beda lagi dengan Changmin yang sejak tadi memegangi tangan Yunho.
" Min ikut" Ucap Changmin
" Nanti kau lelah... Bukankah Minnie harus makan malam?"
" Tapi..." Changmin mengerucutkan bibirnya " Min mau cama juchi"
" Minnie ah, biarkan Yunho ajusshi keluar sebentar. Bukankah eomma Minnie akan segera kesini?" Ucap sang halmoni
" Ugh... Arraceo!"
Changmin menyedekapkan kedua tangan didepan dada dengan bibir mengerucut imut. Yunho tersenyum mendapati sikap Changmin yang sungguh menggemaskan itu. Ahra pun membawa Yunho keluar kamar setelah bisa menenangkan rengekan Changmin tadi.
.
" Oppa... Ada apa sebenarnya?" Tanya Ahra
Mereka kini sudah berada di taman rumah sakit yang sudah mulai gelap karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
" Huumm?"
" Kenapa kau bersikap aneh pada Jaejoong hyung? Aku sudah tahu kehidupanmu sebelum ini oppa, jika aku bisa membantu maka aku akan membantumu"
" Ahra yah... Semua ini tidak akan mudah bagiku"
" Wae?"
" Mereka akan membawaku kembali kerumah mereka"
" Bukankah itu bagus?"
" Tidak jika ada Jaejoong disana"
Ahra mengerutkan keningnya tidak mengerti.
" Jaejoong adalah... Sumber ketakutanku selama ini Ara. Kau pasti mengetahui traumaku bukan?"
" Ya, aku tahu tadi siang setelah menyambungkan semua peristiwa - peristiwa yang terjadi dalam hidupmu oppa"
" Aku... Aku tidak bisa membayangkan namja itu menyentuhku. Melihatnya saja membuat seluruh tubuhku gemetaran" Lirih Yunho
" Kalau begitu, berobatlah. Bukankah oppa bisa mendatangi psikiater?"
" Tidak semudah itu Ahra, pada aslinya menjalaninya lebih sulit dibanding dengan teori"
" Aku tahu tapi... Jaejoong oppa..."
" Aku tidak tahu Ahra... Tidak... Kau... Kau tidak pernah tahu rasanya dibayangi oleh seseorang yang kau kira sudah meninggal..." Yunho menundukkan kepalanya " Lima tahun kau tidur bersama mimpi buruk yang terus terulang, hanya penyesalan yang ada disetiap langkah kakimu... Tidak Ahra... Kau tidak tahu perasaanku"
Ahra menghela nafasnya kemudian berlutut di depan kursi roda yang Yunho duduki.
" Dengar oppa, semua orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua. Raihlah kebahagiaanmu, coba untuk melihat lebih luas bahwa Jaejoong oppa pun ingin bersamamu kembali"
" Bersamaku? Tidak mungkin Ahra, dia pasti membenciku"
" Tidak, dia tidak begitu. Dia peduli padamu oppa..."
Yunho makin tenggelam pada pemikirannya, dia memejamkan mata cukup erat memikirkan semua yang terjadi hari ini hingg tak terasa air matanya mengalir begitu saja, dia menyesali semuanya...
" Oppa..." Lirih Ahra dan mencoba menenangkan Yunho dengan memeluknya
.
" Nggh! Sakit..."
Jaejoong, namja itu melihat bagaimana kedua orang itu saling berpelukan setelah sebelumnya mereka membicarakan sesuatu yang tidak terdengar karena jarak mereka cukup jauh.
" Aku tidak sanggup melihatmu seperti itu bear..." Lirih Jaejoong " Harusnya aku tahu kau tidak mencintaiku bahkan sampai saat ini"
.
.
.
Jaejoong memutuskan untuk pulang bersama Changmin malamnya, dia meminta Yoochun dan Junsu untuk menjaga Yunho. Dan besok pagi eomma Yunho akan menemani Yunho.
Alasan Jaejoong untuk pulang adalah salah satunya karena insiden tidak sengaja yang tadi dia lihat di taman rumah sakit. Harusnya Jaejoong sadar diri untuk tidak mengganggu kehidupan Yunho sekarang ini.
Jaejoong mengelus kepala anaknya dengan sayang dan sesekali mengecupi puncak kepala Changmin. Mereka kini tengah duduk didalam mobil yang akan membawa mereka menuju mansion Jung.
" Eomma... Jadi... Cebenelnya dimana cih appa Min?"
Jaejoong menatap anaknya dengan sayang dan kembali memberikan sebua kecupan pada kening bocah gembul itu.
" Bukankah eomma sudah memberikan jawaban saat kita berada di rumah sakit?"
" Tapi eomma... Uno juchi..."
" Wae? Apa Minnie tidak mau memiliki orangtua yang lengkap?"
" Bukan begitu eomma... Min cuma takut"
" Takut? Kenapa?"
" Min takut cemua bohongan... Min gak punya appa"
" Tentu saja kau memiliki appa Minnie ah... Yunho ahjusshi adalah appamu"
" Tapi, kenapa dia cepelti itu?"
" Eomma dan appa ng... Bertengkar jadi mungkin dia masih marah dengan eomma dan pura - pura menjadi orang lain di depan Minnie"
" Beltengkal?"
" Ne"
" Caenim bilang kita gak bole beltengkal cama olang laen eomma"
" Ne, eomma salah dan besok eomma akan meminta maaf pada appamu. Jadi mulai sekarang kau harus menjadi anak yang lebih baik ne? Bukankah Minnie sudah bertemu dengan appa Minnie?"
" ..."
Tidak ada tanggapan yang diberikan oleh Changmin, sepertinya anak itu masih menolak keberadaan Yunho sebagai appanya. Jaejoong mengela nafasnya, seharian ini dia cukup lelah mengurus Yunho dirumah sakit serta mengurus butiknya yang sudah dibuka.
Jaejoong akhirnya membawa Changmin kedalam dekapannya dan menyanyikan lagu pengantar tidur agar Changmin bisa terlelap. Setelah sampai, Jaejoong langsung membaringkan Changmin pada tempat tidurnya dan membasuh tubuh Changmin dengan handuk yang sudah dicelupkan pada air hangat.
" Bagaimana ini? Kenapa keadaanya bertambah pelik? Padahal aku sudah bertemu dengannya? Yunho yah... Apa yang harus aku lakukan?" Lirih Jaejoong sembari memeluk erat sang anak
.
.
.
.
Karena pekerjaan yang tidak bisa ditinggal dan asma Changmin mendadak kambuh, selama tiga hari Jaejoong serta Changmin tidak bisa menemui Yunho. Dan hari ini, tepat dihari keempat lima Yunho dirawat, Jaejoong berjalan bersama Changmin dan Junsu ke dalam rumah sakit tempat Yunho berada.
Changmin berceloteh riang karena dia senang kembali ke sekolah pagi ini. Jaejoong mendengarkannya dengan antusias apa lagi saat Changmin bercerita bahwa dia mendapatkan nilai tertinggi untuk mata pelajaran berhitung dan bahasa inggris.
Ceklek
Jaejoong membuka pintu kamar rawat itu, di dalam sana ada Mrs. Jung yang senantiasa ada bersama Yunho sekarang.
" Annyeong eommonim, Yu-yunho" Sapa Jaejoong
" Annyeong Joongie, kemari dan duduklah" Balas Mrs. Jung
" Ne" Jaejoong pun duduk pada sofa yang ada di dalam ruangan itu bersama Mrs. Jung
" Annyeong ahjumma" Sapa Junsu " Annyeong hyung"
" Annyeong Suie" Balas Mrs. Jung
Sedangkan Yunho langsung menolehkan kepalanya kearah jendela saat dia tahu bawa Jaejoong yang datang berkunjung. Jaejoong menghela nafasnya karena perlakuan dingin Yunho padanya belum juga membaik.
Changmin langsung meminta sang halmoni untuk memangkunya dan Mrs. Jung menuruti keinginan sang cucu. Changmin berceloteh riang namun akhirnya Jaejoong tersadar akan satu hal.
" Minnie ah, kau belum menyapa Yunho ahjusshi" Ucap Jaejoong membuat semua mata beralih padanya kecuali Yunho
" Eung?"
" Berikan salammu dulu untuk Yunho ahjusshi"
" Keunde..."
" Minnie ah"
Changmin menatap halmoninya seakan meminta bantuan, tapi Mrs. Jung mempunyai caranya sendiri. Dia bangkit kemudian membawa Changmin mendekat pada Yunho yang masih setia menatap keluar jendela.
" Apa yang kau tunggu Minnie ah? Biasanya kau selalu bersemangat saat bertemu dengan Yunho ahjusshi" Goda Junsu hingga membuat Changmin mempoutkan bibirnya
Yunho sendiri heran kenapa Changmin diam seperti ini, bukankah Changmin akan selalu memanggil namanya dengan semangat? Apa karena Changmin masih belum menerima Yunho sebagai appanya?
Changmin menggigit bibir bawahnya hingga terkesan sangat imut. Dia ingin mengeluarkan suaranya tapi kembali menutup mulutnya karen dia ragu. Namun akhirnya dia mengeluarkan suaranya.
" Annyeong ahj-ahj-a..."
Jaejoong, Junsu serta Mrs. Jung mengerutkan keningnya, ada apa dengan Changmin yang terdengar gugup saat menyapa Yunho?
" Minnie ah... Waeyo?" Tanya Mrs. Jung
" Annyeong... Ahj-ap... Appa..."
"..."
.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
.
Annyeong~
Lambai jari - jari cantik
Cho udah update in Home, makasih ya udh nungguin Cho #dibakarReade
.
Special Thanks :
.
Jungnara2602 (opo? Ia lah mereka pasti ktm juga akhirnya hahaa), bearboo (nado hwaiting!), eL-Ree Aquafanz (ia, udh di update in), teja dwi (ne), Kim417 (ia, diusahakan), meyy-chaan (pasti Cho bikin dramatisir kok), yume (ne...), Bestin84 (pingsan? Ketabrak iya hahaha), JonginDo (ne, cheonma), Galaxy YunJae (ia tu), lee sunri hyun (ne..), dii. Petals (makasih udh baca dan suka ya), MyBabyWonKyu (ga, cuma kabur),
vichi. vhan (ia, yunpa kacian), narayejea (iya, dia pasti trauma bgt lah hahaha), Kamikaze Zettaaime (ia, Jaemma mah cinta matinya cuma ama Yunpa hehehehe), Guest (sip de), CindyTamaraSL1 (hahaaah, diusahakan), 5351 (ia, kyk na gt), hyuashiya (pingsan? ga... Ketabrak iya), AlienBaby88 (nado annyeong! sip deh ^o^), ruixi1 (ia, udh Cho updatein kok), Haya (sip!), indy (kan udah Cho lanjutin ceritanya hehehe #bow), Guest (blm an..),
Yunjae Heart (sip eonn, tenang aja Jaemma pasti bisa atasinnya hahaha), kimfida62 (udh ga penasaran kan?), Gie407 (ini udh di update secepatnya hehehe), Yunjae Lover (iya, Cho usahakan), RereYunjae Pegaxue (iya, tapi Jaemma harus berjuang lagi buat dapetin hati Yunpa hehehe), AprilianyArdeta (ga marah, cuma syok aja), Avanrio11 (sip! Cho lanjutkan kok),
Song hyoji (thanks), fera95 (sip, chap ini udh menjelaskan sebagian kan? Hehehe), dheaniyuu (sip deh, udh di next), cokelat (eeiii~awas Jaemma ngamuk kalo beruang na di peluk hahaha. Nado hwaiting!), himeryo99 (chap depan ya? Nado hwaiting!), Dewi15 (udh dilanjut), Shizuka Jung (makasih udh suka), GaemGyu92 (ia, dia lagi tobat di ff yang ini hehehe), teukiangle (hahaha, selama ini tenggelam dimana dah? Pake, itu si yunpa dulu kdrt sama mami mertuanya Cho), Alice (sip deh, makasih udh baca), elsita (otaku next ya), fans jj (seabad lagi cho baru update chap selanjutnya hahahaha), kimRyan2124 (ya, Cho harap juga gt), akiramia44 (nado hwaiting! Cheonma), iyang (iaa), Michimizuki (blm tau, rencananya ga panjang kok ceritanya), metayaoilover (amiiinnn),
Makasih semua, juga buat yang udah follow, fav juga para SiDer.
.
Ada yang belum kesebut atau namanya salah? Maaf ne? #bow
.
Oke...
Karena Cho ga tau mau nulis apa lagi, sekian dari Cho, see u next chap...
Otaku next
.
.
Ups...
.
.
.
Chuuuu~~
.
.
.
Sabtu, 19 Desember 2015
