Home

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan

Cast : DBSK Family, dll

Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort. Yaoi

Typos bertebaran, membosankan, alur suka"

Rate : T

Yang gak suka bisa langsung di close ^o^

Maaf ya buat yang udah nunggu ff ini seabad, hahahaha #bow

.

.

.

.

.

Jaejoong membuka pintu kamar rawat itu, di dalam sana ada Mrs. Jung yang senantiasa ada bersama Yunho sekarang.

" Annyeong eommonim, Yu-yunho" Sapa Jaejoong

" Annyeong Joongie, kemari dan duduklah" Balas Mrs. Jung

" Ne" Jaejoong pun duduk pada sofa yang ada di dalam ruangan itu bersama Mrs. Jung

" Annyeong ahjumma" Sapa Junsu " Annyeong hyung"

" Annyeong Suie" Balas Mrs. Jung

Sedangkan Yunho langsung menolehkan kepalanya kearah jendela saat dia tahu bawa Jaejoong yang datang berkunjung. Jaejoong menghela nafasnya karena perlakuan dingin Yunho padanya belum juga membaik.

Changmin langsung meminta sang halmoni untuk memangkunya dan Mrs. Jung menuruti keinginan sang cucu. Changmin berceloteh riang namun akhirnya Jaejoong tersadar akan satu hal.

" Minnie ah, kau belum menyapa Yunho ahjusshi" Ucap Jaejoong membuat semua mata beralih padanya kecuali Yunho

" Eung?"

" Berikan salammu dulu untuk Yunho ahjusshi"

" Keunde..."

" Minnie ah"

Changmin menatap halmoninya seakan meminta bantuan, tapi Mrs. Jung mempunyai caranya sendiri. Dia bangkit kemudian membawa Changmin mendekat pada Yunho yang masih setia menatap keluar jendela.

" Apa yang kau tunggu Minnie ah? Biasanya kau selalu bersemangat saat bertemu dengan Yunho ahjusshi" Goda Junsu hingga membuat Changmin mempoutkan bibirnya

Yunho sendiri heran kenapa Changmin diam seperti ini, bukankah Changmin akan selalu memanggil namanya dengan semangat? Apa karena Changmin masih belum menerima Yunho sebagai appanya?

Changmin menggigit bibir bawahnya hingga terkesan sangat imut. Dia ingin mengeluarkan suaranya tapi kembali menutup mulutnya karen dia ragu. Namun akhirnya dia mengeluarkan suaranya.

" Annyeong ahj-ahj-a..."

Jaejoong, Junsu serta Mrs. Jung mengerutkan keningnya, ada apa dengan Changmin yang terdengar gugup saat menyapa Yunho?

" Minnie ah... Waeyo?" Tanya Mrs. Jung

" Annyeong... Ahj-ap... Appa..."

"..."

.

.

.

.

~ Chapter 5 ~

.

.

.

.

.

" N-ne?" Yunho menajamkan pendengarannya, sepertinya dia salah dengar tadi

" Appa..." Sekali lagi Changmin memanggil Yunho namun matanya berkaca - kaca

" Minnie? Wae?" Lirih Yunho, matanya kini berkaca - kaca juga

" Ap-pa"

Yunho mencoba duduk bersandar dan menatap Changmin yang seakan ingin digendong olehnya tapi merasa ragu.

" Ne Minnie, waeyo? Kemarilah peluk ap-appa..." Lirih Yunho

" Ap-appa... Hiks... Appa..."

Grep

Yunho memeluk Changmin yang tiba - tiba saja menangis dengan kencang sembari memeluk Yunho. Namja kecil itu terus memanggil Yunho dengan appa dan mulai sesenggukkan.

" Minnie ah, asmamu bisa kambuh jika kau menangis seperti ini. Berhentilah menangis Minnie ah... Kenapa kau menangis?" Yunho mencoba menenangkan Changmin dengan mengelus lembut punggung namja kecil itu

" Ap-appa jangan pelgi lagi... Hiks..."

" Wae? Kenapa appa harus pergi?"

" Kyu bilang kalo Min ga akuin appa itu appa Min, appa bakal pelgi dan gak balik lagi... Min gak mau"

" Appa... Appa tidak akan pergi kemanapun Min, appa akan ada disini untukmu" Janji Yunho

" Ji-nnja?" Changmin melepaskan pelukannya dan menatap Yunho dengan matanya yang berkaca - kaca

" Ne Minnie ah" Yunho mengelus pipi tembam Changmin dan menatap lembut Changmin

Dari kejauhan Jaejoong menatap penuh haru kejadian di ruangan itu. Jaejoong senang Changmin bisa mendapatkan kasih sayang dari appa kandungnya dan dia senang Yunho tidak akan pergi walaupun itu semua dia lakukan demi Changmin.

Itu berarti ada kemungkinan juga Yunho akan ada disampingnya bukan? Benarkan? Benar Jaejoong masih memiliki kesempatan untuk membuat Yunho mencintainya?

.

.

.

Dengan takut Jaejoong berdiri dan mengampiri Yunho yang masih memeluk Changmin yang sudah tertidur dalam pelukan namja bermata musang itu. Yunho yang merasakan Jaejoong mendekat mengeratkan pelukannya pada Changmin, sang anak yang tidak mau lepas darinya sejak tadi.

" Yun, aku ingin mengambil Changmin" Ucap Jaejoong

Dia juga tidak ingin Yunho kelelahan karena sejak tadi Yunho memangku Changmin. Yunho tersentak mendengar suara halus Jaejoong, tanpa diperintah keringatnya mengalir pada kedua pelipisnya.

" Yun?" Jaejoong kembali memangil Yuno karena namja itu tidak bereaksi apapun

" Am-ambilah"

Jaejoong mengambil Changmin dengan perlahan dan tanpa sengaja tangannya menyentuh tangan Yunho. Jaejoong merasakan debaran hebat dalam dadanya begitu juga Yunho hanya saja debarannya menyakitkan saat kulit lembut Jaejoong tidak sengaja menyentuhnya.

Langsung saja pandangan Yunho seakan berputar dan ingatan kelam masa lalunya dimana dia menjahati Jaejoong muncul dalam benaknya, belum lagi rintihan - rintihan penuh kesakitan yang Jaejoong keluarkan juga menggema.

" A-aakkhhh!"

" Y-yun?! Gwa-gwaenchana?" Suara Jaejoong berubah panik, kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri tapi hanya mereka saja yang ada di dalam ruangan

" Ak-kkh" Ditengah kesakitannya, Yunho mendengar suara Jaejoong. Dia pun sadar bahwa Jaejoong masih ada di dalam ruang rawatnya

" Yun! Aku akan memanggil dokter"

" Ke-keluarlah"

" Yun kau tidak baik - baik saja"

" Keluar!" Yunho berteriak kencang membuat Jaejoong kaget juga membuat Changmin yang ada dalam gendongannya membuka matanya karena kaget

" Yun ak-"

" Aku bilang keluar!"

Mata Jaejoong berkaca - kaca, dia tidak menyangka Yunho masih sekasar dulu. Changmin yang baru terbangun itu langsung saja terisak mendengar appanya berteriak, Jaejoong yang tidak ingin memperpanjang masalah keluar dari sana dan memanggil dokter untuk pergi keruangan Yunho.

Setelahnya dia membawa sang anak untuk menenangkannya di taman rumah sakit. Changmin terlihat syok dengan suara Yuno tadi.

" Uljima baby... Gwaenchana" Jaejoong mengelus lembut punggung Changmin

" Eomma... Appa waeyo? Hiks..."

" Hey, jagoan eomma jangan menangis eoh? Appa... Mianhae tadi eomma nakal pada appa hingga appa membentak eomma, tapi tidak apa - apa baby... Eomma yang salah"

" Jinjja?"

" Ne baby..."

Grep

Changmin memeluk erat Jaejoong dan memberikan elusan lembut pada eommanya itu, Cangmin tidak tahu kenapa dia melakukan hal itu tapi yang dia tau eommanya selalu membuatnya nyaman dengan mengelus punggungnya saat menangis.

Jaejoong tersenyum mendapati perlakuan Changmin, dia balas memeluk anaknya yang ada dalam pangkuannya dan mengecup puncak kepala Changmin. Dia terus bergumam dalam hati bahwa semua akan baik - baik saja.

.

.

.

Jaejoong kembali membawa Changmin menuju ruang rawat Yunho satu jam kemudian. Mrs. Jung dan Junsu tadi berjanji akan datang saat makan malam dan ini sudah waktunya makan malam, Changmin pun sudah merengek minta makan.

Namun saat masuk keruang rawat Yunho, Jaejoong terpaku pada pemandangan di depan sana. Di sana, Yunho duduk bersandar sembari memakan makanan yang disuapkan oleh Ahra.

" E-eh? Oppa" Ahra segera menaruh mangkuk yang dipegangnya pada meja disamping ranjang Yunho

Jaejoong masih terdiam disana, terpaku dan mendadak perasaan Jaejoong tercubit kembali. Apa Yunho menyukai Ahra? Kenapa Yunho seperti ini? Kenapa setelah lima tahun berlalu sikapnya masih seperti dulu? Apa dia tidak pernah mau berubah untuknya?

Jaejoong tersenyum miris, berubah untuknya? Memang siapa dia sampai Yunho mau berubah untuknya?

" Maaf jika aku mengganggu, kajja Minnie kita pergi ke kantin" Ucap Jaejoong mencoba tenang

" Keunde eomma..."

" Kalian disini saja, biar aku yang membelikan makan malamnya" Ucap Ahra kemudian bangkit dari duduknya

" Tidak Ahra... Tidak apa - apa" Lirih Jaejoong kemudian pergi dari ruangan itu

Selepas Jaejoong pergi, Ahra menatap tajam Yunho.

" Lihat oppa! Jae oppa jadi salah paham padaku! Aku tidak mau!" Ucap Ahra

" Ahra ya..."

" Dia mencintaimu oppa"

" Aku tidak bisa, lihat saja tanganku. Sampai saat ini bergetar tidak berhenti"

" Itu karena kau belum berusaha oppa! Kau harus bisa demi mereka"

Yunho diam saja, dia menatap pemandangan yang ada diluar kamar rawatnya saja. Bukannya tidak mau berusaha tapi dia belum mampu melakukan semua itu sekarang. Sehingga tadi saat Ahra masuk dan melihat tangannya bergetar, Yunho meminta Ahra untuk menyuapinya dan tidak menyangka Jaejoong datang bersama Changmin.

.

" Eomma... Kenapa kita gak makan belsama appa?" Tanya Changmin yang sedang melahap makanan di depannya

" Hmmm... Kan susah jika kita harus makan disana juga?"

" Kenapa bukan eomma yang suapin appa?"

Jaejoong diam mendengar pertanyaan yang Changmin lontarkan. Bagaimana dia menjawab pertanyaan itu kalau dia sendiri tidak tahu jawabannya?

" Mungkin karena hanya ada auntie Ahra tadi? Jja... Makanlah yang banyak setelah itu kita menunggu haraboji dan halmoni lalu pulang"

" Kita gak tidur disini?"

" Tidak baby, kita akan pulang hari ini"

" Becok datang lagi kan?"

" Tentu baby"

Jaejoong memutuskan untuk pulang setelah kedua orangtua Yunho datang, dokter pun sudah mengizinkan Yunho untuk pulang. Tapi Yunho tidak ingin ikut tinggal di mansion keluarga Jung, dia lebih memilih untuk tinggal di flat kecilnya.

Besoknya, Jaejoong datang sendiri ke rumah sakit karena dia harus mengurus pekerjaannya. Tapi saat melewati taman rumah sakit dia berhenti karena melihat seseorang, bukan seseorang tapi tiga orang. Di sana dia melihat Ahra dan Yunho tapi bukan kedua orang itu yang menjadi obyek pemandangannya melainkan seorang yeoja yang tengah mengobrol dengan Yunho.

Yeoja itu menggunakan celana bahan hitam dengan kemeja putih dilapisi oleh blazer hitam, rambutnya dikuncir kuda dan dia menggunakan kaca mata. Terlihat dari ekspresinya, yeoja itu seakan kenal dekat dengan Yunho.

" Nugu? Kenapa mereka sepertinya akrab sekali?" Gumam Jaejoong dengan tetap memperhatikan yeoja itu

Namun tak lama yeoja itu hedak pergi, Jaejoong langsung saja bersembunyi. Jaejoong mencoba menghafal wajah yeoja itu sebelum akhirnya dia melihat kembali kearah Yunho yang tengah bicara serius dengan Ahra hingga membuat hati Jaejoong panas bukan karuan.

.

.

.

Entah bagaimana ceritanya, Jaejoong hanya tinggal berdua dengan Yunho yang tengah bersiap untuk pulang saat ini. Jaejoong yakin keluarganya juga Ahra merencanakan ini semua.

" Ka-kau sudah siap?" Tanya Jaejoong

" Ya" Jawab Yunho dengan singkat

" Kau tidak ingin tinggal dirumahmu?"

Yunho membalikkan tubuhnya dan menatap pintu kamar rawatnya, dia menutup matanya dan menghembuskan nafasnya pelan sebelum membuka kembali matanya.

" Selama kau tinggal disana, aku tidak akan ada disana" Ucap Yunho sembari berjalan keluar ruang rawat dengan langkah pelan

Jaejoong merasakan sakit itu kembali, tapi dia tetap bertahan untuk tidak menangis mendengar kata - kata menyakitkan Yunho. Jaejoong dulu memang sering mendengar kata demi kata penuh hujatan yang dilontarkan oleh Yunho tapi kini? Kenapa Yunho masih bersikap seperti ini padanya?

Jaejoong rasa mereka memang harus bicara serius, hubungannya dengan Yunho harus membaik. Dia tidak akan membiarkan keinginan Jung haraboji sia - sia, dia akan mengabulkan keinginan Jung haraboji yang terakhir. Jadi, dengan segera sebelum Yunho membuka pintu Jaejoong berdiri dan mengejar Yunho.

Sreettt

" Kita harus bicara Yun"

Deg!

Yunho yang merasakan tangan lembut Jaejoong menggenggam tangannya langsung gemetar dan nafasnya tersengal. Oh tidak... Yunho berharap traumanya tidak muncul sekarang tapi takdir berkata lain, dia menepis tangan Jaejoong tapi Jaejoong menggenggam tangannya lebih erat hingga membuat Yunho merasa pusing dan tubuhnya merosot hingga menimbulkan suara keras saat tubuhnya jatuh di lantai kamar rawat itu.

" Y-yun?!" Jaejoong mencoba mendekat namun Yunho langsung menghalaunya

" Ku mohon diamlah disana" Ucap Yunho sedikit tersengal

Jaejoong berubah menjadi panik, dia tidak tahu kenapa Yunho seperti ini.

" Aku akan memanggil dokter"

" Tidak usah"

Ceklek

" Omo? Yunho yah"

" Appa?"

" Oppa?"

" Ahra ya tolong bantu aku"

Ahra yang baru saja masuk bersama dengan Changmin dan kedua orangtua Yunho melirik sejenak kearah Jaejoong sebelum akhirnya dia membantu Yunho berdiri dan membawa pergi Yunho dari hadapan mereka.

" Apa yang terjadi Joongie ah?" Tanya Mrs. Jung

" Eomonim... It-tu..."

" Hyung ah kau tidak apa - apa bukan?" Tanya Junsu

" Ya, aku rasa aku tidak apa - apa"

" Eommaaaaa Min ngantuk"

" Kemarilah baby, eomma gendong"

Setelah Changmin ada dalam gendongan Jaejoong, mereka semua pergi menyusul Yunho yang sudah sampai di lobby rumah sakit. Yunho akhirnya tidak bisa menolak saat keluarganya meminta Yunho untuk menaiki mobil pribadinya untuk sampai ke flat yang Yunho tinggali.

Jaejoong berjalan pelan dibelakang keluarganya yang sedang menuju parkiran, pikirannya tertuju pada kelakuan Yunho sebelum meninggalkan rumah sakit. Kenapa Yunho bisa bergetar seperti tadi? Nafasnya tersengal dan wajahnya langsung pucat? Jaejoong merasa bahwa dia hanya memegang tangan Yunho tadi.

Tanpa melihat kedepan Jaejoong tidak sadar bahwa di depannya ada seseorang yang berjalan terburu - buru hingga mereka bertabrakan dan orang itu membuat Jaejoong jatuh terduduk. Mendengar pekikan Jaejoong, keluarganya langsung menoleh dan Yoochun langsung menghampiri Jaejoong.

" Ah, maafkan aku. Aku tidak sengaja" Orang itu membantu Jaejoong berdiri, Jaejoong bersyukur saat ini anaknya sudah dalam gendongan Junsu jika tidak sang anak pasti menangis karena jatuh

" Tidak apa -ap..."

Jaejoong memandangi wajah di depannya, seorang yeoja yang tadi mengobrol dengan Yunho. Yeoja itu kini tengah tersenyum lembut padanya.

" Gwaenchana?" Tanya sang yeoja

" Ah ne, gwaenchana"

" Maafkan aku, aku terburu - buru"

" Ne, tidak apa - apa. Kau bisa melanjutkan perjalananmu"

" Oh, terima kasih. Kau sungguh baik sekali. Permisi" Ucap yeoja itu kemudian membungkukkan tubuhnya dan pergi dari sana

" Yoochun ah"

" Ne?"

" Cari tahu siapa yeoja itu"

" Mwo?"

" Kerjakan saja, aku ingin tahu siapa dia"

" Baiklah"

.

.

.

Setelah sampai flat, Yunho langsung saja merebahkan dirinya pada tempat tidurnya. Dia memejamkan matanya dan terbayang wajah sendu Jaejoong saat dia memakinya tadi.

Bagaimana mungkin namja itu masih mau menemuinya setelah apa yang dilakukan padanya. Banyak sudah luka fisik dan batin yang sudah Yunho berikan padanya tapi kenapa Jaejoong masih mau menemuinya?

" Ngghh..." Yunho sedikit mengerang, tenggorokannya terasa sakit

Ah...

Dia jadi ingat saat dulu dia sakit tenggorokan Jaejoong selalu menyediakan minuman jeruk nipis yang sudah dicampur dengan madu. Sayang sekarang semua itu tidak mungkin terjadi mengingat sikap kasarnya pada Jaejoong masih sama.

" Kenapa kau kembali eoh?"

Berbagai macam pertanyaan menghampiri diri Yunho, dia penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Jaejoong. Yunho sudah yakin bahwa saat dia mendorong Jaejoong, namja cantik itu sudah tidak bernafas, lalu bagaimana bisa namja cantik itu hadir dihadapannya bersama Changmin, anaknya?

Mengingat Changmin membuat hati Yunho tidak tenang, dulu bahkan Yunho memasukkan obat peluruh agar kandungan Jaejoong gugur tapi semua rencana busuknya selalu saja gagal. Dan sekarang seorang anak bernama Changmin datang memanggilnya appa dengan senyuman polos nan manis miliknya.

.

.

.

Karena sudah ketahuan akhirnya Jaejoong datang ke kafe tempat Yunho bekerja esok harinya bersama dengan Changmin. Awalnya Jaejoong tidak bertemu Yunho karena namja itu meminta untuk shift siang, tapi karena Changmin merengek ingin bertemu Yunho akhirnya Jaejoong menunggu namja itu datang.

" Minnie ah..." Jaejoong mengelus lembut helaian rambut Changmin

" Ne eomma?"

" Kau sungguh anak yang baik hati"

" Wae?"

" Kau mengakui Yunho ahjussi sebagai appamu... Itu perbuatan yang sangat baik baby"

" Min cuka kok cama Uno- eh... Appa. Min gak mau appa pelgi lama - lama eomma..."

" Eomma juga inginnya seperti itu" Gumam Jaejoong pelan

" Eung?" Changmin mengerutkan keningnya karena tidak mengerti ucapan eommanya

Selagi sibuk dengan pemikirannya, Jaejoong melihat seorang namja keluar dari pintu pantry dan dia berjalan kearah meja kasir. Setelah menyapa Mr. Go namja itu segera membersihkan meja yang ada di dekatnya.

" Eoh? Appaaaa!" Changmin memekik kemudian menggoyangkan tubuhnya agar bisa turun dari pangkuan Jaejoong " Apppaaaa!"

Grep

Changmin memeluk kaki Yunho kemudian tersenyum senang.

" Minnie..."

" Gendong~"

Yunho menghela nafasnya kemudian mengangkat Changmin, Changmin mengecup pipi Yunho kemudian memeluk leher Yunho. Yunho memeluk sang anak tanpa tahu seorang namja cantik memandang mereka dengan iri.

" Omo! Min lupa!"

" Lupa apa?"

" Eommaaaa!"

Deg

Yunho melirik kearah tempat Jaejoong duduk tapi kemudian dia membuang kembali wajanya. Yunho kira Changmin datang kemari bersama Junsu, tapi...

" Ne baby?"

Dengan senang hati Jaejoong mendekat, dia mengusap lembut rambut Changmin.

" Siang Yun" Sapa Jaejoong

" Hum" Yunho menganggukkan kepalanya pelan

" Kajja Minnie, bukankah kau sudah bertemu dengan appa?"

" Tapi, Min belom puas eomma. Eomma pelgi kelja aja gih, nanti sole jemput Min dicini"

" Eoh?"

" Ne...?"

" Keundeu..."

" Tidak apa - apa Jaejoong sshi, biarkan saja Changmin disini dan kami akan menjaganya" Ucap Mr. Go kemudian menatap gemas pada Changmin " Sebentar lagi Ahra pulang dan bisa menjaga Minnie"

" Ahjusshi..."

" Tidak apa - apa, jja... Pergilah bekerja Jae"

" Ar-arraseo" Jaejoong kemudian memandang Yunho " Tolong jaga Minnie, aku akan kembali sore nanti"

" Ya" Jawab Yunho tanpa melihat kearah Jaejoong membuat Jaejoong merasa kecewa

Jaejoong kemudian pamit pada Mr. Go dan pergi dari sana. Yunho menghela nafasnya dan dia sadar bahwa namja kecil dalam gendongannya tengah menjawil - jawil pipinya.

" Ne Minnie? Waeyo?" Tanya Yunho

" Hmm... Eomma bilang appa lagi malah sama eomma ya? Kacian eomma... Eomma cedih cekali appa..."

" Eh?"

" Eomma bilang gitu ke Min"

Yunho tersenyum dan mengelus rambut Changmin, membawa namja kecil itu duduk di tempat barusan Changmin duduk dan memeluknya dengan erat.

" Appa hanya tidak tahu harus bagaimana Minnie ah" Uca yunho

" Eoh? Makcudnya?" Changmin mengerutkan keningnya

" Maafkan appa ne?" Yunho tahu harusnya dia meminta maaf terlebih dahulu pada anaknya ini, sebab dia dulu menginginkan kematian Changmin saat masih dalam kandungan Jaejoong

" Wae?"

" Ani, appa hanya ingin minta maaf saja pada Minnie"

" Oh... Arraceo, Min maapin kok"

" Gomawo Minnie"

" Ne" Changmin mengangguk dengan senang

.

.

.

" Joongie ah, aboji ingin mengundang Yunho makan malam lusa. Bisakah kau mengatakannya pada Yunho?" Tanya Mr. Jung saat Jaejoong pergi ke perusahaan Jung setelah pergi menitipkan Changmin tadi

" Hah... Joongie harap dia mau bicara dengan Joongie aboji... Dia bahkan tidak mau bertatap muka dengan Joongie"

" Aboji ingin keadaan ini membaik"

" Tapi tidak bisa cepat aboji"

" Hum" Mr. Jung menganggukkan kepalanya " Aboji tahu dia sangat keras kepala"

" Ya, bersabarlah dan Joongie akan membuat Yunho kembali kerumah dan mengurus perusahaan seperti yang haraboji inginkan"

" Ne, berusahalah"

" Ya aboji, Joongie akan berusaha sebelum perusahaan jatuh ditangan yang salah"

" Gomawo Joongie"

" Sudah tugas Joongie"

.

.

Jaejoong melangkah masuk ke dalam kafe dengan langkah percaya diri, dia melihat Changmin tengah bersenda gurau dengan Ahra dan Yunho. Ah... Matanya memanas melihat pemandangan itu, mereka sungguh cocok menjadi sebuah keluarga bahagia. Betapa beruntungnya Ahra karena bisa dekat dengan Yunho.

" Eommaaa!"

Changmin yang menyadari kedatangan eommanya langsung melambaikan tangan, wajah Jaejoong yang tadi lesu langsung berubah menjadi ceria. Dia tidak boleh terlihat sedih di depan anaknya. Sedangkan Yunho langsung saja bangkit dan pergi dari sana.

" Hah..." Jaejoong mengela nafasnya saat Yunho pergi ke dalam dapur, dia lalu memandang Ahra yang sekarang tengah tersenyum kikuk pada Jaejoong

" Annyeong Jaejoong oppa" Sapa Ahra

" Annyeong Ahra, bagaimana kabarmu?"

" Aku baik, oppa... Soal tadi..."

" Tidak apa - apa Ahra yah"

" Aku harap oppa tidak salah paham tentangku dan Yunho oppa"

" Ne" Jawab Jaejoong kemudian tersenyum membuat Ahra merona melihat senyum indah yang Jaejoong miliki

" Eomma, Min banyak makan hali ini"

" Eoh?" Jaejoong mengalihkan pandangannya menuju Changmin " Banyak makan? Min tidak takut sakit perut hum?"

" Kalo Min cakit pelut, nanti Min minta eomma buat cembuhin lah"

" Aigo..."

Jaejoong mengangkat Changmin hingga namja itu dalam pangkuan Jaejoong sekarang.

" Changmin sungguh mirip dengan Yunho oppa, hanya saja matanya mirip dengan Jaejoong oppa" Ucap Ahra

" Gomawo, haraboji dan halmoni Changmin juga sering berkata seperti itu" Jawab Jaejoong sembari memeluk Changmin yang kini tengah menguap

" Oppa datang sendiri?"

" Ani, Yoochun hyung menunggu dimobil"

" Ah~ arasseo"

" Hmmm Ahra ya" Panggil Jaejoong

" Ne?"

" Keluarga Yunho mengundangmu dan Go ahjusshi untuk makan malam di rumah keluarga Jung lusa. Aku harap kalian bisa datang"

" Eh?"

" Tolong katakan juga pada Yunho, kami akan menunggu kedatangannya dirumah lusa nanti"

" Kenapa oppa tidak katakan sendiri?"

" Hmmm" Jaejoong melirik kearah Changmin yang mulai terlelap " Aku tidak bisa, Changmin sudah terlelap dalam pangkuanku. Tolong kau sampaikan saja ne?" Jaejoong mencoba mencari alasan

" Baiklah oppa"

" Sepertinya aku harus pergi, sampai jumpa lusa nanti Ahra ya"

" Ne oppa"

Jaejoong kemudian berdiri dan sedikit membungkukkan tubuhnya untuk berpamitan pada Ahra dan Mr. Go. Setelanya dia keluar tanpa berpamitan pada Yunho karena namja itu tidak ada di area kafe. Diluar, Yoochun tenga menunggu Jaejoong disamping mobil mewahnya.

" Kajja"

" Ne Joongie"

Yoochun mengemudikan mobilnya dengan santai, dia ingin membicarakan sesuatu pada Jaejoong saat ini.

" Bagaimana? Apa hyung udah tahu siapa yeoja yang tidak sengaja aku tabrak?" Tanya Jaejoong

" Ne Joongie, aku sudah tahu"

" Siapa dia?"

" Jun Jihyun"

" Nugu?"

" Dia bekerja sebagai psikiater Joongie"

" Psikiater?" Jaejoong mengerutkan keningnya, dia jadi mengingat bagaimana yeoja itu berinteraksi dengan Yunho

" Ya"

" Apa bisa hyung cari tahu siapa saja yang pernah ditanganinya?"

" Kenapa?"

" Aku... Hanya mencurigai sesuatu. Bisa hyung?"

" Baiklah"

.

.

Yunho membaringkan tubuhnya pada tempat tidur di dalam flat kecilnya, Ahra tadi berkata bahwa keluarganya mengundang Yunho untuk makan malam lusa.

" Hah..." Yunho menghela nafasnya

Mengingat hal itu, dia jadi ingat sikapnya terhadap Jaejoong. Yunho memang sengaja menghindari Jaejoong agar traumanya tidak kambuh terlebih dia tidak mau traumanya kambuh di depan Jaejoong.

Yunho meraba meja nakasnya dan menemukan dompetnya disana. Dia membuka dompet itu dan terpampang foto Jaejoong tengah memeluk boneka Hello Kitty kesukaannya, Yunho meraba foto itu tengah matanya yang berembun.

" Kenapa menjadi seperti ini Boo? Ak-aku bahkan tidak bisa mendekatimu. Melihatmu saja membuat seluruh tubuhku bergetar. Aku ingin menyentuhmu, memelukmu bahkan menciummu tapi semua itu tidak bisa... Ottoke Boo..." Lirih Yunho

Yunho mencium foto itu dan memeluknya, dia memejamkan matanya dan air matanya mengalir begitu saja tanpa diperintah. Dia tidak berani membayangkan bahwa Jaejoong sudah menyentuh tangannya, hal itu nyata tapi seperti mimpi bagi Yunho.

" Saranghae"

.

.

.

.

Jaejoong keluar dari butiknya saat jam menunjukkan pukul lima sore bersama Yoochun disampingnya. Sedangkan Junsu tengah bersama Changmin dan memang itulah tugas Junsu, berada disamping Changmin walaupun kemarin Jaejoonglah yang menemani anak manjanya itu.

" Hah... Aku lelah" Jaejoong menyandarkan tubuhnya dikursi penumpang

" Tidurlah..."

" Hmm, aku inginnya sih begitu tapi... Aku harus memikirkan makan malam nanti"

" Bukankah Mrs. Jung akan memasak?"

" Tapi aku juga kan harus membantunya hyung. Tidak mungkin membiarkan dia memasak makanan yang banyak itu sendirian"

" Arraseo, tidurlah. Aku akan membangunkanmu saat sudah tiba"

" Oke hooaaammm..." Jaejoong menguap kecil sebelum akhirnya dia berhasil untuk terlelap di dalam mobil

Yoochun sangat wajar jika Jaejoong begitu kelelahan, Jaejoong mengurusi butik serta perusahaan Jung. Belum lagi masalah pribadinya, semua bisa membuat Jaejoong gila bukan?

Dan lagi... Jaejoong akan membuka topengnya dari Kim Hero menjadi Jung Jaejoong dihadapan publik minggu depan. Hal itu juga yang membuat Jaejoong gugup serta bingung.

.

.

Jaejoong melihat anaknya sudah sangat rapi menggunakan kemeja soft blue dan celana bahan selutut juga sebuah bratle berwarna hitam sebagai asesorisnya. Anaknya sungguh terlihat menggemaskan!

Jaejoong sendiri belum bersiap karena dia masih memasak di dapur bersama Mrs. Jung, dia memasakkan makanan kesukaan Yunho tentu saja.

" Sudah selesai Joongie ah?" Tanya Mrs. Jung

" Sebentar lagi eomonim"

" Apa jemputan Yunho dan keluarga Go sudah sampai disana ya?"

" Seharusnya sudah eomonim. Eomonim ganti pakaian saja dulu, Joongie akan menata makanannya baru berganti pakaian"

" Baiklah kalau begitu"

Setelah Mrs. Jung pergi dari area dapur, Jaejoong melanjutkan menata makanan yang sudah jadi dan menyuruh beberapa maid untuk membawakan masakannya yang sudah jadi keruang makan. Serasanya sudah selesai, dia beranjak menuju kamarnya untuk berganti pakaian.

" Hah... Otte? Sudah bagus bukan?" Jaejoong berlenggok ke kanan dan kekiri di depan kaca yang ada di dalam kamarnya

Jaejoong sudah mengenakan kaos v neck berlengan pendek berwarna putih dengan skinny jeans berwarna hitam. Jantung Jaejoong tidak berhenti berdetak dengan cepat sangking gugupnya, dia akan bertemu Yunho kembali. Ughh...

Jaejoong mempoutkan bibirnya, kenapa dia seperti yeoja yang menunggu namja yang akan mengajaknya kencan. Eoh? Bagaimana bisa kencan jika sang namja enggan bertatap muka dengannya? Atau mungkin malah membencinya?

" Hah... Ayo Joongie! Jangan berpikiran negatif, kau harus positif!" Jaejoong mengepalkan tangannya memberi semangat pada dirinya sendiri

Tok tok tok

" Eoh?"

" Tuan, semua sudah berkumpul diruang keluarga"

" Eh! Ne, sebentar lagi aku akan turun"

Jaejoong kembali berkaca dan merapikan pakaiannya, dia kemudian berjalan menuju ruang makan dengan langkah penuh percaya diri.

" Eooommmaaaa!"

Yang menyadari kehadirannya pertama kali adalah sang anak yang langsung memanggil namanya, kemudian yang lain menoleh dan menatap penuh kagum pada Jaejong.

" Eoh Joongie kau sudah turun" Ucap Mrs. Jung

" Ne eomonim"

" Duduklah disamping Minnie"

Jaejong melihat sebuah kursi kosong disana, disebelah Changmin. Changmin sendiri duduk disebalah Yunho, eoh?!

Dengan canggung akhirnya Jaejoong menuruti keinginan mertuanya dan duduk disebalah Changmin. Kemudian acara makan malam mereka pun dimulai. Yunho terlihat bingung karena keluarga yang baru bertemu lagi dengannya itu terlihat sangat memperhatikannya, bukannya Yunho tidak bersyukur hanya saja dia tidak pernah mengharapkan ini semua.

Dia pikir, keluarganya lebih baik membenci dan mengutuknya dari pada berbuat baik seperti ini padanya. Sungguh hal membingungkan bagi Yunho, terlebih dia sungguh merasa aneh ada disini sekarang tanpa ada yang membahas masa lalunya.

Yoochun melirik kearah Jaejoong dan hal itu disadari oleh Jaejoong yang tengah menyuapkan makan malamnya dengan tenang. Jaejoong mengerti maksud Yoochun dan menganggukkan kepalanya.

" Min mau maen eomma" Changmin sudah menyelesaikan makannya meminta untuk bermain di halaman belakang

" Hum? Min main dengan Suie ahjussi dulu ne?"

" Min mau maen cama appa"

" Mainlah bersama Suie ahjusshi dulu nanti appamu akan menyusul" Ucap Jaejoong hingga akirnya Changmin menyetujuinya

Setelah Changmin pergi, keluarga Jung tahu ini adalah saat yang tepat untuk membicarakan semua hal walaupun ada keluarga Go diruang makan ini.

" Yunho, kau tinggalah bersama kami" Rayu Mrs. Jung

" Maafkan aku, aku tidak bisa"

" Waeyo?"

"..."

" Katakan alasanmu Yun"

" Yunho yah... Aku memutuskan akan keluar dari rumah ini, jadi kau bisa kembali kerumahmu tanpa harus melihatku" Ucap Jaejoong membuat semua orang disana kaget

Jaejoong pikir ini adalah satu - satunya cara agar Yunho kembali ke keluarga Jung. Urusan cintanya biarlah menjadi urusan kedua yang penting Yunho kembali pada keluarganya terlebih dahulu.

" Aku..." Yunho menggantungkan omongannya, dia bingung harus menjawab apa saat ini

" Eomma ingin kau dan Jaejoong ada di rumah ini Yun"

" Aku tidak bisa" Tolak Yunho

" Eomonim... Yunho tidak akan tinggal disini jika aku masih ada dirumah ini. Jadi biarkan aku pergi kalau itu bisa membuat Yunho kembali kesini" Ucap Jaejoong pelan

Ahra dan appanya menjadi saksi saat ini, mereka lebih memilih diam dan mendengarkan apa yang tengah terjadi di dalam keluarga Jung.

" Keundeu Joongie..."

" Joongie rasa selama lima tahun ini Yunho sudah hidup dalam penyesalannya dan aku tidak berhak tinggal disini eomonim"

" Aku tidak bisa, aku lebih nyaman tinggal di flatku" Ucap Yunho menatap appanya

" Tapi bukankah kau berkata kau tidak akan menempati rumahmu jika aku ada disini? Jadi aku akan pergi Yun" Liri Jaejoong, tidak kuat juga jika dia harus dibenci Yunho seperti ini walaupun sudah lima tahun berlalu

" Maaf, aku tidak bisa"

" Joongie, aku ingin bicara" Yoochun berbisik ditelinga Jaejoong nadanya seakan hal dibicarakannya nanti adalah sangat penting

" Harus sekarang?"

" Ya"

Jaejoong menatap orangtua Yunho dan Yunho secara bergantian kemudian dia berdiri untuk pamit ke kamar mandi diikuti Yoochun. Mereka masuk ke dalam kamar Jaejoong dan Yoochun langsung memperlihatkan ponselnya.

" Apa ini?" Tanya Jaejoong

" Aku mencari tahu siapa saja pasien Jun Jihyun dan..."

" Dan?"

" Lihat ini Joongie ah"

Jaejoong memperhatikan layar ponsel Yoochun dan tak lama di membulatkan matanya, dia kemudian menatap Yoochun tidak percaya.

' Nama : Tn. Jung Yunho

Tgl Lahir : 6 Februari 19xx

Diagnosa : Gangguan Kecemasan Pasca Trauma'

" Chunie hyung..." Lirih Jaejoong

" Sama denganmu"

Jaejoong memejamkan matanya mengingat bagaimana dulu dia menghadapi semua traumanya dibantu oleh keluarga Jung. Semua itu sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama, setidaknya dia bisa sembuh berkat semua keluarga yang mendukung dan menyemangatinya.

Lalu Yunho?

Namja itu sendirian menghadapi semuanya, bagaimana bisa dia sembuh jika seperti ini? Jaejoong kembali menatap layar ponsel Yoochun dan melihat tanggal kedatangan Yunho, namja itu terakhir datang untuk menemui Jun Jihyun adalah satu tahun yang lalu. Tidak... Yunho pasti belum sembuh dari traumanya.

" Ottoke..."

" Joongie ah dengarkan aku"

" Hyung, ottoke... Kenapa jadi seperti ini?"

" Joongie dengarkan aku" Yoochun menangkup wajah Jaejoong " Kau ingat bagaimana aku dan Junsu melatihmu untuk bertemu Yunho?"

Perlahan Jaejoong menganggukkan kepalanya.

" Kau bisa bersikap seperti itu?"

" Hyung"

" Kau harus seperti itu padanya atau kalian akan kehilangannya" Ucap Yoochun kemudian melepaskan tangannya dari wajah Jaejoong

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, Yoochun dan Junsu sebenarnya sudah melatih sikap dan mentalnya agar Jaejoong kuat saat bertemu dengan Yunho tapi teori dan praktek memang berbeda. Sekeras apapun mereka melatih Jaejoong, lihat saja namja itu bersikap lemah di depan Yunho saat Yunho dirawat di rumah sakit.

Brakkkk

Jaejoong memandang pintu kamarnya, dia mendengar suara amukan dari lantai bawah.

" Apa yang terjadi?"

" YUNHO!"

Mata Jaejoong membulat saat mendengar Mrs. Jung berteriak kencang.

" Apa yang terjadi?"

Jaejoong langsung saja membuka pintu kamarnya dan langsung berlari menuju ruang makan, dia melihat Mrs. Jung menangis dalam pelukan suaminya. Sedangkan Jaejoong melihat keadaan sekitar dimana tidak ada Yunho disana, sedangkan Changmin pun menangis sembari memanggil Yunho dalam gendongan Junsu.

Mr. Go dan Ahra pun menampilkan wajah syok mereka dan seakan bingung dengan keadaan mereka sekarang.

" Ada apa eomonim?" Tanya Jaejoong

" Yu-yunho pergi saat dia mengetahui bahwa Jung haraboji meninggal"

Shit

Jaejoong mengumpat dalam hati, dengan segera dia berlari keluar rumah dan menemukan Yunho masih berdiri disana dengan memeluk tubunya sendiri.

" Yunho!" Jaejoong langsung menggenggam tangan Yuno dan membuat namja itu terpekik kaget

' Tidak, jangan sekarang...' Litih Yunho dalam hatinya

" Jangan pergi!"

" Lepaskan aku!" Pekik Yunho dengan menepis tangan Jaejoong yang menggenggam pergelangan tangannya namun gagal

" Tidak!"

" Lep-pas!"

Degh

Mata Yunho berkunang - kunang hingga menyebabkan Yunho merosot dan terduduk diatas lantai. Jaejoong tahu bahwa tengah bergetar tapi dia tidak akan melepaskan Yunho apapun yang terjadi.

" Lepas"

" Kau harus tinggal disini!" Ucap Jaejoong " Bersamaku dan keluargamu!"

" Kau pikir kau siapa menyuruhku seperti itu eoh?!" Yunho membentak Jaejoong dalam keadaan matanya yang berkunang - kunang dan tubuhnya mulai lemas

Jaejoong menatap Yunho yang seakan tidak fokus pada dirinya, Jaejoong mencoba menatap Yunho namun gagal karena Yunho terus berusaha melepaskan diri.

" Aku? Hah!" Jaejoong menatap Yunho dengan tajam " Aku Jung Jaejoong! Istrimu! Kau tidak boleh keluar dari rumah ini tanpa seizinku! Dan aku tidak terima penolakan!"

" ..."

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

.

Dihari yang spesial ini, dimana umur Cho bertambah... Cho mau berbagi juga sama kalian... Berbagi ff! Hahahahaha

Oke lah... Itu aja yang Cho omongin

.

Special Thanks :

.

Parkyooeun (sip), chifer (makasih udah baca ya, pasti Cho lanjut kok ^^), woonlight (iya, boleh kok. Makasih udah baca ya), eL Ree (sip, pasti lanjut kok ^^), Namealfianihera (sip, makasih), dwi. Yuliani. 562 (Sama-sama), AlienBaby88 (hmmm? Lucu? Kkkkk), Kamikaze Zettaime (semoga chap depan nasib baiknya ada sama Jaemma), Bestin84 (sip sip), ilma (doain ya), lipminnie (iya, Bang Mimin kan sayang sama Cho makanya sayang juga sama Yunpa #PLAKKK), Galaxy Yunjae (iya, sekarang udah tau tuh hehehehe), elite. Minority. 1111(Masih terisak – isakkah? Kkkk), jungnara2602 (iya eonn...kabur mulu kerjaannya heheheheh), akiramia (jangan nangis lagi ya hahahaha),

Retvia putri12 (udah kok, besok update yang seneng – seneng aja ya kkk), QuinnessA (salam kenal juga ^^ #bow. Iya, dan keadilan itu bakal berakhir di chap depan hahahaha), Shieru Hana (iya, pasti semua akan baik – baik aja), yunjae heart (iya, ini udah Cho update. Semoga traumanya berkurang di chap depan hehehehe), indy (sip deh), Sayuri Jung (begini... kkk), 5351 (sabar ne?), lee sunt hyun (sip), RereYunjae Pegaxue (iya, salah ketik chap kemaren heheheh), dheaniyuu (pasti Jaemma semangat kok ^^), lovgravanime14 (makasih ^^, iya udah cho updatein, qm ga lumutan kan nungguinnya? Hahahaha), Guest (nado hwaiting!), GaemGyu92 (iya, kita liat hubungan mereka di chap depan ne?), nabratz (iya ^^), dwiteja (doain aja ya ^^),

Michimizuki (Cho kan JaeNistaLover jadi Jaemmanya pasti tersakiti kkkkk #plakk), septyana lin kudo (makasih udah nunggu ff Cho ne?), fitri (iya, boleh kok), alby. Chun (iya...), princess Jae (wkwkwkwkw makin takut yang ada), JonginDO(sama – sama ^^), himeryo99 (iya, itu jaemma udah tau kalo Yunpa punya trauma. Nado hwaiting!), hyuashiya (iya tegang, apanya yang tegang? Kkk), kimRyan2124 (iya, tapi dichap ini Changmin udah ga ragu lagi kok ^^), ruixi (awalnya gitu tapi nanti... kkk), choco jin (hadeuuhh makasih udah dikecup wkwkwk, backseat lagi tumpul ide gegara Junsuxhani kkkkkk tapi diusahakan update kok ^^), Deswi15 (sip deh), Yunjae Lover (makasih udah nunggu ne? Yup! Cho pasti semangat kok ^^), jaenna (apanya yang pendek? Bang Mimin? Dia panjang kok eeeiiiii~~), kimfida62 (udah kok, doain aja dichap depan mereka akur), Guest (iya, ini udah Cho lanjut), Kim417 (wkwkwkw salahkan saja si TBC itu), Avanrio11 (iya sakit emang), YunieBear (ne, semoga semua akan membaik di chap selanjutnya hahaha),

Yang udah Follow, Fav dan juga para SiDer.

.

Oke, Cho ga tau mesti ngomong apa. Maafin kalo ada yang salah ketik nama atau malah ga Cho tulis #bow

Hmmm...

Cho mau minta maap buat bang Mimin tersayang karena ada orang lain dihati Cho, Kim Namjoon A.K.A Rap Monster dari BTS. Kkkkkk... Cho telat update gegara nonton dia mulu di ngutub. Maaf ya bang Mimin kkkkkk

Jja... Sebagai hadiah karena Cho lagi baik hati, Cho update in ff Cho yang lain!

See u next Chap

Chuuu~~~~

.

Minggu, 13 Maret 2016