Home

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan

Cast : DBSK Family, dll

Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort. Yaoi

Typos bertebaran, membosankan, alur suka"

Rate : T

Yang gak suka bisa langsung di close ^o^

Maaf ya buat yang udah nunggu ff ini seabad, hahahaha #bow

.

.

.

.

.

Ah~

Jaejoong paham kemana arah pembicaraan Yunho, jadi namja itu menganggap keluarga Jung mencarinya untuk memanfaatkan dirinya? Ck...

" Pertama, aku melakukannya demi Changmin, dia butuh sosok appa walaupun aku seorang namja tapi aku tidak bisa melakukannya. Kedua, keluargamu membutuhkan kehadiranmu disini. Kebahagiaan tidak lengkap jika kau belum ada disini dan perusahaan itu hanya bonus untuk mereka"

Yunho mendengarkannya dengan gugup, dia bisa merasakan Jaejoong mendekat kearahnya dan itu tidak baik bagi jantungnya. Hey, usiamu sudah berapa? Kenapa masih merasakan hal seperti itu eoh?

" Dan yang ketiga... Adalah alasan yang paling penting" Jaejoong mengeluarkan nada serius dalam ucapannya

Yunho bisa merasakan sebuah sengatan saat sebuah tangan menyentuh lengannya dan membalikkan tubuhnya. Yunho bisa melihat tatapan datar Jaejoong pada dirinya walaupun dirinya tidak menatap Jaejoong secara sempurna. Jaejoong yang gemas dengan perilaku seme-nya itu segera mencengkram dagu Yunho agar namja itu menatapnya.

" Alasan terpenting itu adalah karena aku mencintaimu dan aku tidak akan melepaskanmu demi apapun walaupun kau memohon padaku"

"!"

CUP

.

.

.

.

.

~ Chapter 7 ~

.

.

.

.

.

Sepertinya kau mulai terbiasa denganku?"

Jaejoong menjauhkan tubuhnya dan memperhatikan reaksi Yunho, Yunho terpaku dengan tubuh gemetar. Apa yang tadi Jaejoong lakukan padanya?

" Sudah larut malam, aku akan tidur. Selamat malam Yunho yah"

Jaejoong membiarkan pekerjaannya di atas meja dan meninggalkan Yunho yang masih membatu disana. Jaejoong kemudian berlari menuju kamarnya dengan kencang, dia tidak bisa menahan debaran menyenangkan yang sedang dia rasakan. Astaga...

Jaejoong memasuki kamarnya dan segera naik keatas tempat tidurnya untuk memeluk Changmin, bibirnya menyunggingkan senyuman yang tidak bisa dia tahan.

" Ottokeh Minnie... Ottekeh" Walaupun sebuah lirihan tapi nada senang tetap keluar dari mulut Jaejoong

Dia kemudian menyentuh bibirnya dan kembali tersenyum amat sangat lebar, ini kemajuan besar bukan? Semoga saja besok Yunho tidak menghindarinya.

" Eoh?"

Jaejoong membuka matanya kembali setelah menyadari kata – kata terakhir yang keluar dari dalam lubuk hatinya.

" Tidak apa – apa, jika dia menghindariku lagi maka aku akan mendekatinya dengan caraku"

Jaejoong lalu lama menatap Changmin yang sudah tertidur pulas dalam dekapannya dan tak lama dia menyeringai, dia punya senjata bukan?

Lalu bagaimana Yunho?

Namja itu masih terdiam ditempatnya, memikirkan apa yang tadi telah menyentuh bibirnya. Setelahnya dia mencari tempat duduk dan memejamkan matanya erat.

Bagaimana bisa Jaejoong melakukan hal ini padanya?

Bagaimana bisa jaejoong menciumnya?

Apakah namja itu tidak tahu jika tangannya bersentuhan dengannya saja membuat tubuhnya gemetar apalagi saat namja itu menciumnya tepat dibibir?

Yunho mmenahan degup kencang jantungnya, dia gemetar dan merasa lemas juga jangan lupakan keringat dingin yang mulai keluar dari pelipisnya. Semua sentuhan ini sangat berlebihan untuk Yunho.

" Astaga"

Yunho memegang dada sebelah kirinya dengan mata terpejam, jauh dari rasa traumanya dia bisa merasakan sesuatu yang lain. Sebuah rasa yang membuatnya seakan bisa meledak kapan saja. Dia bisa merasakan bagaimana bibir itu menyentuhnya.

Ada rasa mendebarkan yang dia sukai, rasanya hangat, dia merasa dibutuhkan oleh Jaejoong. Ini semua tidak berlebihan untuknya bukan? Jaejoong tulus dengannya bukan? Tidak mempermainkannya seperti dia mempermainkan Jaejoong dulu? Namun tak lama sebuah senyuman berkembang dibibirnya, semua terasa hangat untuknya.

.

.

.

" Jadi oppa, setelah terapi kau pergi kesini?"

" Ya, aku merindukan tempat ini"

" Aigo... Baiklah selamat menikmati makan siangmu oppa"

" Terima kasih Ahra ya"

Yunho melahap sup yang ada di depannya, pagi ini dia pergi ketempat Jihyun untuk melakukan terapi. Tentu saja tanpa sepengetahuan Jaejoong yang tadi pagi makan dengan senyuman berkembang dibibirnya. Dia beralasan akan pergi ke tempat Mr. Go karena ada yang perlu dibahas dengannya.

Kedua orangtua Yunho mengizinkannya karena merasa Yunho belum berlibur sejak bekerja di perusahaan Jung. Dan setelahnya Yunho pergi sendiri karena menolak diantar oleh keluarganya dan Jaejoong, Yunho pergi menemui Jihyun dan melakukan terapi awal tentang traumanya, sebenarnya bukan Jihyun yang menangani Yunho tapi suaminya, dialah terapis yang menangani Yunho. Setelahnya dia makan siang di kafe milik Mr. Go.

" Appaaaa~~~~"

" Eoh? Suara Minnie?"

Yunho menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri saat mendengar suara Changmin dan terlihat seorang namja cilik memasuki kafe sembari berlari dengan senyuman lebar dibibirnya.

" Minnie"

" Appaaa~~"

Changmin langsung naik keatas pangkuan Yunho dan mengecup pipi sang appa kemudian dia tersenyum riang.

" Mana Junsu ahjusshimu?"

" Hum? Min kecini cama eomma, tuh lagi cama halaboji"

DEG

Yunho langsung saja merasa tidak enak, dia melihat Jaejoong tengah menyapa Mr. Go dan Ahra kemudian membalikkan tubuhnya untuk berjalan ke tempat Yunho dan Changmin.

" Annyeong Yun" Jaejoong mengambil tempat duduk dihadapan Yunho

" Ne"

Yunho kembali gugup dengan kedatangan Jaejoong, dia akhirnya mengambil sendoknya lagi dan mulai memakan sup makan siangnya dan sesekali dia menyuapi Changmin yang meminta sup itu.

" Appa! Hali ini eomma bilang Min cudah boleh makan ec klim! Jadi Min ajak eomma kecini" Ucap Changmin dengan nada riangnya

" Kau senang?"

" NE! Min mau makan banyak ecklim!"

" Nanti kalau sakit bagaimana?"

" Ada eomma yang lawat Min, aaaaa appa" Changmin membuka lebar mulutnya

" Minnie ah, jangan ganggu appa makan. Kemari dan tunggu makananmu datang" Jaejoong menginterupsi kegiatan mengganggu makan Yunho

" Keunde..."

" Kemari dan jadilah anak baik"

" Alaceo"

Changmin turun dari pangkuan Yunho dan duduk disebelah eommanya, setelahnya Changmin bercerita riang tentang apa yang dikerjakannya disekolah tadi pagi.

" Minnie!"

" Auntiiiiii!"

Ahra yang datang membawakan pesanan langsung menaruh sup Changmin dan segera memeluk bocah yang dia rindukan itu. Kemudian dia mengacak surai hitam Changmin dan berjongkok disamping Changmin.

" Ugh! Nanti Min ga tampan lagi kalo aunti acak lambut Min!" Changmin mengerucutkan bibirnya

" Aigo... Nanti Auntie tidak akan memberikanmu es krim kalau kau mengambek" Goda Ahra

" Andwee~~ Ec klim"

" Hahahahaha, tentu kau akan mendapatkannya setelah makan" Ahra kemudian berdiri dan membungkukkan tubuhnya " Selamat menikmati makan siangnya" Lanjutnya dengan senyum super ceria

" Terima kasih Ahra yah" Ucap Jaejoong

" Ne oppa"

Akhirnya Changmin makan dengan tenang disuapi oleh eommanya, Yunho mengerutkan keningnya saat dia tidak melihat makanan di depan Jaejoong.

" Kau tidak makan?" Tanya Yunho sembari tetap memakan supnya

" Eh?"

Jaejoong sedikit terkejut karena Yunho bertanya padanya, ini sebuah perhatian walaupun masih tergolong kecil bukan?

" Aku sudah makan tadi" Jawab Jaejoong, dia kemudian menatap apa yang dimakan oleh Yunho " Kau hanya makan sup? Makanlah lebih banyak agar kau tidak terlalu kurus"

" Eh?" Yunho jadi melihat kearah pergelangan tangannya, apa dia kurus sekali sampai Jaejoong bilang seperti itu

" Appa kulus kayak Min"

" Kau kurus apanya Minnie ah? Lihat perutmu yang gembul juga bokongmu seperti Suie ahjusshimu" Goda Jaejoong

" Ic! Eomma~~"

" Mianhae mianhae, jja... Min makan yang banyak supaya bisa tinggi"

" Ceperti appa?"

" Ne, seperti appa"

" Oke"

" Good boy"

Yunho terdiam melihat interaksi itu, Jaejoong benar – benar bisa menangani Changmin dengan mudah. Changmin terlihat sangat menurut pada Jaejoong, bersyukurlah Changmin memiliki eomma seperti Jaejoong. Sedangkan dari belakang kasir, Ahra melihat mereka dengan senyuman berkembang.

" Tidak apalah aku sakit hati, mereka memang cocok. Aigoo~~ Kapan aku mendapatkan jodoh! Tuhaaaaaannn~~~"

Dan dari luar kafe terlihat sebuah mobil terparkir, didalamnya dua orang namja tengah melihat kearah Yunho, Jaejoong dan Changmin. Mereka adalah Yoochun dan Junsu yang tadi mengantarkan Jaejoong dan Changmin ke kafe Mr. Go dan setelahnya Jaejoong menyuruh Junsu untuk pulang sedangkan Yoochun kembali ke perusahaan juga memantau butik Jaejoong hari ini.

" Jae hyung sungguh pintar, menggunakan Changmin untuk pendekatan? Aigo..." Ucap Junsu

" Dia memang penuh ide sayang saja si Jung itu terlalu bodoh dulu" Yoochun menimpali

" Ne, semoga mereka bisa bahagia"

" Hum, aku harap juga begitu. Lalu kita bagaimana?"

" Bagaimana apanya?"

" Ayolah... Kita sudah merahasiakan ini sangat lama dari Jaejoong"

" Ya ahjushhi! Bersabarlah sedikit, aku ingin melihat mereka bahagia dulu"

" Lama"

" Ish! Tidak sabaran"

" Keburu tua aku menunggumu"

" Kau kan memang sudah tua"

" Tapi kau tetap mau bersamaku"

" Iya, siapa lagi yang mau dengan ahjusshi tua sepertimu selain aku"

" Ck... Bebek semok"

" Mwo?"

" Ani"

Mari tinggalkan sepasang kekasih yang merahasiakan hubungannya dari Jaejoong itu dan kembali pada pemeran utama kita yang sekarang sudah menyelesaikan makan siangnya.

" Sudah selesai?" Tanya Jaejoong

" Ec klim!" Pekik Changmin dengan senang

" Iya, sebentar lagi es krim Minnie datang"

" Yaayyy! OH! Appa!"

" Ne? Yunho menatap Changmin

" Abic ini ke kebun binatang? Ne?" Changmin mengeluarkan puppy eyesnya

Yunho terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Changmin, bagaimana ini? Dia belum mampu jika harus terus berada disamping Jaejoong. Jujur saja, Yunho sudah tidak kuat sejak tadi, apalagi aroma tubuh Jaejoong mengingatkannya tentang masa lalu yang dia lakukan terhadap Jaejoong.

Dia ingat pernah memaki Jaejoong untuk membuang semua bedak powder bayi yang Jaejoong pakai karena kesal kemudian dia menampar Jaejoong karena tidak mau menurutinya. Yunho bahkan memukul rahang Jaejoong saat itu.

" Minnie ah, appa terlihat tidak enak badan. Bagaimana kalau kita tunda sampai appa merasa lebih baik?" Ucap Jaejoong meminta pengertian anaknya

" Keunde eomma..." Chanfmin menatap sendu kearah Jaejoong

" Nanti kita bisa pergi dari pagi ke tempat yang Minnie suka"

" Yaksok?" Mata berkaca – kaca itu berubah menjadi berbinar mendengarkan ucapan eommanya

" Ne, yaksok"

" Oke"

Jaejoong mengusap kepala sang anak, cukup kecewa juga Yunho belum bisa menerima ajakan Changmin tapi dia harus bisa memakluminya karena pasti masih berat untuk Yunho berada di dekatnya. Sama sepertinya dulu...

.

.

Changmin tertidur dalam pangkuan Jaejoong, mereka memutuskan pulang menggunakan taksi. Yunho duduk disamping sang supir sedangkan Jaejoong dan Changmin duduk dikursi belakang. Setelah Changmin menghabiskan es krimnya Ahra datang dan bertanya tentang mata kuliahnya dan Jaejoong dengan senang hati membantunya. Cukup lama mereka berdiskusi hingga mereka sadar bahwa Changmin sudah mengantuk.

Dan sekarang Jaejoong sedang membawa Changmin keluar dari taksi yang mereka naiki dan menggendongnya menuju kedalam rumah. Yunho berjalan terlebih dahulu agar bisa membukakan pintu mansion dan mereka langsung disambut oleh eomma Yunho.

" Aigo... Minnie tertidur?" Tanya Mrs. Jung

" Ne eomonim, Joongie bawa Minnie ke kamar dulu"

" Selamat tidur Minnie"

Sebuah kecupan diberikan Mrs. Jung pada cucu kesayangannya dan setelah itu Jaejoong pergi ke kamarnya. Mata Mrs. Jung beralih menatap anaknya yang menundukkan kepalanya.

" Kenapa Yun?" Tanya Mrs. Jung

" Ani"

" Ada yang mengganggu pikiranmu?"

" Eomma... Aku... Tidak apa – apa" Untuk sementara Yunho lebih baik menyimpan ini semua dalam hatinya

" Kalau kau ingin bercerita, eomma siap dengarkan. Jangan pernah menyimpannya sendiri, oke?"

" Ne eomma, aku akan pergi mandi"

" Ya"

Mrs. Jung menatap sendu anaknya yang berjalan menuju kamarnya, dia hanya berharap semua akan menjadi lebih mudah untuk Jaejoong meyakinkan Yunho. Semoga saja...

.

.

Beberapa hari kemudian tiba – tiba saja Jaejoong masuk kedalam ruang kerja Mr. Jung dan dia kaget melihat Yunho yang duduk di kursi kerja Mr. Jung. Yunho sedang memeriksa laporan keuangan bersama dengan Yoochun.

" Kenapa?" Tanya Yoochun

Jaejoong yang membawa file pekerjaannya masuk dan duduk disamping Yoochun, tepatnya duduk berhadapan dengan Yunho.

" Aku ingin memeriksa laporan butik, Minnie baru tidur dan aku baru bisa melakukannya sekarang hyung. Aku juga membutuhkanmu untuk membantuku mengerjakannya" Jawab Jaejoong kemudian dia menoleh kearah Yunho " Terganggu jika aku disini?" Tanya Jaejoong dengan lembut pada Yunho

Yunho menghela nafasnya, Joon Hyuk -suami Jihyun- berkata padanya untuk mulai membiasakan diri dengan sentuhan Jaejoong. Semua terapi yang dijalani akan terasa percuma jika Yunho tidak melakukan tindakan apapun. Jadi Yunho harus mulai membiasakan diri dengan kehadiran Jaejoong.

" Ya silahkan"

Jawaban Yunho membuat Jaejoong senang, namja cantik itu membuka file-nya dan mulai bertanya pada Yoochun tentang hal yang dia tidak mengerti. Dan terakhir Jaejoong membahas hal yang membuat Yunho melirik – lirik kearah Jaejoong.

" Seunghyun ya..." Yoochun menghela nafasnya untuk hal yang satu ini " Mr. Jung berkata apa?"

" Aboji bilang terserah padaku tapi... melihat latar belakang keluarganya..."

" Mr. Choi eoh?"

" Ya, otte? Aku tidak masalah memasukkan Seunghyun ke dalam perusahaan karena belum tentu Seunghyun memiliki sifat seperti appanya tapi aku ragu"

" Kalau ragu tidak usah"

Jaejoong dan Yoochun langsung menoleh ke sumber suara, Yunho baru saja menyuarakan pendapatnya. Dan ini bisa jadi hal penting.

" Kau dulu berteman dengannya bukan Yun? Bagaimana sifatnya?" Tanya Jaejoong

Yunho hanya ingat hal buruk ketika bersama dengan sepupunya itu, clubbing, mabuk, one night stand dan namja itu pernah mempengaruhinya untuk berselingkuh saat dia berstatus sebagai suami Jaejoong. Yunho menghembuskan nafasnya, dia menatap Yoochun karena tidak mampu menatap Jaejoong.

" Aku rasa kau harus melihat masa lalunya dengan detail" Jawab Yunho pada akhirnya

" Hmmm..." Jaejoong menatap Yoochun " Hyung, tolong cari tahu apa saja yang dilakukan Seunghyun selama ini"

" Baiklah" Akhir – akhirnya Yoochun juga yang mendapatkan pekerjaan

" Tapi, saat bertemu dengan Seunghyun waktu itu dia memberikan kesan yang baik dan positif. Apa lagi dia sangat lembut dan perhatian" Gumam Jaejoong sembari melihat kembali dokumen butiknya

Rahang Yunho mengeras mendengarnya, lembut dari mana? Kalau Jaejoong tahu apa saja yang dilakukan Seunghyun pasti Jaejoong akan membencinya, membenci Seunghyun maksudnya.

' Namja itu apa bagusnya... Ck... Cuma sampah...' Batin Yunho kesal

Diam – diam Yoochun melirik Yunho dan hampir tertawa karena reaksi yang diberikan Yunho untuk Seunghyun. Sudah jelas sekali namja itu cemburu tapi Yunho tidak bisa mengekspresikannya dengan jelas dan jujur pada Jaejoong.

Jaejoong sendiri masih sibuk dengan urusannya, dia membolak – balikkan halaman dokumennya dan sesekali bertanya pada Yoochun.

" Untuk masalah Seunghyun, boleh aku serahkan keputusannya padamu Yun? Aku rasa kau lebih tahu lebih banyak tentangnya" Ucap Jaejoong

Yunho hanya mengangguk karena dia merasa memang lebih baik urusan Seunghyun diberikan padanya agar Jaejoong tidak berdekatan dengan Seunghyun, eoh?

Yunho tersentak karena pemikirannya, bagaimana bisa dia berpikiran seperti itu? Tapi memang benarkan dia tidak rela Jaejoong dekat dengan namja lain.

" Nah, sudah selesai bukan? Lebih baik kau tidur Joongie ah bukankah kau ada meeting dengan pegawaimu di butik besok pagi?"

" Ne hyung araseo"

Yoochun tersenyum kemudian mengusap rambut Jaejoong untuk melihat bagaimana reaksi Yunho dan hasilnya? Sangat memuaskan. Yoochun bisa melihat bagaimana tatapan Yunho berubah menjadi dingin saat menatapnya. Jaejoong sendiri senang – senang saja diperlakukan seperti itu oleh Yoochun yang sudah dianggap sebagai kakaknya. Jaejoong membungkukkan dirinya dan menatap Yoochun serta Yunho secara bergantian.

" Jalja... Chunnie hyung, Yunho yah.."

" Ne... Jalja Joongie"

" Hmm" Yunho hanya bergumam menanggapi ucapan Jaejoong

Jaejoong tersenyum kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja Mr. Jung. Sepeninggal Jaejoong, Yoochun langsung menatap Yunho yang masih melihat kearah pintu ruang kerja.

" Mau dilanjutkan atau kita bahas besok?"

" Lanjutkan saja" Jawab Yunho

" Kau kenapa? Kenapa menatapku seperti itu?"

" Seperti apa?"

" Seakan kau ingin memakanku"

" Kau kira aku kanibal" Ucap Yunho kemudian menatap dokumen yang dipegangnya

Yoochun tahu, Yunho tengah cemburu dan dia tidak ingin mengganggu namja yang sedang cemburu itu lebih lanjut. Pekerjaannya masih banyak dan dia harus memulainya lagi bersama Yunho.

.

.

.

Dua minggu kemudian keluarga Jung serta Jaejoong, Changmin, Junsu dan Yoochun makan pagi dengan tenang kecuali Changmin yang dengan semangat menceritakan kegiatan yang akan diadakan disekolahnya besok. Sekolah Changmin mengadakan kunjungan ke museum tapi jaejoong baru ingat bahwa dia memiliki janji penting dengan kliennya yang berasal dari Paris.

" Tidak apa Joongie, biar eomonim yang menemani Minnie" Ucap Mrs. Jung mengalah

" Jadi... Eomma gak bica ikut Min becok?" Mata Changmin terlihat berkaca – kaca menatap sang eomma

" Mianhae baby..." Ucap Jaejoong penuh penyesalan

" Eomma cudah belapa kali batalin janji buat ikut acala cekolah Min coba?"

Jaejoong ingat, tiga kali dia tidak bisa menghadiri kegiatan sekolah Changmin dan digantikan dengan Junsu. Menyesal juga tidak bisa menemani anaknya namun dia sekarang memiliki tanggung jawab pada keluarga Jung. Dia juga bingung bagaimana menghadapi hal ini, ingin rasanya menemani sang anak tapi...

" Minnie mau pergi dengan appa?"

Changmin yang lesu itu menatap appanya.

" Appa mau pelgi cama Min?" Tanya Changmin

" Tentu, kalau kau mau"

" Ne! Min mau!" Ucap Changmin dengan semangat

Jaejoong langsung menatap Yunho yang sekarang memangku Changmin dan bercanda dengan anak kesayangannya itu. Jadi begini rasanya... Rasanya memiliki keluarga kecil dan berbagi tugas menjaga anak bersama.

" Ya sudah, sekarang Minnie berangkat sekolah bersama Junsu ahjusshi dan appa akan menjemput untuk makan siang bersama"

" Ne appa"

Changmin mencium pipi sang appa kemudian turun dari pangkuan Yunho, namja cilik itu berlari menuju haraboji dan halmoninya untuk mengecup pipi mereka kemudian menarik tangan Junsu untuk segera berangkat. Jaejoong menatap kaget anaknya tapi dia tahu apa yang tengah terjadi.

" Minnie tidak mau cium eomma eoh?" Tanya Jaejoong

Changmin menyedekapkan tangannya didada dan mengerucutkan bibirnya kemudian dia menggelengkan kepalanya. Imut.

" Ani"

" Marah eoh?"

" Menulut eomma?"

" Mianhae baby..." Lirih Jaejoong

Changmin yang mendengar suara sedih eommanya jadi merasa bersalah, dia menoleh dan berjalan pelan kearah eommanya yang sudah berjongkok tak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan cepat Changmin mengecup eommanya dan hendak lari namun Jaejoong menahannya dengan memeluk Changmin.

" Mianhae baby, eomma janji akan berusaha sebaik mungkin untukmu. Saranghae... Eomma saaayyyaaang Minnie"

" Min juga cayang eomma" Changmin membalas pelukan sang eomma

" Jja... Jangan nakal di sekolah ne?"

" Ne eomma"

Changmin melepaskan pelukannya dan mendaratkan kembali satu kecupan pada pipi sang eomma, setelahnya dia menggandeng Junsu untuk berangkat sekolah. Jaejoong berdiri kemudian duduk ditempatnya semula.

" Terima kasih sudah mau menemani Minnie besok" Ucap Jaejoong tanpa menatap Yunho

" Tidak apa – apa, besok aku tidak ada jadwal penting" Yunho meminum air putih di depannya kemudian menatap eomma dan appanya " Aku berangkat sekarang saja karena aku harus menemui klien"

" Ne Yun"

Yunho beranjak dari ruang makan untuk langsung pergi ke kantor, Jaejoong tidak bisa berhenti tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi besok.

" Kau sengaja?"

Jaejoong menatap Yoochun kemudian menggelengkan kepalanya.

" Tidak Chunnie hyung, aku tidak sepenuhnya sengaja tapi untungnya Yunho mau menemani Minnie besok" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum senang " Eomonim dan aboji tidak marah kan?"

" Kenapa harus marah? Kami tahu kau ingin Minnie memiliki banyak waktu dengan appanya bukan?"

" Ne eomonim, aku ingin Minnie memiliki banyak waktu bersama Yunie"

" Ya, tidak apa – apa Joongie ah. Dan... Sekarang cepat kau habiskan sarapanmu, bukankah kau ada meeting dengan para karyawanmu?"

" Ne"

.

.

.

Siangnya, Yunho ditemani sang supir menjemput Changmin di sekolahnya. Yunho keluar dari mobil dan menunggu disamping mobilnya, dia bisa melihat Junsu tengah mengobrol dengan beberapa yeoja yang kemungkinan adalah wali murid. Ingin masuk tapi Yunho tidak ingin merasa canggung jadi dia lebih baik menunggu dekat mobilnya saja.

Tak sampai sepuluh menit Yunho melihat beberapa anak mulai keluar dari ruang kelas, termasuk Changmin yang sedang berjalan keluar kelas bersama seorang namja cilik berambut ikal. Yunho tersenyum kala Changmin mengecup pipi namja cilik itu kemudian menggandeng tangan Junsu keluar dari sekolahannya.

" Minnie" Panggil Yunho

" Appaaa~~~" Changmin melepaskan gandengannya dan berlari menuju sang appa

Yunho membuka tangannya untuk menggendong anak tersayangnya itu, setelah sudah dalam pelukannya Yunho memberikan kecupan – kecupan pada wajah Changmin hingga membuat namja cilik itu tertawa.

" Annyeong Junsu" Sapa Yunho

" Ne, annyeong Yunho sshi"

" Minnie akan pulang bersamaku" Ucap Yunho dan diangguki oleh Junsu

" Miiinniiiee!"

" Eoh? Kyunie"

Changmin meminta turun dari gendongan Yunho dan Yunho mengizinkannya, Changmin langsung saja mengobrol dengan namja cilik bernama Kyuhyun itu.

" Appa Minnie tampan ne? Tinggi! Kyu Suka!"

" Mwo? Andwe!" Changmin menggelengkan kepalanya, Yunho yang melihatnya malah bingung dengan tanggapan Changmin terhadap temannya itu

" Waeyo?"

" Kyu cuma boleh cuka cama Min! Nanti Min bakal tinggi juga kayak appa!"

Ah~
Yunho mengerti arah pembicaraan anaknya yang masih lima tahun itu, sungguh... Dari mana dia belajar semua itu eoh?

" Jangan haran, Minnie belajar itu semua dari Yoochun hyung"

" Mwo?" Yunho langsung menatap kaget pada Junsu

" Dia memang kadang mengajarkan hal aneh pada Minnie"

" Aigo..." Yunho menggelengkan kepalanya

" Appa kajja"

Yunho merasakan tarikan pada celananya, dia menoleh kebawah dan melihat sang anak sudah menatapnya dengan penuh binar. Kyuhyun mengucapkan salam pada Yunho begitu juga eomma dari Kyuhyun dan dibalas oleh Yunho dengan sopan.

Setelahnya Yunho dan Changmin pergi untuk makan siang bersama, mereka memutuskan untuk memakan ramen siang ini. Sebelum makan siang Jaejoong menelepon dan Yunho bertanya apakah dia boleh membelikan ramen untuk Changmin dan jawaban Jaejoong tentu saja senang bisa berbicara dengan Jaejoong melalui telepon walaupun masih terasa canggung, sungguh canggung.

" Enak?" Tanya Yunho

" Ne appa! Min boleh tambahkan?"

" Ha?"

" Min cuka!"

" Arasseo..."

Yunho hanya bisa menggelengkan kepalanya saat Changmin menghabiskan mangkuk keduanya kemudian memakan kimchi lobak dengan riang. Dan dia masih meminta makanan penutup, dia ingin memakan tteokbokki. Astaga...

" Tapi Min mau" Changmin mulai mengeluarkan jurus matanya

" Min belum kenyang eoh?"

Changmin menggelengkan kepalanya dengan wajahnya yang polos.

" Appa telepon eommamu dulu ne?"

" Hum"

Dengan ragu Yunho mengambil ponselnya dan menatap layar ponselnya lama sebelum akhirnya dia memutuskan menetan tombol 'panggil'. Dia menempelkan ponselnya pada telinga dan mendengar nada tunggu. Jantungnya berdebar kencang padahal dia hanya menelepon Jaejoong, hanya memastikan apakah Changmin masih boleh makan tteokbokki atau tidak.

" Yeobosseo? Yun?"

" Ehem" Yunho berdehem menghilangkan mencoba menghilangkan kecanggungan

" Wae? Apa ada masalah dengan Changmin?"

" Ani... Aku hanya ingin bertanya"

" Ne?"

" Apa Changmin boleh memakan tteokbokki?"

" Apa saja yang sudah dia makan siang ini?"

" Dua porsi ramen dan setengah porsi ramen milikku" Yunho meringis melihat Changmin yang ternyata tengah asyik memakan ramen miliknya

" Berikan saja"

" Ha?"

" Changmin harus menemukan makanan penutup dan sepertinya tteokbokki adalah makanan penutup untuknya siang ini. Berikan saja tapi jangan pedas setelah makan bisa dipastikan dia akan mengantuk Yun dan tidur siang satu jam kemudian. Tidak apa – apa"

Yunho terperangah, dia terpana dengan penjelasan Jaejoong. Mendengarnya saja Yunho bisa pastikan bahwa Jaejoong benar – benar mengenal anaknya dengan baik. Waw...

" Yun?"

" Ah ne, aku akan memberikannya"

" Baiklah, apa ada lagi?"

" Tidak"

" Appa! Min mau ngomong cama eomma"

" Sebentar" Ucap Yunho kemudian memberikan ponselnya pada Changmin

" Eomma"

" …."

" Eomma cudah makan ciang?"

" …."

" Kenapa belum eoh? Eomma mau jajangmyun? Nanti Min antal ketempat eomma"

Apa lagi ini?

Yunho terdiam mendengarkan percakapan Changmin dan Jaejoong, tidak menyangka bahwa anaknya perhatian pada sang eomma.

" Ne eomma, Min juga cayang eomma"

PIK

Changmin mematikan sambungan teleponnya dan menatap Yunho.

" Eomma belum makan, pecan jajangmyun cama tteokbokki buat eomma ne appa? Ental sekalian antal ke tempat eomma"

" Arasseo" Yunho mengelus kepala Changmin, dia sungguh bangga pada anaknya ini

.

.

.

" Eoommmaaa!"

Changmin langsung berteriak ketika mereka memasuki butik milik Jaejoong. Yunho berjalan untuk mengejar Changmin yang dengan semangat memanggil eommanya.

" Minnie?"

" Eoh? Cuie Juchi!"

Yunho menghentikan langkahnya saat melihat Junsu menggendong kemudian memeluk erat Changmin. Jadi Junsu pergi kesini?

" Eomma eodie?" Tanya Changmin

" Sebentar ne? Eommamu sedang ada tamu"

" Alaceo"

" Silahkan duduk Yunho sshi"

Yunho melihat sekeliling, butik ini seperti rumah sendiri dengan adanya beberapa sofa single dan sofa panjang. Yunho menduduki salah satu sofa single disana dan menatap dekorasi sederhana namun kelihatan elegan butik milik Jaejoong. Waw... Yunho mendengar dari Yoochun bahwa Jaejoong mendekorasinya sendiri.

" Ne, silahkan kembali lusa dan kalian berdua bisa melihat hasilnya"

Yunho langsung mencari ke sumber suara dan melihat Jaejoong berjalan dengan sepasang yeoja dan namja yang sepertinya sepasang kekasih. Setelah mengantarkan tamunya, Jaejoong langsung tersenyum melihat Changmin yang mulai mengantuk dalam gendongan Junsu.

" Eoommaaa~" Changmin membuka matanya saat merasa seseorang mengelus kepalanya

Jaejoong mengambil alih Changmin dari gendongan Junsu dan memeluk Changmin dalam dekapannya. Meminta beberapa karyawan melayani pelanggannya dengan ramah kemudian matanya tertuju pada satu sosok bermata musang yang tengah duduk pada salah satu sofa single butiknya.

Jaejoong kira Yunho hanya menurunkan Changmin disini untuk dijaga oleh Junsu tapi ternyata dia ikut masuk kedalam butiknya. Jaejoong berjalan menuju Yunho dengan senyuman berkembang pada bibirnya.

" Kau kemari Yun?" Jaejoong menepuk – nepuk punggung sang anak

" Ya, aku mengantarkan makan untukmu" Jawab Yunho

" Ayo kita ke dalam ruanganku saja"

" Tapi..."

" Cepatlah Yun, Minnie sangat berat"

Yunho menghela nafasnya, dia mengikuti Jaejoong kedalam ruangannya yang bernuansa hitam dan putih. Jaejoong membaringkan Changmin pada sebuah ranjang kecil yang sepertinya sudah disiapkan jaejoong untuk Changmin di butik kemudian duduk pada sebuah sofa panjang.

" Duduklah Yun"

Yunho menuruti jaejoong untuk duduk berhadapan dengannya, dia meletakkan apa yang dibawanya diatas meja. Jaejoong membukanya dan tersenyum melihat sebungkus jajangmyun dan tteokbokki.

" Terima kasih" Ucap jaejoong dengan tulus

" Ya" Yunho hanya bisa mengangguk namun matanya terfokus pada satu hal

Sebuah foto berukuran sangat besar berpajang dibelakang meja kerja Jaejoong. Sebuah foto pernikahan, foto pernikahan mereka. Dibawahnya terdapat meja panjang yang diisi oleh beberapa figura bernuansa etnik. Foto keluarganya, Yoochun, Junsu hingga foto Changmin ada disana.

" Aku yang mendesainnya"

Yunho hanya bisa melirik Jaejoong.

" Bagaimana bisa?"

" Ne?" Jaejoong mengerutkan keningnya

" Kenapa kau pasang foto itu?" tanya Yunho sembari menatap foto pernikahannya dengan Jaejoong

" Kenapa? Foto itu sangat berharga untukku"

Berharga?

Bahkan Yunho sama sekali tidak memperlihatkan ekspresinya disana, hanya Jaejoong yang tersenyum dengan lembut pada foto itu. Yunho ingat, dia dipaksa eommanya untuk berfoto bersama Jaejoong saat itu dan dia mau tak mau menuruti sang eomma.

Hari itu mungkin hari yang membahagiakan untuk Jaejoong tapi tidak dengan Yunho, Yunho sendiri langsung kabur ke klub malamnya dan menghabiskan waktu dengan dua orang wanita disana tanpa memperdulikan perasaan Jaejoong. Dia memang brengsek dan bajingan...

" Tidak peduli apa yang terjadi saat itu, aku merasa foto itu sangat berarti untukku"

Yunho tidak berani menoleh, dia merasa bagaikan penjahat sekarang. Dan dia tidak menyangka bahwa namja yang dulu sering dia hina sebagai budak, pembantu, kelas rendahan intinya Jaejoong tidak ada bagusnya dimata Yunho bisa berubah menjadi angsa yang menawan, berpendidikan, elegan dan sangat cerdas. Yunho jadi malu jika mengingat apa saja yang dulu dia katakan pada Jaejoong.

" Tidak usah mengingat masa lalu itu Yun, yang kita hadapi sekarang adalah masa depan dan aku sudah mencoba melupakan semua yang ada dibelakang kecuali satu hal"

Yunho menoleh, dia tidak bisa menatap Jaejoong hingga dia melirik sekilas dan fokus pada benda apapun yang ada dibelakang Jaejoong.

" Perasaanku padamu yang tidak pernah berubah, saranghae"

Jantung Jaejoong berdebar kencang saat mengatakannya, bagaimana bisa dia seagresif ini? Tangannya yang memegang sumpit bahkan sedikit bergetar.

" Sejak kapan?"

" Ne?"

" Sejak kapan kau menyukaiku?"

" Aku tidak tahu pastinya.. Tapi... Saat dulu kau datang bersama teman – temanmu ke rumah dan kau bercanda dengan mereka. Aku melihat sisi lain dirimu, penuh senyum dan kehangatan. Dan sejak saat itu wajahku selalu merona saat melihat kau tersenyum. Jung haraboji menyadarkanku bahwa aku mencintaimu tapi aku selalu menyangkalnya, tapi akhirnya aku tahu bahwa aku mencintaimu Yun tapi aku merasa tidak pantas untuk mendapatkanmu" Jelas Jaejoong panjang lebar

Yunho ingat...

Dia ingat bahwa dia serang mendapati Jaejoong melirik kearahnya saat teman – temannya datang ke rumah. Tapi dia tidak mengambil pusing karena dia menganggap Jaejoong bukan siapa – siapanya. Suatu hari sang haraboji pernah bertanya padanya tentang Jaejoong dan Yunho menjawabnya dengan acuh. Jadi... Harabojinya tahu bahwa Jaejoong menyukainya dulu?

" Maaf, aku rasa aku sudah kelewat batas. Aku makan saja" Jaejoong memakan jajangmyun yang dibawakan Yunho dengan lahap sesekali melirik kearah ranjang dimana anaknya tidur takut Changmin mengigau atau terbangun

Yunho tidak tahu harus bagaimana lagi, Jaejoong terlalu terbuka padanya. Dia tidak menutup – nutupi perasaannya, Yunho bisa lihat kejujuran itu dan juga kesungguhan dari dalam diri Jaejoong. Apa sudah waktunya bagi dia untuk terbuka juga?

" Aku harap... Kau bisa melihat kesungguhanku Yun. Jujur saja, aku sangat malu mengatakan cinta padamu. Aku bahkan bisa merasakan panas dari wajahku sendiri" Sebelum membuka mulutnya Yunho malah mendapati Jaejoong berbicara terlebih dahulu

" Aku... Aku sebenarnya merasa tidak pantas dimaafkan oleh keluargaku terlebih olehmu... Kebodohanku adalah perilaku yang aku perbuat dimasa lalu hingga aku hidup dalam penyesalan selama lima tahun ini"

Jaejoong menghentikan acara makannya, dia menatap Yunho yang tengah duduk menunduk sembari menyatukan kedua tangannya didepan lututnya sendiri, terlihat gugup.

" Hidup jauh dari keluarga mengajarkanku banyak hal terutama saat melihat bagaimana Go ahjusshi merawat Ahra. Aku merasa bodoh karena mengacuhkan kasih sayang yang keluargaku berikan, menyesal dan terus menyesal. Aku merasakannya selama lima tahun ini,

Terlebih dipikiranku, aku telah membunuh sosok yang sangat berarti dikeluargaku. Mimpi buruk selalu menghantuiku selama lima tahun ini. Dan kau datang mengacaukan semua pemikiranku, membuatku trauma bahkan jika aku hanya memandangmu"

" Yunho maaf aku-"

" Bukan kau yang harusnya meminta maaf, tapi aku" Yunho mulai mendongakkan kepalanya, mencoba menatap Jaejoong

" Yun..."

" Aku tidak tahu apa kau akan memaafkanku atau tidak tapi... Aku harus melakukannya, aku meminta maaf agar aku tidak kembali menyesal di kemudian hari"

Mata Jaejoong berkaca – kaca mendengar ucapan Yunho, ini sudah lebih dari cukup.

" Sejujurnya, sudah dua minggu ini aku mengikuti terapi dengan Jihyun noona, aku ingin semua berjalan normal. Aku ingin... Aku ingin menjalani kehidupanku bersama dengan keluargaku dan dirimu"

Jaejoong cukup kaget dengan kalimat Yunho karena dia memang tidak tahu Yunho mengikuti terapi.

" Maukah kau memaafkanku Jae? Aku sungguh menyesal dengan perbuatanku dulu padamu" Ucap Yunho bersungguh – sungguh

Airmata Jaejoong jatuh begitu saja, dia mencoba menghapusnya namun gagal karena airmatanya terus mengalir keluar.

" Jae?"

Jaejoong bangkit dari duduknya dan menghampiri Yunho, dia duduk disamping Yunho yang langsung menggeser duduknya. Ingat, dia masih belum bisa berdekatan dengan Jaejoong.

" Ne, tentu saja aku memaafkanmu" Ucap Jaejoong dengan beruraian airmata

" Kenapa menangis?"

" Aku bahagia Yun, bahagia hiks..."

" Berhentilah menangis kalau kau bahagia"

" Sudah aku coba lakukan tapi tidak bisa! Ini terlalu membahagiakan untukku hiks... Mulai sekarang apapun yang kau rasakan kau harus memberitahukanku. Walaupun kau tidak mencintaiku aku ingin kita mengulang dari awal"

" Apa-"

GREP

Jaejoong memeluk Yunho secara mendadak, tangisnya tidak reda malah makin menjadi. Entah bagaimana Jaejoong merasakan beban dipundaknya terasa terangkat. Tidak menyangka juga Yunho akan mengatakan hal seperti ini secepat ini.

Yunho terdiam kaku, badannya memang gemetar tapi tidak seperti dulu yang langsung pusing hanya karena mencium harum tubuh Jaejoong. Dengan tangannya yang bergetar Yunho menyentuh punggung Jaejoong dan menggerakkan tangannya naik dan turun.

Jaejoong tersentak, ini skinship pertama yang dilakukan Yunho terlebih dahulu padanya. Jaejoong yang ingat trauma Yunho langsung menjauhkan tubuhnya.

" Ma-maaf Yun..."

Apa ini?

Kemarin Jaejoong bahkan tidak mengucapkan maaf setelah lancang mencium Yunho terlebih dahulu dan sekarang lihat gerak gugup Jaejoong.

" Omo! Kemejamu terkena bumbu jajangmyun. Aish... Ottokeh... Maaf Yun" Jaejoong menoleh ke kanan dan kekiri mencari tisu namun suara Yunho menghentikan gerakannya

" Hey"

Jaejoong mendongakkan kepalanya dan dia bersumpah bahwa matahari kalah bersinarnya dengan senyuman yang Yunho tunjukkan padanya hari ini. Yunho tersenyum dan kali ini senyumannya ditujukan untuk Jaejoong.

" Terima kasih sudah memaafkanku"

Jaejoong hanya mengangguk tanpa suara.

" Aku akan berusaha lebih baik setelah ini"

Dan Jaejoong tahu, tidak semua berujung buruk jika dia memberikan kesempatan kedua untuk orang lain. Dan dia tidak menyesal memberikan kesempatan kedua itu untuk Yunho. Yang Jaejoong tahu dan inginkan, dia akan mempertahankan keluarga kecilnya apapun yang terjadi terutama untuk kebahagiaan anaknya, Changmin.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Anyeeooongggg...

Cho disini membawa satu chap baru untuk ff Home, mianhae kalo chap ini agak ngawur? Hehehehe

Hmm... Jaemma, Yunpa happy aniv yaaaa! Nambah anak satu ga apa – apa kaleess! Kkkk...

.

Special Thanks :

.

Yena Jung, KimsangJung, Galaxy YunJae, eL Ree, inasaragi, dheaniyuu, ismi mimi, uknowme2309, hope (maaf ya kalo ff na nyebelin buat qm ^^), cha yeoja hongki, retvianputri12, Yunjae Lover, moebyansz, lipminnie, rintan, GaemGyu92, Princess Jae, AlienBaby88, vivisensi, TitaniumSP, yjs, MyBooLoveBear, Herlina (whaaa Toss! kkk),

asyifaaulia31, Dolphin Jun elsita, Kamikaze Zettaaime, akiramia44, Avanrio11, Sayuri Jung, lovgravanime14, guest, Park Rinhyun-Uchiha, Jaenna, Dewi15, yunjae heart (nee~~ next chap flashback), indy, shfly9 – Kim, JonginDO, kimRyan2124aykei yunho, elite. Minority. 1111, nishikado. Yukito, teukiangle,

Yang udah follow, fav, para Guest dan SiDer.

.

Thanks a lot yaaaa!

.

Hmm... Cho emang ada akut Wattpad... Bisa kalian search Shimjaecho tapi emang belom banyak yang bisa Cho pindahin ke sana karena harus edit – edit. Perbaikan dari ffn ke watt... typos yang bertebaran pun cho benahi disana.

Pokonya mah... happy aniv buat YunJae yaa! kkkk...

Maaf juga ga bisa bales ripiu kalian disini tapi dichap depan Cho bakal jawab satu persatu kok hehehee, buat yang mau nanya atau ngobrol bisa PM Cho ^^

.

Dan yang kecewa sama chap ini, mianhae... Cho emang harus bikin seperti ini karena ga bagus kalo ulur – ulur waktu. Chap udah 7 tapi masih disitu – situ aja.. Jadi Cho bikin ada kemajuan sama si Yunpa. Maaf ya ^^

.

Jja... See u next chap?

Chuuu~~~~

.

.

.

Jum'at, 10 Juni 2016