Home
.
.
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan
Cast : DBSK Family, dll
Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort. Yaoi
Typos bertebaran, membosankan, alur suka"
Rate : T
Yang gak suka bisa langsung di close ^o^
Maaf ya buat yang udah nunggu ff ini seabad, hahahaha #bow
.
.
.
.
.
GREP
Jaejoong memeluk Yunho secara mendadak, tangisnya tidak reda malah makin menjadi. Entah bagaimana Jaejoong merasakan beban dipundaknya terasa terangkat. Tidak menyangka juga Yunho akan mengatakan hal seperti ini secepat ini.
Yunho terdiam kaku, badannya memang gemetar tapi tidak seperti dulu yang langsung pusing hanya karena mencium harum tubuh Jaejoong. Dengan tangannya yang bergetar Yunho menyentuh punggung Jaejoong dan menggerakkan tangannya naik dan turun.
Jaejoong tersentak, ini skinship pertama yang dilakukan Yunho terlebih dahulu padanya. Jaejoong yang ingat trauma Yunho langsung menjauhkan tubuhnya.
" Ma-maaf Yun..."
Apa ini?
Kemarin Jaejoong bahkan tidak mengucapkan maaf setelah lancang mencium Yunho terlebih dahulu dan sekarang lihat gerak gugup Jaejoong.
" Omo! Kemejamu terkena bumbu jajangmyun. Aish... Ottokeh... Maaf Yun" Jaejoong menoleh ke kanan dan kekiri mencari tisu namun suara Yunho menghentikan gerakannya
" Hey"
Jaejoong mendongakkan kepalanya dan dia bersumpah bahwa matahari kalah bersinarnya dengan senyuman yang Yunho tunjukkan padanya hari ini. Yunho tersenyum dan kali ini senyumannya ditujukan untuk Jaejoong.
" Terima kasih sudah memaafkanku"
Jaejoong hanya mengangguk tanpa suara.
" Aku akan berusaha lebih baik setelah ini"
Dan Jaejoong tahu, tidak semua berujung buruk jika dia memberikan kesempatan kedua untuk orang lain. Dan dia tidak menyesal memberikan kesempatan kedua itu untuk Yunho. Yang Jaejoong tahu dan inginkan, dia akan mempertahankan keluarga kecilnya apapun yang terjadi terutama untuk kebahagiaan anaknya, Changmin.
.
.
.
.
.
~ Chapter 8 ~
.
.
.
.
.
BRAAKK
" OMO!"
Namja yang sedang tidur itu langsung terbangun saat seseorang menendang pintu kamarnya, namja yang tengah terlelap itu adalah Jaejoong yang sangat kaget saat tahu anak majikannya masuk dengan wajah merah padam entah karena apa. Pakaiannya tidak rapi lagi dengan dasi mengantung rendah pada bagian depan kemejanya.
" Tu-tuan muda"
Jaejoong langsung berdiri namun tidak menghampiri sang tuan muda, ada aura gelap disekeliling tuan mudanya dan membuat Jaejoong enggan mendekat.
" KAU!"
Jaejoong tergelonjak kaget dan memundurkan langkahnya hingga terbentur tempat tidurnya, ini tidak baik. Tuan mudanya sedang mabuk.
" Ck" Yunho sang tuan muda berdecih kemudian menutup pintu kamar Jaejoong dengan kasar kemudian menguncinya
" Tu-tuan muda ap-ap-apa yang anda lakukan" Suara Jaejoong tercekat
Wajah Jaejoong berubah menjadi pucat pasi saat Yunho berjalan kearahnya dengan seringaian terpampang pada wajahnya. Yang Jaejoong sadari sekarang adalah bahwa Yunho tengah mabuk saat ini.
" Tu-"
PLAKK
Belum selesai Jaejoong berbicara Yunho menamparnya, menamparnya hingga Jaejoong terjatuh diatas tempat tidurnya. Jaejoong langsung memegangi pipinya yang terasa sakit dan dia mendudukkan dirinya.
" Kenapa?" Lirih Jaejoong
" Kau, parasit yang mengganggu hidupku. Kau menjadi biang semua kesulitanku di rumah ini, kenapa mereka harus membelamu eoh! Apa yang kau berikan pada mereka?" Ucap Yunho dengan mencengkeram dagu Jaejoong
Mata Jaejoong memanas mendengarnya, memang apa yang sudah dia lakukan hingga sang tuan muda seperti ini padahal sebelumnya mereka tidak saling mengobrol ataupun sapa menyapa. Jaejoong sendiri menjaga jarak saat sadar dirinya menyukai tuan mudanya.
Merasa tak pantas dia makin menyibukkan dirinya di rumah keluarga Jung dan sedikit mungkin menghindari pertemuannya dengan Yunho. Tapi kenapa tuan mudanya begitu marah padanya?
" Kenapa eomma selalu membanding – bandingkan semua kekasihku denganmu? Apa bagusnya dirimu?! Kau hanya seorang yatim piatu miskin yang tidak tahu siapa jalang yang membuangmu ke panti kemudian dipungut untuk menjadi perawat haraboji"
Yunho melepaskan cengkeamannya dengan keras, Jaejoong membatu namun air mata mulai mengalir dari kedua mata indahnya. Kenapa rasanya begitu menyakitkan?
" Kau hanya parasit dengar itu?" Yunho menoyor kening Jaejoong berkali – kali " Kenapa hanya diam? Merasa ucapanku benar?"
Jaejoong memejamkan matanya, sudah banyak yang dia lalui dalam kehidupannya, kenapa namja didepannya ini menambahkan satu luka yang tidak pernah tertutup dalam hatinya? Kenapa?
" Apa kau sudah puas?" Lirih Jaejoong
" Mwo?"
" Sudah puas?" Jaejoong menatap dengan mata sendunya " Jika sudah puas, tolong keluarlah tuan muda"
" Cih, siapa kau berani menyuruhku? Apa karena keluargaku membelamu kau berbesar kepala? Dengar, aku tidak akan pernah puas jika kau belum pergi dari rumah ini"
" Wae? Apa salahku?"
PLAKK
Sekali lagi tamparan itu mengenai wajah halus Jaejoong, membuat Jaejoong memejamkan matanya menahan rasa sakit bukan hanya dipipi tapi juga dihatinya.
" Karenamu eomma menentang hubunganku dengan Boa"
" Itu bukan kesalahanku"
" Jelas itu kesalahanmu"
PLAKKK!
Tamparan Yunho jauh lebih kencang dari sebelumnya hingga membuat Jaejoong terbaring diatas tempat tidurnya, Yunho memandangnya kalap kemudian memukul rahang Jaejoong kemudian mendekatkan wajahnya pada Jaejoong.
" Aku ingin tahu apa yang akan teman – temanku katakan jika melihat wajah yang mereka katakan cantik ini penuh dengan lebam?"
Jaejoong ketakutan sekarang, dia hendak berteriak namun Yunho langsung membekap mulut Jaejoong.
" Aku dengar kau menyukaiku?"
Mata Jaejoong membulat, bagaimana bisa Yunho tahu?
" Aku tidak percaya teman – temanku bahkan mengatakan kau cantik? Cih..."
Yunho menolehkan kepalanya, dia melihat sebuah kain tergeletak disamping Jaejoong, sebuah kain yang memang selalu ada untuk Jaejoong sebelum tidur. Sebuah kain dengan bordir bergambar bunga yang diberikan penjaganya di panti asuhan untuk Jaejoong.
Yunho mengambil kain itu dan mengikatnya dimulut Jaejoong, Jaejoong mencoba memberontak tapi Yunho lebih kuat darinya, dia melepaskan dasi yang dipakainya dan mengikat tangan Jaejoong.
" Nah..." Yunho menduduki perut Jaejoong
Jaejoong menggelengkan kepalanya dan mulutnya seakan mengatakan sesuatu juga air matanya terus mengalir dari kedua sisi matanya. Yunho hanya terkekeh kemudian menjambak rambut hitam Jaejoong.
" Ini adalah hukuman untukmu, mungkin jalang yang mengandungmu dulu diperlakukan seperti ini sehingga kau juga mendapatkan perlakuan yang sama" Ucap Yunho kemudian melepaskan satu persatu kancing kemejanya
Jaejoong histeris, dia mencoba melepaskan ikatan pada tangannya namun gagal, Yunho yang kesal kembali memukul rahang Jaejoong dan menjambaknya.
" Diamlah atau aku akan tambah kasar! Lagi pula ini bukan pertama kalinya untukmu bukan?"
Jaejoong sesenggukan, meratapi nasibnya yang sangat menyedihkan. Jaejoong menangis, dan tetap berteriak berharap ada yang mendengarkan suaranya namun tidak mungkin. Kamarnya terletak dibelakang dan hanya ada Jung haraboji disini, eomma dan appa Yunho akan pulang besok pagi. Para pembantu? Akan kembali besok pagi.
Yunho memperlakukannya secara brutal malam itu, tamparan serta pukul menjadi santapan untuk wajah Jaejoong saat Jaejoong mencoba melawan Yunho. Hingga saat Jaejoong sadar, dia melihat seorang namja tidur memunggunginya.
Mulut Jaejoong sendiri masih diikat kain kesayangannya begitu juga tangannya, Jaejoong mencoba bangkit tapi seluruh tubuhnya menolak. Tubuhnya terlalu lelah dan rasa sakit serta perih bercampur aduk terutama bagian bawah tubuhnya.
Jaejoong kembali memejamkan matanya, menangis tanpa suara karena sepertinya suaranya pun sudah habis.
.
.
.
" Kami pulang!"
" Kenapa sepi sekali?"
Sepasang suami istri itu memasuki mansionnya namun tidak ada naja yang biasanya menyambut mereka, Jaejoong.
" Joongie kemana ya?" Mrs. Jung menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri
" Coba kita ke kamar aboji, mungkin dia disana atau masih tidur. Para maid juga belum datang bukan?"
" Ne, masih jam empat pagi. Kajja"
Mr. Jung membawa sang istri kamar ayahnya, mereka tahu jika jam empat pagi Jaejoong harusnya sudah berkeliaran disekitar mansion. Tapi mereka tidak mendapati namja cantik itu saat membuka pintu.
Mr. Jung perlahan membuka pintu kamar appanya, dia masuk diikuti sang istri. Mereka melihat abojinya masih tertidur dengan lelap. Dan entah kenapa perasaan Mrs. Jung tidak enak, dia langsung masuk ke kamar mandi sang aboji namun tidak juga menemukan Jaejoong disana.
" Mungkin masih tidur..." Ucap Mr. Jung
" Ne, mungkin dia masih tidur. Aku akan coba menengoknya"
" Aku akan menunggumu disini"
" Hum"
Mrs. Jung melangkahkan kakinya menuju kamar kecil yang ada pada bagian belakang mansion. Jaejoong memang tidak mau dipindahkan ke kamar yang lain, dia menyukai kamar belakang itu walaupun kecil namun ada sebuah jendela menghadap ke halaman belakang mansion keluarga Jung dan Jaejoong sangat menyukainya.
Mrs. Jung mengerutkan keningnya saat mencoba membuka pintu kamar Jaejoong, tidak biasanya namja cantik itu mengunci kamar tidurnya.
TOK TOK TOK
" Joongie..."
Mrs. Jung mencoba memanggil Jaejoong tapi tidak ada sahutan dari dalam, akhirnya dia menempelkan telinganya pada daun pintu, dia mendengar suara lirih penuh kesenduan, suara tangisan yang tertahan.
" JOONGIE! Buka pintunya sayang! Ada apa?!"
" …..."
Mrs. Jung langsung berlari menuju tempat sang suami.
" Yeobo, dimana kunci cadangan kau simpan?" Tanya Mrs. Jung
" Ada apa?"
" Aku mendengar Joongie menangis tapi... Entahlah... Aku harus memastikannya"
" Memang Joongie mengunci pintu kamarnya?"
" Ne"
" Tidak biasanya"
" Kalian sudah pulang?"
Orangtua Yunho itu menoleh, sang aboji sudah bangun dan menatap bingung pada keduanya.
" Ne aboji" Jawab Mrs. Jung
" Kau kenapa?" Tanya Jung aboji
" Sebentar aboji, aku akan mengambil kunci cadangan di kamarku" Mr. Jung langsung berlari menuju kamarnya untuk mengambil kunci duplikat kamar yang Jaejoong tempati
" Ada apa?"
" Aboji... Itu..."
" Apa sesuatu terjadi pada Joongie?"
" A-aku belum memastikannya"
" Bawa aboji bersama kalian. Cepat"
" Ne"
Mrs. Jung membawa abojinya duduk dikursi roda kemudian mendorong kursi itu menuju kamar Jaejoong. Dia mengetuk kamar Jaejoong dan memanggil Jaejoong namun tetap tidak ada sahutan dari dalam. Berselang beberapa menit Mr. Jung datang membawa beberapa kunci duplikat. Mencoba satu – persatu dan berhasil menemukan kunci kamar Jaejoong, mereka pun masuk kedalam.
Tapi...
Mereka langsung syok mendapati betapa mengenaskannya Jaejoong yang menangis dengan tangan dan mulutnya terikat. Disampingnya seorang namja tidur membelakangi Jaejoong. Jaejoong memejamkan matanya, dia kembali semakin menangis saat keluarga Jung masuk kedalam kamrnya.
" Joongie! Astaga!"
Mrs. Jung langsung menghampiri Jaejoong dan melepaskan semua ikatan pada mulut dan tangan Jaejoong. Jaejoong bernafas lega namun dia sedih melihat ekpresi yang ditunjukkan Mrs. Jung padanya.
Sementara itu Mr. Jung melihat siapa yang sudah berani melakukan hal keji pada Jaejoong dan setelah tahu matanya membulat.
" Yunho..."
Mrs. Jung langsung menatap suaminya meminta penjelasan namun betapa sakit hati Mrs. Jung mengetahui bahwa Yunho yang melakukan hal keji ini pada Jaejoong.
" Keluar" Jung aboji memerintah
" Aboji..."
" Aku ingin melihat bagaimana reaksinya ketika sadar nanti. Bummie ah... Kau tenangkan Joongie dulu"
" Ne aboji, kajja Joongie"
Jaejoong hanya diam menatap , Mrs. Jung menghembuskan nafasnya, kemudian merangkul pundak Jaejoong. Sebelum keluar, Mrs. Jung membuat coat yang dipakainya dan dipakaikan pada tubuh Jaejoong yang menggigil.
.
.
.
" Nghh..."
Yunho membuka matanya, dia melihat sekeliling dan merasa asing karena merasa bahwa kamar ini bukan kamarnya. Seketika kepalanya pusing dan dia ingat apa yang dia lakukan tadi malam disini, dikamar ini.
Yunho memperhatikan tempat tidur itu ada sebercak darah disana, Yunho diam dan tidak berkata apa pun sampai...
" Shit!"
Dia mengumpat, memakai asal celananya dan keluar dari kamar itu. Dia berharap kedua orangtuanya belum pulang dan harabojinya belum bangun. Dia segera keluar kamar itu dan berlari menuju kamarnya namun dia terkejut mendapati keluarganya sudah duduk diruang tengah bersama namja yang sudah dia sakiti.
" Duduk!"
Yunho tersentak kaget saat mendengar nada perintah yang dikeluarkan oleh appanya, dia tidak pernah mendengar appanya berbicara sedatar itu padanya. Yunho menghela nafas kemudian duduk disebrang Jaejoong.
" Kau akan menikah dengan Jaejoong"
Yunho menatap appanya dengan tatapan tidak percaya kemudian menggelengkan kepalanya.
" Andwe! Aku tidak akan menikahinya!"
" Kau harus! Karena kau harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kau lakukan!"
" Aku tidak melakukannya! Bisa saja namja itu menjebakku!"
PLAKK
Sebuah tamparan dilayangkan oleh sang appa untuk Yunho sedangkan sang aboji hanya diam, menunggu apa yang akan dilakukan oleh Yunho.
" Kau harus menikahinya sebagai rasa tanggung jawabmu!"
Namja bermata musang itu menatap tajam namja yang kini tengah menangis sesenggukkan dan menundukkan kepalanya. Bahunya terekspos karena pakaian yang dia pakai adalah bukan niliknya dan terlihat mengenaskan karena ada bercak viru dan merah, bukan hanya itu pipi, pinggir mata dan matanya terlihat lebam karena ulahnya.
Benci, itulah yang dirasakan terhadap namja yang tengah duduk dengan menunduk itu.
" Dia namja appa! Dan aku tidak mau menikahinya"
" Kenapa?"
" Aku... Membencinya"
" Kau tahu hasil perbuatanmu Yun?" Kali ini eommanya bicara
" Eomma... Tidak akan ada hasil apa – apa. Dia namja" Ucap Yunho mulai kesal
" Eomma mengambilnya dari panti asuhan karena dia spesial Yun... Dia bisa hamil"
Yunho menatap eommanya tidak percaya, mana ada yang seperti itu?
" Eomma tidak perlu berbohong"
" Eomma tidak berbohong kau membaca hasil tes kesehatan Jaejoong yang eomma simpan kalau kau mau. Dan kau... Tetap harus bertanggung jawab Yun, bagaimana kalau Jaejoong hamil?"
" Ck..." Yunho berdiri dari tempat duduknya " Kalau dia hamil, aku akan menikahinya. Puas?!" Lanjutnya kemudian dia pergi dari ruang keluarga
Dua minggu sudah Yunho tidak pulang ke rumah, dia tinggal di apartemen yang dia beli sejak sampai di Seoul. Dan hari itu Jaejoong pingsan setelah mengeluarkan isi perutnya saat menjaga Jung aboji.
Entah itu berita baik atau berita buruk karena Jaejoong dinyatakan hamil hari itu. Mr. Jung menarik pulang Yunho dan pernikahan itu terjadi begitu saja. Tanpa dihadiri banyak orang, tanpa pesta dan cinta. Jung aboji juga memberikan sebuah rumah sebagai hadiah pernikahan Jaejoong dan Yunho. Awalnya Jaejoong menolak, dia ingin tetap tinggal di mansion Jung tapi kedua orangtua Yunho berkata bahwa setelah menikah mereka harus mandiri sehingga Jaejoong akhirnya menurut saja.
Jaejoong mencintai Yunho? Ya... Sangat... Walaupun Yunho sudah menyakitinya luar dan dalam, dia berharap setelah menikah Yunho akan berubah. Tapi... Yunho tetaplah Yunho yang dulu. Menyakiti Jaejoong bahkan berselingkuh didepan mata Jaejoong.
Jaejoong bersabar dan ketika usia kandungannya menginjak enam bulan Yunho mulai melunak entah karena apa. Mungkin dia sudah mulai terbiasa dengan Jaejoong disekitarnya dan Jaejoonglah yang mengurus semua keperluan Yunho.
Satu yang Yunho mulai sadari, dia tidak suka saat Jaejoong berdekatan dengan dokter kandungannya yang sudah bercerai itu. Dokter itu kadang mengajak Jaejoong berjalan – jalan dengan alasan bahwa berjalan – jalan bagus untuk perkembangan kehamilannya.
Saat usia kandungan Jaejoong memasuki bulan ke delapan, Yunho yang baru saja memarkirkan mobilnya melihat pemandangan yang entah kenapa membuat hatinya sakit. Kenapa sakit? Ada apa dengan dirinya? Cemburu? Disana dia baru menyadari bahwa dia mulai menyukai Jaejoong.
Tapi apa yang diperbuat Jaejoong? Dia berciuman dengan dokter kandungannya, Yunho marah. Dia menarik Jaejoong dan memukul sang dokter hingga tersungkur kemudian membawa Jaejoong ke dalam rumahnya.
PLAKK
Sebuah tamparan mendarat pada pipi Jaejoong, Jaejoong memegang pipinya yang memerah dan menatap tidak percaya pada Yunho. Namja itu beberapa bulan terakhir ini sudah melunak dan kenapa menjadi seperti ini lagi?
" Yun..."
" Menjijikkan! Kau memang jalang!" Ucap Yunho kemudian beranjak naik, dia akan tidur dikamarnya dilantai dua
" Dengarkan aku! Kau salah paham"
" ..."
Dengan susah payah Jaejoong mengejar Yunho, kondisinya sudah sangat lemah tapi dia tidak ingin ada kesalahpahaman dianatara mereka. Dia juga kaget sang dokter yang dia percaya dan sudah dianggap sebagai kakaknya itu menciumnya di depan rumah.
" Aku tidak melakukannya! Tidak"
" Tapi aku melihatnya sendiri!"
" Kau salah paham Yun!"
" Apa?! Kau menjijikkan, aku tidak yakin jika anak ini nantinya adalah anakku! Brengsek!"
" Tapi ini adalah anakmu! Kau yang memperkosaku dan aku tidak pernah melakukannya dengan yang lain. Tidak sepertimu yang bahkan membawa wanita murahan kedalam rumah ini!"
Plakkk
" Apa kau bilang? Wanita murahan? Kau lebih murahan dari pada mereka tahu?!"
Plakk
Sosok namja yang ditampat itu sedikit demi sedikit memundurkan langkahnya tanpa mereka tahu bahaya tengah menantinya.
" Jangan karena kedua orangtuaku membelamu kau jadi tidak tahu diri dengan membentakku namja sialan!"
" Aku hanya mengatakan yang sebenarnya" Ucap Jaejoong menatap sendu kearah Yunho, perutnya bergejolak. Ada sesuatu yang bergerak dari dalam dan Jaejoong bisa merasakannya dengan jelas
" Dengar" Yunho menarik pakaian bagian depan Jaejoong dan menatapnya tajam " Aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai anakku, pelacur"
Yunho melepaskan cengkeramannya dan membalikkan tubuhnya hendak pergi namun Jaejoong menahannya dan tetap mempertahankan argumennya karena itulah yang terjadi tadi. Yunho menepis tangan Jaejoong namun Jaejoong menahan lengan Yunho hingga Yunho kesal dan mendorong Jaejoong.
Brraaakkkkkkk!
Yunho tidak menyangka bahwa Jaejoong jatuh dari lantai dua rumahnya. Mata bulat Jaejoong terus menatap mata Yunho walaupun terus meringis memegangi perutnya yang terasa sangat sakit dan kesadarannya mulai diambang batas.
" Y-yunho yah..." Lirih Jaejoong sebelum akhirnya matanya tertutup
" Ap-apa... yang..."
" OMO! Jaejoong!"
Yunho langsung menoleh saat seorang yeoja berlari kearah Jaejoong yang tidak sadarkan diri. Yunho terpaku, menatap kedua tangannya yang tadi mendorong Jaejoong.
" Jae-Jaejoong?!"
Kali ini Yunho melihat seorang namja menepuk – nepuk pipi Yunho, dokter kandungan Jaejoong, Seungri.
" Apa yang kau lakukankan Yun!" Mrs. Jung terpekik kaget
Keluarga Jung datang memang karena hari ini jadwal kunjungan rutin mereka untuk mengunjungi keluarga Yunho. Tapi apa yang dilihatnya tadi diluar? Dokter kandungan Jaejoong tengah berlutut untuk memastikan keadaan Jaejoong dan rasa khawatir kembali merasuki Mrs. Jung.
Dia meninggalkan suami dan mertuanya untuk berlari kedalam rumah dan melihat Jaejoong sudah bersimbah darah dibawah tangga.
" Ahjumma, kita harus membawanya. Nafas Jaejoong semakin menghilang, ini tidak baik"
" Jo-joongie!" Mrs. Jung segera menoleh, Jaejoong harus diutamakan terlebih dahulu
" Oh tidak, nafasnya menghilang!"
" Joongie!"
" Keluar kau dari sini Yun"
Suara datar itu membuat Yunho menoleh, harabojinya menatap tajam dirinya.
" Keluar" Ucapnya sekali lagi
" Ak-aku-"
" Keluar sebelum aku menyeretmu"
" Andwe! Joongie!" Mrs. Jung berteriak histeris
Yunho hanya bisa melihat bagaimana Seungri mengangkat tubuh Jaejoong yang sudah tidak bergerak keluar diikuti oleh eommanya.
" Kau membunuhnya Yun"
Ucapan itu menyadarkan Yunho dari semuanya, membunuh. Dan dia tidak hanya membunuh satu orang melainkan dua orang.
" Kajja, tidak ada kepentingan lagi kita disini"
Bruukk
Yunho limbung saat mereka semua pergi dari dalam rumahnya, mereka semua meninggalkan Yunho sendirian diri. Dan Yunho tidak pernah merasakan dirinya seperti terlempar ke neraka seperti saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong memperhatikan bagaimana wajah damai namja yang tengah tertidur sembari duduk disofa ruangannya. Yunho tertidur diruangannya sementara Jaejoong melanjutkan pekerjaannya tadi. Setelah acara mengharukan itu Jaejoong meminta Yunhountuk menunggunya di kantor karena ingin pulang bersama – sama.
Tapi sebuah pekerjaan datang padanya dan kepulangan mereka tertunda, lagi pula Changmin masih tertidur dengan lelap disana sehingga akhirnya Yunho mengiyakan untuk menunggu pekerjaan Jaejoong selesai. Dan dia tertidur karena kelelahan.
Pikiran Jaejoong tiba – tiba mengarahkannya pada kejadian lima tahun lalu dimana Yunho memperlakukannya dengan kasar dan kejam. Tapi, bagaimanapun kejamnya Yunho... Jaejoong tetap mencintainya.
Apalagi dia pernah merasakan tangan Yunho yang mengelus perutnya yang tengah hamil saat dirinya pura – pura tertidur. Jaejoong masih mengingat rasa hangat itu dan Jaejoong tahu saat itu Yunho melakukannya atas dasar keinginannya sendiri, dia sangat bahagia saat itu. Jaejoong tersenyum, walaupun masa lalunya saat mengerikan tapi semua berubah bukan?
" Eommaaa~~~"
Jaejoong langsung menoleh saat suara anak manjanya terdengar, Jaejoong langsung menghampiri anaknya yang sedang menggeliat itu kemudian mengecup kening sang anak.
" Eommaa..."
" Ne, eomma disini. Bangunlah, kita pulang ne?"
" Hum" Changmin mengangguk dan perlahan membuka mata bulatnya dan menatap eommanya yang tengah tersenyum padanya " Eomma"
" Ne baby"
" Hehehehe"
Tiba – tiba saja Changmin tersenyum lebar hingga matanya tertutup dan itu membuat Jaejoong sangat gemas hingga memeluk anaknya dan menggendongnya kemudian mengecupinya berkali – kali.
" Hahahahahaha Eomma! Geliii... Hahahahaha"
" Siapa suruh Minnie menggemaskan eoh? Rasakan..."
Jaejoong terus mengecupi jaejoong hingga tidak sadar suaranya membuat Yunho terbangun dan matanya langsung terfokus pada Jaejoong yang sedang bermain dengan Changmin. Yunho langsung menegakkan tubuhnya dan memandang keduanya.
Yunho jadi berpikir bagaimana bisa Jaejoong membesarkan Changmin selama ini, meskipun ada Junsu, keluarganya dan Yoochun pastinya Jaejoong mengambil andil besar untuk membentuk sifat anaknya selama ini bukan?
" Eoh? Appa!" Changmin terpekik melihat Yunho yang sedang memandang mereka
Jaejoong menghentikan gerakannya dan menoleh, dia tersenyum pada Yunho yang tengah menatap Changmin.
" Maaf kami membangunkanmu" Ucap Jaejoong
" Ani"
" Ayo kita pulang, aku akan membereskan mejaku dulu"
Yunho mengangguk sedangkan Jaejoong menurunkan Changmin dari gendongannya dan segera membereskan meja kerjanya. Setelah beres mereka bertiga pulang bersama dengan Junsu karena Junsulah yang menyetir sore ini.
Sesekali Junsu melirik ke belakangnya dimana Jaejoong duduk dengan Changmin sedangkan Yunho duduk disampingnya. Sepertinya namja bermata musang itu masih menjaga jaraknya dengan Jaejoong tapi Jaejoong terlihat sangat bahagia hari ini, ada apa?
Jaejoong masuk kedalam rumah bersama Yunho dan Changmin yang masih betah ada didalam gendongan Yunho dan juga Junsu yang mengikuti mereka dari belakang. Jaejoong mendapati Mrs. Jung tengah berjalan kearah dapur, mungkin akan menyiapkan makan malam.
" Kalian sudah pulang" Ucap Mrs. Jung
" Ne eomonim, eomonim akan ke dapur?" Tanya Jaejoong dan Mrs. Jung menganggukkan kepalanya " Joongie ikut, Joongie akan memasak makan malam hari ini"
Jaejoong segera menggandeng Mrs. Jung kemudian menatap Yunho dan Changmin.
" Yun, tolong mandikan Changmin ne? Aku akan memasak bersama eomonim" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum manis
" Ne"
" Kajja eomonim" Jaejoong memeluk lengan Mrs. Jung dengan erat dan membawa mertuanya itu kearah dapur
Mrs. Jung menaikkan salah satu alisnya, Jaejoong amat sangat senang hari ini. Ada apa eoh? Apa ada yang terlewat olehnya?
" Kenapa Joongie tersenyum lebar begini eoh?" Tanya Mrs. Jung saat Jaejoong sudah meminta para maid mundur dan mulai memotong sayauran
" Memang Joongie tidak boleh tersenyum?" Tanya Jaejoong dengan polos
" Aigo... Pasti ada hal bagus yang terjadi hari ini"
BLUSH
" Wae? Kenapa wajahmu memerah seperti itu eoh?"
Mrs. Jung makin yakin bahwa Jaejoong tengah menyembunyikan sesuatu apalagi dengan wajahnya yang memerah itu.
" Eomonim~~~"
" Oke oke, eomonim tidak akan mengganggu atau menggodamu, mari kita selesaikan masakan kita"
" Hum"
Jaejoong berkutat dengan giat didalam dapur selama satu jam bersama sang mertua sembariberbagi cerita dan canda namun dia belum menceritakan apa yang terjadi tadi siang dibutik. Dia akan menajdikan cerita dibutik sebagai kejutan bagi keluarganya saja.
" Maaf nyonya, ada tamu untuk nyonya"
Mrs Jung membalikkan tubuhnya saat salah satu maid menghampirinya dan mengatakan ada tamu untuknya.
" Siapa?"
" Keluarga Choi"
" Eoh?"
" Eomonim temui saja mereka, Joongie akan menyelesaikan urusan di dapur" Ucap Jaejoong
Mrs. Jung akhirnya mengangguk dan meninggalkan Jaejoong di dapur. Tak lama Junsu datang menemui Jaejoong di dapur dan membantunya.
" Seunghyun sshi ikut bersama mereka malam ini" Ucap Junsu
" Ada apa sebenarnya?" Tanya Jaejoong
" Molla, Mrs. Jung bilang mereka kesini untuk makan makan bersama" Jawab Junsu
" Aboji mengundang mereka?"
" Mr. Jung bahkan kaget saat Mrs. Jung meneleponnya"
" Eh? Aboji dan Chunnie hyung belum pulang?"
" Mereka sekarang dalam perjalanan menuju kesini"
" Arasseo"
Jaejoong akhirnya menyelesaikan masakannya, dia kemudian berjalan kearah ruang tengah dan sepasang suami istri yang Jaejoong tahu adalah appa dan eomma dari Seunghyun serta Seunghyun yag tengah tersenyum padanya, mereka sedang mengobrol bersama dengan Mrs. Jung.
" Senang bertemu lagi denganmu lagi Jaejoong ah" Ucap Mr. Choi
" Terima kasih, aku juga senang bertemu dengan ahjusshi lagi" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum
Tap
Tap
Tap
Jaejoong menoleh saat mendengar suara langkah kaki itu, Yunho tengah menuruni tangga bersama dengan anaknya. Yunho masih terfokus pada Changmin hingga belum melihat kearah keluarga Choi, sedangkan Seunghyun sudah tersenyum melihat Yunho ah bukan... Menyeringai melihat Yunho.
" Yun..." Jaejoong berjalan mendekat kearah Yunho kemudian memanggilnya
" Ya?"
Yunho mendongakkan kepalanya namun dia sedikit tersentak melihat keluarga Choi ada diruang tengah keluarganya juga termasuk Seunghyun.
.
.
.
.
.
Makan malam keluarga Jung terasa lebih ramai dari biasanya karena kedatangan keluarga Choi. Dan lihat saat ini Changmin tengah bermain dihalaman belakang bersama Junsu yang sedang menyuapinya sedangkan Jaejoong makan dengan tenang disamping Yunho sembari mendengarkan percakapan keluarga Jung dengan keluarga Choi.
" Jadi Jaejoong ah..." Mr. Choi menatap Jaejoong
" Ya ahjusshi?"
" Kau akan menempatkan Seunghyun dimana?"
Oh, jadi ini maksud kedatangan Mr. Choi ke mansion keluarga Jung? Memastikan bahwa Seunghyun akan masuk kedalam perusahaan Jung.
" Ne? Aku belum memutuskannya" Jawab Jaejoong dengan tenang
" Kenapa?"
" Aku meminta Yunho yang memutuskan, bahkan aku belum tahu apa Seunghyun akan masuk kedalam perusahaan atau tidak" Jawab Jaejoong dengan jujur
" Eh? Kenapa Yunho yang menentukan?" Tanya Mr. Choi bingung
" Aku rasa keputusan Yunho sangatlah penting dalam perusahaan Jung" Jawab Jaejoong kemudian dia melirik kearah Mr. Jung yang dengan tenang meminum tehnya
" Bagaimana kau bisa berpikiran seperti itu? Bukankah selama lima tahun ini Yunho menghilang dan tidak pernah mengurusi perusahaan. Bahkan kau tahu sendiri Seunghyun lebih mengenal perusahaan Jung lebih baik dari Yunho" Ucap Mr. Choi dengan yakin
Jaejoong melihat Mrs. Jung yang wajahnya mulai mengeras, mungkin dia kesal dengan ucapan Mr. Choi namun dia tersenyum lembut pada Mrs. Jung dan matanya beralih kearah Mr. Choi.
" Ahjusshi yakin Seunghyun bisa diandalkan?" Tanya Jaejoong
" Ya, dia lebih berpengalaman dibanding Yunho disini, maaf bukan aku mencela tapi memang begitu kenyataannya bukan? Lagi pula, Seunghyun bisa menjadi asistenmu, bukankah kau juga baru dalam bidang ini?"
" Ne?"
" Bukankah kau hanya bekerja dibelakang layar selama ini? Bukankah Siwon yang mengcover pekerjaanmu sampai kau muncul?"
Tak
Mr. Jung meletakkan cangkirnya dimeja dan menatap suami dari kakaknya itu.
" Hmm... Hyung... Kau tahu bahwa perusahaan Jung resmi menjadi milik Jaejoong seutuhnya saat Yunho datang ke perusahaan Jung beberapa waktu lalu bukan?" Tanya Mr. Jung pada kakak iparnya itu
" Ya, maka dari itu Seunghyun bisa mengajarkan Jaejoong bagaimana memimpin perusahaan dengan baik" Jawabnya
" Mungkin hyung belum tahu tapi... Selama ini Jaejoong yang mengurus perusahaan Jung. Sejak lima tahun yang lalu perusahaan Jung ditangani oleh Jaejoong"
" Mwo?"
" Dan soal keputusan" Ucap Jaejoong kemudian meraih tangan Yunho yang terkepal erat diatas meja, sebenarnya Yunho sudah cukup panas dan muak dengan semua ini hanya saja sebelum makan makan Jaejoong berbisik padanya untuk tetap diam apapun yang keluarga Choi lakukan hingga dia hanya bisa diam saat ini " Aku memang meminta Yunho melakukannya, dia akan mulai memimpin perusahaan karena aku akan memindahtangankan namaku pada Yunho untuk mengurus perusahaan Jung"
Jaejoong kemudian menoleh kearah Yunho yang tengah kaget dengan ucapan Jaejoong, Yunho tidak tahu jika Jaejoong merencanakan ini semua.
" Jadi tidak salah bukan jika Yunho yang memutuskan Suenghyun berhak ada diperusahaan Jung atau tidak karena dia adalah CEO perusahaan Jung"
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
.
Annyeong!
Hari ini Cho bakal update 2 ff Cho kyk na...
So... Tunggu ya!
.
Special Thanks :
.
Ismi mimi (iya bang Seunghyun udh muncul ni...), Boo Bear Love Chwang (annyeong! Kemana aja eoh?! Heehehehe Cho pasti hwaiting kok!), aykei Yunho (appa sama anak kan mirip), vivisensi (ne, hwaiting!), Kamikaze Zettaaime (hmmm... Biar Cho pikirin ne?), siti mulyani (sabar ne?), Haru (wkwkwkwk, masih tergoda kah?),
El Ree (okeee), Guest (masama), uknowme2309 (pindah? Eodie? Sip sip hwaiting!), babywuzidy (iya, Cho udah ada di wattpad), cha yeoja hongki (iya, ini Cho update in), Ray Ra333 (pasti bisa mereka! Hahahaa), ruixi1 (iyaa), marlina (makasih), danatebh (blm cho pikirin bwt si tante Ahra heheee), JonginDO (makasih ya), MyBooLoveBear (masama), zoldyk (okeee),
Lovgravanime14 (pasti ada saatnya cemburu dtg lg kok hehehehe), Yunjae Lover (makasih ya, terus baca ff Cho), Avanrio11 (sip, pasti lanjut kok), elite minority. 1111 (jiahh... Cho pake bawang bombay wkwkwkwkwk aminn), Park Rinhyun-Uchiha (pasti dong!), Indy (yuhhuuu jg, amiinnn), kimRyan2124 (amiiiiinnnnn), akiramia44 (iya, dicari ya waty na Cho), asyifaaulia31 (makasi udh kangen sama Ff cho, smile lagi tahap penulisan hehehe),
Dheaniyuu (iya dong, bang mimin na Cho kan emang pinter hehehe), AlienBaby88 (sip sip sip), alice (amiiinnn), GaemGyu92 (Hehehehehe, doain ya), yunjae Heart (romantisnya di chap depan ne eon?), nik4nik (sip), Princess Jae (iya, pasti), Guest (sip), Dewi15 (iya, Cho lanjutin), nisikado. Yukito (yup!)
.
Buat yang udah follow, fav, para SiDer
.
Sekali lagi makasih ya #bow
.
Cho udh buatkan flashback-nya tapi Hmmmm kasih pendapat ya? Kali flashback nya ada yang kurang bilang, nanti Cho tambahin hehehehe...
Soal yunjae... Chap depan aja ya Cho kasih yang manis - manis dari mereka. Hahahaha
Udah ah, ga ada yang mau Cho bahas juga jadi...
See u next chap?
Chuuuuu~~~
.
.
.
.
.
.
Selasa, 26 Juli 2016
